Showing posts with label Ulang Tahun. Show all posts
Showing posts with label Ulang Tahun. Show all posts

Tuesday, March 17, 2015

HAPPY MILAD @ 46 TAHUN

SELAMAT ULANG TAHUN (nyanyikan yah pliss)






Selasa, 10 Maret 2015.

Hari ini hitungannya genap usiaku 46 tahun, yah karena aku lahir (berdasarkan fakta akte kelahiran) 10 Maret 1969. Sudah mendekati angka GOLD. yeahhhhhhh tambah tuwir tak terasa umur. Hari ini orang-orang tercinta memberikan surprise yang luarrrr biasa. Si Sulung Ayu Natasha yang sehari sebelumnya aku antar ke kampus dengan bermacet-macet ria eh dia pulang ke rumah tanpa memberitahuku. Harusnya Ayu Asha kos di rumah om Brur.
Kado Ultah yang indah sebuah tas laptop yang tentu saja berwarna "Pink" dan jilbab cantik diberikan Ayu Asha. Kue ultah mungil berbalut coklat diberikan anakku Raynaldi. Ya Allah ternyata aku tuh special buat mereka. 
Kue tar mungil disantap, kado dibuka, dan doa dipanjatkan semoga tahun ini aku bisa tegar dan sukses dalam karir dan semuanya.Makasih yah anakku hari ini menjadi special bangett.
Hati ini semakin terharu ketika anak-anak murid di SMP 266 khususnya kelas VII D memberikan kejutan ulang tahun. Padahal hari itu aku tidak masuk untuk mengajar karena jadwal ujian tengah semster dan aku tidak ngawas.
Siswa : "Bunda dimana?"
Saya: " Bunda tidak ke sekolah yah sayang."
Siswa : "yah, Bunda datang dong!"
Saya : " Waduh Bunda jauh sayang, besok aja yah hari Rabu."
Siswa : "yah, Bunda kitakan sudah bikin surprise." (nah loh surprise diomongin hahahha)
Akhirnya aku menyanggupi untuk datang ke sekolah pukul 17.00. Hari itu aku ke Harco Mangga dua untuk memeprbaiki laptop. Pukul 17 kurang aku sudah di sekolah. Anak-anakku kelas VII.D sudah memberikan pesta kejutan di kelas. Ruangan kelas dihiasi balon dan kertas krep warna-warni. Papan tulis putih sudah ditulisi kata-kata "Happy Birthday Bunda Seni." hati ini terharu sekali, bayangkan saja siswa kelas VII yang amsih berusia 13 tahun merancang pesta kejutan yang sederhana namun berkesan. Terima kasih anak-anak Bunda. Perhatian anak murid yang ebsar membuat aku terharu dan bersyukur menjadi seorang guru. 
Bersama Siswa kelas VII D
Kejutan tidak datang dari anak-anak murid saja. Sahabat seperjuangan di IKIP MUHammadiyah Jakarta Nurul. Hera, dan Titin Yeni mengucapkan dan mendoakan sambil memberikan hadiah yang luar biasa indah. Sahabat kapan pakainya nih banyak amat.
Tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Semua ucapan dan doa yang mengiringi tak bisa kubalas hanya doa aku juga agar semua handai taulan senantiasa selalu dijaga silaturahmi agar kita tetap menjadi teman dan sahabat suka dan duka. aminn

Bapak Dekan Uhamka yang baisa aku panggil Babe Abang memberikan hadiah yang luar biasa cantiknya (sori yah ga bisa dipublikasikan) ntar pada minta lagi. hadiah yang datang dari Japan. Terima kasih Babe Abang untuk hadiahnya.

Saturday, March 28, 2009

PESTA ULTAH YANG HAMPIR USAI

MY BIRTHDAY

Hari ini Kamis 19 Maret 2009, seperti biasa aku mengajar di SMA Yappenda. Lewat sembilan hari dari My Birthday walau usia 40 berlalu tapi hidup harus jalan terus. Hari itu aku mengajar di kelas XII Bahasa, kelas yang didominasi anak-anak yang manis dan penuh semangat. Mengajar di kelas itu semangat untuk berjuang bersama menghadapi UN terasa ringan dan gembira have fun.

Awalnya insiden kecil diciptakan Siti Alawiyah dan Putri, akting yang mereka mainkan membuatku bisa kaget juga padahal biasanya aku tidak mudah tertipu. Masuk ke kelas mereka ada kejutan manis buatku. Ternyata mereka menyiapkan sebuah kue tar coklat dan angka 39 di atasnya. Aku jadi tersenyum karena umurku dimudakan 1 tahun. Dengan gayanya anak-anak manis itu (eh... lupa ada juga yang cakep) memberikan ucapan selamat padaku dengan doa yang aku nggak tahu (mudah-mudahan yang baik yah?) lilin yang tertiup aku panjatkan doa agar anak-anak yang penuh ceria ini lulus ujian nasional.

Kue tar yang lumayan besar kata mereka harus dipotong. Nah bagaimana dengan potongan pertama kue, untuk siapa yah... (kalau mereka mungkin untuk sang pujaan hati yah..!)
Potongan kue itu aku berikan pada Ismi. Mengapa Ismi?
Pertanyaan itu mungkin dilontarkan oleh semua siswa atau mungkin aku sendiri. Ada yang menarik dengan Ismi, siswaku ini berbadan paling kecil, agak manja, dan sedikit perasa. Kue itu sebagai tanda terima kasihku buat Ismi, mengapa harus berterima kasih dengan ISMI?
Ada satu cerita yang mungkin juga dialami oleh semua guru di dunia. Di kelas XII Bahasa aku mengajar 2 mata pelajaran yang diUN-kan, Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia. Ada 2 kali trayout, pada trayout ke-2, ketika nilai trayout sampai ke tanganku yang aku lihat adalah nilai rata-rata kelas dan nilai terendah yang bisa dicapai siswa. Waktu itu aku terkejut dengan perolehan nilai terendah, karena menurutku tidak masuk akal kalau pencapainya hanya sebesar itu. Dan yang membuatku tambah terkejut perolehan nilai terendah itu ada pada Ismi. Sedih,kecewa tentu saja, karena aku yakin perolehan Ismi bisa lebih dari itu.
Hari itu juga aku memanggil Ismi, agar tidak merasa menggurui (walaupun aku gurunya) aku meminta bantuan Ma’wa seorang siswa yang dulu pernah juga mengalami kemorosotan dalam prestasi belajar, namun perlahan dan pasti prestasi Ma’wa malah melesat cepat (Mawa harapanku dan mungkin harapan semua guru untuk rata-rata nilai yang baik). Aku ingin Ismi belajar dari pengalaman Ma’wa. Hari itu aku melihat Ismi tertunduk lesu, pandangannya kosong. Tadinya aku tidak yakin dengannya. Ternyata Ismi dapat membuktikan padaku bahwa ia bisa bangkit dan berlari bersama teman-temannya. Trayout ke-3 Ismi membuktikannya padaku, rasa terima kasih belum sempat aku ucapkan maka ketika aku memotong kue itu aku yakin kue itu untuk Ismi. Karena Ismi telah membuka mata hatiku bahwa pendekatan seorang siswa lebih baik dengan temannya karena siswa merasa mereka sebaya. Mungkin kalau tadi aku yang melakukan akan terkesan menggurui atau bahkan mengintimidasi. Sejak saat itu metode mengajarku aku buat diskusi antarsiswa, dan siswa memprentasikan kepada teman-temanya apa yang mereka dapatkan serta mengapa mereka mendapat jawaban itu. Pengalaman dengan peristiwa Ismi aku wujudkan dalam sebuah penelitian tentang “TUTOR SEBAYA”.
Terima kasih yah buat anak-anak bahasa, kalian membuat hidup ini makin bermakna. Coba kalau semua kelas seperti kelas kalian semangat terus kami guru mengajar yah...!

Tuesday, March 10, 2009

SELAMAT ULANG TAHUN



MAKNA HARI ULANG TAHUN BAGI- KU?





Ulang tahun artinya bertambah satu tahun umur kita. bagaimana bila pada hari ulang tahun kita, orang terdekat lupa hari itu? Kecewa, sedih, atau marah? karena bisa-bisanya dia lupa hari lahir pasangannya. Selasa, 10 Maret 2009 aku berulang tahun. Suamiku lupa hari itu, hingga bunyi alarm di Handphone yang sengaja aku pasang untuk mengingatkan aku dan aku diamkan sampai ia melihat bunyi di handphone. Saat itu baru ia tahu bahwa hari ini aku berulang tahun. Marah, sedih, kecewa, atu kesal...? Tidak juga karena bagiku bukan orang lain yang harus mengingat hari lahirku, tetapi diriku, karena sudah bertambah usiaku. Aku yang harus menyadari apa yang harus kulakukan memasuki usia yang bertambah, bukan orang lain bahkan orang terdekat juga...! Rasa sedih, kecewa, apalagi marah bukan lagi persoalan karena hari itu adalah sebuah perjalanan panjang lagi buat kita yang memasuki pertambahan usia, bila diingat mintakan doa. Hari ini aku merasa sendiri entah mengapa, ada rasa yang mengganjal di hati , ada kekosongan di jiwa ini. Tapi kenapa yah...? kan aku tidak sedih, tidak kecewa? hingga sore menjelang aku tak tahu jawabnya. Aku hanya merasa aku bukan siapa-siapa dan aku belum bermakna buat semua. Sepertinya aku harus introspeksi diri nih... kata Ariel Peterpan... sih... "ADA APA DENGANMU?"
Puisi ini untuk mengingatkanku akan sebuah kata "Selamat" yang mungkin dilupa oleh orang terdekat kita.
LAGU SEKEPING HATI
Selamat
belum terucap
belum teringat
separuh raga disana
separuh nafas sudah dibagi
mengapa terlupa
mengapa tak terkenang
ada yang salah?
ada yang pergi?
selamat
hingga dering baru terjaga
ketika
separuh raga sudah merana
separuh jiwa sudah terluka
selamat
masihkah ada?
semoga

My Happy Birthday



Happy Birthday for Me... 10 Maret 2009

I was forty years old today

Selasa 10 Maret 2009, tepat usiaku penuh 40 tahun. Angka nol di belakangnya menandakan bahwa aku sudah beranjak akan senja, jadi.... kedewasaan, kepedulian, kesabaran, dan juga keimanan mesti full. Subuh tadi setelah sholat aku memohon pada-Nya agar selalu diberikan kesabaran yang lebih banyak dari pada tahun-tahun sebelumnya. Karena kesabaran yang aku punya masih terlalu sedikit. Aku juga memohon kepada-Mu agar keimananku dipertebal diberi kemudahan agar aku bisa menunaikan kewajibanku sebagai muslim menginjakkan kaki di tanah suci. Aku rindu panggilan-Mu Ya Rabb.. aku ingin bersujud di tanah suci-Mu, aku rindu menatap matahari dan sholat lima waktuku di Masjidil Haram. Memasuki usia 40 keinginan itulah yang paling dalam di hati ini.
Kehidupan yang aku jalani kini bersama keluargaku diberikan kemudahan oleh-Mu, Kau berikan aku semua, tapi rasanya aku belumlah cukup dan mungkin tak akan pernah cukup untuk selalu bersujud di hadapan-Mu ya Allah. Ada rasa yang hampa ketika aku mengingat semua perjalanan hidup ini, penuh dosa dan segala yang Kau benci. Ampunan-Mu selalu kupanjatkan pada-Mu ya Rabbi.. ya.. Allah sekali lagi di usia ini berikan keimanan yang cukup, berikan aku keimanan yang akan mengubur semua dosaku selama bertahun-tahun yang telah aku perbuat agar aku selalu ingat akan perintah dan larangan-Mu.
Ya... Rabbi rasanya aku belum cukup diberikan kesabaran, aku memohon pada-Mu berikan aku kesabaran yang berlebh agar aku dapat membimbing suamiku untuk dekat pada-Mu, agar aku dapat meyakinkan bahwa keimanan yang tinggi mutlak dimiliki oleh pemimpin keluarga agar dapat membawa dan membimbing istri serta anaknya untuk selalu dekat dengan-Mu. Berikan aku kesabaran yang berlebih agar aku dapat mendidik anak-anakku untuk selalu dekat dengan-Mu.
Ya... Rabbi junjungan hamba begitu banyak yang aku minta, begitu banyak yang aku mohon kiranya Engkau mendengar doaku....

PADAMU AKU BERSUJUD

Tuhanku
Dalam sujudku aku memohon padaMu
Hitam yang tercoreng tak akan pernah kulupa
Kelamnya sikap tak akan pernah kukenang
Tuhanku
Dalam himpun sepuluh jariku aku meminta padaMu
Sirami aku kasihMu
Sejukkan hati agar bisa menerima
Rendam nista agar bisa larut terbuang
Tutup mata dari kepongahan
Tuhanku
Diribaanmu aku bersujud
Jadikan aku manusia
Jadikan aku tamuMu
Berikan kemudahan untuk semua
Tuhanku
Aku lilin yang tinggal setengah
Aku kapas yang mulai menghitam
Aku air yang mulai keruh
Tuhanku
dipintuMu aku bersimpuh

Wednesday, August 20, 2008

Dirgahayu Indonesia ke- 63




















Perayaan 17-an di rumah
Indonesia ulang tahun yang ke-63. sudah semakin dewasa, sudah semakin tua untuk tahu bahwa Negara kita sudah merdeka. Perayaan ulang tahun Indonesia setiap tahun semarak sekali, namun memang kemeriahan terkadang hanya diisi dengan lomba-lomba yang kurang membangkitkan rasa kebangsaan, nasionalisme, dan persatuan. Tengok saja lomba-lomba yang diadakan di setiap tempat pasti tidak ketinggalan panjat pinang, lomba makan kerupuk, lomba gigit sendok, atau lomba sepak bola dengan kostm yang dbuat lucu layaknya pertunjukkan komedi. Makna perayaan hari ulang tahun itu sendiri tidak dirasakan oleh para generasi muda. Lihatlah mereka hanya tertawa-tawa atau sibuk untuk mengalahkan lawan yang sudah jelas lawan mereka itu adalah kawan sendiri atau bahkan ada saudara sendiri. Harusnya kemerihan itu ditandai dengan bangkitnya Indonesia dari keterpurukan, bangkitnya Indonesia dari kemiskinan,bangkitnya Indonesia dari rasa malu… malu untuk tidak bias menjamin kehidupan masyakatnya. Bangkit dari sikap emosional yang melanda sehingga tidak ada lagi bullying yang menghiasi headline berita di media massa.


Tahun ini perayaan ulang tahun ke- 63 RI, dirayakan dengan tasyakuran warga kompleks kami “Perumahan MeWah” pada malam tanggal 17. atau hari Sabtu malam Minggu tanggal 16 Agustus 2008 tepat setelah kami mngatakan acara Nisfu Sya’ban. Setiap keluarga menyumbangkan penganan yang sebelumnya sudah ditugaskan. Ada yang memasak urap sayuran (Kel. Pak Hardana), ada yang memasak bacem tempe dan bacem tahu (Kel. Pak Supanto), ada yang memasak ayam goreng (Kel. Pak Widodo), ada yang memasak Bebek panggang (Kel. Pak Solihin), ada yang memasak bakso (Kel. Pak Jumroni, ada yang memasak gorengan (Kel. Pak Budi),ada yang menyumbang rebusn kacang tanah (Kel. Pak Ibad), ada yang menyumbang ikan baker (kel. Pak Wasnata), ada yang menggoreng emping dan menyumbang minuman gelas (Kel. Pak Iwan) yang istrinya Ita adalah adik kandungku rumahnya persis di sebelahku. Bagaimana dengan keluargaku (Kel. Pak Surya), kami masak tumpeng yang ala kadarnya dan sedikit pisang goreng serta bakwan jagung. Tapi kami tidak mempersoalkan siapa penyumbang terbanyak, pokoknya malam itu kompleks kami bersma keluarganya dan anak-anak dapat makan bersama.
Sehabis ba’da Isya tikar dan karpet kami gelar di jalanan depan rumah kel Iwan dn Kel Jumroni tak lupa doa kami panjatkan dipimpin oleh Pak Ibad yang kami nobatkan jadi pak ustad. Doa untuk ketentraman kompleks, kesehatan warga kompleks, dan untuk kekeluargaan yang terjalin.
Makan malam bersama ternyata menyenangkan juga, walau perut sudah penuh tapi semua lahap menyantap hidangan yang tersedia. Sehabis menyantap hidangan acara bincang-bincang seru kami lakukan. Ternyata banyak manfaat yang bisa kami petik dari perayaan 17-an bersama tetangga. Mudah-mudahan doa kami terkabung dengan sedikit warga tapi damai sejahtera.
Tepat tanggal 17 Agustus anak-anak kompleks bergembira dengan lomba yang diadakan, walau sederhana namun mereka terlihat bergembira dan bersemangat. Tidak ketinggan para ibu-ibu juga turut meramaikan dengan lomba menggiring bola pakai terong yang diikat di pinggang, seru …? Pastinya. Heboh punya deh. Sayangnya saya tidak berkesempatan ikut karena harus mengunjungi si buah hati my princess di pondoknya.


Perayaan 17-an di Pondok Pesantren At Taqwa Putri


Hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2008 putri tercintaku Natasha menerima raport dan ada perayaan 17-an juga di sekolahnya. Memang agak terlambat pembagian raportnya karena aku sudah tahu ia naik kelas, jadi sehabis upacara di sekolah (SMPN 266) aku langsung pergi ke pondok pesantren At Taqwa Putri. Bagiku kebahagian mutiaraku yang utama.

Lelah yang kurasakan sehabis upacara terbayar sudah karena putriku Natasha rangking ke-3 di kelasnya. Alhamdulillah aku panjatkan kehadirat-Nya. Doa-doaku dikabulkan-Nya. Di pondok perayaan 17-an tak kalah meriah, ada panggung untuk pertunjukkan pentas seni anak pondok. Ada story telling, pidato dalam bahasa Arab, pementasan marawis, dan Qosidah. Pertunjukkan yang heboh adalah pertunjukkan drama dengan tema ‘perjuangan KH. Noer Ali. Pendiri pondok pesantren At Taqwa’. Kalau ditanya seru pasti seru habis. Karena anakku Raynaldi antusias sekali, ia berdiri paling depan dekat dengan panggung. Matanya tak lelah menatap anak-anak pondok bermain drama.

Perayaan 17-an di SMPN 266


Perayaan hari ulang tahun RI di SMPN 266 dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Agustus 2008 dengan berbagai perlombaan. Lomba yang diadakan ternyata menguras kocek kas kelas. Bayangkan saja setiap kelas harus menghias kelasnya dengan semeriah-meriahnya. Bahan-bahan untuk menghias kelas pastinya diambil dari siswa di kelas. Kasihan memang, tapi itulah lomba harus ada pengorbanan. Selain menhias kelas ada lomba egrang, membuat gapura mini,PBB,membacakan teks UUD 45,Vokal Grup, dan tak ketinggalan memasukkan bola ke keranjang(Bola basket).

Sayangnya saya tidak dapat hadir karena harus mengantarkan hasil lomba anak-anak ke yayasan Sejiwa. Jadi kehebohan acara saya dengar dari cerita guru-guru.
Peringatan detik-detik proklamasi atau upacara bendera kami laksanakan pada hari Minggu, 17 agustus 2008. upacara di mulai pukul 07.00. suasana khidmat mewarnai upacara kali ini, dengan komandan upacara seorang siswi bernama Fitri kelas IX. Suaranya yang lantang menandai dimulainya upacara memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Negara ini. Pembina upacara, pastinya ibu kepala sekolah, Dra. Endang Nurhayati, M..M

Perayaan 17-an di SMA Yappenda



SMA Yappenda merayakan hari ulang tahun ke-63 RI dengan mengadakan berbagai macam lomba. Lomba dimulai pada hari Jumat, 15 Agustus 2008. pagi hari terlihat kesibukan di setiap kels untuk loma menghias kelas, segala macam pernik-pernik hiasan 17-an dirangkai membentuk hiasan yang indah di kelas. Ada juga lomba adzan di musholah.
Sabtu tanggal 16 Agustus diadakan festival band.
Sejumlah band-band dari siswa berlaga di ajang ini mempertunjukkan kebolehannya memainkan dawai gitar dan gebukan drum. Di sela-sela acara ada lomba vocal yang juga diikuti oleh siswa-siswa yang mewakili kelasnya. Suaranya? Aduh macam-macamlah. Ada yang fals, ada yang oke punya, ada yang banyak gaya.

Tapi kemeriahan acara festival dinodai dengan aksi brutal siswa-siswa yang bergoyang bagai orang kerasukan, tidak mengenal batas kesopanan. Mereka bergoyang dengan saling sikut dan saling pukul. Padahal ada sekelompok siswa SD Yappenda yang menyaksikan aksi mereka. Maka ketika bapak Kepala sekolah bernyanyi bersama bntang tamu alumni SMA Yappenda yaitu Siti Mardiah menyanyikan lagu poco-poco, saya mengajak siswa-siswa SD bergoyang poco-poco mengikuti gerakan kaki. Namun, apa lacur siswa-siswa saya yang mengaku dirinya siswa SMA ternyata tidak dapat diajarkan untuk berlaku sopan dan tertib, kalau sudah begini salah siapa?

Monday, March 10, 2008

MY HAPPY BIRTHDAY, 10 MARET 2008


My Birhtday'39 Th
Sama dengan hari-hari biasa senin ini tepat tanggal 10 Maret 2008. Rutinitas tetap kujalani. Pagi-pagi persiapan untuk mengajar dan mempersiapkan si kecil Raynaldi yang mulai beranjak membesar atu gede yah? berangkat sekolah. Tak ada yang istimewa sebenarnya. Namun, terasa istimewa karena Genap atau ganjil yah usiaku hari ini , pokoknya hari ini usiaku bertambah satu tahun ’39 tahun. Kata orang usia yang rawan untuk seorang wanita. Kedewasaan dan kebijaksanaan sangat rentan pada usia menginjak 40-an.
Hari ini anakku Raynaldi yang lebih dahulu mengucapkan selamat buat bundanya, kemudian suami tercintaku. Pelukan hangatnya menentramkan hati yang gundah di usia 39 ini. Aku sendiri berdoa kepada Allah yang Maha Pengasih, agar diberi kesehatan, keluargaku bahagia. Dan tentu saja anak-anakku tumbuh sehat, cerdas, dan ceria.
Aku masih merasa diusiaku ini aku belum bisa mengatur hidupku dan keluargaku. Aku masih selalu kebingungan dan kelimpungan memikirkan keluargaku. Sudah kucoba, namun sepertinya aku harus berusaha belajar dari orang-orang yang bijak dalam menata hidup ini.
Puisi ini untuk semua Bunda di seluruh dunia yang merayakan ulang tahun 10 Maret
Bunda dalam Senja

Senja beranjak mendekat di sisi
Semburat warna jingga menghias raga
Bersinar namun sudah tak sempurna
Ada kelesuan di warna yang tertoreh
Ada kelelahan di tangan-tangan yang tergenggam

Merambat senja, merambat suka dan duka
Menghias luka dan merangkum doa
Senja lebih indah bila berdua
Melangkah dalam balutan asmara
Asmara senja yang tetap membara

Bila tetap bersama dalam senja
Semburat merah akan selalu terasa berwarna
Sembilu jingga akan terasa manis dirasa

Bila tetap di sisi ketika senja
Genggam terangkul lembut di dada
Asmara akan selalu berbeda

Senja yang memerah beriring serima
Dengan kata dan airmata
Dengan sapa manja dari sang buah
Dengan celoteh hangat dari permata

Bunda dalam senja
Selaksa doa selalu untuk hari ini, esok, dan nanti
Agar Bunda dalam rangkul kasih mesra
Dalam senja yang memerah
Dalam senja yang semburat warna jingga

Bunda dalam senja
Terjalin kash dalam senja yang jingga
Selalu...
(Bunda NaRa)

Friday, January 11, 2008

Happy Birthday My HeRo


SURYA M. GINTING
Happy Birthday, 11 Januari 1957 - 11 Januari 2008

My Hero, My Love, and My Bodyguard.
Doa kami semoga Bapak selalu ada untuk keluarga, selalu cinta dan kasih yang berlimpah untuk keluarga. Bapak adalah tiang kami tempat kami berpegang, tempat kami menggenggam untuk berjalan, berlari bersama meniti hidup penuh cinta kasih dan bahagia.


Selamat ulang tahun Pa!
Selamat bertambah umur dan sehat selalu mengiringi langkahmu.

(Istrimu, buah hatimu Natasha dan Raynaldi)

Friday, December 14, 2007

Ulang tahun Anakku Raynaldi



Raynaldi berusia ke-10 tahun
Jumat, 14 Desember 2007 anak keduaku Raynaldi Krista berulang tahun yang ke-10, makin tinggi, makin ganteng anakku ini. Doa dan harap aku panjatkan Pada Yang Kuasa agar Raynaldi anakku dapat menjadi imam keluarganya kelak, dijaga keislamannya. anakku Raynaldi pelita yang menerangi hidupku, lambang cintaku, segenap harap ada padanya. melihatnya tumbuh, berkembang dengan senyum, tawa dan candanya membuat hati ini melambung ke angkasa.

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...