Sunday, February 22, 2009

PERSAHABATAN PART II












MY STORY AND MY FRIEND
Continuing my story about friendship, eventually I had to visit a friend in Devi Zubaidah Tampubolon Sawangan Depok. Biasalah even if no agreement can I mengunjunginya. But before I make a promise never eh .... I even accomplished continuously. Today is Sunday, February 21, 2009, husband and I planned to deliver the husband to see my uncle's house they will buy in the area of Parung Bogor. Morning we leave for 10 minutes by car pamanku. Travel is tiring to see a home contract that we will buy, fun phone I ask Devi home address and the location of our house. Apparently only about 5 kilometers to the place where Devi's house that I visit. Cars spur us to Devi's house, even though very tired but I will because once vibrant friend who met with escape making the palace outside Jakarta. Tired feel that we have, because the house Devi was very comfortable with a yard wide, the page where the car is enough for 5 fruit mobil.meet old friend especially if that friend is someone who fills the corner of the heart moan moan in grief and love, oh ... it's got like a priceless gift. Maybe I was deskripsiku meeting and lunch at Devi istananya a beautiful and comfortable. With greeting a friendly host, meaning tired trip in Tanjung - Priuk-Depok. The atmosphere of the house is truly soothing and cheery smile of the host to add this convenient heart. That day and I shed Devi stories about day and news stories and the friends who abandoned Devi. Sometimes we laugh, sometimes resentful ulah with our friends that we talked ... that is the color of life (but we do not gossip loh ... foreverglo but infotament so many stale gossip we ..!). But I am so sad ...,because time Devi mother meet me? Do try the mama say I see the time? Mama I said "Look ..., Art Your Body same as Ade (call for Devi)? 'What ...? oh my GOD ... Devi is the mother means I also get a 'sexy, cute, Deboy, and Bohay .......!!! Sad ..yah realy? I believe I was ... I cook .. I am the same body? But after a tough new image we are aware that I am ... My Body .... its real ... same as Devi. Means I have to subtract the extra dinner, a lot of sports ... Devi met the main mother have to look slim .... I can not ... Anibody ..... can help me? What is wrong with me? Yard plants with a wide Mangga, Nangka, Cashew nut (klutuk) is red, the papaya tree laden fruit, the durian and the tree still tall same as son (he added five more years can be harvested a period ...?). The state of the field it makes my son and nephew berlarian, let them play safely at most hit by the trees. Devi the host invites me to harvest cashew bijinya, so make buy to Jakarta. I urge the time to reap a half jackfruit with force (hopefully I nangkanya Devi Ikhlas harvest ...!), Devi was busy looking for ... poniard, vessel head Bu De our direct search sharp objects. Do not be one that I do not know themselves that this chopper would he, he ... he .. he ... with the help of a machete that was good cooperation between the husband and the husband Devi direction can (to cut the jackfruit from the tree) Good ... my husband finally deliver jackfruit is home to us (try to buy if the tuh ....?), for this one "Tanks De yah ... Returned from the palace Devi various in mind and really beloved husband. my husband said we can do later in retirement and old places like that? Alhamdulillah I am and my husband was the same, hopefully the love of God for the way we love to knit thread later with the children and grandchildren in a comfortable and beautiful. Duh ... so sweet ... and the romantic narcis yah? I dreamed of a husband san will buy the land at the field for the children and grandchildren and we can running in the gardening, hopefully yah

RUMAHKU ISTANA-KU

Melanjutkan ceritaku tentang persahabatan, akhirnya aku berkesempatan untuk mengunjungi sahabatku Devi Zubaidah Tampubolon di Sawangan Depok. Biasalah kalau tanpa perjanjian malah aku bisa mengunjunginya. Padahal sebelumnya aku pernah membuat janji eh.... malah nggak kesampaian terus. Hari itu Minggu, 21 Februari 2009, rencananya aku dan suami akan mengantar paman suamiku untuk melihat rumah yang akan mereka beli di daerah Parung Bogor. Pagi jam 10 kami berangkat dengan mobil pamanku. Perjalanan yang melelahkan untuk melihat rumah kontrakan yang akan kami beli, iseng-iseng aku telepon Devi menanyakan alamat rumah dan lokasi rumahnya dari tempat kami. Rupanya hanya berjarak kira-kira 5 kilometer rumah Devi dengan tempat yang aku kunjungi.
Mobil kami pacu ke rumah Devi, walau lelah sangat tapi aku bersemangat sekali karena akan bertemu sahabatku yang melarikan diri dengan membuat istana di luar Jakarta. Lelah yang kami rasakan terbayar sudah, karena rumah Devi ternyata nyaman sekali dengan pekarangan yang luas, halaman tempat mobil yang cukup untuk 5 buah mobil.Bertemu teman lama apalagi bila teman itu adalah seseorang yang mengisi sudut hati tempat berkeluh kesah dalam suka dan duka, oh... rasanya seperti mendapat hadiah yang tak ternilai. Mungkin itu deskripsiku pertemuan aku dan Devi siang itu di istananya yang asri dan nyaman. Dengan sambutan tuan rumah yang ramah, apalah artinya lelah dalam perjalanan Tanjung – Priuk- Depok. Suasana rumah yang benar-benar menyejukkan dan senyum riang sang tuan rumah menambah nyaman hati ini. Hari itu aku dan Devi menumpahkan cerita mengenai hari-hariku dan berita serta cerita teman-teman lain yang ditinggalkan Devi. Kadang kami tertawa, kadang sebal dengan ulah teman kami yang kami bicarakan... itulah rona hidup ( tapi kami nggak gosip loh... Cuma curhat aja, lagian udah banyak infotament jadi gosip kami basi..!).
Tapi aku jadi sedih loh, waktu ketemu mamanya Devi? Apa coba yang mama katakan waktu melihat aku? Kata mama aku “Look..., Seni Your Body same as Ade (panggilan untuk Devi) ? ‘What...? oh my GOD... kalau Devi mother dah bilang gitu berarti bener dong aku juga jadi ‘Bahenol, Demplon, Deboy, and Bohay.......!!! Sedih nggak tuh...? Tadinya aku nggak percaya... masak sih.. bodi aku sama? Tapi setelah liat foto kami berdua baru aku sadar ternyata... My Body ....its real... same as Devi. Berarti aku harus ekstra kurangi makan malam, banyak olahraga... pokoknya ketemu Devi mother lagi harus kelihatan langsing.... bisa nggak yah... Anibody .....can help me? What wrong with me????
Pekarangan yang luas dengan tanaman Mangga, Nangka, Jambu biji (klutuk) yang berwarna merah, Pohon pepaya yang sarat buah, serta pohon durian yang masih seukuran anakku (katanya lima tahun lagi bisa dipanen... Masa sih?). Keadaan yang lapang itu membuat anakku dan keponakan berlarian, biarlah mereka aman bermain paling-paling yang ditabrak pohon-pohon.
Devi sang tuan rumah mengajak aku untuk panen jambu bijinya, lumayanlah buat oleh-oleh ke Jakarta. Waktu aku mendesak untuk memanen nangkanya dengan setengah memaksa ( mudah-mudahan Devi Ikhlas nangkanya aku panen...!), Devi pun sibuk mencari golok..., wadah gawat nih gara-gara maksa Bu De kita ini langsung cari benda tajam. Jangan salah bukan aku yang nggak tahu diri ini yang mau dia golok, he...he..he... dengan pertolongan golok itulah kerjasama yang baik antara suamiku dan Abah suami Devi dapat terbantu ( untuk memotong nangka dari pohonnya) Good... my husband kerjasamamu akhirnya mengantarkan nangka itu ke rumah kita (coba kalau beli berapa tuh....?), untuk yang satu ini “Tanks yah De... Pulang dari istana Devi beragam pikiran berkecamuk di benakku dan suami tercinta. kata suamiku bisa nggak kita nanti tua dan pensiun di tempat seperti itu? Alhamdulillah ternyata pikiranku dan suami sama, mudah-mudahan Tuhan kasih jalan untuk kami merajut benang kasih hingga nanti bersama anak cucu di tempat yang nyaman dan asri. Duh... so sweet... romantis dan narcis banget yah? I and My Husband have a Dreams.... so... ? I hope so

PANEN NANGKA DI RUMAH DEVI







No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah memberikan komentar dan masukan

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...