Monday, October 28, 2019

Model Pembelajaran Penemuan dalam Teks Deskripsi


MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN  PADA TEKS DESKRIPSI
DENGAN MUATAN LINGKUNGAN HIDUP

MODUL PEMBELAJARAN





Penulis

Seni Asiati, M.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMPN 231 Jakarta




Prakata

Alhamdulillah, dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wata'ala, buku yang ditulis dengan tujuan memberikan model dan strategi dalam pembelajaran bahasa Indonesia terselesaikan dengan baik. Penulis yakin masih ada kekurangan dalam mengembangkan model pembelajaran sesuai tuntutan Kurikulum 2013. Buku ini memuat Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi yang penulis sesuaikan dengan muatan Persatuan dan Kesatuan.
Ada berbagai hal yang perlu dipahami oleh guru bahwa buku ini bukan buku teks pelajaran melainkan buku pengayaan untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 dalam bentuk pengembangan model-model pembelajaran. Guru mengupayakan untuk melakukan penguatan dalam pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik pada setiap pembelajaran; guru dapat menggunakan media yang sesuai pada setiap pembelajaran; guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan; serta guru melibatkan semua peserta didik dalam proses pembelajaran.
Proses pendidikan tidak hanya menjejali peserta didik dengan berbagai teori secara akademis, yang melahirkan peserta didik yang cerdas dan terampil. Proses pendidikan harus mampu membangun peserta didik yang memiliki nilai-nilai dan karakter hidup yang baik, menyadari hak dan kewajibannya, serta memiliki perilaku atau akhlak yang mulia terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Untuk itulah perlu adanya muatan yang dapat menanamkan karakter yang kuat bagi peserta didik.
Semoga kehadiran buku ini  dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan khususnya bagi mata pelajaran Bahasa Indonesia.


Penulis


Daftar Isi
Prakata            ................................................................................................................
Daftar Isi         ................................................................................................................
Daftar Tabel    ................................................................................................................
Daftar Gambar ...............................................................................................................
Peta Konsep
A.  Pendahuluan
B.  Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran Teks Deskripsi
C.  Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Teks Deskripsi
D.  Sintaks Model Pembelajaran Penemuan pada Teks Deskripsi
E.   Tujuan Penerapan Pembelajaran dengan Muatan Lingkungan Hidup
F.   Implementasi Model Pembelajaran Penemuan dengan Muatan Lingkungan Hidup pada Pembelajaran Teks Deskripsi
Glosarium
Daftar Pustaka

Daftar Tabel

Tabel 1        Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Tabel 2        Identifikasi Jawaban Peserta didikterhadap Objek
Tabel 3        Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-1
Tabel 4        Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-2
Tabel 5        Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-3
Tabel 6        Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-4
Tabel 7       Sintaks Model Pembelajaran Penemuan  pada Teks Deskripsi
Tabel 8        Contoh Identifikasi dengan Muatan Lingkungan Hidup dalam Teks Deskripsi



Daftar Gambar

Gambar 1        Pemandangan tempat wisata.
Gambar 2        Masjid Darusalam Belawa.
Gambar 3        Wisata Kota Tua
Gambar 4         Belajar di luar kelas kegiatan mengamati.
Gambar 5         Belajar di luar kelas kegiatan mengasosiasikan.

  
A.  Pendahuluan
Kurikulum 2013 yang telah diberlakukan saat ini harus dapat mendorong peserta didik untuk belajar mengeksplorasi kemampuan dan rasa keingintahuannya terhadap ilmu pengetahuan. Kegiatan belajar diartikan sebagai suatu proses pendidikan yang bertujuan mengubah sikap peserta didikberdasarkan aspek spiritual, aspek sikap (afektif), aspek pengetahuan (kognitif), dan aspek keterampilan (psikomotor) peserta didikmenjadi lebih baik melalui kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mendorong peserta didik agar lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mempresentasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Objek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan Kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
Kemampuan yang dihasilkan melalui proses belajar akan diperlukan oleh peserta didik tersebut untuk kehidupannya dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, suatu kegiatan pembelajaran seharusnya mempunyai arah menuju pemberdayaan semua potensi peserta didik agar dapat menjadi kompetensi yang diharapkan.
Untuk mewujudkan hasil belajar yang telah ditentukan, dibutuhkan keterlibatan peran guru di dalamnya. Kunci keberhasilan penerapan Kurikulum 2013 adalah guru. Peran guru ini sifatnya strategis karena guru berhadapan langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu menjadi fasilitator dan motivator bagi peserta didik agar mereka senang dalam pelajaran dan ilmu pengetahuan.
Buku ini memberikan uraian tentang strategi dan model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran teks deskripsi dan praktik untuk mengembangkan ide dalam teks deskripsi. Pembelajaran bahasa Indonesia selalu bersentuhan dengan teks, tetapi pembelajaran berbasis teks baru dikenalkan dalam kurikulum 2013. Dari implementasi pembelajaran berbasis teks  dengan pendekatan saintifik, diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan relevan dengan  era milenial sekarang.  Kompetensi dalam pembelajaran berbahasa merupakan kemampuan produktif, artinya peserta didikmampu menghasilkan karya yang diharapkan bermanfaat bagi siswa, baik manfaat akademik maupun sosial ekonomi.
Model pembelajaran yang digunakan oleh guru sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses yang menyatakan bahwa prinsip pembelajaran yang digunakan:
1.    dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
2.    dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar;
3.    dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
4.    dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
5.    dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
6.    dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
7.    dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
8.    peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);
9.    pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10.              pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
11.              pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
12.              pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;
13.              Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
14.              Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Untuk itu guru perlu kiranya memahami model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru dapat menggunakan media dan sumber pembelajaran alternatif yang tesedia di lingkungan sekolah disertai kearifan lokal yang diterapkan di daerahnya.

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran Teks Deskripsi
Pada kurikulum 2013 kompetensi dinyatakan dalam KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar). Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai SKL (Standar Kompetensi Kelulusan) yang harus dimiliki peserta didik pada setiap tingkat kelas yang menjadi landasan pengembangan kompetensi dasar.
Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler. Berikut adalah Kompetensi Inti pengetahuan dan Kompetensi Inti keterampilan;
Tabel 1 Kompetensi Inti Pengetahuan dan Kompetensi Inti Keterampilan

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di  sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Sebelum menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), guru harus mengetahui Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang terdapat di dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII ( lihat Permendikbud No. 37 tahun 2018). Guru membuat Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang disesuaikan dengan ranah pengetahuan dan keterampilan yang ingin dicapai dan pengembangan silabus.
Berikut Kompetensi Dasar dari materi teks deskripsi serta contoh Indikator Pencapaian Kompetensi berwawasan lingkungan hidup. Guru dapat mengembangkan Indikator Pencapaian Kompetensi disesuaikan dengan memperhatikan kondisi daerah, kearifan lokal, dan sarana serta prasarana di sekolah. Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan diri dengan penggunaan model pembelajaran  dan strategi pembelajaran yang bervariasi dari guru.
Tabel 2 Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar (KD)
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.1    Mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah)    yang didengar dan dibaca.











3.2    Menelaah struktur dan unsur kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.  

3.1.1      Menentukan ciri umum teks deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup dari segi isi dan tujuan komunikasi pada teks yang dibaca/didengar.
3.1.2      Menunjukkan ciri teks deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup dari aspek kebahasaan pada teks yang dibaca/didengar.
3.1.3      Menentukan jenis teks deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup pada teks yang dibaca/didengar.
3.1.4      Menentukan dan memperbaiki kesalahan penggunaan tanda baca/ejaan pada teks deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup.
3.2.1      Merinci bagian-bagian  struktur teks  deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup.
3.2.2      Menentukan bagian identifikasi dan deskripsi bagian pada teks deskripsi tempat wisata yang disajikan
3.2.3      Menentukan variasi pola pengembangan teks deskripsi tempat wisata
3.2.4      Menelaah bagian struktur dengan muatan lingkungan hidup yang sesuai untuk melengkapi teks deskripsi tempat wisata yang dirumpangkan

4.1    Menentukan  isi teks  deskripsi   objek (tempat wisata, tempat bersejarah, pentas seni daerah, kain tradisional, dll)  yang didengar dan dibaca.





4.2  Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan baik secara lisan dan tulis.
4.1.1        Mengidentifikasikan  teks yang termasuk dalam teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup.
4.1. 2   Memperbaiki pilihan kata dan istilah  yang tidak sesuai dalam teks deskripsi.
4.1. 3  Merancang teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup sesuai dengan struktur teks deskripsi.

4.2.1      Membuat kerangka tulisan teks deskripsi sesuai struktur teks deskripsi tentang objek wisata yang pernah dikunjungi.
4.2.2      Menulis teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup dengan memperhatikan pilihan kata, kelengkapan struktur, dan kaidah penggunaan kata kalimat/ tanda baca/ejaan.


C.      Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Teks Deskripsi
Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik berbasis teks. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum nasional 2013 berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata atau kaidah kebahasaan,(2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna,(3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena bentuk bahasa yang digunakan itu mencerminkan ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan (4) bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia.
Selain berbasis teks Kurikulum 2013 menawarkan pendekatan yang mampu membudayakan peserta didik untuk belajar secara aktif dengan mengasah afektif dan mengembangakan kognitif tingkat tinggi.  Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan saintifik. Penerapan pendekatan saintifik di kurikulum 2013 dan kontekstual untuk memperoleh kemampuan kreatif melalui proses mengamati (observing), menanya (questioning), mengeksplorasi (explorating), mengasosiasi (associating), dan mengomunikasikan (communicating) memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan siswa.
Pembelajaran dengan materi teks deskripsi dengan pendekatan saintifik meliputi kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses mengamati. Pada tahapan ini guru dapat menggunakan teks yang beragam. Peserta didikdapat mengidentifikasi bahkan menelaah berdasarkan teks.  Tahap selanjutnya adalah menanya, pada tahap ini teks dapat digunakan untuk saling bertanya antarsiswa.
Berikut strategi dalam pembelajaran teks deskripsi dengan pendekatan saintifik. Banyak         strategi yang dapat dilakukan guru guna mencapai tujuan pembelajaran.
1.      Pembelajaran Teks Deskripsi dengan Media Gambar
Kegiatan mengamati : Gambar dapat menjadi salah satu media dalam kegiatan pembelajaran.pada Penggunaan media yang dekat pada anak akan memudahkan anak untuk belajar mengenali. Objek pada gambar yang terlihat oleh peserta didik melatih kosakata dan rasa. 
Sesuaikan gambar dangan keadaan daerah, misalnya sekolah di daerah pantai dapat menggunakan objek wisata pantai. Sekolah yang dekat dengan gunung dapat menggunakan gambar dengan objek wisata gunung. Teks dapat dihasilkan dari apa yang diamati siswa.
Arahkan peserta didik untuk memerinci objek yang diamati. Jadikan tanya jawab antar peserta didik mengenai objek yang diamati. Pertanyaan seputar objek dan ciri khusus dari objek. Hal ini menjadi modal karena tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis. Peserta didik ajak berdiskusi mengenai tujuan  teks deskripsi yang menggambarkan/ melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan.
Perhatikan gambar berikut.


 Kegiatan mengeksplorasi: Jika ditanyakan pada siswa, apa saja yang tampak dalam gambar? Jawaban peserta didik pasti beragam, karena yang terlihat oleh peserta didik mungkin berbeda. Setiap jawaban peserta didik dapat didiskusikan di kelas. Ambillah beberapa contoh jawaban peserta didik dan tuliskan jawaban itu di papan tulis. Guru juga dapat menayangkan video atau mengajak peserta didik melihat keadaan di luar kelas.
Berikut kemungkinan jawaban siswa.
Tabel 3  Identifikasi Jawaban Peserta Didik terhadap Objek
Peserta didik A
Peserta didik B
Peserta didik C
Peserta didik D
Awan yang putih bergulung
Langit  dan laut biru muda
Pasir putih
Banyak orang yang berenang
Matahari cerah
Udara cerah
Tidak ada ombak
Buih laut yang putih
Pohon yang hijau
Tidak ada sampah
Pepohonan di pinggir pantai
Birunya laut

Kegiatan mengasosiasi: Jawaban peserta didik dapat mewakili apa yang tampak seperti dalam gambar. Guru dapat meminta peserta didik untuk memberikan alasan mengapa memilih kata atau kalimat tersebut. Ajak peserta didik untuk menggali sebanyak-banyaknya kosakata  yang dipahami siswa. Hal ini dapat melihat kemampuan peserta didik dalam berbahasa.
Guru dapat meminta peserta didik untuk merangkai kata yang telah ditulis di papan tulis. Kata-kata tersebut dirangkai menjadi sebuah kalimat.  Peserta didik akan mengamati adakah kesesuaian dengan apa yang mereka amati. Kalimat  yang dihasilkan dari hasil pengamatan peserta didik seperti berikut:
1)      Matahari cerah bersinar di pinggir pantai dengan pasir yang putih.
2)      Awan putih menghiasi langit biru muda.
3)      Ombak tak tampak di pantai hanya terlihat awan putih di angkasa
Secara bergantian minta peserta didik untuk merangkai kalimat dengan beberapa kata yang didapat dari jawaban teman-temannya. Galilah pemahaman peserta didik mengenai keadaan alam dan lingkungan. Guru dapat menanyakan hal sebagai berikut.
1)        Apakah tempat tersebut dapat dikatakan tempat wisata?
2)        Bagaimana keadaan lingkungan tempat tersebut?
3)        Apa yang harus dilakukan agar tempat tersebut tetap indah.
Kegiatan ini mengajak peserta didikuntuk memhami lingkungan tempat tinggal dan tempat wisata sehingga pemahaman akan menjaga lingkungan terbentuk dengan baik.
Kegiatan mengomunikasikan: Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat didiskusikan dalam kelompok. Mintalah peserta didik mengemukakan pendapatnya mengenai pertanyaan yang diajukan seputar tempat wisata dan lingkungan. Hasil dari diskusi dapat dipaparkan di depan kelas.
2.    Pembelajaran Teks Deskripsi dengan Teks Model
Banyak teks yang dapat dijadikan contoh dalam pembelajaran mengidentifikasikan teks deskripsi. Peserta didik dapat mengenali teks deskripsi melalui contoh teks model yang diberikan guru. Arahkan peserta didik untuk bekerja dalam kelompok sehingga terbentuk karakter untuk saling berbagi dan bekerja sama dengan orang lain. Guru dapat membuat lembar aktivitas peserta didik (LK) untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
Kegiatan mengamati: guru dapat mengajarkan teks dengan menyajikan beragam jenis teks kemudian peserta didik ditugaskan membandingkan dan mengidentifikasi ciri pembeda utamanya (contractive comparative).  Misalnya; adakah objek dalam teks? objek apa yang tampak dan ciri objek tersebut.
Kegiatan menanya: berdasarkan teks peserta didik dapat bertanya jawab tentang isi teks meliputi ciri dan kebahasaan teks. Tanya jawab peserta didik dalam mengidentifikasi teks dapat memaksimalkan pembelajaran dengan teks.
Kegiatan mengeksplorasi: peserta didik bekerja dalam kelompoknya dan mengidentifikasikan teks kemudian mencatatnya untuk didiskusikan kembali dengan teman yang bukan dalam kelompoknya. Tujuan dari pembejaran ini diharapkan peserta didik dapat belajar mengidentifikasi sebuah teks dengan ciri pembeda pada teks.  Berikut beberapa teks model sebagai contoh.
Teks ke-1
Wisata Klasik Malioboro

Malioboro merupakan simbol utama wisata Yogyakarta. Malioboro adalah sebuah jalan di pusat kota Yogyakarta. Walaupun hanya sebuah jalan Malioboro mempunyai banyak makna dan daya tarik sepanjang pinggir jalan Malioboro menjadi destinasi wisata pilihan para turis lokal ataupun mancanegara. Tidak syah rasanya ke Yogjakarta kalau tidak singgah di Malioboro. Walaupun hanya jalan, Malioboro memberi kesan mendalam bagi para pelancong.
Malioboro merupakan jalan utama menuju berbagai destinasi wisata di Yogyakarta. Destinasi tersebut adalah Keraton Yogyakarta, Titik Nol, dan Pasar Beringharjo. Jalan Malioboro cukup besar. Jalan itu dapat dilewati oleh dua mobil dan beberapa motor secara bersamaan. Pada pinggir jalan Malioboro terdapat berbagai pertokoan tua, pusat perbelanjaan, hotel, dan beberapa kantor kedinasan. Tepat di ujung Jalan Malioboro ada tiang bertuliskan nama Malioboro lengkap dengan tulisan Jawa Kuno. Tiang nama Jalan Malioboro menjadi daya tarik tersendiri bagi turis untuk berfoto yang menandakan mereka telah sampai di ikon Kota Yogjakarta. Wisatawan harus rela antri untuk untuk berfoto di tiang jalan tersebut. Tiang itu sendiri tidak ada keistimewaan apa-apa. Hanya sebuah tiang berwarna hijau setinggi 1 meter dan dihiasi ukiran yang diberi warna kuning selain warna dasar hijau.
Sebagai salah satu destinasi wisata, pinggiran Jalan Malioboro dibuat cukup lebar untuk para pejalan kaki. Terdapat berbagai fasilitas seperti bangku untuk duduk menunggu kerabat yang berkeliling Malioboro. Halte bus dengan dominasi warna putih berdiri tegak tempat warga yang menunggu bus. Trotoar juga menjadi tempat persinggahan bagi para pejalan kaki untuk sekadar duduk menikmati suasana Kota Yogyakarta. Selain itu banyak pedagang kaki lima yang menjual cinderamata khas Yogyakarta dan juga berbagai macam kuliner untuk dinikmati para wisatawan. Wisatawan dapat berbelanja oleh-oleh di seputaran Malioboro. Bukan itu saja wisatawan dapat berkeliling kota Yogjakarta dengan naik andong atau delman angkutan wisatawan dengan kuda sebagai penariknya. Pengemudi andong berbaris rapi di sepanjang jalan Malioboro. Namun, tidak tampak kotoran kuda yang di sepanjang jalan Malioboro. Hal itu karena pengemudi andong memberikan alas atau tempat penampung kotoran di bawah ekor kuda. Pengemudi andong tahu bagaimana menjaga kebersihan tempat wisata mereka.
Malioboro menjual suasana lama kota Yogyakarta. Dengan berbagai bangunan lama yang belum banyak dirombak membuat para wisatawan merasakan kesan Yogyakarta sebagai kota tua yang sarat akan budaya. Tidak hanya itu, berbagai objek foto dan penampilan seni juga tersedia pada sudut-sudut jalan. Memberikan hiburan dan spot terbaik untuk mencari suasana. Malioboro icon kota Yogjakarta dengan sejuta pesona klasik budaya Jawa. Sayangnya beberepa tepi jalan masih banyak berserakan sampah bekas bungkus makanan yang dibuang dengan seenaknya. Hal itu menganggu pemandangan. (Bunda NaRa, http://www.bundaseni.blogspot.com, diunduh tanggal 10 Agustus 2019).

Teks ke-2
Jejak Rasa dari Yogjakarta
                       
Sobat, apakah kalian pernah mencoba makanan yang satu ini? Jika mendengar dari namanya, kalian pasti merasa sudah tidak asing lagi, bukan? Gudeg adalah olahan makanan dengan bahan dasar buah nangka. Gudeg berasal dari istilah bahasa Jawa hangudek atau proses mengaduk. Gudeg merupakan masakan khas Yogyakarta yang sudah terkenal di seluruh wilayah Nusantara, bahkan hingga mancanegara. Untuk menikmati makanan gudeg, sobat semua akan mudah mendapatkannya. Penjual yang menjajakan gudeg bertebaran di seluruh pelosok Yogyakarta.
Biasanya gudeg yang sudah terkenal dan legendaris akan diwariskan secara turun-temurun agar keberlangsungan warung gudegnya tetap terjaga. Apakah sobat semua tahu di mana tempat-tempat gudeg yang legendaris? Pastinya mana yang paling favorit bergantung pada lidah kita masing-masing, ya. Setiap penjual gudeg memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Ayo, coba Ajeng sebutkan di mana saja warung-warung gudeg tersebut!  Namun, nama-nama penjual gudeg di bawah ini hanya beberapa saja lho, masih ada banyak lagi penjual gudeg yang ada di Yogyakarta  antara lain: 1)  Gudeg Bu Hj. Ahmad, yang terletak di daerah Jalan Kaliurang KM 4,5 (Utara UGM). 2)  Gudeg Yu Djum, di Jalan Wijilan No. 167, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta dan di Jalan Adisutjipto. 3)  Gudeg Pawon, di Jalan Janturan UH/IV No. 36 Warungboto, Umbulharjo. 4) Gudeg Permata Bu Pujo, di Jalan Gadjah Mada Yogyakarta (sebelah barat bioskop Permata). 5) Gudeg Bu Djuminten, di Jalan Asem Gede 14/Jalan Kranggan No. 69. 6) Gudeg Cukupan Batas Kota, di Jalan Laksda Adisutjipto (seberang Saphir Square). 7) Gudeg Bu Tjitro, di Jalan Janti No. 330. 8) Gudeg Sagan, di Jalan Prof. Dr. Yohannes Yogyakarta. 9) Gudeg Ceker Sedep Raos Seturan, di Jalan Seturan No. 15.
Sobat, tahukah mengapa rasa gudeg begitu legit dan enak? Semua itu terletak dari rahasia bumbu dan cara pengolahan bahan baku makanannya lho. Nangka yang digunakan adalah nangka yang tingkat kematangannya cukup. Bumbu yang digunakan pun lengkap. Gudeg dimasak dengan cita rasa yang manis disertai dengan aneka lauk, seperti ayam, telur, tempe, tahu, dan sayur krecek pedas. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah gudeg dimasak dengan menggunakan kuali atau kendil yang dipanasi di atas tungku api berbahan bakar kayu kering. Proses memasaknya membutuhkan waktu yang cukup lama agar bumbu dapat merasuk ke dalam potongan nangkanya. Wah … sudah pasti enak sekali lho rasanya! Gudeg yang ada di Yogyakarta dibedakan menjadi dua macam, yaitu gudeg kering dan gudeg basah. Ayo gudeg yang mana yang kalian suka? Perbedaannya terletak pada kuah areh yang dituangkan di atas sajian gudeg. Areh adalah kuah  santan. Untuk gudeg basah biasanya kuah arehnya lebih encer dan relatif tidak tahan lama, sedangkan gudeg kering akan memiliki daya tahan lebih lama dan memiliki rasa yang lebih manis.Jika sobat semua ingin membawa oleh-oleh berupa makanan gudeg, pilihlah gudeg kering ya karena akan lebih tahan lama, bisa sampai dua hari. ( Agustina Dwi Rahayu: 2018)

Teks ke-3

 

Berwisata Religi di Mesjid Darussalam Belawa


Jika anda menyukai wisata religi, mengunjungi Masjid Besar Darussalam dapat menjadi tujuan alternatif wisata anda. Masjid terbesar di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo ini terletak sekitar 50 kilometer arah barat dari Kota Sengkang. Masjid ini memiliki kekhasan sehingga setiap tahunnya ramai didatangi pengunjung dari luar kabupaten dan kota terutama pada Bulan Suci Ramadhan dan puncaknya pada malam 17 Ramadhan (Malam Nuzul Quraan),hari raya idul fitri dan idul adha.Salah satu kekhasannya adalah konon jika jamaah shalat dan berdoa di dekat mimbar masjid maka Insya Allah doa tersebut terkabul.
Menurut infomasi dari masyarakat, dahulu  sewaktu dibangun mesjid ini tidak memiliki rancang bangun seperti layaknya bangunan-bangunan besar lainnya.sehingga material-material seperti balok kayu yang akan dipasang ada yang tidak sesuai dengan ukuran. Nah jika hal semacam  itu terjadi misalnya kayunya kependekan bukannya disambung akan tetapi oleh tukang kayu yang mengerjakan, balok-balok kayu tersebut hanya dibungkus kain putih dan esok harinya semua balok kayu dapat terpasang dengan sempurna.Bahkan campuran bahan bangunan masjid ini tidak  menggunakan semen sebagai zat perekat melainkan menggunakan batu bata yang ditumbuk halus dan dicampur air.
Keunikan lainnya adalah pada areal samping kanan mesjid tersebut terdapat sumur tua yang dahulu ditempati para jamaah untuk mengambil air wudhu. Sumur tersebut menurut informasi  dari mulut ke mulut yang berkembang ternyata merupakan sumur sakti yang dipercaya airnya memiliki kekuatan gaib sehingga tidak mengherankan jika setiap bulan Ramadhan dan saat hari raya Idul fitri banyak pengunjung mengambil airnya untuk dijadikan obat  dan konon telah terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan ada sebagian masyarakat yang percaya bahwa bagi perempuan yang susah jodohnya maka barang siapa perempuan yang mandi air sumur itu akan enteng jodoh. Namun karena kekhwawatiran para ulama di Belawa akan terjadinya kemusyrikan serta penyimpangan aqidah sehingga sumur itu terpaksa di tutup.Wallahu A'lam Bissawab

Teks ke-4
Pesona Hati Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung(VogelkoopPulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Raja Ampat adalah salah satu tempat populer di Papua di Indonesia yang memiliki  banyak gugusan pulau. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau WaigeoPulau MisoolPulau Salawati, dan Pulau Batanta. Tempat-tempat ini akan menunjukkan pada pemandangan Indonesia Timur yang eksotis dengan pesona alami pepohonan yang hijau.
Raja Ampat adalah tempat terkenal untuk kegiatan laut seperti menyelam gratis dan snorkeling. Pesona Raja Ampat menawarkan pemandangan bawah laut yang indah dan menggemaskan. Di sisi lain, tempat itu menjadi habitat setengah dari spesies ikan dunia. Kelestarian alam bawah laun dengan terumbu karang dan spesies ikan yang ada di Raja Ampat menjadi perhatian warga dan wisatawan yang berkunjung untuk ikut menjaga dan melestarikan dengan tidak melakukan kegiatan yang membuat habitat tersebut terancam kelangsungan hidupnya.
Di sisi lain, tempat itu menjadi habitat setengah dari spesies ikan dunia. Kelestarian alam bawah laun dengan terumbu karang dan spesies ikan yang indah perlu dijaga kelangsungan hidupnya. Sejauh mata memandang mata akan dibuai oleh pemandangan alam yang indah layaknya surga. Mata kita akan melihat lautan kristal yang indah dengan ribuan ikan, terumbu karang, dan pulau-pulau kecil. Berkunjung ke raja Ampat jangan lupa untuk mengambil gambar saat datang ke Raja. Beberapa pulau yang ada di Raja Ampat dapat menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.
Pianemo atau sering disebut Painemu adalah kawasan karst berupa gugusan pulau karang yang membentang di lautan. Bahkan disebut, gugusan pulau karang tercantik ketiga di Raja Ampat, setelah Wayag dan Kabui. Pemandangan karang-karang yang eksostis membuat kita terpukau dan takjub. Selain Pianemo ada Laguna Bintang, Seperti namanya, tempat ini memiliki laguna berwarna hijau toska yang berbentuk seperti bintang. Bukan buatan, ini terbentuk secara alami! Untuk melihat laguna ini, kita harus naik ke ke puncak bukit dan melihat bentuk laguna secara utuh. Dari atas puncak, pengunjung dapat  melihat jernihnya laguna yang dikelilingi dengan tebing. Cantik sekali! Laguna Bintang hanya berjarak 10 menit dari Pianemo dengan menggunakan boat.
Destinasi selanjutnya dari Raja Ampat adalah Arborek.  Menjelajahi Raja Ampat rasanya kurang lengkap tanpa menginjakkan kaki di Arborek. Kenapa Arborek? Bayangan liburan sempurna rasanya menjadi kehidupan sehari-hari di pulau ini. Coba bayangkan, pantai landai berarus tenang, air laut yang biru dan jernih, hamparan pasir putih yang bersih, dan lambaian pohon kelapa. Semua terasa nyata di Arborek. Itu baru daratan. Kalau bicara bawah laut, rasanya Arborek memang juara. Mendapat gelar sebagai salah satu spot diving terbaik di Raja Ampat, bawah laut Arborek cantik tiada tara. Terumbu karang, ikan-ikan cantik dan pari menjadi keunggulan Arborek. Masyarakat setempat dahulu banyak yang tidak tahu apa manfaat terumbu karang bagi ekosistem laut. Kini sejalan dengan pemahaman masyarakat tentang lingkungan mereka turut serta menjaga kelangsungan biota laut. Satu contoh, mereka tidak akan mengambil ikan-ikan yang masih kecil.
Tempat yang tak kalah indahnya di Raja Ampat adalah Sawing Rai. Bicara pantai dan bawah laut Raja Ampat memang tak ada habisnya. Tak hanya itu, pengunjung yang ingin merasakan kehidupan di Raja Ampat bisa datang ke Desa Sawing Rai. Di desa ini pengunjung dapat snorkeling dengan ikan-ikan cantik, bird watching, dan melihat budaya-budaya yang ada. Snorkeling menjadi kegiatan favorit di desa ini. Lautnya yang jernih membuat siapa pun bisa melihat ikan-ikan dari permukaan. Pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan laut dan juga pantai tak putus diberikan oleh pemerintah daerah.  Raja Ampat terkenal dengan burung surganya, cenderawasih. Desa ini juga menyediakan atraksi bird watching. Tanpa bantuan teropong, pengunjung dapat melihat cenderawasih di atas pohon setinggi 2 meter. Namun, hanya waktu-waktu tertentu saja pengunjung dapat melihat burung ini, yaitu pukul 7-9 pagi, dan pukul 4-5 sore.
Pengunjung juga dapat mengunjungi Misool, pulau cantik Raja Ampat yang punya banyak kejutan bagi pengunjung. Seperti pulau-pulau lainnya di Raja Ampat, Misool pun tak kalah cantik dari pianemo, arborek dan lainnya.Selain pamndangan dan bawah laut yang super cantik Misool punya atraksi lain. Di bawah laut Misool pengunjung tak hanya bertemu dengan karang dan ikan-ikan cantik, tapi juga hiu berjalan atau kalabia. Kalabia adalah hewan endemik Raja Ampat yang tak bisa kamu temui selain di sini. Ada pula hiu tanpa sengat seperti yang ada di Pulau Kakaban, Kaltim. 3 di antara 40 danaunya jadi 'rumah' bagi ubur-ubur tanpa sengat. Batuan karst dan lukisan purba misterius juga akan kamu temukan di Misool. Kamu bisa melihat langsung lukisan telapal tangan, ikan, perahu dan bentuk lain yang unik di Pulau Sunmalele Atsa.
Wayag  menyuguhkan pemandangan pulau karang dan laut yang biru. Gugusan pulau karangnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Pulau karang di Raja Ampat yang mempesona haruslah terus dijaga sehingga keasrian dan keberlangsungan karang-karang di sepanjang pulau tetap hidup dan terjaga. Berkunjung ke Pulau Wayag, wajib hukumnya untuk mendaki Pulau Karang. Mendaki Pulau Karang menghabiskan waktu selama 30 menit. Begitu sampai, rasa lelah setelah mendaki akan terbayar dengan cantiknya pemandangan. Saking cantiknya, sayang kalau berkedip!  Raja Ampat memang pesona nusantara yang tak pernah habis dinikmati. (https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3820189/keindahan-keindahan-raja-ampat-yang-bikin-mata-tak-berkedip)dengan perubahan diunduh Sabtu, 25 Mei 2019 pukul 22.00 WIB.

Teks  tersebut  dapat diidentifikasi termasuk teks deskripsi atau bukan teks deskripsi. Gunakan lembar aktivitas peserta didik dan bentuk kelompok sehingga peserta didikdapat bekerja sama dalam mengidentifikasi beberapa teks. Ajak peserta didik untuk membaca dengan saksama teks tersebut. Beri waktu peserta didikuntuk membaca teks tersebut. Kemudian minta mereka untuk memberi penanda objek pada teks tentang benda, tempat, dan lain-lain.
Kegiatan mengasosiasikan: beberapa pertanyaan dapat diajukan yang jawabannya terdapat dalam teks. Jika peserta didik dapat menceritakan letak tempat, objek, atau ruang dan waktu, mereka sudah belajar memahami teks deskripsi. Guru dapat membaca lebih lanjut mengenai teks deskripsi dalam buku referensi teks deskripsi.
Contoh hasil identifikasi teks.
Lembar aktivitas peserta didik ( LK) mengidentifikasi teks deskripsi
Teks ke-1
Tabel 4 Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-1
No
Objek yang tampak
Kalimat pendukung dalam teks
Penanda Utama/rincian objek
1
Jalan Malioboro

1)   Malioboro merupakan jalan utama menuju berbagai destinasi wisata di Yogyakarta.
2)    Destinasi tersebut adalah Keraton Yogyakarta, Titik nol, dan Pasar Beringharjo.
3)    Jalan Malioboro cukup besar. Jalan itu dapat dilewati oleh dua mobil dan beberapa motor secara bersamaan.
4)    Pada pinggir jalan Malioboro terdapat berbagai pertokoan tua, pisat perbelanjaan, hotel, dan beberapa kantor kedinasan.
5)    Tepat di ujung jalan Malioboro ada tiang bertuliskan nama Malioboro lengkap dengan tulisan Jawa kuno.

Lengkap dan terperinci
2
Tiang jalan
Tiang itu sendiri tidak ada keistimewaan apa-apa. Hanya sebuah tiang berwarna hijau setinggi 1 meter dan dihiasi ukiran yang diberi warna kuning selain warna dasar hijau.

Lengkap kurang terperinci

Teks ke-2
Tabel 5 Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-2
No
Objek yang tampak
Kalimat pendukung dalam teks
Penanda Utama/rincian objek
1
Gudeg
Gudeg dimasak dengan cita rasa yang manis disertai dengan aneka lauk, seperti ayam, telur, tempe, tahu, dan sayur krecek pedas.
Tidak lengkap dan obejk terperinci tentang gudeg mengenai rasa, dan warna gudeg

Teks ke-3
Tabel 6 Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-3
No
Objek yang tampak
Kalimat pendukung dalam teks
Penanda Utama/rincian objek
1
Masjid Darusalam
Masjid terbesar di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo ini terletak sekitar 50 kilometer arah barat dari Kota Sengkang
Kurang lengkap dan tidak terperinci tentang objek


Teks ke-4
Tabel 7 Lembar Kerja  Identifikasi Teks ke-4
No
Objek yang tampak
Kalimat pendukung dalam teks
Penanda Utama/rincian objek
1
Raja Ampat
1)   Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung(VogelkoopPulau Papua.
2)   Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
3)   Raja Ampat adalah salah satu tempat populer di Papua di Indonesia yang memiliki  banyak gugusan pulau.
4)   Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau WaigeoPulau MisoolPulau Salawati, dan Pulau Batanta.
5)   Tempat-tempat ini akan menunjukkan pada pemandangan Indonesia Timur yang eksotis dengan pesona alami pepohonan yang hijau.
6)   Pesona Raja Ampat menawarkan pemandangan bawah laut yang indah dan menggemaskan.
7)   Di sisi lain, tempat itu menjadi habitat setengah dari spesies ikan dunia.
8)   Kelestarian alam bawah laut dengan terumbu karang dan spesies ikan yang ada di Raja Ampat menjadi perhatian warga dan wisatawan yang berkunjung untuk ikut menjaga dan melestarikan dengan tidak melakukan kegiatan yang membuat habitat tersebut terancam kelangsungan hidupnya.
9)   Pianemo atau sering disebut Painemu adalah kawasan karst berupa gugusan pulau karang yang membentang di lautan.
10)                   Bahkan disebut, gugusan pulau karang tercantik ketiga di Raja Ampat, setelah Wayag dan Kabui.

Lengkap dan terperinci
2
Pemandangan bawah laut di Raja Ampat
1)    Pemandangan karang-karang yang eksostis membuat kita terpukau dan takjub. Selain Pianemo ada Laguna Bintang, Seperti namanya, tempat ini memiliki laguna berwarna hijau toska yang berbentuk seperti bintang. Bukan buatan, ini terbentuk secara alami!
2)   Untuk melihat laguna ini, kita harus naik ke ke puncak bukit dan melihat bentuk laguna secara utuh.
3)   Dari atas puncak, pengunjung dapat  melihat jernihnya laguna yang dikelilingi dengan tebing. Cantik sekali! Laguna Bintang hanya berjarak 10 menit dari Pianemo dengan menggunakan boat.

Lengkap dan terperinci

Kegiatan mengomunikasikan: hasil identifikasi yang dilakukan peserta didikdapat ditukarkan kepada kelompok lain dan dibahas bersama di kelas. Peserta didikdapat nenentukan manakah teks yang termasuk dalam teks deskripsi. Pembelajaran ini dapat mengarahkan peserta didik untuk mencari tahu ciri sebuah teks. Pengetahuan peserta didiktentang teks akan terus tergali sejalan dengan apa yang dibacanya. Sajikan pendapat tiap kelompok di depan kelas boleh dengan karton yang bertuliskan hasil identifikasi atau pemanfaatan teknologi dengan presentasi menggunakan power point.
3.    Pembelajaran Teks Deskripsi di Luar Kelas
               Pembelajaran di luar kelas dapat menjadi salah satu cara dalam kegiatan belajar mengajar. Belajar di luar kelas dengan memaksimalkan keadaan lingkungan sekolah menjadi salah satu alteratif dalam kegiatan belajar mengajar.
Sumber: Dokumentasi Penulis
Gambar 3 Belajar di luar kelas kegiatan mengamati.

Kegiatan mengamati: teks deskripsi yang diajarkan pada peserta didikdapat diawali dengan mengamati keadaan sekitar. Peserta didikdiberikan Lembar Aktivitas Peserta didik (LK) yang berisi objek yang diamati dan menuliskan secara rinci mengacu pada pandangan mata (indera penglihatan). Rincian objek yang diamati peserta didikdapat berupa apa yang dirasakan, apa yang pikirkan tentang objek dan suasana lingkungan.
Kegiatan menanya: peserta didik secara berkelompok  saling bertanya jawab mengenai pengamatan yang dilakukan dan menuliskan hasil pengamatannya dalam lembar kertas. Hasil pengamatan mungkin saja berbeda pada setiap siswa. Guru mengarahkan pada objek yang dekat dan dituliskan ciri objek tersebut secara terperinci.
Kegiatan mengeskplorasi: hasil dari pengamatan didiskusikan lagi dengan kalimat yang lebih terperinci tentang objek. Beri waktu pada peserta didikuntuk mengeksplore keadaan sekitar dengan baik. Semakin banyak peserta didik mencari tahu, teks deskrpsi yang dihasilkan semakin baik. Peserta didikdapat bertanya pada orang di sekitarnya. Misalnya; ketika peserta didik mengamati sebuah pohon, peserta didikyang tidak tahu nama pohon, khasiatnya, dan bagaimana tumbuh. Peserta didik dapat bertanya pada warga sekitar yang ada di lokasi.
Kegiatan mengasosiasikan: pada kegiatan ini peserta didik dibimbing dalam memberikan informasi kepada peserta didik lain dan saling memberikan masukan dalam tanya jawab.
Kegiatan mengomunikasikan: kegiatan ini dapat dilakukan tetap di luar kelas secara bergantian. Peserta didik melaporkan apa yang diamati tentang objek dan lingkungan dan peserta didiklain mengamati jika objek yang dideskripsikan kurang terperinci.
Sumber: Dokumentasi Penulis
Gambar 4  Belajar di luar kelas kegiatan mengasosiasikan.

D.      Sintak Model Pembelajaran Penemuan pada Teks deskripsi  
Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 22 Tahun 2016) yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa ingin tahu. Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning)Disamping model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education (PBE) sesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan. Model pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan, dan budaya.
Model pembelajaran sebagaimana dimaksud pada Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 dan Permendibud Nomor 22 Tahun 2016 adalah model pembelajaran yang menonjolkan aktivitas dan kreativitas, menginspirasi, menyenangkan dan berprakarsa, berpusat pada siswa, otentik, kontekstual, dan bermakna bagi kehidupan peserta didiksehari-hari.
Model pembelajaran  Penemuan dapat digunakan untuk pembelajaran teks deskripsi selain model-model pembelajaran lainnya. Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyingkap atau mencari tahu tentang suatu permasalahan atau sesuatu yang sebenarnya ada namun belum mengemuka dan menemukan solusinya berdasarkan hasil pengolahan informasi yang dicari dan dikumpulkannya sendiri, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan baru yang dapat digunakannya dalam memecahkan persoalan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran teks deskripsi yang menggunakan model Penemuan ini misalnya dapat digunakan untuk mengidentifikasi teks deskripsi. Peserta didik menyingkap apa yang menjadi ciri teks deskripsi dibandingkan dengan teks lain.
Guru dapat memilih  dan menggunakan model pembelajaran lain yang sesuai dengan materi pembelajaran. Guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang menjadi rujukan dalam kurikulum 2013 dengan sintaks yang sesuai.
Tabel 8  Sintaks Model Pembelajaran Penemuan pada Teks Deskripsi
Tahapan
Aktivitas peserta didik
Aktivitas/Kegiatan Guru
Pemberian rangsangan (stimulation)

menemukan apa yang dapat didiskusikan  
Berikan bereberapa rangsangan pada peserta didik untuk membangun konteks
mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, atau aktivitas lainnya yang mengarah pada pemecahan masalah
Identifikasi masalah (problem statement)
mengidentifikasi hal apa saja yang dapat membedakan teks deskripsi.
menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu peserta didikdalam mengeksplorasi bahan
Pengumpulan data (data collection)
Peserta didik diajak untuk membaca literatur, mengamati objek, wawancara, atau eksperimen untuk menguji hipotesis
memfasilitasi peserta didikdengan menyediakan bahan bacaan dapat berupa teks tentang masalah yang dihadapi.
Pengolahan data
peserta didik mengolah data yang ada, peserta didik memilih data yang akan dikembangkan menjadi tulisan
mengamati dan membimbing peserta didikdalam mengolah data.
Pembuktian (verification)
peserta didikmembuktikan hal-hal yang diidentifikasi
mengarahkan peserta didikdalam pengerjaan lembar aktivitas siswa
Menarik simpulan/generalisasi (generalization)
menyimpulkan hasil dari diskusi dan dan menyajikannya dalam bentuk lisan atau tertulis.

membimbing peserta didikdalam menyajikan hasil kerja siswa

Pembelajaran teks deskripsi dapat menggunakan model pembelajaran lain. Guru dapat mengunakan metode dan strategi yang beragam sehingga ketercapaian tujuan pembelajaran dapat maksimal.
E.  Tujuan Penerapan Pembelajaran dengan Muatan Lingkungan Hidup
Pembelajaran teks deskripsi pada buku ini memuat lingkungan hidup sebagai penanaman karakter siswa.  Pendidikan dan pembelajarannya tentu saja membangun karakter peserta didik untuk dapat mencintai lingkungan hidup. Peserta didik juga dididik dan diajarkan agar terbangun karakter cinta lingkungan hidup melalui teks-teks yang dibacanya. Proses pengajaran dan pendidikan dilakukan secara teoritis maupun praktik. 
Muatan lingkungan sebagai salah satu muatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks deskripsi bertujuan lebih memperkaya teks dan mengarahkan peserta didik dalam kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu menanamkan pendidikan karkater untuk menjaga lingkungan serta mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana sesuai perkembangan anak dan kearifan lokal daerah tempat peserta didik bersekolah. Selain itu muatan lingkungan dapat memberi pengetahuan lain pada peserta didik dan berimbas pada kehidupannya sehari-hari.
Pemahaman peserta didik tentang lingkungan saat ini masih kurang. Teks deskripsi yang berwawasan lingkungan dalam pembelajaran dapat membangkitkan minat dan motivasi peserta didik untuk turut menjaga lingkungan.  Penerapan wawasan lingkungan  dapat melalui teks atau dengan mengenalkan peduli lingkungan dalam kegiatan pembelajaran.  Berbagai isu tentang lingkungan, misalnya banjir, longsor, serta pemanasan global dapat menjadi bahan untuk belajar. Pengembangan model pembelajaran berwawasan lingkungan disusun sesuai indikator pencapaian kompetensi. Guru dapat mengembangkan dengan metode, strategi, teknik, dan model pembelajaran lain.
Contoh teks berwawasan lingkungan dapat diidentifikasi peserta didik dengan pola pengidentifikasian seperti mengidentifikasi teks deskripsi yang dicontohkan sebelumnya. Berikut beberapa contoh teks yang dapat diidentifikasi dengan muatan lingkungan hidup. Jika teks yang dimaksud sulit ditemukan, guru dapat membuat teks sendiri untuk tujuan mengidentifikasi muatan lingkungan hidup pada peserta didik.

Teks ke-1

Pesona Alam Ciater Subang
Satu lagi tempat wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan yang terletak di daerah Subang adalah Ciater atau sering di sebut juga Sari Ater. Tempat ini adalah tempat wisata pemandian air panas, yang dapat digunakan untuk rekreasi keluarga atau sekedar bersantai dan refleksi. Tempat wisata alam memang selalu membuat rasa tenang dan damai.
Ciater atau Sari Ater ini air panasnya bersumber dari kawah aktif gunung Tangkuban Parahu yang letaknya tidak jauh dari objek wisata ini. Air panas yg mengandung belerang ini selain mengalir ke Ciater, air ini juga mengalir  melalui sungai sepanjang 2.000 meter yang menjadi dingin untuk mengairi pesawahan yang ada disekitar wilayah Ciater, menurut para petani di daerah itu, kualitas panen jauh lebih baik dibanding dengan air irigasi biasanya. Air yang mengalir benar-benar dimanfaatkan dengan bijak oleh warga sekitar.
Objek wisata Ciater ini sungguh sangat indah, selain udara pegunungannya yang tentu saja sejuk. Tempat ini sangat memesona dengan suguhan sejauh mata memandang wisatawan akan disuguhkan hamparan kebun teh yang hijau dan luas. Selain itu wisatawan dapat memanfaatkan air yang mengalir untuk terapi kesehatan bagi yang memiliki penyakit. Kandungan belerangnya sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit seperti rematik, penyakit kulit, gangguan syaraf, tulang, lumpuh dan yang lainnya jika dilakukan secara rutin.
Sejak dalam perjalanan  menuju objek wisata ini, wisatawan sudah disuguhi dan dimanjakan oleh hamparan perkebunan teh yang sangat luas. Jalan menuju Ciater yang berkelak-kelok tak akan terasa karena keindahan alam yang disuguhkan. Di sekitar kolam renang, wisatawan dapat menyaksikan air terjun yang tidak kalah cantik dan menakjubkan, dengan berselimutkan kepulan uap air hangat di kawasan pemandian air panas Ciater ini. Jika kita berendam di air panas ini, akan membuat aliran darah diseluruh tubuh terasa lancar, dan akan membuat badan lebih segar dan bugar. Sayangnya banyak sampah berserakan di sekitar kolam dan jalan. Padahal pengelola kawasan wisata sudah menempatkan tempat sampah di sekitar objek wisata.
Air panas di Ciater sudah teruji secara klinis. Berdasarkan hasil pengkajian tentang manfaat dan khasiat air panas jika kita mandi, air ciater mengandung kalsium, chloride, magnesium, kalsium, sulfar,thermo, mineral serta hypertherma dengan kadar aluminium yang sangat tinggi yaitu 38,5 equiv %. Dan kesamaannya juga sangat tinggi yaitu sekitar ph 2,45. Air panas yang langsung berasal dari mata air Ciater berkisar kira-kira 43-46 drajat celcius, sedangkan air yang sudah dialirkan ke kolam renang, berubah menjadi 37-42 derajat celcius. Dan jika air yang berasal dari gunung Tangkuban Parahu yang sudah mengalir ke pesawahan masyarakat sekitar yang sudah dingin suhu menjadi sekitar 8-10 derajat celcius.
Selain khasiat diatas yang sudah dipaparkan ternyata air panas ciater bermanfaat juga untuk terapi yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi, gangguan syaraf dan tulang serta kelumpuhan yang diakibatkan oleh stroke. Karena hal ini disebabkan air panas di Ciater mengandung belerang dengan komposisi yang pas untuk kesehatan. Tentu saja terapi ini akan cepat memulihkan penyakit jika kita melakukan terapi secara rutin dan teratur. 
Pesona wisata alami dan terapi kesehatan yang didapatkan di tempat tujuan wisata Ciater tak dapat dijumpai di tempat wisata lainnya. Banyak kegiatan menyenangkan yang dapat wisatawan lakukan di tempat ini, seperti bersepeda, berenang, memancing, berperahu dan mendayung, arung jeram, berkuda, tenis lapangan, basket, voli, mini golf, gokart, berkemah, outbond, wahana permainan anak-anak, jalan-jalan di perkebunan teh, hingga mengunjungi kerajinan keramik. 

Teks ke-2


Wisata Kota Tua
Sumber: Dokumentasi Penulis
Gambar 5  Wisata Kota Tua

Berkunjung ke kota tua Beos atau Musium Fatahillah, memang bernostalgia tentang sejarah Jakarta. Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Old Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta. Museum Fatahillah, yang terletak di Kawasan Kota Tua, atau tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Di sini kita dapat menelusuri berbagai peninggalan sejarah kota Jakarta sejak zaman prasejarah, masa kejayaan pelabuhan Sunda Kelapa, era penjajahan, hingga ke masa setelah kemerdekaan. Pengunjung dapat belajar bagaimana pemerintah kolonial Belanja membangun gedung dengan memperhatikan lingkungan sekitar. Gedung yang kini menjadi museum sangat memperhatikan penggunaan ruang dengan pemanfaatan sinar matahari.
Wilayah Museum Fatahillah ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Sensasi Kota tua dengan bangunan tua dan suasana sekitar membawa kita ke masa kolonial Belanda. Sejarah memang tak luput dari bangunan pendukungnya. Bentuk bangunan dan ornamen yang menandakan tahun bangunan menjadi magnit bagi pengunjung. Bangunan ini masih terjaga keasliannya. Sudut-sudut bangunan kota tua mampu mengajak wisatawan untuk belajar sejarah peradapan kota Jakarta.
Museum dengan nama populer 'Museum Fatahillah' ini menyimpan 23.500 koleksi barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika. Koleksi ini berasal dari Museum Jakarta Lama (Old Batavia Museum) yang sebelumnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, yang saat ini ditempati Museum Wayang. Diantara koleksi yang penting untuk diketahui masyarakat adalah Prasasti Ciaruteun peninggalan Tarumanagara, Meriam Si Jagur, Patung Dewa Hermes, sel tahanan dari Untung Suropati (1670) dan Pangeran Diponegoro (1830). Ada pula lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda dari 1602-1942, alat pertukangan zaman prasejarah dan koleksi persenjataan. Selain itu, terdapat koleksi mebel antik peninggalan abad ke-17 hingga abad ke-19, sejumlah keramik, gerabah dan prasasti.
Berkunjung ke kota tua Jakarta Kota yang berdekatan dengan stasiun kereta api Beos juga Museum Fatahillah, seperti bernostalgia tentang sejarah Jakarta. Pengunjung biasanya berkumpul di Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta sebuah ikon bagi warga Jakarta bila ingin menikmati Jakarta tempo dulu. Sensasi Kota tua menjadi salah satu daya tarik pengunjung untuk melakukan aktivitas bersama keluarga.
Museum Sejarah Jakarta Arsitektur bangunannya bergaya Neoklasik dengan tiga lantai dengan cat putih, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin. Halaman museum banyak pengunjung yang menikmati pagi maupun senja dengan keluarga. Banyak pedagang makanan yang memenuhi areal pinggir di halaman museum, ada penjaja es minuman, makanan. Para pedagang ini membantu pengunjung yang kehausan atau lapar. Akan tetapi tidak diimbangi dengan kebersihan. Pengunjung maupun pedagang meninggalkan bekas bungkus makanan atau minuman di areal lingkungan kota tua. Keelokkan kota tua menjadi tidak sedap dipandang jika terus menerus rasa peduli lingkungan tidak ditanamkan.
Di kota tua ini kita dapat menemukan makanan khas Jakarta ‘kerak telor’. Selain itu ada penjual jasa tikar yang sudah dibentangkan di pelataran. Uniknya tikar yang dibentangkan adalah hasil dari menganyam limbah dari plastik bungkus deterjen dan permen. Benar-benar pemanfaatan limbah yang luar biasa. Selain itu mengajarkan masyarakat untuk berkreasi dengan bahan daur ulang.
Ketika kita menikmati keindahan senja di kota tua kadang diusik oleh pengamen yang menganggu kenikmatan pengunjung. Kadang wilayah kota tua mengadakan acara yang diperuntukan bagi pengunjung. Pengunjung memanfaatkan suasan kota tua dengan berfoto atau melakukan aktivitas fisik, seperti bermain sepeda ataupun bermain papan seluncur. Beberapa pengunjung memanfaatkan eksotis kota tua dengan kegiatan fotografi.  (http://www.bundaseni.blogspot.com. Diunduh 28 Mei 2019).

Berdasarkan kedua teks tersebut, peserta didikdapat mengidentifikasi muatan lingkungan hidup yang terdapat dalam teks. Tujuan dari identifikasi ini peserta didikd apat mengetahui tentang pemeliharan dan ikut menjaga lingkungan ditempat wisata yang dikunjungi.

Tabel 9  Contoh Identifikasi dengan muatan Lingkungan Hidup dalam Teks Deskripsi

Teks
Objek yang tergambar
Identifikasi objek
Wawasan Lingkungan Hidup
Teks ke-1

Wisata pemandian air panas Ciater
Lokasi wisata pemandian air panas
Air yang mengalir benar-benar dimanfaatkan dengan bijak oleh warga sekitar.
Sayangnya banyak sampah berserakan di sekitar kolam dan jalan. Padahal pengelola kawasan wisata sudah menempatkan tempat sampah di sekitar objek wisata.
Teks  ke-2

Musium Fatahillah kota tua
Wilayah Musium Fatahillah  memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Gedung yang kini menjadi museum sangat memperhatikan penggunaan ruang dengan pemanfaatan sinar matahari.
Uniknya tikar yang dibentangkan adalah hasil dari menganyam limbah dari plastik bungkus deterjen dan permen. Benar-benar pemanfaatan limbah yang luar biasa. Selain itu mengajarkan masyarakat untuk berkreasi dengan bahan daur ulang.
Para pedagang ini membantu pengunjung yang kehausan atau lapar. Akan tetapi tidak diimbangi dengan kebersihan. Pengunjung maupun pedagang meninggalkan bekas bungkus makanan atau minuman di areal lingkungan kota tua. Keelokkan kota tua menjadi tidak sedap dipandang jika terus menerus rasa peduli lingkungan tidak ditanamkan.



Teks karya peserta didikdapat juga menjadi bahan pembelajaran. Hasil pembahasan teks tersebut disikusikan dan lakukan identifikasi mengenai lingkungan. Peserta didikdapat menuliskan pengalamannya mengunjungi tempat wisata dan menjelaskan dengan terperinci apa yang dirasakan dan dilihat tentang keadaan lingkungan dan alam sekitanya.
F.   Implementasi Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) pada Teks Deskripsi dengan Muatan  Lingkungan Hidup

Model pembelajaran yang dibahas adalah model pembelajaran penemuan (discovery Learning) pada materi teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup sesuai dengan Kompetensi Dasar yang terjabar dalam kurikulum. Guru harus memahami Kompetensi Dasar dan mampu membuat Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK). Indikator yang dibuat guru menjadi ciri ketercapaian pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi daerah, budaya, dan kearifan lokal yang tersedia.
Model pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan teks yang menjadi sumber belajar dan dijabarkan sesuai dengan sintak pembelajaran. Pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi juga memengaruhi pembelajaran Bahasa Indonesia. Banyak istilah baru dan padanan baru. Pembelajaran bahasa memungkinkan manusia untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain dan untuk  meningkatkan  kemampuan intelektual dan kesusasteraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Model pembelajaran yang dicontohkan dengan materi teks deskripsi tempat wisata adalah model pembelajaran penemuan (discovery learning).
Lampiran III Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 58 tahun 2014 tentang Kurkulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Bab IV tentang desain pembelajaran poin /a/  pada Rancangan Pembelajaran disebutkan bahwa pada implementasi Kurikulum 2013 sangat disarankan menggunakan model-model pembelajaran  menemukan (inquiry based learning), model pembelajaran Penyingkapan (discovery learning),  model pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dan  model pembelajaran berbasis masalah (problem based learnin)g. Teks deskripsi pada pembahasan ini  sebagai contoh menggunakan model pembelajaran  penyingkapan (discovery learning).
Kegiatan pembelajaran materi teks deskripsi ini  dengan model pembelajaran Penemuan (discovery learning)  dicontohkan  untuk satu pertemuan dan dapat dikembangkan dalam beberapa pertemuan sesuai dengan alokasi waktu yang telah disusun. Guru diharapkan dapat mengembangkan dengan model pembelajaran yang lain.

Berikut ini adalah contoh pengembangan model pembelajaran penemuan (discovery learning) pada teks deskripsi berwawasan lingkungan hidup. Guru dapat menggunakan model pembelajaran lainnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kearifan lokal daerah sekitar tempat mengajar. Menggali potensi lokal daerah mendekatkan peserta didikpada tatanan daerahnya.







Contoh Model Pembelajaran Penemuan (discovery learning) Materi Teks Deskripsi
Dengan Muatan Lingkungan Hidup

Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester            : VII / Ganjil
Materi Pokok          : Identifikasi Teks Deskripsi (tempat wisata) dengan muatan lingkungan hidup
Alokasi Waktu            : 4 pertemuan (8 x 40 menit)
A. Kompetensi Dasar
3.1 Mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah)    yang didengar dan dibaca.
4.1 Menentukan  isi teks  deskripsi   objek (tempat wisata, tempat bersejarah, pentas seni daerah, kain tradisional, dll)  yang didengar dan dibaca.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1        Menentukan ciri umum teks deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup dari segi isi dan tujuan komunikasi pada teks yang dibaca/didengar.
3.1.2      Mengidentifikasi ciri teks deskripsi tempat wisata dengan muatan  lingkungan hidup dari aspek kebahasaan pada teks yang dibaca/didengar.
3.1.3      Menentukan jenis teks deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup pada teks yang dibaca/didengar.
4.1.2        Mengidentifikasikan  teks yang termasuk dalam teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup.
4.1.2   Memperbaiki pilihan kata dan istilah  yang tidak sesuai dalam teks deskripsi.
4.1.3  Merancang teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup sesuai dengan struktur.
C.Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan  dan diskusi kelompok terhadap teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup peserta didik dapat :
1.        Menentukan ciri umum teks deskripsi  tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup dari segi isi dan tujuan komunikasi pada teks yang dibaca/didengar dengan tepat.
2.        Mengidentifikasi ciri teks deskripsi tempat wisata dengan muatan lingkungan hidup dari aspek kebahasaan pada teks yang dibaca/didengar dengan tepat.
3.        Menentukan jenis teks deskripsi  tempat wisata berwawasan lingkungan hidup pada teks yang dibaca/didengar dengan tepat.
4.        Mengidentifikasikan  teks yang termasuk dalam teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup dengan tepat.
5.        Memperbaiki pilihan kata dan istilah  yang tidak sesuai dalam teks deskripsi.
D.      Materi Pembelajaran
Faktual:
  • Pengertian teks deskripsi
  • Jenis teks deskripsi
Konseptual
  • Tujuan komunikasi teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup
  • Ciri umum teks deskripsi
Prosedural
  • Pola pengembangan isi pada teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup
Metakognitif
Menganalisis isi teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup
E.     Metode Pembelajaran
Pendekatan                         :  Scientific Learning
Model Pembelajaran           : Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
F.     Sumber Belajar
1.         Titik Harsiati, Dkk. Buku Teks Pelajaran untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia edisi Revisi 2017
2.         Kosasih, Engkosh dan Restuti. 2016. Mandiri Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII Berdasarkan Kurikulum 2013 (Edisi Revisi 2016). Jakarta: Erlangga.
3.         Tim Penyusun. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Luar Jaringan (Luring) KBBI Offline 1.5 Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran/ Sintaks Model Pembelajaran Penyingkapan (Discovery Learning)
v Kegiatan Inti : Model Penemuan (Discovery Learning)
Langkah 1.Identifikasi masalah (stimulation)
Mengamati
1.    Peserta didik membentuk 9 kelompok untuk melakukan membaca teks tentang wisata atau  menyaksikan tayangan terhadap  video (https://www.youtube.com/watch?v=vsVzZqdM7PI)
2.    Gguru dapat mengambil dari rekaman atau tayangan lainnya atau teks tentang wisata dari koran dan majalah. Selama peserta didik mengamati tayangan, guru melakukan penilaian sikap.
3.    Guru membagikan lembar kertas kerja (LK)  dalam kegiatan diskusi meminta setiap kelompok menuliskan objek apa saja yang terdapat tayangan video.
Contoh lembar kerja peserta didik.
Objek yang diamati
Hal yang diamati
Perincian tentang pengamatan













4.    Peserta didik mengidentifikasi objek yang terdapat dalam teks yang disajikan guru serta membandingkan hasil pengamatan teman lain dalam kelompoknya.
Mendengar/ menyimak
5.    Perwakilan kelompok maju dan membawa hasil diskusi kelompok tentang objek yang diamati dalam tayangan.
6.    Secara bergantian setiap perwakilan menjabarkan hasil pengamatan.
7.    Peserta didik menyimak dengan saksama pengertian lingkungan hidup berdasarkan tayangan video yang diberikan guru.
Menanya
8.    Guru memberikan pertanyaan kepada perwakilan kelompok menunjukkan objek yang berhubungan dengan lingkungan.
9.    Guru menanyakan pada perwakilan kelompok untuk setiap objek yang diamati, pertanyaan tersebut dapat berupa:
Apa objek benda hidup  yang terdapat dalam tayangan?
Bagaimana keadaan lingkungan dalam tayangan tersebut?
10.              Peserta didik bertanya jawab hal yang terkait dengan isi teks yang berwawasan lingkungan hidup.
11.              Guru membagikan teks yang beberapa kalimat dalam paragraf dihilangkan.
12.              Peserta didik  berlatih mengisi bagian yang rumpang dalam paragraf sesuai dengan objek yang diamati  dalam video secara bergantian.
13.              Peserta didik saling bertanya jawab mengenai isi teks deskripsi yang sudah dilengkapi.
14.              Guru bertanya pada peserta didik, bagian yang dirumpangkan menjadi penanda ciri teks deskripsi.

Langkah 2. Pengumpulan Data ( data colelection)
1.      Guru membagikan lembar aktivitas kelompok (LK) pada setiap kelompok. Setiap kelompok memilih ketua kelompok untuk memimpin diskusi, juga sekretaris yang mencatat hasil diskusi.
2.      Peserta didik mencari hal-hal yang merupakan ciri dari teks deskripsi berdasarkan teks yang dibaca dan diamati sesuai dengan contoh yang sudah diberikan.
3.      Peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan teks deskripsi yang dibagikan guru. Kelompok bernomor ganjil mendapat teks tempat wisata berjudul “Pesona Alam Ciater Subang”.  Peserta didik bernomor genap mendapat teks tempat wisata berjudul “ Wisata Kota Tua”.
4.      Peserta didik  dalam kelompoknya mengidentifikasi ciri objek, tujuan, dan  isi teks deskripsi dan menuliskan berbagai informasi yang didapat oleh anggota  dalam lembaran kertas;
Contoh format
No
Objek yang diamati
Ciri objek
Kalimat dengan muatan lingkungan hidup









5.      peserta didik mengidentifikasi teks dengan muatan lingkungan hidup dan menandai kalimat dengan ciri tersebut.

Langkah 3. Pengolahan data (data processing)
4.        Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi berdasarkan identifikasi terhadap teks.
5.        Mengemukakakan argumen yang menyepakati ciri dan isi teks deskripsi.
Mengasosiasikan
1.        peserta didik saling bertukar informasi dengan peserta didik lain  dalam kelompoknya mengenai objek yang diamati dengan muatan lingkungan hidup dan informasi yang terdapat dalam teks deskripsi;
2.        mengolah infirmasi yang sudah dikumpulkan dari hasil berdiskusi dan bertukar informasi dengan mengembangkan sikap jujur, teliti, bertanggung jawab, dan kerja keras.
3.        Menyelesaikan masalah sehari hari yang berkaitan dengan lingkungan hidup yang terdapat di tempat wisata di daerahnya.

Langkah 4. Pembuktian (verivication)
Setiap kelompok menyajikan hasil diskusi dalam power point yang telah dirancang, menjawab pertanyaan, dan mencatat masukan-masukan. Kelompok lain menangapi pendapat yang dikemukakan oleh kelompok penyaji. Sebelum proses penyajian peserta didik membuat kesepakatan sebagai berikut.
a.         Setiap peserta didik mendengarkan presentasi yang disampaikan kelompok lain
b.        Mengangkat tangan sebelum bertanya atau menyampaikan pendapat.
c.         Menyampaikan pertanyaan atau pendapat setelah dipersilakan moderator.
d.        Menggunakan bahasa yang santun saat menyampaikan pertanyaan
e.         Berbicara secara bergantian dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
Langkah 5. Menarik kesimpulan (generaization)
Mengomunikasikan
1.      Peserta didik menarik kesimpulan terkait dengan cara menuliskan informasi objek yang di dapat dari teks deskripsi dengan muatan lingkungan hidup;
2.      Guru memberikan umpan balik, meluruskan dan memberikan penguatan dan penjelasan yang lebih luas;
3.      Guru memberikan     penghargaan     dengan memberikan tepuk tangan kepada kelompok yang sudah tampil mempresentasikan hasil kerjanya

Catatan:
Observasi dilakukan guru selama pembelajaran berlansung untuk mengamati karakter peserta didikdalam kegiatan belajar mengajar, antara lain: disiplin, percaya diri, peduli terhadap lingkungan hidup, dan bertanggung jawab.

H.    Penilaian
1.        Penilaian Sikap
a.              Teknik           : Pengamatan Sikap
b.             Bentuk          : Lembar Pengamatan
c.              Instrumen

       
No
Nama Peserta didik
Religius
Jujur
Percaya Diri
skor
Nilai
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.















2.















3.















….
















Rubrik
Rubrik
Skor
sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam melakukan kegiatan
1
menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam melakukan kegiatan tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
2
menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam melakukan kegiatan yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
3
menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam melakukan kegiatan secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
4

Pedoman penilaian sikap:

Skor = jumlah perolehan angka seluruh aspek
   Nilai =      skor yang diperoleh  X   100
 

                             skor maksimal

2.    Penilaian Pengetahuan

a.    Teknik         : Tes Tertulis
b.   Bentuk        : uraian
c.    Instrumen   :

Bacalah kutipan teks berikut dan identifikasikan ciri teks deskripsi  dan muatan lingkungan hidup yang terdapat dalam teks.

Lembah Baliem
(Dzikry el Han)
Lembah Baliem terletak di Pegunungan Jayawijaya, Papua. Ketinggiannya sekitar 1600 meter di atas permukaan laut. Masyarakat yang mendiami Lembah Baliem adalah Suku Hubula. Di Lembah Baliem terdapat banyak perkampungan dan satu kota kecil, yaitu Kota Wamena. Di antara Kampung yang aku kunjungi adalah Yaleskomo, Distrik Popugoba, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Pemandangan di sana sangat memukau. Barisan pegunungan membentang, diselingi hutan pinus, ladang-ladang, padang rumput, dan padang ilalang. Udaranya sangat sejuk tanpa polusi.
Yaleskomo, Negeri di Awan  Aku tiba di Yaleskomo pukul 14.00 Waktu Indonesia Timur. Untuk mencapai Yaleskomo ditempuh dengan jarak cukup jauh dari Kota Wamena. Rute perjalanannya pun sangat unik. Kota Wamena pagi hari  berkabut tebal. Kendaraan yang dapat digunakan menuju Yaleskomo adalah motor tujuannya  ke arah selatan. Setelah keluar dari Kota Wamena, kampung pertama yang dsinggahi adalah Sogokmo. Kondisinya lumayan maju. Ada gedung sekolah dan tempat ibadah yang cukup baik di sana. Masyarakatnya sangat menghargai tradisi dan budaya. Motor harus ditinggalkan di Kampung Sogokmo, karena rute selanjutnya hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Jalan menuju ke sana harus melewati jembatan gantung. Meski terlihat talinya cukup kuat, tetapi tetap masih khawatir.  Kekhawatiran terasa jikatali-tali jembatan itu putus saat menyeberang, sedangkan di bawah sana Sungai Baliem sangat deras mengalir.
Jembatan gantung di Sungai Baliem, menghubungkan Kampung Sogokmo dengan Kampung Mikma, Yaleskomo, dan Kampung-kampung lainnya. Sungai Baliem adalah yang terbesar di Lembah Baliem. Alirannya berhulu di pegunungan sebelah barat, lalu mengalir ke selatan. Langkah kaki pelan di jembatan gantung. Suara gemeretak muncul setiap berpijak pada papan kayu. Ketika sampai di tengah-tengah jembatan, kita dapat berhenti untuk mengamati sungai. Kadang terlihat lelaki di dalam perahu kecil. Mereka sibuk menjala ikan. Lalu dari arah lain, dua perempuan mendayung perahu. Mereka memuat hasil panen berupa umbi-umbian. Begitulah mata pencaharian masyarakat Lembah Baliem. Sebagian dari mereka berkebun dan mencari ikan. Selanjutnya, harus melewati jalan setapak di lereng-lereng gunung. Perjalanan menembus hutan pinus selama dua jam. Betapa jauhnya Kampung Yaleskomo. Sepanjang jalan bunga-bunga lantana bermekaran di sisi jalan setapak. Kupu-kupu beterbangan riang. Sementara di dahan- dahan, kawanan burung bersiul saling bersahutan. Betapa damai alam di sini di tanah Papua.
Perjalanan menyusuri jalan setapak yang melingkar  di punggung-punggung bukit. Sepanjang jalan akan dijumpai ladang-ladang yang ditanami ubi jalar. Masyarakat Lembah Baliem menyebutnya petatas atau hipere. Bisa dikatakan, petatas adalah makanan pokok mereka. Selain petatas, masyarakat juga menanam jagung. Berbagai jenis sayuran juga ada di ladang mereka. Misalnya, wortel, kembang kol, dan juga kentang.
Masyarakat Lembah Baliem berkebun secara organik. Mereka tidak pernah menggunakan pupuk kimia. Lahan mereka sangat subur, sehingga hasil tanaman memiliki cita rasa yang alamiah, dan sangat lezat.  Di lembah Baliem banyak terdapat pohon markisa. Rasanya sangat manis. Markisa termasuk salah satu yang khas dari Lembah Baliem. Ladang penduduk dengan tanaman umbi-umbian dan jagung.  
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang . Di sebuah lereng agak landai, kita dapat melihat gundukan-gundukan berwarna cokelat.  Itulah rumah-rumah penduduk Yaleskomokah yang disebut honai.  Sekeliling hutan pinus honai menjadi objek yang sangat indah. Udara pegunungan yang masih asri dan lingkungan sekitar yang selalu dijaga oleh penduduk.
Honai adalah arsitektur khas dari Lembah Baliem. Bentuknya bulat, dibuat dari papan kayu. Atapnya ilalang pilihan yang disebut siluk. Penduduk kampung menggunakan honai sebagai rumah mereka. Honai adalah rumah tinggal bagi laki-laki. Sementara perempuan memiliki rumah tinggal tersendiri yang disebut ebeai. Begitulah tradisi masyarakat Lembah Baliem. di Kampung Yaleskomo.  Laki-laki tidak tinggal satu honai dengan perempuan, meskipun mereka suami istri. Akan tetapi, honai dan ebeai berada di satu lingkungan, yakni berdekatan. Apabila ada keperluan, laki-laki bisa langsung datang kepada istrinya yang tinggal di ebeai. Mengenai pengasuhan anak, perempuanlah yang bertanggung jawab penuh. Selain itu, perempuan juga memiliki tanggung jawab memelihara ternak. Biasanya hewan ternak masyarakat Lembah Baliem adalah babi. Nilai babi sangat tinggi di dalam kehidupan mereka. Babi digunakan untuk membayar mas kawin. Dagingnya dimasak sebagai makanan istimewa pada pesta adat. Babi juga digunakan untuk membayar denda bila seseorang melanggar aturan adat. (Badan Bahasa Kemdikbud buku GLN).

d.   Contoh Rubrik Penilaian Pengetahuan

Kriteria
Keterangan/ Skor
Judul
1)      Mengungkapkan objek khusus
2)      Bukan berupa kalimat
3)      Menggunakan huruf besar di awal kata kecuali partikel
4)      Tidak menggunakan tanda titik

4 = jika ada 4 unsur
3 = jika ada 3 unsur
2 = jika ada 2 unsur
1 = jikaada 1 unsur
Identifikasi
1)      Terdapat pengenalan objek yang dideskripsikan
2)      Terdapat informasi umum tentang objek
3)      Tidak terdapat kesalahan struktur kalimat
4)      Tidak terdapat kesalahan tanda baca


4 = jika ada 4 unsur
3 = jika ada 3 unsur
2 = jika ada 2 unsur
1 =jika ada 1 unsur
Deskripsi
1)      Terdapat penjelasan terperinci mengenai objek
2)      Terdapat beberapa bagian dari objek
3)      Tidak terdapat kesalahan struktur kalimat
4)      Pilihan kata kreatif dan bervariasi
5)      Tidak terdapat kesalahan tanda baca


5 = jika ada 5 unsur
4 = jika ada 4 unsur
3 = jika ada 3 unsur
2 = jika ada 2 unsur
1 =jika ada 1 unsur
Wawasan Lingkungan Hidup
1)      Menemukan lima kalimat yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan menuliskan kalimat dengan benar.
2)      Menemukan empat kalimat yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan menuliskan kalimat dengan benar.
3)      Menemukan tiga kalimat yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan menuliskan kalimat dengan benar.
4)      Menemukan dua kalimat yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan menuliskan kalimat dengan benar.
5)      Menemukan satu kalimat yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan menuliskan kalimat dengan benar.


5 = jika menuliskan 5 kalimat
4 = jika jika menuliskan 4 kalimat
3 = jika jika menuliskan 3 kalimat
2 = jika jika menuliskan 2 kalimat
1 =jika jika menuliskan 1 kalimat

Penutup
1)      Terdapat simpulan, tanggapan terhadap objek
2)      Terdapat kesan  terhadap objek yang dideskripsikan
3)      Pilihan kata kreatif dan bervariasi
4)      Tidak terdapat kesalahan tanda baca



4 = jika ada 4 unsur
3 = jika ada 3 unsur
2 = jika ada 2 unsur
1 =jika ada 1 unsur



Penghitungan Skor
Skor akhir =  skor yang diperoleh X  100
                      Skor maksimal (25)

3.    Penilaian Keterampilan
No.
Teknik
Bentuk Instrumen
Contoh Butir Instrumen
Waktu Pelaksanaan
Keterangan
1.
Praktik
Diskusi kelompok dan/atau presentasi
Diskusikan/
presentasikan materi pembelajaran tentang teks deskripsi
Saat pembelajaran berlangsung
Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assessment for and of learning)

2.
Praktik
Tugas (keterampilan)
Mengumpulkan lima buah  teks deskripsi yang terdapat di media massa cetak dan elsktronik.

Setelah pembelajaran usai

Penilaian untuk dan pencapaian pembelajaran (assessment for and of learning)


Penilaian Keterampilan – Portofolio
Mata Pelajaran     : …………………………..
Kelas/Semester     : …………………………..
Peminatan            : …………………………..
Tahun Ajaran       : 2019/2020
Judul portofolio   : Mengumpulkan contoh-contoh teks deskripsi yang terdapat di media massa  cetak dan elektronik tentang tempat-tempat wisata di Indonesia/ daerahnya.
Tujuan                 : Peserta didik dapat mengumpulkan contoh-contoh teks deskripsi yang terdapat di media massa cetak dan elsktronik.
Ruang lingkup      :
Karya portofolio yang dikumpulkan adalah kumpulan contoh-contoh teks deskripsi tentang tempat-tempat wisata di Indonesia/ daeranya.
Uraian tugas portofolio
1. carilah di media massa teks  dskripsi tentang tepat-tempat wisata di Indonesia/ daerah tempat tinggalmu!
2. laporan dikumpulkan seminggu setelah tugas diberikan guru.

Penilaian Portofolio Kumpulan Contoh Teks deksripsi tentang tempat-tempat wisata di Indonesia/ daerah tempat tinggal
Mata Pelajaran                    :  …………………
Alokasi Waktu                   : 1 minggu
Sampel yang dikumpulkan   :  kliping koran
Nama Peserta didik            :  …………………
Kelas                                  :  …………………

No
Indikator
Periode
Aspek yang dinilai
Nilai
Kebenaran Konsep
Kelengkapan gagasan
Sistematika
Tata Bahasa
1
Mengidentifikasi teks tentang tempat-tempat wisata di Indonesia
….





2
Teks memuat hal yang berkaiatan dengan lingkungan hidup






3
Teks mendeskripsikan tempat/ objek dengan baik






4
Teks menggunakan bahasa yang komunikatif
….






Rubrik Penilaian portofolio kumpulan teks deskripsi
No
Komponen
Skor
1
Kebenaran Konsep
Skor 25 jika seluruh konsep contoh pada teks benar
Skor 15 jika sebagian konsep contoh pada lteks benar
Skor 5 jika semua konsep contoh pada teks salah
2
Kelengkapan gagasan
Skor 25 jika kelengkapan gagasan sesuai konsep
Skor 15 jika kelengkapan gagasan kurang sesuai konsep
Skor 5 jika kelengkapan gagasan tidak sesuai konsep
3
Sistematika
Skor 25 jika sistematika penyusunan teks deskripsi sesuai aturan yang disepakati
Skor 15 jika sistematika penyusunan l teks deskripsi kurang sesuai aturan yang disepakati
Skor 5 jika sistematika penyusunan teks deskripsi tidak sesuai aturan yang disepakati
Keterangan:
Skor maksimal = jumlah komponen yang dinilai x 25 =  3 x 25 = 100
Nilai portofolio = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖=  x 4


Rubrik Penilaian Praktik Diskusi Kelompok

No
Nama Peserta Didik
Kemampuan presentasi
(1-4)
Kemampuan bertanya
(1-4)
Kemampuan menjawab
(1-4)
Menjaga tata tertib
berdiskusi
(1-4)
Jumlah skor
1






2






3







Pedoman perskoran dan penentuan nilai:
Skor terentang antara 1 – 4, yaitu 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, 4 = amat baik.
Rumus nilai:

Nilai =
Jumlah Skor
x 100
Skor Maksimum (16)


Rubrik Penilaian Praktik Presentasi

No.
Aspek yang Dinilai
Skor
0
1
2
3
4
1.
Penyampaian presentasi dengan lugas





2.
Kemampuan berargumentasi





3.
Kemampuan menjawab pertanyaan





4.
Penguasaan materi





Jumlah

Skor Maksimum
16

Pedoman perskoran dan penentuan nilai:
Skor terentang antara 1 – 4, yaitu 1 = kurang, 2 = cukup, 3 = baik, 4 = amat baik.

Rumus nilai:

Nilai =
Jumlah Skor
x 100
16


Pembelajaran Remedial

Kegiatan pembelajaran remedial dilakukan dengan memanfaatkan tutor sebaya melalui belajar kelompok untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru terkait materi pembelajaran yang belum tuntas, yaitu sebagai berikut.
a.       Identifikasi ciri dari teks deskripsi
b.      Ciri kebahasaan dalam teks deskripsi

Pembelajaran Pengayaan

Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan dengan cara meringkas buku-buku referensi, artikel di majalah atau surat kabar, dan internet tentang materi pembelajaran sebagai berikut.
a.       Teks deskripsi juga terdapat di dalam teks narasi.
b.      Penulisan teks deskripsi
c.       Struktur teks deskripsi.




Glosarium

Afektif:           berkenaan dengan perasaan.
Akhlak:           budi pekerti; kelakuan.
Alternatif :      pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan.
Basis:               asas; dasar.
Deskripsi:        pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci;uraian.
Dimensi:          ukuran (panjang, lebar, tinggi, luas, dan sebagainya); matra.
Efisien:            tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya).
Ejaan:              ukuran (panjang, lebar, tinggi, luas, dan sebagainya); matra.
Evaluasi:          penilaian.
Faktual:           berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran.
Fasilitator:       orang yang menyediakan fasilitas; penyedia.
Fenomena:      hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (seperti fenomena alam); gejala.
Gudeg:            masakan yang dibuat dari buah nangka muda diberi bumbu bersantan (masakan khas Yogyakarta).
Identifikasi:     tanda kenal diri; bukti diri.
Implementasi: pelaksanaan; penerapan.
Indikator:        sesuatu yang dapat memberikan (menjadi) pe-tunjuk atau keterangan.
Inovatif :         bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru; bersifat pembaruan.
Kompetensi:    kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu).
Kontribusi:      uang iuran (kepada perkumpulan dan sebagainya).
Kreatif:            memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan.
Kognitif:         berhubungan dengan atau melibatkan kognisi.
Konsep:           ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret.
Kurikulum:      perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan.
Laguna:           danau asin dekat pantai yang dahulu merupakan bagian laut (yang dangkal), yang karena peristiwa geografi terpisah dari laut.
Lingkungan:    tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dan sebagainya).
Logis:              sesuai dengan logika; benar menurut penalaran; masuk akal.
Media:             alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk.
Mental:            bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga.
Model:            pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan.
Objek:                         hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan.
Objektif:         mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
Observasi:       peninjauan secara cermat.
Parsial:             berhubungan atau merupakan bagian dari keseluruhan.
Presentasi:       penyajian atau pertunjukan.
Psikomotor:     berhubungan dengan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi.
Religi:                          kepercayaan kepada Tuhan; kepercayaan akan adanya kekuatan adikodrati di atas manusia; kepercayaan (animisme, dinamisme); agama.
Saintifik:         pengetahuan sistematis yang diperoleh dari sesuatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan sebagainya.
Sintaks:           langkah-langkah kegiatan.
Sosial:              berkenaan dengan masyarakat.
Spiritual:          berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin).
Teknologi:       keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Teks:                naskah yang berupa a kata-kata asli dari pengarang.
Verbalisme:     ajaran (pandangan) dalam dunia pendidikan (pengajaran) yang mendidik anak untuk banyak menghafal.
Wawasan:        hasil mewawas; tinjauan; pandangan.







Daftar Pustaka

Bernie Trilling and Charles Fadel. 2009. 21st century skill: learning for life in our times. Penerbit : San Francisco: Jossey-Bass
Budiningsih, C Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Dumiyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta.
Kosasi, E Dkk. 2017. Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Han, Dzikry el. Cerita dari Lembah Baliem (buku GLS). Jakarta. Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Mahsun. 2014. Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Permendikbud No. 37 Tahun 2018
Permendikbud No. 103 Tahun 2014
Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015
Rahayu, Agustina Dwi. 2018. Jejak Rasa dari Yogjakarta. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Oon-Seng Tan. 2009. Pembelajaran Berbasis Masalah dan Kreativitas. Singapura : Cengage Learning Asia Pte Ltd
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta. Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukardi, Edy. 2012. Pembelajaran Menulis. Jakarta: Uhamka Press.
Suryanti, dkk., 2008. Model-Model pembelajaran Inovatif. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.
Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia Wahana pengetahuan untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sudaryat, Yayat. 2009. Makna dalam Wacana. Prinsip-Prinsip Semantik dan Prakmatik. Bandung: Yrama Widya.
Trianto. 2009. Mendesign Model Pembelajaran Inovativ Progresif. Jakarta : Kencana.
______. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.






















Biodata Penulis
Nama : Seni asiati, M.Pd
Telepon: 081399119669
Email : seniasiati@gmail.com
Alamat Kantor : Jln. Karang Kendal Rt 01/08 No.109 Rorotan Cilincing Jakarta Utara
Bidang Keahlian : Penulis
Riwayat pekerjaan/profesi (10 Tahun Terakhir):
1. 1990 – 2015 : Guru Bahasa Indonesia SMA Yappenda Jakarta Utara.
2. 1995 – 1998 : Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 120 Jakarta Utara.
3. 1998- 2018 : Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 266 Jakarta Utara.
4. 2010 – 2015: Dosen Bahasa Indonesia Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta.
5. 2015 – 2018 : Dosen Bahasa Indonesia STIKES Mitra Keluarga Bekasi Timur
6. 2018 - Sekarang : Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 231 Jakarta Utara.
5. 2010- 2017 : Editor Buku Teks Pelajaran Puskurbuk Kemdikbud
6. 2017-2018 : Penilai Buku Teks Puskurbuk Kemdikbud
Riwayat Pendidikan
S1 : Fakultas Bahasa dan Seni IKIP Muhamamdiyah Jakarta
S2 : Pendidikan Pascasarja Bahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Judul Buku dan Tahun Terbit (10 tahun terakhir):
Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2015)
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks (2016)
Literasi untuk Semua (2018)
Novel NaRa (2017)
Novel Rumah (2018)
Antologi Cerpen (2018)

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 tahun terakhir):
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Model Pembelajaran Example nonexample pada peserta didikkelas VII  (2016)
Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Pocetok  (2017)
Peningkatan Keterampilan Membacakan Berita dengan Camtasia Studio (2017)

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...