Wednesday, February 17, 2010

UJIAN TENGAH SEMESTER SASTRA INDONESIA


1. Perhatikan kutipan dialog naskah dari Albert Camus yang sudah diterjemahkan oleh Ahmad Asnawi di bawah ini!
(CALIGULA masuk diam-diam dari kiri. Kakinya penuh lumpur, bajunya kotor, rambutnya basah, pandangannya nanar. Dia beberapa kali mengangkat tangannya ke mulut. Kemudian dia mendekati cermin, berhenti tiba-tiba ketika melihat bayanganya dalam cermin. Setelah menggumamkan bebebrapa kata yang tak jelas, dia duduk di kanan, membiarkan tangannya lunglai di antara mulutnya.HELICON masuk, di sebelah kiri. Setelah melihat CALIGULA, dia berhenti di sudut belakang panggung dan memperhatikan dia diam-diam. CALIGULA menoleh dan melihat dia. Hening sejenak.)
HELICON (melintasi panggung) : Selamat pagi, Caius.
CALIGULA (dengan nada datar) : Selamat pagi, Helicon. (Hening sejenak.)
HELICON : Anda tampak lelah.
CALIGULA : Cukup jauh kuberjalan.
HELICON : Yha, Anda pergi cukup lama. (Hening sejenak.)
CALIGULA : Sulit mencarinya.
HELICON : Apa yang sulit dicari?
CALIGULA : Apa yang aku kejar.
HELICON : Maksud Anda?
CALIGULA (dengan nada datar) : Bulan.
HELICON : Apa?
CALIGULA : yha aku menginginkan bulan.
HELICON : Ah….(Hening lagi. HELICON mendekati CALIGULA.) Mengapa Anda menginginkannya?
CALIGULA : Ah… itu salah satu hal yang belum kudapatkan.
HELICON : aku mengerti. Dan sekarang-sudahkah Anda melihatnya sampai puas?
CALIGULA : Belum. Aku tidak bisa memperolehnya.
HELICON : Sayang sekali!
CALIGULA : yha, dan itulah sebabnya aku merasa letih. (Diam. Kemudian) Helicon!
HELICON : yha, Caius?
CALIGULA : Rupanya, kamu mengira aku gila.
HELICON : Seperti Anda ketahui, aku tidak pernah
berpikir begitu.
CALIGULA : Ah, yha….Sekarang, dengarkan! Aku tidak gila; kenyataannya aku belum
pernah merasa begitu terang. Apa yang terjadi padaku sangat sederhana; aku tiba-tiba merasakan adanya hasrat untuk mendapatkan hal-hal yang tidak mungkin. Hanya itu. (Diam) Keadaanya sebagaimana adanya, menurutku, sangat jauh dari memuaskan.
HELICON : Banyak orang berpendapat begitu.
CALIGULA : Itulah. Namun dulu aku tidak menyadari. Sekarang aku baru tahu. (masih dengan nada datar). Sebenarnya, dunia kita ini, tidak bisa ditolerir. Itulah sebabnya aku menginginkan bulan, atau kebahagiaan, atau kehidupan abadi- sesuatu yang mungkin kedengaran gila, namun yang bukan bagian dari dunia ini.
HELICON : Itu cukup bagus, dalam teori. Hanya, dalam praktek orang tidak dapat merampungkannya sampai tuntas..........................
Kemukakan alasanmu mengapa karya di atas termasuk karya sastra terjemahan!

2. Watak tokoh drama
Anas : Aku tak mau pergi sebab aku tak berdosa kepadamu.
Hadi : Kau ingin saya tempeleng lagi ?
Anas : Aku mau pergi setelah aku mengerti kesalahanku.
Hadi : Tidak usah mengerti ! ini bukan berhitung, bukan aljabar dan bukan pelajaran lain. Pergi !(Hadi mendorong Anas tapi Anas melawannya. Mereka hampir begelut. Tiba-tiba terdengar suara orang mendehem diluar)
Watak tokoh Hadi dalam penggalan drama tersebut di atas adalah….
Baca dan cermati teks drama berikut!
Iteung Pergi ke Kota
Oleh: Raisal Kahfie
Suasana pagi hari. Terdengar suara ayam jantan berkokok. Di panggung, Kabayan terlihat sedang terlelap. Dia tertidur di sebuah dipan yang terbuat dari bambu. Posisi tidurnya tidak lazim dan menggelikan. Dia mendengkur sangat keras. Dari belakang panggung terdengar suara abah berteriak.
Abah : (berteriak) Iteung! Mana suamimu? Ayo, ikut abah ke sawah! Bangunkan si borokokok! Jangan mau kalah sama ayam jantan yang sejak tadi sudah berkokok!
Muncul Iteung setengah berlari. Dia terlihat sibuk menenteng ember berisi cucian. Dia terlihat panik.
Iteung : (pada penonton) Aduh, bagaimana ini? Kalau Abah tahu Kang Kabayan Masih tidur, dia bisa marah besar. Gawat. Saya harus bagaimana, penonton?
Abah terus memanggil-manggil. Iteung. Iteung makin panik. Sementara, suara dengkuran Kabayan malah semakin terdengar jelas.
Iteung : A...anu... Bah... Kang Kabayan sudah pergi sejak subuh. Ada pekerjaan di Kecamatan, Bah. Abah silakan saja ke sawah. Hati-hati ya, Bah. Apa mau Iteung buatkan kopi?
Abah : Tidak perlu. Syukurlah kalau suamimu si borokokok itu sudah dapat kerja. Abah pergi dulu, geulis. Assalamualaikum.
Iteung : Waalaikumsalam, Abah. Hati-hati ya, Bah.Iteung menarik napas lega.
Iteung : Penonton. Sebetulnya Iteung malu. Barusan Iteung sudah berbohong pada orangtua sendiri. Jangan GR, penonton. Iteung bukan malu sama penonton. Tapi malu sama Gusti Allah. Tapi, mau bagaimana lagi? Kalau tidak begitu, keadaannya bisa jadi kacau. Bisa-bisa kiamat datang sebelum waktunya. Yang jelas, penonton jangan sampai meniru kelakuan jelek Iteung, ya? Jangan, dosa! Pamali. (Kembali menghela napas)
Tiba-tiba Kabayan mendengkur lebih keras.
Iteung : (kesal) Aduh, aduh, si Akang Kabayan. (menyimpan ember cucian dan mengambil sapu ijuk yang tergeletak di lantai)
Hei, Kang Kabayan! Bangun Akang! Masa jam segini masih tidur? Orang- orang mah sudah seibuk mencari kerja. Ini malah enak-enakan molor.
Kabayan nungging. Pantatnya mengarah ke wajah Iteung.
Iteung : Dasar si borokokok. (menusuk-nusukkan gagang sapu ke pantat Kabayan) Bangun Akang! Bangun.
Kabayan terbangun. Ia terlihat kesal.
Kabayan : (marah-marah) Astaghfirullah. Nyiii... ada apa atuh ini teh? Pagi-pagi bukannya setel radio. Nyanyi-nyanyi supaya hati riang gembira. Ini malah marah-marah sama suami. Pake tusuk-tusuk pantat suami segala. Dosa Iteung, dosa.
Kabayan : Ahhhh... sudah... sudah... sudah... Akang pusing dengar Anda ngomong. Biarkann Allah yang mengatur rezeki kita. Kita tinggal menunggu. Kerja, kerja. Memangnya gampang cari kerja? Di zaman seperti sekarang ini, laki-laki itu susah mencari kerja. Jangan samakan Akang dengan Abah. Abah Anda itu enak. Punya sawah sendiri, punya kebun cabai sendiri, punya kolam, ikan sendiri, nah Akang? Akang punya apa? Akang ini miskin, Iteung. Mending kalau Abah Anda mau ngasih sebagian sawahnya untuk Akang, Ini mana? Abah Anda pelit.
Iteung : Akang jangan sembarangan. Abah tidak mungkin memberikan sawahnya pada orang malas seperti Akang. Bagaimana nasib padi-padi itu kalau Akang malas? Akang tunjukan pada Abah kalau Akang mampu menggarap sawah ladangnya. Dalam hidup, kita harus berikhtiar, Kang. Keadaan kita tidak akan berubah seperti sulap sihir jika kita hanya bermalasmalasan. Kita harus berikhtiar.
Kabayan : Halah, berisik! Sudah, kalau Anda mau kerja, Anda saja yang kerja. Bukankah di zaman seperti ini perempuan lebih gampang nyari kerja. (Pergi meninggalkan Iteung) Iteung menangis. Dia benar-benar terpukul.
Iteung : Penonton, jangan pernah meniru kelakuan suami saya. Dia salalu saja begitu. Dia egois.
Mau menang sendiri. Dia juga pemalas. Sudahlah, tidak ada gunanya jika saya hanya berdiam diri dan bersedih. Saya harus berbuat sesuatu. (Berpikir) Ya, saya akan cari kerja ke kota. Saya akan minta bantuan Kang Indra dan Ceu Fitri, sahabat saya waktu kecil yang sudah sukses di kota. Melangkah ke dipan lalu duduk di atasnya sambil melipat selimut bekas kabayan.
Iteung : Kang Kabayan, Kang Kabayan.... baiklah, saya akan pergi. Saya akan menunjukkan pada Kang Kabayan bagaimana caranya mencari uang. Semoga dia bisa merenungkan semua ini. (Teringat sesuatu) Ambu.... ya, sebaiknya sekarang saya pamit dulu pada Ambu sebelum Kang Kabayan Kembali. Kang Kabayan, maafkan Iteung... ini semua demi Akang juga.
(Iteung segera pergi ke luar panggung)
Iteung : Lho? Kenapa malah Akang yang marahmarah? Harusnya Iteung yang marah, Kang. Akang sudah tidak peduli lagi pada nasib keluarga kita. Akang malas bekerja. Iteung capek, Kang. Apa Akang tidak punya niat untuk bekerja dan membahagiakan Iteung? Bagaimana nanti jika kita sudah punya anak?
Kabayan : (menguap)
Iteung : Kang, Akang teh mikir tidak? Apa tidak malu sama Abah? Lihat Abah, Kang. Meski sudah tua, Abah tetap semangat bekerja. Tetap ke sawah, ke kebun cabai. Apa Akang tidak ingin mencontoh Abah. Lihat teman kita Kang Indra, Ceu Fitri, Kang Maman, sama si Fajar. Mereka semua rajin berikhitar, Kang. Mereka ingin lepas dari kemiskinan.
Setelah membaca drama tersebut, tentukan nilai apakah yang terdapat dalam teks tersebut!
3. Unsur intrinsik Drama

Warda 9: Setan setan. Masih juga tidak mempan. Sampai kapan?
Warda 1: Bagaiman?
Warda 9: Gagal. Gelo. Dasar preman. Tukang porot. Habis aku. Dia minta apa saja kukasih. Tapi hasilnya ? Nol
Warda 4: Menghitung Apa? Menghitung Apa?
Warda 9 : Oo, tak telikung kamu. Tanya lagi, tanya lagi.
Opera Sembelit,N. Riantriarno
Unsur instinsik kutipan drama tesebut adalah…

SOAL PRA UJIAN NASIONAL 2010

Mari kita menghadapi UJIAN Nasional dengan kesiapan 100%. Berlatih menjawab soal-soal yang ada di tahun sebelumnya, salah satu kesiapan kita dalam menghadapi Ujian Nasional. Kebanyakan bimbingan belajar yang ada hanya fokus pada mata pelajaran yang sulit untuk dikerjakan siswa seperti MATEMATIKA, FISIKA, BIOLOGI, KIMIA, BAHASA INGGRIS,dan BAHASA JEPANG. Mata pelajaran BAHASA INDONESIA dan SASTRA INDONESIA tidak mendapat tempat untuk bimbingan belajar. Berikut ini soal-soal Tray Out UN untuk mata pelajaran BAHASA INDONESIA DAN SASTRA INDONESIA, bisa di download untuk dipelajari.
Berikut ini soal-soal PRA UJIAN NASIONAL 2010 yang bisa didownload siswa :
1. SOAL PRA UN SASTRA INDONESIA KELAS XII BAHASA , DOMLOAD DISINI
2. SOAL PRA UN KELAS XII IPA-IPS, DOWNLOAD DISINI
SEMOGA BERMANFAAT

Memanfaatkan IT, data yang aku anggap kenangan dan kewajibanku selama di yapenda agar aman aku simpan di sini :
1. Kartu Soal SASTRA INDONESIA
2. Kisi-kisi SASTRA INDONESIA
3. Telaah soal SASTRA INDONESIA
4. Sebaran soal SASTRA INDONESIA

Saturday, February 6, 2010

RAMAHNYA LIDAH MERTUA DI RUMAH MENANTU (Menata di depan Pintu)

RAMAHNYA LIDAH MERTUA DI RUMAH MENANTU (Menata di depan Pintu): "Menciptakan lingkungan rumah yang ramah lingkungan sebenarnya tidak sulit. Banyak cara bias dilakukan, kuncinya adalah “KEBIASAAN”. Nah  mungkin tulisan saya ini bisa menjadi alternative menciptakan rumah yang ramah lingkunagn. Ide dari Si Lidah Mertua atau “Sanseivera”. Caranya dengan menempatkan “Lidah Mertua” di depan pintu masuk, dapur dan kamar mandi.
Seperti sudah diketahui tanaman ini adalah salah satu tanaman sebagai antipolutan, dan biasanya halaman rumah dihiasi oleh Si Lidah Mertua dengan tujuan mengatasi polutan yang mulai galak apalagi di Jakarta. sansevieria mampu menyerap 107 unsur polutan berbahaya di udara. Ini penting bagi Jakarta dengan tingkat pencemaran yang cukup tinggi."




Tuesday, February 2, 2010

TUGAS SISWA KELAS XI BAHASA INDONESIA

Baca dan cermati kutipan karya tulis berikut !
1.Banyak permasalahan dan hambatan dalam mengajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi permasalahan hendaklah menjadi sedikit berkurang. Hanya mungkin masalah yang dimuncul sekarang ini adalah maukah guru mencari tahu dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sekarang ini?Guru juga diharapkan mampu mengambangkan bahan ajarnya dengan inovasi-inovasi baru yang dapat diterima siswa.
Kutipan di atas adalah bagian karya tulis....
2.Kamu akan menulis sebuah karya tulis. Topik yang kamu pilih adalah “Minat Baca di
Perpustakaan dan fungsinya bagi pelajar”.
Permasalahan yang tepat berdasarkan topik di atas adalah ….
3.Sebuah buku berjudul “Mengembangkan Minat dan Bakat di Usia Remaja” yang disusun oleh Dra. Seni Asiati dan Dra. Sri Utami, pada tahun 2009. Buku tersebut diterbitkan oleh PT Pustaka Yappenda Jaya di Jakarta.
Penulisan daftar pustaka untuk buku tersebut adalah ….

Wednesday, January 20, 2010

TRAY OUT UN 2010

SASTRA INDONESIA
Cermati puisi berikut !
Kata Siapa karya Ely Anwar
Manusia setengah Tuhan ! Kata siapa?
Manusia setengah malaikat kata siapa?
Manusia seperti nabi kata siapa?
Manusia penghapus dosa! kata siapa?
Manusia Waliyullah kata siapa?
manusia yang suci kata siapa/
Manuisia yang serba tahu kata siapa?
Manusia petunjuk umat kata siapa?
Manusia guru bangsa kata siapa?
Manusia serba tahu di atas
Manusia yang serba tahu yang maha tahu?
Manusia serba bisa di atas yang maha bisa?
Astagfirullah al azim! Astaqfirullah al azim! astagfirullah al azim
Pujalah Dia yang pantas dipuja
Sembahlah Dia yang pantas disembah
Sembahlah Dia yang pantas disembah
Sujudlah pada-Nya karena kita pantas sujud pada-Nya
bukan yang lain selain dari-Nya

1. isi puisi tersebut mengenai Allah, maka senantiasa memuja kehebatan dan keagungan Allah
2. Puisi tersebut banyak mengulang kata-kata atau menggunkan majas "REPETISI"
3. bentuk puisi tersebut adalah bentuk puisi kontemporer
Dalam salah satu Gurindam yaitu : " Hendaklah memegang amanat buanglah khianat, artinya jika memagang amanat, hendaklah tidak khianat.
perhatikan Puisi berikut yang menggunakan "majas personifikasi"
Matahari (Lintang Sugianto)
Dalam panjangnya hari
Ada laut yang kusebut sepi
Tergopoh-gopoh sekujur tubuh langit
....................................
Ungkapan/ makna "Dalam Termangu" dalam puisi berikut adalah "Keadaan tidak menentu"
Doa
Tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namaMu

Sudut Pandang orang ketiga serba tahu
Contoh :
Ayah masih saja pendiam. Sering bertanya pada diri sendiri: mengapa ayahku begitu pendiam? apakah ia sedang mengalami ujian.....

Sudut Pandang"Orang pertama Pelaku utama"
Contoh :
"Umi papa ikhlas dunia akhirat tidak Umi urus dan Umi perhatikan asal Umi ikhlas dalam melaksanakan tugas sebagai Guru dan pendidik.Umi jangan Umi mengharapkan imbalan di dunia tapi jadikanlah tabungan Umi untuk akhiratkelak dengan menjadi guru"
"iya ..Pa.." aku jadi malu pada suamiku. suamiku benar-benar menguatkan imanku, batinku dan perasaanku.
Latar suasana adalah keadaan perasaan tokoh utama atau keadaan alam sekitar. latar suasana yang tampak adalah suasana sedih dan malu.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah pesan pengarang mengenai peran istri " Istri harus memperhatikan keadaan suami di samping tugasnya,"

Amanat adalah pesan pengarang dalam cerita
baca kutipan berikut :
Adapun permusuhan, Tuanku, begitu pula persahabatan, " jawab pendeta Baidaba."Tiadalah kekal selama-lamanya. Kadang-kadang permusuhan berubah jadi persahabatan dan kadang-kadang kebalikannya. Tiap-tiap perubahan itu tentu ada sebabnya. Oleh sebab itu, orang yang cerdik tiada segan berdamai dengan musuhnya kalau ada keperluannya, tiada malu mengharap pertolongan musuh untuk mengelakkan bahaya atau merebut yang diingini.(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
membaca hikayat di atas isi yang terkandung dalam cerita tersebut adalah :Tiap-tiap perubahan dalam hidup ada sebabnya.
amanat yang terkandung adalah Orang yang cerdik adalah orang yang bisa menempatkan diri

BAHASA INDONESIA
1. Penulisan uraian identitas pelamar harus menggunkan huruf kecil, contoh :
nama ; Siti Amalia
tempat,tanggal lahir : Jakarta, 31 Desember 1990
alamat : Jalan Swasembada Timur V Nomor 10
pendidikan : S 1 Bahasa Indonesia
2. Atas perhatian dan Budi baik Bapak, saya menghaturkan banyak terima kasih.
perbaikannya adalah : atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih
3. kata baku artinya kita tidak menggunakan kata dialek daerah, misalnya kata: Nggak = tidak, aja = saja
perhatikan kalimat yang tidak baku berikut : "Kepada para siswa diharapkan mentaati segala aturan yang telah ditetapkan di sekolah ini"
Perbaikannya : "Para siswa diharapkan menaati segala peraturan yang telah ditetapkan di sekolah ini"
4. Paragraf generalisasi adalah paragraf yang menarik kesimpulan secara umum cirinya menggunkan jkata jadi, misalnya : "Jadi uang dapat bermanfaat sesuai dengan keperluan masing-masing orang"
5. Penulisan catatan kaki berbeda dengan penulisan daftar pustaka. dalam catatan kaki nama pengarang tidak dibalik, dan mengikuti kaidah yang disyaratkan , contoh :
Suroto dkk.Bahasa Indonesia.(Jakarta : Galaksi Puspa Mega,2001), hal. 294
Daftar Pustaka. contoh penulisan:
Nauman,Indra Jaya. 2008. Penuntun Mengenali, Memahami, dan menghargai Puisi. Yogyakarta: Adicita.
6. Silogisme dan Entimen
ingat rumusnya: PU = A = B. PK C = A, K = C = B, dan entimen C = B karena C = A
contoh
A = Masyarakat DKI Jakarta
B = merayakan tahun baru di Monas
C = nama orang misanya Zaky
jadi = Masyarakat DKI Jakarta merayakan tahun baru di Monas
Zaky masyarakat DKI Jakarta
Zaky merayakan tan baru di Monas

Entimen ?????
7. Frase
Masih ingat tentang frase?
hal yang harus dilakukan adalah mencari pola kalimatnya yah?
contoh :
Anita sedang membaca buku pelajaran di perpustakaan
Frase : sedang membaca, buku pelajaran, dan di perpustakaan
Frase verbal : frase kata kerja ingat Verb!!
contoh : Baskoro lama membisu di kuburan ibunya.
Frase adjektif : frase kata sifat
contoh : Rambutnya "terlihat lusuh" dan "sangat kusut" . Tas hitam di punggungnya seperti bahan yang memberatkannya
Frase atributif berimbuhan : frase salah satu kata pelengkap yang berimbuhan. contoh : Kami gemar membaca cerita bersambung : Frase atributif berimbuhannya : "Cerita bersambung"

8. Klausa utama dan Klausa bawahan dalam kalimat majemuk
Klausa utama atau kalimat tunggal
contoh :
Pemerintah juga mengakui bahwa pemanfaatn hasil kekayaan alam Provinsi Papua belum dimanfaat secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat asli.
klausa utamnya adalah : Pemerintah juga mengakui
9. Penulisan kata serapan :
penulisan kata serapan disesuaikan dengan lafal kita misalnya kata Kuitansi
contoh dalam kalimat : Kita menyadari bahwa kondisi bangsa yang "heterogen" dan "pluralis" memerlukan pendekatan dan metode yang sangat "komprehensif" untuk membangun bangsa kita yang besar.

Tuesday, January 12, 2010

TUGAS KELAS XI IPA

Kemarahan adalah suatu emosi yang sulit dihadapi karena beberapa alasan. Anda mungkin tumbuh dalam suatu keluarga tempat kemarahan diekspresikan dalam cara yang menyakitkan, agresif atau kasar. Anda mungkin juga diajarkan bahwa ekspresi kemarahan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima dan Anda belajar untuk menekan atau menyembunyikannya.
Banyak di antara kita merasa marah, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk enghadapi kemarahan tersebut. Anda mungkin malah berpura-pura bahwa segala sesuatu baik-baik saja, sementara di dalam diri Anda merasa penuh dengan amarah atau Anda engekspresikan kemarahan dengan meluapkannya keluar: menjerit atau menyakiti mereka yang dekat dengan Anda. Marah adalah suatu emosi manusia yang normal. Kita pernah merasa marah dalam situasi tertentu: ketika kita terjebak dalam suatu kemacetan, jika orangtua mengkritik kita, ketika atasan memperlakukan kita secara tidak hormat. Bagi sebagian besar manusia, marah adalah suatu emosi perlindungan diri yang bertindak sebagai suatu bendera merah yang memperingatkan kita bahwa sesuatu sedang terjadi pada kita. Marah dapat juga berupa suatu emosi yang berguna yang dapat mengingatkan kita untuk bertanggung jawab, membuat suatu perubahan atau melindungi diri dalam suatu situasi.
Sumber: www.kotacantik.info.com
1. Hal apa saja yang dikemukakan dalam teks tersebut?
2. Menurut Anda, apakah teks tersebut termasuk karya ilmiah? Berikan alasan Anda.
3. Hal positif apa saja yang dapat Anda peroleh dari teks
span class="fullpost">


Wednesday, December 30, 2009

GURU YANG MAU DAN MAMPU MENGAJAR



SEBAGAI WUJUD INSTROSPEKSI DIRI ADA BEBERAPA SISWA YANG SAYA TANYAKAN MENGENAI ” GURU YANG MENYENANGKAN ”

Adakah diantara ANDA para GURU yang seperti harapan mereka??????
Kalau belum mari kita instrospeksi diri untuk ”Meningkatkan Mutu Pendidikan”

1. Gema Sutrisna kelas XI IPA.

Guruku Panutan Untuk Hidupku
Perkenalkan nama saya Gema Sutrisna kelas XI IPA di SMA Yappenda. Melihat kelas saya artinya saya sudah 10 tahun belajar di sekolah dengan beberapa guru yang berbeda. Rasanya BT habiskan kalau Guru yang mengajar di kelas itu tidak bisa kita terima ilmunya. Nah teman-teman mau tahu Guru yang meyenangkan versi saya (ini murni dari hati yah). Mungkin berbeda dengan teman-teman namun pendapat bolehkan beda.
Guru Yang Baik versi Gema
a. guru yang mengajar melihat kondisi siswa
Misalnya jika ada murid yang belum mengerti, lalu ia ajarkan materi tersebut dengan perlahan sehingga anak murid yang tidak mengerti dapat mengerti dengan baik apa yang guru ajarkan tersebut.
b. Guru yang dapat memberikan kesan yang menyenangkan disekolah. Disekolah ku ada yang dapat memberikan kesan yang baik dan menyenangkan yaitu guru agamaku. Karena ia dapat mengerti akan keadaan anak murid yang ada di sekolahku. Seperti saat ia berinteraksi dengan murid-muridnya dapat membuat murud iu senang walaupun murid yang tidak baik. Ia dapat mengerti keadaan murid yang tidak baik tersebut sehingga murid tersebut dapat berbuat baik. Misalnya murid yang tidak baik itu melakukan hal yang buruk seperti memukul sesama teman. Ia langsung mendekati anak murid dan bertanya dengan kata-kata yang baik secara perlahan sehingga anak murid itu bercerita kenapa anak murid tersebut memukul temannya dan memberikan saran yang baik sehingga anak murid yang memukul teman tersebut meminta maaf dengan teman yang ia pukul span class="fullpost">
dan dapat berteman dengan baik. Karena sikap guru agamaku tesebut yang dapat memberikan kesan yang baik dan menyenangkan bagi yang berada di dekatnya. Hal itulah yang membuatku menganggap guruku adalah panutan hidupku.
Bagaimana tema-teman guru yang baik versi aku? Bedakan dengan teman-teman, walau berbeda kita harus saling menghormati yah.

2. Shabrina Munawwaroh kelas XI IPB
Teman-teman namaku Shabrina Munawwaroh, aku sudah kelas XI IPB atau biasa disebut kelas Bahasa. Walau jarang sekolah-sekolah mempunyai kelas bahasa namun aku bangga bisa masuk kelas bahasa. Nah ini beberapa pendapatku mengenai guru yang menyenangkan, catat yah!
a.orangnya asyik, sehingga anak murid tidak segan kalau mengajak berbicara atau bercanda
b.menganggap muridnya seperti teman
c.tidak membosankan kalau sedang menjelaskan pelajaran
d.belajar sambil bermain,agar muridnya tidak bosan (maksudnya disipi dengan permainan agar tidak BT)
e.belajarnya santai tapi pasti, pasti masuk ilmunya gitu
f.tidak membuat muridnya tegang atau takut biar bertemu guru
g.diberi selingan lawakan biar tidak tegang
h.tidak pelit dengan nilai (misalnya kalau soal esay biar salah harus diberi nilai, kan kita sudah capek nulisnya)
i.sering masuk pada saat jam pelajaran (jangan ditinggal-tinggal apalagi ditinggal ngobrol)
j.mudah tersenyum (melihat senyum guru kan giman gitu...)
k.tidak memberikan tugas atau PR berlebihan (Kapan refresingnya kalau semua guru kasih tugas)
l.Menguasai IT (malukan kalau hari gini kalah dengan siswanya)
m.Selalu mempunyai ide-ide kreatif untuk mengajar (jadi siswanya akan berharap apalagi yah yang akan kita lakukan)
Itu pendapat saya yah, jadi kalau dirangkum guru yang baik dan menyenangkan itu adalah guru yang mengerti kondisi siswa serta menjadi kawan bukan lawan, serta selalu aktif serta kreatif. Oke..!
3. Nur Safitri kelas XI IPB
Saya Nur Safitri kelas XI IPB, saya punya pengalaman dengan beberapa guru, ada yang asyik, ada yang bikin sebel, ada yang dirindukan. Pokoknya bermacam karakter guru saya punya. Namun, saya tahu karena gurulah saya bisa tahu semua. Pendapat saya ini hanya ungkapan hati sebagai siswa semoga bermanfaat yah.
a.datang tepat waktu
b.tidak marah-marah tanpa sebab
c.bisa menjaga tutur katanya apabila di dalam kelas
d.menjelaskan pelajaran dengan jelas
e.menasehati apabila muridnya bersalah
f.bila ingin memberi tugas harus dijelaskan terlebih dahulu
g.menguasai materi yang ingin dipelajari
h. bisa dijadikan tempat untuk berkeluh kesah atau tempat curhat
i. tidak galak terhadap muridnya
4. Rosiana Tiara kelas XI IPB
Mungkin sama dengan teman-teman mengenai guru yang baik dan menyenangkan namun, bolehkan saya berbeda pendapat dengan teman-teman saya. Ini pendapat saya mengenai guru yang baik dan menyenangkan.
a.menjaga perkataan dengan baik
b.tidak kasar
c.tidak suka ”nyeletuk”
d.tidak pelit dengan nilai
e.bisa diajak bercanda walaupun tidak sering
f.bila menjelaskan pelajaran tidak terburu-buru
g.mudah tersenyum
h.jarang memberikan sanksi
i.datang tepat waktu
j.bisa dijadikan tempat untuk berkeluh kesah
5. Ariyo Marthin kelas XI IPA
Guru adalah Motivasi Menggapai Cita-cita
Menurut saya guru yang baik adalah :
a.guru yang mengajarkan kedisiplinan terhadap siswa,
b.mengajar dengan senang hati terhadap siswa
c.memberikan pengajaran materi pelajaran dengan jelas sehingga siswa pun dapat menerima pelajaran dengan baik.
Contohnya pada saat siswa sedang mengobrol, bercanda, bermain hp, tindakan guru yang baik adalah mendekati siswa tersebut memberi dia pengarahan apabila sang siswa tidak mengerti, menegur dengan jelas dan tegas dengan kedisiplinan.
Dan meskipun ada beberapa guru yang mengajar dengan baik terhadap siswa dan memberikan pelajaran dengan jelas ada juga guru dengan malas-malasan memberikan materi pelajaran yang tidak jelas dan memberikan tugas yang tidak sesuai kemampuan siswa dan dari situlah siswa pun jadi malas-malasan memperhatikan dan masa bodoh terhadap sang guru apabila guru sedang mengajar dan diberikan tuga ada pun kemalasan siswa belajar terhadap sang guru yaitu mengajar terlalu serius tidak ada canda dan tawa terus guru pan sangat galak dan tidak ada pendekatan terhadap murid. Contohnya guru yang mengajar dengan malas-malasan dan memberikan materi pelajaran yang tidak jelas adalah guru yang masuk kekelas hanya duduk memberikan penjelasan dan memberi tugas yang tidak kemampuan murid dan setelah semua diberikan sang guru pun langsung keluar dan setelah beberapa menit jam belajar selesai guru pun masuk dan berbicara apakah tugas kalian sudah selesai apabila sudah selesai kumpulkan bukunya dan langsung siapkan.menurut saya guru yang seperti itu adalah guru yang tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan membuat murid menjadi bermalas-malasan untuk belajar.

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...