Monday, December 22, 2008

Happy Mother Day's

























22 Desember 2008


Hari Ibu di Indonesia




Bahagianya ibu-ibu di Indonesia , karena hari ini adalah hari Ibu. Memang ibu-ibu di kota besar bisa memaknai hari ibu dengan suka cita, karena mereka dapat menyaksikan pendapat beberapa seleritas di televisi dalam memaknai hari Ibu dari televisi sambil minum teh hangat, dan camilan yang dibeli di sebuah supermarket atau penganan yang disiapkan si bibik pembantu. Lalu bagaimana dengan ibu -ibu di desa dan daerah terpencil. Apakah makna hari ibu bagi mereka? masih bermaknakah hari Ibu untuk mereka, sementara mereka harus membanting tulang demi mencukupi kehidupan keluarga. Masih suka citakah mereka merayakan Hari ibu, ketika minyak tanah harus mereka antri dengan keringat dan lelah tertahan. Masih ditunggukah hari Ibu, ketika uang saku untuk transpostasi dan jajan anak mereka ke sekolah tak ada di tangan? Masih adakah senyum hangat ketika susu tak terbeli dan anak merengek meminta mainan.


Begitu kompleks permasalahan yang ada di pundak Ibu, jadi bagaimana makna hari ibu untuk mereka. Mungkin jawabnya : hari Ibu lebih bermakna jika ibu-ibu di Indonesia dapat memaknai kasih yang telah mereka berikan untuk anak -anak mereka.


Hari ini, Senin 22 Desember 2008, pagi aku masih masak, bebenah rumah dan mencuci pakaian. Rencana hari ibu kali ini aku dan anakku Raynaldi akan menonton film di Bioskop XXI Sunter. Sampai di bioskop teryata film yang ada tidak ada yang berkenan di hati. Dengan terpaksa kami menonton film Amerika yang berjudul "Hallowen". Menyesal.... tentu saja karena dari awal hingga akhir cerita hanya berisi kekerasan yang tidak pantas di tonton oleh anak-anak. Jadi bisa dibayangkanlah bila aku berusaha membuat anakku menutup mata bila ada tayangan kekerasan. Tahu sendiri apa jawaban anakku. "Kalau ditutup terus matanya rugilah bayar karcis nontonnya!" Aku berusaha membuat anakku mengerti bahwa tayangan itu tidak pantas ia lihat. Pulangnya karena uang cekak, kami hanya membeli Crepes isi coklat dan keju. Nikmatnya melihat anakku makan. Di perjalanan anakku Natasha menelepon. Surpise karena ia tidak pernah menelepon ke HP. Tapi karena ingin mengucapkan "Selamat Hari Ibu" padaku, ia rela menyisihkan uang jajannya menelepon ke HP. Makasih yah sayang, terima kasih untuk semuanya.


Untuk Mamaku yang masih tetap heboh, hebat dan seksi....



Selamat hari Ibu tanpa Mama aku tidak akan bisa seperti ini dan dapat memaknai kasih sayang seorang ibu. Terimakasih Ma... untuk semuanya.


Bunda

(By Bunda NaRa)


Kasih yang abadi akan tepatri selalu
Belaian sayang akan tersa menyeluruh
Ketika kau lemparkan cambuk kekuatan
untuk mengajakku melangkah ke masa depan

Bunda adakah yang lebih indah dari senyummu?
Bunda adakah yang lebih mulia dari pelukanmu?
Bunda adakah yang lebih hebat dari tegur marahmu

Kasih yang selalu di hati terukir selalu
Peluk mesramu kan selalu menjadi penghangat
Bunda makna kasih tak kan lekang oleh waktu

Bunda canda tawa tak kan punah oleh janji
Bunda segala yang ada adalah simpul kasihmu pengikatnya


Bunda...
Sayang terucap selalu di kelu ini














No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah memberikan komentar dan masukan

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...