*DOA BUNDA TERCINTA*

Tuhanku jagalah Permata hatiku kala penjagaanku tak sampai padanya, karena Engkau Ya Allah Yang Maha Tahu dan Maha Menjaga*

Kamis, 07 Februari 2008

LKS SMA Kelas XII IPA/IPS Smt 1

STANDAR KOMPETENSI : Mendengarkan
1. Memahami informasi dari berbagai laporan
KOMPETENSI DASAR : 1.1 Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan
INDIKATOR :
• Mencatat pokok-pokok isi laporan
• Membedakan kalimat yang berupa fakta dan yang berupa opini (pendapat)
• Menentukan kalimat yang berupa fakta
• Menentukan kalimat yang berupa opini

MATERI
FAKTA DAN PENDAPAT


Pernahkah kamu berbeda pendapat dengan sesorang? Adakah perbedaan itu memunculkan perselisihan? Selayaknya perbedaan pendapat menjadikan kita lebih dewasa bersikap!
Apa itu fakta dan pendapat !
► Fakta merupakan sesuatu yang ada dan benar – benar terjadi dan pernyataan yang tak terbantah lagi kebenarannya.

► Kalimat yang berisi fakta merupakan kalimat yang ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, suasana yang benar - benar terjadi dan bersifat obyektif.
Contoh kalimat fakta :
Mantan presiden Soeharto menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Selatan.

► Pendapat merupakan sikap, pandangan atau tanggapan seseorang terhadap suatu fakta dan kebenarannya relatif karena dipengaruhi unsur pribadi yang bersifat subjektif. Baik berupa pertimbangan – pertimbangan maupun saran – saran.
Pendapat sering disebut opini, gagasan atau argumentasi
Ciri – ciri fisik kalimat berupa pendapat :
• bisa jadi
• sangat
• tidak mungkin
• sebaiknya
• kata – kata yang menunjuk
• subjektivitas seseorang
Contoh kalimat pendapat :
Mantan presiden Soeharto diindikasi menderita komplikasi jantung dan peradangan pada ginjang dan saluran pernafasan.
Contoh Soal :

(1) Kapal pesiar adalah perahu layar atau kapal kecil yang sangat
baik digunkan untuk rekreasi pada waktu luang.
(2) Pada umumnya kapal pesiar ada dua macam, yaitu kapal yang
tidak menggunakan mesin dan kapal yang menggunakan mesin.
(3) Kapal layar bermesin yang lebih terkenal dengan sebutan kapal
layar pesiar baik juga untuk sarana rekreasi.
(4) Kapal layar pesiar biasanya digunakan oleh orang – orang kaya
untuk berpesiar.

Kalimat berisi fakta pada paragraf tersebut ditandai dengan nomor….
Pembahasan : Fakta merupakan pernyataan tentang sesuatu yang ada dalam kenyataan dan kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagiPada umumnya kapal pesiar ada dua macam,yaitu kapal yang tidak menggunakan mesin dan kapal yang
menggunakan mesin (kalimat ke-2).

Tagihan 1 :
1. Fakta adalah.............................................................................................................
2. Tanggapan atau pendapat sesorang disebut ...................................................................................................................................
3. Sebutkalah ciri-ciri fisik kalimat pendapat ......................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Kunjungan ke desa Sungai Kendal memakan waktu hampir lima jam.
Kalimat tersebut termasuk kalimat...........................................................................
...................................................................................................................................
5. Kunjungan yang dilakukan oleh para pejabat di jajaran Pemda DKI Jakarta menemukan kenyataan bahwa penduduk desa Sungai Kendal masih memerlukan penyuluhan pertanian.
Kalimat tersebut termasuk kalimat...........................................................................
...................................................................................................................................

Tagihan 2 :

Bacalah teks di bawah ini dengan seksama !

22/01/2008 16:15 WIB
Lahan Parkir Menara Jamsostek Ditutup Mulai 23 Januari
(Nadhifa Putri – detikcom)
Jakarta - Honda Accord warna silver B 8722 FW terjun bebas dari lantai 8 Menara Jamsostek. Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Pemprov DKI Jakarta akan melayangkan surat peringatan untuk menutup gedung kepada pengelola gedung pada Rabu 23 Januari 2008. "Jika tidak ditutup, kita akan menyegel gedung tersebut. Biasanya kita beri waktu satu hari, karena mereka perlu waktu untuk mengosongkan," ujar Kepala Dinas P2B Pemprov DKI Jakarta Hari Sasongko di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2008).
Menurut Hari, dinding parafet (pembatas) lahan parkir di Menara Jamsostek belum sesuai ketentuan parafet yang diberlakukan sejak 2007. "Parafet itu minimal 90 centimeter. Kalau lebih tinggi, lebih bagus. Untuk ketebalannya 15-20 centimeter. Jadi kalau di Menara Jamsostek, teralisnya harus dibongkar jadi beton," jelas Hari.Hari menuturkan, standar teknis bangunan lahan parkir harus meliputi penguatan standar bangunan seperti sirkulai, instalasi, rambu-rambu dan struktur bangunan. Hari menambahkan, Menara Jamsostek dibangun pada 1996. Sedangkan ketentuan lahan parkir berparafet dibuat pada 2007."Dengan adanya insiden di ITC Permata Hijau beberapa waktu lalu, secara umum sudah tersosialisasi standar teknis bangunan parkir," tandas Hari. ( nik / sss )
(Sumber Http://www detikcom)

1. Apakah yang diberitakan dalam teks di atas?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Dimanakah peristiwa itu terjadi ?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Mengapa sampai terjadi peristiwa tersebut?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
4. Carilah kalimat fakta dalam teks berita tersebut !
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
5. Carilah kalimat opini dalam teks berita tersebut!
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………..


































STANDAR KOMPETENSI : Mendengarkan
1.Memahami informasi dari berbagai laporan

KOMPETENSI DASAR : 1.2 Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran

INDIKATOR :
• Mengemukakan kritik isi laporan
• Memberikan saran untuk perbaikan laporan

MATERI

Kritik dan Saran dalam Laporan Lisan

Kita sering mendengar laporan yang disampaikan secara langsung maupun laporan yang kita saksikan melalui media elektronik televisi maupu radio.Bahkan secara tidak langsung kita juga pernah melakukan hal tersebut, yaitu melaporkan kepada guru atau orang tua kita kegiatan apa saja yang telah kita lakukan.
Laporan adalah hasil dari kegiatan yang kita lakukan.
Laporan dapat dilakukan secara tertulis maupun secara lisan Banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan setelah kita melakukan kegiatan tersebut. Agar kegiatan itu dapat dikoreksi oleh orang lain dan dapat memberi masukan untuk kegiatan selanjutnya, maka melaporkan hasil kegiatan tersebut merupakan spekerjaan yang harus dilakukan.
Biasanya laporan dilakukan oleh panitia pelaksana kegiatan, bisa juga dilakukan secara individu.
Mendengarkan laporan lisan yang disampaikan oleh pemberi laporan, hendaknya pendengar harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Dengarkan laporan dengan saksama
2. Catatlah pokok-pokok isi laporan
mencatat pokok-pokok isi artinya kita mencatat bagian yang penting dari isi laporan yang disampaikan. Pendengar harus mengatahui manakah pokok penting dari laporan yang kiranya tidak dipahami atau tidak sesuai. Hal inilah yang nantinya akan kita tanyakan atau komentari
3. Memberikan komentar dengan sistematis, logis ,dan jelas
pokok-pokok isi laporan yang tidak kita mengerti atau menurut kita tidak sesuai dengan pelaksanaan dapat kita kometari dengan cara memberikan kritik atau saran. Artinya kita memerlukan jawaban dari komentar yang kita ajukan.
4. Mengetahui dan memahami masalah dan kegiatan yang dilaporkan
5. Memperhatikan pertanyaan dan hubunganya dengan masalah yang disampaikan
Kritik dan Saran
Mengritik atau memberikan saran terhadap isi laporan yang kita dengar haruslah mempertimbangkan beberapa hal, agar kritik dan saran yang kita ajukan dapat bermanfaat dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
a. Kritik yang kita lontarkan harus logis dan sesuai dengan isi laporan
b. Disampaikan dengan bahasa yang jelas dan lugas
c. Kritik yang disampaikan merupakan upaya untuk membangun atau memperbaiki
d. Isi kritik yang disampaikan seimbang dengan apa yang nantinya akan dilakukan sebagai upaya perbaikan




Tagihan 1
Jawablah pertanyaan-pertanyaa di bawah ini !

1. Bahasa yang digunakan dalam laporan haruslah.......................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Sebutkan hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh pendengar laporan................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Agar hasil laporan kita dapat diterima oleh peserta apa saja yang harus kita lakukan.......................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Jelaskan bagaimanakah cara memberikan kritik yang santun dalam kegitan mendengarkan laporan...............................................................................................
...................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
5. Jelaskanlah bagaimana sikap yang baik sebagai orang yang hendak memberikan laporan!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2
Baca dan cermatilah teks laporan berikut !

Saudara pengurus dan anggota Koperasi Bunda Na’Ra yang berbahagia,
Koperai sebagai tonggak perekonomian bangsa, ternyata dapat memberikan konstribusi yang positif bagi perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Kopeasi ternyata dapat meringankan beban mereka untuk berwirausaha.
Koperai Bunda Na’ra yang sama –sama kita dirikan sejak tahun 1994 hingga sekarang tahun 2008, ternyata masih tegak berdiri dengan omzet yang tidak bisa dikatakan sedikit. Bayangkan saja dengan laba bersih untuk tahun ini saja kita menanguk laba bersih dengan kenaikan hampir 89 % dari laba tahun lalu yang hanya 65 %. Itu artinya segala usaha yang kita laukan untuk membesarkan koperasi kita ini tidaklah sia-sia.
Laba brsih kita dapatkan melalui beberapa pos-pos yang berkonstribussi aktif menyumbang laba terbanyak, yaitu :
1. toko koperasi yang melayni semua lapisan amsyarakat, bukan hanya anggota koperai, namun masyarakat yang ingin menggunakan jasa kita. Harga di toko koperasi kita bersaing dengan toko atau swalan lainnya.
2. Simpan pinjam, yang kini anggota tidak perlu susah payah untuk menambah usahanya dengan bunga kompetitif koperasi kita dapat memberikan pinjaman pada anggota hingga lima belas juta rupiah, dengan waktu pengembalian berjangka 12 bulan.
3. Sewa peralatan pesta, penyewaan ini walau sedikit laba yang disumbangkan, namun dengan adanya penyewaan peralatan pesta para anggota tidak susah lagi untuk menyelenggarakan pesta yang meriah dan tentu saja hemat. Sebagai anggota Koperasi Bunda Na’Ra angota hanya dibebankan biaya sewa perwatan saja yang besarannya hanya 10 % dari harga penyewaan dari tempat lain.
Menyadari begitu besar peran Koperasi Bunda Na’ra yang sama –sama kita banggakan ini, maka sudah selayaknya kita bersyukur dan tetap memegang teguh amanat dari seluruh anggota koperasi untuk selalu mengutamakan kekeluargaan.
Hanya kepada Tuhan Yang Maha easa kita bersyukur dan selalu berterima kasih, diri kita makhluk yang lemah dengan pertolongannyalah kita dapat tegak berdiri, marilah kita memohon agar senantiasa diberikan kemudahan dan kesabaran menjalakan usaha bersama ini.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

1. Tuliskanlah pokok-pokok isi dari laporan di atas1
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Adakah yang tidak kamu setujui dari pokok isi laporan tersebut, sebutkan!
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Buatlah dua saran terhadap isi laporan yang tidak kamu setujui tersebut !
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................








STANDAR KOMPETENSI : 2. Berbicara
Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi

KOMPETENSI DASAR : 2.1 Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi

INDIKATOR :
 Mengajukan pertanyaan atau tanggapan dengan menggunakan alasan yang logis.
 Mengemukakan persetujuan atau penolakan dengan alasan yang logis
 Mengajukan pertanyaan dan atau persetujuan dengan menggunakan kata sambung dalam kalimat
 Mengajukan argumentasi yang dapat mendukung atau menentang pendapat pembicara

MATERI

TANGGAPAN DALAM DISKUSI


Memberikan tanggapan, saran, bahkan usul dalam sebuah pertemuan menjadi hal yang biasa dilakukan oleh peserta rapat atau diskusi. Namun dalam memberukan tanggapan hendaknya kita tahu bagaimana harus mengeluarkan pendapat yang baik dalam rapat atau diskusi.
Pertanyaan dalam diskusi yang diajukan hendaknya :
1. sesuai dengan topik diskusi
2. logis, sistematis
3. sampaikan dengan santun
4. pertanyaan tidak menyinggung dan menjatuhkan peserta lain
5.
DISKUSI
Pengertian Diskusi
1. Diskusi adalah pembicaraan ilmiah membahas suatu masalah.
2. Diskusi adalah suatu pertemuan untuk membahas suatu masalah
Unsur- unsur dalam diskusi
1. Moderator / Pemimpin diskusi
2. Penyaji
3. Notulis
4. Peserta
Tugas Pemimpin Diskusi
1. Membuka dan menutup jalannya diskusi
2. Memberi kesempatan pada peserta untuk mengungkapkan pendapat, tanggapan, usul, saran, kritik
3. Mengesahkan hasil keputusan diskusi
Tugas Moderator
1. Membuka diskusi
2. Mengenalkan penyaji dan orang yang terlibat dalam diskusi
3. Mengatur jalannya diskusi
4. Menghidupkan diskusi dari awal sampai akhir diskusi
5. Menengahi adu pendapat antar peserta
6. Berwenang menghentikan atau melanjutkan diskusi jika diskusi menemui jalan buntu
7. Menyampaikan kesimpulan hasil diskusi
Tugas Penyaji/ Pemakalah
1. Membuat makalah
2. Membacakan makalah
3. Menanggapi pertanyaan peserta
Tugas Notulis
Mencatat jalannya diskusi mulai dari awal hingga akhir diskusi.
Catatan notula hendaknya sistematis, mencangkup hal-hal seperti :
a. topik diskusi
b. tempat dan waktu dimulai dan berakhir diskusi
c. berbagai pendapat, pertanyaan, sanggahan, usul, saran
d. kesimpulan diskusi
Tugas Peserta Diskusi
1. Mengikuti jalannya diskusi dengan tertib
2. Mematuhi tata tertib diskusi yang telah disepakati
3. Mengeluarkan pendapat, ususl, saran berkenaan dengan isi diskusi
Memberikan pendapat dalam diskusi
1. Pendapat disampaikan dengan cara dan bahasa yang sopan
2. Penolakan atau persetujuan harus didasarkan pada logis atau tidaknya pendapat yang disampaikan,bukan karena orangnya
3. Pendapat hendaknya disertai bukti, contoh, dan alasan agar diterima peserta lain
4. Jangan mendominasi pembicaraan, berikan peserta lain kesempatan untuk mengemukakan pendapat
5. Jauhkan rasa dendam atau sakit hati terhadap peserta yang menolak pendapat kita
Menyampaikan sanggahan
1. Objek (bagian pembicaraan) yang kita sanggah jelas
2. Alasan dan bukti logis
3. Sampaikan pendapat kita sebagai imbangan bagi pernyataan pembicara yang kita tentang
4. Bersikap dan berbahasa yang santun (tidak emosional)
5. Bersikap objektif
Jika terjadi adu pendapat dalam diskusi
1. Sikap moderator
moderator harus tetap mengendalikan secara langsung lalu lintas pembicaraan, jangan sampai peerta diskusi menyampaikan pendapat tanpa melalui moderator. Kesempatan berpendapat harus diberikan secara adil, merata, dan seimbang kepada segenap peserta. Moderator berhak menegur, bahkan menghnetikan eserta yang menyampaikan pendapat secara bertele-tele menyimpang dari pokok permasalahan

2. Sikap Notulis
dalam keadaan apapun notulis harus tetap bersikap aktif engikuti jalannya diskusi dan adu pendapat. Dengan demikian notulis harus memahami alur pemikiran yang disampaikan oleh kedua belah pihak, dan tetap mempertahankan sikap objektif (tidak memihak). Catat hal-hal yang penting, hingga akhir/kesimpulan perdebatan.

Tagihan 1
Jawablah pertanyaan di bawah ini !

1. Tugas moderator dalam pelaksanaan diskusi adalah........
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Tuliskanlah kewajiban peserta diskusi !
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Saudara-saudara, marilah kita mulai berdiskusi.Dalam diskusi kali ini kita akan membahas masalah Peran Pelajar dalam Mewujudkan Sekolah sebagai Masyarakat Belajar. Namun, sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit biodata penyajimakalah.
kalimat di atas diucapkan oleh…...............................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
4. Nama lengkapnya Natasha Annisa. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 13 Oktober1994. Beliau adalah salah satu artis cilik yang menjadi duta buku di Indonesia
kalimat di atas berisi…..............................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Siapakah yang bertanggung jawab terhadap tertibnya diskusi ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Tagihan 2

Dalam sebuah diskusi bertemakan menentukan “tema” drama sastra Sandyakala ning Majapahit karya Sanusi Pane, salah seorang peserta berpendapat bahwa tema drama tersebut adalah kebenaran dan keadilan tidak selalu menang. Buktinya, Damarwulan, tokoh yang melambangkan kebenaran dan keadilan, dikalahkan oleh Punggawa dan Menteri yang melambangkan kebatilan dan kemaksiatan yang sangat iri kepada Damawulan. Peserta lain berpendapat bahwa temanya adalah kelemahan ratu yang membiarkan para pejabatnya menyeleweng dan berbuat sewenang-wenang. Buktinya, yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada Damarwulan mestinya sang ratu, Dewi Suhita.Kenyataannya malah menterinya. Kalau kepala negara lemah seperti itu, akan hancurlah negaranya.
Jika kita harus menyampaikan pendapat yang meyakinkan orang lain berdasarkan pendapat dua peserta di atas, buatlah kalimat pendapat kita yang mengandung alasan yang logis !
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................





STANDAR KOMPETENSI : 2. Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi
KOMPETENSI DASAR : 2.2 Menyampaikan intisari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam diskusi
INDIKATOR :
• Mencatat hal-hal yang menarik atau yang mengagumkan dalam isi buku tentang biografi tokoh terkenal
• Menyampaikan hal-hal yang menarik atau yang mengagumkan tentang isi buku mengenai penyajian bahasa
• Memberikan komentar terhadap isi penyampaian teman.
MATERI
:
BIOGRAFI dan OTOBIOGRAFI

Pernahkah kamu membaca riwayat perjuangan seorang tokoh terkenal, misalnya riwayat perjuangan Jenderal Soedirman? Beragam tanggapan yang dapat kita ungkapkan setelah membaca riwayat perjuangan tokoh tersebut.
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut. Atau dalam arti lain biografi adalah hasil tulisan seseorang mengenai seorang riwayat hidup tokoh tersebut yang ditulis orang lain.
Sedangkan tulisan yang ditulis oleh tokoh itu sendiri dinamakan otobiografi
Biografi memuat seorang tokoh. Mengapa dibuat biografi?
Ada beberapa alasan mengapa seseorang itu layak dibuatkan biografinya.
1. seseorang itu adalah tokoh terkenal
2. berjasa bagi kehidupan manusia
3. hidupnya dapat menjadi contoh dan teladan masyarakat
4. perjuangannya merupakan motivasi orang lain untuk mengikuti jejaknya
5. mempunyai karya yang monumental dan layak dikenal
hal-hal yang ditulis dalam biografi antara lain :
1. nama tokoh lengkap
2. nama panggilan atau julukan
3. tempat tanggal lahir/ riwayat kelahiran
4. riwayat pendidikan
5. riwayat perjuangan, pekerjaan, profesi
6. penghargaan yang telah diperoleh
7. kelebihan dan kekurangan tokoh
8. riwayat keluarga

Tokoh yang akan ditulis biografinya bisa saja tokoh tersebut masih hidup. Misalnya biografi dari pelawak, presenter Tukul Arwana. Karena perjuangannya menaklukkan panggung hiburan tanah air, maka ia layak dibuatkan biografinya. Semangat dan perjuangan hidupnya yang berangkat dari orang desa atau istilah Tukul ‘Wong Ndeso’ mampu membuat seseorang untuk bangkit dan mencapai cita-citanya walau penuh rintangan.
Namun untuk membuat biografi tokoh yang masih hidup harus diperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Bahasa dan gaya penulisan
Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang santun, bertanggung jawab, netral serta dengan gaya yang tidak berpihak. Apa yang ditemukan dan hasil penelusuran itulah yang ditulis. Gaya penulisan harus netral, sesuai dengan apa yang ada,menghindari unsur subjektifitas atau provokasi yang dapat melambungkan si tokoh, sehingga keakuratannya diragukan
2. Narasumber langsung atau terpercaya
Carilah sumber dan narasumber yang terpercaya sehingga keakuratan data dapat terjamin. Misalnya buku-buku referensi tokoh, artikel tentang tokoh.
3. Subjek menjadi Narasumber
Bila subjek menjadi narasumber lakukan pendekatan yang simpatik tanpa kesan menggurui dan usahakan kita ada waktu untuk mengikuti segala aktifitasnya selama waktu yang kita butuhkan, tanpa mengganggu aktifitasnya dan tidak ada kesan penguntitan subjek.
4. Menghormati privasi
Walaupun kita melakukan upaya untuk mengikuti aktifitas subjek, lakukan tanpa mengganggu privatisasi sehingga subjek merasa aman.Hal yang diminta untuk tidak ditulis usahakan hormati privasi subjek.

Tagihan 1
Jawablah pertanyaan di bawa ini !

1. Tuliskan beberapa alasan mengapa seseorang dituliskan biografinya ................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Adakah manfaat yang dapat kita rasakan setelah kita membaca biografi tokoh ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Tuliskan hal-hal apa saja yang ditulis dalam sebuah biografi ?
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Apa saja yang harus kita perhatikan bila kita ingin menulis biografi tokoh yang msih hidup?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Dari mana saja keterangan tentang tokoh dapat kita peroleh ?
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2

Bacalah riwayat hidup singkat Soekarno PresidenRepublik Indonesia I
Presiden Soekarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB).Iaberhasilmeraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". (Dari Berbagai Sumber)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Siapakah Soekarno itu ?
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. hal-hal apa saja yang menarik dan istimewa dari Soekarno ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Tulislah riwayat singkat Presiden Soekarno dengan bahasamu sendiri !
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................











STANDAR KOMPETENSI : 3. Membaca
Memahami artikel dan teks pidato
KOMPETENSI DASAR : 3.1 Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel melalui kegiatan membaca intensif
INDIKATOR :
• Menemukan ide pokok tiap paragraf
• Menemukan kalimat pendukung ide pokok
• Menemukan masalah dalam artikel
• Membahas ide pokok dan rangkuman isi artikel yang telah dibuat

MATERI
IDE POKOK dalam PARAGRAF

Aktifitas membaca merupakan aktifitas yang diyakini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan seseorang, dengan membaca seseorang akan tahu banyak hal. Di negara maju seprti Jepang terlihat kesibukan aktifitas membaca di semua ruang dan tempat. Kita dapat menjumpai sekelompok orang yang berkumpul di taman dengan bacaan masing-masing. Bahkan di dalam kereta apa yang melaju semisal Shin Kansen pun mereka tetap asyik membaca tanpa peduli kebisingan dan hiruk-pikik dunia luar.
Untuk membaca dibutuhkan konsentrasi terhadap isi bacaan. Bacaan yang kita baca memuat ide – ide pokok dalam satu paragraf penulis akan menempatkan satu ide pokok yang disebut juga pikiran utama. Pikiran utama ini memuat kalimat utama. Untuk menentukan mana ide pokok dalam paragraf atau bacaan kita mencari kalimat yang sering muncul dalam bacaan.
Bacaan atau wacana terdiri dari beberapa paragraf yang membentuk kesatuan. Setiap paragraf memiliki satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :
• Kalimat Pokok
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
• Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.
Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik
a. Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan
tulisan.
b. Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.

Tagihan 1

Baca dan cermati artikel berikut !

Ketika Pulau Batu Puteh Diperebutkan
Oleh I Made Andi Arsana

Sengketa perebutan pulau nampaknya menjadi kasus yang populer belakangan ini. Tahun ini Mahkamah Internasional (International Court of Justice, ICJ) juga memutuskan kasus sengketa pulau yaitu antara Nicaragua dan Honduras dan kasus antara Nicaragua dan Colombia. Bulan lalu, giliran Malaysia berhadapan dengan Singapura untuk menyelesaikan sengketa kepemilikan Pulau Batu Puteh (atau Pedra Branca), Middle Rocks, dan South Ledge. Ketiga pulau/karang ini sudah menjadi sengketa selama kurang lebih 28 tahun. Kedua negara sepakat membawa kasus ini ke ICJ setelah negosiasi bilateral menemui jalan buntu.
Bagi masyarakat Indonesia, sengketa pulau ini tentu saja mengingatkan sebuah cerita tidak menyenangkan lima tahun lalu. Indonesia tidak berhasil meyakinkan ICJ akan kepemilikannya atas Sipadan dan Ligitan sehingga kedua pulau itu akhirnya menjadi milik Malaysia. Meskipun ini bisa dicatat sebagai rapor merah diplomasi Indonesia, harus dipahami bahwa Indonesia sesungguhnya tidak pernah kehilangan pulau. Sipadan dan Ligitan adalah dua pulau tak bertuan yang akhirnya berhasil dimiliki oleh Malaysia setelah kedua negara sama-sama menyatakan klaimnya.
Pulau Batu Puteh terletak di sebelah timur Singapura sejauh lebih kurang 45 km. Pulau ini berada pada koordinat 19' 48" LU dan 104 24' 28" BT sejauh 14 km di sebelah selatan Malaysia dan sekitar 13 km di sebelah utara Pulau Bintan (Indonesia). Sengketa atas pulau ini merupakan salah satu alasan belum disepakatinya batas maritim antara Indonesia, Malaysia dan Singapura di perairan sekitar pulau tersebut
Sementara itu, Singapura telah mengoperasikan mercusuar Horsburgh di pulau tersebut sejak 1851 ketika Inggris masih berkuasa di kawasan itu. Meski demikian, keberadaan mercusuar itu nampaknya tidak secara otomatis membuat kedaulatan atas pulau tersebut ada pada Singapura. Dibawanya kasus ini ke ICJ mengindikasikan hal ini.
Selama proses dengar pendapat (hearing) di ICJ, Malaysia dan Singapura sama-sama mengemukakan argumen untuk meyakinkan mahkamah. Keduanya menegaskan kepemilikannya atas ketiga pulau/karang tersebut berdasarkan rantai kepemilikan (chain of title) yang didukung cerita turun temurun dan juga penguasaan efektif (effective occupation).
Dalam pandangan Singapura, adanya mercusuar yang dikelola Singapura merupakan indikasi adanya penguasaan efektif atas pulau tersebut yang secara teoritis menguatkan klaim Singapura. Meski demikian, Malaysia sendiri menyangkal hal ini karena pendirian mercusuar di pulau tersebut adalah atas ijin dari Malaysia (Johor) sebagai pemilik pulau tersebut. Menurut Malaysia, keberadaan mercusuar sama sekali tidak terkait kedaulatan melainkan murni untuk kepentingan navigasi. Dengan kata lain, kepemilikan pulau tersebut sudah jelas sebelum didirikannya mercusuar. Pembaca dapat menyimak argumentasi masing-masing negara yang didokumentasikan secara rapi di website ICJ, http://www.icj-cij.org/.
Sementara itu, Indonesia sesungguhnya tidak terkait langsung dengan sengketa kepemilikan pulau ini. Meski demikian, keputusan atas kasus ini akan bepengaruh bagi Indonesia sebagai tetangga terdekat. Hal ini terutama karena Indonesia sendiri belum menuntaskan penetapan dan penegasan batas maritim dengan kedua negara tersebut di sekitar kawasan sengketa. Keputusan ini akan mempengaruhi masa depan perundingan batas maritim antara ketiga negara.
Indonesia sudah menyepakati batas landas kontinen (dasar laut) dengan Malaysia tahun 1969 dan batas laut territorial tahun 1973 dengan Singapura. Batas maritim ini masih belum tuntas untuk kawasan sekitar Pulau Batu Puteh yang memerlukan negosiasi lanjutan. Titik awal garis batas dengan Malaysia (P11 pada Gambar 1) berada pada koordinat 01コ 23'.9 LU dan 104コ 29'.5 BT, lebih kurang 12 km di timur laut Pulau Batu Puteh. Garis batas ini mengarah ke utara menuju Laut China Selatan. Sedangkan ujung timur garis batas maritim antara Indonesia dan Singapura (P6 pada Gambar 1) berada di koordinat 01コ 16' 10",2 LU dan 104コ 02' 00",0 BT, sekitar 42 km di sebelah barat daya Pulau Batu Puteh.
Nampak bahwa kedua garis batas maritim tersebut di atas masih belum tuntas karena ketidakjelasan kepemilikan (kedaulatan) atas Pulau Batu Puteh, Middle Rock dan South Ledge. Oleh karena itu, keputusan perihal kepemilikan ketiga pulau/karang tersebut akan sangat menentukan. Kejelasan kepemilikian pulau tersebut akan berpengaruh pada negosiasi batas maritim di masa depan. Strategi yang dipakai Indonesia untuk menghadapi Malaysia tentu akan berbeda dengan strategi untuk menghadapi Singapura.
Siapapun yang akan berhak atas pulau/karang tersebut, perlu diingat bahwa pulau/karang tersebut, menurut Konvensi PBB tentang Humul Laut (UNCLOS 1982), berhak mengklaim yurisdiksi maritim termasuk landas kontinen hingga 350 mil laut (setara 648 km) atau lebih. Hal ini tentu saja merupakan salah satu pertimbangan dalam negosiasi batas maritim di masa depan.
Negara manapun yang akan memiliki pulau itu, ketiga negara bertetangga ini perlu suatu ketika duduk bersama untuk menentukan titik temu tiga (tri-junction point) yang merupakan pertemuan antara garis batas antara ketiga negara. Di saat inilah trilateral negotiation akan memegang perangan yang sangat menentukan.
Secara umum, kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian kasus kepemilikan Pulau Batu Puteh, Middle Rock, dan South Ledge antara Malaysia dan Singapura juga merupakan faktor penting untuk mempercepat penyelesaian sengketa batas maritim antara Indonesia, Malaysia dan Singapura. Bagi Indonesia, penyelesaian kasus ini menjadi pemicu positif penyelesaian delimitasi batas maritim dengan sepuluh negara tetangga. Dengan tuntasnya elimitasi batas maritim, hak dan kewajiban terkait pengelolaan laut tentunya menjadi lebih jelas sehingga konflik maritim internasional bisa dikurangi.
Kini dunia sedang menunggu penyelesaian kasus ini oleh ICJ. Akankah Malaysia mengulang suksesnya seperti Sipadan dan Ligitan lima tahun lalu? Mari kita lihat sambil bersiap-siap untuk merundingkan batas maritim dengan Malaysia maupun Singapura.
(Penulis adalah staff pada Universitas Gadjah Mada. e-mail: madeandi at gadjahmada.edu)
1. Apa yang dibahas dalam teks di atas?
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Mengapa Pulau Batu Puteh menjadi sengketa?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Mengapa sengketa Pulau Batu Puteh mengingatkan Indonesia akan luka lama dengan Malaysia?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Sengketa Pulau Batu Puteh menjadi salah satu alasan belum disepakatinya............
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Apabila penyelesaian kepemilikan Pulau Batu Puteh dapat diselesaikan apa saja keuntungan yang dapat diperoleh oleh negara kita ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................




STANDAR KOMPETENSI : 3. Mendengarkan
Memahami artikel dan teks pidato
KOMPETENSI DASAR : 3.2 Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat
INDIKATOR :
• Menandai bagian-bagian yang merupakan informasi penting
• Menandai bagian-bagian yang merupakan informasi pendukung
• Membacakan teks pidato dengan intonasi dan ekspresi yang tepat
• Menanggapi pembacaan teks pidato
MATERI

PIDATO
Pidato adalah penyampaian secara lisan informasi atau suatu pengetahuan kepada khalayak ramai. :
Teknik Pidato
1.Teknik hapalan
Adalah Teknik menghapal naskah yang sudah jadi
2.Teknik membaca
Adalah teknik membaca naskah yang sudah jadi
3.Teknik serta merta (impromtu)
Adalah pidato tanpa persiapan
4.Teknik kerangka
Adalah membuat pokok-pokok pidato dan menjabarkan dengan bahasa sendiri
Bagian dalam naskah pidato
1. pendahuluan
a. salam
b. sapaan
c. pujian
d. ucapan terima kasih pada audience
e. kemukan tema pidato
2. Isi pidato
a. hubungan tema dengan judul
b. contoh-contoh dari aplikasi tema
3. Penutup
a. kesimpulan, ajakan
b. saran/kritik
c. ucapan terima ksaih
d. permohonan maaf
e. salam
Berpidato yang baik
1. Bahan yang kita sampaikan harus menarik sesuai dengan sikon, keadaan sosial ekonomi, tingkat pendidikan pendengar
2. Bahan pidato harus kita kuasai sehingga kita dapat membaakan dengan baik, lancar, dan mudah
3. Perhatikan penamilan, cara berpakaian sehingga nyaman
4. Suara harus jelas dan terdengar oleh semua pendegar yang hadir
5. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, dimengerti
6. Nada suara teratur dan baik dengan penekanan ada bagian-bagian yang penting
7. Bawakan piadto dengan penuh semangat dan wibawa
8. Selipkan kalimat-kalimat jenaka atau humor
9. Pandangan mata harus tertuju kepada pendengar
10. Uraian jangan terlalu bertele-tele, berbelit-belit
11. Bawakan pidato dengan berdiri tapi tidak kaku


Contoh teks pidato
SUMPAH PEMUDA

Assalammualaikum wr.wb
Yang terhormat Bpk H.Bakri.Siknun M.M selaku kepala sekolah SMA YAPENDA,
Yang terhormat Bapa dan Ibu guru SMA Yappenda,
Yang terhormat ibu Seni Asiati selaku pembina dan pembimbing kami,
Dan siswa-siswi SMA YAPPENDA yang saya sayangin,
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang luar biasa kepada kita sehingga kita dapat melakukan aktifitas seperti biasa
Dalam kesempatan ini saya Robiyatul ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada pihak yang telah membantu menyelenggarakan kegitan ini, dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yaitu hari Sumpah Pemuda.
Kita ketahui bulan bahasa adalah identik dengan peringatan hari sumpah pemuda di mana kita selalu menjunjung tinggi bahasa yang satu yaitu Bahasa Indonesia.
Oleh karena itu peristiwa penting ini perlu kita peringati dengan penuh keikhlasan. Memperingati peristiwa sumpah pemuda artinya kita menghayati makna sumpah pemuda sepenuhnya, salah satunya bagaimana kita menggunakan bahasa yang baik dalam kehidupan sehari-hari demi pembangunan bangsa.
Tujun pokok yang kita dapat dari memaknai sumpah pemuda yaitu menumbuhkan sikap dari positif terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di segenap lapisan masyarakat demi menjunjung tinggi bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia.
Untuk itu marilah kita bersama-sama menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai generasi muda, kita tidak boleh menggunakan bahasa dengan seenaknya dan dengan semangat muda, mari kita tanamkan rasa mandiri dan disiplin, bertanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan ini.
Demikinlah pidato yang dapat saya sampaikan ini mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua, saya mohon maaf apabila ada salah kata yang saya ucapan dan tidak berkenan di hati para hadirin .
Wassalammualaikum wr.wb



Tagihan 1
1. Informasi penting dari teks pidato di atas adalah......................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Informasi pendukung dari teks pidato di atas adalah.......................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Saat acara perpisahan perpisahan kelas XII tiba-tiba saja Pak Raynaldi Krista diminta untuk memberikan sambutan ketua panitia karena yang bersangkutan berhalangan hadir.
Metode berpidato yang digunakan Pak Raynaldi Krista adalah metode….....................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2
1. Bekerjalah dengan kelompokmu, buatlah satu naskah pidato bertemakan pendidikan.

2. Pilihlah seorang dari kelompokmu untuk membacakan teks pidato tersebut di depan kelas.
3. Kelompok lain menanggapi pembacaan pidato yang dibawakan oleh rekannya.

Pedoman penskoran :

No Aspek Deskripsi 1 2 3 4
1 Tema Isi pidato sesuai dengan tema
2 Intonasi Apakah tinggi rendahnya jeda, nada, tekanan jelas dan dimengerti oleh pendengar
3 Lafal Apakah setiap kata dapat dilafalkan dengan jelas?
4 Kelancaran Apakah pidato dibaca dengan lancar?
5 Ekspresi Apakah pembaca menguasai isi pidato
Skor Maksimal 20

Kriteria Penilaian
1 = kurang 3 = baik
2 = cukup 4 = sangat baik

Skor Perolehan
Nilai Akhir = -------------------- x Skor Ideal (100) Skor Maksimal



































STANDAR KOMPETENSI : 4. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4. 1 Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur- unsur dan struktur
INDIKATOR :
• Mengidentifikasi unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan
• Menyusun surat lamaran pekerjaan
• Memperbaiki surat dari segi struktur, diksi, kejelasan kalimat, dan penggunaanEYD
MATERI

SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Pengertian » permohonan untuk bekerja pada suatu tempat.
Memuat:
identitas diri (nama lengkap, umur atau tempat dan tanggal lahir, alamat)
jabatan yang diinginkan
kualifikasi (pendidikan, keahlian, atau pengalaman)

Struktur Surat Lamaran Pekerjaan

Tempat, Tanggal surat
Hal
Lampiran

:

Tujuan
Salam Pembuka
Paragraf pembuka
Paragraf isi
Paragraf penutup
Salam penutup

Tanda tanggan

Nama Pengirim

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan :
Bentuk surat Ü resmi.
Bahasa Ü baik dan benar.
Ditulis tangan Ü kertas folio bergaris;
ditik Ü kertas HVS ukuran kuarto atau folio.
Tulisan Ü bersih, mudah dibaca, sesuai EYD.
Bagian-bagiannya lengkap Ü hal, tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, nama terang.
Alamat sesuai Ü ke kotak pos, ke biro iklan.
Hal-hal yang perlu dilampirkan
 Daftar riwayat hidup (Curiculum Vitae-CV).
 Fotokopi ijazah terakhir.
 Sertifikat-sertifikat.
 Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB).
 Surat keterangan pengalaman kerja.
 Surat keterangan berbadan sehat (jika diminta).
 Fotokopi KTP/SIM (jika diminta).
 Pasfoto.



Surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan :
1. Iklan, contoh pembukanya sbb.:
• Berdasarkan iklan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 22 Juli 2007 mengenai lowongan pekerjaan sebagai tenaga administrasi, saya yang bertanda tangan di bawah ini :(dianjurkan)
• Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Kompas, tanggal 22 Juli ,mengenai lowongan pekerjaan sebagai tenaga administrasi, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
• Dalam harian… tanggal… saya telah membaca iklan yang menyatakan bahwa PT… membutuhkan… Berkenaan dengan hal tersebut, maka saya :
• Memenuhi iklan Bapak/Ibu dalam harian…mengenai keperluan tenaga…, maka saya :
2. Pengumuman resmi dari instansi yang membutuhkan tenaga, contoh
pembukanya sbb.:
Berkenaan dengan pengumuman nomor ........... tanggal…........ tentang penerimaan karyawan PT…, maka saya yang bertanda tangan di bawah ini:
nama : ……
alamat : ……
3. Permohonan instansi kepada kepala sekolah, contoh pembukanya sbb.:
Setelah mendapat informasi dari kepala sekolah tentang permohonan tenaga kerja…
4. Informasi seseorang, pembukanya sbb.:
Menurut informasi dari Bapak…, perusahaan Bapak/Ibumembutuhkan seorang…. Sehubungan dengan hal tersebut…
5. Inisiatif sendiri, pembukanya sbb.:
Yang bertanda tangan di bawah ini :
nama :
tempat/tanggal lahir :
Dengan ini mengajukan permohonan untuk mengajukan lamaran pekerjaan sebagai karyawan di perusahaan yang Bapak pimpin (nama perusahaan)

Contoh Surat lamaran pekerjaan :
Bogor,23 Juli 2007


Perihal : Lamaran pekerjaan
Lampiran : Satu berkas

Yth. Pemasang Iklan Harian Kompas
PO BOX 1301
Jakarta

Dengan hormat,
Berdasarkan iklan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 22 Juli 2007, mengenai lowongan pekerjaan sebagai tenaga administrasi. Saya yang bertanda tangan di bawah ini
nama :
tempat/tanggal lahir :
pendidikan :
alamat :
Dengan ini mengajukan permohonan untuk mengisi lowongan tersebut.
Sebagai bahan pertimbangan, saya melampirkan:
1. 1 lembar fotokopi daftar riwayat hidup
2. 1 lembar fotokopi KTP DKI
3. 1 lembar fotokopi ijazah terakhir
4. 1 lembar fotokopi surat keterangan kelakuan baik dari Polres Jakarta Utara
5. 2 lembar pasfoto berukuran

Demikian surat lamaran ini saya sampaikan dengan harapan Bapak berkenan mempertimbangkannya. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih Hormat saya,

M. Rezanesa Descarian
SURAT BALASAN LAMARAN PEKERJAAN

Jenisnya:
1. Panggilan/diterima
2. Penolakan

Panggilan, isinya:
Kapan harus hadir, di mana, menemui siapa, apa keperluannya/maksudnya,
kelengkapan apa yang musti dibawa.

Penolakan Isinya:
1. Ucapan terima kasih atas kiriman surat lamaran.
2. Penyesalan karena belum dapat menerima.
3. Alasan penolakan.
4. Harapan yang membesarkan hati.
Yang harus diperhatikan ketika kita membuat surat penolakan :

- Gunakan kata–kata yang tidak menyinggung perasaan.
- Ungkapan penolakan lebih terasa halus jika didahului kata maaf, mohon maaf, atau dengan sangat menyesal.
- Hindari penggunaan kata ditolak/tidak diterima, ganti dengan yang konotasinya lebih halus: belum dapat kami penuhi, lowongan telah terisi, Anda terlambat mengajukan lamaran, belum ada formasi yang cocok bagi Anda.


Contoh Surat Panggilan Kerja :


PT NIRWANA LESTARI
Jl. Purnawarman No. 15 Bogor

30 Juli 2007
No. : 089/PT-NL/VII/07
Lampiran : -
Perihal : Panggilan

Yth. Sdr. M. Rezanesa Descarian
Jl. Nanas No. 27
Bogor
Dengan hormat,
Setelah kami mempertimbangkan lamaran Saudara, maka kami beritahukan bahwa Saudara diterima sebagai karyawan di perusahaan kami.Untuk pembicaraan selanjutnya, kami mengharap kehadiran Saudara di kantor pada:
hari /tanggal : Senin 5 Agustus 2007
waktu : 09.00 Wib
menemui : bagian personalia

Pada kesempatan tersebut diharapkan Saudara membawa:
1. ijazah asli
2. ktp yang berlaku
3. surat kererangan kesehatan
4. surat keterangan dari kepolisian
Kami menanti kedatangan Saudara.

Hormat kami,


Dra. Ines Soraya, M.M






Contoh Surat Penolakan


PT NIRWANA LESTARI
Jln. Purnawarman No. 15 Bogor
30 Juli 2007
No. : 089/3/06
Lampiran : -
Perihal : Lamaran Pekerjaan

Yth. Sdr. Maulida Meilani
Jln. Nanas No. 27
Bogor


Dengan hormat,
Kami mengucapkan terima kasih atas
surat lamaran Saudara tanggal 23 Juli 2007. Namun dengan sangat menyesal,
kami belum dapat memenuhi harapan Saudara karena lowongan telah terisi.
Mudah-mudahan pada waktu mendatang Saudara akan memperoleh kesempatan
Hormat kami,


Dra. Natasha Anissa G
Kepala Bagian


Tagihan 1

1. PT Arta Persada Raksa
Jl. Melawai Raya 21 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Lokasi RT 02 RW 01 Membutuhkan tenaga sekretaris dengan kriteria:
(1) Usia antara 20 s.d. 25 tahun
(2) Tamatan SMK
(3) Bersertifikat komputer
Kirim lamaran segera lewat PO BOX 212 JKS
Fak 021 74321 E-mail www.pt.apr.com

Berdasarkan iklan di atas, alamat yang tepat pada surat lamaran ialah…......................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
2. Perhatikan ilustrasi berikut!
Karena saya merasa telah memenuhi semua persyaratan, besar harapan saya untuk diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Penggalan surat lamaran tsb.Berisi.................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
3. Perhatikan penggalan surat lamaran berikut!
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, pasfoto dan contoh-contoh desain yang saya buat.

Hormat saya,

Adelina Rahmi
Penggalan surat lamaran pekerjaan di atas termasuk bagian...........................................
.........................................................................................................................................




Tagihan 2

Betulkan penulisan surat lamaran pekerjaan berikut, ejaan, tanda baca, kata, maupun kalimat !
1. Demikian surat lamaran ini saya sampaikan. Saya berharap Bapak dapat menerima saya sebagai karyawan di perusahaan Bapak. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
2. Yth. Pemasang iklan harian Republika
Jalan Raden Intan No.1
Jakarta
3. Demikian surat panggilan kerja ini kami sampaikan dengan sungguh-sungguh. Jika Saudara tidak datang pada waktunya, maka kami akan memberikan sanksi akademis. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Tagihan 3
Tulislah surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan lowongan pekerjaan berikut !
Lowongan Kerja
Post: 04/01/08
PT Bonet Utama – Internet Service Provider pertama di Kota Bogor membutuhkan segera:
WEB PROGRAMMER (kode: WP)
Deskripsi Pekerjaan:
Mengembangkan aplikasi/web yang sedang dan direncanakan untuk dibangun oleh perusahaan.
Kualifikasi:
1. Pria/Wanita usia 20 – 25 tahun
2. Pendidikan minimal SMK TI atau Diploma TI
3. Menguasai bahasa pemrograman, seperti: PHP/ASP
4. Menguasai konsep & implementasi struktur database
5. Menguasai salah satu aplikasi database, seperti: MySQL, SQL Server, atau lainnya
6. Dapat bekerjasama dalam tim maupun individual
7. Jujur, fast learner dan pekerja keras
8. Untuk dipertimbangkan, portfolio disertakan pada saat mengirim lamaran melalui e-mail/pos

Lamaran lengkap + portofolio paling lambat 15 Januari 2008 dikirim melalui pos/e-mail ke:
PT Bonet Utama
Internet Service Provider

Jl. Raya Pajajaran 88 F Bogor 16153
e-mail ke: hrd@bonet.co.id

Tempat mengerjakan :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………



STANDAR KOMPETENSI : 4. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4.2 Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku
INDIKATOR :
• Mengidentifikasi struktur surat dinas
• Menentukan komponen-komponen surat undangan rapat
• Menulis surat undangan
• Menyunting surat undangan dengan memperhatikan penggunaan EyD, diksi,
dan bahasa
MATERI
SURAT DINAS
Pernahkah kamu mengirim atau menerima surat? Walaupun sekarang perannya sudah tergantikan oleh maraknya penggunaan handphone dan teknologi internet berupa mail, namun keberadaan surat masih dirasa penting. Apalagi dalam urusan resmi yang membutuhkan dokumentasi secara tertulis. Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi tertulis pada pihak lain
Surat elektronik (disingkat ratel atau surel atau surat-e) atau pos elektronik (disingkat pos-el) atau nama umumnya dalam bahasa Inggris "e-mail atau email" (ejaan Indonesia: imel) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur internet.
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman
Surat dinas adalah surat yang digunakan dalam suatu instansi atau lembaga untuk keperluan kedinasan atau pekerjaan.
Surat dinas meliputi:
1. Surat dinas biasa
2. Nota dinas
3. Memo
4. Surat kawat
5. Surat pengantar
6. Surat edaran
7. Surat undangan
8. Surat perintah
9. Surat pengumuman
10. Surat Keputusan
11. Laporan

Fungsi surat dinas
1. alat bukti tertulis
2. alat pengingat, misalnya surat-surat yang diarsipkan.
3. sebagai bukti historis
4. sebagai pedoman kerja

Bagian-bagian surat dinas :
1. kepala surat
2. tanggal surat
3. nomor surat
4. lampiran
5. hal atau perihal
6. alamat surat
7. salam pembuka
8. tubuh atau isi surat
9. salam penutup
10. tanda tangan
11. nama
12. tembusan
13. inisial
Menulis surat dinas berbentuk surat undangan harus memperhatikan hal-hal berikut:
a. tetapkan maksud surat
b. tetapkan urutan penguraian surat
c. hindari penggunaan singkatan
d. perhatikan bentuk surat dan penulisan bagian-bagiannya
e. perhatikan penulisan ejaan, tanda baca, dan penyusunan kalimat.
f. Perhatikan waktu, tempat, acara, dan hal yang penting dari isi surat.
g. Bila diperlukan tembusan , tulis berdasarkan urutan

contoh surat undangan resmi

ORGANISASI INTRA SEKOLAH (OSIS
SMA YAPPENDA
Jalan Swasmbada Timur V No. 10 Jakarta Utara
11 Januari 2008
No : 10/OSIS-YPD/I/08
Lampiran : -
Hal : undangan rapat

Yth. Bapak dan Ibu Pembina Ekstrakurikuler
Di tempat

Dengan hormat,
Kami mengharapkan kehadiran Bapak dan Ibu Pembina Ekstrakurikuler untuk dapat hadir pada rapat koordinasi pembina ekstrakurikule yang akan dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : 15 Januari 2008
Waktu : Pukul 13.00 Wib s.d. selesai
Tempat : Ruang serba guna SMA Yappenda
Demikian atas perhatian serta kehadiran Bapak dan Ibu Pembina Ekstrakuriler, kami ucapkan terima kasih.

Ketua OSIS Sekretaris



M. Ilham Syahputra Prita Salsabilla

Mengetahui
Kepala SMA Yappenda Pembina OSIS



Dra. M. Bakri Siknun. M.M Dra. Faridawani
NIP. 132 061 242


Tagihan 1

1. Apakah yang disebut dengan surat resmi.........................................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Mengapa surat fungsinya masih tidak tergantikan dengan surat elektronik?
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Apa sajakah yang harus ada dalam kepala surat ?............................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
4. Jelaskan fungsi surat sebagai pedoman kerja ! ...............................................................
.........................................................................................................................................
5. Tuliskan sistematika surat dinas!
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Tagihan 2

Sekolahmu akan mengadakan Pentas Seni untuk merayakan hari ulang tahun sekolah yang ke-25 tahun. Untuk itu panitia Pentas Seni mengirim surat undangan ke beberapa sekolah-sekolah untuk datang pada acara pentas Seni tersebut yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2008.
Buatlah surat undangnya yang ditujukan untuk pengurus OSIS sekolah yang diundang.

...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Nilai Paraf
Kelas/ Semester XII/ I Guru Orang Tua
Waktu 90 menit

I. Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Sebutkan pengertian pidato !
Jawab :
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. sebagai peserta diskusi dan pendengar yang baik, apa yang harus kita lakukan?
Jawab :
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
4. Hal-hal apa saja yang ahrus diperhatikan bila kita hendak menyampakan laporan!
Jawab :
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Apakah maskudnya santu berdiskusi tersebut?
Jawab :
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
6. Bagaimanakah seharusnya surat balasan penolakan lamaran pekerjaan tersebut !
Jawab :
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
7. Bagaimanakah seharusnya sikap pemimpin diskusi yang baik! Jelaskan !
Jawab :
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
8. buatlah contoh kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan dari sebuah harian ibukota!
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
9. Jelaskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan bila kita akan menulis biografi dari tokoh yang masih hidup!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
10. Adakah syarat seseorang bisa dibuatkan biografinya?
Jawab :
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

II. Perbaikilah teks pidato berikut ini !

Assalamualaikum Wr.Wb.
Yang terhormat Bapak H.Bakri Siknun M.M selaku kepala sekolah SMA YAPPENDA.
Yang terhormat Ibu Seni Asiati selaku pembina dan pembimbing kami.
Dan Siswa-siswi SMA YAPPENDA yang saya sayangin
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan hidayah yang luar biasa besarnya pada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul dalam acara perpisahan kelas Xll.
Dalam kesempatan ini saya Siti Yuliana mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Ibu dan Bapak guru yang telah membina dan membimbing kami sehingga kami semua dapat lulus dan memperoleh nilai yang memuaskan.Serta teman-teman saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya selama ini.
Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada para hadirin s,dalam acara perpisahan ini bukan berarti putusnya tali silahturahmi antara siswa dan guru.Semua dapat di meraih cita-cita yang kita inginkan selama ini untuk itu jangan melupakan jasa-jasa Ibu dan Bapak guru dan perjuangan yang kita peroleh unuk menjadikan motivasi ke depan pada teman-teman sekalian.
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan pidato yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua,kurang lebihnya saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah dan saya ucapkan banyak-banyak terima kasih yang tidak berkenan di hati para hadirin sekalian.
Wassalammualaikum Wr. Wb.

Tempat mengerjakan :
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



III. Berilah tanda ( X ) pada huruf a,b,c,d,aatau e di depan jawaban yang tepat !

Cermati teks berikut !
Pada tahun 1984 Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras. Hal ini berarti harga beras relatif terjangkau oleh masyarakat, Meningkatnya ketersediaan beras, pendapatan penduduk, dan sistem nilai sosial pada beras telah mengarahkan pola konsumsi pangan pokok pada beras. Karena itu, diperlukan upaya-upaya penganekaragaman pangan pokok untuk mengurangi ketergantungan pada beras, sekaligus mempertahankan swasembada beras, serta meningkat-kan mutu gizi pangan penduduk.
Upaya penganekaragaman pangan telah dimulai sejak Pelita II, yang disertai dengan dikeluarkannya Inpres No. 14/1974 dan disempurnakan menjadi Inpres No. 20/1979 tentang "Perbaikan Menu Makanan Rakyat". Upaya mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dilakukan, selain untuk melestarikan swasembada pangan, khususnya beras, juga untuk membuat keberagaman pangan khas daerah, sehingga setiap daerah memiliki pola konsumsi khas, yakni suatu susunan beragam makanan yang biasa dikonsumsi oleh seseorang atau kelompok orang.
Pangan pokok dikenal sebagai satu atau lebih jenis bahan pangan yang dimakan secara teratur oleh suatu kelompok penduduk dalam jumlah cukup besar untuk menyediakan bagian terbesar dari konsumsi energi total yang dihasilkan oleh makanan. Sekelompok penduduk suatu daerah tertentu, terutama di pedesaan, akan bertumpu pada pangan pokok penghasil energi dalam hal pola konsumsinya. Faktor produksi, distribusi, ketersediaan pengetahuan gizi, daya beli, sosial psikologis, daya terima, serta selera dapat mempengaruhi pemilihan pangan yang dikonsumsi, termasuk pangan pokok, sehingga terbentuk suatu pola pangan pokok.
1. Berikut ini merupakan tujuan pemerintah memperbaiki menu makanan rakyat Indonesia, kecuali....
a. melestarikan swasembada beras
b. memberagamkan pola konsumsi khas daerah
d. mengurangi ketergantungan pada beras
e. meningkatkan pendapatan penduduk dari pangan
e. meningkatkan kesehatan gizi keluarga


2. (1) Dua terdakwa pengeroyokan Bripka Staff Ouw Poly (35), anggota KP3 Benoa, I
Made Sumarta alias Sujen (28) dan Oka Sulistyobudi alias Ook (25), Rabu kemarin diadili.(2) Kedua terdakwa terbukti bersalah menghilangkan nyawa orang lain. (3) Pembunuhan adalah perbuatan yang keji dan tidak berperikemanusiaan. (4) Bripka Staff dipegang kerah bajunya dengan tangan kiri oleh Sumarta dan tangan kanannya menjotos muka Staff hingga jatuh terjerembab. (5) Saat korban berusaha bangun lagi-lagi Sumarta membanting korban ke aspal hingga terjengkang.
………………………… ...
(Denpost, Kamis, 31 Januari 2002)
Dalam berita itu wartawan mengungkapkan opininya.
Kalimat opini dalam cuplikan berita tersebut terdapat pada kalimat nomor .…
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
3. Dengan surat ini kami mengundang Saudara untuk menghadiri acara Temu Sastrawan,
yang akan diadakan pada:
hari : Sabtu
tanggal : 26 Oktober 2002
waktu : pukul 10.00 s.d. 14.00
tempat : aula SMU 210
Jalan Merpati Putih 17 Jakarta.
……………………........
Kalimat penutup surat undangan tersebut yang tepat adalah ...
a. Atas kehadirannya diucapkan beribu-ribu terima kasih.
b. Atas partisipasi dan bantuan Saudara, kami ucapkan terima kasih.
c. Terima kasih banyak atas kesediaannya datang ke acara tersebut.
d. Demikianlah, harap maklum dan terima kasih adanya.
e. Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih.
4. Dibutuhkan!
Sebuah perusahaan Join Venture
membutuhkan dengan segera
tenaga pembukuan
Syarat-syarat:
1. Sarjana Akuntansi / Ekonomi,
2. pria / wanita umur 25-33 tahun,
3. berpengalaman minimal 2 tahun,
4. melampirkan fotokopi ijazah sarjana, KTP, surat berkelakuan baik, dan riwayat hidup.Surat lamaran dikirim melalui:
Kotak Pos No 707 JKT
Jakarta 12701
Selambat-lambatnya 7 hari setelah iklan ini dimuat.
Sumber : Kompas, 6 Juni 2002
Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan di atas adalah
a. Berdasarkan iklan yang dimuat pada harian umum Kompas, 6 Juni 2002, saya
mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan tersebut.
b. Memenuhi informasi lowongan pekerjaan yang dimuat dalam harian Kompas, 6
Juni 2002, saya akan melamar.
c. Berhubungan dengan iklan lowongan pekerjaan di Kompas, 6 Juni 2002, saya
akan mengisinya.
d. Sesuai dengan informasi tentang belum terisinya lowongan kerja untuk jabatan
tenaga pembukuan, saya dengan ini mau memenuhinya.
e. Seperti yang dimuat di Kompas, 6 Juni 2002, bersama dengan ini saya akan
melamarnya.
5. Bersama dengan surat ini, kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi kekosonganjabatan tenaga pembukuan di PT Adi Karsa.
Penggunaan kelompok kata bersama dengan surat ini pada penggalan surat lamaran
pekerjaan di atas tidak tepat, seharusnya kalimat tersebut diperbaiki menjadi ...
a. Dengan surat ini, kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi
kekosongan jabatan tenaga pembukuan di PT Adi Karsa.
b. Melalui surat ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk memenuhi
kekosongan jabatan tenaga kerja pembukuan di PT Adi Karsa.
c. Dalam surat ini kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi kekosongan
jabatan tenaga kerja di PT Adi Karsa.
d. Bertepatan dengan surat ini, saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi
kekosongan jabatan tenaga pembukuan di PT Adi Karsa.
e. Sesuai dengan surat ini, kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi
kekosongan jabatan tenaga kerja di PT Adi Karsa.
6. Hadirin yang saya hormati!
Musim kemarau yang panjang pada tahun ini perlu kita waspadai, terutama mengenai kekurangan air dan musibah kebakaran. Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali seperti dua tahun yang lalu. Untuk itu, perlu kita jaga keselamatan lingkungan ini.
Penggalan pidato tersebut berisi ....
a. penjelasan
b. permintaan
c. imbauan
d. perintah
e. larangan


7. Penulisan alamat surat yang benar adalah ....
a. Kepada Yth. Bapak Ir. Supodo
Jl. Buntar V. No. 2
Bandung 48256
JAWA BARAT.
b. Kepada Yth Bapak Ir. Supodo
Jl. Buntar V No. 2
Bandung 48256
Jawa Barat
c. Yth. Bapak Ir. Supodo
Jl. Buntar V No. 2
Bandung 48256,
Jawa Barat
d. Yth. : Bapak. Ir. Supodo
Jl. Buntar V No. 2
Bandung 48256
Jawa Barat
e. Yth. Bapak Ir. Supodo
Jalan Buntar V/2
Bandung 48256
Jawa Barat
8. (1) Hasil ujian menentukan kualitas seseorang. (2) Dengan sendirinya menentukan
kualitas pendidikan dalam suatu negara. (3) Kualitas pendidikan dalam satu negara
menentukan kualitas sumber daya manusia dalam negara itu. (4) Jadi, ujian akhir yang
diadakan di sekolah-sekolah merupakan keharusan karena menentukan standar pendidikan di negara itu. (5) Di samping itu, perguruan swasta telah menentukan standar nilai calon mahasiswa yang dapat diterima di perguruan tersebut.
Fakta pada paragraf di atas terdapat pada kalimat ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
9. Kalimat penutup surat undangan resmi yang tepat adalah ...
a. Atas keikutsertaan Anda dalam pertemuan itu, kami mengucapkan terima kasih.
b. Atas jawabannya, saya haturkan beribu-ribu terima kasih.
c. Atas keikutsertaannya, kami ucapkan terima kasih.
d. Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan terima kasih yang tidak terhingga.
e. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih banyak.
10. Yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama : Zainal A.R.
Tempat dan tanggal lahir : Malang, 1 Oktober 1980
Jenis kelamin : laki-laki
Pendidikan : S1 Jurusan Akuntansi
Penulisan identitas pelamar pada penggalan surat lamaran kerja di atas tidak sesuai dengan
kaidah ejaan yang berlaku. Penulisan yang tepat seharusnya ....
a. semua tanda baca digantikan dengan titik dua ( : )
b. kata-kata berupa penjelasan rincian diawali dengan huruf kecil
c. setiap identitas diakhiri dengan tanda koma ( , )
d. penjelasan tempat dan tanggal lahir ditulis dalam dua baris
e. kata nama, tempat, jenis, dan pendidikan diawali dengan huruf kecil
11. Gasifikasi merupakan salah satu proses konversi termokimia yang mengubah
biomassa menjadi bahan bakar gas dengan panas pembakaran sekitar 20 MJ/kg. Sebagai bahan perbandingan, bahan bakar minyak kira-kira bisa menghasilkan panas pembakaran 40 MJ/ kg, dan batubara 32 MJ/kg.
Paragraf di atas berisi informasi tentang ....
a. konversi termokimia sebagai pengubah biomassa menjadi bahan bakar gas
b. bahan-bahan yang dapat menghasilkan energi, termasuk biomassa
c. perbandingan potensi energi antara biomassa, minyak, dan batubara
d. besarnya energi yang dibutuhkan untuk membakar biomassa
e. besarnya energi yang dihasilkan oleh minyak dan batubara
12. Ragam bahasa resmi tampak pada kalimat ...
a. Anak dua yang tidak pakai seragam itu disuruh menghadap BP.
b. Mainlah ke rumah paman sama adikmu jika liburan nanti.
c. Barang siapa yang berani tidak ikut upacara akan diberi sanksi.
d. Dia sendiri ragu apakah benar ayahnya setuju jika dia kuliah.
e. Pak Dirham menugasi para siswa untuk membawa alat kerja bakti.
13. Kami menelusuri jalan-jalan desa, jalan-jalan setapak, naik turun pegunungan di daerah Kabupaten Gunungkidul. Kami yang masih muda-muda dan sehat merasakan betapa berat dan lelah menelusuri rute yang pernah dilalui Jenderal Sudirman dalam bergerilya melawan Belanda. Padahal, ketika itu Pak Dirman dalam keadaan sakit.
Tanggapan posistif terhadap laporan “napak tilas” di atas adalah ...
a. Daripada membuang-buang waktu untuk jalan-jalan, lebih baik belajar
mengingat tugas utama pelajar ialah belajar dan mengisi kemerdekaan ini.
b. Yang lalu biarlah berlalu, kita sebagai generasi muda mengemban tanggung
jawab yang berbeda dan para pejuang “tempo dulu”, rapak tilas bolah ada boleh
tidak.
c. Sekarang sudah merdeka, mari kita tatap masa depan dengan mengisi
kemerdekaan ini dengan menguasai iptek, bukan dengan jalan-jalan.
d. Generasi muda memang perlu “napak tilas” gerilya para pejuang sehingga
mereka tahu betapa besar pengorbanan pendahulu bangsa ini untuk meraih
kemerdekaan.
e. Kita akan menghadapi tantangan yang berbeda sehingga lebih baik
mengantisipasi tantangan ke depan daripada “napak tilas”.
14. Ki Hajar Dewantara mengenal dan memperoleh pendidikan modern dari dua orang
tokoh pendidikan modern Belanda, Maria Montessori dan Jan Lichthart. Kesempatan untuk menimba ilmu dari dua orang itu diperoleh Ki Hajar Dewantara ketika di buang ke Belanda oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda.Berkat interaksi yang intens dengan Maria dan Jan, Ki Hajar memperoleh bekal untuk mendirikan sekolah Taman Kanak-Kanak “Taman Indria” dan membuka sebuah kursus guru sekembalinya di tanah air. Tujuan utama Ki Hajar mendirikan Taman Siswa adalah menyebarkan dan memupuk benih jiwa merdeka dan semangat kebangsaan di kalangan generasi penerus, serta memelihara kedaulatan dan rasa harga diri, baik sebagai pribadi maupun bangsa. Di samping itu, Taman Siswa bertujuan mengganti sistem pendidikan dan pengajaran ala Hindia-Belanda dengan sistem pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
Berikut ini yang tidak sesuai dengan isi penggalan biografi Ki Hajar Dewantara di atas ialah …
a. Ketika di buang ke Belanda, Ki Hajar Dewantara berkesempatan memperoleh
pendidikan modern.
b. Maria dan Jan-lah yang membekali Ki Hajar dengan ilmu pendidikan modern.
c. Hasil kesungguhan hubungan Ki Hajar dengan Maria dan Jan adalah
didirikannya Taman Indria.
d. Lewat Taman Siswa Ki Hajar memupuk jiwa merdeka dan semangat
kebangsaan, serta mengubah sistem pendidikan.
e. Ki Hajar bersemangat mengubah istilah pendidikan dan kebudayaan menjadi
pendidikan dan pengajaran.
15. Dalam sebuah diskusi bertemakan menentukan “tema” drama sastra Sandyakala ning
Majapahit karya Sanusi Pane, salah seorang peserta berpendapat bahwa tema drama
tersebut adalah kebenaran dan keadilan tidak selalu menang. Buktinya, Damarwulan,
tokoh yang melambangkan kebenaran dan keadilan, dikalahkan oleh Punggawa dan
Menteri yang melambangkan kebatilan dan kemaksiatan yang sangat iri kepada
Damawulan. Peserta lain berpendapat bahwa temanya adalah kelemahan ratu yang
membiarkan para pejabatnya menyeleweng dan berbuat sewenang-wenang. Buktinya, yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada Damarwulan mestinya sang ratu, Dewi Suhita. Kenyataannya malah menterinya. Kalau kepala negara lemah seperti itu, akan hancurlahnegaranya.
Jika kita harus menyampaikan pendapat yang meyakinkan orang lain berdasarkan pendapat dua peserta di atas, kalimat yang mengandung alasan yang logis ialah ...
a. Majapahit mendekati kehancuran karena selain pemimpinnya lemah, keadilan
dan kebenaran tidak lagi dihargai.
b. Majapahit akan mengalami ketenteraman kalau pemimpinnya selain
mempercayai juga memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bawahannya.
c. Majapahit akan mengalami masa kejayaan kalau selain pemimpinnya lunak,
pembantunya berani bertindak keras kepada rakyatnya.
d. Majapahit akan jatuh karena sudah masanya digantikan oleh era pemerintahan
baru.
e. Majapahit mempelopori pemerintahan demokratis yang tidak mempersoalkan
gender.











































STANDAR KOMPETENSI : 4. Menulis
Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4.3 Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir
INDIKATOR :
• Mengidentifikasi unsur-unsur laporan hasil diskusi
• Menyusun laporan hasil diskusi (kelas atau seminar)
• Melengkapi laporan dengan lampiran

MATERI
LAPORAN DISKUSI

Hasil diskusi kelompok perlu dilaporkan baik secara tertulis maupun secara lisan. Laporan hasil diskusi disampaikan kepada peserta diskusi dan pihak-ihka lain yang terkait.
Sitematika pembuatan laporan diskusi:
1. Judul
2. Pendahuluan
b. tujuan
c. tema
d. hari/tanggal dan tempat
3. Penjelasn diskusi
a. Pembicara
b. Moderator
c. Peserta
4. Hasil diskusi
5. Simpulan hasil diskusi
6. Lampiran-lampiran
a. ringkasan makalah
b. Notulen
c. Susunan Acara
d. Daftar Hadir

Berlatih menulis Notulen
Notulen ialah catatan selama diskusi berlangsung. Notulen diperlukan sebagai dokumentasi verbal kegiatan diskusi sejenisnya.
Isi Notulen yaitu:
1. Tujuan diskusi
2. Pikiran-pikiran yang dibahas dalam diskusi
3. Saran dan keputusan diskusi
4. Waktu pelaksanaan
5. Pihak-pihak yang hadir dalam kegitan diskusi
Susunan acara dalam diskusi :
1. pembukaan
2. Sambutan/laporan panitia penyelenggara
3. Kegiatan (sesion 1)
4. Istirahat
5. Kegiatan (sesion 2)
6. Penutup


Tagihan 1

1. Bahasa yang digunakan untuk menulis notulen diskusi adalah bahasa...........................
...........................................................................................................................................
2. Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan diskusi adalah .......................................
...................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Orang yang bertanggung jawab dalam menuliskan hasil diskusi ialah...........................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Notulis ialah ....................................................................................................................
..........................................................................................................................................

Tagihan 2

1. Bentuklah kelompok diskusi dan pilihlah salah satu permasalahan berikut!
a. Wabah DBD di kota-kota besar
b. Pengaruh play station terhadap prestasi anak
c. Maraknya tauran di antara pelajar SMA di Jakarta!
2. Kembangkanlah permasalahan berikut menjadi sebuah makalah singkat !
3. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas!

Tempat mengerjakan

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


STANDAR KOMPETENSI : 4. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4.4 Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format aku
INDIKATOR :
• Mencatat identitas buku
• Mendaftar pokok-pokok isi
• Mencatat keunggulan dari isi buku
• Mencatat kekurangan dari isi buku
• Menulis resensi buku dengan memperhatikan kelengkapan unsur-unsur resensi

MATERI
RESENSI
Apa itu Resensi?
Singkatnya, Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Resensi berasal dari bahasa Belanda, recensie. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan review. Kata tersebut sendiri berasal dari kata Latin ‘revidere’ dan ‘resence’, artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Di negeri kita, resensi sering diistilahkan dengan timbangan, tinjauan, atau bedah buku, dll. Sedangkan menurut Webster Collegate Dictionary (1995), review adalah “a critical evaluation of a book” Karena pada hakikatnya resensi haruslah menjelaskan apa adanya suatu buku; baik kelebihan ataupun kekurangannya. Jadi resensi bukanlah tulisan yang menjual buku. Tidak ada pesan sponsor bagi resensi buku; karena itu resensi yang baik hanya mengungkafkan apa yang dibaca oleh presensi secara kritis. :
Tujuan Resensi :
• Membantu pembaca menentukan perlu tidaknya membaca karya tersebut
• Membantu pembaca perlu tidaknya membeli karya tersebut
• Membantu pengarang dan penerbit memperkenalkan karya-karya terbaru mereka.
Unsur-unsur resensi
1. Identitas buku
mendeskripsikan bukuyang diresensi. Terdiri atas:
judul buku :
pengarang :
Penerbit :
tahun terbit :
jumlah halaman :
jenis kertas :
gambar sampul :
harga :
cetakan :
2. Permasalahan dan pemecahan
bagian ini menyajikan permasalahan yang relevan dengan buku
3. Isi buku
bagian ini berisi ulasan isi buku secara garis besarnya. Penyajiannya diupayakan menarik agar pembaca tertarik membaca buku yang diresensi
4. Kelemahan dan kelebihan
bagian ini menyajikan kelemahandan kelebihan isi buku dilihat dari unsur intinsik karya, serta pendapat resensator tentang isi buku
5. Kelayakan buku untuk diperkenalkan
bagian ini menyajikan pendapat resensator terhadap karya untuk diperkenalkan pada masyarakat.




Contoh Resensi

Resensi Buku : Pendidikan Murah, Masih Adakah?

Judul Buku : Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah
Penulis : Ahmad Bahruddin
Penerbit : LKiS, Yogyakarta
Cetakan : I, Januari 2007
Tebal : xx + 286 halaman

HARUS diakui, bahwa penyelenggaraan pendidikan memang memerlukan biaya. Tidak ada bedanya antara pendidikan yang bermutu atau tidak. Bahkan, biaya penyelenggaraan pendidikan yang tidak bermutu justru lebih mahal ketimbang pendidikan yang bermutu, dikarenakan banyaknya kegiatan yang harus diurus. Akibatnya banyak anak yang tidak bisa menikmati pendidikan lantaran biaya pendidikan (sekolah) yang begitu mahal.
Kebijakan pendidikan Indonesia adalah wajib belajar, bukan wajib sekolah.
Solusi yang terbaik adalah tuntutan adanya sekolah alternatif yang berkualitas. Contohnya SMP Qarya Thayyibah yang didirikan oleh Bahruddin. Meskipun terletak di pedesaan, sekolah ini tidak identik dengan keterbelakangan. Keterampilan para siswa mengoperasikan komputer dan internet tak diragukan lagi. Keahlian bahasa dengan ber-cas-cis-cus juga dapat dijadikan bukti.
Pihak sekolah menentukan anggaran Rp 3.000 per hari, rinciannya untuk komputer, tabungan siswa dan makan masing-masing Rp 1.000. Bahkan sekolah ini mempunyai website sendiri yang bisa diakses di www. pendidikansalatiga.net/qaryah.
Dengan buku ini semoga kita bisa mengubah logika yang selama ini kita yakini bahwa pendidikan yang berkualitas memerlukan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya Bahruddin (dalam buku ini) telah membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak harus mahal. Yang terpenting adalah ada tekad, keberanian, kegigihan, serta kreativitas yang tinggi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.( Perensensi : Ach Syaiful A’la*)

Tagihan I :
1. Unsur-unsur resensi apa saja yang terdapat dalam resensi tersebut, sebutkan !
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.Tuliskan keunggulan dan kekurangan buku dalam resensi tersebut!
Keunggulan ................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................

Kekurangan ...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................

3. Bacalah sebuah buku pengetahuan tentang pendidikan, kemudian resensilah buku tersebut sesuai dengan usur-unsur resensi yang telah kamu pelajari !




Tempat mengerjakan
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................



STANDAR KOMPETENSI : 5. Mendengarkan
Memahami pembacaan novel
KOMPETENSI DASAR : 5.1 Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
INDIKATOR :
• Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
MATERI

NOVEL

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis.
Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita".
Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.
Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak Novel
Ia merupakan antara genre sastra selain daripada cerpen, puisi, drama dan esai kritikan. ‘Novel’ bermaksud kisah rekaan atau cerita rekaan [cerkan] yang panjang. Berasal dari bahasa Italia, novella yang bermakna ‘perkhabaran baru’.
Perbedaan Cerpen dan Novel ialah :

CIRI CERPEN NOVEL

Jumlah perkataan
2000-5000
35 000

Jumlah halaman [A4]
10-25
100 [minimum]

Waktu membaca
20-30 minit
2 jam

Kategori
- Cerpen [short story]
- Cerpen pendek
[short short story]:
* cerkan imbasan
[flash fiction]
* cerkan mikro
[micro fiction]
* cerkan kejutan
[sudden fiction]
- Cerpan [long short story]

- Novelette
Pengembaraan [travelogue]
Seram/misteri
Penyiasatan
Cinta
Politik
Sejarah
Agama
Kanak-kanak
Remaja
Autobiografi/Biografi
Picisan

Unsur-unsur intrinsik Tema, plot, latar, watak/perwatakan, gaya bahasa, sudut pandangan Tema, plot, latar, watak/perwatakan, gaya bahasa, sudut pandangan
Tema Satu Satu
Plot Tunggal Banyak
Latar tunggal Kompleks
Watak/perwatakan sederhana Kompleks
Gaya bahasa sederhana Kompleks
Sudut pandangan sedikit Kompleks



Bacalah kutipan novel berikut dengan vokal, intonasi, dan penghayatan yang tepat!

SALAM DAN PESAN PAMAN
Oleh : Iskasiah Sumarto

Selalu saja pertanyaan itu diajukan padaku stiap aku pulang ke Padikan dan bertemu paman Odik.
“Rina,kapan kau nikah dan punya anak?”
Biasanya aku Cuma ketawa dan menjawab:
“Nikah!” Nanti paman, kalau aku sudah selesai sekolah dan jadi doktoranda.”
“Berapa lama?”
“Tidak lama lagi!”
“Setahunlagi?”
“Dua.”
“Ya.”
Sekarang waktu yang dua tahun itu sudah lewat. Entah paman Odik menandainya atau tidak, aku tidak tahu. Yang jelas pagi itu aku mengendarai Yamaha adikku sampai ke pinggir laut dan melihat paman Odik lagi menyirat jala. Aku berteriak girang memanggilnya. Dan paman terpana sebentar memandagiku waktu dilihatnya aku datang. Hampir tak pernah aku berlibur ke rumah ayah ibu di Padikan, sebuah kota pantai di ujung selatan pulau Jawa tanpa menemui paman Odik. Dan kembali pertanyaan itu kudengar waktu aku jongkok di dekatnya melihatnya bekerja.
“Kapan kau nikah dan jadi perempuan Rina?”
Aku kaget sebentar. Jadi perempuan ! Apakah karena aku selalu berpakaian seperti laki-laki, kemeja dan celana laki-laki begini, lalu paman Odik memintaku jadi permpuan? Tapi kemudian aku tertawa seperti biasanya. Sekarang tak bisa lagi kujawab: “Nanti paman, kalau aku sudah selesai sekolah.” Sudah setahun yang lalu aku selesai kuliah, sudah setahun aku bekerja, sudah setahun aku jadi guru di Yogya. Sekarang aku tertawa seperti biasanya bila dia mengajukan pertanyaan demikian. Tapi lain dari biasanya, aku terdiam. Ketawaku tidak disusul jawaban. Aku terdiam. Beberapa lama aku terdiam. Terdengar kemudian suara debur-debur ombak dan terasa anginmeyapu-nyapu mukaku dan mempermainkan rambutku yang kupotong pendek-pendek. Sudah lam aku tidak suka lagi memelihara rambut panjang. Matahari baru berangkat tinggi, belum panas sekali. Andai pun hari jadi panas sekali, akau akan betah saja tinggal di sini berjam-jam menunggui paman Odik bekerja. Tapi tidak akan lama paman menyirat jala. Segera pekerjaan itu selesai, segera dia akan pergi dengan perahu mayangnya, ke tengah laut, berdua atau bertiga dengan temannya mencari ikan. Baginya laut adalah sawah pemberian Tuhan.

Tagihan 1

1. Analisislah tokoh-tokoh kutipan novel tersebut berdasarkan perwatakannya!Sertakan data teks yang mendukung.

Nama Tokoh Watak Tokoh Data teks penukung












2. Bagaimanakah alur cerita kutipan tersebut? Coba ceritakan lagi dengan bahasamu sendiri!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................

3. Masalah apa yang dialami tokoh Rina?
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................

















STANDAR KOMPETENSI : 5. . Memahami pembacaan novel

KOMPETENSI DASAR : 5.2 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel

INDIKATOR :
• Menjelaskan unsur-unsur – unsur intrinsik dalam penggalan novel yang dibacakan teman
MATERI
UNSUR-UNSUR INTRINSIK NOVEL

Unsur-unsur intrinsik novel ialah unsur-unsur yang berada di dalam karya tersebut yang memperbnagruhi karya tersebut.:

1. Tema Dan Persoalan
Tema merupakan persoalan utama yang diungkapkan oleh pengarang dalam sesebuah karya kesusteraan seperti cerpen atau novel. Biasanya tema diolah berdasarkan sesuatu motif tertentu yang terdiri daripada objek, peristiwa kejadian dan sebagainya. Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang mendasari sesebuah karya sastera dan terungkap secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung (implicit).
Tema dalam sesebuah cerita tidak dapat dilihat sepenuhnya sehingga cerita itu selesai dibaca.
4. Penokohan dan Perwatakan
Perwatakan ialah sifat-sifat fizikal dan mental, kepercayaan, tabiat, perilaku dan sifat keperibadian watak itu.
Sifat Perwatakan biasanya dapat digambarkan oleh pengarang melalui tindakkannya, cara berfikir, bercakap, rupa, penampilan dan gambaran perasaan watak tersebut.
Pengarang dapat memberi keyakinan kepada pembaca melalui watak-watak ini melalui penampilan mereka dalam cerita.
Pengarang mengambarkan watak secara langsung atau tidak langsung.
Misalannya Pengarang turut berperanan menceritakan tentang watak dengan menyatakan hal yang ada berkaitan dengan watak itu secara langsung.
Pelukis Watak secara tidak langsung ialah apabila pengarang melikiskan watak melalui fikiran atau perlakunya secara tidak sekaligus.Cara ini lebih menarik kerana dapat membantu daya imaganasi pembaca dan sesuai untuk Pelukis Watak Bulat.
Watak Dan PerwatakanMemainkan peranan yang penting, untuk mengembangkan tema dan persoalan dan mengubah suasana latar di mana watak itu berada.
Watak Dan Perwatakan berfungsi sebagai penyalur fikiran, dan pandangan hidup pengarang melalui unsur-unsur bahasa seperti dialog, monolog dan monolog dalaman.
5. Plot atau Alur
Plot ialah urutan peristiwa dari awal hingga akhir dalam sesebuah cerita yang berkaitan dengan perilaku watak-wataknya dijalin dengan melibatkan konflik atau pertikaian yang akhirnya terdapat peleraian.Plot mengemukakan peristiwa yang terjadi, dan mengapa hal itu terjadi.Penyusunan Plot timbul setelah faktor-faktor yang membina cerita terkumpul.Plot ialah penyusunan kronologi yang telah diubah suai mengikut kemahuan pengarang.Susunan cerita bergantung pada kreativitas pengarang itu sendiri.Plot dirangkai dengan teliti oleh pengarang dan tidak semestinya berurutan secara kronologi. Pengarang mungkin memulai cerita dari bagian pertengahan cerita atau bagian pengakhiran cerita dengan menggunakan teknik imbas kembali (flash back)


Pola penceritaan Plot dalam novel:
a. Permulaan (eksposisi)
Ialah permulaan plot yaitu bagian untuk memperkenalkan tokok,watak-watak dan latar.
b. (pertikaian)hubungan antara watak-watak pada bagian pertengahan atau perkembangan plot itu, terjadilah peristiwa yang menyebabkan timbulnya konflik
c. Perumitan (komplikasi)
Pertengahan cerita apabila konflik menjadi semakin rumit dan perlu dileraikan oleh tokoh dan watak-watak dalam cerita tersebut.
d. Konflik
Konflik dalam cerita merupakan pertentangan fisikal, moral, fikiran, emosi dan nasib dengan sesama manusia, hewan, maupun diri sendiri. Lazimnya konflik digambarkan sebagai pertentangan antara watak protagonis dengan watak Antagonis.
e. Puncak/klimaks
Puncak ialah apabila pertentangan dan perumitan itu menuju sampai ke tahap konsentrasi yang maksimum.
f. Peleraian
Peleraian merupakan bagian akhir urutan peristiwa, walaupun kadang-kadang puncak merupakan pengakhiran cerita.
4. Setting /Latar
Secara garis besar setting/ latar dalam cerita terbagi tiga, yaitu:
a. Latar tempat, adalah hal yang berkaitan dengan masalah geografis cerita tersbut. Melalui tempat terjadinya peristiwa diharapakan tercermin pemerian tradisi masyarakat, tata nilai, tingkah laku. Suasana, dan hal-hal lain yang mungkin berpengaruh pada tokoh dan karakternya.
Misalnya tokoh yang tinggal di kota tentu tingkah laku berbeda dengan tokoh yang tinggal di desa.
b. Latar waktu, ialah saat terjadinya peristiwa. Melalui pemerian waktu kejadian jelas akan tergambar tujuan fiksi tersebut secara jelas pula.
c. Latar Sosial, merupakan lukisan status yang menunjukkan hakikat seseorang atau beberapa orang tokoh dalam masyarakat, maupun keadaan yang terjadi pada tokoh tersebut.

5. Sudut Pandang Penceritaan
Sudut pandang atau point of view di dalam cerita fiksi pada prinsipnya adalah siapa yang menceritakan cerita tersebut. Sudut pandang itu seperti kita melihat sesuatu peristiwa melalui mata 'seseorang'. Kejadian yang sama di mata anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda, sehingga sudut pandang sangat berpengaruh pada bagaimana cerita itu akan diceritakan. Bagaimana nuansa, gayanya, dan bahkan makna cerita itu bisa berbeda tergantung sudut pandang mana yang dipakai.
Ada dua sudut pandang yang biasa dipakai di dalam penulisan fiksi, antara lain:
1. First Person Point of View (Sudut Pandang Orang Pertama)
Di sini, narator berperan sebagai salah satu karakter. Karakter dipakai biasanya adalah karakter utama di cerita. Biasanya sudut pandang ini mudah dikenali, dengan 'aku' atau 'saya' sebagai karakter utama.
2. Third Person Point of View (Sudut Pandang Orang Ketiga)
Sudut pandang orang ketiga dipakai bila kita menggunakan narator yang tidak ikut menjadi salah satu karakter fiksi tersebut. Namun, narator tersebut mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh karakter-karakter tersebut. Mungkin bisa analogikan sebagai reporter di cerita pembunuhan
6. Gaya Bahasa
Adalah penggunaan bahasa yang berkias atau bergaya.

Tagihan 1
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Tuti duduk membaca buku diatas kursi dan lebar, di bawah pohon mangga,di hadapan rumah sebelah Cideng Weg. Tiap-tiap petang,apabila ia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah dan sudah pula mandi dan berdandan,biasanya dia duduk ditempat itu menanti hari senja.Sesungguhnya, nikmat duduk berangin-angin dihadapan rumah memandang Cideng Weg yang sepi itu. Ke hadapan, lantang ia melihat ke sebelah kali,kepada rumah-rumah batu yang indah. Di langit jauh dibelakang rumah bersusun, awan senja berbagai-bagai warnanya, mengantarkan matahari yang akan terbenam.
Latar penggalan novel layar terkembang di atas adalah... .............................................
..........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Keluargaku tak pernah memaafkannya. Barangkali mereka tak sanggup menerima bahwa aku sendiri sudah lama mengampuninya. Mereka tak bisa mengerti bahwa aku sanggup tetap mengasihi orang yang telah mengucilkanku kemari.
Watak tokoh aku dalam penggalan novel Raumanen di atas adalah ..............................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Bacalah penggalan cerita “Mutiara di Tengah Sawah” berikut!

Tiba-tiba jantungku gemetar karena sadar akan tujuan pembicaraannya bahwa dia sebagai orang dewasa tidak bisa ditipu atau dibohongi. Pastilah sekarang bagiku dia sungguhsungguh mencurigai aku bahwa akulah yang mencuri cincin itu.
(Mutiara di Tengah Sawah, Gerson Poyk).
Konflik yang terjadi pada tokoh “aku” adalah................................................................
.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Bacalah kutipan “Di Bahumu Kubagi Dukaku” berikut!

Sikapnya sudah kembali seperti dulu, seperti ketika pertama kali Damila
mengenalnya. Tenang. Anggun. Pandai menguasai diri. Wajahnya masih tetap cantik. Meskipun tampak lebih tua. Wajah seorang wanita berumur tiga puluh delapan tahun yang masih tetap menarik walaupun memendam kesepian. Sebentuk wajah yang menyimpan kesedihan. Membendung penderitaan, tetapi tidak menampilkan dendam.
(Di Bahumu Kubagi Dukaku oleh Mira W)
Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut dengan cara......................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................

5. Bacalah penggalan cerita berikut!

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang.Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya ...

Unsur intrinsik yang menonjol pada penggalan cerita tersebut adalah ..........................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................









STANDAR KOMPETENSI : 6. Mendengarkan
Mengungkapkan pendapat tentang pembacaan puisi

KOMPETENSI DASAR : 6.1 Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
INDIKATOR :
• Mendeklamasikan/ membacakan puisi lama (berbalas pantun) di depan teman-teman dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai
• Menanggapi pembacaan puisi lama (berbalas pantun) tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
• - Menerapkan isi pantun dalam kehidupan sehari-hari

MATERI
PANTUN
Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat. Berasal dari Melayu (Indonesia)
CIRI – CIRI PANTUN :
• Setiap bait terdiri 4 baris
• Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
• Baris 3 dan 4 merupakan isi
• Bersajak a – b – a – b
• Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
Contoh :
Ada pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)
Macam-macam Pantun

1. Dilihat dari bentuknya
 Pantun biasa
 Seloka (Pantun Berkait)
 Talibun
 Pantun Kilat ( Karmina )
2. Dilihat dari isinya
 Pantun anak-anak
 Pantun orang muda
 Pantun orang tua
 Pantun jenaka
 Pantun teka-teki
Contoh pantun biasa
Pohon mangga buahnya jarang
Masak sebiji di atas dahan
Saya heran pelajar sekarang
Bukan belajar malah tauran

Contoh pantun seloka
Ramai-ramai menjala ikan
Ikan di jala di tengah sungai
Ramai- ramai ikut ujian
Tidak lulus karena santai

Ikan di jala di tengah sungai
Didapatlah ikan gabus
Tidak lulus karena santai
Waktu tiga tahun jadi hangus
Tagihan 1
1. Buatlah sebuah pantun jenaka yang terkait dengan masalah moral atau pendidikan!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Larik pertama dan kedua dalam pantun adalah ...........................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Isi atau maksud pantun terdapat dalam ...........................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Dilihat dari bentuknya pantun terbagi atas......................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Sedangkan dilihat dari isinya pantun terbagi atas .......................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Tagihan 2

1. Lanjutkan pantu berikut ini
Anak ayam ipatuk ular
Induk sedih dan binggung
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
2. Buatlah dua buah pantun nasihat!


























STANDAR KOMPETENSI : 6. Berbicara
Mengungkapkan pendapat tentang pembacaan puisi

KOMPETENSI DASAR : 6.2 Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

INDIKATOR :
• Mendeklamasikan/ membacakan puisi baru dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai
• Menanggapi pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

MATERI
Mendeklamasikan/ membacakan puisi baru




Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membacakan puisi:
1. memahami peristiwa, pendapat, dan ungkpan penyair.
2. pahami suasana batin penyair dalam mengungkapkan perasaannya.
3. lakukanlah vokal, yaitu membaca puisi dengan suara nyaring
4. berlatihlah melafalkan kata dengan jelas dan mengatur nafas secara benar
5. belajarlah membaca larik-larik puisi per satuan paparan.
6. lafalkan kata-kata secara tepat dan jelas
7. manfaatkan jeda pendek(/) dan jeda panjang (//).
8. berikan tanda garis untuk kata yang akan dibaca dengan tekanan tertentu.
9. bila sudah lancar, brlatihlah membaca sambil berdiri
10. ambil posisi tegak agar udara di perut dan dada dapat dimanfaatkan dengan baik.
11. lakukan kegiatan membaca dengan tubuh yang lentur agar dapat mengatur gerak tubuh secara mudah
12. hayati suasana puisi yang kita baca, apakah sedih, bersemangat,mengajak, melarang, atau menggambarkan apa adanya
13. sertai penghayatan dengan pengaturan gerak, mimik, pandangan mata, dan ekpresi wajah yang tepat

Tagihan 1
Bacalah salah satu pusi baru berikut ini!
PENDARATAN MALAM
Oleh : Sitor Situmorang
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar
(Bila fajar bawa berita
kayu apung istirahat mereka)
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar

MIMPI
Oleh : Abdul Hadi WM
Aneh, tiap mimpi membuka kelopak mimpi yang lain, berlapis-lapis mimpi, tiada dinding dan tirai akhir, hingga kau semakin jauh dan semakin dalam tersembunyi dalam ratusan tirai rahasia membiarkan aku asing pada wujud hampa dan wajah sendiri. Kudatangi kemudian pintu-pintu awan, nadi-nadi cahaya dan kegelapan, rimba sepi dan kejadian -- di jalan-jalannya, di gedung-gedungnya kucari sosok bayangku yang hilang dalam kegaduhan. Tetap, yang fana mengulangi kesombongan dan keangkuhannya dan berkemas pergi entah ke mana gelisah, asing memasuki rumah sendiri menjejakkan kaki, bergumul benda-benda ganjil yang tak pernah dikenal, menulis sajak, menemukan mimpi yang lain lagi berlapis-lapis mimpi, tiada dinding akhir sebelum menjumpai-Mu.

SOLILOKUI
- bertemu al hallaj
Oleh : Ahmadun Yosi Herfanda

kau bertanya, apa tasawuf ?
- inilah tasawuf itu, kata al hallaj
sambil menahan nikmat derita
di tiang gantungannya
- inilah tasawuf itu ! ulangnya
dan tiba-tiba darahnya mengucur
pada layar televisi, pada kulkas
yang mengatupkan kematiannya
lantas siapakah aku ?
kau adalah benda-benda mati
di sekelilingmu, meja, kursi, radio, almari, rak
buku celana, baju, dan sol sepatu
ketika huruf-huruf berteriak
kau cuma jadi asbak menganga
: puntung dan abu rokok
koran dan buku-buku
menyampah dalam otakmu
dirimu kini telah mengabu
dan tasawuf pingsan
dalam aliran darahmu

Bagaimanakah pembacaan puisi baru yang dilakukan temanmu? Sudah bagus, cukup, ataukah masih kurang? Berikan penilaian dengan berdiskusi secara berkelompok. Tiap kelompok menilai 5 orang temanmu !


Rubrik Penilaian pembacaan puisi
No Nama Judul Puisi/
pengarang Aspek Penilaian Skor Perolehan Skor Akhir
Ekspresi/
pengahayatan Penampilan Teknik Vokal
1
2
3
4




STANDAR KOMPETENSI : 7. Mendengarkan
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 7.1 Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
INDIKATOR :
• Menandai jeda puisi karya sendiri
• Membacakan puisi karya sendiri dengan memperhatikan :
• lafal dan intonasi
• penghayatan
• mimik/ gerak dan ekspresi yang sesuai
• Menentukan makna puisi karya teman
• Mengomentari puisi karya teman
MATERI
MEMBACA PUISI KARYA SENDIRI
Menulis puisi memang mudah, setiap orang dapat menulis puisi dengan kata-kata yang bermakna dan bernas. Setelah menulis puisi yang berisi gagasan sendiri, bacakanlah puisi karyamu itu di depan kelas. Teman-temanmu akan mendengarkan pembacaan puisi tersebut.
Karena puisi yang kamu bacakan adalah puisi hasil karya sendiri, kamu sudah tahu maksud dan isi puisi yang akan kamu bacakan. Setidaknya kamu sudah belajar untuk menjadi seorang penyair! Walaupun puisi tersebut adalah hasil buah karya kita, namun kita perlu juga menandai jeda pada puisi kita. Tujuannya agar pembacaan puisi tersebut menjadi lebih punya daya penghayatan dan pendengar akan lebih mengerti isi puisi yang kita bacakan.
Berdasarkan puisi hasil karya teman kita sendiri, pendengar yang baik dapat menanggapi pembacaan puisi tersebut dengan turut merasakan hal-hal berikut ini :
• Nada
• Suasana
• Irama
• Dan pilihan kata yang digunakan
Dengan merasakan itu semua, kita sudah turut mengaparesiasi sebuah karya orang lain dengan baik dan kita dapat memahami puisi karya teman.
Cinta
karya : Ayu Musyaroh

Cinta memberiku kasih dan airmata
Oh Tuhan, kau telah membuka matamu
Dengan cinta dan dengan hati
Aku jatuh cinta…..
Kau datang dan menanamkan rasa dalam hatiku
Setangkai mawar putih,
Namun sekelilingku kau bagaikan pasar berduri
Akankan surga membebaskanku
Dan memberiku rasa
Dalam proses cinta dari cintaku padamu
Ditandusnya tanah
Masih ada rumput yang tumbuh
Dikeringnya pasir
Masih ada setetes air
KERAPUHAN
Karya Endah
Digelapnya ruang
Masih ada setitik cahaya
Dan…dikeheningan malam
Masih ada sedenting suara
Aku tahu dan tahu
Semua ini rapuh
Hanya tinggal puing penyesalan
Yang tersisa…tapi ….
Diantara puing penyesalan
Terselip sebuah harapan
Dan aku yakin….dengan harapan
Kita dapat menyatukan
Puing demi puing
Dan pershabatan kekal
Akan kembali….seperti dulu

Tagihan 1
Dengarkan pembacaan puisi temanmu.setiap siswa menilai pembacaan temannya, kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Bagaimana nada dan suasana yang kamu rasakan ketika mendengar pembacaan puisi karya temanmu?
Jawab:
Nama pembaca : ..........................................................................................................
Judul puisi : ..........................................................................................................
Nada dan suasana yang terasa ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Apakah pilihan kata puisi karya temanmu tadi sudah menggambarkan nada dan suasana yang hendak digambarkan?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Apakah pembacaan puisi tadi sudah sesuai dengan nada, suasana,irama, dan pilihan kata yang digunakan?
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Apa yang ingin disampaikan oleh temanmu melalui puisinya?
.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Rubrik Penilaian pembacaan puisi karya sendiri

No Nama Maksud /isi puisi
1-2-3-4-5 Aspek Penilaian Skor Perolehan Skor Akhir
Nada dan suasana
1-2-3-4-5 Pilihan Kata
1-2-3-4-5 Pembacaan sudah sesuai
1-2-3-4-5
1
2
3
4
1 = tidak melakukan apa-apa
2 = kurang sesuai
3 = cukup sesuai
4 = sesuai
5 = sesuai sekali




STANDAR KOMPETENSI : 7. Mendengarkan
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 7.2 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen

INDIKATOR :
• Menceritakan kembali isi cerpen
• Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen
MATERI
CERITA PENDEK (CERPEN)
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Ciri –ciri khas Cerpen :
1. Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel
2. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian
3. Mempunyai satu plot, setting yang tunggal
4. Jumlah tokoh yang terbatas
5. Mencakup jangka waktu yang singkat.
Unsur-unsur intrinsik cerpen :
1. Tema dan amanat
2. Plot/ alur
3. Setting/ latar
4. Penokohan dan perwatakan
5. Sudut pandang pengarang
6. Gaya bahasa
unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis /plot dalam cerpen :
1. eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya)
2. komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama)
3. komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah)
4. klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting)
5. penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek,cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis.
Perhatikan cerita pendek berikut!
Kirana Belum Kembali
Tentu saja di tempat seperti ini, di gurun berpasir di pinggir jalan, di mana beberapa tumbuhan liar dan anak kadal berbagi tempat bermain, tidak akan ada kembang api yang lepas landas seperti roket dan bermekaran di angkasa. Hanya ribuan bintang yang bertebaran di sana sejauh mata menyusuri. Hanya bulan purnama yang terpampang tinggi-tinggi. Hanya suara jangkrik, bukan terompet, yang begitu berisik di tengah malam. Tapi, bukankah ini lebih indah ketimbang warna-warni lampu yang biasa terlihat di setiap sudut kota? Atau semaraknya klakson mobil dalam riuhnya kemacetan? Atau irama musik yang selalu terdengar riang meminta setiap manusia untuk terus berjoget? Bukakah ini lebih indah dan mempesona dari itu semua? Begitu pikir Ivan seraya ia
memarkirkan mobilnya di tepi jalan Kemudian Kirana pun segera mengenakan baju hangatnya, merebahkan tubuh rampingnya di atas kap mobil yang sedikit bergelombang dan bersamaan saat kepalanya mulai bersandar, ia menghembuskan napas panjang, sebuah napas panjang dengan irama kelegaan, mengalir dari paru-parunya yang ia sadari telah penuh sesak dengan gumpalan asap rokok. Kelegaan yang akhirnya dia rasakan sendiri di dalam batinnya walau ini mungkin tidak akan lama, namun 25 tahun dalam hidupnya kini, yang telah ia selami dengan tanpa arti dan di sela-sela kesendiriannya ia mencaci-maki dengan kesal mempertanyakan apakah ‘hidup’ itu memang ada telah ia hapuskan sejenak lewat perasaannya yang membumbung tinggi, menyaingi nirwana, dalam kehadirannya bersama malam.
Ini seperti suatu saat dalam hidup Kirana. Ketika ia memandangi lilin di hadapannya (dan memang ia harus menyalakan lilin karena lampu telah padam sejak pagi). Dalam ruang kamar yang sempit, hanya dia dan lilin itu yang membakar diri perlahan-lahan lalu melebarkan pupil Kirana karena ia terlalu dekat, terlalu lekat, larut dalam haru biru kesunyian cahaya kecil yang lincah menari-nari dalam bola matanya. Rasa damai yang, ”Oh alangkah besarnya!”, menguasai dirinya seperti sebuah pelukan; dan bayangan hitam yang terlukis tajam di setiap permukaan tembok menemani perasaannya sekaligus menyodorkan semakin banyak lagi hangatnya kesendirian hati, keabsenan, yang semakin tulus; pesona sang api, detik demi detik, merayap menjadi energi menyusup ke dalam pori-pori jiwanya yang mendorong Kirana untuk melepaskannya kepada Ivan sebagai ”malam ketika aku lahir kembali”. Dan ”malam ketika aku terlahir kembali” itu kini terulang; kali ini bersama Ivan, kekasihnya, ia memiliki kesempatan itu untuk memperlihatkannya dalam bentuk yang lain.
Tak henti-hentinya bola mata Kirana berbaur bersama bintang-bintang; ia sangat menyukai bintang sampai ia enggan berkedip untuk melewatkannya barang sedetikpun; Euforia terang malam, inikah kebebasan itu? Pikirnya sedikit naif. Pintu mobil terbuka. Suara berdecit yang selama ini mengganggu telinganya kali ini terdengar sedikit berbeda. Ivan turun dari mobil, dengan sepatunya ia menginjak pasir; Kirana bisa merasakan bahwa kehadiran seseorang membawa dirinya menjadi lebih nyaman, ia sadar bahwa perasaan tegang kini telah teraduk bersama rasa senangnya. Ivan tidak menutup pintu mobilnya; ia tidak lupa tidak pula disengaja, tetapi karena ia terbawa oleh semacam kekuatan yang menunggunya untuk datang, di depan sana, hanya beberapa senti saja, hanya beberapa detik saja menuju kap mobil yang bergelombang itu, dan ia tak perlu memikirkan lagi pintu mobilnya. Kirana tersenyum manis, dengan kemampuan terbaiknya ia tersenyum manis; Ivan datang menyambutnya dengan ”Bagaimana menurutmu, sayang?”. Mereka berdua duduk bersebelahan, saling bersentuhan; hangatan yang satu bertemu dengan kehangatan yang lain, sehingga tidak ada lagi yang mereka kenal selain bayangan rerumputan yang tersapu pelan oleh angin di kaki gunung. Kirana menyerahkan pundaknya untuk jatuh ke dalam jangkauan tangan kiri Ivan. Di situlah tempatnya berada selama ini dan akan selalu demikian.
”Bagaimana menurutmu, sayang?” Kirana mendengarnya, Ivan seperti sedang berbisik, menggema di genderang telinganya berkali-kali; tentu saja Kirana tahu seperti apa jawabannya. Dengan ditemani Ivan di saat-saat seperti ini, hanya mereka berdua saja ditemani perasaan bebas akan kemunafikan hidup di kota besar, dan jemari Ivan yang kini menelusuri tiap helai rambut hitam legamnya, tentu saja Kirana tahu jawaban atas pertanyaan tadi. Apa lagi yang dapat dirasakan Kirana kali ini?
Adalah rasa bahagianya, rasa senangnya, rasa lepasnya, senyumnya, gelak tawanya, kegirangannya, jiwanya yang meninggi, rasa terhiburnya, keluasan hasratnya, kecantikannya, air matanya yang berbinar-binar, perasaan berlimpahnya, cintanya, rasa sayang terhadap kekasihnya, dan harapannya yang tak pernah padam akan masa depan yang lebih baik — semuanya kini melebur menjadi satu dalam euforia terang malam. Sulit untuk sekedar diucapkan, namun Kirana dapat melakukannya dengan lebih baik; ia tersenyum mesra ke arah Ivan untuk yang kesekian kalinya.
Senyum itulah yang selalu membawa Ivan teringat akan masa lalu. Masa ketika mereka pertama kali bertemu, saling bertukar pandang, berkenalan, dan Ivan mengajaknya untuk kembali bertemu di keesokan harinya; dan ketika bertemu lagi di keesokan harinya, Ivan kembali disambut oleh senyuman yang sama. Ketika hari beranjak menuju tengah malam, dan Ivan tengah menikmati batang terakhir rokoknya, mencoba meluapkan beban-bebannya sejenak, dan gadis ini tiba-tiba datang menepuk pundaknya dengan rambut yang terjuntai sedikit berantakan, mata yang bundar dan menghitam di tepiannya, dan lampu neon di atasnya memantulkan sinar terang dari kulit wajahnya; saat itulah senyum itu dilepaskan kepadanya untuk meminta korek api. Alangkah beruntungnya Ivan, mendapatkan senyum untuk sebuah korek. Ia terpana; melihat bagaimana gadis itu menjentikkan korek api dan dengan hati-hati membakar rokoknya lalu menghisapnya dalam-dalam. Pertama kali dalam hidupnya, ia suka melihat seorang gadis merokok; ia suka melihat caranya merokok; ia suka menatap bagaimana asap mengepul dari tiupan bibir tipisnya. Dan itulah Kirana, selalu dan selamanya, di dalam pikirannya.
Kini justru Ivan yang tersenyum ke arah Kirana. ”Bagaimana menurutmu, sayang?”, pertanyaan Ivan tadi apabila ditujukan pada dirinya sendiri, tentu akan menyiratkan senyuman dari bibirnya. Ia menatap Kirana, di dalam pelukan tangan kirinya, dengan rambutnya yang berantakan tersapu angin, yang selalu membuat Kirana tampak lebih cantik daripada ketika ia berdandan. Ivan menatap jauh ke dalam dirinya sendiri melalui Kirana; bagaimana dirinya telah berubah; bagaimana dirinya bisa saja menuliskan di atas berlembar-lembar kertas mangenai perubahan yang didapatkannya sebelum dan sesudah mengenal Kirana; bagaimana ia menemukan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia tahu, sisi romantisnya, yang selalu mengalir di saat-saat senangnya. Sekarang Ivan telah menemukan jati dirinya; senyata Columbus menemukan Amerika; ia telah menemukan anak hilang di dalam dirinya; tidak ada lagi khayalan atau lamunannya akan perasaan bahagia, karena ia sudah berada di dalamnya. Ia tahu apa yang akan dilakukan apabila ia tersinggung; ia tahu ke mana ia akan pergi saat hatinya bersedih; ia tahu caranya mengatasi kesendirian, bukan lagi dengan termenung atau menyakiti diri, tapi dengan cara lain; dan ia tahu apa itu. Jadi, bagaimana menurutmu, Ivan? — tidak salah lagi, ia merasa telah bebas lepas.
Malam ini pun, malam tahun baru yang sepi, adalah malam yang tepat bagi Ivan untuk melepaskan keinginannya selama ini; untuk membebas-lepaskan impiannya menjadi sebuah kenyataan yang tak hanya sekedar angan siang bolong saja. Hasratnya yang adalah mengapa ia membawa dirinya dan Kirana berdua ke tempat seperti ini, yang jarang didatangi oleh setiap pasangan manusia atau bahkan oleh manusia yang seorang diri, karena tempat ini sangat cocok dengan keterasingannya, kesunyiannya yang selalu datang bersama tiupan angin, bukit-bukit terjal yang berdiri di depannya, bintang-bintang yang kali ini keluar dari sangkarnya dan berkelipan sepanjang malam, dan di tempat ini Ivan dan Kirana dapat kapan saja mengakui bahwa dunia ini telah melantik mereka sebagai raja dan ratunya. ”Raja dan ratu.”, pikir Ivan, ”Raja dan ratu.”, pikirnya sambil tersenyum sendiri, seperti merasakan tetes air hujan di kelopak matanya.
Tiba-tiba Kirana melepaskan diri, turun dari kap mobil yang bergelombang, menginjakkan kaki telanjangnya di atas pasir yang sejuk, lalu berjalan dengan badan yang sedikit dibungkukkan; ia ingin mengenal tempat ini lebih dalam lagi. Ivan hanya diam saja; ia melihat burung kenarinya lepas dari sangkarnya dan terbang kesana-kemari sambil berkicauan. Sambil menyalakan rokoknya, ia terhibur dengan Kirana yang menari-nari di atas pasir, menimbulkan bunyi gesekan kaki yang redup.
Suara-suara malam mulai datang. Ada lolongan dari kejauhan, sebuah choir dari sekelompok jangkrik, kepakan sayap burung-burung yang lewat di atas kepala, dan dedaunan yang bergerak-gerak dengan kompaknya. Kirana tengah berbahagia. Ia membalikkan badannya dan menatap Ivan yang masih duduk di atas kap mobil. Mereka saling berpandangan, melihat kembali apa yang telah mereka lalui lewat diri masing-masing. Kirana harus membereskan rambutnya yang menghalangi pandangan karena tertiup angin; angin bertiup sedikit membesar; ia ingin melihat kekasihnya dengan jelas, walaupun ia sudah begitu sering melihat wajah Ivan di kamarnya, di tempat kerjanya, di dompetnya, di balik sakunya, di cermin, di rumah sakit, di restoran, di langit, dan dimanapun, tetapi ia ingin melihatnya lagi tanpa diganggu. Mereka saling berpandangan. Tak lama kemudian, mereka sama-sama tertawa kecil. Mereka tertawa menertawakan sebuah ironi bahwa sepanjang hidupnya, baru kali ini mereka benar-benar tidak mati, tidak hidup dalam mati, atau setidaknya mereka tidak mati sendirian lagi.
Ivan tidak dapat menahannya lagi. Rasa yakin telah menelusuri seluruh isi tubuhnya. Ia mendapatkan rasa yakin lagi ketika menatap Kirana yang berdiri di depannya. Di mana sinar bulan dan sinar bintang menjadi lampu sorot untuk kebintangan Kirana di matanya. Rambut panjangnya bercahaya, memantulkan setiap cahaya yang menuju ke arahnya, dan terpantul jelas ke dalam bola mata Ivan sebuah sosok di mana setengah dari hatinya tersimpan. Kirana bersinar-sinar di malam tahun baru dan Ivan tampak terpesona. ”Raja dan ratu.”, pikir Ivan, ”Raja dan ratu.”, pikirnya sambil tersenyum sendiri, ”Suami dan Istri.”, pikirnya mantap, dan ia mengeluarkan sebuah cincin dari saku jaketnya.
Tagihan 1
1. Siapakah tokoh protagonis dan antagonis dalam cerita pendek tersebut?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Konflik apakah yang diketengahkan pengarang dalam cerpennya tersebut?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Tuliskan unsur-unsur pembangun cerpen !
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Sudut pandang penceritaan yang apakah yang digunakan pengarang!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Ceritakan kembali alur cerita pendek tersebut dengan bahasamu sendiri!
.........................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

STANDAR KOMPETENSI : 7. Membaca
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 7. 3 Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai


INDIKATOR :
• Menandai jeda puisi karya sendiri
• Membacakan puisi karya sendiri dengan memperhatikan :
- lafal dan intonasi, penghayatan, mimik/ gerak dan ekspresi yang sesuai
• Menentukan makna puisi karya teman
• Mengomentari puisi karya teman

MATERI
:
Sebuah puisi bila dibacakan secara tepat akan terasa keindahannya. Sebauah puisi mempunyai kekuatan irama dan nada. Ada yang berpendapat bahwa sebuah puisi jika belum dibacakan secara nyaring, ibarat alat musik yang belum dimainkan. Terasa hambar
Hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi:
1. Lafal harus jelas
2. volume suara harus bisa didengar
3. ketepatan jeda dan tekanan kata
4. irama sesuaikan dengan kata, baris, dan suasana puisi
5. intonasi atau nada
6. penghyatan, mampu menyentuh emosi pandangan melalui penghayatan yang optimal
7. ekspresi
setelah kita mengikuti pembacaan puisi dan melakukan penilaian, kita perlu memberi tanggapan terhadap pembaca puisi. Setiap orang memiliki gaya, dan keunikansendiri ketika melakukan aktifitas membaca. Kelebihan dan kekurang perlu kita komentari untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Tanggapan haruslah objektif, jangan mengada-ada.

Tagihan 1
Tulislah puisi tentang keindahan alam berdasarkan gambar di bawah ini dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik! Kemudian bacalah puisi hasil karyamu tersebut di depan kelas!



Rubrik Penilaian
No. Aspek yang dinilai Penskoran
3
Baik 2
Cukup 1
Kurang
1. Pilihan kata
2. Kesesuaian gambar dengan tema
3. Kedalaman makna
Jumlah


STANDAR KOMPETENSI : 8. Mendengarkan
Mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 8.1 Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi
INDIKATOR :
• Menulis resensi buku kumpulan cerpen dengan memperhatikan kriteria penulisan resensi
• Menentukan keunggulan dan kelemahan resensi buku kumpulan cerpen

MATERI :
RESENSI
Ialah tulisan ulasan pertimbangan terhadap hasil karya yang disertai penilaian dari penulisnya.
Tujuan Resensi
• Membantu pembaca menentukan perlu tidaknya membaca karya tersebut
• Membantu pembaca perlu tidaknya membeli karya tersebut
• Membantu pengarang dan penerbit memperkenalkan karya-karya terbaru mereka.
Unsur-unsur resensi
1. Identitas buku
mendeskripsikan buku yang diresensi. Terdiri atas :
judul buku :
pengarang :
Penerbit :
tahun terbit :
jumlah halaman :
jenis kertas :
gambar sampul :
harga :
cetakan :
2. Permasalahan dan pemecahan
bagian ini menyajikan permasalahan yang relevan dengan buku
3. Isi buku
bagian ini berisi ulasan isi buku secara garis besarnya. Penyajiannya diupayakan menarik agar pembaca tertarik membaca buku yang diresensi
4. Kelemahan dan kelebihan
bagian ini menyajikan kelemahandan kelebihan isi buku dilihat dari unsur intinsik karya, serta pendapat resensator tentang isi buku
5. Kelayakan buku untuk diperkenalkan
bagian ini menyajikan pendapat resensator terhadap karya untuk diperkenalkan pada masyarakat
Contoh Resensi
Judul : Atas Nama Malam
Pengarang : Seno Gumira Ajidarma
Tebal : 167 halaman
Terbit : januari 1999
Sebagian besar cerita dalam buku ini berkisah tentang orang-orang malam: kehidupan dan percintaan yang berlangsung di malam hari. Apakah hidup memang menjadi lain pada waktu malam? Apakah malam hanya berarti gelap, atau merupakan suatu makna? Buku ini tidak hanya berkisah tentang cinta, tetapi tentang sisi gelap dalam kehidupan manusia yang selalu mempunyai rahasia. Gelap tidak selalu berarti jahat, gelap adalah gelap, di mana segala sesuatu hanya nampak remang-remang.

Ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, penulis cerita pendek yang mendapat South East Asia (SEA) Write Award 1997 dari Kerajaan Thailand, Penghargaan Penulisan Karya Sastra 1997 (Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi), dan Hadiah Sastra 1997 (Negeri Kabut). Bukunya Saksi Mata diterjemahkan Jan Lingard sebagai Eyewitness, mendapat Dinny O'Hearn Prize for Literary Translation 1997 di Australia.

Kumpulan cerpen lain dari penerbit buku ini, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, disambut baik dan mengalami cetak ulang.

Tagihan 1

1. Siapakah Seno Gumira Ajidarma?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Sudah lengkapkah unsur-unsur resensi yang ditulis oleh penulis tersebut!
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Jelaskah penggambaran tokoh-tokoh dalam resensi tersebut? Tuliskan pendeskripsian tokoh dalam resensi tersebut!
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Adakah kelayakan buku yang dikemukakan penulis resensi?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Pada paragraf ke berapa penulis resensi mengemukakan kelebihan dan kekurangan buku?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2

2 Giddens terkenal sebagai penulis yang gemar berpanjang kata sehingga karya-karya teoretisnya pun begitu tebal. Kalimat-kalimatnya amat teknis dan memakai kombinasi katakata baru yang bahkan dalam bahasa Inggris belum dikenal.
Hal yang diresensi pada kutipan di atas adalah ............................................................
………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………………….………………………………………………………………………………………

2. Bacalah resensi berikut!

……………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………….
3. bacalah sebuah buku kumpulan cerpen terbaru dan buatlah resensinya sesuai dengan unsur-unsur resesensi!












STANDAR KOMPETENSI : 8. Menulis
Mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen
KOMPETENSI DASAR : 8.2 Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar)
INDIKATOR :
 Mencatat/mendaftar topik-topik tentang kehidupan orang lain (berdasarkan situasi dan kondisi setempat)
 Menulis cerpen tentang kehidupan orang lain dengan memperhatikan unsur-unsur cerpen
 Menanggapi cerpen yang ditulis teman
MATERI :

MENULIS CERITA PENDEK
Cerpen atau cerita pendek sebagai bagian dari prosa, dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia mendapat perlakuan sama. Ruang lingkup pada cerpen kecil dan ceritanya berpusat pada satu tokoh atau satu masalah.
Tiap bagian cerpen memberikan saham penting untuk menggerakkan cerita, mengungkapkan watak tokoh, dan melukiskan suasana. Karena itu, kegiatan menulis cerpen merupakan cara yang selektif dan ekonomis
Tahapan menulis cerita pendek :
1. menemukan ide cerita dan merumuskannya menjadi sebuah tema. Ide cerita dapat diperoleh dari pengalaman dan kehidupan para siswa sendiri. Untuk memperoleh ide cerita diperlukan pengetahuan yang cukup, tentang kehidupan dan ketajaman observasi.
2. membuat garis besar atau outline dari jalan cerita. Dalam outline tersebut terdapat bagian awal, tengah, dan akhir cerita. Outline berfungsi untuk menyusuri jalan cerita, sehingga tidak banyak yang menyimpang.
3. bermainlah dengan imajinasi untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran.
4. menentukan siapa tokoh utamanya, apa masalahnya, siapa antagonisnya, bagaimana latar belakang ceritanya, bagaimana watak tokoh tokohnya, bagaimana plotnya, di mana klimaksnya, sudut pandang yang dipakai, dari mana cerita berawal, dan bagaimana cerita ditutup.
Cermatilah cerita pendek di bawah ini !
Seorang Perempuan yang Jatuh Cinta pada Hujan
April 25th, 2007 by retnadi
Sebenarnya, tidak ada yang istimewa pada saya. Seperti banyak perempuan biasa lainnya di dunia, saya senang bersenandung kecil saat sedang menjemur cucian di siang hari. Seperti banyak perempuan biasa lainnya di dunia, saya juga sering merajut kala matahari mulai tenggelam dan saya tak menemukan pekerjaan lain untuk dikerjakan. Kala semua selimut sudah terlipat rapi, semua perkakas sudah dicuci, dan burung hantu mulai berjaga diselingi lolongan anjing.
Dan seperti banyak perempuan biasa lainnya di dunia, saya jatuh cinta. Cinta yang kadang membuat dada terasa sesak penuh rindu, dan getaran yang menjalari rona merah di pipi yang tersenyum malu-malu. Dan kali ini, saya jatuh cinta pada Hujan.
****
Saya nyaris lupa kapan tepatnya saya jatuh cinta. Yang saya ingat, saat itu desa kecil kami dilanda kemarau panjang. Sudah berbulan-bulan lamanya Hujan tidak turun mengguyur. Sawah-sawah berpetak yang semula menghijau segar mulai kering dan pecah-pecah. Sementara air sungai terus menyusut. Karena itu, air betul-betul dihemat pemakaiannya. Yang utama adalah air minum, sisanya baru menyusul. Kami sampai lupa, kapan terakhir kalinya kami mandi dan mencuci.
Menurut Mak Sani, dukun terkenal di desa kami, Hujan sedang bosan. Tentu saja, pernyataan Mak Sani itu membuat geger para warga kampung.
“Hujan bosan? Bagaimana mungkin ia bisa bosan? Ia adalah Hujan, yang seharusnya membawa kesegaran!,” teriak seorang warga. Sementara warga lainnya mulai berteriak lebih kencang, Mak Sani mengangkat tangannya.
“Diam semuaa!!!, ” katanya. Dan seperti biasa, kalau Mak Sani sudah berbicara, maka tak ada seorang pun berani buka mulut.
“Tentu saja Hujan bisa bosan. Dia juga hidup, dia juga punya perasaan. Selama ini dia sudah mendatangkan banyak berkah untuk kita, dia menyuburkan sawah kita, dia mengaliri sungai-sungai kita, dia memuaskan dahaga kita, sementara apa yang kita berikan buat dia?, ” lanjut Mak Sani.
“Lalu bagaimana caranya? Apa yang bisa kita berikan buat hujan?, ” cetus seorang warga.
Mak Sani berdehem sedikit. “Ehm, begini, kemarin saya sempat bicara dengan Hujan. Katanya, dia butuh seorang wanita untuk menemaninya. Dan wanita itu haruslah perawan yang berambut panjang,” tutur Mak Sani panjang lebar.
Dan seketika seluruh mata memandang pada saya.
***
Tentu saja, saya bukan satu-satunya gadis yang perawan di desa. Tapi sejak ada salon Bu Marni, para gadis seperti berlomba untuk memotong rambutnya.
“Kan rambut pendek sekarang lagi tren. Masa kamu nggak bosan, tiap hari harus melumuri rambutmu dengan merang? Belum lagi kalau siang, gerah!,” ujar Atik, yang paling modern diantara kami.
Tapi saya tetap bertahan dengan rambut sepinggang. Saya paling suka menyisir rambut, merasakan sisir yang meluncur dari akar rambut sampai pinggang saya. Saya suka merasakan helai-helai rambut di leher, pundak, dan punggung, saat saya berbaring tidur. Karena itu, saya tak segan melumurinya dengan merang sampai hitam berkilat. Memberinya telur dan lidah buaya, agar ia tumbuh subur. Bagi saya, rambut ini adalah permata. Tapi sekarang, gara-gara rambut panjang sialan ini, saya malah ditumbalkan untuk Hujan.
Hari ini, saya memakai kebaya yang terbagus. Tadinya Atik dan Bu Marni ingin merias wajah saya, tapi dilarang oleh Mak Sani.
“Hujan paling benci segala yang buatan. Sisirlah rambutmu sampai berkilat, dan tunggulah di puncak bukit,” begitu pesan Mak Sani.
Disini, diatas bukit inilah saya menunggu Hujan. Dalam hati, saya mengutuki salon Bu Marni dan teman-teman yang telah memotong pendek rambutnya. Saya bisa merasakan tangan ini mulai basah oleh keringat. Dibawah, tampak para warga desa sedang menatap langit dengan wajah penuh harap. Semua sedang menunggu datangnya keajaiban.
Satu menit berlalu. Sepuluh menit. Lima belas menit. Untuk mengusir sepi, saya mulai bersenandung lirih. Tembang-tembang Jawa yang dulu sering dinyanyikan almarhum Ibu untuk menidurkan saya.
Seketika, mulai terdengar suara guruh di kejauhan. Tak lama, Hujan turun. Mula-mula gerimis, kemudian turun menderas. Katanya, ia terpesona mendengar nyanyian saya. Saat itu, saya cuma bisa tersipu mendengar pujiannya.
Sementara di bawah, seluruh warga bersorak-sorai. Hujan turun sampai sore. Dan malamnya, warga desa berpesta semalam suntuk. Ratusan ucapan selamat dan terima kasih datang bertubi-tubi pada saya.
“Terima kasih Raya! Kau telah menyelamatkan desa kita!, ” begitu ujar mereka. Dan saya cuma tersenyum, lalu kemudian diam-diam menyingkir pulang.
Kebaya saya masih lembab sisa terguyur Hujan. Saya masih ingat, tetesannya yang membelai rambut saya, sambil membisikkan kekaguman atas senandung saya. Pelan, saya cium kebaya saya. Masih ada bau segar Hujan disana. Dan malam itu, saya tertidur memeluk sehelai kebaya basah, sambil berharap bisa bertemu Hujan lagi…
***
Esoknya, ternyata Hujan turun lagi. Tetesannya yang merdu di genting membuat saya seketika terjaga.
“Maaf membangunkanmu sepagi ini. Tapi aku merindukanmu Raya,” bisiknya lembut.
Dan saya langsung lari keluar rumah. Di halaman, saya membentangkan tangan selebar-lebarnya, agar Hujan bisa memeluk saya. Ia pun menyambut pelukan saya. Hujan turun makin deras. Setiap tetesnya bercerita tentang kerinduannya. Pada nyanyian saya, pada rambut saya, pada wajah saya yang tersipu. Dan di tengah derasnya Hujan, saya mulai bernyanyi. Semula hanya senandung lirih, yang makin lama makin kencang. Sementara Hujan mulai reda. Saya tahu, dia sedang mendengarkan.
“Terima kasih. Aku tahu, kamu pasti mau melakukannya,” bisiknya, lalu mengecup bibir saya.
***
Semenjak pagi itu, Hujan makin sering datang. Kadang ia datang di tengah malam, saat para warga yang terjaga sudah mematikan lampu terakhir. Kadang, ia datang di pagi buta, saat hari masih berkabut, sementara anak-anak masih mendengkur pulas dan meringkuk nyaman dalam hangatnya buaian selimut.
Saat-saat seperti itu, saya selalu keluar rumah. Sambil bersenandung pelan, saya akan memeluknya dalam gerimis. Dan setiap kali tubuh saya sudah terlalu basah, Hujan akan mengingatkan saya untuk segera masuk ke rumah dan menghangatkan diri.
“Kalau terlalu basah dan kedinginan, kamu bisa sakit. Masuklah. Aku akan menemanimu di luar, sampai kau tertidur,” begitu katanya.
Dan tepat setelah saya menutup pintu, angin akan berhembus lembut di tengah gerimis. Saya tersenyum. Sekarang, dia yang sedang bernyanyi untuk saya. Diatas tempat tidur yang hangat, saya akan berbaring diam-diam mendengarkan. Saya tahu, Hujan tak akan berhenti sebelum saya tertidur pulas.
Keesokan paginya, helai-helai daun yang basah dan genangan air yang becek, meninggalkan jejak, bahwa Hujan telah terjaga semalaman. Dan saya tahu, dia tidak berdusta.
*****
Toh seperti pasangan kekasih lainnya, kami juga punya masalah. Kali ini masalah itu datang dari gunjingan orang-orang kampung. Bermula dari keluhan para ibu, yang cuciannya sering tak kering. Dilanjutkan dengan keluhan sejumlah penduduk yang terserang flu, dan sejumlah petani yang gagal panen, karena cuaca yang kelewat lembab untuk tanaman mereka.
Gunjingan itu datang dengan berbagai bentuk. Saat langit mulai mendung, mereka akan mulai menatap sinis dan mencibir. Lalu mereka akan pulang ke rumah, menutup semua pintu. Berbisik-bisik lewat sela-sela dinding bambu rumah mereka yang rapuh. Saya bisa mendengarnya.
Tapi tidak demikian halnya dengan Hujan.
Dengan butanya, ia terus saja datang. Dan seperti pasangan yang sedang kasmaran, kami pun mabuk dengan cinta. Setiap kali melihatnya, mendengarnya, merasakannya, saya tahu bahwa hanya saat inilah yang terpenting. Bahwa dalam dunia kami yang kecil dan sederhana, hanya ada saya dan dia. Mabuk karena cinta. Rindu karena cinta. Buta, tuli, karena cinta. Menggila karena cinta.
Ya, hanya ini yang terpenting….
*****
“Mak Sani, bagaimana ini, Hujan kok makin sering datang!” teriak seorang warga saat rapat desa.
”Iya, kita semua sudah bilang sama Raya. Tapi dia tetep aja nggak peduli. Masa dia enak-enak pacaran, kitanya kebanjiran!” tandas warga lainnya.
”Pokoknya, keadaan ini tidak boleh berlarut-larut! Kita harus ambil tindakan! Kita harus tegas!” cetus seorang pemuda, yang dikuti oleh sorak-sorai warga.
Dan Mak Sani cuma bisa mengangguk lemah.
*****
”Bagaimana Mak Sani, semua siap?” tanya Kepala Desa.
Mak Sani menoleh pada saya, yang terikat pada sebuah tiang kayu. Di bawah kaki saya, ada bertumpuk-tumpuk kayu bakar dan ranting kering. Di kejauhan, tampak beberapa pemuda membawa jerigen-jerigen bensin.
”Siap,” ujar Mak Sani, sambil menggenggam erat sebungkus korek api.
Ia mulai menyalakan koreknya. Sementara, mata saya tak lepas menatapnya. Saya tidak pernah menyalahkannya. Saya juga tidak menyalahkan para warga. Toh, kami hanyalah pasangan yang sedang jatuh cinta. Itu saja.
Saat api mulai menjilat kaki saya, sekilas saya mendengar Mak Sani berbisik.
”Maafkan saya Raya, saya terpaksa. Kalau saya tidak melakukan ini, mereka akan mengusir saya. Ma…..,” bisik Mak Sani.
Saya tidak sempat mendengar lanjutan kalimatnya. Saya cuma bisa melihat lidah api berkobar-kobar di sekeliling saya, sorak sorai warga, dan rasa rindu yang tak tertahankan pada satu-satunya kekasih saya. Pelan-pelan, saya bersenandung. Untuknya, hanya untuknya.
Toh, kami hanyalah pasangan yang sedang jatuh cinta. Itu saja. Itu saja…
*****
Sore itu tetes Hujan yang terakhir memadamkan api unggun di balai desa. Sayangnya, ia terlambat. Api unggun terlanjur hanya menyisakan seonggok mayat perempuan yang sudah menghitam. Hujan memeluk kekasihnya, memanggilnya, memerciki wajahnya dengan air dingin. Tapi kekasihnya tetap tak bergeming.
Malamnya, Hujan berduka. Ia turun luar biasa deras, seolah-olah ingin menenggelamkan seisi desa. Guruh menggelegar, sementara angin ribut meraung-raung. Tapi bila warga kampung itu sungguh-sungguh mendengarkan, maka akan terdengar tangis duka Hujan yang menyayat memilukan. Tangis duka yang mengiringi kepergian kekasihnya. Satu-satunya kekasihnya.
Malam itu juga sekaligus malam yang tak akan pernah terlupakan oleh warga kampung itu. Itulah malam terakhir mereka bisa merasakan tetes hujan. Karena sejak malam itu, Hujan tak pernah lagi turun disana.
www.kolomkita.com
Tagihan 1
1. Apakah topik-topik kehidupan yang terdapat dalam cerpen di atas?
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Ceritakan kondisi latar tempat dalan cerita pendek tersebut?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Siapakah tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut?
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Tuliskan latar yang terdapat dalam cerpen tersebut!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Apakah sudut pandang yang digunakan pengarang dalam cerpen tersebut?
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


Tagihan 2
1. Pengarang cerita itu banyak menggunakan majas dan kiasan, sehingga ceritanya menarik. Tuliskan majas dan kiasan yang digunakan pengarang!
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Tulislah cerpen tentang kehidupan orang lain dengan memperhatikan unsur-unsur cerpen!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



KATA PENGHUBUNG/ KONJUNGSI
1. Konjungsi Koordinatif
2. Konjungsi Subordinatif

Macam-macam Konjungsi Koordinatif

Konjungsi ini digunakan dalam kalimat majemuk setara
1. Penggabungan : dan,lalu,serta,dengan
2. Pemilihan : atau
3. Pertentangan : tetapi, bukan,sedangkan.namun,sebaliknya,
4. Pengoreksi :bukan hanya…melainkan juga, tidak….tetapi, bukan…melainkan
5. Penegasan : bahkan,itupun,malah,lagipula,apalagi,padahal,jangankan.
6. Pembatasan : kecuali, hanya
7. Pengurutan : lalu,kemudian,selanjutnya,setelah itu
8. Penyamaan : yaitu, yakni,adalah,ialah
9. Kesimpulan : karena itu, oleh sebab itu, dengan demikian, jadi

Macam-macam Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat

1. Penyebab : sebab,karena,lantaran,berhubung
2. Akibat : hingga, sehingga,sampai,sampai-sampai
3. Syarat : jika,jikalau,bila,bilamana,asal
4. Pengandaian : andaikata,seandainya,andaikan
5. Penegasan : sungguhpun,sekalipun,walaupun,kendatipun,biarpun,biar
6. Perbandingan : seperti,sebagai,laksana,seolah-olah,seakan-akan.daripada
7. Tujuan : agar, supaya,untuk,buat,bagi,guna
8. Waktu :seraya,sejak,semenjak,sesudah, setelah,sehabis
ketika,sewaktu,tatkala,sementara,selama,sambil
9. Penjelasan : bahwa
10. Keadaan atau cara : dengan, tanpa

CONTOH KALIMAT KONJUNGSI KOORDINATIF

1. Saya belajar bahasa Inggris dan adik belajar sejarah.
2. Dia memang bodoh tetapi hatinya jujur.
3. Kami masih haus sedangkan air sudah tidak ada.
4. Kami sudah menawarkan rumah itu dengan harga yang sangat. murah,namun sampai hari ini belum ada yang menawar.
5. Di rumah ia penurut, sebaliknya di luar ia nakal sekali.
6. Yang diperlukan bukan pemuda malas,melainkan pemuda yang rajin.
7. Mereka tidak mengambilnya tetapi meminjam.
8. Kikirnya bukan main,bahkan untuk makan ia sering minta sisa orang.
9. Ia cuma memberi dua ribu rupiah, itupun setelah berkali-kali di tagih.
10. Dia masih saja bergaul dengan preman itu, padahal ibunya sudah melarang.
11. Dia mengambil handuk, lalu pergi ke kamar mandi.
12. Ia mengambil pena, kemudian menulis surat di atas kertas itu.
13. Tugas kami, yaitu membersihkan ruangan ini.
14. Bulan yang lalu hutangmu belum dibayar, jadi sekarang hutangmu jadi seratus ribu rupiah.



CONTOH KALIMAT KONJUNGSI SUBORDINATIF

1. Kami tidak datang sebab kami tidak diundang
2. Karena belum membayar iuran, mereka disuruh pulang
3. Anak itu sakit perut lantaran makan nasi basi
4. Dia terlalu banyak makan mangga hingga perutnya sakit
5. Di dalam kelas mereka ribut sampai-sampai guru mauk pun tidak tahu
6. Saya pasti datang jikadiundang
7. Kalau saya menang saya akan memberimu hadiah
8. Kami akan berangkat asalkan diberi uang
9. Andakata ibuku masih ada hidupku tak akan sengsara
10. Seandainya tsunami menerpa daerah ini kita harus mencari tempat yang tinggi
11. Meskipun hujan lebat ia tetap berangkat juga
12. Pakaiannya selalu rapi kendati tidak punya uang
13. Mereka tergesa-gesa seperti orang yang dikejar hantu
14. Sorot matanya begitu tajam seolah-oleh kami betul bersalah
15. Kami berangkat pagi-pagi supaya tidak terlambat
16. Agar tumbuhnya baik tanaman itu harus diberi pupuk
17. Mereka datang ketika saya tidak ada di rumah



1. Pada tahun 1984 Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras. Hal ini berarti harga beras relatif terjangkau oleh masyarakat, Meningkatnya ketersediaan beras, pendapatan penduduk, dan sistem nilai sosial pada beras telah mengarahkan pola konsumsi pangan pokok pada beras. Karena itu, diperlukan upaya-upaya penganekaragaman pangan pokok untuk mengurangi ketergantungan pada beras, sekaligus mempertahankan swasembada beras, serta meningkat-kan mutu gizi pangan penduduk.
Upaya penganekaragaman pangan telah dimulai sejak Pelita II, yang disertai dengan dikeluarkannya Inpres No. 14/1974 dan disempurnakan menjadi Inpres No. 20/1979 tentang "Perbaikan Menu Makanan Rakyat". Upaya mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dilakukan, selain untuk melestarikan swasembada pangan, khususnya beras, juga untuk membuat keberagaman pangan khas daerah, sehingga setiap daerah memiliki pola konsumsi khas, yakni suatu susunan beragam makanan yang biasa dikonsumsi oleh seseorang atau kelompok orang.
Pangan pokok dikenal sebagai satu atau lebih jenis bahan pangan yang dimakan secara teratur oleh suatu kelompok penduduk dalam jumlah cukup besar untuk menyediakan bagian terbesar dari konsumsi energi total yang dihasilkan oleh makanan. Sekelompok penduduk suatu daerah tertentu, terutama di pedesaan, akan bertumpu pada pangan pokok penghasil energi dalam hal pola konsumsinya. Faktor produksi, distribusi, ketersediaan pengetahuan gizi, daya beli, sosial psikologis, daya terima, serta selera dapat mempengaruhi pemilihan pangan yang dikonsumsi, termasuk pangan pokok, sehingga terbentuk suatu pola pangan pokok.
Pernyataan berikut yang sesuai dengan isi paragraf 1 teks diatas adalah....
a. Keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras dapatmeningkatkan mutu pangan penduduk
b.Peningkatan kecenderungan penduduk beralih ke pola konsumsi pangan pokok beras perlu diimbangi dengan penganekaragaman pangan pokok.
c. Karena swasembada beras dapat meningkatkan mutu gizi keluarga, pemerintah perlu mengusahakan pola konsumsi pangan pokok yang lain
d.Penganekaragaman pola konsumsi pangan pokok penduduk merupakan pekerjaan besar yang mendukung program pemerintah
e. Keberhasilan swasembada beras ditunjang oleh pemerintah dengan upaya perbaikan menu makanan rakyat.
2. Bacalah paragraf berikut!
Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi mengubah gaya hidup
manusia. Itu bukan hal baru. Yang mulai muncul di Jakarta adalah hadirnya hotspot, area di tempat tertentu di mana orang bisa mengakses informasi melalui komputer, tanpa menggunakan kabel. Seorang profesional mengaku bisa membalas surat elektronik dan rekan bisnis melalui kafe yang memiliki fasilitas hotspot. Seberapa nyamankah cara berkomunikasi ini? Ikuti juga berita peristiwa hot lain yang terjadi hingga Sabtu malam.
Gagasan utama paragraf tersebut adalah ....
a. perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi
b. kenyamanan cara berkomunikasi dengan hotspot
c. pemberitaan tentang hotspot di berbagai media
d. perkembangan gaya hidup manusia di dunia
e. kemudahan pengaksesan informasi melalui komputer
3. Bacalah paragraf berikut!
Jika melihat sosok Singapura seperti sekarang ini, boleh jadi Anda tidak membayangkan bahwa negara yang identik dengan nama kotanya itu juga pernah memiliki problem yang sama dengan yang dihadapi Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Problem perkotaan yang dihadapi Singapura pada masa lalu itu kini sirna dan muncullah sosok kota modern yang tertata apik, teratur, bersih, dan indah.
Inti paragraf di atas adalah ...
a. Singapura telah menjadi kota modern.
b. Singapura telah menjadi kota yang tertata, teratur, bersih, dan indah.
c. Singapura pernah mengalami problem kota besar.
d. Singapura berhasil mengatasi problem perkotaan dengan baik.
e. Singapura dan kota-kota besar di Indonesia memiliki kesamaan.
4. Bacalah paragraf berikut!
(1) Kalau kesehatan di desa-desa kuat maka ketahanan masyarakat juga kuat.
(2) Begitu penegasan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi tentang dasar program Warung Obat Desa (WOD).
(3) Di desa-desa, lanjutnya, yang menjadi ujung tombak kesehatan adalah bidan.
(4) Selain bertugas menangani dan melayani ibu-ibu hamil, bidan juga memberikan pelayanan kesehatan lain.
(5) Beban itu terlalu berat maka perlu tenaga lain yang membantu.
Opini dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (1) dan (5)
d. (2) dan (4)
e. (3) dan (5)
5. Bacalah ilustrasi berikut!
Alfian melamar pekerjaan pada suatu perusahaan. Namun, perusahaan tersebut
menolaknya karena Alfian belum memiliki pengalaman bekerja sebagai salah satu
persyaratan.
Kalimat yang santun untuk penolakan lamaran pekerjaan sesuai ilustrasi tersebut adalah ...
a. Sehubungan dengan surat lamaran Saudara, dengan ini kami memberitahukan
bahwa Saudara belum dapat diterima sebagai karyawan di perusahaan kami
karena Saudara belum memenuhi salah satu persyaratan.
b. Berdasarkan surat lamaran Saudara, dengan ini kami beritahukan bahwa surat
lamaran Saudara tidak dapat diterima karena belum memiliki pengalaman kerja.
c. Setelah kami baca dan kami pelajari, ternyata surat lamaran Saudara belum
dapat diterima di perusahaan kami karena Saudara belum berpengalaman.
d. Sehubungan dengan surat lamaran Saudara yang disampaikan kepada kami,
ternyata lamaran tersebut dengan terpaksa kami tolak karena belum memenuhi
persyaratan.
e. Surat lamaran Saudara sudah kami terima, tetapi dengan terpaksa kami harus
menolak Saudara sebagai karyawan perusahaan kami karena tidak ada
lowongan.
6. Bacalah iklan berikut!
Lowongan.
Dicari Recepsionis wanita, SMEA/D3, lancar bahasa Inggris dan komputer. Domisili
Jakarta Pusat. Lamaran langsung ke kantor pengacara R.E. Baringbing, S.H. Jalan
Suryopranoto 85 A Jakarta Pusat.
Pos Kota, 5 September 2004
Kalimat pembuka surat yang sesuai dengan iklan tersebut adalah ...
a. Saya memohon kepada Bapak untuk mengisi lowongan yang diinginkan di Pos
Kota 15 September 2004.
b. Berdasarkan iklan di harian Pos Kota, 15 September 2004, saya mengajukan
lamaran sebagai resepsionis di kantor yang Bapak pimpin.
c. Sesuai dengan iklan di harian Pos Kota, 15 September 2004, saya merasa
memiliki syarat-syarat yang Bapak inginkan, maka saya melamar.
d. Saya berminat melamar berdasarkan iklan di harian Pos Kota, saya memenuhi
semua syarat-syarat yang Bapak minta.
e. Melalui iklan di harian Pos kota yang terbaca oleh saya bahwa Bapak
memerlukan tenaga resepsionis, semua persyaratan dapat saya penuhi.

7. Bacalah kalimat-kalimat berikut!
(1) Sebagian besar tenaga kerja yang mencari pekerjaan itu hanya berpendidikan Sekolah Dasar.
(2) Rendahnya kualitas tenaga kerja merupakan masalah dalam dunia ketenagakerjaan.
(3) Sementara yang telah menamatkan pendidikan SLTP dan SMA belum menjamin
bahwa pendidikan yang mereka peroleh di bangku sekolah cocok dengan kebutuhan
tenaga kerja di lapangan.
(4) Bahkan banyak yang belum sempat menamatkan pendidikan Sekolah Dasar.
(5) Oleh sebab itu, mereka tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang
memadai sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.
Susunan kalimat tersebut agar menjadi paragraf yang padu adalah ....
a. (1), (2), (3), (4), dan (5)
b. (2), (1), (4), (3), dan (5)
c. (2), (3), (1), (4), dan (5)
d. (5), (3), (2), (1), dan (4)
e. (5), (4), (3), (1), dan (2)
8. Minat baca siswa SMA terhadap karya sastra
Rumusan latar belakang yang sesuai dengan tema tersebut adalah ...
a. Karya sastra Indonesia saat ini kurang sesuai dengan keadaan zaman.
b. Membaca karya sastra memerlukan waktu yang tidak sedikit.
c. Karya sastra kurang beredar di masyarakat sehingga tidak dikenal.
d. Saat ini siswa SMA kurang berkeinginan membaca karya sastra.
e. Karya sastra banyak mempergunakan bahasa klise dan peribahasa.
9. Bacalah paragraf berikut!
Untuk mendorong agar daerah atau sekolah termotivasi menjalankan pendidikan
lingkungan hidup, perlu dikembangkan sistem pemberian award bagi daerah atau sekolah, peserta didik dan guru serta masyarakat yang terlibat dalam pendidikan lingkungan hidup.
Kalimat saran yang sesuai dengan pernyataan di atas adalah ...
a. Untuk itu, pendidikan lingkungan hidup di samping perlu diperluas, perlu pula
dijaga kualitas pelaksanaannya agar mendapat award.
b. Pendidikan lingkungan hidup perlu mendapat perhatian sepenuhnya dari
pemerintah termasuk dananya.
c. Pendidikan lingkungan hidup sudah waktunya disosialisasikan agar masyarakat
turut membantu pelaksanaannya.
d. Hendaknya kepala sekolah mengusulkan pendidikan lingkungan hidup
dimasukkan ke dalam program kegiatan sekolah.
e. Sebaiknya aparat pemerintah daerah membantu memikirkan cara memperoleh
dana untuk pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup.
10. Bacalah resensi berikut!
Buku ini merupakan kumpulan 67 kisah pendek yang mengungkap refleksi kehidupan
sosial politik Indonesia, tentang penyadaran makna nilai-nilai keutamaan budi, kearifan dan kebajikan dalam lingkaran kekuasaan yang banyak menyimpan konflik. Secara keseluruhan buku ini banyak dinikmati pembaca karena banyak mengangkat hal yang berkenaan dengan sosok masyarakat kecil yang dapat dilihat nyata dalam kehidupan yang sesungguhnya Dengan demikian kisah yang diungkapkan serasa hadir di tengah-tengah pembaca, hidup dan dapat dirasakan.
Pernyataan yang merujuk pada keunggulan buku dalam kutipan resensi di atas adalah ...
a. Peristiwa dalam cerita mengungkap refleksi kehidupan sosial politik Indonesia.
b. Cerita ini mengungkap penyadaran makna nilai-nilai kehidupan.
c. Penyajian cerita serasa hidup dan dapat dirasakan sebagai kehidupan nyata.
d. Pengarang mengungkap kunci-munci analisis dalam filsafat dan ilmiah.
e. Buku tersebut mengungkap peran metodologi yang dipakai dalam bagian buku.
11. Bacalah ilustrasi berikut!
OSIS SMA Satria akan mengadakan kegiatan wisata bahari ke Pantai Senggigi, Lombok. Untuk itu, mereka menyusun proposal dan diajukan kepada kepala sekolah.
Kalimat berisi tujuan pelaksanaan dalam proposal sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
a. Untuk mengisi waktu luang di hari libur semester ganjil, OSIS SMA Satria akan
berwisata ke Pulau Lombok.
b. Dalam rangka menambah wawasan kelautan para pengurus OSIS, diadakan
wisata bahari selama satu minggu ke Pantai Senggigi.
c. Kegiatan wisata ini dilakukan untuk menambah wawasan kelautan, mempelajari
biota laut, menanamkan rasa cinta terhadap laut, sambil berekreasi.
d. Untuk menggali potensi Laut Pantai Senggigi, Lombok dan mempelajari
kemungkinan lebih jauh pengembangannya menjadi objek wisata internasional.
e. Sebagai tindak lanjut kelompok sastra dalam berapresiasi terhadap laut sambil
mencari kemungkinan penciptaan karya sastra tentang laut.
12. Bacalah paragraf berikut!
Siapa yang tidak mengenal Chairil Anwar? Ia seorang sastrawan besar bahkan
dijuluki sebagai pelopor Angkatan 45 dalam bidang puisi. Banyak karya yang telah
dibuatnya, tercatat sebanyak 70 buah sajak asli dalam kurun waktu 6 tahun, oleh karenanya ia tergolong sastrawan yang sangat produktif.
Kalimat yang berisi pendapat logis adalah ...
a. Chairil Anwar memang sastrawan terkenal karena karyanya banyak.
b. Chairil Anwar sebagai pelopor Angkatan 45 sudah sepantasnya memelopori
angkatan.
c. Chairil Anwar pantas menjadi sastrawan besar karena semua orang
mengenalnya.
d. Chairil Anwar pantas disebut sastrawan produktif karena ia dapat melahirkan
sejumlah puisi dalam waktu singkat.
e. Chairil Anwar sebagai pelopor 45 karena banyak karyanya berbentuk puisi.
13. Usulan 1
Bagaimana kalau kegiatan pentas seni kreasi siswa dilaksanakan bersamaan dengan
hari ulang tahun sekolah?
Usulan 2
Agar menghemat waktu dan biaya, sebaiknya kegiatan pentas seni kreasi siswa
diselenggarakan bersama kegiatan tengah semester.
Usulan 3
Sekolah kita sudah memprogramkan kegiatan pentas seni, kegiatan tengah semester,
bulan bahasa, dan hari ulang tahun sekolah. Bagaimana jika kegiatan-kegiatan itu
digabungkan pada satu waktu agar tidak berkali-kali mengeluarkan biaya.
Kalimat keputusan rapat dalam notulen yang sesuai dengan usulan-usulan di atas adalah ...
a. Setiap kegiatan memiliki ciri dan anggaran sendiri dan akan diselenggarakan
sesuai dengan yang telah direncanakan.
b. Pentas seni kreasi siswa tidak dapat digabungkan dengan acara lain karena
kegiatan itu saja memerlukan waktu yang lama.
c. Kegiatan bulan bahasa menjadi salah satu kegiatan tengah semester ganjil.
Ulang tahun sekolah dan pentas seni kreasi siswa pada lain waktu.
d. Kegiatan pentas seni kreasi siswa merupakan kegiatan yang dapat
diselenggarakan untuk mengisi kegiatan tengah semester ganjil.
e. Kegiatan tengah semester bertepatan dengan hari ulang tahun sekolah dan akan
diisi dengan kegiatan pentas seni dan bulan bahasa agar menghemat waktu dan
biaya.
14. Perhatikan ilustrasi berikut!
Sekolah saya berdampingan dengan Puskesmas. Pada hari ini diadakan seminar AIDS di sekolah. Salah seorang pembicaranya adalah dokter kepala puskesmas tersebut dan Anda diminta sebagai pembawa acara.
Kalimat yang tepat untuk menyilakan pembicara adalah ...
a. Berhubung hari sudah siang, kami persilakan dokter kepala menyampaikan
ulasannya, waktu dan tempat saya persilakan.
b. Untuk mempersingkat waktu, kami persilakan dokter kepala menyampaikan
makalahnya.
c. Waktu dan tempat kami persilakan kepada dokter kepala menyampaikan
sajiannya.
d. Tiba saatnya kita akan mendengarkan penjelasan tentang AIDS yang akan
disampaikan oleh dokter kepala Puskesmas. Bapak Dokter, kami persilakan.
e. Kepada dokter kepala kami persilakan menyampaikan sajiannya. Waktu dan
tempat saya persilakan.
15. Perhatikan saran berikut dalam diskusi!
Saya kira, pembinaan tentang kebersihan tidak perlu diadakan terus-menerus. Sebab,
masyarakat sudah sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Kalimat sanggahan yang logis terhadap saran tersebut adalah ...
a. Saya tidak setuju karena pendapat penyaji terlalu teoretis.
b. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena pendapatnya terlalu mengadaada.
c. Saya tidak setuju dengan penyaji karena pendapatnya sulit dibuktikan.
d. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena kenyataannya tidak sepenuhnya
demikian.
e. Saya menolak pendapat penyaji karena masalah yang dibahas tidak masuk akal
16. Perhatikan ilustrasi berikut!
SMA 200 mengadakan pertandingan bola voli persahabatan dengan sekolah-sekolah
sederajat di kota ini. Pada acara pembukaan, ketua OSIS sebagai ketua penyelenggara
memberikan sambutan.
Kalimat pembuka sambutan yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah ...
a. Atas kehadiran teman-teman saya ucapkan terima kasih. Ternyata teman-teman
menghargai undangan kami. Semoga pertandingan ini dapat diikuti dengan
semangat persahabatan.
b. Saya tidak menyangka semua teman-teman hadir di sekolah kami sebanyak ini.
Ini menunjukkan perhatian besar Anda. Terima kasih dan selamat datang di
sekolah kami dalam acara pertandingan persahabatan ini.
c. Wah, terima kasih, ya, teman-teman semua sudah memperhatikan undangan
kami. Kami mengharapkan pertandingan persahabatan ini berjalan lancar dan
kita semakin akrab.
d. Saya teramat gembira melihat antusias teman-teman yang mulia dalam
pertandingan persahabatan ini. Terimakasih atas perhatiannya. Mari kita dukung
acara ini sebaik-baiknya.
e. Selamat datang teman-teman sekalian yang hadir di sekolah ini. Terima kasih
atas perhatiannya terhadap undangan kami. Tujuannya membina persahabatan
di antara kita. Semoga berkenan.
17. Perhatikan ilustrasi berikut!
Kasus yang dibahas dalam diskusi: pelajar masih banyak yang tidak suka membaca karya ilmiah.
Kalimat tanya yang relevan dengan kasus tersebut untuk diajukan kepada pemimpin diskusi adalah ...
a. Apa penyebab remaja sekarang tidak suka membaca tulisan yang bersifat
ilmiah?
b. Apa saja kegiatan remaja saat ini yang baik dilakukan untuk pengisi waktunya?
c. Seberapa besar anak-anak itu menyukai bacaan karya ilmiah Anda ketahui?
d. Di mana saja dijual buku-buku yang tergolong ilmiah yang sesuai untuk remaja?
e. Seberapa besar peran pemerintah menyediakan buku-buku karya ilmiah sesuai
untuk remaja?
18. Bacalah kutipan “Keris” berikut!
Malam telah larut. Aku terbaring di atas kasur di dalam kamar. Hatiku terasa terobek
dan aku merasa amat nista dan kecil dalam keluarga orang tuaku ini. Mengapa Ramanda tiada pernah memaafkan diriku?
Alangkah dosa diriku. Alangkah tidak adilnya Ramanda dan betapa sakit hatiku
sekarang. Kuhamburkan tangisku di sana. Kumohon ke hadapan Tuhan berkah serta maaf. Kutangisi Prahasto yang belum memahami arti dunia ini yang sebenarnya, istriku Pratiwi, anak manusia yang telah menjadi korban kedengkian Ramanda selama ini.(Keris, Purnawan Tjondronegoro)

Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...
a. Maafkanlah orangtua kita seberapa pun besar kesalahannya.
b. Janganlah melawan kehendak orang tua kita.
c. Tinggalkan orang-orang yang dibenci orangtua kita.
d. Tumpahkan duka dan bermohonlah hanya kepada Tuhan.
e. Patuhlah kepada orangtua agar mendapat warisan.
19. Bacalah penggalan cerpen berikut!
Ibu sedang bercerita tentang penembakan dan saudara-saudaraku yang hilang tapi aku
tidak bisa mendengarkan karena aku sedang meniupkan seruling dengan perasaan yang rawan yang menggerakkan kenyataan ke dalam diriku yang begitu kosong sehingga setiap kota yang mengalir bergaung tanpa perbedaan tanpa keinginan tanpa impian sampai kenangan tercetak di atas piring itu tersayat bersama daging hewan-hewan yang dimakan setengah matang atas nama peradaban yang begitu kelabu seperti kabut pagi itu yang mendekapku dalam dingin yang mengeluarkan bisikan seperti rintihan berkepanjangan.Saksi Mata, Seno Gumira Ajidarma
Watak tokoh aku dalam penggalam cerpen di atas adalah ....
a. jujur, baik hati
b. iri hati, dengki
c. kesal, dendam
d. dengki, marah
e. optimistis, pengertian
20. Bacalah puisi berikut!
Bunga mawar bunga melati
ditabur orang dibatu
sungguh elok tanah airku ini
walau jauh tetap kukenang
Tema puisi di atas adalah ....
a. cinta tanah air
b. cinta sesama manusia
c. cinta kepada Tuhan
d. keindahan alam
e. kemanusiaan
21. Bacalah puisi berikut!
Daun-daun Gugur Lagi
Bumi kembali menangis, saat letusan itu muntah
melebihi guntur siang hari, ada pekik burung-burung nazar
ada tangis murai beriuhan, dan ada kegirisan terkurung
daun-daun itu gugur, daun-daun itu gugur lagi
rebah ke pangkuan pertiwi yang belum henti membalut luka
kemudian berjuta-juta perjuangan bergelora
seakan tak akan dihentikan
.... (Iyut Fitra)
Amanat yang tersirat dalam penggalan puisi di atas adalah ...
a. Renungkanlah apa yang sedang terjadi di negeri ini.
b. Kita jangan melupakan jasa perjuangan para pahlawan.
c. Hendaknya kita berjuang terus untuk mengatasi masalah negeri ini.
d. Janganlah menyia-nyiakan pengorbanan para pahlawan.
e. Negeri ini jangan dibuat terus kacau dan tidak aman
22. Gasifikasi merupakan salah satu proses konversi termokimia yang mengubah
biomassa menjadi bahan bakar gas dengan panas pembakaran sekitar 20 MJ/kg. Sebagai bahan perbandingan, bahan bakar minyak kira-kira bisa menghasilkan panas pembakaran 40 MJ/ kg, dan batubara 32 MJ/kg.
Paragraf di atas berisi informasi tentang ....
a. konversi termokimia sebagai pengubah biomassa menjadi bahan bakar gas
b. bahan-bahan yang dapat menghasilkan energi, termasuk biomassa
c. perbandingan potensi energi antara biomassa, minyak, dan batubara
d. besarnya energi yang dibutuhkan untuk membakar biomassa
e. besarnya energi yang dihasilkan oleh minyak dan batubara
23. “Jika Bapak mengizinkan, saya akan meminjam kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit. Maaf, Pak, pada malam hari kendaraan umum hampir tak ada”. ”Boleh, silakan Pak Heri. Bawalah anak itu cepat-cepat ke dokter! Ini kunci mobil dan sedikit uang untuk berobat!”
Amanat yang disampaikan oleh pengarang dalam penggalan cerpen di atas ialah .…
a. tolong-menolong sesama manusia itu penting
b. meminjam mobil harus disertai sedikit uang
c. janganlah memperberat kesusahan orang
d. membawa anak ke dokter lebih baik daripada memberikan uang
e. bantuan uang lebih bermanfaat daripada tindakan
24. Kami menelusuri jalan-jalan desa, jalan-jalan setapak, naik turun pegunungan di daerah Kabupaten Gunungkidul. Kami yang masih muda-muda dan sehat merasakan betapa berat dan lelah menelusuri rute yang pernah dilalui Jenderal Sudirman dalam bergerilya melawan Belanda. Padahal, ketika itu Pak Dirman dalam keadaan sakit.
Tanggapan posistif terhadap laporan “napak tilas” di atas adalah ...
a. Daripada membuang-buang waktu untuk jalan-jalan, lebih baik belajar
mengingat tugas utama pelajar ialah belajar dan mengisi kemerdekaan ini.
b. Yang lalu biarlah berlalu, kita sebagai generasi muda mengemban tanggung
jawab yang berbeda dan para pejuang “tempo dulu”, rapak tilas bolah ada boleh
tidak.
c. Sekarang sudah merdeka, mari kita tatap masa depan dengan mengisi
kemerdekaan ini dengan menguasai iptek, bukan dengan jalan-jalan.
d. Generasi muda memang perlu “napak tilas” gerilya para pejuang sehingga
mereka tahu betapa besar pengorbanan pendahulu bangsa ini untuk meraih
kemerdekaan.
e. Kita akan menghadapi tantangan yang berbeda sehingga lebih baik
mengantisipasi tantangan ke depan daripada “napak tilas”.
25. Dua buah pelat logam dengan koefisien muai panjang yang berbeda direkat (dikeling)
menjadi satu, lalu dipanaskan. Ternyata pelat yang semula lurus menjadi bengkok. Makin besar perbedaan koefisien muai panjang antara kedua logam yang direkat, makin besar sudut biasnya.
Kutipan di atas merupakan penggalan dari laporan ....
a. peristiwa
b. wawancara
c. seminar
d. percobaan
e. kunjungan
26. Kalimat yang tepat untuk mempersilakan seseorang yang akan menyampaikan sambutan ialah ...
a. Kepada yang terhormat Bapak Kusnanto dipersilakan.
b. Kepada Bapak Kusnanto dipersilakan.
c. Yang terhormat Bapak Kusnanto, waktu dan tempat kami persilakan.
d. Yang terhormat Bapak Kusnanto, waktu dan tempat kami haturkan.
e. Bapak Kusnanto kami persilakan.
27. Proposal peringatan HUT kemerdekaan RI tidak memuat hal ....
a. tujuan
b. macam-macam kegiatan
c. susunan panitia
d. daftar hadir peserta
e. rincian biaya
28. Hal yang tidak perlu dimuat dalam notula rapat OSIS tentang rencana pelaksanaan seminar adalah ....
a. judul rapat
b. pelaksanaan (hari, tanggal, waktu, tempat)
c. pemimpin rapat
d. biaya pelaksana
e. keputusan-keputusan rapat

29. Langgar Kyai Syafei tak jauh letaknya dengan rumahku. Sebuah kampung pesantren
termasuk desa Kedungpring Kecamatan Tanggulrejo dengan penduduknya yang damai. Di situlah langgar itu berdiri bertahun-tahun sebelum aku lahir. Bahkan sejak Kyai Ahmad ayah Kyai Syafei yang alim itu masih muda, sedang ketika itu ayahku jadi santri beliau. Bentuk langgar itu kuno dan karena tuanya di sana sini banyak yang sudah rusak.
Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam penggalan prosa di atas ialah ....
a. tokoh
b. tema
c. latar/setting
d. sudut pandang
e. amanat
30. Dalam sebuah diskusi bertemakan menentukan “tema” drama sastra Sandyakala ning
Majapahit karya Sanusi Pane, salah seorang peserta berpendapat bahwa tema drama
tersebut adalah kebenaran dan keadilan tidak selalu menang. Buktinya, Damarwulan,
tokoh yang melambangkan kebenaran dan keadilan, dikalahkan oleh Punggawa dan
Menteri yang melambangkan kebatilan dan kemaksiatan yang sangat iri kepada
Damawulan. Peserta lain berpendapat bahwa temanya adalah kelemahan ratu yang
membiarkan para pejabatnya menyeleweng dan berbuat sewenang-wenang. Buktinya, yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada Damarwulan mestinya sang ratu, Dewi Suhita. Kenyataannya malah menterinya. Kalau kepala negara lemah seperti itu, akan hancurlah negaranya.
Jika kita harus menyampaikan pendapat yang meyakinkan orang lain berdasarkan pendapat dua peserta di atas, kalimat yang mengandung alasan yang logis ialah ...
a. Majapahit mendekati kehancuran karena selain pemimpinnya lemah, keadilan
dan kebenaran tidak lagi dihargai.
b. Majapahit akan mengalami ketenteraman kalau pemimpinnya selain
mempercayai juga memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bawahannya.
c. Majapahit akan mengalami masa kejayaan kalau selain pemimpinnya lunak,
pembantunya berani bertindak keras kepada rakyatnya.
d. Majapahit akan jatuh karena sudah masanya digantikan oleh era pemerintahan
baru.
e. Majapahit mempelopori pemerintahan demokratis yang tidak mempersoalkan
gender.
31. Kalimat yang santun dan masuk akal sebagai jawaban peserta diskusi mengenai program Keluarga Berencana (KB) ialah ...
a. Menurut pendapat saya, program KB dilaksanakan di negara kita karena tidak
ada jalan lain untuk mengurangi jumlah penduduk.
b. Program KB dilaksanakan di negeri kita karena program KB satu-satunya cara
untuk mengurangi jumlah penduduk.
c. Terima kasih atas pertanyaan Saudara, pertanyaan Saudara menurut saya tidak
perlu dijawab.
d. Terima kasih atas pertanyaan Saudara, saya kira pertanyaan itu tidak perlu
ditanggapi.
e. Menurut pendapat saya, program KB dapat mengendalikan laju pertumbuhan
penduduk.
32. Inflasi adalah suatu proses atau peristiwa kenaikan tingkat harga umum. Dikatakan
tingkat harga umum oleh karena barang dan jasa itu banyak jenisnya. Mungkin saja
beberapa jenis barang harganya turun sedangkan sebagian besar jenis barang harganya naik. Bila komponen-komponen yang beraneka ragam itu naik maka tingkat harga umum ini naik. Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang sukar dibantah. Dewasa ini tak terdapat mata uang yang bebas dari kenyataan itu. Hanya sedikit negara yang mengalami inflasi di bawah 5%. Sebagian besar berkisar antara 6% - 30%. Sepanjang usia mata uang rupiah di Indonesia, tak pernah satu tahun pun luput dari inflasi.
Simpulan dari penggalan laporan peristiwa di atas ialah ....
a. inflasi terjadi karena barang dan jasa banyak jenisnya
b. inflasi tidak terjadi pada negara maju
c. inflasi dialami oleh setiap mata uang
d. inflasi mata uang rupiah berkisar antara 6% − 30%
e. negara hanya mengalami inflasi sebesar 5%
33. Hatinya panas. Rasa cemburunya bangkit. Suatu kewajaran, sebagai perempuan dan
sebagai istri jika diamuk rasa seperti itu. Cemburu dan marah yang hebat menyebabkan ia tidak menyadari bahwa laki-laki yang dinantinya sudah berdiri di muka pintu. Baru ketika terdengar namanya dipanggil, ia melihat suaminya bersandar di situ. Tubuhnya tampak lesu. Pakaian lusuh dengan bekasbekas darah. Muka serta tangannya penuh dengan luka.
“Kenapa, Pak?” tanyanya dengan penuh kecemasan. Lenyaplah marah dan
cemburunya melihat keadaan seperti itu.
“Aku terseret arus ketika menyeberang sungai dan datang banjir tiba-tiba,” jawab
suaminya dengan suara pelan sambil terus tunduk.
Unsur yang menonjol dalam penggalan kutipan cerpen di atas adalah ....
a. tema
b. latar tempat dan waktu
c. sudut pandang
d. amanat
e. alur sorot balik
34. Kalimat yang tepat sebagai pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan di surat kabar ialah ...
a. Sesuai dengan iklan yang telah saya baca pada harian Jawa Pos tentang
lowongan pekerjaan tertanggal 4 Agustus 2003, maka bersama ini saya …
b. Berdasarkan iklan di harian Jawa Pos tanggal 4 Agustus 2003 tentang lowongan
pekerjaan, dengan ini …
c. Menurut isi iklan tanggal 4 Agustus 2003 pada harian Jawa Pos, setelah saya
baca terdapat lowongan pekerjaan, maka saya …
d. Pada harian Jawa Pos terbitan 4 Agustus 2003 mengenai lowongan pekerjaan,
maka dengan ini saya …
e. Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Jawa Pos, Senin, 4 Agustus
2003 yang berisi lowongan kerja, maka dengan ini saya …
35. Saya lulusan SMK program keahlian Busana tahun 2001 mengajukan lamaran agar di
terima sebagai desainer. Saya menguasai komputer MS Word ; Coreldraw, Photoshop, dan Pagemaker.
...
Penggalan surat lamaran pekerjaan di atas berisikan hal-hal di bawah ini, kecuali ....
a. tujuan penyampaian surat lamaran pekerjaan
b. pemberitahuan keterampilan tambahan yang dikuasai
c. penyebutan jabatan yang diminati
d. alasan pengajuan surat lamaran pekerjaan
e. pemberitahuan mengenai program keahlian yang dimiliki
35. Kalimat pembuka surat balasan lamaran pekerjaan yang berisi penolakan yang paling
santun ialah ...
a. Ternyata Saudara tidak memenuhi persyaratan kami. Oleh karena itu dengan
sangat terpaksa kami menolak lamaran Saudara.
b. Dari data pelamar yang sampai ke meja kami, Saudara belum memenuhi
kualifikasi tenaga yang kami butuhkan. Oleh karena itu, kami tidak dapat
menerima Saudara.
c. Lamaran saudara memenuhi syarat, tetapi banyak pelamar lain yang
kualifikasinya di atas Saudara, terpaksa kami belum dapat menerima saudara,
setidak-tidaknya pada saat ini.
d. Atas perhatian Saudara memenuhi tawaran kami, kami ucapkan terima kasih.
Akan tetapi kami mohon maaf karena kami belum dapat memenuhi harapan
Saudara.
e. Kami berterima kasih atas kiriman surat lamaran Saudara. Namun, Saudara
belum memenuhi persyaratan kami. Oleh karena itu dengan sangat menyesal
kami tidak dapat memenuhi harapan Saudara.

36. Kalimat pengantar yang tepat untuk mengawali pembacaan naskah pidato ialah ...
a. Hadirin yang saya hormati, berikut ini saya sampaikan pidato Bapak ...
b. Hadirin yang saya hormati, saya akan menyampaikan pidato yang ditulis oleh
Bapak ...
c. Hadirin yang saya hormati, izinkanlah saya menyampaikan pidato yang berjudul ..
d. Hadirin yang saya hormati, untuk menghemat waktu, baiklah saya bacakan
pidato ini.
e. Hadirin yang saya hormati, pidato pembukaan pertama ini akan saya sampaikan
dengan membaca naskah pidato ....
37. Para siswa yang saya cintai,
Tata kehidupan masyarakat merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat aturan-aturan yang harus ditaati oleh setiap komponen dan kita masing-masing adalah komponen dari sistem itu. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, kita dituntut masuk mengikuti “aturan main” yang berlaku secara umum di masyarakat kalau kita tidak ingin ikut terpental dari sistem itu. Padahal, sekali terpental, sulit bagi kita untuk bisa kembali pada posisi seperti semula.
Pesan penggalan pidato di atas adalah …
a. Jadilah komponen yang baik dari suatu sistem kehidupan.
b. Komponen yang taat pada sistem akan selamat dalam hidup ini.
c. Ikutilah aturan-aturan yang secara umum berlaku di masyarakat.
d. Kita tidak boleh terpental dari sistem kehidupan masyarakat.
e. Hati-hatilah agar tetap diterima sebagai komponen dari suatu sistem kehidupan
masyarakat.
38. Bacalah penggalan cerpen berikut!
Aku kangen surat-surat, puisi-puisi, dan teleponnya. Diam-diam aku menyesal telah
bersikap cuek kepadanya. Aku baru menyadari kalau ia sangat memperhatikanku. Ia
juga baik, sabar, dan jenaka. Ia begitu menghiburku. Aku kini bahkan berharap ia
meneleponku. Dan benar, malam itu ia meneleponku. Dan aku tidak lagi bersikap
cuek padanya. Aku bahkan bersikap sangat akrab dengannya.
Bapak, Karya Nurani Metawati
Unsur intrinsik yang sangat menonjol pada penggalan cerpen di atas adalah ....
a. latar
b. amanat
c. plot
d. perwatakan
e. gaya bahasa
39. Bacalah penggalan laporan berikut!
Waktu telah menunjukkan pukul 23.00 ketika kami meninggalkan Rialto Tower.
Kota sudah sunyi. Tinggal satu dua mobil lalu lalang. Udara terasa sejuk setelah
sore harinya Melbourne diguyur sedikit hujan. Kami berpapasan dengan orangorang
berbaju setengah resmi, yang baru pulang dari pertunjukan di teater. Taksitaksi
antre menunggu. Tetapi kami memilih naik trem untuk terakhir kalinya di
Australia, karena esok pagi-pagi harus kembali ke Jakarta.
Isi yang sesuai dengan penggalan laporan tersebut adalah ....
a. Laporan seseorang tentang perjalanannya ke Australia
b. reporter menulis ketika ia berpapasan dengan orang berpakaian setengah
resmi
c. reporter meninggalkan Rialto Tower sore hari dalam udara sejuk
d. reporter memilih naik trem karena terbiasa naik taksi
e. Melbourne merupakan kota besar di Amerika yang dilaporkan
40. Perhatikan kalimat berikut!
Demikian sambutan yang disampaikan oleh Wakil Kota Semarang. Sambutan
selanjutnya adalah sambutan Kepala SMK 10 Semarang.
...
Kalimat yang tepat untuk melanjutkan ucapan pembawa acara tersebut adalah ...
a. Bapak Rasyid Kepala SMK 10, kami persilakan.
b. Kepada yang terhormat Bapak Kepala Sekolah kami persilakan.
c. Kepada Bapak Kepala Sekolah waktu dan tempat kami persilakan.
d. Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah kami serahkan.
e. Waktu dan tempat sepenuhnya kami persilakan kepada Bapak Kepala
Sekolah.
41. Perhatikan Proposal Pemugaran Balai Desa berikut!
I. Nama kegiatan
II. Dasar Pemikiran
III. Tujuan
IV. Waktu Pelaksanaan
V. Biaya
VI. Panitia
VII. Narasumber
VIII. Lampiran
Hal yang tidak perlu ada dalam proposal tersebut adalah ....
a. dasar pemikiran
b. anggaran biaya
c. panitia
d. narasumber
e. lampiran
42. Perhatikan kalimat saran berikut ini!
Pembina OSIS : Saya berharap agar program-program OSIS tahun ini dibuat lebih
dinamis. Tidak seperti tahun lalu, program-program OSIS terasa
monoton.
Kalimat notula yang tepat untuk mendokumentasikan saran tersebut adalah ...
a. Dia berharap program-program OSIS diperbarui lebih dinamis dari
tahun-tahun sebelumnya.
b. Pembina OSIS mengharapkan agar program-program OSIS dibuat lebih
dinamis daripada tahun lalu.
c. Mengharapkan agar semua program-program OSIS diperbarui daripada
tahun lalu.
d. Orang itu mengharapkan agar memperbarui program-program OSIS
menjadi lebih dinamis.
e. Kami berharap agar memperbarui program-program OSIS menjadi lebih
dinamis
43. Cerpen Kritikus Adenan melukiskan tokoh Adenan sebagai terdakwa meskipun
sebenarnya tidak bersalah, ia harus mengiyakan segala kemauan hakim Adenan
selalu disapa dengan “kau” dan harus menyapa hakim dengan “tuan”. Para hakim
juga menampilkan kelicikan, keangkuhan, dan ketidakadilan.
Pernyataan berikut yang sesuai dengan penggalan resensi tersebut adalah ...
a. Sebagai kritikus, Adenan berani melawan tuduhan hakim.
b. Adenan mengakui telah berbuat kesalahan.
c. Hakim harus dihormati karena sebagai aparat keadilan.
d. Cerpen kritikus Adenan tergolong berani mengkritik keangkuhan hakim.
e. Kritikus Adenan selalu menolak tuduhan hakim.
44. Perhatikan penggalan puisi berikut!
Dendang Sayang
Aku tutup rapat pintu dan jendela
untuk tidak tahu lagi derita
dibawa angin dan cahaya
Tapi kembang hitam dan awan hitam
terselip selalu di tali rebab menikam
...
Ramadhan K.H.
Unsur intrinsik yang menonjol dalam penggalan puisi tersebut adalah ....
a. tema
b. tokoh
c. rima
d. latar
e. amanat
45. Bacalah penggalan surat lamaran berikut!
Setelah membaca iklan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 28
Agustus 2004 yang menyatakan bahwa PT Multimedia membutuhkan karyawan
di bagian desainer. Dengan surat ini, saya :
nama : Kartika Norma
tempat, tanggal lahir : Wonosari, 24 Mei 1988
alamat : Jalan Paris 37 Yogyakarta
pendidikan Terakhir : SMK Program Keahlian Designer
....
Di antara kalimat berikut ini yang paling tepat untuk melengkapi surat lamaran
pekerjaan tersebut adalah ...
a. mengajukan lamaran untuk bekerja di PT Multimedia
b. mengajukan lamaran sebagai tenaga desainer
c. bermaksud mengajukan lamaran untuk bekerja di perusahaan Bapak
d. melamar sebagai karyawan di PT Multimedia
e. mengajukan lamaran sebagai tenaga desainer di PT Multimedia
46. Perhatikan surat lamaran berikut!
Dalam harian Kedaulatan Rakyat tanggal 20 November 2004 dimuat iklan
perusahaan Bapak yang membutuhkan tenaga pembukuan. Berdasarkan syaratsyarat
yang telah Bapak tentukan, kiranya saya memenuhi syarat tersebut.
....
Penggalan surat lamaran tersebut menjelaskan bahwa ...
a. Pelamar telah memenuhi syarat berdasarkan seleksi.
b. Pelamar melamar menjadi tenaga pembukuan berdasarkan informasi dari
iklan.
c. Pemasang iklan adalah perusahaan yang berkualitas.
d. Surat lamaran harus sudah sampai tanggal 20 November 2004.
e. Pelamar harus seorang wanita yang berpenampilan menarik
47. Kalimat yang tepat untuk balasan surat lamaran kerja yang berisi penolakan secara
halus disertai penyesalan dan alasan penolakan adalah ...
a. Berdasarkan surat lamaran Saudara tertanggal 2 Agustus 2004 dengan
ini kami informasikan bahwa Anda ditolak karena tidak memenuhi
kualifikasi yang kami tetapkan.
b. Lamaran Saudara telah sampai di meja kami. Tetapi untuk rekrutmen
tahap ini Saudara belum dapat kami panggil karena surat Saudara
terlambat.
c. Dengan ini kami sampaikan terima kasih atas lamaran Saudara. Namun
dengan sangat menyesal Saudara kami tolak karena suatu dan lain hal.
d. Membalas surat lamaran Saudara, dengan ini kami mohon maaf karena
belum dapat memutuskan apakah Saudara diterima atau ditolak.
e. Kami sampaikan terima kasih atas lamaran Saudara. Namun, lamaran
Saudara terlambat sampai di tangan kami, oleh karena itu jabatan yang
kami tawarkan telah terisi.
48. HFC dan HCFC sebagai Pengganti Gas Freon
untuk Mencegah Kerusakan Ozon
Di lapisan statosfer, ozon sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Ozon
diibaratkan benteng bagi kehidupan di bumi. Penutupan ozon di lapisan statoster
mengakibatkan intensitas sinar ultraviolet matahari yang sampai di permukaan bumi
meningkat. Hal ini berarti mengancam kehidupan di bumi beserta ekosistemnya. Padahal, berdasarkan penelitian dan pengamatan, saat ini lapisan ozon di atas Antartika telah berlubang. Bahkan, setiap tahun, lubang itu semakin lebar. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut.
Sebagai bagian dari proposal penelitian, kutipan di atas merupakan isi subjudul ….
a. rumusan masalah
b. latar belakang
c. tujuan
d. landasan teori
e. manfaat
49. Organisasi Siswa Intra Sekolah SMU Negeri 1000 Jakarta mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan, untuk mencari calon pemimpin di tingkat Sekolah Lanjutan Atas.
Kalimat yang tepat untuk latar belakang proposal berdasarkan ...
a. Puji syukur kepada Tuhan YME pada hari ini sekolah kita mengadakan
pelatihan pendidikan dasar kepemimpinan untuk mencari calon-calon pemimpin
OSIS.
b. Apakah pada masa ini di sekolah-sekolah lanjutan atas masih diperlukan calon-calon pemimpin OSIS?
c. Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan menggerakkan dan
mengarahkan kewibawaan, baik itu dilingkungan masyarakat atau di organisasi
siswa sekolah.
d. Kegiatan diklat ini akan diikuti oleh wakil siswa dari masing-masing kelas yang
ada di SMU Negeri 1000 Jakarta dengan instruktur dari Departemen Pendidikan
Nasional.
e. Pembangunan pada era globalisasi memerlukan pemimpin yang profesional.
Kepemimpinan tersebut antara lain dapat ditumbuhkan dari calon-calon
pemimpin di tingkat Sekolah Lanjutan Atas.
50. “Ya, mau bayar berapa saja, Mas,” ucapnya. Di tikungan terakhir menuju
kampungku. “Lebih enak jalan kaki,” jawabku terengah-engah. Aku merasa menang.
Aneh dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji
mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya. Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan. Ah, biarin.
Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampung. Ia
turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku
menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku
ceritakan pengalamanku pada ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan baru kemudian berkata, “Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.”
Amanat yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah ...
a. Kita harus memilih-milih tukang becak.
b. Kita harus memahami keadaan tukang becak.
c. Kita harus pandai menawar ongkos becak.
d. Jangan memberi hati kepada tukang becak.
e. Sebaiknya tukang becak harus tahu diri.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !

1. Jelaskan perbedaan cerpen dengan novel !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2. Jelaskan manfaat menulis resensi buku !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3.Tuliskan tugas-tugas seorang moderator!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

4. Buatlah contoh kalimat untuk mneyilakan seseorang berbicara/ mengungkapkan pendapat!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….


5. Apakah yang dimaksud dengan diskusi?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

6. kata biografi berasal dari mana? Jelaskan artinya!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

7. Atas perhatiaanya saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kalimat penutup surat tersebut salah. Jelaskan penyebab kesalahan tersebut!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

8. Jelaskan yang dimaksud dengan ekspresi dalam pembacaan puisi!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

9. Mengapa kita harus membuat laporan setelah melakukan suatu kegiatan?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

10. Jelaskan pebedaan kalimat fakta dengan kalimat opini! Sertakan contoh kalimatnya!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohamad. 1982. Teknik Berdeklamasi dan Baca Puisi. Surabaya: Warga
Badudu, J.S. 1984. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta : Gramedia
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
_________ 2001. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
_________.2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Prinsip dan Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Mulyasa, E. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Natawidjaya, Rochman. 1997. Konsep Dasar Penelitian Tindakan. Bandung : IKIP Bandung
Parera, Jos Daniel. 1996. Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, Landas Pikir dan Landas Teori. Jakarta: Grasindo
Sayuti, A.Suminto. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media
Suyatno. 2005. Permainan Pendukung Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Grasindo
Tukan,P. 2003. Mahir Berbahasa Indonesia 3A Kelas 3 SMA. Jakarta : Yudhistira
http://id.wikipedia.org/wiki/Cerita_pendek
http://www. Bogor Cybercity, media online-nya bogor
http://www.kolomkita.com

1 komentar:

  1. terima kasih, ini sangat membantu saya

    BalasHapus