Wednesday, December 10, 2008

Puisi Untuk Pahlawan

SAJAK SEORANG PELAJAR UNTUK PERJUANGAN


Kubercerita tentang hidup
Hidup yang tak boleh mengeluh
Hidup yang tak boleh mengaduh
Ingatkah kita akan perjuangan pahlawan
Bambu runcing senjata sederhana digunakan
Senjata penyelamat jiwa terhunus di dada pejuang
Maju dengan semangat menyala
Melawan penjajah negeri tercinta
Terhunus senjata dan lantang berteriak MERDEKA

Kubercerita juga tentang pahlawan dengan ujung senjata
Contoh teladan generasi muda
Melawan sebisa dengan senjata sederhana tergenggam
Maju perlahan mengendap-endap melawan, bergerilya di hutan
Bersama nyali baja dan keyakinan akan satu kata MERDEKA

Kubercerita tentang hidup
Hidup yang tak ada kata putus as
Hidup yang tak ada kata menyerah
Ingatkah kita akan perjuangan pahlawan
Jiwa raga dipertaruhkan dalam pertempuran
Memerah membeku dalam baju pejuang perang
Ketika tanda pertempuran dimulai dan nyawa terputus di raga

Kubercerita tentang sebuah kenangan
Ketika pejuang berteriak lantang
Maju
Hancurkan penjajah
Ambil negeri kita dengan gagah
Teriak lantang selalu membahana
Tanpa ada rasa sesal di dada
Untuk merebut apa yang kita punya
Tanpamu akan bagaimana arti MERDEKA

Kubercerita tentang perjuangan
Perjuangan kita sang pelajar
Untuk meraih impian tentang hidup
Meraih yang tertinggi yang pernah ada

Kubercerita tentang sebuah kenangan
Kenangan akan arti perjuangan
Ketika pelajar bertarung di jalan
Perjuangan yang tentu SIA-SIA
Karena kita menyandang sebuah tugas
Untuk melanjutkan cerita pejuang
Selamanya hingga akhir masa

Thursday, December 4, 2008

YUK... NGE- BLOG

Image and video hosting by TinyPic Lomba Review

Hari Gini Nggak Punya BLOG.... Alamak...


Assalamualaikum Indonesia

Bagaimana kabar semua ? pastinya tetap sehat dan selalu optimis, walau ekonomi dunia sedang menuju sekarat. Tapi untuk urusan tulis menulis pasti nggak ada matinyakan? Perkenalan diriku dengan BLOG karena sedang semangat-semangatnya belajar komputer dan seluk beluk internet. Waktu ke toko buku ada sekumpulan anak muda asyik membaca buku tentang blog. Dengan rasa penasaran karena diriku hobi baca aku ikutan membaca buku tersebut. Sebenarnya semua kegiatanku sehari-hari aku tulis dalam sebuah buku, karena ada blog semua kegiatan, karya-karyaku bahkan semua tulisan mengenai pekerjaan aku tulis di blog. Apalagi kalau ada kegiatan yang menimbulkan kesan mendalam... kayak anak muda aja yah...
Blog-qu telah banyak membantu, contohnya waktu aku tugas ke luar daerah, kebetulan karena mendadak aku nggak bawa laptop yang notabene semua tulisanku ada di sana. Karena katanya panitia menyediakan perangkat komputer. Sampai di tempat tugas ada yang harus aku kerjakan, nah...loh data nggak punya dan tugas harus selesai hari itu juga. Pakai Hp pastinya mahal dong nyuruh orang rumah bacakan data-dataku, yang ada malah bibirnya dower kali. Untung aku ingat pernah menyimpan semua data-data pekerjaanku di BLOG. Nah tahukan kelanjutannya! Selesailah tugas yang harus ahu kerjakan bahkan teman-teman banyak terbantu dengan BLOg aku itu.
Katanya pula dengan BLOG kita bisa menghasilkan uang, nah untuk yang satu ini aku belum ngerti tuh... mungkin dengan ikutan berbagi ilmu dengan para BLOGER yang sudah SUHU pasti aku bisa tambah uang belanja nih.
Jadi .....
YUK....KITA NGEBLOG...






Tuesday, November 18, 2008

PUISI UNTUK HARI GURU



Menyambut hari guru 25 November 2008,terlintas kenangan indah bagaimana aku ditempa menjadi seorang pendidik di sekolahku SPGN 4 Jakarta Utara. Tawa, canda, dan duka mengiringi langkahku untuk mantap menjadi pendidik.

KUUKIR CINTA DALAM LEMBAYUNG JINGGA
Berjuang atas nama kebodohan
Berperang tuk kemunafikan
Bertempur tuk kepongahan

Kau ukir nama kami bersama pagi
Melambai degup jantung di hari
Kala kau sapa dengan canda
Membasuh kaki yang terluka

Tuk berlari menembus putihnya kejora
Menapak laksana perwira
Terpekik semangat membahana
Melecut sukma di dada
Kala ingin kami rebut segala asa
Tuk bertarung di arena

Kau beri apa yang kau punya
Bahkan waktu yang ada
Hingga tak ada tersisa dan celah
Untuk keluarga di rumah

Guru
Kan selalu kuukir dan ku jaga
Namamu hingga lembayung jingga

(Untuk guruku di SPG 4 Jakarta Utara, Kalian membuatku cinta pendidikan)

LOMBA MENULIS DAN MEMBACA PUISI







GO .... SMA YAPPENDA
GO .... SMPN 266
YOU LIKE IT POETRY READING?
YOU WANT GO TO TAILAND?

Setelah menunggu dengan hati berdebar, karya puisi yang dikirimkan oleh siswa SMA Yappenda berjumlah 26 karya akhirya didapat 2 karya yang lolos untuk mengikuti semifinal yang diselenggarakan di Wisma Makara UI tanggal 13 - 15 November 2008. yaitu Riski Wulandari dari kelas XII Bahasa dan Alda Meiza Fadliansyah kelas XII IPS 1. Wow bagaimana yah dapat mengalahkan beratus karya puisi? tanya saja dengan Riski dan Alda.
Karena aQ juga membimbing siswa SMPN 266 yang juga masuk semifinal dari 33 karya puisi yang dikirimkan,
yaitu Tities Putris Maya dan M.Rezanesa Descarian, maka kerjaku ganda untuk mempersiapkan anak-anak handal ini tampil sebagus mungkin. Bisa nggak yah itu pertanyaannya? Dalam kamus AQ " Kita pasti bisa Tuhhhhhh!walau kerja ganda tapi aku tetap menomor satukan kerja pokokku yaitu mengajar. apalagi anak kelas XII akan menghadapi UN.
Karantina NO WAY... katanya. tapi ketika melihat megahnya wisma tempat karantina rasanya terbayar sudah jerih payah menulis puisi. Ungkapan kekaguman juga diungkapkan Tities yang anak Cilincing bahwa ia merasa mimpi bisa sampai Wisma ini. apalagi Reza yang pendiam merasa dirinya jadi punya kelebihan,jadi timbul keberaniannya. Bersama ibu Ratna Dewi yang memang akan dipersiapkan untuk regenerasi mendampingi anak lomba kami siap bertempur. Bagaimana Bu Dewi We are the CAMPIONS

Hari pertama Kamis, 13 November 2008 kami tiba lebih awal pukul 08.00 WIB. diantar suamiku yang berbaik hati dan tidak sombong. kami tiba di Wisma Makara UI.Masih sepi dan baru ada beberapa peserta yang tampak, bahkan panitia juga belum ready tuh. Isi absen terus dikasih snack lumayan buat ganjel perut. Acara pembukaan dimulai pukul 10.00 WIB. dibuka oleh yayasan Sejiwa bapak Yusuf. kemudian dilanjutkan dengan materi psikologi oleh dosen psikologi UI Mbak Ratna Juwita. permainan mencari teman dan berbagi cerita terasa bermanfaat untuk siswa. Mereka jadi tahu bagaimana harus bersosialisasi.

Acara selanjutnya, pelatihan tiap bidang lomba, untuk puisi ada di ruang Tanjung. Materi tentang membaca puisi dismpaikan oleh Bang Rizal seorang penyair terkenal. Dengan gaya yang khas penyampaian pelatihan jadi tidak membosankan, disamping itu juga saya dan Bu Dewi sebagai guru Bahasa Indonesia jadi dapat masukan untuk mengajarkan cara membaca puisi yang bisa diterima siswa.
pelatihan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Setelah itu semua peserta bersih-bersih makan malam pukul 19.00 WIB, dan kumpul kembali pukul 20.00 WIB di pinggiran kolam renang SO..SWEET banget yah, romantis lagi tuhh.
Mbak Diena ketua yayasan SEJIWA menjadi mentornya. malam itu kupas-kupasan masalah BULLYING di sekolah. ada juga yang cape terutama anak Band. tapi banyak juga yang semangat tuh soalnya merekakann DUTA BULYING.
Hari kedua Jumat, 14 November 2008 pukul 09.00 WIB, kami berkumpul di ruang aula untuk mendengarkan materi 'Media Massa' yang dibawakan Mbak Debra Yatim, seorang wartawan senior yang banyak malang melintang di media massa.
Materi tentang media massa juga menjadi momentum siswa untuk berkarya melawan BULLYING di sekolah.kan DUTA BULLYING. hari ini pelatihan buat peserta adalah menulis atau reproduksi ulang karya puisi.WAHHHHHH bahaya nih kata Fadli dan Tities lagi nggak ada inspirasi, tapi jangan ragukan Riski, ia sudah siap dengan seabrek puisi yang ia tulis di buku tulisnya. Tapi jangan suruh Riski berbicara, karena sifatnya yang pendiam membuat susah ntuk bicara. Tapi ia sudah menunjukkan kemampuannya membaca puisi walau belum maksimal.Kalau cerita Reza lain lagi, anak ini intropert, tapi jangan ditanya konyolnya, banyak yang ingin berkawan dengan Reza.
Alda Meiza Fadliandyah, tadinya ia diberi kamar dengan siswa perempuan, karena panitia melihat namanya kok kayak perempuan yah.
malam itu tanggal 14 November 2008, kerja keras dijalankan, sampai malam kita berlatih untuk tampil besok di final. penampilan terbaik harus dipersembahkan.
GO... FADLY
GO ... RISKI ... HIDUP YAPPENDA
GO .... REZA
GO .... TITIES.... JAYA 266
Hari ketiga, ini hari yang membuat merinding semua body-Qu. Panas dingin sudah melanda sendi-sendi di tubuh. aduh... perjuangan belum selesai siapa yah diantara 'Laskar Pelangi itu yang akan menang. Mudah-mudahan kami datang tidak sia-sia.
Penampilan pertama Reza, aduh penampilan terburuk yang ia punya tidak maksimal. tapi sutralah Reza sudah berusaha semaksimal mungkin. Riski berkesempatan tampil yang ketiga, ia lupa judul puisi yang harus dibacakan. tapi oke juga sih penampilannya. Penampilan keempat Tities, aku menyuruh ia menyanyikan tiga baris dari puisinya itu dilagukan, karena aku pikir Tities punya bakat menyanyi. Berhasil.... taktik-ku dapat mencuri perhatian juri. Memang harapan Laskar Pelangi hanya pada Tities dan Alda setelah penampilan Reza dan Riski yang kurang maksimal.

Setelah penjurian Band-band dari beberapa SMA Top, pukul 15.30 WIB, pengumuman pemenang, hati ini jadi tambah nggak karuan deh. pelan tapi pasti juri membacakan pemanang lomba mulai dari juara ketiga yang diraih oleh Dwi dari Mts 17, kemudian pemenang kedua..... dari SMP 266 aduh bangga dan terharu banget, hati ini melambung nggak percaya. Akhirnya kami bisa juga merebut juara itu 'PERJUANGAN YANG TIDAK SIA-SIA'. Ini berkat kerja keras, perjuangan dan juga.... bintang utama TITIES PUTRIS MAYA.. Makasih yah Ties, sudah mengobati duka dan luka hati Bunda.

Monday, October 13, 2008

Iedul Fitri 1429 H















LEBARAN ? Minal Aidin Walfaizin ‘ Maaf Lahir dan Batin Yah!
LEBARAN ? Rekreasi bersama Keluarga
LEBARAN ? Mudik Yukkkkkkk........................................................


Iedul Fitri 1429 H, ritual keluarga kami seperti biasa selalu terjadi. Hari terakhir di bulan Ramadhan kami sekeluarga besar H.M.Basin berbuka puasa bersama di rumah orang tuaku. Doa dan pujian kepada Allah SWT kami panjatkan karena kami sekeluarga dapat menyelesaikan Ramadhan dengan sehat dan bahagia. Hidangan untuk merayakan esok hari disajikan. Ada ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng kentang, dan tentu saja kerupuk biar kriuk-kriuk.
Cucu-cucu ibuku yang berjumlah 6 orang berkumpul penuh suka cita menyantap hidangan yang ada.
Pagi ied yang teduh pun kami jelang sholat ied kami lakukan di masjid Jami Al Khoiriyah di daerah kami. Pulang sholat seperti biasa menyambangi tetangga untuk bermaaf-maafan. Setelah itu langsung ke rumah orangtuaku di daerah Cilincing kira-kira 10 menit perjalanan dari rumahku.
Hari ketiga Syawal, kami peruntukkan rekreasi keluarga ke Bandung. Jalanan masih belum padat tapi sesampai di Bandung wah benar-benar padat, macet apalagi di Dago tempat outlet-outlet bertebaran. Walau sudah lebaran tapi masih banyak saja orang yang berbelanja. Kami pun ikut-ikutan berbelanja walau hanya kaos-kaos saja, cukuplah. Niatku makan mie kocok kesampaian juga dengan harga Rp 8000 perut ini sudah kenyang.
Rekreasi kami lanjutkan ke daerah Lembang untuk mandi air panas di Ciater. Sayangnya selama prjalanan buah hatiku, jagoan kecilku Raynaldi demam, muntah-muntah dan benar-benar sakit.
Untungnya sampai Ciater badannya sudah sehat dan kami berkesempatan mandi.

MUDIK KE PALEMBANG- BATURAJA- DUSUN KARANG AGUNG
7 SYAWAL 1429 H


Tahun ini kami berkesempatan pulang kampung, walaupun tidak pas hari raya tapi sudah membuat sibuk juga. Bersama suami kedua anakku, adik ipar dan anakknya Selly, serta adikku Budi beserta istrinya tidak ketinggalan keponakanku Fadli, kami berangkat ke Palembang pada hari Selasa, 7 Oktober 2008. tepat pukul 06.30. berangkat dengan mobil Toyota Yaris kami. Bayangkan 8 orang di mobil sedan sekecil itu plus tas-tas koper bawaan kami. Tapi hanya sampai tempat suamiku kerja di Cikande serang. Setelah itu kami berganti mobil Xenia milik perusahaan suamiku, kali ini nafas kembali lega. Berangkat pukul 10.30 sampai Palembang pukul 01.00, mampir dulu melihat Jembatan Ampera kebanggaan Wong Palembang. berapa jam yah.... kira-kira 15 jam lah. Lumayanlah untuk penyegaran kaki. Malam itu kami berkesempatan mengunjungi Jembatan ampera karena anakku ingin tahu.


Jembatan Ampera di waktu malam penuh cahaya warna-warni indah sekali.


Pagi Rabu, 8 Oktober kami berziarah ke makam nenek dan kakek, setelah itu mengunjungi keluarga bapakku di Dwikora II.
waktu dzuhur kami habiskan di majid Agung Palembang. Wah masjid yang benar-benar agung karena memadukan konsep oriental Cina di sudut-sudut bangunannya. bayangkan saja Beduknya kental dengan ornamen Cina.

Perjalanan kami lanjutkan ke sentra pengrajin songket di sini anakku Raynaldi terkesan sekali dengan cara menenun songket. Antusias sekali dia untuk mengetahui proses membuat kain songket, sungguh pengalaman yang tak akan dilupakan buat anakku. Ia jadi tahu perjuangan sebuah maha karya anak negeri.

Hari Kamis, 9 Oktober kami harus berpisah dengan Palembang karena perjalanan akan kami lanjutkan ke Baturaja tempat adik-adik ibuku tinggal. Perjalanan yang ditempuh selama 4 jam tidak terasa karena sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan pedesaan yang cantik dan mempesona.
Tiba di Baturaja kami langsung menuju dusun Karang Agung karena anakku ingin sekali mandi di sungai. Rasanya tak sabar melihat air sungai yang jernih mengalir. Hingga magrib tiba anak-anakku masih mandi di sungai. Katanya enak sekali mandi di sungai. Nah pengalaman mandi di sungai dan naik rakit menyeberangi sungai untuk ke ladang merupakan pengalaman terindah anak-anakku. Ternyata mudik itu mengasyikkan yah namun bolong juga nih kantong....

Wednesday, September 10, 2008

Ramadhan 1429 H


PUASA DI BULAN RAMADHAN 1429 H

Memasuki ramadhan hari ke-10, kami sekeluarga bisa berkumpul. yah... karena putri cantik kami Natasha sudah bisa dibawa pulang dari pondok pesantrennya.Anakku Raynaldi yang kini berusia 11 tahun, hingga hari ke-10 belum batal puasanya. Mudah-mudahan kami sekeluarga diberi kesehatan oleh Allah SWT, Amien.Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari kewajiban puasa yang ditetapkan syariat yang ditujukan dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah . Walau setiap Ramadhan menjelang sebulan penuh ibu-ibu harus sibuk dengan dua kegiatan di dapur yaitu menyiapkan makanan berbuka, dan makanan untuk sahur, namun sebanding dengan semangat anak-anaknya untuk melaksanakan puasa.
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.


Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita menahan diri untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari, karena mematuhi perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya ketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah SWT.

Berikut beberapa hal mengenai bulan Ramadhan dan mengapa kita harus menyambutnya dengan "Gembira" penuh "suka cita", tulisan ini saya ambil dari tulisan Al-Ustadz Abu Abdirrahman Al-Bugisi.mudah-mudahan kita dapat menyambut lagi bulan Ramadhan tahun depan.

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah k berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)
Pada bulan ini para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Rasulullah n bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pada bulan Ramadhan pula terdapat malam Lailatul Qadar. Allah k berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Al-Qadar: 1-5)

Penghapus Dosa
Ramadhan adalah bulan untuk menghapus dosa. Hal ini berdasar hadits Abu Hurairah z bahwa Rasulullah n bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لَمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan ruhani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, jika tidak, maka hasilnya tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia belaka.

Allah SWT berfirman "Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf:31)

Nabi SAW juga bersabda "Kita ini adalah kaum yang makan apabila merasakan lapar, dan makan dengan secukupnya (tidak kenyang)."

Bulan penuh berkah dan ampunan janganlah kita lewatkan dengan sia-sia, karena di depannya ada janji Allah untuk meraih kemenangan.semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi. Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya. Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera

Wednesday, August 20, 2008

Dirgahayu Indonesia ke- 63




















Perayaan 17-an di rumah
Indonesia ulang tahun yang ke-63. sudah semakin dewasa, sudah semakin tua untuk tahu bahwa Negara kita sudah merdeka. Perayaan ulang tahun Indonesia setiap tahun semarak sekali, namun memang kemeriahan terkadang hanya diisi dengan lomba-lomba yang kurang membangkitkan rasa kebangsaan, nasionalisme, dan persatuan. Tengok saja lomba-lomba yang diadakan di setiap tempat pasti tidak ketinggalan panjat pinang, lomba makan kerupuk, lomba gigit sendok, atau lomba sepak bola dengan kostm yang dbuat lucu layaknya pertunjukkan komedi. Makna perayaan hari ulang tahun itu sendiri tidak dirasakan oleh para generasi muda. Lihatlah mereka hanya tertawa-tawa atau sibuk untuk mengalahkan lawan yang sudah jelas lawan mereka itu adalah kawan sendiri atau bahkan ada saudara sendiri. Harusnya kemerihan itu ditandai dengan bangkitnya Indonesia dari keterpurukan, bangkitnya Indonesia dari kemiskinan,bangkitnya Indonesia dari rasa malu… malu untuk tidak bias menjamin kehidupan masyakatnya. Bangkit dari sikap emosional yang melanda sehingga tidak ada lagi bullying yang menghiasi headline berita di media massa.


Tahun ini perayaan ulang tahun ke- 63 RI, dirayakan dengan tasyakuran warga kompleks kami “Perumahan MeWah” pada malam tanggal 17. atau hari Sabtu malam Minggu tanggal 16 Agustus 2008 tepat setelah kami mngatakan acara Nisfu Sya’ban. Setiap keluarga menyumbangkan penganan yang sebelumnya sudah ditugaskan. Ada yang memasak urap sayuran (Kel. Pak Hardana), ada yang memasak bacem tempe dan bacem tahu (Kel. Pak Supanto), ada yang memasak ayam goreng (Kel. Pak Widodo), ada yang memasak Bebek panggang (Kel. Pak Solihin), ada yang memasak bakso (Kel. Pak Jumroni, ada yang memasak gorengan (Kel. Pak Budi),ada yang menyumbang rebusn kacang tanah (Kel. Pak Ibad), ada yang menyumbang ikan baker (kel. Pak Wasnata), ada yang menggoreng emping dan menyumbang minuman gelas (Kel. Pak Iwan) yang istrinya Ita adalah adik kandungku rumahnya persis di sebelahku. Bagaimana dengan keluargaku (Kel. Pak Surya), kami masak tumpeng yang ala kadarnya dan sedikit pisang goreng serta bakwan jagung. Tapi kami tidak mempersoalkan siapa penyumbang terbanyak, pokoknya malam itu kompleks kami bersma keluarganya dan anak-anak dapat makan bersama.
Sehabis ba’da Isya tikar dan karpet kami gelar di jalanan depan rumah kel Iwan dn Kel Jumroni tak lupa doa kami panjatkan dipimpin oleh Pak Ibad yang kami nobatkan jadi pak ustad. Doa untuk ketentraman kompleks, kesehatan warga kompleks, dan untuk kekeluargaan yang terjalin.
Makan malam bersama ternyata menyenangkan juga, walau perut sudah penuh tapi semua lahap menyantap hidangan yang tersedia. Sehabis menyantap hidangan acara bincang-bincang seru kami lakukan. Ternyata banyak manfaat yang bisa kami petik dari perayaan 17-an bersama tetangga. Mudah-mudahan doa kami terkabung dengan sedikit warga tapi damai sejahtera.
Tepat tanggal 17 Agustus anak-anak kompleks bergembira dengan lomba yang diadakan, walau sederhana namun mereka terlihat bergembira dan bersemangat. Tidak ketinggan para ibu-ibu juga turut meramaikan dengan lomba menggiring bola pakai terong yang diikat di pinggang, seru …? Pastinya. Heboh punya deh. Sayangnya saya tidak berkesempatan ikut karena harus mengunjungi si buah hati my princess di pondoknya.


Perayaan 17-an di Pondok Pesantren At Taqwa Putri


Hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2008 putri tercintaku Natasha menerima raport dan ada perayaan 17-an juga di sekolahnya. Memang agak terlambat pembagian raportnya karena aku sudah tahu ia naik kelas, jadi sehabis upacara di sekolah (SMPN 266) aku langsung pergi ke pondok pesantren At Taqwa Putri. Bagiku kebahagian mutiaraku yang utama.

Lelah yang kurasakan sehabis upacara terbayar sudah karena putriku Natasha rangking ke-3 di kelasnya. Alhamdulillah aku panjatkan kehadirat-Nya. Doa-doaku dikabulkan-Nya. Di pondok perayaan 17-an tak kalah meriah, ada panggung untuk pertunjukkan pentas seni anak pondok. Ada story telling, pidato dalam bahasa Arab, pementasan marawis, dan Qosidah. Pertunjukkan yang heboh adalah pertunjukkan drama dengan tema ‘perjuangan KH. Noer Ali. Pendiri pondok pesantren At Taqwa’. Kalau ditanya seru pasti seru habis. Karena anakku Raynaldi antusias sekali, ia berdiri paling depan dekat dengan panggung. Matanya tak lelah menatap anak-anak pondok bermain drama.

Perayaan 17-an di SMPN 266


Perayaan hari ulang tahun RI di SMPN 266 dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Agustus 2008 dengan berbagai perlombaan. Lomba yang diadakan ternyata menguras kocek kas kelas. Bayangkan saja setiap kelas harus menghias kelasnya dengan semeriah-meriahnya. Bahan-bahan untuk menghias kelas pastinya diambil dari siswa di kelas. Kasihan memang, tapi itulah lomba harus ada pengorbanan. Selain menhias kelas ada lomba egrang, membuat gapura mini,PBB,membacakan teks UUD 45,Vokal Grup, dan tak ketinggalan memasukkan bola ke keranjang(Bola basket).

Sayangnya saya tidak dapat hadir karena harus mengantarkan hasil lomba anak-anak ke yayasan Sejiwa. Jadi kehebohan acara saya dengar dari cerita guru-guru.
Peringatan detik-detik proklamasi atau upacara bendera kami laksanakan pada hari Minggu, 17 agustus 2008. upacara di mulai pukul 07.00. suasana khidmat mewarnai upacara kali ini, dengan komandan upacara seorang siswi bernama Fitri kelas IX. Suaranya yang lantang menandai dimulainya upacara memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Negara ini. Pembina upacara, pastinya ibu kepala sekolah, Dra. Endang Nurhayati, M..M

Perayaan 17-an di SMA Yappenda



SMA Yappenda merayakan hari ulang tahun ke-63 RI dengan mengadakan berbagai macam lomba. Lomba dimulai pada hari Jumat, 15 Agustus 2008. pagi hari terlihat kesibukan di setiap kels untuk loma menghias kelas, segala macam pernik-pernik hiasan 17-an dirangkai membentuk hiasan yang indah di kelas. Ada juga lomba adzan di musholah.
Sabtu tanggal 16 Agustus diadakan festival band.
Sejumlah band-band dari siswa berlaga di ajang ini mempertunjukkan kebolehannya memainkan dawai gitar dan gebukan drum. Di sela-sela acara ada lomba vocal yang juga diikuti oleh siswa-siswa yang mewakili kelasnya. Suaranya? Aduh macam-macamlah. Ada yang fals, ada yang oke punya, ada yang banyak gaya.

Tapi kemeriahan acara festival dinodai dengan aksi brutal siswa-siswa yang bergoyang bagai orang kerasukan, tidak mengenal batas kesopanan. Mereka bergoyang dengan saling sikut dan saling pukul. Padahal ada sekelompok siswa SD Yappenda yang menyaksikan aksi mereka. Maka ketika bapak Kepala sekolah bernyanyi bersama bntang tamu alumni SMA Yappenda yaitu Siti Mardiah menyanyikan lagu poco-poco, saya mengajak siswa-siswa SD bergoyang poco-poco mengikuti gerakan kaki. Namun, apa lacur siswa-siswa saya yang mengaku dirinya siswa SMA ternyata tidak dapat diajarkan untuk berlaku sopan dan tertib, kalau sudah begini salah siapa?

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...