RESEPSI SASTRA
1. Pendahuluan
Karya sastra sangat erat hubungannya dengan pembaca, karena karya sastra dihasilkan untuk pembaca (audiens). Pengarang menghasilkan karya sastra karena dorongan minat dan bakat seninya, imajinasinya, dan kreativitasnya. Tentu saja iamenyampaikan suatu pesan (makna niatan) kepada masyarakat pembacanya melalui karya sastra.
Menurut Nani Tulilo dalam bukunya “Kajian Sastra” , karya sastra adalah suatu aspek budaya yang dapat dipakai sebagai dokumentasi budaya, sejarah, atau juga refleksi kehidupan masyarakat pada saat karya itu dihasilkan. Tanpa pembaca, karya sastra adlah suatu benda mati tanpa punya arti atau makna. Menurut Jauss yang dikutip Nani Tulilo bahwa kehidupan historis sebuah karya sastra tidak terpikirkan tanpa partisipasi para pembaca. Membaca itu mempunyai peran aktif, bahkan merupakan kekuatan pembentuk sejarah (Jauss, dalam Nani Tulilo, 2000: 72).
2. Pengertian Resepsi Sastra
Secara definitive resepsi sastra berasal dari kata recipere (Latin), reception (Inggris), yang diartikan sebagai penerimaan atau penyambutan pembaca. Dalam arti luas resepsi didefinisikan sebagai pengolahan teks, cara-cara pemberian makna terhadap karya sehingga dapat memberikan respon terhadapnya. (Nyoman Kutha Ratna, 2011: 165)
3. Sejarah Resepsi Sastra
Masalah-maslah yang berkaitan dengan kompetensi pembaca mulai timbul di kalangan strukturalis Praha, dengan adanya pergeseran pandangan dari analisis unsure menuju ke aspek-aspek di luarnya yang dikenal sebagai strukturalisme dinamik yang dikemukakan oleh Mukarovsky ssekitar tahun 1930, dilanjutkan oleh Felix Vodicka, muridnya Jusz.
Resepsi sastra tampil sebagai sebuah teori dominan sejak tahun 1970-an dengan pertimbangan :
a. Sebagai jalan ke luar untuk mengatasi strukturalisme yang dianggap hanya memberikan perhatian terhadap unsure-unsur
b. Timbulnya kesadaran untuk membangkitkan kembali nilai-nilai kemanusian dalam rangka kesadaran humanism universal
c. Kesadaran bahwa nilai-nilai karya sastra dapat dikembangkan hanya melalui kompetensi pembaca
d. Kesadaran bahwa nilai karya seni disebabkan oleh pembaca
e. Kesadaran bahwa makna terkandung dalam hubungan ambiguitas antara karya sastra dengan pembaca
Dalam menganalisa penerimaan suatu karya sastra ada hal-hal berikut mengapa kita penting mempelajari resepsi sastra. Menurut Vodicka hal-hal berikut ini adalah alasan mengapa penting mempelajari resepsi sastra.
a. Rekonstruksi kaidah sastra dan kompleks anggapan tentang sastra pada suatu masa.
b. Rekonstruksi sastra suatu masa, misalnya mengenai kelompok karya yang biasanya menjadi objek penilaian yang ada ketika itu, dan lukisan tentang hirarki atau urutan nilai sastra pada suatu masa.
c. Studi tentang konkretisasi karya sastra (yang semasa dan yang lalu), misalnya studi tentang bentuk sebuah sastra, terhadap mana kita lontarkan pengertian kita mengenai masa itu (melalui kongkretisasi yang kritis)
d. Studi tentang keluasaan pengaruh/kesan dari suatu karya ke dalam lapangan sastra / bukan sastra. (Vodicka,dalam Umar Junus,1985: 31)
4. Resepsi dan Penafsiran
Luxemburg, dkk. (1984:62) membedakan antara resepsi dan penafsiran. Ciri –ciri penerimaan atau resepsi adalah reaksi, baik langsung maupun tidak langsung. Penafsiran bersifat lebih teroritis dan sistematis oleh karena itu termasuk bidang kritik sastra.
Resensi novel di surat kabar termasuk resepsi, sedangkan pembicaraan novel tersebut di majalah ilmiah termasuk penafsiran.namun dalam perkembangannya sekarang resepsi sastra sudah disertai dengan penafsiran dan bahkan penafsiran yang sangat rinci.
Contoh studi resepsi sastra
Bunda dan anak
(Rustam Effendi, 1925)
Masa jambak
Buah sebuah
Diperam dahan di ujung dahan
Merah darah
Beruris-uris
Bendera masak bagi selera
Lembut umbut,
Disantap sayang
Keroak pipi pengobat haus
Harum baun
Sumarak jambak
Di bawah pohon terjatuh ranum
Lalu ibu
Dipokok pohon
Tertarung hidung,terjatuh mata
Pada pala,
Tinggal sepanggal
Terpecik liur di bawah lidah
Belum jambu
Masuk direguk,
Terkenang anak, terkalang di rangkung
Dalam talam,
Bunda bersimpan
Menanti put’ra sibungsu sulung
Anak lasak
Tersera-sera
bunda berlari mengambil jambu
Ibu sugu
Buah sebuah,
Sedapnya masa dirasa ibu
Sajak itu dapat diintrepretasikan sebagai berikut:
I. Bait 1 dan 2
Cerita tentang buah jambu yang ranum, yang menerbitkan selera yang telah jatuh ke bawah pohon.
II. Bait 3 dan 4
Ibu menemui buah jambu itu, yang hanya tinggal sepenggal karena sudah dimakan burung. Ibu ingin mereguknya, tapi ingatan kepada anaknya menyebabkan ia mengurungkan maksudnya. Jambu itu disimpannya dalam talam untuk dimakan anak tunggalnya bila anaknya pulang nanti
III. Bait 5 dan 6
Bila si anak pulang, ibu dengan segera menyuguhkan jambu itu kepadanya, kepuasan anaknya juga kepuasannya sendiri. Tapi lai lagi penerimaan anaknya. Anaknya merungut dan merajuk. Cinta bundanya disangkanya bakhil. Karena itu, jambu itu dilemparkannya ke luar pagar. Dan ibu itu hanya diam mengurut dada. (Umar Junus,1985: 23)
Karya Rustam effendi di atas tidak akan berkata apa-apa, hanya suatu “cerita” biasa, bila karya itu tidak diberikan interpretasi yang imajinatif.
Kehidupan Resepsi sastra secara singkat dapat disebut sebagai aliran yang meneliti teks sastra dengan bertitik tolak pada pembaca yang memberi reaksi atau tanggapan terhadap teks itu.Pembaca selaku pemberi makna adalah variabel menurut ruang, waktu dan golongan sosial budaya. Menurut perumusan teori ini, dalam memberikan sambutan terhadap sesuatu karya sastra, pembaca diarahkan oleh horizon harapan. " Horizon harapan " ini merupakan reaksi antara karya sastra di satu pihak dan sitem interpretasi dalam masyarakat penikmat di lain pihak.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat dikembangkan batasan resepsi sastra adalah bagaimana pembaca memberikan makna terhadap karya sastra yang dibacanya, sehingga dapat memberikan reaksi atau tanggapan terhadapnya. (Nani Tulilo,2000: 72)
Tanggapan itu mungkin bersifat pasif, yaitu bagaimana seorang pembaca dapat memahami karya sastra itu, atau dapat melihat hakikat estetika yang ada di dalamnya. Mungkin pula bersifat aktif, yaitu bagaimana ia merealisasikannya.
Resepsi dapat pula diartikan sebagai proses penciptaan makna,yang menyadari instruksi-instruksi yang diberikan dalam penampilan linguistic teks tertentu. Yang menjadi objek penelitiannya bukan teks karya sastra itu, tetapi konkretisasinya bukan artefak melainkan objek estetisnya (Fokkema,1998:74)
5. Sistematika Unsur-unsur Resepsi Sastra dan Probematikanya
a. Pembaca
Pembaca karya sastra terbagi dua yaitu pembaca biasa dan pembaca ideal. Pembaca ideal dibagi yaitu “pembaca yang implisit” dan pembaca yang eksplisit”
Pembaca biasa adalah pembaca dalam arti sebenarnya, yang membaca suatu karya sebagai karya sastra, bukan sebagai bahan penelitian. Dalam resepsi sastra diperhatikan bagaimana reaksi pembaca biasa ini terhadap suatu karya sastra.
Pembaca ideal adalah pembaca yang dibentuk/diciptakan oleh penulis atau peneliti dari pembaca (pembaca) biasa berdasarkan variasi tanggapan mereka yang tak terkontrol, berdasarkan kesalahan dan keganjilan tanggapan mereka, berdasarkan komptensi sastra mereka yang putus-putus, atau berdasarkan berbagai variable lain yang menganggu. Pembaca yang diciptakan ini mungkin ada dalam teks atau di luar teks, dan dapat digunakan peneliti untuk meneliti peranan pembaca dalam suatu lukisan yang rasional.
Dengan begitu, dalam resepsi sastra ,”kesalahan” pemahaman bukan kesalahan, tapi suatu yang wajar.
Pembaca implisit ialah ialah pembaca yang memainkan peranan bagaimana suatu teks dapat dibaca.
Pembaca eksplisit adalah pembaca kepada siapa suatu teks diucapkan. Pembaca itu mungkin dinyatakan secara langsung sebagai yang ada
b. Legetica dan Poetica
Legetica ; suatu teori bagaimana proses pembacaan dari seorang pembaca diterangkan dan juga bagaimana semestinya suatu penerimaan dalam suatu proses pembacaan.
Poetica ; teori tentang cara suatu teks dapat dilukiskan sesuai dengan perspektif estetika karya itu.
c. Horison Penerimaan dan Kongretisasi
Diistilahkan dengan Cakrawala harapan atau horizon penerimaan. Horizon harapan adalah harapan-harapan seorang pembaca terhadap karya sastra.
Klasifikasi horison harapan
Periodisasi sastra
Karya (ragam) sastra
Pengarang
6. Bentuk Penelitian Resepsi Sastra
a. Resepsi secara sinkronis
Meneliti karya sastra dalam hubungannya dengan pembaca sezaman. Sekelompok pembaca, misalnya memberikan tanggapan baik secara sosiologis maupun psikologis terhadap sebuah karya sastra
b. Resepsi secara diakronis
Meneliti tanggapan pembaca yang melibatkan sepanjang sejarah karya sastra tersebut. Contohnya karya sastra dengan problematika tersendiri, seperti novel Belenggu, cerpen Langit Makin Merah, puisi-puisi Chairil Anwar dan Rendra memiliki cirri-ciri reseptif yang sangat kaya untuk dianalisis.
Penelitian secara diakronis memerlukan data documenter yang memadai.
Metode dan penerapan resepsi sastra dapat dirumuskan ke dalam tiga pendekatan
1. Penelitian resepsi sastra secara eksperimental,
2. Penelitian resepsi lewat kritik sastra,
3. Penelitian resepsi intertekstualitas
DAFTAR PUSTAKA
Fokkema, D.W dan Elrud KunnnIbsch terjemahan J. Praptadiharja.1998. Teori Sastra Abad Kedua Puluh. Jakarta: 1998
Junus, Umar. 1985. Resepsi Sastra Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia.
Ratna, Nyoman Kutha. 2011. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogjakarta: Pustaka Pelajar
Tuloli, Nani. 2000. Kajian Sastra. Gorontalo: BMT “Nurul Jannah”
All With Bunda *Na*Ra (Kalian ada karena Aku ada!) Bunda selalu di hati dan menemani
Sunday, June 5, 2011
Tuesday, May 3, 2011
Teman-teman Seperjuangan Pasca Sarjana Unindra
Kali ini aku akan bercerita tentang semua teman seperjuanganku di pasca sarjana Unindra. Mulai dari A sampai Z sesuai absen deh biar enak ceritanya. Walaupun hanya sedikit yang aku ketahui tentang teman-temanku ini namun, bersama mereka aku akan melewati perjuangan menempuh gelar master selama 2 tahun Insyaallah selsai pada waktunya.
1. Adel Trisye
Absen pertama sudah tentu ada di abjad A, kebetulan ibu Adel. Orangnya berperawakan kurus dengan rambut pendek dan kacamata minus yang bertengger di wajahnya. Pertama kuliah aku lihat ia diantar oleh putri kecilnya dan sang suami tercinta. Kedua orang kesayangannya itu dengan sabar menunggu hingga jam kuliah berakhir atau pukul 16.00 WIB. Perjuangan yang luar biasa, kalau suamiku mau tidak yah??? Mimpi kali kalau mengharap orang rumahku bisa seperti itu.
Adel Trisye namanya, katanya rumahnya di Bogor. Kalau rumah pastinya aku tidak tahu tapi alamatnya aku pasti tahu karena aku yang menghimpun semua alamat tema-teman sekelas. Mulanya bergaul dengan Adel, begitu biasa dia dipanggil agak hati-hati takut ia tersinggung, namun seiring perjalanan waktu aku rasa ia bisa menjadi teman yang menyenangkan.
2. Bambang Suhermanto
Bapak satu ini berperawakan gemuk dan selalu memakai baju besar atau kebesaran yah? Sehingga kesannya makin gemuk saja. Aku member julukan Rhoma Irama ha..ha..ha. mulanya ia keberatan tapi ternyata ia bisa juga bergurau dengan logat bung Rhoma “ Terlalu”, he… he…he.
Kesan yang tampak bung Bambang Rhoma ini pasti taat agama. Jelas terlihat dari dahinya yang ada tanda hitam, bahkan ada dua dua tanda hitamnya.
3. Budiarti
4. Christiana IS
Gadis yang satu ini sama denganku korban dari Sudin Dikmenti Jakarta Utara yag harus melapor sendiri ke Unindra. Wajahnya yang tirus dihiasi kacamana minus. Gigi gingsul dan kulit putih. Aku menerka ia pasti ‘Noni” bukan noni belanda tapi non-muslim.Seiring perjalanan menmpuh kuliah sepertinya aku ga bisa tuh seiring sejalan dengannya kurang pas kayaknya sih.
5. Dardji Fair Emran
Bapak berusia 61 tahun ini adalah “Sang Ketua Kelas”. Walaupun sudah berusia lanjut alias sepuh atau usia dilewat batas pension, namun bapak yang satu ini amsih energik dan kreatif. Bayangkan saja ia bisa mempresentasikan sendiri tugas filsafat kelompok satu. Luar biasa sekali. Sekali waktu aku bertanya dengannya mengapa ia mau kuliah di usia yang sudah lanjut? Apa jawabanya apadaku, katanya,” Ines saya ini orang Jawa dan saya ingin anak cucu saya tahu bahwa kakeknya itu sekolahnya tinggi jadi memacu emreka menjadi sarjana juga”.
Jawaban yang luar biasa, salut saya buat Sang ketua kelas.
6. Flora
Ibu satu ini datang kuliah juga terlambat, tapi bukan korban Dikmenti Jakarta Utara. Aku tidak tahu kenapa ia terlambat. Namanya asli Sumatera Utara namun ia selalu berkelit bahwa ia orang Jakarta karena lahir dan besar di Jakarta.
7. Ika Sartika
Wajahnya yang Sundanese hampir tertukar dengan bu Susi. Kalau berbicara terdengan merdu logat Sundanya.
8. Khairudin
9. Komarudin
10. Neneng Ratna Komala
11. NoviyantiIbu asli Lampung ini memang luar biasa, menyetir mobil ke tempat kuliah dan selalu jadi tempat pemesanan buku foto kopi. Semoga kebaikannya dibalas Allah yah Bu
12. Nunung Nurhayati
13. Nuryadi
14. Purwanto
15. Randi Ramliyana
16. Retna Ningsih
17. Seni Asiati
18. Sri Herowati
19. Susi Ulfah
20. Vina Rahmayanti
21. Yosef Lorens
bapak muda ini sudah aku kenal sebelum aku kuliah S2, namun perkenalan kami seputar MGMP saja. Awalnya aku respek dengan s
ikap
1. Adel Trisye
Absen pertama sudah tentu ada di abjad A, kebetulan ibu Adel. Orangnya berperawakan kurus dengan rambut pendek dan kacamata minus yang bertengger di wajahnya. Pertama kuliah aku lihat ia diantar oleh putri kecilnya dan sang suami tercinta. Kedua orang kesayangannya itu dengan sabar menunggu hingga jam kuliah berakhir atau pukul 16.00 WIB. Perjuangan yang luar biasa, kalau suamiku mau tidak yah??? Mimpi kali kalau mengharap orang rumahku bisa seperti itu.
Adel Trisye namanya, katanya rumahnya di Bogor. Kalau rumah pastinya aku tidak tahu tapi alamatnya aku pasti tahu karena aku yang menghimpun semua alamat tema-teman sekelas. Mulanya bergaul dengan Adel, begitu biasa dia dipanggil agak hati-hati takut ia tersinggung, namun seiring perjalanan waktu aku rasa ia bisa menjadi teman yang menyenangkan.
2. Bambang Suhermanto
Bapak satu ini berperawakan gemuk dan selalu memakai baju besar atau kebesaran yah? Sehingga kesannya makin gemuk saja. Aku member julukan Rhoma Irama ha..ha..ha. mulanya ia keberatan tapi ternyata ia bisa juga bergurau dengan logat bung Rhoma “ Terlalu”, he… he…he.
Kesan yang tampak bung Bambang Rhoma ini pasti taat agama. Jelas terlihat dari dahinya yang ada tanda hitam, bahkan ada dua dua tanda hitamnya.
3. Budiarti
4. Christiana IS
Gadis yang satu ini sama denganku korban dari Sudin Dikmenti Jakarta Utara yag harus melapor sendiri ke Unindra. Wajahnya yang tirus dihiasi kacamana minus. Gigi gingsul dan kulit putih. Aku menerka ia pasti ‘Noni” bukan noni belanda tapi non-muslim.Seiring perjalanan menmpuh kuliah sepertinya aku ga bisa tuh seiring sejalan dengannya kurang pas kayaknya sih.
5. Dardji Fair Emran
Bapak berusia 61 tahun ini adalah “Sang Ketua Kelas”. Walaupun sudah berusia lanjut alias sepuh atau usia dilewat batas pension, namun bapak yang satu ini amsih energik dan kreatif. Bayangkan saja ia bisa mempresentasikan sendiri tugas filsafat kelompok satu. Luar biasa sekali. Sekali waktu aku bertanya dengannya mengapa ia mau kuliah di usia yang sudah lanjut? Apa jawabanya apadaku, katanya,” Ines saya ini orang Jawa dan saya ingin anak cucu saya tahu bahwa kakeknya itu sekolahnya tinggi jadi memacu emreka menjadi sarjana juga”.
Jawaban yang luar biasa, salut saya buat Sang ketua kelas.
6. Flora
Ibu satu ini datang kuliah juga terlambat, tapi bukan korban Dikmenti Jakarta Utara. Aku tidak tahu kenapa ia terlambat. Namanya asli Sumatera Utara namun ia selalu berkelit bahwa ia orang Jakarta karena lahir dan besar di Jakarta.
7. Ika Sartika
Wajahnya yang Sundanese hampir tertukar dengan bu Susi. Kalau berbicara terdengan merdu logat Sundanya.
8. Khairudin
9. Komarudin
10. Neneng Ratna Komala
11. NoviyantiIbu asli Lampung ini memang luar biasa, menyetir mobil ke tempat kuliah dan selalu jadi tempat pemesanan buku foto kopi. Semoga kebaikannya dibalas Allah yah Bu
12. Nunung Nurhayati
13. Nuryadi
14. Purwanto
15. Randi Ramliyana
16. Retna Ningsih
17. Seni Asiati
18. Sri Herowati
19. Susi Ulfah
20. Vina Rahmayanti
21. Yosef Lorens
bapak muda ini sudah aku kenal sebelum aku kuliah S2, namun perkenalan kami seputar MGMP saja. Awalnya aku respek dengan s
ikap
Thursday, April 7, 2011
MY SWEETY HOME
Rumah air mata simbol keberhasilan kami dalam mengelola keuangan. Awalnya hanya ingin membuat musholah di lantai 2 . Seiring waktu dan kemauan dengan lamanya 3 bulan akhirnya Musholah yang kami inginkan dan ruang karaoke keluarga rampung sudah pembangunannya. Uang yang dihabiskan mencapai Rp 80 juta rupiah. Padahal aku hanya memiliki uang Rp 25 juta, itupun hasil menjual tanah di samping rumah yang dibeli adikku. Kok ada yah uang kami??? tanya yang akhirnya harus kutulis darimana saja sumber pembangunan selain dari penjualan tanah.
Tabungan kedua anakku masing-masing Rp 5 juta habis, kalung dan gelangku terjual Rp 6,5 juta. Uang sertifikasiku Rp 10 juta, pinjam mama Rp 10 juta sisanya pinjam sana-sini yang mungkin seumur hidup tak akan terluamasi kalau aku sendiri yang membayar.
Rumah air mata simbol keberhasilan kami dalam mengelola keuangan. Awalnya hanya ingin membuat musholah di lantai 2 . Seiring waktu dan kemauan dengan lamanya 3 bulan akhirnya Musholah yang kami inginkan dan ruang karaoke keluarga rampung sudah pembangunannya. Uang yang dihabiskan mencapai Rp 80 juta rupiah. Padahal aku hanya memiliki uang Rp 25 juta, itupun hasil menjual tanah di samping rumah yang dibeli adikku. Kok ada yah uang kami??? tanya yang akhirnya harus kutulis darimana saja sumber pembangunan selain dari penjualan tanah.
Tabungan kedua anakku masing-masing Rp 5 juta habis, kalung dan gelangku terjual Rp 6,5 juta. Uang sertifikasiku Rp 10 juta, pinjam mama Rp 10 juta sisanya pinjam sana-sini yang mungkin seumur hidup tak akan terluamasi kalau aku sendiri yang membayar.
Monday, February 21, 2011
UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
1. Pedoman Penskoran Ujian Praktik
2. Spesifikasi ujian praktik
3. Naskah Drama
UJIAN PRAKTIK SASTRA INDONESIA
1. Pedoman Penskoran Soal Drama
2. Spesifikasi Soal
3. Naskah Soal Praktik Drama
4. Drama Malam Jahanam
1. Pedoman Penskoran Ujian Praktik
2. Spesifikasi ujian praktik
3. Naskah Drama
UJIAN PRAKTIK SASTRA INDONESIA
1. Pedoman Penskoran Soal Drama
2. Spesifikasi Soal
3. Naskah Soal Praktik Drama
4. Drama Malam Jahanam
Thursday, February 10, 2011
Baca dan cermati kutipan karya tulis berikut !
1. Banyak permasalahan dan hambatan dalam mengajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi permasalahan hendaklah menjadi sedikit berkurang. Hanya mungkin masalah yang dimuncul sekarang ini adalah maukah guru mencari tahu dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sekarang ini?Guru juga diharapkan mampu mengambangkan bahan ajarnya dengan inovasi-inovasi baru yang dapat diterima siswa.
Kutipan di atas adalah bagian karya tulis....
2. Kamu akan menulis sebuah karya tulis. Topik yang kamu pilih adalah “Minat Baca di Perpustakaan
dan fungsinya bagi pelajar”.
Permasalahan yang tepat berdasarkan topik di atas adalah ….
3. Sebuah buku berjudul “Mengembangkan Minat dan Bakat di Usia Remaja” yang disusun oleh Dra. Seni Asiati dan Dra. Sri Utami, pada tahun 2009. Buku tersebut diterbitkan oleh PT Pustaka Yappenda Jaya di Jakarta.
Penulisan daftar pustaka untuk buku tersebut adalah ….
1. Banyak permasalahan dan hambatan dalam mengajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi permasalahan hendaklah menjadi sedikit berkurang. Hanya mungkin masalah yang dimuncul sekarang ini adalah maukah guru mencari tahu dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sekarang ini?Guru juga diharapkan mampu mengambangkan bahan ajarnya dengan inovasi-inovasi baru yang dapat diterima siswa.
Kutipan di atas adalah bagian karya tulis....
2. Kamu akan menulis sebuah karya tulis. Topik yang kamu pilih adalah “Minat Baca di Perpustakaan
dan fungsinya bagi pelajar”.
Permasalahan yang tepat berdasarkan topik di atas adalah ….
3. Sebuah buku berjudul “Mengembangkan Minat dan Bakat di Usia Remaja” yang disusun oleh Dra. Seni Asiati dan Dra. Sri Utami, pada tahun 2009. Buku tersebut diterbitkan oleh PT Pustaka Yappenda Jaya di Jakarta.
Penulisan daftar pustaka untuk buku tersebut adalah ….
Monday, September 27, 2010
UJIAN TENGAH SEMSTER 2010
Ujian Tengah Semester 2010 di SMA YAPPENDA berlangsung mulai tanggal 4 Oktober 2010. Untuk pelajaran Bahasa Indonesia kelas X pelajari materi berikut ini :
1. Pengalaman mengesankan
2. Pembawa acara
3. Paragraf Narasi
4. Membacakan Puisi
5. Gagasan pokok
Siswa kelas XII Bahasa pelajaran Sastra Indonesia, pelajari materi ini :
1. Arab Melayu
2. Periode Sastra
3. Drama
4. Puisi
5. Cerpen
1. Pengalaman mengesankan
2. Pembawa acara
3. Paragraf Narasi
4. Membacakan Puisi
5. Gagasan pokok
Siswa kelas XII Bahasa pelajaran Sastra Indonesia, pelajari materi ini :
1. Arab Melayu
2. Periode Sastra
3. Drama
4. Puisi
5. Cerpen
Thursday, June 17, 2010
REMEDIAL UJIAN SEMESTER KELAS XI IPA DAN IPB SEMESTER 2
Nama-nama siswa yang remedial Bahasa Indonesia kelas XI IPA
Kognitif :
1. Ario Marthin nilai 45
2. Fatimah nilai 55
3. Ibnu nilai 57
4. Tri Riski nilai 60
5. Titah nilai 61
Psikomotor
1. Aditia 2. Ana 3. Dewi Purwanti 4. Diana 5. Evi 6. Fatimah 7. Gigih 8. Ibnu
9. Khusnul 10. Nurani 11. Pian 12. Rendy 13. Siti Juhariyah 14. Titah 15. Tri Riski 16, Yola
Kelas XI IPB
Kognitif
1. Akhrafil 45 2. Bambang 56 3. Maisaroh 55 4. Meli 61 5. Resnu 62 6. Setyo 63 7. Sugiharto 46 8. Yos 43
Psikomotor
1. Akhrafil 2. Bambang 3. Erlangga 4. Maisaroh 5. Meli 6. Febri 7. Johan 8. Resnu 9. Riandika 10. Romi 11. Rusdiansyah 12. Setyo 13. Siti Karimah 14. Sugiharto 15. Yos
REMEDIAL KOGNITIF : MEMBUAT MATERI POWER POINT (PILIH SALAH SATU) SIMPAN DI CD RW. BERIKUT PERTANYAAN PG DAN HIPERLINK JAWABAN
A. KALIMAT LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG
B. KALIMAT AMBIGU
C. KATA BAKU DAN TAK BAKU
REMEDIAL PRAKTEK : MEMBUAT VIDEO PEMBACAAN SASTRA (PILI SALAH SATU) DISIMPAN DI CD RW)BERIKUT KETERANGAN PENDUKUNG MISALNYA FOTO LIPUTAN
A. PEMBACAAN PUISI BARU
B. PEMBACAAN NASKAH BERITA
3. PEMBACAAN CERITA MENGESANKAN
DATELINE PENGUMPULAN PADA HARI SELASA TANGGAL 21 JUNI 2010
Kognitif :
1. Ario Marthin nilai 45
2. Fatimah nilai 55
3. Ibnu nilai 57
4. Tri Riski nilai 60
5. Titah nilai 61
Psikomotor
1. Aditia 2. Ana 3. Dewi Purwanti 4. Diana 5. Evi 6. Fatimah 7. Gigih 8. Ibnu
9. Khusnul 10. Nurani 11. Pian 12. Rendy 13. Siti Juhariyah 14. Titah 15. Tri Riski 16, Yola
Kelas XI IPB
Kognitif
1. Akhrafil 45 2. Bambang 56 3. Maisaroh 55 4. Meli 61 5. Resnu 62 6. Setyo 63 7. Sugiharto 46 8. Yos 43
Psikomotor
1. Akhrafil 2. Bambang 3. Erlangga 4. Maisaroh 5. Meli 6. Febri 7. Johan 8. Resnu 9. Riandika 10. Romi 11. Rusdiansyah 12. Setyo 13. Siti Karimah 14. Sugiharto 15. Yos
REMEDIAL KOGNITIF : MEMBUAT MATERI POWER POINT (PILIH SALAH SATU) SIMPAN DI CD RW. BERIKUT PERTANYAAN PG DAN HIPERLINK JAWABAN
A. KALIMAT LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG
B. KALIMAT AMBIGU
C. KATA BAKU DAN TAK BAKU
REMEDIAL PRAKTEK : MEMBUAT VIDEO PEMBACAAN SASTRA (PILI SALAH SATU) DISIMPAN DI CD RW)BERIKUT KETERANGAN PENDUKUNG MISALNYA FOTO LIPUTAN
A. PEMBACAAN PUISI BARU
B. PEMBACAAN NASKAH BERITA
3. PEMBACAAN CERITA MENGESANKAN
DATELINE PENGUMPULAN PADA HARI SELASA TANGGAL 21 JUNI 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
Back Home Pasien Covid
Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...
-
Belajar Arti Merdeka Baca Teks berikut dan KERJAKAN TUGAS LITERASI diakhir teks!!! Jika terdengar lagu Indonesia Raya apa ...
-
STANDAR KOMPETENSI : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan KOMPETENSI DASAR : 1.1 Membedakan anta...
-
Wabah Covid 19 membuat siswa harus belajar di rumah. berbagai gaya mereka tunjukkan ketika mengerjakan. Seru pastinya ada yang tidura...













