Thursday, December 13, 2007

Guru pun Bisa ke JEPANG



Kuil KINKAKU-KI (KUIL EMAS)

KYOTO KOTA KLASIK DAN EKSOTIS DENGAN SERIBU KUIL
Saya akan menceritakan pengalaman saya ke luar negeri tepatnya ke negara sakura Jepang. tapi jangan berpikir bahwa kocek saya berlebih alias luber sehingga bisa jalan-jalan ke Jepang. negara yang maju teknologi dan pendidikannya. tahun 2001 tepatnya bulan Juli 2001, saya terpilih untuk mengikuti program persahabatan pemuda Asean-Jepang yang didanai oleh pemerintah Jepang melalui JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) bekerjasama dengan Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri Sekretariat Negara RI, saya terpilih sebagai peserta dari bidang guru utusan dari DKI Jakarta.
Pengalaman yang tentu saja tidak aka saya lupakan, mengingat saya seorang guru yang mungkin untuk ke luar negeri harus berpikir jauh bila ingat ongkos dan biaya ke luar negeri. oleh-oleh yang paling berkesan ketika saya berkesempatan mengunjung Kyoto,sebuah kota tua dengan nuansa tradisional Jepang yang hingga kini tetap dilestarikan. kota Kyoto kurang lebih berjarak 360 km dari Tokyo. Kyoto termasuk kota besar dengan jumlah penduduk sekitar 1.460.000 jiwa. pada tahun 794-1868 kota ini berfungsi sebagai ibukota Jepang. Kyoto merupakan kota Budaya Internasional nomor 1 di Jepang dan banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, lebih kurang 39 juta wisatawan mengunjungi Kyoto setiap tahun.
kebanyakan wisatawan mengunjungi Kyoto yang terkenal dengan kota seribu kuil, karena di Kyoto terdapat kuil-kuil yang sudah berusia ratusan tahun, misalnya kuil Kiyomizu-dera,Kuil Kinkaku-ji, Istana Nijo-jo,Kuil Heian-jinggu dan masih banyak lagi kuil-kuil dengan ornamen-ornamen khas Jepang klasik.
setiap tahun Kyoto menyelenggarakan tiga upacara besar yaitu upacara Aoi-Matsuri (bulan Mei), Gion-Matsuri (bulan Juni), dan Jidai-Matsuri (bulan Oktober.
Kyoto memang pantas jadi agenda bila kita berkesempatan ke Jepang. bukan dibesar-besarkan kalau Kyoto dikatakan sebagai kota kuno, di Kyoto kita dapat menemukan jajaran rumah-rumah tua yang tetap dilestarikan. tidak seperti kota-kota di Jepang lainnya, setiap sudut-sudut jalan di Kyoto dipenuhi ornamen khas Jepang dan kita dapat menjumpai ibu-ibu setengah baya yang masih konsisten mengenakan pakaian adat Jepang, misalnya Yukata, yang dipakai pada saat musim panas lengkap dengan Obi atau ikat pinggangnya. untuk berfoto bersama mereka, dengan sedikit membungkukkan badan dan meminta kesediaan mereka berfoto bersama kita, dengan senang hati akan mereka lakukan,maka tidak heran bila Kyoto merupakan kecintaan sekaligus kebanggaan Jepang sebagai "Kampung Halaman dalam Hati" dan Titik Pangkal bagi Jepang" untuk selalu melestarikan budaya leluhur. Seandainya Bangsa Indonesia seperti itu yah...
Sedikit saya akan menceritakan tentang kuil-kuil yang tadi saya sebutkan di atas.
1. Kuil Kiyomizu_dera
merupakan kuil Budha kuno, yang dibangun pada tahun 798 dan sudah 10 kali mengalami kerusakan atau terbakar akibat perang atau bencana alam. di belakang kuil utama terdapat kuil Jishu-jinja yang disebut dengan Dewa Perjodohan, dan di depan kuil terdapat 2 batu yang sering disebut "Batu Buta" dan "Batu Peramal Cinta". konon kabarnya menurut penduduk setempat dengan menutup mata berjarak 100 m kita berjalan menuju batu buta tersebut dengan menutup mata atau memejamkan mata dan sampai tepat di depan batu buta, maka keinginan kita akan tercapai. dan untuk menguji kesetiaan hati pada pasangan, kita dapat mencoba batu peramal cinta, caranya tetap sama dengan memejamkan mata, namun bila arah kaki kita tidak tepat menuju batu peramal cinta atau melenceng jauh maka hati kita masih memikirkan orang lain. yah ini pernah saya coba, ternyata saya jauh melenceng dari batu peramal cinta, nah...loh!
KIYOMIZUDERA YANG GAGAH PERKASA


2. Kuil Emas Kinkaku-jikuil ini terletak di Utara kota Kyoto. kuil ini sebenarnya bernama "Rokuonji" tetapi lebih umum disebut "Kinkaku-ji", karena bangunannya dilapisi emas yang sangat mengkilap ( Kin artinyanya Emas). kuil ini dibangun pada tahun 1394 sebagai villa untuk Ashikaga-Yoshimitsu, shogun ke-3 dari pemerintahan Muromachi

3. Istana Nijo-joIstana ini ditetapkan sebagai harta benda nasional, terletak hampir di pusat kota dengan luas 500 m (timur-barat) x 400 m ( utara-selatan) dikelilingi parit. didirikan pada tahun 1603, sebagai Pesangrahan bagi Tokugawa Ieyasu, Shogun ke-1,pemerintahan Tokugawa. kemudian pada tahun 1626, Tokugawa Iemitsu, Shogun ke-3 memperbaharui dan memperbesar bangunan yang dahulu hanya setengah dari ukuran sekarang.
akan tetapi setelah Shogun Iemitsu berkuasa, istana itupun jarang dikunjungi oleh para Shogun lainnya, dan hanya sebagai perlambang dari keagungan pemerintahan Tokugawa. pada tahun 1867, Shogun ke-15 menyerahkan kekuasaannya di istana ini dan dengan demikian berakhirnya kekuasaan Tokugawa memasuki Restorasi Meiji.
dari berbagai kuil yang saya kunjungi itu saya merasa inilah oleh-oleh yang paling tak ternilai khusunya buat anak-anak didik saya di Indonesia agar tetap mempertahankan budaya leluhur. Jepang saja yang sudah modern dalam segala bidang tetap mempertahankan kota nya untuk tetap bernuansa tradisional. tapi bila Anda mengunjungi Kyoto jangan keluyuran malam-malam, karena Kyoto benar-benar sepi, ibarat kota mati bila malam tiba atau setelah matahari terbenam, tidak seperti Tokyo yang hinggar-bingarnya tetap sepanjang waktu.
jangan lupa di Kyoto Anda belajar teknik celup tradisional Yuzen-Zome. yaitu memuat motif-motif dengan memakai pola yang tersedia kalau di Indonesia mungkin sejenis batik namun ini lebih khas lagi. celupan tradional Yuzen ini diciptakan oleh Miyazaki Yuzensai di akhir abad ke-17. oleh-oleh sambil belajar celupan ini tentu saja bisa Anda bawa pulang sebagai "Omiyage" (kenang-kenangan), dalam bentuk saputangan, kaos, taplak atau pola dari kayu dan logam.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah memberikan komentar dan masukan

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...