Thursday, February 7, 2008

LKS SMA Kelas XII IPA/IPS Smt 1

STANDAR KOMPETENSI : Mendengarkan
1. Memahami informasi dari berbagai laporan
KOMPETENSI DASAR : 1.1 Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan
INDIKATOR :
• Mencatat pokok-pokok isi laporan
• Membedakan kalimat yang berupa fakta dan yang berupa opini (pendapat)
• Menentukan kalimat yang berupa fakta
• Menentukan kalimat yang berupa opini

MATERI
FAKTA DAN PENDAPAT


Pernahkah kamu berbeda pendapat dengan sesorang? Adakah perbedaan itu memunculkan perselisihan? Selayaknya perbedaan pendapat menjadikan kita lebih dewasa bersikap!
Apa itu fakta dan pendapat !
► Fakta merupakan sesuatu yang ada dan benar – benar terjadi dan pernyataan yang tak terbantah lagi kebenarannya.

► Kalimat yang berisi fakta merupakan kalimat yang ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, suasana yang benar - benar terjadi dan bersifat obyektif.
Contoh kalimat fakta :
Mantan presiden Soeharto menderita sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Selatan.

► Pendapat merupakan sikap, pandangan atau tanggapan seseorang terhadap suatu fakta dan kebenarannya relatif karena dipengaruhi unsur pribadi yang bersifat subjektif. Baik berupa pertimbangan – pertimbangan maupun saran – saran.
Pendapat sering disebut opini, gagasan atau argumentasi
Ciri – ciri fisik kalimat berupa pendapat :
• bisa jadi
• sangat
• tidak mungkin
• sebaiknya
• kata – kata yang menunjuk
• subjektivitas seseorang
Contoh kalimat pendapat :
Mantan presiden Soeharto diindikasi menderita komplikasi jantung dan peradangan pada ginjang dan saluran pernafasan.
Contoh Soal :

(1) Kapal pesiar adalah perahu layar atau kapal kecil yang sangat
baik digunkan untuk rekreasi pada waktu luang.
(2) Pada umumnya kapal pesiar ada dua macam, yaitu kapal yang
tidak menggunakan mesin dan kapal yang menggunakan mesin.
(3) Kapal layar bermesin yang lebih terkenal dengan sebutan kapal
layar pesiar baik juga untuk sarana rekreasi.
(4) Kapal layar pesiar biasanya digunakan oleh orang – orang kaya
untuk berpesiar.

Kalimat berisi fakta pada paragraf tersebut ditandai dengan nomor….
Pembahasan : Fakta merupakan pernyataan tentang sesuatu yang ada dalam kenyataan dan kebenarannya tidak perlu dibuktikan lagiPada umumnya kapal pesiar ada dua macam,yaitu kapal yang tidak menggunakan mesin dan kapal yang
menggunakan mesin (kalimat ke-2).

Tagihan 1 :
1. Fakta adalah.............................................................................................................
2. Tanggapan atau pendapat sesorang disebut ...................................................................................................................................
3. Sebutkalah ciri-ciri fisik kalimat pendapat ......................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Kunjungan ke desa Sungai Kendal memakan waktu hampir lima jam.
Kalimat tersebut termasuk kalimat...........................................................................
...................................................................................................................................
5. Kunjungan yang dilakukan oleh para pejabat di jajaran Pemda DKI Jakarta menemukan kenyataan bahwa penduduk desa Sungai Kendal masih memerlukan penyuluhan pertanian.
Kalimat tersebut termasuk kalimat...........................................................................
...................................................................................................................................

Tagihan 2 :

Bacalah teks di bawah ini dengan seksama !

22/01/2008 16:15 WIB
Lahan Parkir Menara Jamsostek Ditutup Mulai 23 Januari
(Nadhifa Putri – detikcom)
Jakarta - Honda Accord warna silver B 8722 FW terjun bebas dari lantai 8 Menara Jamsostek. Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Pemprov DKI Jakarta akan melayangkan surat peringatan untuk menutup gedung kepada pengelola gedung pada Rabu 23 Januari 2008. "Jika tidak ditutup, kita akan menyegel gedung tersebut. Biasanya kita beri waktu satu hari, karena mereka perlu waktu untuk mengosongkan," ujar Kepala Dinas P2B Pemprov DKI Jakarta Hari Sasongko di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2008).
Menurut Hari, dinding parafet (pembatas) lahan parkir di Menara Jamsostek belum sesuai ketentuan parafet yang diberlakukan sejak 2007. "Parafet itu minimal 90 centimeter. Kalau lebih tinggi, lebih bagus. Untuk ketebalannya 15-20 centimeter. Jadi kalau di Menara Jamsostek, teralisnya harus dibongkar jadi beton," jelas Hari.Hari menuturkan, standar teknis bangunan lahan parkir harus meliputi penguatan standar bangunan seperti sirkulai, instalasi, rambu-rambu dan struktur bangunan. Hari menambahkan, Menara Jamsostek dibangun pada 1996. Sedangkan ketentuan lahan parkir berparafet dibuat pada 2007."Dengan adanya insiden di ITC Permata Hijau beberapa waktu lalu, secara umum sudah tersosialisasi standar teknis bangunan parkir," tandas Hari. ( nik / sss )
(Sumber Http://www detikcom)

1. Apakah yang diberitakan dalam teks di atas?
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Dimanakah peristiwa itu terjadi ?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Mengapa sampai terjadi peristiwa tersebut?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
4. Carilah kalimat fakta dalam teks berita tersebut !
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
5. Carilah kalimat opini dalam teks berita tersebut!
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………...
…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………..


































STANDAR KOMPETENSI : Mendengarkan
1.Memahami informasi dari berbagai laporan

KOMPETENSI DASAR : 1.2 Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran

INDIKATOR :
• Mengemukakan kritik isi laporan
• Memberikan saran untuk perbaikan laporan

MATERI

Kritik dan Saran dalam Laporan Lisan

Kita sering mendengar laporan yang disampaikan secara langsung maupun laporan yang kita saksikan melalui media elektronik televisi maupu radio.Bahkan secara tidak langsung kita juga pernah melakukan hal tersebut, yaitu melaporkan kepada guru atau orang tua kita kegiatan apa saja yang telah kita lakukan.
Laporan adalah hasil dari kegiatan yang kita lakukan.
Laporan dapat dilakukan secara tertulis maupun secara lisan Banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan setelah kita melakukan kegiatan tersebut. Agar kegiatan itu dapat dikoreksi oleh orang lain dan dapat memberi masukan untuk kegiatan selanjutnya, maka melaporkan hasil kegiatan tersebut merupakan spekerjaan yang harus dilakukan.
Biasanya laporan dilakukan oleh panitia pelaksana kegiatan, bisa juga dilakukan secara individu.
Mendengarkan laporan lisan yang disampaikan oleh pemberi laporan, hendaknya pendengar harus memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Dengarkan laporan dengan saksama
2. Catatlah pokok-pokok isi laporan
mencatat pokok-pokok isi artinya kita mencatat bagian yang penting dari isi laporan yang disampaikan. Pendengar harus mengatahui manakah pokok penting dari laporan yang kiranya tidak dipahami atau tidak sesuai. Hal inilah yang nantinya akan kita tanyakan atau komentari
3. Memberikan komentar dengan sistematis, logis ,dan jelas
pokok-pokok isi laporan yang tidak kita mengerti atau menurut kita tidak sesuai dengan pelaksanaan dapat kita kometari dengan cara memberikan kritik atau saran. Artinya kita memerlukan jawaban dari komentar yang kita ajukan.
4. Mengetahui dan memahami masalah dan kegiatan yang dilaporkan
5. Memperhatikan pertanyaan dan hubunganya dengan masalah yang disampaikan
Kritik dan Saran
Mengritik atau memberikan saran terhadap isi laporan yang kita dengar haruslah mempertimbangkan beberapa hal, agar kritik dan saran yang kita ajukan dapat bermanfaat dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
a. Kritik yang kita lontarkan harus logis dan sesuai dengan isi laporan
b. Disampaikan dengan bahasa yang jelas dan lugas
c. Kritik yang disampaikan merupakan upaya untuk membangun atau memperbaiki
d. Isi kritik yang disampaikan seimbang dengan apa yang nantinya akan dilakukan sebagai upaya perbaikan




Tagihan 1
Jawablah pertanyaan-pertanyaa di bawah ini !

1. Bahasa yang digunakan dalam laporan haruslah.......................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Sebutkan hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh pendengar laporan................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Agar hasil laporan kita dapat diterima oleh peserta apa saja yang harus kita lakukan.......................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Jelaskan bagaimanakah cara memberikan kritik yang santun dalam kegitan mendengarkan laporan...............................................................................................
...................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
5. Jelaskanlah bagaimana sikap yang baik sebagai orang yang hendak memberikan laporan!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2
Baca dan cermatilah teks laporan berikut !

Saudara pengurus dan anggota Koperasi Bunda Na’Ra yang berbahagia,
Koperai sebagai tonggak perekonomian bangsa, ternyata dapat memberikan konstribusi yang positif bagi perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Kopeasi ternyata dapat meringankan beban mereka untuk berwirausaha.
Koperai Bunda Na’ra yang sama –sama kita dirikan sejak tahun 1994 hingga sekarang tahun 2008, ternyata masih tegak berdiri dengan omzet yang tidak bisa dikatakan sedikit. Bayangkan saja dengan laba bersih untuk tahun ini saja kita menanguk laba bersih dengan kenaikan hampir 89 % dari laba tahun lalu yang hanya 65 %. Itu artinya segala usaha yang kita laukan untuk membesarkan koperasi kita ini tidaklah sia-sia.
Laba brsih kita dapatkan melalui beberapa pos-pos yang berkonstribussi aktif menyumbang laba terbanyak, yaitu :
1. toko koperasi yang melayni semua lapisan amsyarakat, bukan hanya anggota koperai, namun masyarakat yang ingin menggunakan jasa kita. Harga di toko koperasi kita bersaing dengan toko atau swalan lainnya.
2. Simpan pinjam, yang kini anggota tidak perlu susah payah untuk menambah usahanya dengan bunga kompetitif koperasi kita dapat memberikan pinjaman pada anggota hingga lima belas juta rupiah, dengan waktu pengembalian berjangka 12 bulan.
3. Sewa peralatan pesta, penyewaan ini walau sedikit laba yang disumbangkan, namun dengan adanya penyewaan peralatan pesta para anggota tidak susah lagi untuk menyelenggarakan pesta yang meriah dan tentu saja hemat. Sebagai anggota Koperasi Bunda Na’Ra angota hanya dibebankan biaya sewa perwatan saja yang besarannya hanya 10 % dari harga penyewaan dari tempat lain.
Menyadari begitu besar peran Koperasi Bunda Na’ra yang sama –sama kita banggakan ini, maka sudah selayaknya kita bersyukur dan tetap memegang teguh amanat dari seluruh anggota koperasi untuk selalu mengutamakan kekeluargaan.
Hanya kepada Tuhan Yang Maha easa kita bersyukur dan selalu berterima kasih, diri kita makhluk yang lemah dengan pertolongannyalah kita dapat tegak berdiri, marilah kita memohon agar senantiasa diberikan kemudahan dan kesabaran menjalakan usaha bersama ini.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

1. Tuliskanlah pokok-pokok isi dari laporan di atas1
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Adakah yang tidak kamu setujui dari pokok isi laporan tersebut, sebutkan!
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Buatlah dua saran terhadap isi laporan yang tidak kamu setujui tersebut !
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................








STANDAR KOMPETENSI : 2. Berbicara
Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi

KOMPETENSI DASAR : 2.1 Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi

INDIKATOR :
 Mengajukan pertanyaan atau tanggapan dengan menggunakan alasan yang logis.
 Mengemukakan persetujuan atau penolakan dengan alasan yang logis
 Mengajukan pertanyaan dan atau persetujuan dengan menggunakan kata sambung dalam kalimat
 Mengajukan argumentasi yang dapat mendukung atau menentang pendapat pembicara

MATERI

TANGGAPAN DALAM DISKUSI


Memberikan tanggapan, saran, bahkan usul dalam sebuah pertemuan menjadi hal yang biasa dilakukan oleh peserta rapat atau diskusi. Namun dalam memberukan tanggapan hendaknya kita tahu bagaimana harus mengeluarkan pendapat yang baik dalam rapat atau diskusi.
Pertanyaan dalam diskusi yang diajukan hendaknya :
1. sesuai dengan topik diskusi
2. logis, sistematis
3. sampaikan dengan santun
4. pertanyaan tidak menyinggung dan menjatuhkan peserta lain
5.
DISKUSI
Pengertian Diskusi
1. Diskusi adalah pembicaraan ilmiah membahas suatu masalah.
2. Diskusi adalah suatu pertemuan untuk membahas suatu masalah
Unsur- unsur dalam diskusi
1. Moderator / Pemimpin diskusi
2. Penyaji
3. Notulis
4. Peserta
Tugas Pemimpin Diskusi
1. Membuka dan menutup jalannya diskusi
2. Memberi kesempatan pada peserta untuk mengungkapkan pendapat, tanggapan, usul, saran, kritik
3. Mengesahkan hasil keputusan diskusi
Tugas Moderator
1. Membuka diskusi
2. Mengenalkan penyaji dan orang yang terlibat dalam diskusi
3. Mengatur jalannya diskusi
4. Menghidupkan diskusi dari awal sampai akhir diskusi
5. Menengahi adu pendapat antar peserta
6. Berwenang menghentikan atau melanjutkan diskusi jika diskusi menemui jalan buntu
7. Menyampaikan kesimpulan hasil diskusi
Tugas Penyaji/ Pemakalah
1. Membuat makalah
2. Membacakan makalah
3. Menanggapi pertanyaan peserta
Tugas Notulis
Mencatat jalannya diskusi mulai dari awal hingga akhir diskusi.
Catatan notula hendaknya sistematis, mencangkup hal-hal seperti :
a. topik diskusi
b. tempat dan waktu dimulai dan berakhir diskusi
c. berbagai pendapat, pertanyaan, sanggahan, usul, saran
d. kesimpulan diskusi
Tugas Peserta Diskusi
1. Mengikuti jalannya diskusi dengan tertib
2. Mematuhi tata tertib diskusi yang telah disepakati
3. Mengeluarkan pendapat, ususl, saran berkenaan dengan isi diskusi
Memberikan pendapat dalam diskusi
1. Pendapat disampaikan dengan cara dan bahasa yang sopan
2. Penolakan atau persetujuan harus didasarkan pada logis atau tidaknya pendapat yang disampaikan,bukan karena orangnya
3. Pendapat hendaknya disertai bukti, contoh, dan alasan agar diterima peserta lain
4. Jangan mendominasi pembicaraan, berikan peserta lain kesempatan untuk mengemukakan pendapat
5. Jauhkan rasa dendam atau sakit hati terhadap peserta yang menolak pendapat kita
Menyampaikan sanggahan
1. Objek (bagian pembicaraan) yang kita sanggah jelas
2. Alasan dan bukti logis
3. Sampaikan pendapat kita sebagai imbangan bagi pernyataan pembicara yang kita tentang
4. Bersikap dan berbahasa yang santun (tidak emosional)
5. Bersikap objektif
Jika terjadi adu pendapat dalam diskusi
1. Sikap moderator
moderator harus tetap mengendalikan secara langsung lalu lintas pembicaraan, jangan sampai peerta diskusi menyampaikan pendapat tanpa melalui moderator. Kesempatan berpendapat harus diberikan secara adil, merata, dan seimbang kepada segenap peserta. Moderator berhak menegur, bahkan menghnetikan eserta yang menyampaikan pendapat secara bertele-tele menyimpang dari pokok permasalahan

2. Sikap Notulis
dalam keadaan apapun notulis harus tetap bersikap aktif engikuti jalannya diskusi dan adu pendapat. Dengan demikian notulis harus memahami alur pemikiran yang disampaikan oleh kedua belah pihak, dan tetap mempertahankan sikap objektif (tidak memihak). Catat hal-hal yang penting, hingga akhir/kesimpulan perdebatan.

Tagihan 1
Jawablah pertanyaan di bawah ini !

1. Tugas moderator dalam pelaksanaan diskusi adalah........
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Tuliskanlah kewajiban peserta diskusi !
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Saudara-saudara, marilah kita mulai berdiskusi.Dalam diskusi kali ini kita akan membahas masalah Peran Pelajar dalam Mewujudkan Sekolah sebagai Masyarakat Belajar. Namun, sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit biodata penyajimakalah.
kalimat di atas diucapkan oleh…...............................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
4. Nama lengkapnya Natasha Annisa. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 13 Oktober1994. Beliau adalah salah satu artis cilik yang menjadi duta buku di Indonesia
kalimat di atas berisi…..............................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Siapakah yang bertanggung jawab terhadap tertibnya diskusi ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Tagihan 2

Dalam sebuah diskusi bertemakan menentukan “tema” drama sastra Sandyakala ning Majapahit karya Sanusi Pane, salah seorang peserta berpendapat bahwa tema drama tersebut adalah kebenaran dan keadilan tidak selalu menang. Buktinya, Damarwulan, tokoh yang melambangkan kebenaran dan keadilan, dikalahkan oleh Punggawa dan Menteri yang melambangkan kebatilan dan kemaksiatan yang sangat iri kepada Damawulan. Peserta lain berpendapat bahwa temanya adalah kelemahan ratu yang membiarkan para pejabatnya menyeleweng dan berbuat sewenang-wenang. Buktinya, yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada Damarwulan mestinya sang ratu, Dewi Suhita.Kenyataannya malah menterinya. Kalau kepala negara lemah seperti itu, akan hancurlah negaranya.
Jika kita harus menyampaikan pendapat yang meyakinkan orang lain berdasarkan pendapat dua peserta di atas, buatlah kalimat pendapat kita yang mengandung alasan yang logis !
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................





STANDAR KOMPETENSI : 2. Mengungkapkan gagasan, tanggapan, dan informasi dalam diskusi
KOMPETENSI DASAR : 2.2 Menyampaikan intisari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam diskusi
INDIKATOR :
• Mencatat hal-hal yang menarik atau yang mengagumkan dalam isi buku tentang biografi tokoh terkenal
• Menyampaikan hal-hal yang menarik atau yang mengagumkan tentang isi buku mengenai penyajian bahasa
• Memberikan komentar terhadap isi penyampaian teman.
MATERI
:
BIOGRAFI dan OTOBIOGRAFI

Pernahkah kamu membaca riwayat perjuangan seorang tokoh terkenal, misalnya riwayat perjuangan Jenderal Soedirman? Beragam tanggapan yang dapat kita ungkapkan setelah membaca riwayat perjuangan tokoh tersebut.
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut. Atau dalam arti lain biografi adalah hasil tulisan seseorang mengenai seorang riwayat hidup tokoh tersebut yang ditulis orang lain.
Sedangkan tulisan yang ditulis oleh tokoh itu sendiri dinamakan otobiografi
Biografi memuat seorang tokoh. Mengapa dibuat biografi?
Ada beberapa alasan mengapa seseorang itu layak dibuatkan biografinya.
1. seseorang itu adalah tokoh terkenal
2. berjasa bagi kehidupan manusia
3. hidupnya dapat menjadi contoh dan teladan masyarakat
4. perjuangannya merupakan motivasi orang lain untuk mengikuti jejaknya
5. mempunyai karya yang monumental dan layak dikenal
hal-hal yang ditulis dalam biografi antara lain :
1. nama tokoh lengkap
2. nama panggilan atau julukan
3. tempat tanggal lahir/ riwayat kelahiran
4. riwayat pendidikan
5. riwayat perjuangan, pekerjaan, profesi
6. penghargaan yang telah diperoleh
7. kelebihan dan kekurangan tokoh
8. riwayat keluarga

Tokoh yang akan ditulis biografinya bisa saja tokoh tersebut masih hidup. Misalnya biografi dari pelawak, presenter Tukul Arwana. Karena perjuangannya menaklukkan panggung hiburan tanah air, maka ia layak dibuatkan biografinya. Semangat dan perjuangan hidupnya yang berangkat dari orang desa atau istilah Tukul ‘Wong Ndeso’ mampu membuat seseorang untuk bangkit dan mencapai cita-citanya walau penuh rintangan.
Namun untuk membuat biografi tokoh yang masih hidup harus diperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Bahasa dan gaya penulisan
Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang santun, bertanggung jawab, netral serta dengan gaya yang tidak berpihak. Apa yang ditemukan dan hasil penelusuran itulah yang ditulis. Gaya penulisan harus netral, sesuai dengan apa yang ada,menghindari unsur subjektifitas atau provokasi yang dapat melambungkan si tokoh, sehingga keakuratannya diragukan
2. Narasumber langsung atau terpercaya
Carilah sumber dan narasumber yang terpercaya sehingga keakuratan data dapat terjamin. Misalnya buku-buku referensi tokoh, artikel tentang tokoh.
3. Subjek menjadi Narasumber
Bila subjek menjadi narasumber lakukan pendekatan yang simpatik tanpa kesan menggurui dan usahakan kita ada waktu untuk mengikuti segala aktifitasnya selama waktu yang kita butuhkan, tanpa mengganggu aktifitasnya dan tidak ada kesan penguntitan subjek.
4. Menghormati privasi
Walaupun kita melakukan upaya untuk mengikuti aktifitas subjek, lakukan tanpa mengganggu privatisasi sehingga subjek merasa aman.Hal yang diminta untuk tidak ditulis usahakan hormati privasi subjek.

Tagihan 1
Jawablah pertanyaan di bawa ini !

1. Tuliskan beberapa alasan mengapa seseorang dituliskan biografinya ................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Adakah manfaat yang dapat kita rasakan setelah kita membaca biografi tokoh ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Tuliskan hal-hal apa saja yang ditulis dalam sebuah biografi ?
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Apa saja yang harus kita perhatikan bila kita ingin menulis biografi tokoh yang msih hidup?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Dari mana saja keterangan tentang tokoh dapat kita peroleh ?
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2

Bacalah riwayat hidup singkat Soekarno PresidenRepublik Indonesia I
Presiden Soekarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB).Iaberhasilmeraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". (Dari Berbagai Sumber)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Siapakah Soekarno itu ?
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. hal-hal apa saja yang menarik dan istimewa dari Soekarno ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Tulislah riwayat singkat Presiden Soekarno dengan bahasamu sendiri !
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................











STANDAR KOMPETENSI : 3. Membaca
Memahami artikel dan teks pidato
KOMPETENSI DASAR : 3.1 Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel melalui kegiatan membaca intensif
INDIKATOR :
• Menemukan ide pokok tiap paragraf
• Menemukan kalimat pendukung ide pokok
• Menemukan masalah dalam artikel
• Membahas ide pokok dan rangkuman isi artikel yang telah dibuat

MATERI
IDE POKOK dalam PARAGRAF

Aktifitas membaca merupakan aktifitas yang diyakini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan seseorang, dengan membaca seseorang akan tahu banyak hal. Di negara maju seprti Jepang terlihat kesibukan aktifitas membaca di semua ruang dan tempat. Kita dapat menjumpai sekelompok orang yang berkumpul di taman dengan bacaan masing-masing. Bahkan di dalam kereta apa yang melaju semisal Shin Kansen pun mereka tetap asyik membaca tanpa peduli kebisingan dan hiruk-pikik dunia luar.
Untuk membaca dibutuhkan konsentrasi terhadap isi bacaan. Bacaan yang kita baca memuat ide – ide pokok dalam satu paragraf penulis akan menempatkan satu ide pokok yang disebut juga pikiran utama. Pikiran utama ini memuat kalimat utama. Untuk menentukan mana ide pokok dalam paragraf atau bacaan kita mencari kalimat yang sering muncul dalam bacaan.
Bacaan atau wacana terdiri dari beberapa paragraf yang membentuk kesatuan. Setiap paragraf memiliki satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :
• Kalimat Pokok
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
• Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.
Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik
a. Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan
tulisan.
b. Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.

Tagihan 1

Baca dan cermati artikel berikut !

Ketika Pulau Batu Puteh Diperebutkan
Oleh I Made Andi Arsana

Sengketa perebutan pulau nampaknya menjadi kasus yang populer belakangan ini. Tahun ini Mahkamah Internasional (International Court of Justice, ICJ) juga memutuskan kasus sengketa pulau yaitu antara Nicaragua dan Honduras dan kasus antara Nicaragua dan Colombia. Bulan lalu, giliran Malaysia berhadapan dengan Singapura untuk menyelesaikan sengketa kepemilikan Pulau Batu Puteh (atau Pedra Branca), Middle Rocks, dan South Ledge. Ketiga pulau/karang ini sudah menjadi sengketa selama kurang lebih 28 tahun. Kedua negara sepakat membawa kasus ini ke ICJ setelah negosiasi bilateral menemui jalan buntu.
Bagi masyarakat Indonesia, sengketa pulau ini tentu saja mengingatkan sebuah cerita tidak menyenangkan lima tahun lalu. Indonesia tidak berhasil meyakinkan ICJ akan kepemilikannya atas Sipadan dan Ligitan sehingga kedua pulau itu akhirnya menjadi milik Malaysia. Meskipun ini bisa dicatat sebagai rapor merah diplomasi Indonesia, harus dipahami bahwa Indonesia sesungguhnya tidak pernah kehilangan pulau. Sipadan dan Ligitan adalah dua pulau tak bertuan yang akhirnya berhasil dimiliki oleh Malaysia setelah kedua negara sama-sama menyatakan klaimnya.
Pulau Batu Puteh terletak di sebelah timur Singapura sejauh lebih kurang 45 km. Pulau ini berada pada koordinat 19' 48" LU dan 104 24' 28" BT sejauh 14 km di sebelah selatan Malaysia dan sekitar 13 km di sebelah utara Pulau Bintan (Indonesia). Sengketa atas pulau ini merupakan salah satu alasan belum disepakatinya batas maritim antara Indonesia, Malaysia dan Singapura di perairan sekitar pulau tersebut
Sementara itu, Singapura telah mengoperasikan mercusuar Horsburgh di pulau tersebut sejak 1851 ketika Inggris masih berkuasa di kawasan itu. Meski demikian, keberadaan mercusuar itu nampaknya tidak secara otomatis membuat kedaulatan atas pulau tersebut ada pada Singapura. Dibawanya kasus ini ke ICJ mengindikasikan hal ini.
Selama proses dengar pendapat (hearing) di ICJ, Malaysia dan Singapura sama-sama mengemukakan argumen untuk meyakinkan mahkamah. Keduanya menegaskan kepemilikannya atas ketiga pulau/karang tersebut berdasarkan rantai kepemilikan (chain of title) yang didukung cerita turun temurun dan juga penguasaan efektif (effective occupation).
Dalam pandangan Singapura, adanya mercusuar yang dikelola Singapura merupakan indikasi adanya penguasaan efektif atas pulau tersebut yang secara teoritis menguatkan klaim Singapura. Meski demikian, Malaysia sendiri menyangkal hal ini karena pendirian mercusuar di pulau tersebut adalah atas ijin dari Malaysia (Johor) sebagai pemilik pulau tersebut. Menurut Malaysia, keberadaan mercusuar sama sekali tidak terkait kedaulatan melainkan murni untuk kepentingan navigasi. Dengan kata lain, kepemilikan pulau tersebut sudah jelas sebelum didirikannya mercusuar. Pembaca dapat menyimak argumentasi masing-masing negara yang didokumentasikan secara rapi di website ICJ, http://www.icj-cij.org/.
Sementara itu, Indonesia sesungguhnya tidak terkait langsung dengan sengketa kepemilikan pulau ini. Meski demikian, keputusan atas kasus ini akan bepengaruh bagi Indonesia sebagai tetangga terdekat. Hal ini terutama karena Indonesia sendiri belum menuntaskan penetapan dan penegasan batas maritim dengan kedua negara tersebut di sekitar kawasan sengketa. Keputusan ini akan mempengaruhi masa depan perundingan batas maritim antara ketiga negara.
Indonesia sudah menyepakati batas landas kontinen (dasar laut) dengan Malaysia tahun 1969 dan batas laut territorial tahun 1973 dengan Singapura. Batas maritim ini masih belum tuntas untuk kawasan sekitar Pulau Batu Puteh yang memerlukan negosiasi lanjutan. Titik awal garis batas dengan Malaysia (P11 pada Gambar 1) berada pada koordinat 01コ 23'.9 LU dan 104コ 29'.5 BT, lebih kurang 12 km di timur laut Pulau Batu Puteh. Garis batas ini mengarah ke utara menuju Laut China Selatan. Sedangkan ujung timur garis batas maritim antara Indonesia dan Singapura (P6 pada Gambar 1) berada di koordinat 01コ 16' 10",2 LU dan 104コ 02' 00",0 BT, sekitar 42 km di sebelah barat daya Pulau Batu Puteh.
Nampak bahwa kedua garis batas maritim tersebut di atas masih belum tuntas karena ketidakjelasan kepemilikan (kedaulatan) atas Pulau Batu Puteh, Middle Rock dan South Ledge. Oleh karena itu, keputusan perihal kepemilikan ketiga pulau/karang tersebut akan sangat menentukan. Kejelasan kepemilikian pulau tersebut akan berpengaruh pada negosiasi batas maritim di masa depan. Strategi yang dipakai Indonesia untuk menghadapi Malaysia tentu akan berbeda dengan strategi untuk menghadapi Singapura.
Siapapun yang akan berhak atas pulau/karang tersebut, perlu diingat bahwa pulau/karang tersebut, menurut Konvensi PBB tentang Humul Laut (UNCLOS 1982), berhak mengklaim yurisdiksi maritim termasuk landas kontinen hingga 350 mil laut (setara 648 km) atau lebih. Hal ini tentu saja merupakan salah satu pertimbangan dalam negosiasi batas maritim di masa depan.
Negara manapun yang akan memiliki pulau itu, ketiga negara bertetangga ini perlu suatu ketika duduk bersama untuk menentukan titik temu tiga (tri-junction point) yang merupakan pertemuan antara garis batas antara ketiga negara. Di saat inilah trilateral negotiation akan memegang perangan yang sangat menentukan.
Secara umum, kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian kasus kepemilikan Pulau Batu Puteh, Middle Rock, dan South Ledge antara Malaysia dan Singapura juga merupakan faktor penting untuk mempercepat penyelesaian sengketa batas maritim antara Indonesia, Malaysia dan Singapura. Bagi Indonesia, penyelesaian kasus ini menjadi pemicu positif penyelesaian delimitasi batas maritim dengan sepuluh negara tetangga. Dengan tuntasnya elimitasi batas maritim, hak dan kewajiban terkait pengelolaan laut tentunya menjadi lebih jelas sehingga konflik maritim internasional bisa dikurangi.
Kini dunia sedang menunggu penyelesaian kasus ini oleh ICJ. Akankah Malaysia mengulang suksesnya seperti Sipadan dan Ligitan lima tahun lalu? Mari kita lihat sambil bersiap-siap untuk merundingkan batas maritim dengan Malaysia maupun Singapura.
(Penulis adalah staff pada Universitas Gadjah Mada. e-mail: madeandi at gadjahmada.edu)
1. Apa yang dibahas dalam teks di atas?
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Mengapa Pulau Batu Puteh menjadi sengketa?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Mengapa sengketa Pulau Batu Puteh mengingatkan Indonesia akan luka lama dengan Malaysia?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Sengketa Pulau Batu Puteh menjadi salah satu alasan belum disepakatinya............
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Apabila penyelesaian kepemilikan Pulau Batu Puteh dapat diselesaikan apa saja keuntungan yang dapat diperoleh oleh negara kita ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................




STANDAR KOMPETENSI : 3. Mendengarkan
Memahami artikel dan teks pidato
KOMPETENSI DASAR : 3.2 Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat
INDIKATOR :
• Menandai bagian-bagian yang merupakan informasi penting
• Menandai bagian-bagian yang merupakan informasi pendukung
• Membacakan teks pidato dengan intonasi dan ekspresi yang tepat
• Menanggapi pembacaan teks pidato
MATERI

PIDATO
Pidato adalah penyampaian secara lisan informasi atau suatu pengetahuan kepada khalayak ramai. :
Teknik Pidato
1.Teknik hapalan
Adalah Teknik menghapal naskah yang sudah jadi
2.Teknik membaca
Adalah teknik membaca naskah yang sudah jadi
3.Teknik serta merta (impromtu)
Adalah pidato tanpa persiapan
4.Teknik kerangka
Adalah membuat pokok-pokok pidato dan menjabarkan dengan bahasa sendiri
Bagian dalam naskah pidato
1. pendahuluan
a. salam
b. sapaan
c. pujian
d. ucapan terima kasih pada audience
e. kemukan tema pidato
2. Isi pidato
a. hubungan tema dengan judul
b. contoh-contoh dari aplikasi tema
3. Penutup
a. kesimpulan, ajakan
b. saran/kritik
c. ucapan terima ksaih
d. permohonan maaf
e. salam
Berpidato yang baik
1. Bahan yang kita sampaikan harus menarik sesuai dengan sikon, keadaan sosial ekonomi, tingkat pendidikan pendengar
2. Bahan pidato harus kita kuasai sehingga kita dapat membaakan dengan baik, lancar, dan mudah
3. Perhatikan penamilan, cara berpakaian sehingga nyaman
4. Suara harus jelas dan terdengar oleh semua pendegar yang hadir
5. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, dimengerti
6. Nada suara teratur dan baik dengan penekanan ada bagian-bagian yang penting
7. Bawakan piadto dengan penuh semangat dan wibawa
8. Selipkan kalimat-kalimat jenaka atau humor
9. Pandangan mata harus tertuju kepada pendengar
10. Uraian jangan terlalu bertele-tele, berbelit-belit
11. Bawakan pidato dengan berdiri tapi tidak kaku


Contoh teks pidato
SUMPAH PEMUDA

Assalammualaikum wr.wb
Yang terhormat Bpk H.Bakri.Siknun M.M selaku kepala sekolah SMA YAPENDA,
Yang terhormat Bapa dan Ibu guru SMA Yappenda,
Yang terhormat ibu Seni Asiati selaku pembina dan pembimbing kami,
Dan siswa-siswi SMA YAPPENDA yang saya sayangin,
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang luar biasa kepada kita sehingga kita dapat melakukan aktifitas seperti biasa
Dalam kesempatan ini saya Robiyatul ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada pihak yang telah membantu menyelenggarakan kegitan ini, dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yaitu hari Sumpah Pemuda.
Kita ketahui bulan bahasa adalah identik dengan peringatan hari sumpah pemuda di mana kita selalu menjunjung tinggi bahasa yang satu yaitu Bahasa Indonesia.
Oleh karena itu peristiwa penting ini perlu kita peringati dengan penuh keikhlasan. Memperingati peristiwa sumpah pemuda artinya kita menghayati makna sumpah pemuda sepenuhnya, salah satunya bagaimana kita menggunakan bahasa yang baik dalam kehidupan sehari-hari demi pembangunan bangsa.
Tujun pokok yang kita dapat dari memaknai sumpah pemuda yaitu menumbuhkan sikap dari positif terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di segenap lapisan masyarakat demi menjunjung tinggi bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia.
Untuk itu marilah kita bersama-sama menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai generasi muda, kita tidak boleh menggunakan bahasa dengan seenaknya dan dengan semangat muda, mari kita tanamkan rasa mandiri dan disiplin, bertanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan ini.
Demikinlah pidato yang dapat saya sampaikan ini mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua, saya mohon maaf apabila ada salah kata yang saya ucapan dan tidak berkenan di hati para hadirin .
Wassalammualaikum wr.wb



Tagihan 1
1. Informasi penting dari teks pidato di atas adalah......................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Informasi pendukung dari teks pidato di atas adalah.......................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Saat acara perpisahan perpisahan kelas XII tiba-tiba saja Pak Raynaldi Krista diminta untuk memberikan sambutan ketua panitia karena yang bersangkutan berhalangan hadir.
Metode berpidato yang digunakan Pak Raynaldi Krista adalah metode….....................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2
1. Bekerjalah dengan kelompokmu, buatlah satu naskah pidato bertemakan pendidikan.

2. Pilihlah seorang dari kelompokmu untuk membacakan teks pidato tersebut di depan kelas.
3. Kelompok lain menanggapi pembacaan pidato yang dibawakan oleh rekannya.

Pedoman penskoran :

No Aspek Deskripsi 1 2 3 4
1 Tema Isi pidato sesuai dengan tema
2 Intonasi Apakah tinggi rendahnya jeda, nada, tekanan jelas dan dimengerti oleh pendengar
3 Lafal Apakah setiap kata dapat dilafalkan dengan jelas?
4 Kelancaran Apakah pidato dibaca dengan lancar?
5 Ekspresi Apakah pembaca menguasai isi pidato
Skor Maksimal 20

Kriteria Penilaian
1 = kurang 3 = baik
2 = cukup 4 = sangat baik

Skor Perolehan
Nilai Akhir = -------------------- x Skor Ideal (100) Skor Maksimal



































STANDAR KOMPETENSI : 4. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4. 1 Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur- unsur dan struktur
INDIKATOR :
• Mengidentifikasi unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan
• Menyusun surat lamaran pekerjaan
• Memperbaiki surat dari segi struktur, diksi, kejelasan kalimat, dan penggunaanEYD
MATERI

SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Pengertian » permohonan untuk bekerja pada suatu tempat.
Memuat:
identitas diri (nama lengkap, umur atau tempat dan tanggal lahir, alamat)
jabatan yang diinginkan
kualifikasi (pendidikan, keahlian, atau pengalaman)

Struktur Surat Lamaran Pekerjaan

Tempat, Tanggal surat
Hal
Lampiran

:

Tujuan
Salam Pembuka
Paragraf pembuka
Paragraf isi
Paragraf penutup
Salam penutup

Tanda tanggan

Nama Pengirim

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan :
Bentuk surat Ü resmi.
Bahasa Ü baik dan benar.
Ditulis tangan Ü kertas folio bergaris;
ditik Ü kertas HVS ukuran kuarto atau folio.
Tulisan Ü bersih, mudah dibaca, sesuai EYD.
Bagian-bagiannya lengkap Ü hal, tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, nama terang.
Alamat sesuai Ü ke kotak pos, ke biro iklan.
Hal-hal yang perlu dilampirkan
 Daftar riwayat hidup (Curiculum Vitae-CV).
 Fotokopi ijazah terakhir.
 Sertifikat-sertifikat.
 Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB).
 Surat keterangan pengalaman kerja.
 Surat keterangan berbadan sehat (jika diminta).
 Fotokopi KTP/SIM (jika diminta).
 Pasfoto.



Surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan :
1. Iklan, contoh pembukanya sbb.:
• Berdasarkan iklan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 22 Juli 2007 mengenai lowongan pekerjaan sebagai tenaga administrasi, saya yang bertanda tangan di bawah ini :(dianjurkan)
• Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Kompas, tanggal 22 Juli ,mengenai lowongan pekerjaan sebagai tenaga administrasi, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
• Dalam harian… tanggal… saya telah membaca iklan yang menyatakan bahwa PT… membutuhkan… Berkenaan dengan hal tersebut, maka saya :
• Memenuhi iklan Bapak/Ibu dalam harian…mengenai keperluan tenaga…, maka saya :
2. Pengumuman resmi dari instansi yang membutuhkan tenaga, contoh
pembukanya sbb.:
Berkenaan dengan pengumuman nomor ........... tanggal…........ tentang penerimaan karyawan PT…, maka saya yang bertanda tangan di bawah ini:
nama : ……
alamat : ……
3. Permohonan instansi kepada kepala sekolah, contoh pembukanya sbb.:
Setelah mendapat informasi dari kepala sekolah tentang permohonan tenaga kerja…
4. Informasi seseorang, pembukanya sbb.:
Menurut informasi dari Bapak…, perusahaan Bapak/Ibumembutuhkan seorang…. Sehubungan dengan hal tersebut…
5. Inisiatif sendiri, pembukanya sbb.:
Yang bertanda tangan di bawah ini :
nama :
tempat/tanggal lahir :
Dengan ini mengajukan permohonan untuk mengajukan lamaran pekerjaan sebagai karyawan di perusahaan yang Bapak pimpin (nama perusahaan)

Contoh Surat lamaran pekerjaan :
Bogor,23 Juli 2007


Perihal : Lamaran pekerjaan
Lampiran : Satu berkas

Yth. Pemasang Iklan Harian Kompas
PO BOX 1301
Jakarta

Dengan hormat,
Berdasarkan iklan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 22 Juli 2007, mengenai lowongan pekerjaan sebagai tenaga administrasi. Saya yang bertanda tangan di bawah ini
nama :
tempat/tanggal lahir :
pendidikan :
alamat :
Dengan ini mengajukan permohonan untuk mengisi lowongan tersebut.
Sebagai bahan pertimbangan, saya melampirkan:
1. 1 lembar fotokopi daftar riwayat hidup
2. 1 lembar fotokopi KTP DKI
3. 1 lembar fotokopi ijazah terakhir
4. 1 lembar fotokopi surat keterangan kelakuan baik dari Polres Jakarta Utara
5. 2 lembar pasfoto berukuran

Demikian surat lamaran ini saya sampaikan dengan harapan Bapak berkenan mempertimbangkannya. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih Hormat saya,

M. Rezanesa Descarian
SURAT BALASAN LAMARAN PEKERJAAN

Jenisnya:
1. Panggilan/diterima
2. Penolakan

Panggilan, isinya:
Kapan harus hadir, di mana, menemui siapa, apa keperluannya/maksudnya,
kelengkapan apa yang musti dibawa.

Penolakan Isinya:
1. Ucapan terima kasih atas kiriman surat lamaran.
2. Penyesalan karena belum dapat menerima.
3. Alasan penolakan.
4. Harapan yang membesarkan hati.
Yang harus diperhatikan ketika kita membuat surat penolakan :

- Gunakan kata–kata yang tidak menyinggung perasaan.
- Ungkapan penolakan lebih terasa halus jika didahului kata maaf, mohon maaf, atau dengan sangat menyesal.
- Hindari penggunaan kata ditolak/tidak diterima, ganti dengan yang konotasinya lebih halus: belum dapat kami penuhi, lowongan telah terisi, Anda terlambat mengajukan lamaran, belum ada formasi yang cocok bagi Anda.


Contoh Surat Panggilan Kerja :


PT NIRWANA LESTARI
Jl. Purnawarman No. 15 Bogor

30 Juli 2007
No. : 089/PT-NL/VII/07
Lampiran : -
Perihal : Panggilan

Yth. Sdr. M. Rezanesa Descarian
Jl. Nanas No. 27
Bogor
Dengan hormat,
Setelah kami mempertimbangkan lamaran Saudara, maka kami beritahukan bahwa Saudara diterima sebagai karyawan di perusahaan kami.Untuk pembicaraan selanjutnya, kami mengharap kehadiran Saudara di kantor pada:
hari /tanggal : Senin 5 Agustus 2007
waktu : 09.00 Wib
menemui : bagian personalia

Pada kesempatan tersebut diharapkan Saudara membawa:
1. ijazah asli
2. ktp yang berlaku
3. surat kererangan kesehatan
4. surat keterangan dari kepolisian
Kami menanti kedatangan Saudara.

Hormat kami,


Dra. Ines Soraya, M.M






Contoh Surat Penolakan


PT NIRWANA LESTARI
Jln. Purnawarman No. 15 Bogor
30 Juli 2007
No. : 089/3/06
Lampiran : -
Perihal : Lamaran Pekerjaan

Yth. Sdr. Maulida Meilani
Jln. Nanas No. 27
Bogor


Dengan hormat,
Kami mengucapkan terima kasih atas
surat lamaran Saudara tanggal 23 Juli 2007. Namun dengan sangat menyesal,
kami belum dapat memenuhi harapan Saudara karena lowongan telah terisi.
Mudah-mudahan pada waktu mendatang Saudara akan memperoleh kesempatan
Hormat kami,


Dra. Natasha Anissa G
Kepala Bagian


Tagihan 1

1. PT Arta Persada Raksa
Jl. Melawai Raya 21 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Lokasi RT 02 RW 01 Membutuhkan tenaga sekretaris dengan kriteria:
(1) Usia antara 20 s.d. 25 tahun
(2) Tamatan SMK
(3) Bersertifikat komputer
Kirim lamaran segera lewat PO BOX 212 JKS
Fak 021 74321 E-mail www.pt.apr.com

Berdasarkan iklan di atas, alamat yang tepat pada surat lamaran ialah…......................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
2. Perhatikan ilustrasi berikut!
Karena saya merasa telah memenuhi semua persyaratan, besar harapan saya untuk diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Penggalan surat lamaran tsb.Berisi.................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
3. Perhatikan penggalan surat lamaran berikut!
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, pasfoto dan contoh-contoh desain yang saya buat.

Hormat saya,

Adelina Rahmi
Penggalan surat lamaran pekerjaan di atas termasuk bagian...........................................
.........................................................................................................................................




Tagihan 2

Betulkan penulisan surat lamaran pekerjaan berikut, ejaan, tanda baca, kata, maupun kalimat !
1. Demikian surat lamaran ini saya sampaikan. Saya berharap Bapak dapat menerima saya sebagai karyawan di perusahaan Bapak. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
2. Yth. Pemasang iklan harian Republika
Jalan Raden Intan No.1
Jakarta
3. Demikian surat panggilan kerja ini kami sampaikan dengan sungguh-sungguh. Jika Saudara tidak datang pada waktunya, maka kami akan memberikan sanksi akademis. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Tagihan 3
Tulislah surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan lowongan pekerjaan berikut !
Lowongan Kerja
Post: 04/01/08
PT Bonet Utama – Internet Service Provider pertama di Kota Bogor membutuhkan segera:
WEB PROGRAMMER (kode: WP)
Deskripsi Pekerjaan:
Mengembangkan aplikasi/web yang sedang dan direncanakan untuk dibangun oleh perusahaan.
Kualifikasi:
1. Pria/Wanita usia 20 – 25 tahun
2. Pendidikan minimal SMK TI atau Diploma TI
3. Menguasai bahasa pemrograman, seperti: PHP/ASP
4. Menguasai konsep & implementasi struktur database
5. Menguasai salah satu aplikasi database, seperti: MySQL, SQL Server, atau lainnya
6. Dapat bekerjasama dalam tim maupun individual
7. Jujur, fast learner dan pekerja keras
8. Untuk dipertimbangkan, portfolio disertakan pada saat mengirim lamaran melalui e-mail/pos

Lamaran lengkap + portofolio paling lambat 15 Januari 2008 dikirim melalui pos/e-mail ke:
PT Bonet Utama
Internet Service Provider

Jl. Raya Pajajaran 88 F Bogor 16153
e-mail ke: hrd@bonet.co.id

Tempat mengerjakan :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………



STANDAR KOMPETENSI : 4. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4.2 Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku
INDIKATOR :
• Mengidentifikasi struktur surat dinas
• Menentukan komponen-komponen surat undangan rapat
• Menulis surat undangan
• Menyunting surat undangan dengan memperhatikan penggunaan EyD, diksi,
dan bahasa
MATERI
SURAT DINAS
Pernahkah kamu mengirim atau menerima surat? Walaupun sekarang perannya sudah tergantikan oleh maraknya penggunaan handphone dan teknologi internet berupa mail, namun keberadaan surat masih dirasa penting. Apalagi dalam urusan resmi yang membutuhkan dokumentasi secara tertulis. Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi tertulis pada pihak lain
Surat elektronik (disingkat ratel atau surel atau surat-e) atau pos elektronik (disingkat pos-el) atau nama umumnya dalam bahasa Inggris "e-mail atau email" (ejaan Indonesia: imel) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur internet.
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman
Surat dinas adalah surat yang digunakan dalam suatu instansi atau lembaga untuk keperluan kedinasan atau pekerjaan.
Surat dinas meliputi:
1. Surat dinas biasa
2. Nota dinas
3. Memo
4. Surat kawat
5. Surat pengantar
6. Surat edaran
7. Surat undangan
8. Surat perintah
9. Surat pengumuman
10. Surat Keputusan
11. Laporan

Fungsi surat dinas
1. alat bukti tertulis
2. alat pengingat, misalnya surat-surat yang diarsipkan.
3. sebagai bukti historis
4. sebagai pedoman kerja

Bagian-bagian surat dinas :
1. kepala surat
2. tanggal surat
3. nomor surat
4. lampiran
5. hal atau perihal
6. alamat surat
7. salam pembuka
8. tubuh atau isi surat
9. salam penutup
10. tanda tangan
11. nama
12. tembusan
13. inisial
Menulis surat dinas berbentuk surat undangan harus memperhatikan hal-hal berikut:
a. tetapkan maksud surat
b. tetapkan urutan penguraian surat
c. hindari penggunaan singkatan
d. perhatikan bentuk surat dan penulisan bagian-bagiannya
e. perhatikan penulisan ejaan, tanda baca, dan penyusunan kalimat.
f. Perhatikan waktu, tempat, acara, dan hal yang penting dari isi surat.
g. Bila diperlukan tembusan , tulis berdasarkan urutan

contoh surat undangan resmi

ORGANISASI INTRA SEKOLAH (OSIS
SMA YAPPENDA
Jalan Swasmbada Timur V No. 10 Jakarta Utara
11 Januari 2008
No : 10/OSIS-YPD/I/08
Lampiran : -
Hal : undangan rapat

Yth. Bapak dan Ibu Pembina Ekstrakurikuler
Di tempat

Dengan hormat,
Kami mengharapkan kehadiran Bapak dan Ibu Pembina Ekstrakurikuler untuk dapat hadir pada rapat koordinasi pembina ekstrakurikule yang akan dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : 15 Januari 2008
Waktu : Pukul 13.00 Wib s.d. selesai
Tempat : Ruang serba guna SMA Yappenda
Demikian atas perhatian serta kehadiran Bapak dan Ibu Pembina Ekstrakuriler, kami ucapkan terima kasih.

Ketua OSIS Sekretaris



M. Ilham Syahputra Prita Salsabilla

Mengetahui
Kepala SMA Yappenda Pembina OSIS



Dra. M. Bakri Siknun. M.M Dra. Faridawani
NIP. 132 061 242


Tagihan 1

1. Apakah yang disebut dengan surat resmi.........................................................................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Mengapa surat fungsinya masih tidak tergantikan dengan surat elektronik?
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Apa sajakah yang harus ada dalam kepala surat ?............................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
4. Jelaskan fungsi surat sebagai pedoman kerja ! ...............................................................
.........................................................................................................................................
5. Tuliskan sistematika surat dinas!
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Tagihan 2

Sekolahmu akan mengadakan Pentas Seni untuk merayakan hari ulang tahun sekolah yang ke-25 tahun. Untuk itu panitia Pentas Seni mengirim surat undangan ke beberapa sekolah-sekolah untuk datang pada acara pentas Seni tersebut yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2008.
Buatlah surat undangnya yang ditujukan untuk pengurus OSIS sekolah yang diundang.

...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Nilai Paraf
Kelas/ Semester XII/ I Guru Orang Tua
Waktu 90 menit

I. Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Sebutkan pengertian pidato !
Jawab :
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. sebagai peserta diskusi dan pendengar yang baik, apa yang harus kita lakukan?
Jawab :
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
4. Hal-hal apa saja yang ahrus diperhatikan bila kita hendak menyampakan laporan!
Jawab :
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Apakah maskudnya santu berdiskusi tersebut?
Jawab :
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
6. Bagaimanakah seharusnya surat balasan penolakan lamaran pekerjaan tersebut !
Jawab :
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
7. Bagaimanakah seharusnya sikap pemimpin diskusi yang baik! Jelaskan !
Jawab :
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
8. buatlah contoh kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan dari sebuah harian ibukota!
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
9. Jelaskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan bila kita akan menulis biografi dari tokoh yang masih hidup!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
10. Adakah syarat seseorang bisa dibuatkan biografinya?
Jawab :
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

II. Perbaikilah teks pidato berikut ini !

Assalamualaikum Wr.Wb.
Yang terhormat Bapak H.Bakri Siknun M.M selaku kepala sekolah SMA YAPPENDA.
Yang terhormat Ibu Seni Asiati selaku pembina dan pembimbing kami.
Dan Siswa-siswi SMA YAPPENDA yang saya sayangin
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan hidayah yang luar biasa besarnya pada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul dalam acara perpisahan kelas Xll.
Dalam kesempatan ini saya Siti Yuliana mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Ibu dan Bapak guru yang telah membina dan membimbing kami sehingga kami semua dapat lulus dan memperoleh nilai yang memuaskan.Serta teman-teman saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya selama ini.
Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada para hadirin s,dalam acara perpisahan ini bukan berarti putusnya tali silahturahmi antara siswa dan guru.Semua dapat di meraih cita-cita yang kita inginkan selama ini untuk itu jangan melupakan jasa-jasa Ibu dan Bapak guru dan perjuangan yang kita peroleh unuk menjadikan motivasi ke depan pada teman-teman sekalian.
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan pidato yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua,kurang lebihnya saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah dan saya ucapkan banyak-banyak terima kasih yang tidak berkenan di hati para hadirin sekalian.
Wassalammualaikum Wr. Wb.

Tempat mengerjakan :
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



III. Berilah tanda ( X ) pada huruf a,b,c,d,aatau e di depan jawaban yang tepat !

Cermati teks berikut !
Pada tahun 1984 Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras. Hal ini berarti harga beras relatif terjangkau oleh masyarakat, Meningkatnya ketersediaan beras, pendapatan penduduk, dan sistem nilai sosial pada beras telah mengarahkan pola konsumsi pangan pokok pada beras. Karena itu, diperlukan upaya-upaya penganekaragaman pangan pokok untuk mengurangi ketergantungan pada beras, sekaligus mempertahankan swasembada beras, serta meningkat-kan mutu gizi pangan penduduk.
Upaya penganekaragaman pangan telah dimulai sejak Pelita II, yang disertai dengan dikeluarkannya Inpres No. 14/1974 dan disempurnakan menjadi Inpres No. 20/1979 tentang "Perbaikan Menu Makanan Rakyat". Upaya mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dilakukan, selain untuk melestarikan swasembada pangan, khususnya beras, juga untuk membuat keberagaman pangan khas daerah, sehingga setiap daerah memiliki pola konsumsi khas, yakni suatu susunan beragam makanan yang biasa dikonsumsi oleh seseorang atau kelompok orang.
Pangan pokok dikenal sebagai satu atau lebih jenis bahan pangan yang dimakan secara teratur oleh suatu kelompok penduduk dalam jumlah cukup besar untuk menyediakan bagian terbesar dari konsumsi energi total yang dihasilkan oleh makanan. Sekelompok penduduk suatu daerah tertentu, terutama di pedesaan, akan bertumpu pada pangan pokok penghasil energi dalam hal pola konsumsinya. Faktor produksi, distribusi, ketersediaan pengetahuan gizi, daya beli, sosial psikologis, daya terima, serta selera dapat mempengaruhi pemilihan pangan yang dikonsumsi, termasuk pangan pokok, sehingga terbentuk suatu pola pangan pokok.
1. Berikut ini merupakan tujuan pemerintah memperbaiki menu makanan rakyat Indonesia, kecuali....
a. melestarikan swasembada beras
b. memberagamkan pola konsumsi khas daerah
d. mengurangi ketergantungan pada beras
e. meningkatkan pendapatan penduduk dari pangan
e. meningkatkan kesehatan gizi keluarga


2. (1) Dua terdakwa pengeroyokan Bripka Staff Ouw Poly (35), anggota KP3 Benoa, I
Made Sumarta alias Sujen (28) dan Oka Sulistyobudi alias Ook (25), Rabu kemarin diadili.(2) Kedua terdakwa terbukti bersalah menghilangkan nyawa orang lain. (3) Pembunuhan adalah perbuatan yang keji dan tidak berperikemanusiaan. (4) Bripka Staff dipegang kerah bajunya dengan tangan kiri oleh Sumarta dan tangan kanannya menjotos muka Staff hingga jatuh terjerembab. (5) Saat korban berusaha bangun lagi-lagi Sumarta membanting korban ke aspal hingga terjengkang.
………………………… ...
(Denpost, Kamis, 31 Januari 2002)
Dalam berita itu wartawan mengungkapkan opininya.
Kalimat opini dalam cuplikan berita tersebut terdapat pada kalimat nomor .…
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
3. Dengan surat ini kami mengundang Saudara untuk menghadiri acara Temu Sastrawan,
yang akan diadakan pada:
hari : Sabtu
tanggal : 26 Oktober 2002
waktu : pukul 10.00 s.d. 14.00
tempat : aula SMU 210
Jalan Merpati Putih 17 Jakarta.
……………………........
Kalimat penutup surat undangan tersebut yang tepat adalah ...
a. Atas kehadirannya diucapkan beribu-ribu terima kasih.
b. Atas partisipasi dan bantuan Saudara, kami ucapkan terima kasih.
c. Terima kasih banyak atas kesediaannya datang ke acara tersebut.
d. Demikianlah, harap maklum dan terima kasih adanya.
e. Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih.
4. Dibutuhkan!
Sebuah perusahaan Join Venture
membutuhkan dengan segera
tenaga pembukuan
Syarat-syarat:
1. Sarjana Akuntansi / Ekonomi,
2. pria / wanita umur 25-33 tahun,
3. berpengalaman minimal 2 tahun,
4. melampirkan fotokopi ijazah sarjana, KTP, surat berkelakuan baik, dan riwayat hidup.Surat lamaran dikirim melalui:
Kotak Pos No 707 JKT
Jakarta 12701
Selambat-lambatnya 7 hari setelah iklan ini dimuat.
Sumber : Kompas, 6 Juni 2002
Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan di atas adalah
a. Berdasarkan iklan yang dimuat pada harian umum Kompas, 6 Juni 2002, saya
mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan tersebut.
b. Memenuhi informasi lowongan pekerjaan yang dimuat dalam harian Kompas, 6
Juni 2002, saya akan melamar.
c. Berhubungan dengan iklan lowongan pekerjaan di Kompas, 6 Juni 2002, saya
akan mengisinya.
d. Sesuai dengan informasi tentang belum terisinya lowongan kerja untuk jabatan
tenaga pembukuan, saya dengan ini mau memenuhinya.
e. Seperti yang dimuat di Kompas, 6 Juni 2002, bersama dengan ini saya akan
melamarnya.
5. Bersama dengan surat ini, kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi kekosonganjabatan tenaga pembukuan di PT Adi Karsa.
Penggunaan kelompok kata bersama dengan surat ini pada penggalan surat lamaran
pekerjaan di atas tidak tepat, seharusnya kalimat tersebut diperbaiki menjadi ...
a. Dengan surat ini, kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi
kekosongan jabatan tenaga pembukuan di PT Adi Karsa.
b. Melalui surat ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk memenuhi
kekosongan jabatan tenaga kerja pembukuan di PT Adi Karsa.
c. Dalam surat ini kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi kekosongan
jabatan tenaga kerja di PT Adi Karsa.
d. Bertepatan dengan surat ini, saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi
kekosongan jabatan tenaga pembukuan di PT Adi Karsa.
e. Sesuai dengan surat ini, kami mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi
kekosongan jabatan tenaga kerja di PT Adi Karsa.
6. Hadirin yang saya hormati!
Musim kemarau yang panjang pada tahun ini perlu kita waspadai, terutama mengenai kekurangan air dan musibah kebakaran. Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali seperti dua tahun yang lalu. Untuk itu, perlu kita jaga keselamatan lingkungan ini.
Penggalan pidato tersebut berisi ....
a. penjelasan
b. permintaan
c. imbauan
d. perintah
e. larangan


7. Penulisan alamat surat yang benar adalah ....
a. Kepada Yth. Bapak Ir. Supodo
Jl. Buntar V. No. 2
Bandung 48256
JAWA BARAT.
b. Kepada Yth Bapak Ir. Supodo
Jl. Buntar V No. 2
Bandung 48256
Jawa Barat
c. Yth. Bapak Ir. Supodo
Jl. Buntar V No. 2
Bandung 48256,
Jawa Barat
d. Yth. : Bapak. Ir. Supodo
Jl. Buntar V No. 2
Bandung 48256
Jawa Barat
e. Yth. Bapak Ir. Supodo
Jalan Buntar V/2
Bandung 48256
Jawa Barat
8. (1) Hasil ujian menentukan kualitas seseorang. (2) Dengan sendirinya menentukan
kualitas pendidikan dalam suatu negara. (3) Kualitas pendidikan dalam satu negara
menentukan kualitas sumber daya manusia dalam negara itu. (4) Jadi, ujian akhir yang
diadakan di sekolah-sekolah merupakan keharusan karena menentukan standar pendidikan di negara itu. (5) Di samping itu, perguruan swasta telah menentukan standar nilai calon mahasiswa yang dapat diterima di perguruan tersebut.
Fakta pada paragraf di atas terdapat pada kalimat ....
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
9. Kalimat penutup surat undangan resmi yang tepat adalah ...
a. Atas keikutsertaan Anda dalam pertemuan itu, kami mengucapkan terima kasih.
b. Atas jawabannya, saya haturkan beribu-ribu terima kasih.
c. Atas keikutsertaannya, kami ucapkan terima kasih.
d. Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan terima kasih yang tidak terhingga.
e. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih banyak.
10. Yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama : Zainal A.R.
Tempat dan tanggal lahir : Malang, 1 Oktober 1980
Jenis kelamin : laki-laki
Pendidikan : S1 Jurusan Akuntansi
Penulisan identitas pelamar pada penggalan surat lamaran kerja di atas tidak sesuai dengan
kaidah ejaan yang berlaku. Penulisan yang tepat seharusnya ....
a. semua tanda baca digantikan dengan titik dua ( : )
b. kata-kata berupa penjelasan rincian diawali dengan huruf kecil
c. setiap identitas diakhiri dengan tanda koma ( , )
d. penjelasan tempat dan tanggal lahir ditulis dalam dua baris
e. kata nama, tempat, jenis, dan pendidikan diawali dengan huruf kecil
11. Gasifikasi merupakan salah satu proses konversi termokimia yang mengubah
biomassa menjadi bahan bakar gas dengan panas pembakaran sekitar 20 MJ/kg. Sebagai bahan perbandingan, bahan bakar minyak kira-kira bisa menghasilkan panas pembakaran 40 MJ/ kg, dan batubara 32 MJ/kg.
Paragraf di atas berisi informasi tentang ....
a. konversi termokimia sebagai pengubah biomassa menjadi bahan bakar gas
b. bahan-bahan yang dapat menghasilkan energi, termasuk biomassa
c. perbandingan potensi energi antara biomassa, minyak, dan batubara
d. besarnya energi yang dibutuhkan untuk membakar biomassa
e. besarnya energi yang dihasilkan oleh minyak dan batubara
12. Ragam bahasa resmi tampak pada kalimat ...
a. Anak dua yang tidak pakai seragam itu disuruh menghadap BP.
b. Mainlah ke rumah paman sama adikmu jika liburan nanti.
c. Barang siapa yang berani tidak ikut upacara akan diberi sanksi.
d. Dia sendiri ragu apakah benar ayahnya setuju jika dia kuliah.
e. Pak Dirham menugasi para siswa untuk membawa alat kerja bakti.
13. Kami menelusuri jalan-jalan desa, jalan-jalan setapak, naik turun pegunungan di daerah Kabupaten Gunungkidul. Kami yang masih muda-muda dan sehat merasakan betapa berat dan lelah menelusuri rute yang pernah dilalui Jenderal Sudirman dalam bergerilya melawan Belanda. Padahal, ketika itu Pak Dirman dalam keadaan sakit.
Tanggapan posistif terhadap laporan “napak tilas” di atas adalah ...
a. Daripada membuang-buang waktu untuk jalan-jalan, lebih baik belajar
mengingat tugas utama pelajar ialah belajar dan mengisi kemerdekaan ini.
b. Yang lalu biarlah berlalu, kita sebagai generasi muda mengemban tanggung
jawab yang berbeda dan para pejuang “tempo dulu”, rapak tilas bolah ada boleh
tidak.
c. Sekarang sudah merdeka, mari kita tatap masa depan dengan mengisi
kemerdekaan ini dengan menguasai iptek, bukan dengan jalan-jalan.
d. Generasi muda memang perlu “napak tilas” gerilya para pejuang sehingga
mereka tahu betapa besar pengorbanan pendahulu bangsa ini untuk meraih
kemerdekaan.
e. Kita akan menghadapi tantangan yang berbeda sehingga lebih baik
mengantisipasi tantangan ke depan daripada “napak tilas”.
14. Ki Hajar Dewantara mengenal dan memperoleh pendidikan modern dari dua orang
tokoh pendidikan modern Belanda, Maria Montessori dan Jan Lichthart. Kesempatan untuk menimba ilmu dari dua orang itu diperoleh Ki Hajar Dewantara ketika di buang ke Belanda oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda.Berkat interaksi yang intens dengan Maria dan Jan, Ki Hajar memperoleh bekal untuk mendirikan sekolah Taman Kanak-Kanak “Taman Indria” dan membuka sebuah kursus guru sekembalinya di tanah air. Tujuan utama Ki Hajar mendirikan Taman Siswa adalah menyebarkan dan memupuk benih jiwa merdeka dan semangat kebangsaan di kalangan generasi penerus, serta memelihara kedaulatan dan rasa harga diri, baik sebagai pribadi maupun bangsa. Di samping itu, Taman Siswa bertujuan mengganti sistem pendidikan dan pengajaran ala Hindia-Belanda dengan sistem pendidikan dan kebudayaan Indonesia.
Berikut ini yang tidak sesuai dengan isi penggalan biografi Ki Hajar Dewantara di atas ialah …
a. Ketika di buang ke Belanda, Ki Hajar Dewantara berkesempatan memperoleh
pendidikan modern.
b. Maria dan Jan-lah yang membekali Ki Hajar dengan ilmu pendidikan modern.
c. Hasil kesungguhan hubungan Ki Hajar dengan Maria dan Jan adalah
didirikannya Taman Indria.
d. Lewat Taman Siswa Ki Hajar memupuk jiwa merdeka dan semangat
kebangsaan, serta mengubah sistem pendidikan.
e. Ki Hajar bersemangat mengubah istilah pendidikan dan kebudayaan menjadi
pendidikan dan pengajaran.
15. Dalam sebuah diskusi bertemakan menentukan “tema” drama sastra Sandyakala ning
Majapahit karya Sanusi Pane, salah seorang peserta berpendapat bahwa tema drama
tersebut adalah kebenaran dan keadilan tidak selalu menang. Buktinya, Damarwulan,
tokoh yang melambangkan kebenaran dan keadilan, dikalahkan oleh Punggawa dan
Menteri yang melambangkan kebatilan dan kemaksiatan yang sangat iri kepada
Damawulan. Peserta lain berpendapat bahwa temanya adalah kelemahan ratu yang
membiarkan para pejabatnya menyeleweng dan berbuat sewenang-wenang. Buktinya, yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada Damarwulan mestinya sang ratu, Dewi Suhita. Kenyataannya malah menterinya. Kalau kepala negara lemah seperti itu, akan hancurlahnegaranya.
Jika kita harus menyampaikan pendapat yang meyakinkan orang lain berdasarkan pendapat dua peserta di atas, kalimat yang mengandung alasan yang logis ialah ...
a. Majapahit mendekati kehancuran karena selain pemimpinnya lemah, keadilan
dan kebenaran tidak lagi dihargai.
b. Majapahit akan mengalami ketenteraman kalau pemimpinnya selain
mempercayai juga memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bawahannya.
c. Majapahit akan mengalami masa kejayaan kalau selain pemimpinnya lunak,
pembantunya berani bertindak keras kepada rakyatnya.
d. Majapahit akan jatuh karena sudah masanya digantikan oleh era pemerintahan
baru.
e. Majapahit mempelopori pemerintahan demokratis yang tidak mempersoalkan
gender.











































STANDAR KOMPETENSI : 4. Menulis
Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4.3 Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir
INDIKATOR :
• Mengidentifikasi unsur-unsur laporan hasil diskusi
• Menyusun laporan hasil diskusi (kelas atau seminar)
• Melengkapi laporan dengan lampiran

MATERI
LAPORAN DISKUSI

Hasil diskusi kelompok perlu dilaporkan baik secara tertulis maupun secara lisan. Laporan hasil diskusi disampaikan kepada peserta diskusi dan pihak-ihka lain yang terkait.
Sitematika pembuatan laporan diskusi:
1. Judul
2. Pendahuluan
b. tujuan
c. tema
d. hari/tanggal dan tempat
3. Penjelasn diskusi
a. Pembicara
b. Moderator
c. Peserta
4. Hasil diskusi
5. Simpulan hasil diskusi
6. Lampiran-lampiran
a. ringkasan makalah
b. Notulen
c. Susunan Acara
d. Daftar Hadir

Berlatih menulis Notulen
Notulen ialah catatan selama diskusi berlangsung. Notulen diperlukan sebagai dokumentasi verbal kegiatan diskusi sejenisnya.
Isi Notulen yaitu:
1. Tujuan diskusi
2. Pikiran-pikiran yang dibahas dalam diskusi
3. Saran dan keputusan diskusi
4. Waktu pelaksanaan
5. Pihak-pihak yang hadir dalam kegitan diskusi
Susunan acara dalam diskusi :
1. pembukaan
2. Sambutan/laporan panitia penyelenggara
3. Kegiatan (sesion 1)
4. Istirahat
5. Kegiatan (sesion 2)
6. Penutup


Tagihan 1

1. Bahasa yang digunakan untuk menulis notulen diskusi adalah bahasa...........................
...........................................................................................................................................
2. Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan diskusi adalah .......................................
...................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Orang yang bertanggung jawab dalam menuliskan hasil diskusi ialah...........................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Notulis ialah ....................................................................................................................
..........................................................................................................................................

Tagihan 2

1. Bentuklah kelompok diskusi dan pilihlah salah satu permasalahan berikut!
a. Wabah DBD di kota-kota besar
b. Pengaruh play station terhadap prestasi anak
c. Maraknya tauran di antara pelajar SMA di Jakarta!
2. Kembangkanlah permasalahan berikut menjadi sebuah makalah singkat !
3. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas!

Tempat mengerjakan

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


STANDAR KOMPETENSI : 4. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi
KOMPETENSI DASAR : 4.4 Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format aku
INDIKATOR :
• Mencatat identitas buku
• Mendaftar pokok-pokok isi
• Mencatat keunggulan dari isi buku
• Mencatat kekurangan dari isi buku
• Menulis resensi buku dengan memperhatikan kelengkapan unsur-unsur resensi

MATERI
RESENSI
Apa itu Resensi?
Singkatnya, Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Resensi berasal dari bahasa Belanda, recensie. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan review. Kata tersebut sendiri berasal dari kata Latin ‘revidere’ dan ‘resence’, artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Di negeri kita, resensi sering diistilahkan dengan timbangan, tinjauan, atau bedah buku, dll. Sedangkan menurut Webster Collegate Dictionary (1995), review adalah “a critical evaluation of a book” Karena pada hakikatnya resensi haruslah menjelaskan apa adanya suatu buku; baik kelebihan ataupun kekurangannya. Jadi resensi bukanlah tulisan yang menjual buku. Tidak ada pesan sponsor bagi resensi buku; karena itu resensi yang baik hanya mengungkafkan apa yang dibaca oleh presensi secara kritis. :
Tujuan Resensi :
• Membantu pembaca menentukan perlu tidaknya membaca karya tersebut
• Membantu pembaca perlu tidaknya membeli karya tersebut
• Membantu pengarang dan penerbit memperkenalkan karya-karya terbaru mereka.
Unsur-unsur resensi
1. Identitas buku
mendeskripsikan bukuyang diresensi. Terdiri atas:
judul buku :
pengarang :
Penerbit :
tahun terbit :
jumlah halaman :
jenis kertas :
gambar sampul :
harga :
cetakan :
2. Permasalahan dan pemecahan
bagian ini menyajikan permasalahan yang relevan dengan buku
3. Isi buku
bagian ini berisi ulasan isi buku secara garis besarnya. Penyajiannya diupayakan menarik agar pembaca tertarik membaca buku yang diresensi
4. Kelemahan dan kelebihan
bagian ini menyajikan kelemahandan kelebihan isi buku dilihat dari unsur intinsik karya, serta pendapat resensator tentang isi buku
5. Kelayakan buku untuk diperkenalkan
bagian ini menyajikan pendapat resensator terhadap karya untuk diperkenalkan pada masyarakat.




Contoh Resensi

Resensi Buku : Pendidikan Murah, Masih Adakah?

Judul Buku : Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah
Penulis : Ahmad Bahruddin
Penerbit : LKiS, Yogyakarta
Cetakan : I, Januari 2007
Tebal : xx + 286 halaman

HARUS diakui, bahwa penyelenggaraan pendidikan memang memerlukan biaya. Tidak ada bedanya antara pendidikan yang bermutu atau tidak. Bahkan, biaya penyelenggaraan pendidikan yang tidak bermutu justru lebih mahal ketimbang pendidikan yang bermutu, dikarenakan banyaknya kegiatan yang harus diurus. Akibatnya banyak anak yang tidak bisa menikmati pendidikan lantaran biaya pendidikan (sekolah) yang begitu mahal.
Kebijakan pendidikan Indonesia adalah wajib belajar, bukan wajib sekolah.
Solusi yang terbaik adalah tuntutan adanya sekolah alternatif yang berkualitas. Contohnya SMP Qarya Thayyibah yang didirikan oleh Bahruddin. Meskipun terletak di pedesaan, sekolah ini tidak identik dengan keterbelakangan. Keterampilan para siswa mengoperasikan komputer dan internet tak diragukan lagi. Keahlian bahasa dengan ber-cas-cis-cus juga dapat dijadikan bukti.
Pihak sekolah menentukan anggaran Rp 3.000 per hari, rinciannya untuk komputer, tabungan siswa dan makan masing-masing Rp 1.000. Bahkan sekolah ini mempunyai website sendiri yang bisa diakses di www. pendidikansalatiga.net/qaryah.
Dengan buku ini semoga kita bisa mengubah logika yang selama ini kita yakini bahwa pendidikan yang berkualitas memerlukan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya Bahruddin (dalam buku ini) telah membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak harus mahal. Yang terpenting adalah ada tekad, keberanian, kegigihan, serta kreativitas yang tinggi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.( Perensensi : Ach Syaiful A’la*)

Tagihan I :
1. Unsur-unsur resensi apa saja yang terdapat dalam resensi tersebut, sebutkan !
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.Tuliskan keunggulan dan kekurangan buku dalam resensi tersebut!
Keunggulan ................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................

Kekurangan ...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................

3. Bacalah sebuah buku pengetahuan tentang pendidikan, kemudian resensilah buku tersebut sesuai dengan usur-unsur resensi yang telah kamu pelajari !




Tempat mengerjakan
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................



STANDAR KOMPETENSI : 5. Mendengarkan
Memahami pembacaan novel
KOMPETENSI DASAR : 5.1 Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
INDIKATOR :
• Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
MATERI

NOVEL

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis.
Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita".
Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.
Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak Novel
Ia merupakan antara genre sastra selain daripada cerpen, puisi, drama dan esai kritikan. ‘Novel’ bermaksud kisah rekaan atau cerita rekaan [cerkan] yang panjang. Berasal dari bahasa Italia, novella yang bermakna ‘perkhabaran baru’.
Perbedaan Cerpen dan Novel ialah :

CIRI CERPEN NOVEL

Jumlah perkataan
2000-5000
35 000

Jumlah halaman [A4]
10-25
100 [minimum]

Waktu membaca
20-30 minit
2 jam

Kategori
- Cerpen [short story]
- Cerpen pendek
[short short story]:
* cerkan imbasan
[flash fiction]
* cerkan mikro
[micro fiction]
* cerkan kejutan
[sudden fiction]
- Cerpan [long short story]

- Novelette
Pengembaraan [travelogue]
Seram/misteri
Penyiasatan
Cinta
Politik
Sejarah
Agama
Kanak-kanak
Remaja
Autobiografi/Biografi
Picisan

Unsur-unsur intrinsik Tema, plot, latar, watak/perwatakan, gaya bahasa, sudut pandangan Tema, plot, latar, watak/perwatakan, gaya bahasa, sudut pandangan
Tema Satu Satu
Plot Tunggal Banyak
Latar tunggal Kompleks
Watak/perwatakan sederhana Kompleks
Gaya bahasa sederhana Kompleks
Sudut pandangan sedikit Kompleks



Bacalah kutipan novel berikut dengan vokal, intonasi, dan penghayatan yang tepat!

SALAM DAN PESAN PAMAN
Oleh : Iskasiah Sumarto

Selalu saja pertanyaan itu diajukan padaku stiap aku pulang ke Padikan dan bertemu paman Odik.
“Rina,kapan kau nikah dan punya anak?”
Biasanya aku Cuma ketawa dan menjawab:
“Nikah!” Nanti paman, kalau aku sudah selesai sekolah dan jadi doktoranda.”
“Berapa lama?”
“Tidak lama lagi!”
“Setahunlagi?”
“Dua.”
“Ya.”
Sekarang waktu yang dua tahun itu sudah lewat. Entah paman Odik menandainya atau tidak, aku tidak tahu. Yang jelas pagi itu aku mengendarai Yamaha adikku sampai ke pinggir laut dan melihat paman Odik lagi menyirat jala. Aku berteriak girang memanggilnya. Dan paman terpana sebentar memandagiku waktu dilihatnya aku datang. Hampir tak pernah aku berlibur ke rumah ayah ibu di Padikan, sebuah kota pantai di ujung selatan pulau Jawa tanpa menemui paman Odik. Dan kembali pertanyaan itu kudengar waktu aku jongkok di dekatnya melihatnya bekerja.
“Kapan kau nikah dan jadi perempuan Rina?”
Aku kaget sebentar. Jadi perempuan ! Apakah karena aku selalu berpakaian seperti laki-laki, kemeja dan celana laki-laki begini, lalu paman Odik memintaku jadi permpuan? Tapi kemudian aku tertawa seperti biasanya. Sekarang tak bisa lagi kujawab: “Nanti paman, kalau aku sudah selesai sekolah.” Sudah setahun yang lalu aku selesai kuliah, sudah setahun aku bekerja, sudah setahun aku jadi guru di Yogya. Sekarang aku tertawa seperti biasanya bila dia mengajukan pertanyaan demikian. Tapi lain dari biasanya, aku terdiam. Ketawaku tidak disusul jawaban. Aku terdiam. Beberapa lama aku terdiam. Terdengar kemudian suara debur-debur ombak dan terasa anginmeyapu-nyapu mukaku dan mempermainkan rambutku yang kupotong pendek-pendek. Sudah lam aku tidak suka lagi memelihara rambut panjang. Matahari baru berangkat tinggi, belum panas sekali. Andai pun hari jadi panas sekali, akau akan betah saja tinggal di sini berjam-jam menunggui paman Odik bekerja. Tapi tidak akan lama paman menyirat jala. Segera pekerjaan itu selesai, segera dia akan pergi dengan perahu mayangnya, ke tengah laut, berdua atau bertiga dengan temannya mencari ikan. Baginya laut adalah sawah pemberian Tuhan.

Tagihan 1

1. Analisislah tokoh-tokoh kutipan novel tersebut berdasarkan perwatakannya!Sertakan data teks yang mendukung.

Nama Tokoh Watak Tokoh Data teks penukung












2. Bagaimanakah alur cerita kutipan tersebut? Coba ceritakan lagi dengan bahasamu sendiri!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................

3. Masalah apa yang dialami tokoh Rina?
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................

















STANDAR KOMPETENSI : 5. . Memahami pembacaan novel

KOMPETENSI DASAR : 5.2 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel

INDIKATOR :
• Menjelaskan unsur-unsur – unsur intrinsik dalam penggalan novel yang dibacakan teman
MATERI
UNSUR-UNSUR INTRINSIK NOVEL

Unsur-unsur intrinsik novel ialah unsur-unsur yang berada di dalam karya tersebut yang memperbnagruhi karya tersebut.:

1. Tema Dan Persoalan
Tema merupakan persoalan utama yang diungkapkan oleh pengarang dalam sesebuah karya kesusteraan seperti cerpen atau novel. Biasanya tema diolah berdasarkan sesuatu motif tertentu yang terdiri daripada objek, peristiwa kejadian dan sebagainya. Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang mendasari sesebuah karya sastera dan terungkap secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung (implicit).
Tema dalam sesebuah cerita tidak dapat dilihat sepenuhnya sehingga cerita itu selesai dibaca.
4. Penokohan dan Perwatakan
Perwatakan ialah sifat-sifat fizikal dan mental, kepercayaan, tabiat, perilaku dan sifat keperibadian watak itu.
Sifat Perwatakan biasanya dapat digambarkan oleh pengarang melalui tindakkannya, cara berfikir, bercakap, rupa, penampilan dan gambaran perasaan watak tersebut.
Pengarang dapat memberi keyakinan kepada pembaca melalui watak-watak ini melalui penampilan mereka dalam cerita.
Pengarang mengambarkan watak secara langsung atau tidak langsung.
Misalannya Pengarang turut berperanan menceritakan tentang watak dengan menyatakan hal yang ada berkaitan dengan watak itu secara langsung.
Pelukis Watak secara tidak langsung ialah apabila pengarang melikiskan watak melalui fikiran atau perlakunya secara tidak sekaligus.Cara ini lebih menarik kerana dapat membantu daya imaganasi pembaca dan sesuai untuk Pelukis Watak Bulat.
Watak Dan PerwatakanMemainkan peranan yang penting, untuk mengembangkan tema dan persoalan dan mengubah suasana latar di mana watak itu berada.
Watak Dan Perwatakan berfungsi sebagai penyalur fikiran, dan pandangan hidup pengarang melalui unsur-unsur bahasa seperti dialog, monolog dan monolog dalaman.
5. Plot atau Alur
Plot ialah urutan peristiwa dari awal hingga akhir dalam sesebuah cerita yang berkaitan dengan perilaku watak-wataknya dijalin dengan melibatkan konflik atau pertikaian yang akhirnya terdapat peleraian.Plot mengemukakan peristiwa yang terjadi, dan mengapa hal itu terjadi.Penyusunan Plot timbul setelah faktor-faktor yang membina cerita terkumpul.Plot ialah penyusunan kronologi yang telah diubah suai mengikut kemahuan pengarang.Susunan cerita bergantung pada kreativitas pengarang itu sendiri.Plot dirangkai dengan teliti oleh pengarang dan tidak semestinya berurutan secara kronologi. Pengarang mungkin memulai cerita dari bagian pertengahan cerita atau bagian pengakhiran cerita dengan menggunakan teknik imbas kembali (flash back)


Pola penceritaan Plot dalam novel:
a. Permulaan (eksposisi)
Ialah permulaan plot yaitu bagian untuk memperkenalkan tokok,watak-watak dan latar.
b. (pertikaian)hubungan antara watak-watak pada bagian pertengahan atau perkembangan plot itu, terjadilah peristiwa yang menyebabkan timbulnya konflik
c. Perumitan (komplikasi)
Pertengahan cerita apabila konflik menjadi semakin rumit dan perlu dileraikan oleh tokoh dan watak-watak dalam cerita tersebut.
d. Konflik
Konflik dalam cerita merupakan pertentangan fisikal, moral, fikiran, emosi dan nasib dengan sesama manusia, hewan, maupun diri sendiri. Lazimnya konflik digambarkan sebagai pertentangan antara watak protagonis dengan watak Antagonis.
e. Puncak/klimaks
Puncak ialah apabila pertentangan dan perumitan itu menuju sampai ke tahap konsentrasi yang maksimum.
f. Peleraian
Peleraian merupakan bagian akhir urutan peristiwa, walaupun kadang-kadang puncak merupakan pengakhiran cerita.
4. Setting /Latar
Secara garis besar setting/ latar dalam cerita terbagi tiga, yaitu:
a. Latar tempat, adalah hal yang berkaitan dengan masalah geografis cerita tersbut. Melalui tempat terjadinya peristiwa diharapakan tercermin pemerian tradisi masyarakat, tata nilai, tingkah laku. Suasana, dan hal-hal lain yang mungkin berpengaruh pada tokoh dan karakternya.
Misalnya tokoh yang tinggal di kota tentu tingkah laku berbeda dengan tokoh yang tinggal di desa.
b. Latar waktu, ialah saat terjadinya peristiwa. Melalui pemerian waktu kejadian jelas akan tergambar tujuan fiksi tersebut secara jelas pula.
c. Latar Sosial, merupakan lukisan status yang menunjukkan hakikat seseorang atau beberapa orang tokoh dalam masyarakat, maupun keadaan yang terjadi pada tokoh tersebut.

5. Sudut Pandang Penceritaan
Sudut pandang atau point of view di dalam cerita fiksi pada prinsipnya adalah siapa yang menceritakan cerita tersebut. Sudut pandang itu seperti kita melihat sesuatu peristiwa melalui mata 'seseorang'. Kejadian yang sama di mata anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda, sehingga sudut pandang sangat berpengaruh pada bagaimana cerita itu akan diceritakan. Bagaimana nuansa, gayanya, dan bahkan makna cerita itu bisa berbeda tergantung sudut pandang mana yang dipakai.
Ada dua sudut pandang yang biasa dipakai di dalam penulisan fiksi, antara lain:
1. First Person Point of View (Sudut Pandang Orang Pertama)
Di sini, narator berperan sebagai salah satu karakter. Karakter dipakai biasanya adalah karakter utama di cerita. Biasanya sudut pandang ini mudah dikenali, dengan 'aku' atau 'saya' sebagai karakter utama.
2. Third Person Point of View (Sudut Pandang Orang Ketiga)
Sudut pandang orang ketiga dipakai bila kita menggunakan narator yang tidak ikut menjadi salah satu karakter fiksi tersebut. Namun, narator tersebut mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh karakter-karakter tersebut. Mungkin bisa analogikan sebagai reporter di cerita pembunuhan
6. Gaya Bahasa
Adalah penggunaan bahasa yang berkias atau bergaya.

Tagihan 1
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Tuti duduk membaca buku diatas kursi dan lebar, di bawah pohon mangga,di hadapan rumah sebelah Cideng Weg. Tiap-tiap petang,apabila ia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah dan sudah pula mandi dan berdandan,biasanya dia duduk ditempat itu menanti hari senja.Sesungguhnya, nikmat duduk berangin-angin dihadapan rumah memandang Cideng Weg yang sepi itu. Ke hadapan, lantang ia melihat ke sebelah kali,kepada rumah-rumah batu yang indah. Di langit jauh dibelakang rumah bersusun, awan senja berbagai-bagai warnanya, mengantarkan matahari yang akan terbenam.
Latar penggalan novel layar terkembang di atas adalah... .............................................
..........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Keluargaku tak pernah memaafkannya. Barangkali mereka tak sanggup menerima bahwa aku sendiri sudah lama mengampuninya. Mereka tak bisa mengerti bahwa aku sanggup tetap mengasihi orang yang telah mengucilkanku kemari.
Watak tokoh aku dalam penggalan novel Raumanen di atas adalah ..............................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Bacalah penggalan cerita “Mutiara di Tengah Sawah” berikut!

Tiba-tiba jantungku gemetar karena sadar akan tujuan pembicaraannya bahwa dia sebagai orang dewasa tidak bisa ditipu atau dibohongi. Pastilah sekarang bagiku dia sungguhsungguh mencurigai aku bahwa akulah yang mencuri cincin itu.
(Mutiara di Tengah Sawah, Gerson Poyk).
Konflik yang terjadi pada tokoh “aku” adalah................................................................
.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Bacalah kutipan “Di Bahumu Kubagi Dukaku” berikut!

Sikapnya sudah kembali seperti dulu, seperti ketika pertama kali Damila
mengenalnya. Tenang. Anggun. Pandai menguasai diri. Wajahnya masih tetap cantik. Meskipun tampak lebih tua. Wajah seorang wanita berumur tiga puluh delapan tahun yang masih tetap menarik walaupun memendam kesepian. Sebentuk wajah yang menyimpan kesedihan. Membendung penderitaan, tetapi tidak menampilkan dendam.
(Di Bahumu Kubagi Dukaku oleh Mira W)
Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut dengan cara......................................................................................................................
....................................................................................................................................................................................................................................................................................

5. Bacalah penggalan cerita berikut!

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang.Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya ...

Unsur intrinsik yang menonjol pada penggalan cerita tersebut adalah ..........................
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................









STANDAR KOMPETENSI : 6. Mendengarkan
Mengungkapkan pendapat tentang pembacaan puisi

KOMPETENSI DASAR : 6.1 Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
INDIKATOR :
• Mendeklamasikan/ membacakan puisi lama (berbalas pantun) di depan teman-teman dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai
• Menanggapi pembacaan puisi lama (berbalas pantun) tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
• - Menerapkan isi pantun dalam kehidupan sehari-hari

MATERI
PANTUN
Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat. Berasal dari Melayu (Indonesia)
CIRI – CIRI PANTUN :
• Setiap bait terdiri 4 baris
• Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
• Baris 3 dan 4 merupakan isi
• Bersajak a – b – a – b
• Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
Contoh :
Ada pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)
Macam-macam Pantun

1. Dilihat dari bentuknya
 Pantun biasa
 Seloka (Pantun Berkait)
 Talibun
 Pantun Kilat ( Karmina )
2. Dilihat dari isinya
 Pantun anak-anak
 Pantun orang muda
 Pantun orang tua
 Pantun jenaka
 Pantun teka-teki
Contoh pantun biasa
Pohon mangga buahnya jarang
Masak sebiji di atas dahan
Saya heran pelajar sekarang
Bukan belajar malah tauran

Contoh pantun seloka
Ramai-ramai menjala ikan
Ikan di jala di tengah sungai
Ramai- ramai ikut ujian
Tidak lulus karena santai

Ikan di jala di tengah sungai
Didapatlah ikan gabus
Tidak lulus karena santai
Waktu tiga tahun jadi hangus
Tagihan 1
1. Buatlah sebuah pantun jenaka yang terkait dengan masalah moral atau pendidikan!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Larik pertama dan kedua dalam pantun adalah ...........................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Isi atau maksud pantun terdapat dalam ...........................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Dilihat dari bentuknya pantun terbagi atas......................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Sedangkan dilihat dari isinya pantun terbagi atas .......................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Tagihan 2

1. Lanjutkan pantu berikut ini
Anak ayam ipatuk ular
Induk sedih dan binggung
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
2. Buatlah dua buah pantun nasihat!


























STANDAR KOMPETENSI : 6. Berbicara
Mengungkapkan pendapat tentang pembacaan puisi

KOMPETENSI DASAR : 6.2 Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

INDIKATOR :
• Mendeklamasikan/ membacakan puisi baru dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai
• Menanggapi pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

MATERI
Mendeklamasikan/ membacakan puisi baru




Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membacakan puisi:
1. memahami peristiwa, pendapat, dan ungkpan penyair.
2. pahami suasana batin penyair dalam mengungkapkan perasaannya.
3. lakukanlah vokal, yaitu membaca puisi dengan suara nyaring
4. berlatihlah melafalkan kata dengan jelas dan mengatur nafas secara benar
5. belajarlah membaca larik-larik puisi per satuan paparan.
6. lafalkan kata-kata secara tepat dan jelas
7. manfaatkan jeda pendek(/) dan jeda panjang (//).
8. berikan tanda garis untuk kata yang akan dibaca dengan tekanan tertentu.
9. bila sudah lancar, brlatihlah membaca sambil berdiri
10. ambil posisi tegak agar udara di perut dan dada dapat dimanfaatkan dengan baik.
11. lakukan kegiatan membaca dengan tubuh yang lentur agar dapat mengatur gerak tubuh secara mudah
12. hayati suasana puisi yang kita baca, apakah sedih, bersemangat,mengajak, melarang, atau menggambarkan apa adanya
13. sertai penghayatan dengan pengaturan gerak, mimik, pandangan mata, dan ekpresi wajah yang tepat

Tagihan 1
Bacalah salah satu pusi baru berikut ini!
PENDARATAN MALAM
Oleh : Sitor Situmorang
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar
(Bila fajar bawa berita
kayu apung istirahat mereka)
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar

MIMPI
Oleh : Abdul Hadi WM
Aneh, tiap mimpi membuka kelopak mimpi yang lain, berlapis-lapis mimpi, tiada dinding dan tirai akhir, hingga kau semakin jauh dan semakin dalam tersembunyi dalam ratusan tirai rahasia membiarkan aku asing pada wujud hampa dan wajah sendiri. Kudatangi kemudian pintu-pintu awan, nadi-nadi cahaya dan kegelapan, rimba sepi dan kejadian -- di jalan-jalannya, di gedung-gedungnya kucari sosok bayangku yang hilang dalam kegaduhan. Tetap, yang fana mengulangi kesombongan dan keangkuhannya dan berkemas pergi entah ke mana gelisah, asing memasuki rumah sendiri menjejakkan kaki, bergumul benda-benda ganjil yang tak pernah dikenal, menulis sajak, menemukan mimpi yang lain lagi berlapis-lapis mimpi, tiada dinding akhir sebelum menjumpai-Mu.

SOLILOKUI
- bertemu al hallaj
Oleh : Ahmadun Yosi Herfanda

kau bertanya, apa tasawuf ?
- inilah tasawuf itu, kata al hallaj
sambil menahan nikmat derita
di tiang gantungannya
- inilah tasawuf itu ! ulangnya
dan tiba-tiba darahnya mengucur
pada layar televisi, pada kulkas
yang mengatupkan kematiannya
lantas siapakah aku ?
kau adalah benda-benda mati
di sekelilingmu, meja, kursi, radio, almari, rak
buku celana, baju, dan sol sepatu
ketika huruf-huruf berteriak
kau cuma jadi asbak menganga
: puntung dan abu rokok
koran dan buku-buku
menyampah dalam otakmu
dirimu kini telah mengabu
dan tasawuf pingsan
dalam aliran darahmu

Bagaimanakah pembacaan puisi baru yang dilakukan temanmu? Sudah bagus, cukup, ataukah masih kurang? Berikan penilaian dengan berdiskusi secara berkelompok. Tiap kelompok menilai 5 orang temanmu !


Rubrik Penilaian pembacaan puisi
No Nama Judul Puisi/
pengarang Aspek Penilaian Skor Perolehan Skor Akhir
Ekspresi/
pengahayatan Penampilan Teknik Vokal
1
2
3
4




STANDAR KOMPETENSI : 7. Mendengarkan
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 7.1 Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
INDIKATOR :
• Menandai jeda puisi karya sendiri
• Membacakan puisi karya sendiri dengan memperhatikan :
• lafal dan intonasi
• penghayatan
• mimik/ gerak dan ekspresi yang sesuai
• Menentukan makna puisi karya teman
• Mengomentari puisi karya teman
MATERI
MEMBACA PUISI KARYA SENDIRI
Menulis puisi memang mudah, setiap orang dapat menulis puisi dengan kata-kata yang bermakna dan bernas. Setelah menulis puisi yang berisi gagasan sendiri, bacakanlah puisi karyamu itu di depan kelas. Teman-temanmu akan mendengarkan pembacaan puisi tersebut.
Karena puisi yang kamu bacakan adalah puisi hasil karya sendiri, kamu sudah tahu maksud dan isi puisi yang akan kamu bacakan. Setidaknya kamu sudah belajar untuk menjadi seorang penyair! Walaupun puisi tersebut adalah hasil buah karya kita, namun kita perlu juga menandai jeda pada puisi kita. Tujuannya agar pembacaan puisi tersebut menjadi lebih punya daya penghayatan dan pendengar akan lebih mengerti isi puisi yang kita bacakan.
Berdasarkan puisi hasil karya teman kita sendiri, pendengar yang baik dapat menanggapi pembacaan puisi tersebut dengan turut merasakan hal-hal berikut ini :
• Nada
• Suasana
• Irama
• Dan pilihan kata yang digunakan
Dengan merasakan itu semua, kita sudah turut mengaparesiasi sebuah karya orang lain dengan baik dan kita dapat memahami puisi karya teman.
Cinta
karya : Ayu Musyaroh

Cinta memberiku kasih dan airmata
Oh Tuhan, kau telah membuka matamu
Dengan cinta dan dengan hati
Aku jatuh cinta…..
Kau datang dan menanamkan rasa dalam hatiku
Setangkai mawar putih,
Namun sekelilingku kau bagaikan pasar berduri
Akankan surga membebaskanku
Dan memberiku rasa
Dalam proses cinta dari cintaku padamu
Ditandusnya tanah
Masih ada rumput yang tumbuh
Dikeringnya pasir
Masih ada setetes air
KERAPUHAN
Karya Endah
Digelapnya ruang
Masih ada setitik cahaya
Dan…dikeheningan malam
Masih ada sedenting suara
Aku tahu dan tahu
Semua ini rapuh
Hanya tinggal puing penyesalan
Yang tersisa…tapi ….
Diantara puing penyesalan
Terselip sebuah harapan
Dan aku yakin….dengan harapan
Kita dapat menyatukan
Puing demi puing
Dan pershabatan kekal
Akan kembali….seperti dulu

Tagihan 1
Dengarkan pembacaan puisi temanmu.setiap siswa menilai pembacaan temannya, kemudian jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Bagaimana nada dan suasana yang kamu rasakan ketika mendengar pembacaan puisi karya temanmu?
Jawab:
Nama pembaca : ..........................................................................................................
Judul puisi : ..........................................................................................................
Nada dan suasana yang terasa ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Apakah pilihan kata puisi karya temanmu tadi sudah menggambarkan nada dan suasana yang hendak digambarkan?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Apakah pembacaan puisi tadi sudah sesuai dengan nada, suasana,irama, dan pilihan kata yang digunakan?
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Apa yang ingin disampaikan oleh temanmu melalui puisinya?
.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Rubrik Penilaian pembacaan puisi karya sendiri

No Nama Maksud /isi puisi
1-2-3-4-5 Aspek Penilaian Skor Perolehan Skor Akhir
Nada dan suasana
1-2-3-4-5 Pilihan Kata
1-2-3-4-5 Pembacaan sudah sesuai
1-2-3-4-5
1
2
3
4
1 = tidak melakukan apa-apa
2 = kurang sesuai
3 = cukup sesuai
4 = sesuai
5 = sesuai sekali




STANDAR KOMPETENSI : 7. Mendengarkan
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 7.2 Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen

INDIKATOR :
• Menceritakan kembali isi cerpen
• Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen
MATERI
CERITA PENDEK (CERPEN)
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Ciri –ciri khas Cerpen :
1. Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel
2. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian
3. Mempunyai satu plot, setting yang tunggal
4. Jumlah tokoh yang terbatas
5. Mencakup jangka waktu yang singkat.
Unsur-unsur intrinsik cerpen :
1. Tema dan amanat
2. Plot/ alur
3. Setting/ latar
4. Penokohan dan perwatakan
5. Sudut pandang pengarang
6. Gaya bahasa
unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis /plot dalam cerpen :
1. eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya)
2. komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama)
3. komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah)
4. klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting)
5. penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek,cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis.
Perhatikan cerita pendek berikut!
Kirana Belum Kembali
Tentu saja di tempat seperti ini, di gurun berpasir di pinggir jalan, di mana beberapa tumbuhan liar dan anak kadal berbagi tempat bermain, tidak akan ada kembang api yang lepas landas seperti roket dan bermekaran di angkasa. Hanya ribuan bintang yang bertebaran di sana sejauh mata menyusuri. Hanya bulan purnama yang terpampang tinggi-tinggi. Hanya suara jangkrik, bukan terompet, yang begitu berisik di tengah malam. Tapi, bukankah ini lebih indah ketimbang warna-warni lampu yang biasa terlihat di setiap sudut kota? Atau semaraknya klakson mobil dalam riuhnya kemacetan? Atau irama musik yang selalu terdengar riang meminta setiap manusia untuk terus berjoget? Bukakah ini lebih indah dan mempesona dari itu semua? Begitu pikir Ivan seraya ia
memarkirkan mobilnya di tepi jalan Kemudian Kirana pun segera mengenakan baju hangatnya, merebahkan tubuh rampingnya di atas kap mobil yang sedikit bergelombang dan bersamaan saat kepalanya mulai bersandar, ia menghembuskan napas panjang, sebuah napas panjang dengan irama kelegaan, mengalir dari paru-parunya yang ia sadari telah penuh sesak dengan gumpalan asap rokok. Kelegaan yang akhirnya dia rasakan sendiri di dalam batinnya walau ini mungkin tidak akan lama, namun 25 tahun dalam hidupnya kini, yang telah ia selami dengan tanpa arti dan di sela-sela kesendiriannya ia mencaci-maki dengan kesal mempertanyakan apakah ‘hidup’ itu memang ada telah ia hapuskan sejenak lewat perasaannya yang membumbung tinggi, menyaingi nirwana, dalam kehadirannya bersama malam.
Ini seperti suatu saat dalam hidup Kirana. Ketika ia memandangi lilin di hadapannya (dan memang ia harus menyalakan lilin karena lampu telah padam sejak pagi). Dalam ruang kamar yang sempit, hanya dia dan lilin itu yang membakar diri perlahan-lahan lalu melebarkan pupil Kirana karena ia terlalu dekat, terlalu lekat, larut dalam haru biru kesunyian cahaya kecil yang lincah menari-nari dalam bola matanya. Rasa damai yang, ”Oh alangkah besarnya!”, menguasai dirinya seperti sebuah pelukan; dan bayangan hitam yang terlukis tajam di setiap permukaan tembok menemani perasaannya sekaligus menyodorkan semakin banyak lagi hangatnya kesendirian hati, keabsenan, yang semakin tulus; pesona sang api, detik demi detik, merayap menjadi energi menyusup ke dalam pori-pori jiwanya yang mendorong Kirana untuk melepaskannya kepada Ivan sebagai ”malam ketika aku lahir kembali”. Dan ”malam ketika aku terlahir kembali” itu kini terulang; kali ini bersama Ivan, kekasihnya, ia memiliki kesempatan itu untuk memperlihatkannya dalam bentuk yang lain.
Tak henti-hentinya bola mata Kirana berbaur bersama bintang-bintang; ia sangat menyukai bintang sampai ia enggan berkedip untuk melewatkannya barang sedetikpun; Euforia terang malam, inikah kebebasan itu? Pikirnya sedikit naif. Pintu mobil terbuka. Suara berdecit yang selama ini mengganggu telinganya kali ini terdengar sedikit berbeda. Ivan turun dari mobil, dengan sepatunya ia menginjak pasir; Kirana bisa merasakan bahwa kehadiran seseorang membawa dirinya menjadi lebih nyaman, ia sadar bahwa perasaan tegang kini telah teraduk bersama rasa senangnya. Ivan tidak menutup pintu mobilnya; ia tidak lupa tidak pula disengaja, tetapi karena ia terbawa oleh semacam kekuatan yang menunggunya untuk datang, di depan sana, hanya beberapa senti saja, hanya beberapa detik saja menuju kap mobil yang bergelombang itu, dan ia tak perlu memikirkan lagi pintu mobilnya. Kirana tersenyum manis, dengan kemampuan terbaiknya ia tersenyum manis; Ivan datang menyambutnya dengan ”Bagaimana menurutmu, sayang?”. Mereka berdua duduk bersebelahan, saling bersentuhan; hangatan yang satu bertemu dengan kehangatan yang lain, sehingga tidak ada lagi yang mereka kenal selain bayangan rerumputan yang tersapu pelan oleh angin di kaki gunung. Kirana menyerahkan pundaknya untuk jatuh ke dalam jangkauan tangan kiri Ivan. Di situlah tempatnya berada selama ini dan akan selalu demikian.
”Bagaimana menurutmu, sayang?” Kirana mendengarnya, Ivan seperti sedang berbisik, menggema di genderang telinganya berkali-kali; tentu saja Kirana tahu seperti apa jawabannya. Dengan ditemani Ivan di saat-saat seperti ini, hanya mereka berdua saja ditemani perasaan bebas akan kemunafikan hidup di kota besar, dan jemari Ivan yang kini menelusuri tiap helai rambut hitam legamnya, tentu saja Kirana tahu jawaban atas pertanyaan tadi. Apa lagi yang dapat dirasakan Kirana kali ini?
Adalah rasa bahagianya, rasa senangnya, rasa lepasnya, senyumnya, gelak tawanya, kegirangannya, jiwanya yang meninggi, rasa terhiburnya, keluasan hasratnya, kecantikannya, air matanya yang berbinar-binar, perasaan berlimpahnya, cintanya, rasa sayang terhadap kekasihnya, dan harapannya yang tak pernah padam akan masa depan yang lebih baik — semuanya kini melebur menjadi satu dalam euforia terang malam. Sulit untuk sekedar diucapkan, namun Kirana dapat melakukannya dengan lebih baik; ia tersenyum mesra ke arah Ivan untuk yang kesekian kalinya.
Senyum itulah yang selalu membawa Ivan teringat akan masa lalu. Masa ketika mereka pertama kali bertemu, saling bertukar pandang, berkenalan, dan Ivan mengajaknya untuk kembali bertemu di keesokan harinya; dan ketika bertemu lagi di keesokan harinya, Ivan kembali disambut oleh senyuman yang sama. Ketika hari beranjak menuju tengah malam, dan Ivan tengah menikmati batang terakhir rokoknya, mencoba meluapkan beban-bebannya sejenak, dan gadis ini tiba-tiba datang menepuk pundaknya dengan rambut yang terjuntai sedikit berantakan, mata yang bundar dan menghitam di tepiannya, dan lampu neon di atasnya memantulkan sinar terang dari kulit wajahnya; saat itulah senyum itu dilepaskan kepadanya untuk meminta korek api. Alangkah beruntungnya Ivan, mendapatkan senyum untuk sebuah korek. Ia terpana; melihat bagaimana gadis itu menjentikkan korek api dan dengan hati-hati membakar rokoknya lalu menghisapnya dalam-dalam. Pertama kali dalam hidupnya, ia suka melihat seorang gadis merokok; ia suka melihat caranya merokok; ia suka menatap bagaimana asap mengepul dari tiupan bibir tipisnya. Dan itulah Kirana, selalu dan selamanya, di dalam pikirannya.
Kini justru Ivan yang tersenyum ke arah Kirana. ”Bagaimana menurutmu, sayang?”, pertanyaan Ivan tadi apabila ditujukan pada dirinya sendiri, tentu akan menyiratkan senyuman dari bibirnya. Ia menatap Kirana, di dalam pelukan tangan kirinya, dengan rambutnya yang berantakan tersapu angin, yang selalu membuat Kirana tampak lebih cantik daripada ketika ia berdandan. Ivan menatap jauh ke dalam dirinya sendiri melalui Kirana; bagaimana dirinya telah berubah; bagaimana dirinya bisa saja menuliskan di atas berlembar-lembar kertas mangenai perubahan yang didapatkannya sebelum dan sesudah mengenal Kirana; bagaimana ia menemukan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia tahu, sisi romantisnya, yang selalu mengalir di saat-saat senangnya. Sekarang Ivan telah menemukan jati dirinya; senyata Columbus menemukan Amerika; ia telah menemukan anak hilang di dalam dirinya; tidak ada lagi khayalan atau lamunannya akan perasaan bahagia, karena ia sudah berada di dalamnya. Ia tahu apa yang akan dilakukan apabila ia tersinggung; ia tahu ke mana ia akan pergi saat hatinya bersedih; ia tahu caranya mengatasi kesendirian, bukan lagi dengan termenung atau menyakiti diri, tapi dengan cara lain; dan ia tahu apa itu. Jadi, bagaimana menurutmu, Ivan? — tidak salah lagi, ia merasa telah bebas lepas.
Malam ini pun, malam tahun baru yang sepi, adalah malam yang tepat bagi Ivan untuk melepaskan keinginannya selama ini; untuk membebas-lepaskan impiannya menjadi sebuah kenyataan yang tak hanya sekedar angan siang bolong saja. Hasratnya yang adalah mengapa ia membawa dirinya dan Kirana berdua ke tempat seperti ini, yang jarang didatangi oleh setiap pasangan manusia atau bahkan oleh manusia yang seorang diri, karena tempat ini sangat cocok dengan keterasingannya, kesunyiannya yang selalu datang bersama tiupan angin, bukit-bukit terjal yang berdiri di depannya, bintang-bintang yang kali ini keluar dari sangkarnya dan berkelipan sepanjang malam, dan di tempat ini Ivan dan Kirana dapat kapan saja mengakui bahwa dunia ini telah melantik mereka sebagai raja dan ratunya. ”Raja dan ratu.”, pikir Ivan, ”Raja dan ratu.”, pikirnya sambil tersenyum sendiri, seperti merasakan tetes air hujan di kelopak matanya.
Tiba-tiba Kirana melepaskan diri, turun dari kap mobil yang bergelombang, menginjakkan kaki telanjangnya di atas pasir yang sejuk, lalu berjalan dengan badan yang sedikit dibungkukkan; ia ingin mengenal tempat ini lebih dalam lagi. Ivan hanya diam saja; ia melihat burung kenarinya lepas dari sangkarnya dan terbang kesana-kemari sambil berkicauan. Sambil menyalakan rokoknya, ia terhibur dengan Kirana yang menari-nari di atas pasir, menimbulkan bunyi gesekan kaki yang redup.
Suara-suara malam mulai datang. Ada lolongan dari kejauhan, sebuah choir dari sekelompok jangkrik, kepakan sayap burung-burung yang lewat di atas kepala, dan dedaunan yang bergerak-gerak dengan kompaknya. Kirana tengah berbahagia. Ia membalikkan badannya dan menatap Ivan yang masih duduk di atas kap mobil. Mereka saling berpandangan, melihat kembali apa yang telah mereka lalui lewat diri masing-masing. Kirana harus membereskan rambutnya yang menghalangi pandangan karena tertiup angin; angin bertiup sedikit membesar; ia ingin melihat kekasihnya dengan jelas, walaupun ia sudah begitu sering melihat wajah Ivan di kamarnya, di tempat kerjanya, di dompetnya, di balik sakunya, di cermin, di rumah sakit, di restoran, di langit, dan dimanapun, tetapi ia ingin melihatnya lagi tanpa diganggu. Mereka saling berpandangan. Tak lama kemudian, mereka sama-sama tertawa kecil. Mereka tertawa menertawakan sebuah ironi bahwa sepanjang hidupnya, baru kali ini mereka benar-benar tidak mati, tidak hidup dalam mati, atau setidaknya mereka tidak mati sendirian lagi.
Ivan tidak dapat menahannya lagi. Rasa yakin telah menelusuri seluruh isi tubuhnya. Ia mendapatkan rasa yakin lagi ketika menatap Kirana yang berdiri di depannya. Di mana sinar bulan dan sinar bintang menjadi lampu sorot untuk kebintangan Kirana di matanya. Rambut panjangnya bercahaya, memantulkan setiap cahaya yang menuju ke arahnya, dan terpantul jelas ke dalam bola mata Ivan sebuah sosok di mana setengah dari hatinya tersimpan. Kirana bersinar-sinar di malam tahun baru dan Ivan tampak terpesona. ”Raja dan ratu.”, pikir Ivan, ”Raja dan ratu.”, pikirnya sambil tersenyum sendiri, ”Suami dan Istri.”, pikirnya mantap, dan ia mengeluarkan sebuah cincin dari saku jaketnya.
Tagihan 1
1. Siapakah tokoh protagonis dan antagonis dalam cerita pendek tersebut?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Konflik apakah yang diketengahkan pengarang dalam cerpennya tersebut?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Tuliskan unsur-unsur pembangun cerpen !
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Sudut pandang penceritaan yang apakah yang digunakan pengarang!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Ceritakan kembali alur cerita pendek tersebut dengan bahasamu sendiri!
.........................................................................................................................................
.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

STANDAR KOMPETENSI : 7. Membaca
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 7. 3 Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai


INDIKATOR :
• Menandai jeda puisi karya sendiri
• Membacakan puisi karya sendiri dengan memperhatikan :
- lafal dan intonasi, penghayatan, mimik/ gerak dan ekspresi yang sesuai
• Menentukan makna puisi karya teman
• Mengomentari puisi karya teman

MATERI
:
Sebuah puisi bila dibacakan secara tepat akan terasa keindahannya. Sebauah puisi mempunyai kekuatan irama dan nada. Ada yang berpendapat bahwa sebuah puisi jika belum dibacakan secara nyaring, ibarat alat musik yang belum dimainkan. Terasa hambar
Hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi:
1. Lafal harus jelas
2. volume suara harus bisa didengar
3. ketepatan jeda dan tekanan kata
4. irama sesuaikan dengan kata, baris, dan suasana puisi
5. intonasi atau nada
6. penghyatan, mampu menyentuh emosi pandangan melalui penghayatan yang optimal
7. ekspresi
setelah kita mengikuti pembacaan puisi dan melakukan penilaian, kita perlu memberi tanggapan terhadap pembaca puisi. Setiap orang memiliki gaya, dan keunikansendiri ketika melakukan aktifitas membaca. Kelebihan dan kekurang perlu kita komentari untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Tanggapan haruslah objektif, jangan mengada-ada.

Tagihan 1
Tulislah puisi tentang keindahan alam berdasarkan gambar di bawah ini dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik! Kemudian bacalah puisi hasil karyamu tersebut di depan kelas!



Rubrik Penilaian
No. Aspek yang dinilai Penskoran
3
Baik 2
Cukup 1
Kurang
1. Pilihan kata
2. Kesesuaian gambar dengan tema
3. Kedalaman makna
Jumlah


STANDAR KOMPETENSI : 8. Mendengarkan
Mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen

KOMPETENSI DASAR : 8.1 Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi
INDIKATOR :
• Menulis resensi buku kumpulan cerpen dengan memperhatikan kriteria penulisan resensi
• Menentukan keunggulan dan kelemahan resensi buku kumpulan cerpen

MATERI :
RESENSI
Ialah tulisan ulasan pertimbangan terhadap hasil karya yang disertai penilaian dari penulisnya.
Tujuan Resensi
• Membantu pembaca menentukan perlu tidaknya membaca karya tersebut
• Membantu pembaca perlu tidaknya membeli karya tersebut
• Membantu pengarang dan penerbit memperkenalkan karya-karya terbaru mereka.
Unsur-unsur resensi
1. Identitas buku
mendeskripsikan buku yang diresensi. Terdiri atas :
judul buku :
pengarang :
Penerbit :
tahun terbit :
jumlah halaman :
jenis kertas :
gambar sampul :
harga :
cetakan :
2. Permasalahan dan pemecahan
bagian ini menyajikan permasalahan yang relevan dengan buku
3. Isi buku
bagian ini berisi ulasan isi buku secara garis besarnya. Penyajiannya diupayakan menarik agar pembaca tertarik membaca buku yang diresensi
4. Kelemahan dan kelebihan
bagian ini menyajikan kelemahandan kelebihan isi buku dilihat dari unsur intinsik karya, serta pendapat resensator tentang isi buku
5. Kelayakan buku untuk diperkenalkan
bagian ini menyajikan pendapat resensator terhadap karya untuk diperkenalkan pada masyarakat
Contoh Resensi
Judul : Atas Nama Malam
Pengarang : Seno Gumira Ajidarma
Tebal : 167 halaman
Terbit : januari 1999
Sebagian besar cerita dalam buku ini berkisah tentang orang-orang malam: kehidupan dan percintaan yang berlangsung di malam hari. Apakah hidup memang menjadi lain pada waktu malam? Apakah malam hanya berarti gelap, atau merupakan suatu makna? Buku ini tidak hanya berkisah tentang cinta, tetapi tentang sisi gelap dalam kehidupan manusia yang selalu mempunyai rahasia. Gelap tidak selalu berarti jahat, gelap adalah gelap, di mana segala sesuatu hanya nampak remang-remang.

Ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, penulis cerita pendek yang mendapat South East Asia (SEA) Write Award 1997 dari Kerajaan Thailand, Penghargaan Penulisan Karya Sastra 1997 (Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi), dan Hadiah Sastra 1997 (Negeri Kabut). Bukunya Saksi Mata diterjemahkan Jan Lingard sebagai Eyewitness, mendapat Dinny O'Hearn Prize for Literary Translation 1997 di Australia.

Kumpulan cerpen lain dari penerbit buku ini, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, disambut baik dan mengalami cetak ulang.

Tagihan 1

1. Siapakah Seno Gumira Ajidarma?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Sudah lengkapkah unsur-unsur resensi yang ditulis oleh penulis tersebut!
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Jelaskah penggambaran tokoh-tokoh dalam resensi tersebut? Tuliskan pendeskripsian tokoh dalam resensi tersebut!
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Adakah kelayakan buku yang dikemukakan penulis resensi?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Pada paragraf ke berapa penulis resensi mengemukakan kelebihan dan kekurangan buku?
.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tagihan 2

2 Giddens terkenal sebagai penulis yang gemar berpanjang kata sehingga karya-karya teoretisnya pun begitu tebal. Kalimat-kalimatnya amat teknis dan memakai kombinasi katakata baru yang bahkan dalam bahasa Inggris belum dikenal.
Hal yang diresensi pada kutipan di atas adalah ............................................................
………………………………………………………………………………………..……………………………………………………………………………………….………………………………………………………………………………………

2. Bacalah resensi berikut!

……………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………….……………………………………………………………………………………….
3. bacalah sebuah buku kumpulan cerpen terbaru dan buatlah resensinya sesuai dengan unsur-unsur resesensi!












STANDAR KOMPETENSI : 8. Menulis
Mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen
KOMPETENSI DASAR : 8.2 Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar)
INDIKATOR :
 Mencatat/mendaftar topik-topik tentang kehidupan orang lain (berdasarkan situasi dan kondisi setempat)
 Menulis cerpen tentang kehidupan orang lain dengan memperhatikan unsur-unsur cerpen
 Menanggapi cerpen yang ditulis teman
MATERI :

MENULIS CERITA PENDEK
Cerpen atau cerita pendek sebagai bagian dari prosa, dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia mendapat perlakuan sama. Ruang lingkup pada cerpen kecil dan ceritanya berpusat pada satu tokoh atau satu masalah.
Tiap bagian cerpen memberikan saham penting untuk menggerakkan cerita, mengungkapkan watak tokoh, dan melukiskan suasana. Karena itu, kegiatan menulis cerpen merupakan cara yang selektif dan ekonomis
Tahapan menulis cerita pendek :
1. menemukan ide cerita dan merumuskannya menjadi sebuah tema. Ide cerita dapat diperoleh dari pengalaman dan kehidupan para siswa sendiri. Untuk memperoleh ide cerita diperlukan pengetahuan yang cukup, tentang kehidupan dan ketajaman observasi.
2. membuat garis besar atau outline dari jalan cerita. Dalam outline tersebut terdapat bagian awal, tengah, dan akhir cerita. Outline berfungsi untuk menyusuri jalan cerita, sehingga tidak banyak yang menyimpang.
3. bermainlah dengan imajinasi untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran.
4. menentukan siapa tokoh utamanya, apa masalahnya, siapa antagonisnya, bagaimana latar belakang ceritanya, bagaimana watak tokoh tokohnya, bagaimana plotnya, di mana klimaksnya, sudut pandang yang dipakai, dari mana cerita berawal, dan bagaimana cerita ditutup.
Cermatilah cerita pendek di bawah ini !
Seorang Perempuan yang Jatuh Cinta pada Hujan
April 25th, 2007 by retnadi
Sebenarnya, tidak ada yang istimewa pada saya. Seperti banyak perempuan biasa lainnya di dunia, saya senang bersenandung kecil saat sedang menjemur cucian di siang hari. Seperti banyak perempuan biasa lainnya di dunia, saya juga sering merajut kala matahari mulai tenggelam dan saya tak menemukan pekerjaan lain untuk dikerjakan. Kala semua selimut sudah terlipat rapi, semua perkakas sudah dicuci, dan burung hantu mulai berjaga diselingi lolongan anjing.
Dan seperti banyak perempuan biasa lainnya di dunia, saya jatuh cinta. Cinta yang kadang membuat dada terasa sesak penuh rindu, dan getaran yang menjalari rona merah di pipi yang tersenyum malu-malu. Dan kali ini, saya jatuh cinta pada Hujan.
****
Saya nyaris lupa kapan tepatnya saya jatuh cinta. Yang saya ingat, saat itu desa kecil kami dilanda kemarau panjang. Sudah berbulan-bulan lamanya Hujan tidak turun mengguyur. Sawah-sawah berpetak yang semula menghijau segar mulai kering dan pecah-pecah. Sementara air sungai terus menyusut. Karena itu, air betul-betul dihemat pemakaiannya. Yang utama adalah air minum, sisanya baru menyusul. Kami sampai lupa, kapan terakhir kalinya kami mandi dan mencuci.
Menurut Mak Sani, dukun terkenal di desa kami, Hujan sedang bosan. Tentu saja, pernyataan Mak Sani itu membuat geger para warga kampung.
“Hujan bosan? Bagaimana mungkin ia bisa bosan? Ia adalah Hujan, yang seharusnya membawa kesegaran!,” teriak seorang warga. Sementara warga lainnya mulai berteriak lebih kencang, Mak Sani mengangkat tangannya.
“Diam semuaa!!!, ” katanya. Dan seperti biasa, kalau Mak Sani sudah berbicara, maka tak ada seorang pun berani buka mulut.
“Tentu saja Hujan bisa bosan. Dia juga hidup, dia juga punya perasaan. Selama ini dia sudah mendatangkan banyak berkah untuk kita, dia menyuburkan sawah kita, dia mengaliri sungai-sungai kita, dia memuaskan dahaga kita, sementara apa yang kita berikan buat dia?, ” lanjut Mak Sani.
“Lalu bagaimana caranya? Apa yang bisa kita berikan buat hujan?, ” cetus seorang warga.
Mak Sani berdehem sedikit. “Ehm, begini, kemarin saya sempat bicara dengan Hujan. Katanya, dia butuh seorang wanita untuk menemaninya. Dan wanita itu haruslah perawan yang berambut panjang,” tutur Mak Sani panjang lebar.
Dan seketika seluruh mata memandang pada saya.
***
Tentu saja, saya bukan satu-satunya gadis yang perawan di desa. Tapi sejak ada salon Bu Marni, para gadis seperti berlomba untuk memotong rambutnya.
“Kan rambut pendek sekarang lagi tren. Masa kamu nggak bosan, tiap hari harus melumuri rambutmu dengan merang? Belum lagi kalau siang, gerah!,” ujar Atik, yang paling modern diantara kami.
Tapi saya tetap bertahan dengan rambut sepinggang. Saya paling suka menyisir rambut, merasakan sisir yang meluncur dari akar rambut sampai pinggang saya. Saya suka merasakan helai-helai rambut di leher, pundak, dan punggung, saat saya berbaring tidur. Karena itu, saya tak segan melumurinya dengan merang sampai hitam berkilat. Memberinya telur dan lidah buaya, agar ia tumbuh subur. Bagi saya, rambut ini adalah permata. Tapi sekarang, gara-gara rambut panjang sialan ini, saya malah ditumbalkan untuk Hujan.
Hari ini, saya memakai kebaya yang terbagus. Tadinya Atik dan Bu Marni ingin merias wajah saya, tapi dilarang oleh Mak Sani.
“Hujan paling benci segala yang buatan. Sisirlah rambutmu sampai berkilat, dan tunggulah di puncak bukit,” begitu pesan Mak Sani.
Disini, diatas bukit inilah saya menunggu Hujan. Dalam hati, saya mengutuki salon Bu Marni dan teman-teman yang telah memotong pendek rambutnya. Saya bisa merasakan tangan ini mulai basah oleh keringat. Dibawah, tampak para warga desa sedang menatap langit dengan wajah penuh harap. Semua sedang menunggu datangnya keajaiban.
Satu menit berlalu. Sepuluh menit. Lima belas menit. Untuk mengusir sepi, saya mulai bersenandung lirih. Tembang-tembang Jawa yang dulu sering dinyanyikan almarhum Ibu untuk menidurkan saya.
Seketika, mulai terdengar suara guruh di kejauhan. Tak lama, Hujan turun. Mula-mula gerimis, kemudian turun menderas. Katanya, ia terpesona mendengar nyanyian saya. Saat itu, saya cuma bisa tersipu mendengar pujiannya.
Sementara di bawah, seluruh warga bersorak-sorai. Hujan turun sampai sore. Dan malamnya, warga desa berpesta semalam suntuk. Ratusan ucapan selamat dan terima kasih datang bertubi-tubi pada saya.
“Terima kasih Raya! Kau telah menyelamatkan desa kita!, ” begitu ujar mereka. Dan saya cuma tersenyum, lalu kemudian diam-diam menyingkir pulang.
Kebaya saya masih lembab sisa terguyur Hujan. Saya masih ingat, tetesannya yang membelai rambut saya, sambil membisikkan kekaguman atas senandung saya. Pelan, saya cium kebaya saya. Masih ada bau segar Hujan disana. Dan malam itu, saya tertidur memeluk sehelai kebaya basah, sambil berharap bisa bertemu Hujan lagi…
***
Esoknya, ternyata Hujan turun lagi. Tetesannya yang merdu di genting membuat saya seketika terjaga.
“Maaf membangunkanmu sepagi ini. Tapi aku merindukanmu Raya,” bisiknya lembut.
Dan saya langsung lari keluar rumah. Di halaman, saya membentangkan tangan selebar-lebarnya, agar Hujan bisa memeluk saya. Ia pun menyambut pelukan saya. Hujan turun makin deras. Setiap tetesnya bercerita tentang kerinduannya. Pada nyanyian saya, pada rambut saya, pada wajah saya yang tersipu. Dan di tengah derasnya Hujan, saya mulai bernyanyi. Semula hanya senandung lirih, yang makin lama makin kencang. Sementara Hujan mulai reda. Saya tahu, dia sedang mendengarkan.
“Terima kasih. Aku tahu, kamu pasti mau melakukannya,” bisiknya, lalu mengecup bibir saya.
***
Semenjak pagi itu, Hujan makin sering datang. Kadang ia datang di tengah malam, saat para warga yang terjaga sudah mematikan lampu terakhir. Kadang, ia datang di pagi buta, saat hari masih berkabut, sementara anak-anak masih mendengkur pulas dan meringkuk nyaman dalam hangatnya buaian selimut.
Saat-saat seperti itu, saya selalu keluar rumah. Sambil bersenandung pelan, saya akan memeluknya dalam gerimis. Dan setiap kali tubuh saya sudah terlalu basah, Hujan akan mengingatkan saya untuk segera masuk ke rumah dan menghangatkan diri.
“Kalau terlalu basah dan kedinginan, kamu bisa sakit. Masuklah. Aku akan menemanimu di luar, sampai kau tertidur,” begitu katanya.
Dan tepat setelah saya menutup pintu, angin akan berhembus lembut di tengah gerimis. Saya tersenyum. Sekarang, dia yang sedang bernyanyi untuk saya. Diatas tempat tidur yang hangat, saya akan berbaring diam-diam mendengarkan. Saya tahu, Hujan tak akan berhenti sebelum saya tertidur pulas.
Keesokan paginya, helai-helai daun yang basah dan genangan air yang becek, meninggalkan jejak, bahwa Hujan telah terjaga semalaman. Dan saya tahu, dia tidak berdusta.
*****
Toh seperti pasangan kekasih lainnya, kami juga punya masalah. Kali ini masalah itu datang dari gunjingan orang-orang kampung. Bermula dari keluhan para ibu, yang cuciannya sering tak kering. Dilanjutkan dengan keluhan sejumlah penduduk yang terserang flu, dan sejumlah petani yang gagal panen, karena cuaca yang kelewat lembab untuk tanaman mereka.
Gunjingan itu datang dengan berbagai bentuk. Saat langit mulai mendung, mereka akan mulai menatap sinis dan mencibir. Lalu mereka akan pulang ke rumah, menutup semua pintu. Berbisik-bisik lewat sela-sela dinding bambu rumah mereka yang rapuh. Saya bisa mendengarnya.
Tapi tidak demikian halnya dengan Hujan.
Dengan butanya, ia terus saja datang. Dan seperti pasangan yang sedang kasmaran, kami pun mabuk dengan cinta. Setiap kali melihatnya, mendengarnya, merasakannya, saya tahu bahwa hanya saat inilah yang terpenting. Bahwa dalam dunia kami yang kecil dan sederhana, hanya ada saya dan dia. Mabuk karena cinta. Rindu karena cinta. Buta, tuli, karena cinta. Menggila karena cinta.
Ya, hanya ini yang terpenting….
*****
“Mak Sani, bagaimana ini, Hujan kok makin sering datang!” teriak seorang warga saat rapat desa.
”Iya, kita semua sudah bilang sama Raya. Tapi dia tetep aja nggak peduli. Masa dia enak-enak pacaran, kitanya kebanjiran!” tandas warga lainnya.
”Pokoknya, keadaan ini tidak boleh berlarut-larut! Kita harus ambil tindakan! Kita harus tegas!” cetus seorang pemuda, yang dikuti oleh sorak-sorai warga.
Dan Mak Sani cuma bisa mengangguk lemah.
*****
”Bagaimana Mak Sani, semua siap?” tanya Kepala Desa.
Mak Sani menoleh pada saya, yang terikat pada sebuah tiang kayu. Di bawah kaki saya, ada bertumpuk-tumpuk kayu bakar dan ranting kering. Di kejauhan, tampak beberapa pemuda membawa jerigen-jerigen bensin.
”Siap,” ujar Mak Sani, sambil menggenggam erat sebungkus korek api.
Ia mulai menyalakan koreknya. Sementara, mata saya tak lepas menatapnya. Saya tidak pernah menyalahkannya. Saya juga tidak menyalahkan para warga. Toh, kami hanyalah pasangan yang sedang jatuh cinta. Itu saja.
Saat api mulai menjilat kaki saya, sekilas saya mendengar Mak Sani berbisik.
”Maafkan saya Raya, saya terpaksa. Kalau saya tidak melakukan ini, mereka akan mengusir saya. Ma…..,” bisik Mak Sani.
Saya tidak sempat mendengar lanjutan kalimatnya. Saya cuma bisa melihat lidah api berkobar-kobar di sekeliling saya, sorak sorai warga, dan rasa rindu yang tak tertahankan pada satu-satunya kekasih saya. Pelan-pelan, saya bersenandung. Untuknya, hanya untuknya.
Toh, kami hanyalah pasangan yang sedang jatuh cinta. Itu saja. Itu saja…
*****
Sore itu tetes Hujan yang terakhir memadamkan api unggun di balai desa. Sayangnya, ia terlambat. Api unggun terlanjur hanya menyisakan seonggok mayat perempuan yang sudah menghitam. Hujan memeluk kekasihnya, memanggilnya, memerciki wajahnya dengan air dingin. Tapi kekasihnya tetap tak bergeming.
Malamnya, Hujan berduka. Ia turun luar biasa deras, seolah-olah ingin menenggelamkan seisi desa. Guruh menggelegar, sementara angin ribut meraung-raung. Tapi bila warga kampung itu sungguh-sungguh mendengarkan, maka akan terdengar tangis duka Hujan yang menyayat memilukan. Tangis duka yang mengiringi kepergian kekasihnya. Satu-satunya kekasihnya.
Malam itu juga sekaligus malam yang tak akan pernah terlupakan oleh warga kampung itu. Itulah malam terakhir mereka bisa merasakan tetes hujan. Karena sejak malam itu, Hujan tak pernah lagi turun disana.
www.kolomkita.com
Tagihan 1
1. Apakah topik-topik kehidupan yang terdapat dalam cerpen di atas?
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Ceritakan kondisi latar tempat dalan cerita pendek tersebut?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Siapakah tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut?
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Tuliskan latar yang terdapat dalam cerpen tersebut!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Apakah sudut pandang yang digunakan pengarang dalam cerpen tersebut?
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


Tagihan 2
1. Pengarang cerita itu banyak menggunakan majas dan kiasan, sehingga ceritanya menarik. Tuliskan majas dan kiasan yang digunakan pengarang!
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Tulislah cerpen tentang kehidupan orang lain dengan memperhatikan unsur-unsur cerpen!
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



KATA PENGHUBUNG/ KONJUNGSI
1. Konjungsi Koordinatif
2. Konjungsi Subordinatif

Macam-macam Konjungsi Koordinatif

Konjungsi ini digunakan dalam kalimat majemuk setara
1. Penggabungan : dan,lalu,serta,dengan
2. Pemilihan : atau
3. Pertentangan : tetapi, bukan,sedangkan.namun,sebaliknya,
4. Pengoreksi :bukan hanya…melainkan juga, tidak….tetapi, bukan…melainkan
5. Penegasan : bahkan,itupun,malah,lagipula,apalagi,padahal,jangankan.
6. Pembatasan : kecuali, hanya
7. Pengurutan : lalu,kemudian,selanjutnya,setelah itu
8. Penyamaan : yaitu, yakni,adalah,ialah
9. Kesimpulan : karena itu, oleh sebab itu, dengan demikian, jadi

Macam-macam Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat

1. Penyebab : sebab,karena,lantaran,berhubung
2. Akibat : hingga, sehingga,sampai,sampai-sampai
3. Syarat : jika,jikalau,bila,bilamana,asal
4. Pengandaian : andaikata,seandainya,andaikan
5. Penegasan : sungguhpun,sekalipun,walaupun,kendatipun,biarpun,biar
6. Perbandingan : seperti,sebagai,laksana,seolah-olah,seakan-akan.daripada
7. Tujuan : agar, supaya,untuk,buat,bagi,guna
8. Waktu :seraya,sejak,semenjak,sesudah, setelah,sehabis
ketika,sewaktu,tatkala,sementara,selama,sambil
9. Penjelasan : bahwa
10. Keadaan atau cara : dengan, tanpa

CONTOH KALIMAT KONJUNGSI KOORDINATIF

1. Saya belajar bahasa Inggris dan adik belajar sejarah.
2. Dia memang bodoh tetapi hatinya jujur.
3. Kami masih haus sedangkan air sudah tidak ada.
4. Kami sudah menawarkan rumah itu dengan harga yang sangat. murah,namun sampai hari ini belum ada yang menawar.
5. Di rumah ia penurut, sebaliknya di luar ia nakal sekali.
6. Yang diperlukan bukan pemuda malas,melainkan pemuda yang rajin.
7. Mereka tidak mengambilnya tetapi meminjam.
8. Kikirnya bukan main,bahkan untuk makan ia sering minta sisa orang.
9. Ia cuma memberi dua ribu rupiah, itupun setelah berkali-kali di tagih.
10. Dia masih saja bergaul dengan preman itu, padahal ibunya sudah melarang.
11. Dia mengambil handuk, lalu pergi ke kamar mandi.
12. Ia mengambil pena, kemudian menulis surat di atas kertas itu.
13. Tugas kami, yaitu membersihkan ruangan ini.
14. Bulan yang lalu hutangmu belum dibayar, jadi sekarang hutangmu jadi seratus ribu rupiah.



CONTOH KALIMAT KONJUNGSI SUBORDINATIF

1. Kami tidak datang sebab kami tidak diundang
2. Karena belum membayar iuran, mereka disuruh pulang
3. Anak itu sakit perut lantaran makan nasi basi
4. Dia terlalu banyak makan mangga hingga perutnya sakit
5. Di dalam kelas mereka ribut sampai-sampai guru mauk pun tidak tahu
6. Saya pasti datang jikadiundang
7. Kalau saya menang saya akan memberimu hadiah
8. Kami akan berangkat asalkan diberi uang
9. Andakata ibuku masih ada hidupku tak akan sengsara
10. Seandainya tsunami menerpa daerah ini kita harus mencari tempat yang tinggi
11. Meskipun hujan lebat ia tetap berangkat juga
12. Pakaiannya selalu rapi kendati tidak punya uang
13. Mereka tergesa-gesa seperti orang yang dikejar hantu
14. Sorot matanya begitu tajam seolah-oleh kami betul bersalah
15. Kami berangkat pagi-pagi supaya tidak terlambat
16. Agar tumbuhnya baik tanaman itu harus diberi pupuk
17. Mereka datang ketika saya tidak ada di rumah



1. Pada tahun 1984 Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras. Hal ini berarti harga beras relatif terjangkau oleh masyarakat, Meningkatnya ketersediaan beras, pendapatan penduduk, dan sistem nilai sosial pada beras telah mengarahkan pola konsumsi pangan pokok pada beras. Karena itu, diperlukan upaya-upaya penganekaragaman pangan pokok untuk mengurangi ketergantungan pada beras, sekaligus mempertahankan swasembada beras, serta meningkat-kan mutu gizi pangan penduduk.
Upaya penganekaragaman pangan telah dimulai sejak Pelita II, yang disertai dengan dikeluarkannya Inpres No. 14/1974 dan disempurnakan menjadi Inpres No. 20/1979 tentang "Perbaikan Menu Makanan Rakyat". Upaya mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok dilakukan, selain untuk melestarikan swasembada pangan, khususnya beras, juga untuk membuat keberagaman pangan khas daerah, sehingga setiap daerah memiliki pola konsumsi khas, yakni suatu susunan beragam makanan yang biasa dikonsumsi oleh seseorang atau kelompok orang.
Pangan pokok dikenal sebagai satu atau lebih jenis bahan pangan yang dimakan secara teratur oleh suatu kelompok penduduk dalam jumlah cukup besar untuk menyediakan bagian terbesar dari konsumsi energi total yang dihasilkan oleh makanan. Sekelompok penduduk suatu daerah tertentu, terutama di pedesaan, akan bertumpu pada pangan pokok penghasil energi dalam hal pola konsumsinya. Faktor produksi, distribusi, ketersediaan pengetahuan gizi, daya beli, sosial psikologis, daya terima, serta selera dapat mempengaruhi pemilihan pangan yang dikonsumsi, termasuk pangan pokok, sehingga terbentuk suatu pola pangan pokok.
Pernyataan berikut yang sesuai dengan isi paragraf 1 teks diatas adalah....
a. Keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras dapatmeningkatkan mutu pangan penduduk
b.Peningkatan kecenderungan penduduk beralih ke pola konsumsi pangan pokok beras perlu diimbangi dengan penganekaragaman pangan pokok.
c. Karena swasembada beras dapat meningkatkan mutu gizi keluarga, pemerintah perlu mengusahakan pola konsumsi pangan pokok yang lain
d.Penganekaragaman pola konsumsi pangan pokok penduduk merupakan pekerjaan besar yang mendukung program pemerintah
e. Keberhasilan swasembada beras ditunjang oleh pemerintah dengan upaya perbaikan menu makanan rakyat.
2. Bacalah paragraf berikut!
Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi mengubah gaya hidup
manusia. Itu bukan hal baru. Yang mulai muncul di Jakarta adalah hadirnya hotspot, area di tempat tertentu di mana orang bisa mengakses informasi melalui komputer, tanpa menggunakan kabel. Seorang profesional mengaku bisa membalas surat elektronik dan rekan bisnis melalui kafe yang memiliki fasilitas hotspot. Seberapa nyamankah cara berkomunikasi ini? Ikuti juga berita peristiwa hot lain yang terjadi hingga Sabtu malam.
Gagasan utama paragraf tersebut adalah ....
a. perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi
b. kenyamanan cara berkomunikasi dengan hotspot
c. pemberitaan tentang hotspot di berbagai media
d. perkembangan gaya hidup manusia di dunia
e. kemudahan pengaksesan informasi melalui komputer
3. Bacalah paragraf berikut!
Jika melihat sosok Singapura seperti sekarang ini, boleh jadi Anda tidak membayangkan bahwa negara yang identik dengan nama kotanya itu juga pernah memiliki problem yang sama dengan yang dihadapi Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Problem perkotaan yang dihadapi Singapura pada masa lalu itu kini sirna dan muncullah sosok kota modern yang tertata apik, teratur, bersih, dan indah.
Inti paragraf di atas adalah ...
a. Singapura telah menjadi kota modern.
b. Singapura telah menjadi kota yang tertata, teratur, bersih, dan indah.
c. Singapura pernah mengalami problem kota besar.
d. Singapura berhasil mengatasi problem perkotaan dengan baik.
e. Singapura dan kota-kota besar di Indonesia memiliki kesamaan.
4. Bacalah paragraf berikut!
(1) Kalau kesehatan di desa-desa kuat maka ketahanan masyarakat juga kuat.
(2) Begitu penegasan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi tentang dasar program Warung Obat Desa (WOD).
(3) Di desa-desa, lanjutnya, yang menjadi ujung tombak kesehatan adalah bidan.
(4) Selain bertugas menangani dan melayani ibu-ibu hamil, bidan juga memberikan pelayanan kesehatan lain.
(5) Beban itu terlalu berat maka perlu tenaga lain yang membantu.
Opini dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (1) dan (5)
d. (2) dan (4)
e. (3) dan (5)
5. Bacalah ilustrasi berikut!
Alfian melamar pekerjaan pada suatu perusahaan. Namun, perusahaan tersebut
menolaknya karena Alfian belum memiliki pengalaman bekerja sebagai salah satu
persyaratan.
Kalimat yang santun untuk penolakan lamaran pekerjaan sesuai ilustrasi tersebut adalah ...
a. Sehubungan dengan surat lamaran Saudara, dengan ini kami memberitahukan
bahwa Saudara belum dapat diterima sebagai karyawan di perusahaan kami
karena Saudara belum memenuhi salah satu persyaratan.
b. Berdasarkan surat lamaran Saudara, dengan ini kami beritahukan bahwa surat
lamaran Saudara tidak dapat diterima karena belum memiliki pengalaman kerja.
c. Setelah kami baca dan kami pelajari, ternyata surat lamaran Saudara belum
dapat diterima di perusahaan kami karena Saudara belum berpengalaman.
d. Sehubungan dengan surat lamaran Saudara yang disampaikan kepada kami,
ternyata lamaran tersebut dengan terpaksa kami tolak karena belum memenuhi
persyaratan.
e. Surat lamaran Saudara sudah kami terima, tetapi dengan terpaksa kami harus
menolak Saudara sebagai karyawan perusahaan kami karena tidak ada
lowongan.
6. Bacalah iklan berikut!
Lowongan.
Dicari Recepsionis wanita, SMEA/D3, lancar bahasa Inggris dan komputer. Domisili
Jakarta Pusat. Lamaran langsung ke kantor pengacara R.E. Baringbing, S.H. Jalan
Suryopranoto 85 A Jakarta Pusat.
Pos Kota, 5 September 2004
Kalimat pembuka surat yang sesuai dengan iklan tersebut adalah ...
a. Saya memohon kepada Bapak untuk mengisi lowongan yang diinginkan di Pos
Kota 15 September 2004.
b. Berdasarkan iklan di harian Pos Kota, 15 September 2004, saya mengajukan
lamaran sebagai resepsionis di kantor yang Bapak pimpin.
c. Sesuai dengan iklan di harian Pos Kota, 15 September 2004, saya merasa
memiliki syarat-syarat yang Bapak inginkan, maka saya melamar.
d. Saya berminat melamar berdasarkan iklan di harian Pos Kota, saya memenuhi
semua syarat-syarat yang Bapak minta.
e. Melalui iklan di harian Pos kota yang terbaca oleh saya bahwa Bapak
memerlukan tenaga resepsionis, semua persyaratan dapat saya penuhi.

7. Bacalah kalimat-kalimat berikut!
(1) Sebagian besar tenaga kerja yang mencari pekerjaan itu hanya berpendidikan Sekolah Dasar.
(2) Rendahnya kualitas tenaga kerja merupakan masalah dalam dunia ketenagakerjaan.
(3) Sementara yang telah menamatkan pendidikan SLTP dan SMA belum menjamin
bahwa pendidikan yang mereka peroleh di bangku sekolah cocok dengan kebutuhan
tenaga kerja di lapangan.
(4) Bahkan banyak yang belum sempat menamatkan pendidikan Sekolah Dasar.
(5) Oleh sebab itu, mereka tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang
memadai sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.
Susunan kalimat tersebut agar menjadi paragraf yang padu adalah ....
a. (1), (2), (3), (4), dan (5)
b. (2), (1), (4), (3), dan (5)
c. (2), (3), (1), (4), dan (5)
d. (5), (3), (2), (1), dan (4)
e. (5), (4), (3), (1), dan (2)
8. Minat baca siswa SMA terhadap karya sastra
Rumusan latar belakang yang sesuai dengan tema tersebut adalah ...
a. Karya sastra Indonesia saat ini kurang sesuai dengan keadaan zaman.
b. Membaca karya sastra memerlukan waktu yang tidak sedikit.
c. Karya sastra kurang beredar di masyarakat sehingga tidak dikenal.
d. Saat ini siswa SMA kurang berkeinginan membaca karya sastra.
e. Karya sastra banyak mempergunakan bahasa klise dan peribahasa.
9. Bacalah paragraf berikut!
Untuk mendorong agar daerah atau sekolah termotivasi menjalankan pendidikan
lingkungan hidup, perlu dikembangkan sistem pemberian award bagi daerah atau sekolah, peserta didik dan guru serta masyarakat yang terlibat dalam pendidikan lingkungan hidup.
Kalimat saran yang sesuai dengan pernyataan di atas adalah ...
a. Untuk itu, pendidikan lingkungan hidup di samping perlu diperluas, perlu pula
dijaga kualitas pelaksanaannya agar mendapat award.
b. Pendidikan lingkungan hidup perlu mendapat perhatian sepenuhnya dari
pemerintah termasuk dananya.
c. Pendidikan lingkungan hidup sudah waktunya disosialisasikan agar masyarakat
turut membantu pelaksanaannya.
d. Hendaknya kepala sekolah mengusulkan pendidikan lingkungan hidup
dimasukkan ke dalam program kegiatan sekolah.
e. Sebaiknya aparat pemerintah daerah membantu memikirkan cara memperoleh
dana untuk pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup.
10. Bacalah resensi berikut!
Buku ini merupakan kumpulan 67 kisah pendek yang mengungkap refleksi kehidupan
sosial politik Indonesia, tentang penyadaran makna nilai-nilai keutamaan budi, kearifan dan kebajikan dalam lingkaran kekuasaan yang banyak menyimpan konflik. Secara keseluruhan buku ini banyak dinikmati pembaca karena banyak mengangkat hal yang berkenaan dengan sosok masyarakat kecil yang dapat dilihat nyata dalam kehidupan yang sesungguhnya Dengan demikian kisah yang diungkapkan serasa hadir di tengah-tengah pembaca, hidup dan dapat dirasakan.
Pernyataan yang merujuk pada keunggulan buku dalam kutipan resensi di atas adalah ...
a. Peristiwa dalam cerita mengungkap refleksi kehidupan sosial politik Indonesia.
b. Cerita ini mengungkap penyadaran makna nilai-nilai kehidupan.
c. Penyajian cerita serasa hidup dan dapat dirasakan sebagai kehidupan nyata.
d. Pengarang mengungkap kunci-munci analisis dalam filsafat dan ilmiah.
e. Buku tersebut mengungkap peran metodologi yang dipakai dalam bagian buku.
11. Bacalah ilustrasi berikut!
OSIS SMA Satria akan mengadakan kegiatan wisata bahari ke Pantai Senggigi, Lombok. Untuk itu, mereka menyusun proposal dan diajukan kepada kepala sekolah.
Kalimat berisi tujuan pelaksanaan dalam proposal sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
a. Untuk mengisi waktu luang di hari libur semester ganjil, OSIS SMA Satria akan
berwisata ke Pulau Lombok.
b. Dalam rangka menambah wawasan kelautan para pengurus OSIS, diadakan
wisata bahari selama satu minggu ke Pantai Senggigi.
c. Kegiatan wisata ini dilakukan untuk menambah wawasan kelautan, mempelajari
biota laut, menanamkan rasa cinta terhadap laut, sambil berekreasi.
d. Untuk menggali potensi Laut Pantai Senggigi, Lombok dan mempelajari
kemungkinan lebih jauh pengembangannya menjadi objek wisata internasional.
e. Sebagai tindak lanjut kelompok sastra dalam berapresiasi terhadap laut sambil
mencari kemungkinan penciptaan karya sastra tentang laut.
12. Bacalah paragraf berikut!
Siapa yang tidak mengenal Chairil Anwar? Ia seorang sastrawan besar bahkan
dijuluki sebagai pelopor Angkatan 45 dalam bidang puisi. Banyak karya yang telah
dibuatnya, tercatat sebanyak 70 buah sajak asli dalam kurun waktu 6 tahun, oleh karenanya ia tergolong sastrawan yang sangat produktif.
Kalimat yang berisi pendapat logis adalah ...
a. Chairil Anwar memang sastrawan terkenal karena karyanya banyak.
b. Chairil Anwar sebagai pelopor Angkatan 45 sudah sepantasnya memelopori
angkatan.
c. Chairil Anwar pantas menjadi sastrawan besar karena semua orang
mengenalnya.
d. Chairil Anwar pantas disebut sastrawan produktif karena ia dapat melahirkan
sejumlah puisi dalam waktu singkat.
e. Chairil Anwar sebagai pelopor 45 karena banyak karyanya berbentuk puisi.
13. Usulan 1
Bagaimana kalau kegiatan pentas seni kreasi siswa dilaksanakan bersamaan dengan
hari ulang tahun sekolah?
Usulan 2
Agar menghemat waktu dan biaya, sebaiknya kegiatan pentas seni kreasi siswa
diselenggarakan bersama kegiatan tengah semester.
Usulan 3
Sekolah kita sudah memprogramkan kegiatan pentas seni, kegiatan tengah semester,
bulan bahasa, dan hari ulang tahun sekolah. Bagaimana jika kegiatan-kegiatan itu
digabungkan pada satu waktu agar tidak berkali-kali mengeluarkan biaya.
Kalimat keputusan rapat dalam notulen yang sesuai dengan usulan-usulan di atas adalah ...
a. Setiap kegiatan memiliki ciri dan anggaran sendiri dan akan diselenggarakan
sesuai dengan yang telah direncanakan.
b. Pentas seni kreasi siswa tidak dapat digabungkan dengan acara lain karena
kegiatan itu saja memerlukan waktu yang lama.
c. Kegiatan bulan bahasa menjadi salah satu kegiatan tengah semester ganjil.
Ulang tahun sekolah dan pentas seni kreasi siswa pada lain waktu.
d. Kegiatan pentas seni kreasi siswa merupakan kegiatan yang dapat
diselenggarakan untuk mengisi kegiatan tengah semester ganjil.
e. Kegiatan tengah semester bertepatan dengan hari ulang tahun sekolah dan akan
diisi dengan kegiatan pentas seni dan bulan bahasa agar menghemat waktu dan
biaya.
14. Perhatikan ilustrasi berikut!
Sekolah saya berdampingan dengan Puskesmas. Pada hari ini diadakan seminar AIDS di sekolah. Salah seorang pembicaranya adalah dokter kepala puskesmas tersebut dan Anda diminta sebagai pembawa acara.
Kalimat yang tepat untuk menyilakan pembicara adalah ...
a. Berhubung hari sudah siang, kami persilakan dokter kepala menyampaikan
ulasannya, waktu dan tempat saya persilakan.
b. Untuk mempersingkat waktu, kami persilakan dokter kepala menyampaikan
makalahnya.
c. Waktu dan tempat kami persilakan kepada dokter kepala menyampaikan
sajiannya.
d. Tiba saatnya kita akan mendengarkan penjelasan tentang AIDS yang akan
disampaikan oleh dokter kepala Puskesmas. Bapak Dokter, kami persilakan.
e. Kepada dokter kepala kami persilakan menyampaikan sajiannya. Waktu dan
tempat saya persilakan.
15. Perhatikan saran berikut dalam diskusi!
Saya kira, pembinaan tentang kebersihan tidak perlu diadakan terus-menerus. Sebab,
masyarakat sudah sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Kalimat sanggahan yang logis terhadap saran tersebut adalah ...
a. Saya tidak setuju karena pendapat penyaji terlalu teoretis.
b. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena pendapatnya terlalu mengadaada.
c. Saya tidak setuju dengan penyaji karena pendapatnya sulit dibuktikan.
d. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena kenyataannya tidak sepenuhnya
demikian.
e. Saya menolak pendapat penyaji karena masalah yang dibahas tidak masuk akal
16. Perhatikan ilustrasi berikut!
SMA 200 mengadakan pertandingan bola voli persahabatan dengan sekolah-sekolah
sederajat di kota ini. Pada acara pembukaan, ketua OSIS sebagai ketua penyelenggara
memberikan sambutan.
Kalimat pembuka sambutan yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah ...
a. Atas kehadiran teman-teman saya ucapkan terima kasih. Ternyata teman-teman
menghargai undangan kami. Semoga pertandingan ini dapat diikuti dengan
semangat persahabatan.
b. Saya tidak menyangka semua teman-teman hadir di sekolah kami sebanyak ini.
Ini menunjukkan perhatian besar Anda. Terima kasih dan selamat datang di
sekolah kami dalam acara pertandingan persahabatan ini.
c. Wah, terima kasih, ya, teman-teman semua sudah memperhatikan undangan
kami. Kami mengharapkan pertandingan persahabatan ini berjalan lancar dan
kita semakin akrab.
d. Saya teramat gembira melihat antusias teman-teman yang mulia dalam
pertandingan persahabatan ini. Terimakasih atas perhatiannya. Mari kita dukung
acara ini sebaik-baiknya.
e. Selamat datang teman-teman sekalian yang hadir di sekolah ini. Terima kasih
atas perhatiannya terhadap undangan kami. Tujuannya membina persahabatan
di antara kita. Semoga berkenan.
17. Perhatikan ilustrasi berikut!
Kasus yang dibahas dalam diskusi: pelajar masih banyak yang tidak suka membaca karya ilmiah.
Kalimat tanya yang relevan dengan kasus tersebut untuk diajukan kepada pemimpin diskusi adalah ...
a. Apa penyebab remaja sekarang tidak suka membaca tulisan yang bersifat
ilmiah?
b. Apa saja kegiatan remaja saat ini yang baik dilakukan untuk pengisi waktunya?
c. Seberapa besar anak-anak itu menyukai bacaan karya ilmiah Anda ketahui?
d. Di mana saja dijual buku-buku yang tergolong ilmiah yang sesuai untuk remaja?
e. Seberapa besar peran pemerintah menyediakan buku-buku karya ilmiah sesuai
untuk remaja?
18. Bacalah kutipan “Keris” berikut!
Malam telah larut. Aku terbaring di atas kasur di dalam kamar. Hatiku terasa terobek
dan aku merasa amat nista dan kecil dalam keluarga orang tuaku ini. Mengapa Ramanda tiada pernah memaafkan diriku?
Alangkah dosa diriku. Alangkah tidak adilnya Ramanda dan betapa sakit hatiku
sekarang. Kuhamburkan tangisku di sana. Kumohon ke hadapan Tuhan berkah serta maaf. Kutangisi Prahasto yang belum memahami arti dunia ini yang sebenarnya, istriku Pratiwi, anak manusia yang telah menjadi korban kedengkian Ramanda selama ini.(Keris, Purnawan Tjondronegoro)

Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...
a. Maafkanlah orangtua kita seberapa pun besar kesalahannya.
b. Janganlah melawan kehendak orang tua kita.
c. Tinggalkan orang-orang yang dibenci orangtua kita.
d. Tumpahkan duka dan bermohonlah hanya kepada Tuhan.
e. Patuhlah kepada orangtua agar mendapat warisan.
19. Bacalah penggalan cerpen berikut!
Ibu sedang bercerita tentang penembakan dan saudara-saudaraku yang hilang tapi aku
tidak bisa mendengarkan karena aku sedang meniupkan seruling dengan perasaan yang rawan yang menggerakkan kenyataan ke dalam diriku yang begitu kosong sehingga setiap kota yang mengalir bergaung tanpa perbedaan tanpa keinginan tanpa impian sampai kenangan tercetak di atas piring itu tersayat bersama daging hewan-hewan yang dimakan setengah matang atas nama peradaban yang begitu kelabu seperti kabut pagi itu yang mendekapku dalam dingin yang mengeluarkan bisikan seperti rintihan berkepanjangan.Saksi Mata, Seno Gumira Ajidarma
Watak tokoh aku dalam penggalam cerpen di atas adalah ....
a. jujur, baik hati
b. iri hati, dengki
c. kesal, dendam
d. dengki, marah
e. optimistis, pengertian
20. Bacalah puisi berikut!
Bunga mawar bunga melati
ditabur orang dibatu
sungguh elok tanah airku ini
walau jauh tetap kukenang
Tema puisi di atas adalah ....
a. cinta tanah air
b. cinta sesama manusia
c. cinta kepada Tuhan
d. keindahan alam
e. kemanusiaan
21. Bacalah puisi berikut!
Daun-daun Gugur Lagi
Bumi kembali menangis, saat letusan itu muntah
melebihi guntur siang hari, ada pekik burung-burung nazar
ada tangis murai beriuhan, dan ada kegirisan terkurung
daun-daun itu gugur, daun-daun itu gugur lagi
rebah ke pangkuan pertiwi yang belum henti membalut luka
kemudian berjuta-juta perjuangan bergelora
seakan tak akan dihentikan
.... (Iyut Fitra)
Amanat yang tersirat dalam penggalan puisi di atas adalah ...
a. Renungkanlah apa yang sedang terjadi di negeri ini.
b. Kita jangan melupakan jasa perjuangan para pahlawan.
c. Hendaknya kita berjuang terus untuk mengatasi masalah negeri ini.
d. Janganlah menyia-nyiakan pengorbanan para pahlawan.
e. Negeri ini jangan dibuat terus kacau dan tidak aman
22. Gasifikasi merupakan salah satu proses konversi termokimia yang mengubah
biomassa menjadi bahan bakar gas dengan panas pembakaran sekitar 20 MJ/kg. Sebagai bahan perbandingan, bahan bakar minyak kira-kira bisa menghasilkan panas pembakaran 40 MJ/ kg, dan batubara 32 MJ/kg.
Paragraf di atas berisi informasi tentang ....
a. konversi termokimia sebagai pengubah biomassa menjadi bahan bakar gas
b. bahan-bahan yang dapat menghasilkan energi, termasuk biomassa
c. perbandingan potensi energi antara biomassa, minyak, dan batubara
d. besarnya energi yang dibutuhkan untuk membakar biomassa
e. besarnya energi yang dihasilkan oleh minyak dan batubara
23. “Jika Bapak mengizinkan, saya akan meminjam kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit. Maaf, Pak, pada malam hari kendaraan umum hampir tak ada”. ”Boleh, silakan Pak Heri. Bawalah anak itu cepat-cepat ke dokter! Ini kunci mobil dan sedikit uang untuk berobat!”
Amanat yang disampaikan oleh pengarang dalam penggalan cerpen di atas ialah .…
a. tolong-menolong sesama manusia itu penting
b. meminjam mobil harus disertai sedikit uang
c. janganlah memperberat kesusahan orang
d. membawa anak ke dokter lebih baik daripada memberikan uang
e. bantuan uang lebih bermanfaat daripada tindakan
24. Kami menelusuri jalan-jalan desa, jalan-jalan setapak, naik turun pegunungan di daerah Kabupaten Gunungkidul. Kami yang masih muda-muda dan sehat merasakan betapa berat dan lelah menelusuri rute yang pernah dilalui Jenderal Sudirman dalam bergerilya melawan Belanda. Padahal, ketika itu Pak Dirman dalam keadaan sakit.
Tanggapan posistif terhadap laporan “napak tilas” di atas adalah ...
a. Daripada membuang-buang waktu untuk jalan-jalan, lebih baik belajar
mengingat tugas utama pelajar ialah belajar dan mengisi kemerdekaan ini.
b. Yang lalu biarlah berlalu, kita sebagai generasi muda mengemban tanggung
jawab yang berbeda dan para pejuang “tempo dulu”, rapak tilas bolah ada boleh
tidak.
c. Sekarang sudah merdeka, mari kita tatap masa depan dengan mengisi
kemerdekaan ini dengan menguasai iptek, bukan dengan jalan-jalan.
d. Generasi muda memang perlu “napak tilas” gerilya para pejuang sehingga
mereka tahu betapa besar pengorbanan pendahulu bangsa ini untuk meraih
kemerdekaan.
e. Kita akan menghadapi tantangan yang berbeda sehingga lebih baik
mengantisipasi tantangan ke depan daripada “napak tilas”.
25. Dua buah pelat logam dengan koefisien muai panjang yang berbeda direkat (dikeling)
menjadi satu, lalu dipanaskan. Ternyata pelat yang semula lurus menjadi bengkok. Makin besar perbedaan koefisien muai panjang antara kedua logam yang direkat, makin besar sudut biasnya.
Kutipan di atas merupakan penggalan dari laporan ....
a. peristiwa
b. wawancara
c. seminar
d. percobaan
e. kunjungan
26. Kalimat yang tepat untuk mempersilakan seseorang yang akan menyampaikan sambutan ialah ...
a. Kepada yang terhormat Bapak Kusnanto dipersilakan.
b. Kepada Bapak Kusnanto dipersilakan.
c. Yang terhormat Bapak Kusnanto, waktu dan tempat kami persilakan.
d. Yang terhormat Bapak Kusnanto, waktu dan tempat kami haturkan.
e. Bapak Kusnanto kami persilakan.
27. Proposal peringatan HUT kemerdekaan RI tidak memuat hal ....
a. tujuan
b. macam-macam kegiatan
c. susunan panitia
d. daftar hadir peserta
e. rincian biaya
28. Hal yang tidak perlu dimuat dalam notula rapat OSIS tentang rencana pelaksanaan seminar adalah ....
a. judul rapat
b. pelaksanaan (hari, tanggal, waktu, tempat)
c. pemimpin rapat
d. biaya pelaksana
e. keputusan-keputusan rapat

29. Langgar Kyai Syafei tak jauh letaknya dengan rumahku. Sebuah kampung pesantren
termasuk desa Kedungpring Kecamatan Tanggulrejo dengan penduduknya yang damai. Di situlah langgar itu berdiri bertahun-tahun sebelum aku lahir. Bahkan sejak Kyai Ahmad ayah Kyai Syafei yang alim itu masih muda, sedang ketika itu ayahku jadi santri beliau. Bentuk langgar itu kuno dan karena tuanya di sana sini banyak yang sudah rusak.
Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam penggalan prosa di atas ialah ....
a. tokoh
b. tema
c. latar/setting
d. sudut pandang
e. amanat
30. Dalam sebuah diskusi bertemakan menentukan “tema” drama sastra Sandyakala ning
Majapahit karya Sanusi Pane, salah seorang peserta berpendapat bahwa tema drama
tersebut adalah kebenaran dan keadilan tidak selalu menang. Buktinya, Damarwulan,
tokoh yang melambangkan kebenaran dan keadilan, dikalahkan oleh Punggawa dan
Menteri yang melambangkan kebatilan dan kemaksiatan yang sangat iri kepada
Damawulan. Peserta lain berpendapat bahwa temanya adalah kelemahan ratu yang
membiarkan para pejabatnya menyeleweng dan berbuat sewenang-wenang. Buktinya, yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada Damarwulan mestinya sang ratu, Dewi Suhita. Kenyataannya malah menterinya. Kalau kepala negara lemah seperti itu, akan hancurlah negaranya.
Jika kita harus menyampaikan pendapat yang meyakinkan orang lain berdasarkan pendapat dua peserta di atas, kalimat yang mengandung alasan yang logis ialah ...
a. Majapahit mendekati kehancuran karena selain pemimpinnya lemah, keadilan
dan kebenaran tidak lagi dihargai.
b. Majapahit akan mengalami ketenteraman kalau pemimpinnya selain
mempercayai juga memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bawahannya.
c. Majapahit akan mengalami masa kejayaan kalau selain pemimpinnya lunak,
pembantunya berani bertindak keras kepada rakyatnya.
d. Majapahit akan jatuh karena sudah masanya digantikan oleh era pemerintahan
baru.
e. Majapahit mempelopori pemerintahan demokratis yang tidak mempersoalkan
gender.
31. Kalimat yang santun dan masuk akal sebagai jawaban peserta diskusi mengenai program Keluarga Berencana (KB) ialah ...
a. Menurut pendapat saya, program KB dilaksanakan di negara kita karena tidak
ada jalan lain untuk mengurangi jumlah penduduk.
b. Program KB dilaksanakan di negeri kita karena program KB satu-satunya cara
untuk mengurangi jumlah penduduk.
c. Terima kasih atas pertanyaan Saudara, pertanyaan Saudara menurut saya tidak
perlu dijawab.
d. Terima kasih atas pertanyaan Saudara, saya kira pertanyaan itu tidak perlu
ditanggapi.
e. Menurut pendapat saya, program KB dapat mengendalikan laju pertumbuhan
penduduk.
32. Inflasi adalah suatu proses atau peristiwa kenaikan tingkat harga umum. Dikatakan
tingkat harga umum oleh karena barang dan jasa itu banyak jenisnya. Mungkin saja
beberapa jenis barang harganya turun sedangkan sebagian besar jenis barang harganya naik. Bila komponen-komponen yang beraneka ragam itu naik maka tingkat harga umum ini naik. Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang sukar dibantah. Dewasa ini tak terdapat mata uang yang bebas dari kenyataan itu. Hanya sedikit negara yang mengalami inflasi di bawah 5%. Sebagian besar berkisar antara 6% - 30%. Sepanjang usia mata uang rupiah di Indonesia, tak pernah satu tahun pun luput dari inflasi.
Simpulan dari penggalan laporan peristiwa di atas ialah ....
a. inflasi terjadi karena barang dan jasa banyak jenisnya
b. inflasi tidak terjadi pada negara maju
c. inflasi dialami oleh setiap mata uang
d. inflasi mata uang rupiah berkisar antara 6% − 30%
e. negara hanya mengalami inflasi sebesar 5%
33. Hatinya panas. Rasa cemburunya bangkit. Suatu kewajaran, sebagai perempuan dan
sebagai istri jika diamuk rasa seperti itu. Cemburu dan marah yang hebat menyebabkan ia tidak menyadari bahwa laki-laki yang dinantinya sudah berdiri di muka pintu. Baru ketika terdengar namanya dipanggil, ia melihat suaminya bersandar di situ. Tubuhnya tampak lesu. Pakaian lusuh dengan bekasbekas darah. Muka serta tangannya penuh dengan luka.
“Kenapa, Pak?” tanyanya dengan penuh kecemasan. Lenyaplah marah dan
cemburunya melihat keadaan seperti itu.
“Aku terseret arus ketika menyeberang sungai dan datang banjir tiba-tiba,” jawab
suaminya dengan suara pelan sambil terus tunduk.
Unsur yang menonjol dalam penggalan kutipan cerpen di atas adalah ....
a. tema
b. latar tempat dan waktu
c. sudut pandang
d. amanat
e. alur sorot balik
34. Kalimat yang tepat sebagai pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan di surat kabar ialah ...
a. Sesuai dengan iklan yang telah saya baca pada harian Jawa Pos tentang
lowongan pekerjaan tertanggal 4 Agustus 2003, maka bersama ini saya …
b. Berdasarkan iklan di harian Jawa Pos tanggal 4 Agustus 2003 tentang lowongan
pekerjaan, dengan ini …
c. Menurut isi iklan tanggal 4 Agustus 2003 pada harian Jawa Pos, setelah saya
baca terdapat lowongan pekerjaan, maka saya …
d. Pada harian Jawa Pos terbitan 4 Agustus 2003 mengenai lowongan pekerjaan,
maka dengan ini saya …
e. Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian Jawa Pos, Senin, 4 Agustus
2003 yang berisi lowongan kerja, maka dengan ini saya …
35. Saya lulusan SMK program keahlian Busana tahun 2001 mengajukan lamaran agar di
terima sebagai desainer. Saya menguasai komputer MS Word ; Coreldraw, Photoshop, dan Pagemaker.
...
Penggalan surat lamaran pekerjaan di atas berisikan hal-hal di bawah ini, kecuali ....
a. tujuan penyampaian surat lamaran pekerjaan
b. pemberitahuan keterampilan tambahan yang dikuasai
c. penyebutan jabatan yang diminati
d. alasan pengajuan surat lamaran pekerjaan
e. pemberitahuan mengenai program keahlian yang dimiliki
35. Kalimat pembuka surat balasan lamaran pekerjaan yang berisi penolakan yang paling
santun ialah ...
a. Ternyata Saudara tidak memenuhi persyaratan kami. Oleh karena itu dengan
sangat terpaksa kami menolak lamaran Saudara.
b. Dari data pelamar yang sampai ke meja kami, Saudara belum memenuhi
kualifikasi tenaga yang kami butuhkan. Oleh karena itu, kami tidak dapat
menerima Saudara.
c. Lamaran saudara memenuhi syarat, tetapi banyak pelamar lain yang
kualifikasinya di atas Saudara, terpaksa kami belum dapat menerima saudara,
setidak-tidaknya pada saat ini.
d. Atas perhatian Saudara memenuhi tawaran kami, kami ucapkan terima kasih.
Akan tetapi kami mohon maaf karena kami belum dapat memenuhi harapan
Saudara.
e. Kami berterima kasih atas kiriman surat lamaran Saudara. Namun, Saudara
belum memenuhi persyaratan kami. Oleh karena itu dengan sangat menyesal
kami tidak dapat memenuhi harapan Saudara.

36. Kalimat pengantar yang tepat untuk mengawali pembacaan naskah pidato ialah ...
a. Hadirin yang saya hormati, berikut ini saya sampaikan pidato Bapak ...
b. Hadirin yang saya hormati, saya akan menyampaikan pidato yang ditulis oleh
Bapak ...
c. Hadirin yang saya hormati, izinkanlah saya menyampaikan pidato yang berjudul ..
d. Hadirin yang saya hormati, untuk menghemat waktu, baiklah saya bacakan
pidato ini.
e. Hadirin yang saya hormati, pidato pembukaan pertama ini akan saya sampaikan
dengan membaca naskah pidato ....
37. Para siswa yang saya cintai,
Tata kehidupan masyarakat merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat aturan-aturan yang harus ditaati oleh setiap komponen dan kita masing-masing adalah komponen dari sistem itu. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, kita dituntut masuk mengikuti “aturan main” yang berlaku secara umum di masyarakat kalau kita tidak ingin ikut terpental dari sistem itu. Padahal, sekali terpental, sulit bagi kita untuk bisa kembali pada posisi seperti semula.
Pesan penggalan pidato di atas adalah …
a. Jadilah komponen yang baik dari suatu sistem kehidupan.
b. Komponen yang taat pada sistem akan selamat dalam hidup ini.
c. Ikutilah aturan-aturan yang secara umum berlaku di masyarakat.
d. Kita tidak boleh terpental dari sistem kehidupan masyarakat.
e. Hati-hatilah agar tetap diterima sebagai komponen dari suatu sistem kehidupan
masyarakat.
38. Bacalah penggalan cerpen berikut!
Aku kangen surat-surat, puisi-puisi, dan teleponnya. Diam-diam aku menyesal telah
bersikap cuek kepadanya. Aku baru menyadari kalau ia sangat memperhatikanku. Ia
juga baik, sabar, dan jenaka. Ia begitu menghiburku. Aku kini bahkan berharap ia
meneleponku. Dan benar, malam itu ia meneleponku. Dan aku tidak lagi bersikap
cuek padanya. Aku bahkan bersikap sangat akrab dengannya.
Bapak, Karya Nurani Metawati
Unsur intrinsik yang sangat menonjol pada penggalan cerpen di atas adalah ....
a. latar
b. amanat
c. plot
d. perwatakan
e. gaya bahasa
39. Bacalah penggalan laporan berikut!
Waktu telah menunjukkan pukul 23.00 ketika kami meninggalkan Rialto Tower.
Kota sudah sunyi. Tinggal satu dua mobil lalu lalang. Udara terasa sejuk setelah
sore harinya Melbourne diguyur sedikit hujan. Kami berpapasan dengan orangorang
berbaju setengah resmi, yang baru pulang dari pertunjukan di teater. Taksitaksi
antre menunggu. Tetapi kami memilih naik trem untuk terakhir kalinya di
Australia, karena esok pagi-pagi harus kembali ke Jakarta.
Isi yang sesuai dengan penggalan laporan tersebut adalah ....
a. Laporan seseorang tentang perjalanannya ke Australia
b. reporter menulis ketika ia berpapasan dengan orang berpakaian setengah
resmi
c. reporter meninggalkan Rialto Tower sore hari dalam udara sejuk
d. reporter memilih naik trem karena terbiasa naik taksi
e. Melbourne merupakan kota besar di Amerika yang dilaporkan
40. Perhatikan kalimat berikut!
Demikian sambutan yang disampaikan oleh Wakil Kota Semarang. Sambutan
selanjutnya adalah sambutan Kepala SMK 10 Semarang.
...
Kalimat yang tepat untuk melanjutkan ucapan pembawa acara tersebut adalah ...
a. Bapak Rasyid Kepala SMK 10, kami persilakan.
b. Kepada yang terhormat Bapak Kepala Sekolah kami persilakan.
c. Kepada Bapak Kepala Sekolah waktu dan tempat kami persilakan.
d. Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah kami serahkan.
e. Waktu dan tempat sepenuhnya kami persilakan kepada Bapak Kepala
Sekolah.
41. Perhatikan Proposal Pemugaran Balai Desa berikut!
I. Nama kegiatan
II. Dasar Pemikiran
III. Tujuan
IV. Waktu Pelaksanaan
V. Biaya
VI. Panitia
VII. Narasumber
VIII. Lampiran
Hal yang tidak perlu ada dalam proposal tersebut adalah ....
a. dasar pemikiran
b. anggaran biaya
c. panitia
d. narasumber
e. lampiran
42. Perhatikan kalimat saran berikut ini!
Pembina OSIS : Saya berharap agar program-program OSIS tahun ini dibuat lebih
dinamis. Tidak seperti tahun lalu, program-program OSIS terasa
monoton.
Kalimat notula yang tepat untuk mendokumentasikan saran tersebut adalah ...
a. Dia berharap program-program OSIS diperbarui lebih dinamis dari
tahun-tahun sebelumnya.
b. Pembina OSIS mengharapkan agar program-program OSIS dibuat lebih
dinamis daripada tahun lalu.
c. Mengharapkan agar semua program-program OSIS diperbarui daripada
tahun lalu.
d. Orang itu mengharapkan agar memperbarui program-program OSIS
menjadi lebih dinamis.
e. Kami berharap agar memperbarui program-program OSIS menjadi lebih
dinamis
43. Cerpen Kritikus Adenan melukiskan tokoh Adenan sebagai terdakwa meskipun
sebenarnya tidak bersalah, ia harus mengiyakan segala kemauan hakim Adenan
selalu disapa dengan “kau” dan harus menyapa hakim dengan “tuan”. Para hakim
juga menampilkan kelicikan, keangkuhan, dan ketidakadilan.
Pernyataan berikut yang sesuai dengan penggalan resensi tersebut adalah ...
a. Sebagai kritikus, Adenan berani melawan tuduhan hakim.
b. Adenan mengakui telah berbuat kesalahan.
c. Hakim harus dihormati karena sebagai aparat keadilan.
d. Cerpen kritikus Adenan tergolong berani mengkritik keangkuhan hakim.
e. Kritikus Adenan selalu menolak tuduhan hakim.
44. Perhatikan penggalan puisi berikut!
Dendang Sayang
Aku tutup rapat pintu dan jendela
untuk tidak tahu lagi derita
dibawa angin dan cahaya
Tapi kembang hitam dan awan hitam
terselip selalu di tali rebab menikam
...
Ramadhan K.H.
Unsur intrinsik yang menonjol dalam penggalan puisi tersebut adalah ....
a. tema
b. tokoh
c. rima
d. latar
e. amanat
45. Bacalah penggalan surat lamaran berikut!
Setelah membaca iklan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 28
Agustus 2004 yang menyatakan bahwa PT Multimedia membutuhkan karyawan
di bagian desainer. Dengan surat ini, saya :
nama : Kartika Norma
tempat, tanggal lahir : Wonosari, 24 Mei 1988
alamat : Jalan Paris 37 Yogyakarta
pendidikan Terakhir : SMK Program Keahlian Designer
....
Di antara kalimat berikut ini yang paling tepat untuk melengkapi surat lamaran
pekerjaan tersebut adalah ...
a. mengajukan lamaran untuk bekerja di PT Multimedia
b. mengajukan lamaran sebagai tenaga desainer
c. bermaksud mengajukan lamaran untuk bekerja di perusahaan Bapak
d. melamar sebagai karyawan di PT Multimedia
e. mengajukan lamaran sebagai tenaga desainer di PT Multimedia
46. Perhatikan surat lamaran berikut!
Dalam harian Kedaulatan Rakyat tanggal 20 November 2004 dimuat iklan
perusahaan Bapak yang membutuhkan tenaga pembukuan. Berdasarkan syaratsyarat
yang telah Bapak tentukan, kiranya saya memenuhi syarat tersebut.
....
Penggalan surat lamaran tersebut menjelaskan bahwa ...
a. Pelamar telah memenuhi syarat berdasarkan seleksi.
b. Pelamar melamar menjadi tenaga pembukuan berdasarkan informasi dari
iklan.
c. Pemasang iklan adalah perusahaan yang berkualitas.
d. Surat lamaran harus sudah sampai tanggal 20 November 2004.
e. Pelamar harus seorang wanita yang berpenampilan menarik
47. Kalimat yang tepat untuk balasan surat lamaran kerja yang berisi penolakan secara
halus disertai penyesalan dan alasan penolakan adalah ...
a. Berdasarkan surat lamaran Saudara tertanggal 2 Agustus 2004 dengan
ini kami informasikan bahwa Anda ditolak karena tidak memenuhi
kualifikasi yang kami tetapkan.
b. Lamaran Saudara telah sampai di meja kami. Tetapi untuk rekrutmen
tahap ini Saudara belum dapat kami panggil karena surat Saudara
terlambat.
c. Dengan ini kami sampaikan terima kasih atas lamaran Saudara. Namun
dengan sangat menyesal Saudara kami tolak karena suatu dan lain hal.
d. Membalas surat lamaran Saudara, dengan ini kami mohon maaf karena
belum dapat memutuskan apakah Saudara diterima atau ditolak.
e. Kami sampaikan terima kasih atas lamaran Saudara. Namun, lamaran
Saudara terlambat sampai di tangan kami, oleh karena itu jabatan yang
kami tawarkan telah terisi.
48. HFC dan HCFC sebagai Pengganti Gas Freon
untuk Mencegah Kerusakan Ozon
Di lapisan statosfer, ozon sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Ozon
diibaratkan benteng bagi kehidupan di bumi. Penutupan ozon di lapisan statoster
mengakibatkan intensitas sinar ultraviolet matahari yang sampai di permukaan bumi
meningkat. Hal ini berarti mengancam kehidupan di bumi beserta ekosistemnya. Padahal, berdasarkan penelitian dan pengamatan, saat ini lapisan ozon di atas Antartika telah berlubang. Bahkan, setiap tahun, lubang itu semakin lebar. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut.
Sebagai bagian dari proposal penelitian, kutipan di atas merupakan isi subjudul ….
a. rumusan masalah
b. latar belakang
c. tujuan
d. landasan teori
e. manfaat
49. Organisasi Siswa Intra Sekolah SMU Negeri 1000 Jakarta mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan, untuk mencari calon pemimpin di tingkat Sekolah Lanjutan Atas.
Kalimat yang tepat untuk latar belakang proposal berdasarkan ...
a. Puji syukur kepada Tuhan YME pada hari ini sekolah kita mengadakan
pelatihan pendidikan dasar kepemimpinan untuk mencari calon-calon pemimpin
OSIS.
b. Apakah pada masa ini di sekolah-sekolah lanjutan atas masih diperlukan calon-calon pemimpin OSIS?
c. Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan menggerakkan dan
mengarahkan kewibawaan, baik itu dilingkungan masyarakat atau di organisasi
siswa sekolah.
d. Kegiatan diklat ini akan diikuti oleh wakil siswa dari masing-masing kelas yang
ada di SMU Negeri 1000 Jakarta dengan instruktur dari Departemen Pendidikan
Nasional.
e. Pembangunan pada era globalisasi memerlukan pemimpin yang profesional.
Kepemimpinan tersebut antara lain dapat ditumbuhkan dari calon-calon
pemimpin di tingkat Sekolah Lanjutan Atas.
50. “Ya, mau bayar berapa saja, Mas,” ucapnya. Di tikungan terakhir menuju
kampungku. “Lebih enak jalan kaki,” jawabku terengah-engah. Aku merasa menang.
Aneh dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji
mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya. Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan. Ah, biarin.
Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampung. Ia
turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku
menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku
ceritakan pengalamanku pada ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan baru kemudian berkata, “Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.”
Amanat yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah ...
a. Kita harus memilih-milih tukang becak.
b. Kita harus memahami keadaan tukang becak.
c. Kita harus pandai menawar ongkos becak.
d. Jangan memberi hati kepada tukang becak.
e. Sebaiknya tukang becak harus tahu diri.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !

1. Jelaskan perbedaan cerpen dengan novel !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
2. Jelaskan manfaat menulis resensi buku !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3.Tuliskan tugas-tugas seorang moderator!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

4. Buatlah contoh kalimat untuk mneyilakan seseorang berbicara/ mengungkapkan pendapat!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….


5. Apakah yang dimaksud dengan diskusi?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

6. kata biografi berasal dari mana? Jelaskan artinya!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

7. Atas perhatiaanya saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kalimat penutup surat tersebut salah. Jelaskan penyebab kesalahan tersebut!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

8. Jelaskan yang dimaksud dengan ekspresi dalam pembacaan puisi!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

9. Mengapa kita harus membuat laporan setelah melakukan suatu kegiatan?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

10. Jelaskan pebedaan kalimat fakta dengan kalimat opini! Sertakan contoh kalimatnya!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohamad. 1982. Teknik Berdeklamasi dan Baca Puisi. Surabaya: Warga
Badudu, J.S. 1984. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta : Gramedia
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
_________ 2001. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
_________.2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Prinsip dan Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Mulyasa, E. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Natawidjaya, Rochman. 1997. Konsep Dasar Penelitian Tindakan. Bandung : IKIP Bandung
Parera, Jos Daniel. 1996. Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, Landas Pikir dan Landas Teori. Jakarta: Grasindo
Sayuti, A.Suminto. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media
Suyatno. 2005. Permainan Pendukung Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Grasindo
Tukan,P. 2003. Mahir Berbahasa Indonesia 3A Kelas 3 SMA. Jakarta : Yudhistira
http://id.wikipedia.org/wiki/Cerita_pendek
http://www. Bogor Cybercity, media online-nya bogor
http://www.kolomkita.com

Modulku

BENTUK KESUSATRAAN

A. Prosa
Adalah bentuk sastra yang dinyatakan bebas. Cara ini tidak memiliki ikatan yang luar biasa. Kat prosa diambil dari bahasa Latin orates provorsa, yang berarti ucapan langsung
Bntuk Prosa:
(1) Prosa Lama
a. Dongeng
b. Hikayat
c. Sejarah
(2) Prosa Baru
a. Roman
b. Novel
c. Cerita Pendek
d. Drama
e. Resensi
f. biografi dan otobiografi

B. Puisi
Adalah bentuk sastra yang treikat dengan aturan bait, rima, irama,bait, dan larik.
Bentuk Puisi :
(1) Puisi Lama
a. Mantera
b. Bidal
c. Pantun Kilat /Karmina
d. Pantun
e. Pantun Berkait
f. Talibun
g. Seloka
h. Gurindam
i. Syair
(2) Puisi Baru
a. Distikon
b. Terzina
c. Quatrain
d. Quint
e. Sektet
f. Septime
g. Oktavo/Stanza
h. Soneta

DONGENG

Dongeng, merupakan suatu kisah yang di angkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral, yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan mahluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi, dari pemikiran seseorang yang kemudian di ceritakan secara turun-temurun dari generasi kegenerasi. terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut kedalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran, dari kebanyakan sastrawan dan penerbit lalu dimodifikasi menjadi dongeng ala moderen. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam, sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya di ambil sebagin-sebagian, kemudian di modifikasi dan ditambah, bahkan ada yang di diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya. sekarang kisah aslinya seakan telah ditelan oleh usia zaman dan waktu.
Contoh Dongeng dari Indonesia
Timun Mas
Mbok Sirni namanya, ia seorang janda yang menginginkan seorang anak agar dapat membantunya bekerja. Suatu hari ia didatangi oleh raksasa yang ingin memberi seorang anak dengan syarat apabila anak itu berusia enam tahun harus diserahkan keraksasa itu untuk disantap. Mbok Sirnipun setuju. Raksasa memberinya biji mentimun agar ditanam dan dirawat setelah dua minggu diantara buah ketimun yang ditanamnya ada satu yang paling besar dan berkilau seperti emas. Kemudian Mbok Sirni membelah buah itu dengan hati-hati. Ternyata isinya seorang bayi cantik yang diberi nama timun emas.
Semakin hari timun emas tumbuh menjadi gadis jelita. Suatu hari datanglah raksasa untuk menagih janji Mbok sirni amat takut kehilangan timun emas, dia mengulur janji agar raksasa datang 2 tahun lagi, karena semakin dewasa,semakin enak untuk disantap, raksasa pun setuju. Mbok Sirnipun semakin sayang pada timun emas, setiap kali ia teringat akan janinya hatinyapun menjadi cemas dan sedih. Suatu malam mbok sirni bermimpi, agar anaknya selamat ia harus menemui petapa di Gunung Gundul. Paginya ia langsung pergi. Di Gunung Gundul ia bertemu seorang petapa yang memberinya 4 buah bungkusan kecil, yaitu biji mentimun, jarum, garam,dan terasi sebagai penangkal. Sesampainya dirumah diberikannya 4 bungkusan tadi kepada timun emas, dan disuruhnya timun emas berdoa. Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. Timun emaspun disuruh keluar lewat pintu belakang untuk Mbok sirni. Raksasapun mengejarnya. Timun emaspun teringat akan bungkusannya, maka ditebarnya biji mentimun.

Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun memakannya tapi buah timun itu malah menambah tenaga raksasa. Lalu timun emas menaburkan jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon banbu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah raksasa terus mengejar. Timun emaspun membuka bingkisan garam dan ditaburkannya. Seketika hutanpun menjadi lautan luas. Dengan kesakitannya raksasa dapat melewati. Yang terakhit Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, akhirnya raksasapun mati." Terimakasih Tuhan, Engkau telah melindungi hambamu ini " Timun Emas mengucap syukur. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sirni hidup bahagia dan damai.

Contoh dongeng dari Luar Negeri
Petualangan Tom Sawyer
Tom Sawyer adalah seorang anak laki-laki yang sangat menyukai petualangan. Pada suatu malam ia melarikan diri dari rumah, lalu bersama temannya yang bernama Huck pergi ke pemakaman. "Hei, Huck! Kalau kita membawa kucing yang mati dan menguburnya, katanya kutil kita bisa diambil. " "Benar. Serahkan saja padaku! Masa'sih begitu saja takut. " " Hei , tunggu! Ada orang yang datang! Tom dan Huck segera bersembunyi. "Bukankah itu dokter dan Kakek Peter? Dan itu si Indian Joe..." Kemudian Dokter dan Kakek Petter mulai bertengkar karena masalah uang. Untuk mendapatkan mayat, Dokter harus melakukan penggaliannya berdua. Lalu Kakek Petter mulai menaikkan harga, tetapi Dokter menolak. Kemudian Kakek Petter dipukul oleh Dokter hingga terjatuh. Setelah itu, si Indian Joe memungut pisau yang dibawa Kakek Petter dan melompat menyerang Dokter. Brukk! Si Indian Joe membunuh Dokter, lalu pergi membawa lari uang itu. Keesokan harinya Dokter ditemukan meninggal dunia di pemakaman itu, dan orang-orang kota mulai berkumpul. "Ini adalah pisau Kakek Petter. Jadi, Kakek yang membunuh Dokter." "A... aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas... "Apa!? Aku telah melihat Kakek Petter membunuh Dokter." " Memang benar, pembunuhnya adalah Kakek Petter. Kemudian Kakek Petter ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. "Wah... padahal pembunuh yang sebenarnya adalah si Indian Joe." "Tetapi, kalau kita mengatakan hal itu, si Indian Joe akan balas dendam dan membunuh kita... " Beberapa hari telah berlalu, dan semua orang tela.h melupakan kejadian itu. Pada suatu hari Tom bertengkar dengan Becky, gadis yang disukainya di sekolah. "Apa-apaan. Aku benci sama Tom." Tom yang dimarahi oleh Becky merasa patah hati. Lalu temannya yang bernama Joe berkata, "Baik di rumah maupun di sekolah aku sudah tak diperlukan. Tom, kita melarikan diri saja, yuk! " Tom dan Joe mengajak Huck, mereka bermaksud hidup di sebuah pulau di tengah-tengah sungai. "Yahooo! Kalau begini, kita seperti bajak laut, ya! "Kita tak perlu pergi ke sekolah." Ketiganya menyeberangi sungai dengan rakit yang dibuatnya, dan mereka seharian bermain. Ketika mulai lapar, mereka pun makan telur goreng dan apel. Keesokan harinya ketika mereka sedang bermain, tibatiba.... duaaar! Air sungai menyembur ke atas. "Oh, itu adalah isyarat dari seseorang yang sedang mencari orang yang tenggelam. " Orang-orang kota mengira Tom dan Joe tenggelam di sungai, lalu mereka pun datang untuk mencari. " Mungkin saat ini Bibi Polly sedang mengkhawatirkanku. Di tengah malam Tom berenang menyeberangi sungai, kembali ke rumahnya untuk melihat keadaan. Ketika Tom mengintip dari jendela, dilihatnya Bibi Polly dan Ibu Joe sedang menangis. "Semuanya meninggal dunia, ya..."

Kemudian Tom kembali ke pulau dan menceritakan hal itu pada Huck dan Joe. Mereka sangat terkejut. Akhirnya, mereka sepakat untuk pulang pada hari upacara pemakaman mereka. "Wah, Tom! Kamu pulang, ya.' "Joe, syukurlah kamu pulang dengan selamat." Semuanya gembira atas kepulangan mereka. Beberapa hari kemudian pengadilan Kakek Petter dimulai. Di pengadilan Kakek Petter ditetapkan sebagai pembunuh, dan ia akan dihukum mati. Untuk membebaskan Kakek Petter, Tom memberanikan diri menjadi saksi. "Pembunuh yang sebenarnya adalah si Indian Joe itu. "Kami telah melihat kejadian yang sesungguhnya." Si Indian Joe yang mendengar hal ini segera melompat dari jendela. Praaang! Ia melarikan diri. Kakek Petter merasa sangat gembira karena jiwanya tertolong. "Tom, terima kasih banyak. Begitu pengadilan berakhir, kota kembali pada kehidupannya semula. Pada suatu hari Huck dan Tom pergi ke sebuah rumah yang tak berpenghuni. Ketika keduanya sedang mencari sesuatu di tingkat dua, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam rumah. "Ooh! Si Indian Joe bersama sahabatnya, si pencuri!"
Untuk menyembunyikan uang yang telah dicurinya, para pencuri itu mulai menggali lantai. Dan... criing! Mereka mengeluarkan kotak emas. "Hyaaa! Harta karun yang banyak! "Baiklah, kita pindahkan persembunyiannya lalu kita beri tanda dengan kayu ini. " Si Indian Joe juga mulai naik ke tingkat dua, untuk memeriksa. "Bagaimana, nih? Kalau ketahuan, pasti kita dibunuh olehnya..." Praaak! Gedebug! Karena papan tangganya sudah lapuk, di tengah-tengah tangga si Indian Joe terjatuh. Tom dan Huck pun merasa lega.
Beberapa hari telah berlalu. Pada suatu hari Huck mengikuti Indian Joe dan temannya sendirian. "Apakah mereka mau menyembunyikan emasnya?" Tetapi, Indian Joe dan temannya bermaksud menyerang rumah Nyonya Douglas. "Gawat! Aku harus cepat-cepat memberitahukannya pada seseorang! " Karena pemberitahuan Huck, orang yang rumahnya bertetangga dengan Nyonya Douglas segera membawa senapan dan menembak para pencuri itu. Door! Door! Indian Joe dan temannya sangat terkejut, lalu mereka melarikan diri. " Sudah tidak apa-apa, kok!! "Ini semua berkat Huck. Terima kasih atas pemberitahuannya, ya! " Di lain pihak Tom, Becky, dan teman-temannya pergi berpiknik bersama-sama. Tetapi, Tom dan Becky tersesat di sebuah goa. Mereka tak tahu jalan pulang. Tiba-tiba, muncul asap membumbung mengelilingi keduanya. "Kyaaa! Tom, aku takut!" "Oh, ada seseorang! " Tiba-tiba muncullah sosok Indian Joe di depan Tom dan Becky. Saking terkejutnya, sampai-sampai keduanya sulit untuk bemafas. "Waaaw! Ayo, lari! Dengan cepat, Tom dan Becky berlari hingga keluar dari dalam goa. Akhimya mereka pulang. Bibi Polly yang khawatir sangat gembira dengan kepulangan kedua anak itu. Ketika Tom pergi bermain ke rumah Becky, ayah Becky berkata, Tom karena goa itu berbahaya, sebaiknya ditutup saja. "Ya... tetapi di situ ada Indian Joe. Ketika semuanya pergi ke sana, temyata Indian Joe jatuh pingsan di pintu masuk goa. la tersesat. Kemudian mereka menutup pintu masuk goa, dan menjebloskan Indian Joe ke dalam penjara. "Temyata Indian Joe menyembunyikan emasnya di atas batu yang terletak di dalam goa ini dan telah diberi tanda. " Tom dan Huck masuk ke dalam goa dengan melewati jalan rahasia. Ketika mereka menggali batu yang sudah diberi tanda, mereka melihat emas yang disembunyikan kedua orang pencuri itu. "Horee dengan harta ini, kita akan menjadi kaya!" Saat Tom dan Huck pulang, Nyonya Douglas yang telah ditolong oleh Huck mengadakan pesta untuk menyambut mereka.
"Petualangan Tom Sawyer" adalah cerita yang diangkat dari kisah di Mississipi, Amerika. Menceritakan tentang pemuda nakal, bernama Tom dan sahabatnya, Huck. Inti ceritanya ada di tengah-tengah cerita, sehingga menjadi dan mudah dimengerti.

Macam-macam dongeng
1. Mythe
Mythe berasal dari kata Yunani, Mythos yaitu dongeng yang menceritakan kehidupan makhluk halus atau hantu, seperti jin, kuntilanak, setan, dan lain sebagainya.
Misalnya:
Setan Penanggalah
Hantu Wewe Gombel
2. Fabel atau Dongeng Binatang
Ialah dongeng yang menceritakan binatang yang hidup sebagai manusia, berbuat dan berbicara seperti manusia. Pada umumnya fabel mempunyai pesan pendidikan.
Misalnya:
Pelanduk yang Jenaka
Harimau dengan Manusia
3. Legenda
Ialah dongeng yang berisi tentang terjadinya nama-nama tempat: gunung, sungai, danau, dan sebagainya.
Misalnya :
Terajadinya Danau Toba
Banyuwangi
4. Dongeng jenaka atau orang Pandir
Dongeng ini sengaja mengemukakan kebodohan seseorang. Apa yang dikemuannya serba salah sehingga menimbulkan kejenakaan. Setipa daerah di Indonesia mempunyai tokoh ini.
Misalnya :
Pak Pandir, Pak Kadok, Lebai Malang (dari Melayu)
Joko Kendil, Joko Bodo (dari Jawa)
Ni Pandir, Simamora Nakotok (dari Batak)
Sempader, Aram Jadah (dari Gayo)
Si Kabayan, Bapa Leco, Aki Bolong (dari Sunda)
5. Sage
Ialah dongeng yang mengandung sejarah
Misalnya:
Hang Tuah
Joko Tingkir

HIKAYAT

Hikayat
Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Tokoh utama dalam hikayat ialah raja, permaisuru, putra raja yang gagah berani.
Sebuah hikayat dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara atau untuk membangkitkan semangat juang.
Contoh hikayat:
Hikayat Bayan Budiman
Khoja Mubarak seorang saudagar kaya di negeri yang bernama Ajam. Beliau mempunyai seorang anak yang bernama Khoja Maimun. Apabila cukup umurnya, Khoja Maimun telah dikahwinkan dengan Bibi Zainab.
Oleh kerana hampir kehabisan harta, Khoja Maimun bercadang untuk pergi belayar dan berniaga. Sebelum belayar, Khoja Maimun telah membeli dua ekor burung sebagai peneman isterinya sepeninggalan beliau pergi belayar. Seekor burung bayan dan seekor burung tiung. Apabila sampai masa hendak pergi belayar, Khoja Maimun berpesan kepada isterinya supaya sentiasa bermuafakat dengan burung-burung itu sebelum melakukan sesuatu perkara.
Sepeninggalan Khoja Maimun, Bibi Zainab yang tinggal sendiri berasa kesunyian. Semasa duduk termenung di tingkap, seorang putera raja lalu dihadapan rumahnya. Kedua-duanya saling berpandangan dan berbalas senyum.
Sejak hari itu Bibi Zainab telah jatuh berahi terhadap putera raja itu. Putera Raja itu juga telah jatuh cinta pada Bibi Zainab. Dengan perantaraan seorang perempuan tua, pertemuan antara mereka berdua telah dapat di atur.
Sebelum meninggalkan rumahnya, Bibi Zainab telah menyatakan hasratnya kepada burung tiung betina yang diharapnya akan lebih memahami perasaannya. Maka jawab tiung;
“ya, tuan yang kecil molek, siti yang baik rupa, pekerjaan apakah yang tuan hamba hendak kerjakan ini? Tiadakah tuan takut akan Allah subhanahu wataala dan tiadakah tuan malu akan Nabi Muhammad, maka tuan hendak mengerjakan maksiat lagi dilarangkan Allah Taala dan ditegahkan Rasulullah s.a.w. Istimewanya pula sangat kejahatan, dan tiada wajib atas segala perempuan membuat pekerjaan demikian itu. Tiadakah tuan mendengar di dalam al-Quran dan kitab hadis Nabi, maka barangsiapa perempuan yang menduakan suaminya, bahawa sesungguhnya disulakan oleh malaikat di dalam neraka jahanam seribu tahun lamanya…”
Teguran burung tiung betina itu membuatkan Bibi zainab marah lalu dihempaskan burung itu ke bumi. Matilah burung itu.
Bibi Zainab setertusnya meminta nasihat daripada burung bayan pula sambil mencurahkan hasrat hatinya itu. Setelah mendengar semuanya, burung bayan pun berkata;
“Adapun hamba ini haraplah tuan, jikalau jahat sekalipun pekerjaan tuan, insyaAllah di atas kepala hambalah menanggungnya, jika datang suami tuan pun, tiada mengapa, daripada hamba inipun hendak membuat bakti kepada tuan dan berbuat muka pada suami tuan itu. Baiklah tuan segera pergi, kalau-kalau lamalah anak raja itu menantikan tuan, kerana ia hendak bertemu dengan tuan. apatah dicari oleh segala manusia di dalam dunia ini, melainkan martabat, kebesaran dan kekayaan?Adakah yang lebih daripada martabat anakj raja? tetapi dengan ikhtiar juga sempurnalah adanya. Adapun akan hamba tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas bayn yang dicabut bulunya oleh seorang isteri saudagar….“
Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab meneruskan rancangannya itu, tetapi dia berjaya menarik perhatian serta melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya. Bibi Zainab terpaksa menangguh dari satu malam ke satu malam pertemuannya dengan putera raja. begitulah seterunya sehingga Khoja Maimun pulang dari pelayarannya.
Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumahtangga tuannya.
Antara ceriota bayan itu ialah mengenai seekor bayan yang mempunyai tiga ekor anak yang masih kecil. Ibu bayan itu menasihatkan anak-anaknya supaya jangan berkawan dengan anak cerpelai yang tinggal berhampiran. Ibu bayan telah bercerita kepada anak-anaknya tentang seekor anak kera yang bersahabat dengan seorang anak saudagar. Pada suatu hari mereka berselisih faham. Anak saudagar mendapat luka di tangannya. Luka tersebut tidak sembuh melainkan diubati dengan hati kera. Maka saudagar itupun menangkap dan membunuh anak kera itu untuk mengubati anaknya.
Sebuah lagi cerita bayan ialah mengenai seorang lelaki yang sangat mengasihi isterinya. Apbila isterinya meninggal dunia, dia telahj memohon dioa kepada Tuhan supaya separuh daripada umurnya dibahagikan kepada isterinya. Doa itu dikabulkan dan isterinya hidup semual. Namun, si isteri tidak jujur dan lari dengan seorang saudagar kaya. Lelaki itu menjejaki isterinya kerana menyangka isterinya dilarikan oleh saudagar kaya itu. Tetapi dia telah dihina dan diusir oleh isterinya. Kerana marah dan kecewa, lelaki itu memohon agar Tuhan mengembalikan usianya yang telah diberi kepada isterinya. Dengan kehendak Tuhan, isterinya mati semula.
Dalam cerita yang lain pula, bayan bercerita mengenai pengorbanan seorang isteri. seorang puteri raja yang kejam telah membunuh 39 orang suaminya. suaminya yang keempat puluh telah berjaya menginsafkannya dengan sebuah cerita mengenai seekor rusa betina yang sanggup menggantikan pasangannya, rusa jantan, untuk disembelih. Begitu kasih rusa betina kepada pasangannya sehingga sanggip mengorbankan diri untuk disembelih. Puteri itu insaf dan tidak jadi membunuh suaminya yang keempat puluh itu, malah sanggup berkorban apa sahaja untuk suaminya.
Sumber : Sari Sastera Lama untuk STPM, Zainuddin Saad

SEJARAH

Penulis sejarah dalam prosa lama ialah pegawai istana yang hanya menulis hal yang baik tentang asal usul raja dan kaum bangsawan serta kejadian-kejadian penting. Yaitu tentang
Contoh sejarah:
Sejarah Melayu – dituis oleh Tun Sri Lanang
Silsilah Bugis

ROMAN

Istilah roman berasal dari kesusatraan Prancis, melalui sastra Belanda. Kata roman asalnya dari Romaan, ialah bahasa sehari-hari yang dipakai oleh rakyat Prancis Selatan. Bentuk karangan dalam bahasa Romaan itu kemudian berubah artinya menjadi sebuah cerita, hikayat, atau kisah tentang pengalaman-pengalaman kaum ksatria.

Dalam sastra Indonesia roman ialah cerita yang mengisahkan liku-liku kehidupan manusia kebanyakan dengan suka dukanya, perjuangan batinnya, dan kehidupan jiwanya.
Perbedaan dengan novel, dalam roman cerita imulai dari tokoh utama kecil hingga tokoh utama meninggal dunia. Jadi dlam hal ini tokoh utama dalam roman dimatikan sebelum cerita berakhir.

NOVEL

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis.
Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita".
Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.
Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak Novel
Ia merupakan antara genre sastra selain daripada cerpen, puisi, drama dan esai kritikan. ‘Novel’ bermaksud kisah rekaan atau cerita rekaan [cerkan] yang panjang. Berasal dari bahasa Italia, novella yang bermakna ‘perkhabaran baru’.
Perbedaan Cerpen dan Novel ialah :

CIRI CERPEN NOVEL

Jumlah perkataan
2000-5000
35 000

Jumlah halaman [A4]
10-25
100 [minimum]

Waktu membaca
20-30 minit
2 jam

Kategori
- Cerpen [short story]
- Cerpen pendek
[short short story]:
* cerkan imbasan
[flash fiction]
* cerkan mikro
[micro fiction]
* cerkan kejutan
[sudden fiction]
- Cerpan [long short story]

- Novelette
Pengembaraan [travelogue]
Seram/misteri
Penyiasatan
Cinta
Politik
Sejarah
Agama
Kanak-kanak
Remaja
Autobiografi/Biografi
Picisan

Unsur-unsur intrinsik Tema, plot, latar, watak/perwatakan, gaya bahasa, sudut pandangan Tema, plot, latar, watak/perwatakan, gaya bahasa, sudut pandangan
Tema Satu Satu
Plot Tunggal Banyak
Latar tunggal Kompleks
Watak/perwatakan sederhana Kompleks
Gaya bahasa sederhana Kompleks
Sudut pandangan sedikit Kompleks

CERITA PENDEK (CERPEN)

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov
Unsur dan ciri khas
Ciri-ciri Cerpen
1. ceritanya singkat
2. memusatkan perhatian pada satu kejadian
3. mempunyai satu plot
4. menggambarkan tokoh cerita menhadapi suatu konfli untuk menyelesaikan masalah
5. setting yang tunggal
6. jumlah tokoh yang terbatas
7. sanggup meninggalkan suatu kesan dalam pembaca

DRAMA

Drama (Yunani Kuno δρᾶμα) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti "aksi", "perbuatan".
Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera (lihat melodrama).
Drama dalam arti modern harus disasrkan naskah (repertoire). Pelaku-pelaku dram harus memahami isi seluruh drama, sanggup memerankan tokok-tokoh dalam cerita.

JENIS-JENIS DRAMA
1. Opera, ialah cerita yang disampaikan dengan dialog yang dinyayikan dengan iringan musik.
Misalnya : Yulius Caesar – terjemahan Muh. Yamin
Opera singkat disebut operet.
2. Pantomim, ialah cerita yang disampaikan bukan dengan dialog melainkan dengan isyarat dan gerak-gerik saja, kadang-kadang diikuti nyayian atau musik.
3. Tablo, mirip dengan pantomim. Para pelaku tidak bergerak, hanya menunjukkan gaya dan diam. Baik pantomim maupun tablo keduanya disertai pengantar kata
4. Dagelan atau lawakan, yaitu suatu pementasan cerita yang penuh dengan unsur lawakan
5. Drama minikata, yaitu dram yang saat dipentaskannya boleh dikatakan hampir tidak menggunkan dialog sama sekali. Caranya menggunkan improvisasi-improvisasi saja, dengan gerak-gerik yang tuntas.
Misalnya :
Bip Bip Bop, W.S. Rendra
Lho!, Putu Wijaya
6. Sendratari, seni drma dan tari, tanpa dialog. Segala sesuatu dinyatakan dengan tarian.
7. Drama Tradisional dan Modern
Dram tradisional atau Sandiwara adalah sebuah pertunjukan pentasan sebuah cerita atau disebut pula lakon dalam bahasa Jawa. Sebuah sandiwara bisa berdasarkan skrip atau tidak. Apabila tidak, maka semuanya dipentaskan secara spontan dengan banyak improvisasi. Dialog disesuaikan dengan waktu yang tersedia.
Drama modern memerlukan naskah drama atau repertoar yang harus dihafal oleh para pelaku. Peran sutradara amatlah penting.
8. Drama Romantik dan Drama Klasik
Drama klasik ialah drama yang mengambil pelaku dewa-dewi. Sedangkan drama romantik ialah orang-orang biasa dengan suka dukanya.

RESENSI

Apa itu Resensi?
Singkatnya, Resensi adalah pertimbangan, pembicaraan atau ulasan sebuah buku (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Resensi berasal dari bahasa Belanda, recensie. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan review. Kata tersebut sendiri berasal dari kata Latin ‘revidere’ dan ‘resence’, artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Di negeri kita, resensi sering diistilahkan dengan timbangan, tinjauan, atau bedah buku, dll. Sedangkan menurut Webster Collegate Dictionary (1995), review adalah “a critical evaluation of a book” Karena pada hakikatnya resensi haruslah menjelaskan apa adanya suatu buku; baik kelebihan ataupun kekurangannya. Jadi resensi bukanlah tulisan yang menjual buku. Tidak ada pesan sponsor bagi resensi buku; karena itu resensi yang baik hanya mengungkafkan apa yang dibaca oleh presensi secara kritis.
Tujuan Resensi
• Membantu pembaca menentukan perlu tidaknya membaca karya tersebut
• Membantu pembaca perlu tidaknya membeli karya tersebut
• Membantu pengarang dan penerbit memperkenalkan karya-karya terbaru mereka
Unsur-unsur resensi
1. Identitas buku
mendeskripsikan bukuyang diresensi. Terdiri atas:
judul buku :
pengarang :
Penerbit :
tahun terbit :
jumlah halaman :
jenis kertas :
gambar sampul :
cetakan :
2. Permasalahan dan pemecahan
bagian ini menyajikan permasalahan yang relevan dengan buku
3. Isi buku
bagian ini berisi ulasan isi buku secara garis besarnya. Penyajiannya diupayakan menarik agar pembaca tertarik membaca buku yang diresensi
4. Kelemahan dan kelebihan
bagian ini menyajikan kelemahandan kelebihan isi buku dilihat dari unsur intinsik karya, serta pendapat resensator tentang isi buku
6. Kelayakan buku untuk diperkenalkan
bagian ini menyajikan pendapat resensator terhadap karya untuk diperkenalkan pada masyarakat

Contoh Resensi

Judul : Atas Nama Malam
Pengarang : Seno Gumira Ajidarma
Tebal : 167 halaman
Terbit : januari 1999

Sebagian besar cerita dalam buku ini berkisah tentang orang-orang malam: kehidupan dan percintaan yang berlangsung di malam hari. Apakah hidup memang menjadi lain pada waktu malam? Apakah malam hanya berarti gelap, atau merupakan suatu makna? Buku ini tidak hanya berkisah tentang cinta, tetapi tentang sisi gelap dalam kehidupan manusia yang selalu mempunyai rahasia. Gelap tidak selalu berarti jahat, gelap adalah gelap, di mana segala sesuatu hanya nampak remang-remang.

Ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, penulis cerita pendek yang mendapat South East Asia (SEA) Write Award 1997 dari Kerajaan Thailand, Penghargaan Penulisan Karya Sastra 1997 (Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi), dan Hadiah Sastra 1997 (Negeri Kabut). Bukunya Saksi Mata diterjemahkan Jan Lingard sebagai Eyewitness, mendapat Dinny O'Hearn Prize for Literary Translation 1997 di Australia.

Kumpulan cerpen lain dari penerbit buku ini, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, disambut baik dan mengalami cetak ulang.

MANTERA

Ialah bentuk puisi lama yang tertua, mantera berbait-bait. Kalimatnya ada yang berirama ada yang tidak. Yang dipentingkan adalah iramanya. Makin kuat iramanya makin besar tenaga gaib yang ditimbulkan. Hanya orang yang ahli yang boleh mengucapkan mantera, misalnya pawang atau dukun.
Tujuan mantera dalah sebagai penangkal bala.

BIDAL

Ialah perbandingan dan kiasan lama, yang berbentuk kalimat atau ungkapan tetap.
Contoh bidal:
Jika kail panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga.

PANTUN KILAT / KARMINA

Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi.
Ciri-ciri Karmina
1. memiliki pola sajak lurus (a-a).
2. biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
3. larik pertama dinamai sampiran, larik kedua isi
4. tiap larik biasanya terdiri atas 4 perkataan
5. jumlah suku kata setiap larik antara 8 – 12 suku kata
Contoh
Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu masih bertanya pula

PANTUN

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.
Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).
Ciri-ciri Pantun
1. Rima sajaknya pola sajak silang (a-b-a-b).
2. biasanya berupa kiasan alam atau apa saja yang dapat diambil sebagai kiasan.
3. larik pertama dinamai sampiran, larik kedua isi
4. tiap larik biasanya terdiri atas 4 perkataan
5. jumlah suku kata setiap larik antara 8 – 12 suku kata

Peran pantun
Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.
Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Seringkali bercampur dengan bahasa-bahasa lain. Berikut contoh pantun (sebetulnya adalah karmina) dari kalangan pemuda:
Mawar merah tumbuh di dinding
Jangan marah, just kidding
Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.
Struktur Pantun
Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan.
Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi terkadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun ini:
Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Macam-macam bentuk Pantun:
1. Pantun Anak-anak
• Pantun suka cita
• Pantun duka cita
Contoh pantun anak-anak :
Pergi ke pasar membawa keranjang
Tidak lupa membeli ikan peda
Betapa hati sangatlah senang
Naik kelas diberi sepeda
2. Pantun Orang Tua
• Pantun nasihat
• Pantun agama
• Pantun adat
Contoh pantun orang tua :

Pantun Adat
Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah
Pantun Agama
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa
Pantun nasihat
Bunga cina diatas batu
Daunnya lepas kedalam ruang
Adat dunia memang begitu
Sebabnya emas budi terbuang
3. Pantun Orang muda
• Pantun dagang
• Pantun muda
- pantun perkenalan
- pantun percintaan
- pantun perceraian/ perpisahan
- pantun beriba hati

Contoh pantun orang muda :
Pantun Percintaan
Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta
Pantun Perpisahan
Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang ditapak tangan
Biar jauh dinegeri satu

Selain itu tedapat juga pantun yang lain yaitu :
Pantun Jenaka
Dimana kuang hendak bertelur
Diatas lata dirongga batu
Dimana tuan hendak tidur
Diatas dada dirongga susu
Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat
Pantun Kepahlawanan
Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kamipun muda lagi perkasa
Hang Jebat Hang Kesturi
Budak-budak raja Melaka
Jika hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata
Pantun Kias
Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam digunung ikan dilaut
Dalam belanga bertemu juga
Pantun Teka-teki
Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk dihidung ?

PANTUN BERKAIT/ PANTUN BERANGKAI
Ialah pantun yang berangkai pada bait berikutnya. Pantun ini saling berhubungan baik sampiran maupun isinya.

Ciri-ciri Pantun berkait :
1. Rima sajaknya pola sajak silang (a-b-a-b).
2. larik kedua dan keempat pada bait pertama menjadi larik pertama dan ketiga pada bait berikutnya.
3. larik pertama dinamai sampiran, larik kedua isi
4. tiap larik biasanya terdiri atas 4 perkataan
5. jumlah suku kata setiap larik antara 8 – 12 suku kata
contoh pantun berangkai :
Jalan-jalan ke Marakas
Jangan lupa beli ketimun
Bagaimana mau naik kelas
Kalau belajar selalu melamun

Jangan lupa beli ketimun
Beli juga buah nanas
Kalau belajar selalu melamun
Ingatan pelajaran tak berbekas

TALIBUN
Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.
Contoh Talibun :
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu

SELOKA
Seloka merupakan bentuk puisi Melayu Klasik, berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair, terkadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
contoh seloka 4 baris:
Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung malam siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis berguncang

contoh seloka lebih dari 4 baris:

Baik budi emak si Randang
Dagang lalu ditanakkan
Tiada berkayu rumah diruntuhkan
Anak pulang kelaparan
Anak dipangku diletakkan
Kera dihutan disusui

SYAIR

Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud).
Ciri-ciri Syair :
1. Tiap bait terdiri atas 4 larik
2. jumlah suku kata setiap lariknya 8-12 suku kata
3. berima aaaa,sempurna atau tidak sempurna
4. keempat larik kalimatnya mempunyai perhubungan arti
5. isinya nasihat, dongeng, atau cerita

GURINDAM

Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
Gurindam Lama
contoh :
Pabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang

Dengan ibu hendaknya hormat
Supaya badan dapat selamat
Gurindam Dua Belas
Gurindam 12 oleh Raja Ali Haji (Pahlawan Nasional), Tanjung Pinang
Kumpulan gurindam yang dikarang oleh Raja Ali Haji dari Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas oleh karena berisi 12 pasal, antara lain tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.

Gurindam I
Ini gurindam pasal yang pertama:
Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang yang ma'rifat

Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.

Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang teperdaya.

Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah Ia dunia mudarat.

Gurindam II
Ini gurindam pasal yang kedua:

Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.

Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.

Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua termasa.

Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III
Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.

Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadaiah damping.

Apabila terpelihara lidah,
niscaya dapat daripadanya paedah.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.

Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senunuh.

Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjaian yang membawa rugi.

Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat:

Hail kerajaan di daiam tubuh,
jikalau lalim segala anggotapun rubuh.

Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.

Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.

Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.

Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.

Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.

Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur2.

Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenai orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.

Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh dimenyerahkan diri.

Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.

Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.

Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah landa hampirkan duka.

Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat,

Apabila anak tidak dilatih,
I'ika besar bapanya letih.

Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.

Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.

Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.


Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.

Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.

Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.

Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII
Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.

Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.

Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.

Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar dan pada orang datangnya khabar.

Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syarik mengaku kuasa.

Kejahatan diri sembunyikan,
kebalikan diri diamkan.

Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX
Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik,tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.

Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.

Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.

Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.

Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X
Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.

Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.

Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.

Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.

Dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI
Ini gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.

Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.

Hendaklah memegang amanat,buanglah khianat.
Hendak marah,dahulukan hajat.

Hendak dimulai,jangan melalui.
Hendak ramai,murahkan perangai.

Gurindam XII
Ini gurindam pasal yang kedua belas:

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.

Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.


Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.

Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.

Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.

Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.

Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.



DISTIKON, adalah puisi dua seuntai, dalam bait terdapat dua untai atau dua larik dalam tiap bait puisi.
.
Contoh distikon :

KUCARI JAWAB

Di mana air, di dasar kolam
Kucari jawab teka-teki alam

Di kawan awan kian ke mari
Di situ juga jawabnya kucari

Di warna bunga yang kembang
Kubaca jawab, penghilang bimbang

(J.E.Tatengkeng)

TERSINA, adalah puisi tiga seuntai

Contoh tersina :

DAMAI
(Rona Uli)

Selalu kulihat peperangan
Selalu kulihat pertikaian
Dimana kudapat kesenangan
Semua orang cinta damai
Tetapi mengapa ada keributan
Masih ada silang sngketa di hati
Dimanakah hati mereka
Yang rela melukai saudaranya
Melemahkan jiwa raga

QUATRAIN, adalah puisi empat seuntai

BERPISAH
(Rizki Amelia)
Berat rasanya untuk melangkah
Menghindar dari kenyataan ini
Yang kulalui bersamamu
Hanyalah sebuah cerita dan kisah

Rasa ini menyesak di dada
Perlahan-lahan kumelangkah
Berjalan, berlari-lari
Itupun hanya akan membuatku luka

Tak ingin kuberpisah darimu
Namun apa dayaku melakukannya
Kita adalah manusia
Yang suatu saat akan berpisah

QUINT, adalah puisi lima seuntai
TINGGALLAH
karya :Gilang Ramadhan
Entah, bagaimana akan kukatakan nanti
Darah semua sudah gersang
Tak ada sbatang rumput yang tumbuh disitu
Di luar pawai kematian terus bersambungan
Oh…insan, jangan datang lagi kemari

Daerah sudah kering semat, tugu
Jangan bicara lagi pada jabat penghabisan
Lari-larilah kependakian
Ini daerah kematian
Tinggalkanlah, cepat, tinggalkan

Aku tak ingin seperti ini
Ada orang bertangisan
Ada tersimpan duka di dada
Ada rasa tertinggal yang dalam

SEKTET, adalah puisi enam seuntai
Contoh Sektet
Gemuruh di hati
(Dwi Supriati)

Gemuruh di hatiku
Merada sendirinya
Langit menjadi cerah
Dan udara tak lagi menyesakkan dada
Mungkin karena telah kutemukan
Definisi lain dari cinta

Makna tak lagi berasal dari pertemuan
Dan rasa rindu yang membuatku bahagia
Merasuk dalam jiwa yang gelisah
Merapat dekat di hati
Selalu bersemanyam dan tertata di dunia
Untuk selama-lamanya

SEPTIMA, adalah puisi tujuh seuntai
Contoh Septima

Bintang
(Jamaludin)

Kau terangi malamku
Disaat aku membutuhkanmu
Kau isi hari gelapku
Kau beri cahayamu
Dan kau hantarkan keindahanmu
Berikan cahayamu
Terimakasih untukmu

OKTAV, adalah puisi delapan seuntai
Contoh aktavo :

Warna hutanku
(Bunda NaRa)

Ada asap membungkus hutanku
Ada kemuraman disetiap nafas bangsaku
Tak lagi indah tanahku
Tak lagi hijau atap rumahku
Kalau ada rasa yang punah
Adalah kebisuan pemegang janji
Kalau ada resah
Adalah kami penduduk negeri

SONETA

Adalah bentuk puisi baru yang berasal dari italia. Kata soneta berarti suara atau Tatin Sono. Makna pengertian Soneta adalah syair bersuara.
Syarat-syarat soneta :
a. jumlah barisnya ada 14 buah, yang terbagi menjadi dua kutrain yang merupakan oktav dan dua tersina yang merupakan sektet.
b. Bersajak abba//abba//cdc//dcd. Jadi merupakan saja peluk.
c. Ada peralihan buah pikiran atau pernyataaan dalamnya yang dimulai pada sekstet dan disebut volta.
d. Buah pikiran yang terdapat di dalam oktav merupakan persoalan, buah pikiran yang terdapat dalam sekstet merupakan jawab.
Biasanya oktav melukiskan keindahan alam, yang digunakan semacam sampiran dalam pantun sebagai gambaran yang akan ditegaskan dalam sekstet,
Bila dengan 14 baris itu uraian penulis belum selesai, boleh ditambah dengan coda (tambahan), jumlah barisnya genap dari 2 sampai 14.

UNSUR-UNSUR INTRINSIK PUISI
Unsur Intrinsik Karya Sastra adalah usur yang secara organik membangun karya sastra dari dalam. Unsur tersebut jalin-menjalin secara struktural sehingga terwujud sebuah karya sastra

1. TEMA

Tema ialah persoalan pokok yang hendak disampaikan oleh penyair.
Contoh tema :
• Tema diri: berdasarkan pengalaman diri.
• Tema cinta: cinta akan kekasih, ibu bapa, tanah air, bangsa dan negara.
• Tema masyarakat: memaparkan simpati dan nasib masyarakatnya di samping saranan penyajak tentang langkah-langkah mengatasinya.
• Tema alam: gambaran alam seperti keindahan dan pencemaran alam.
• Tema semangat perjuangan / nasionalisme: semangat pahlawan negara
• Tema ketuhanan & keagamaan: soal kesedihan, kematian, kesedaran dan sebagainya.
2. NADA

Nada ialah alunan lembut, keras, rendah atau tinggi yang terhasil daripada pelbagai jenis bunyi dalam sesebuah sajak yang berhubung erat dengan perasaan, pemikiran dan sikap penyair yang diungkapkan dalam puisinya.
Nada juga berhubung rapat dengan tema, persoalan, rima, jenis dan bentuk sesebuah puisi itu.
Macam-macam nada dalam puisi:
• Nada melankolik: nada murung yang menggambarkan suasana hati yang sedih. Tekanan suara lebih rendah dan perlahan serta sesuai untuk puisi yang bertemakan penderitaan, kehampaan dan kerinduan.
• Nada romantik: menggambarkan suasana hati yang tenang dan menyenangkan. Tekanan suara agak tinggi dan diselangi oleh tekanan suara rendah dan perlahan. Sesuai untuk puisi yang bertemakan peristiwa indah dan menggembirakan.
• Nada patriotik: menggambarkan suasana hati yang penuh bersemangat. Tekanan suara lebih tinggi, pantas atau cepat. Sesuai untuk puisi yang bertemakan perjuangan, bercita-cita tinggi, besar dan mulia.
• Nada sinis: menggambarkan suasana hati yang kurang senang. Tekanan suara agak rendah dan perlahan, iaitu bersesuaian dengan puisi yang bertemakan hal yang tidak disukai atau kurang dipersetujui.
• Nada protes: menggambarkan suasana hati yang penuh pertentangan atau pemberontakan. Tekanan suara lebih tinggi dan pantas. Sesuai untuk puisi yang bertemakan ketidakadilan dan ketajaman.
nada dan suasana terkait dengan makna dan pilihan kata-kata yang digunakan penyair.
Perhatikan puisi di bawah ini !
Sepi di sini sepi batu dan sepi gunung
Sepi hutan-hutan hijau melengkung
Padang-padang ilalang sejauh mata merenung
di atasnya mengambang rawan suatu calung

Bandingkan dengan rima dan irama puisi berikut

Aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembs kulitku
aku tetap meradang menerjang

dari contoh puisi di atas terasa pebedaan rima dan irama, serta nada dan suasana yang dibangun oleh penyair. Pada puisi pertama tersirat suasana santai dan tenang, sedangkan pada puisi kedua terdapat nada keras dan penuh semangat.
Pilihan kata : sepi di sini sepi batu dan sepi gunung
Akan melahirkan nada dan suasana yang berbeda dengan pilihan kata : Biar peluru menembus kulitku, Aku tetap meradang menerjang

3. BUNYI (Rima dan Irama)
Keindahannya terlaksana melalui kata atau rangkai kata yang dipilih, teratur dan berfungsi dalam keseluruhan sajak tersebut.
Irama: alunan lembut dan keras bunyi yang berulang secara teratur, imbangan kata dalam baris, dan panjang pendek baris sebuah sajak yang baik.
Rima: menambah kerapian bentuk dan memperkaya kesan muzik bahasa. Pengulangan bunyi vokal dalam baris yang sama dikenali sebagai asonansi. Pengulangan bunyi konsonan dalam satu baris pula dikenali sebagai aliterasi.
4. SIMBOL (KIASAN)
Ialah kata-kata tertentu yang digunakan untuk menyatakan sesuatu di luar erti kata-kata itu sendiri.

5. GAYA BAHASA

Bahasa digunakan untuk memindahkan perasaan dan pemikiran penyair.Bahasa yang ekonomis datang daripada pembentukan baris-baris yang ringkas dan penggunaan kata yang terbatas, tetapi padat mendukung makna.
Bahasa puisi bersifat konotasi, iaitu mempunyai makna kebih daripada satu, kaya, jauh dan luas pengertiannya. Bahasa denotasi pula mempunyai makna yang khusus seperti di dalam kamus.
Bahasa yang digunakan dalam puisi sangat khas. Untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya, penyair menggunakan kata, frasa, bermakna kias dan bermajas. Kata kias dan gaya bahasa digunakan untuk memperjelas atau menghidupkan puisi.
Perhatikan kutipan puisi berikut !
Gerimis telah menangis
Di atas bumi yang letih
Di atas jasad yang pedih (“Siluet”)

Setiap perjuangan yang akan menang
selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
dan para jagoan kesiangan (“Memang Selalu Demikian Hadi”)

TYPOGRAFI
Adalah susunan baris atau bait puisi serta penulisan huruf

ENJABEMEN
Adalah pemotongan kalimat atau frasa akhir baris dan potongan lainnya diletakkan kembali pada baris berikutnya
Nada dan Suasana Nada dan suasana adalah keadaan yang dibangun oleh penyair dalam membangun puisinya

Menentukan Tema dan Makna dalam sebuah puisi

Tema puisi adalah gagasan utama atau gagasan pokok yang disampaikan penyair kepada pembacanya.
Tema dalam sebuah puisi tidak bersifat tunggal.
Tema dalam karya satra diungkapkan dalm beberapa pernyataan
Makna puisi dapat dipahami melalui pemahaman kata-kata (kata kias atau lambang) yang digunakan.
Isi puisi tidak dapat diketahui dengan cara mengartikan kata perkata, karena puisi merupakan kesatuan

DIKSI DALAM PUISI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)". Seorang pengarang pastilah akrab dengan hal ini, lebih-lebih seorang pengarang puisi atau penyair. Puisi menuntut seorang penyair untuk dapat mengungkapkan gagasan kreatifnya secara ringkas namun berdaya guna menghasilkan efek tertentu pada pembaca. Dalam hal puisi, tentu saja, efek yang dimaksud tersebut akan sangat bergantung kepada daya apresiasi pembaca atas karya puisi dimaksud
Diksi tentu tak bisa dilepaskan dari kosa kata. Agar seorang penyair mampu mengolah diksi, ia dituntut memiliki perbendaharaan kata yang cukup kaya serta upaya yang tekun dan tak kenal menyerah untuk mencari kemungkinan-kemungkinan bentukan komposisi kata yang unik, segar, dan menyarankan kebaruan pada kadar tertentu

UNSUR-UNSUR INTRINSIK NOVEL DAN CERPEN
1. TEMA
Adalah pokok cerita yang terus-menerus dibicarakan sepanjang cerita. Tema biasanya merupakan sesuatu yang tersirat bukan tersurat.
Dalam novel dan cerpen, tema dapat dilihat melalui persoalan-persoalan yang dikemukakan, cara-cara watak itu bertentangan antara satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan, semuanya menentukan rupa tema yang dikemukakan oleh pengarang. Justeru, pokok persoalan atau tema merupakan pengertian yang terkandung di sebalik sesebuah karya.
Persoalan pula ialah perkara-perkara kecil dalam sesuatu karya yang ada hubungannya dengan tema. Persoalan yang pelbagai diwujudkan dalam sesuatu karya bertujuan untuk menghidupkan serta memperkukuh tema yang cuba diketengahkan oleh pengarang.

2. ALUR / PLOT
Ialah susunan peistiwa-peristiwa yang membentuk sebuah cerita.
Tahapan alur:
a. Tahap perkenalan/ Eksposisi
Ialah permulaan plot yiaitu bagian untuk memperkenalkan watak-watak dan latar.
melukiskan tempat, waktu, serta penampilan tokoh-tokohnya
b. Tahap Konflik
Konflik dalam cerita mungkin merupakan pertentangan fisikal, moral, pikiran, emosi dan nasib sama ada sesama manusia, hewan, mahupun diri sendiri. Lazimnya konflik digambarkan sebagai pertentangan antara watak protagonis dengan watak Antagonis. Konflik diartikan juga pertikaian atau timbulnya masalah dalam cerita
c. Tahap Komplikasi
Berlaku di peringkat pertengahan cerita apabila konflik menjadi semakin rumit dan perlu dileraikan oleh watak-watak dalam cerita tersebut.
Pertikaian sudah mulai meruncing.
d. Tahap Klimaks
Klimaks ialah sinonim dengan krisis atau puncak cerita yang merupakan saat yang paling tegang kepada sesuatu peristiwa atau detik ketegangan terakhir pada pertikaian yang timbul sebelumnya. Dalam novel, cerpen atau drama, Klimaks merupakan bahagian atau saat yang paling menarik minat pembaca. Ini kerana ia menyentuh atau mencecah ke satu tanda yang paling tinggi atau pun berada dalam keadaan yang genting, mendebarkan, mencemaskan atau mengerikan. Hasil daripada ketegangan atau konflik itulah yang merupakan puncak dalam cerita..
e. Tahap Peleraian
Peleraian merupakan bahagian akhir urutan peristiwa, walaupun kadang-kadang puncak merupakan pengakhiran cerita. Pertikaian mulai ada penyelesaian masalah

Macam-macam Alur
e. Alur Maju, cerita bergerak maju hingga akhir cerita.
f. Alur Mundur, cerita mundur ke masa lalu tokoh
g. Alur Sorot Balik, cerita dimulai dari ujung cerita lalu baru kembali ke pangkalnya.

3. PERWATAKAN DAN PENOKOHAN
Tokoh cerita yang bereksistensi demi cerita itu sendiri. Ia benar-benar merupakan tokoh imajiner yang hanya hidup dan bereksistensi dalam dunia fiksi.
Cara Penggambaran Watak Tokoh :
1. Metode diskursif atau cara analtik
Pelukisan bentuk lahir langsung
Bentuk lahir seseorng dapat mengungkapkan atak dan karakter orang. Bagaimana wajahnya, hidung, tata cara bertingkah, berpakaian, dan sebagainya secara lahiriah dapat mengungkapkan karakter tokoh cerita.
melihat cara berpakaian, pembaca atau penonton dapat menuga watak tokoh tersebut.
Kelebihannya terletak pada keserdehanaan dan ekonomis.
Kelemahannya pembaca seakan-akan tidak diberi kebebasan menanggapi tokoh-tokoh yang dihadapinya.
Contoh metode diskursif
Meskipun telah mempunyai tiga orang anak, Mani tetap lebih cantik dari istri Parta yang diceraikan. Setiap orang Pegaten takkan membantah, apalagi Karman. Juga semua orang yakin kecantikan Marnilah satu-satunya alasan Parta tega melepas istri pertamanya.(Ahmad Tohari : Kubah)
(bahwa Marni sudah beranak tiga dan paling cantik di desa Pegaten, semua itu secara langsung dikemukakan pengarang)

2. Metode Dramatis
Pelukisan Jalan Pikiran dan Perasaan .
pengarang membiarkan tokoh-tokohnya untuk menyatakan diri mereka sendiri melalui kata-kata, tindakan-tindakan atau perbuatan mereka sendiriPengarang melukiskan dari segi batiniah. Sebagai contoh,
misalnya ada orang yang melihat setumpuk uang yang bukan miliknya.
dalam pikiran tokoh A mungkin trelintas jika memiliki uang itu ia akan naik haji. Sedangkan dalam pikiran tokoh B ia akan berhenti bekerja adan akan berfoya-foya. Lain lagi pikiran tokoh C ia akan menabung uang itu untuk hari tua.
Dari contoh sederhana itu kita dapat tahu bagaimana watak masing-masing tokoh.
Teknik dalam metode dramatis
1. Teknik naming”pemberian nama tertentu”
2. Teknik cakapan
3. Teknik penggambaran pikiran tokoh atau apa yang melintas dalam pikiran
4. Teknik stream of consciousness”arus kesadaran”
5. Teknik pelukisan perasaan tokoh
6. Teknik perbuatan tokoh
7. Teknik sikap tokoh

Contoh metode dramatis
Tini menunggu jawaban ibunya. Tapi Marni bahkan tertunduk. Rasa getir menyapu hati perempuan itu. Tangan Tini digenggamnya erat-erat. Kelenjar air mata Marni bekerja, meskipun ia berusaha menahannya. Kini Marni tidak mempedulikan tangisnya.
“ Tini ,Kau sudah besar. Kita sama-sama mempunyai hati perempuan. Tentu kau dapat menduga apa yang sedang kurasai sekarang. Aku takut kepada ayahmu. Di mata ayahmu aku seorang permpuan tidak bermartabat. Aku…
“Salah ibu sendiri mengapa ibu kawin lagi. Coba kalau tidak, aku tak pernah disebut anak tiri.”
“Ya anakku. Dan segalanya sudah terjadi.”
“Ibu menyeal?”
“Andaikata penyesalan itu ada gunanya.”
“Tapi ibu masih mencintai ayah?”
Marni tidak mampu segera menjawab pertanyaan anaknya. Jantungnya berdebar. Lalu sambil membuang muka ia balik bertanya.
“Kau mencintai Jabir?”
Kedua ibu anak itu berpandangan. Mendadak Tini merasa jauh dewasa. Pengertian tentang perasaan ibunya makin mendalam. “Kasihan ibuku,” pikir Tini. (Ahmad Tohari: Kubah hlm. 33-39)

3. Pelukisan Reaksi tokoh lain
Pengarang melukiskan atau menggambarkan bagaimana reaksi tokoh lain terhadap pelaku lainnya.
Dalam cara ini pengarang menuliskan bagaimana reaksi tokoh-tokoh cerita yang lain terhadap tokoh lainnya.

4. Melukiskan Keadaan Sekeliling
Apakah seorang tokoh rajin, malas, saleh dapat dilihat pada keadan sekelilingnya. Rumahnya, halamanya, kamarnya, pakaiannya, dan sebagainya.
kamar yang teratur, buku yang rapi tersusun pada tempatnya, tirai-tirai jendela yang bersih dapat berbicara pada kita, apakah penghuni rumah itu rapih atau tidak.

MACAM –MACAM TOKOH

A. Dilihat dari segi peranan/ tingkat pentingnya/ keterlibatan dalam cerita
1. tokoh utama (main/ central character)
yaitu tokoh yang diutamakan
penceritaannya
2. tokoh tambahan (peripheral character)
penceritaan relatif pendek (tidak
mendominasi)
B. Dilihat dari fungsi penampilan tokoh
1. Protagonis
memberikan simpati, empati, melibatkan diri secara emosional terhadap tokoh tersebut. Tokoh yang disikapi demikian disebut tokoh protagonis (Altenbernd dan Lewis, 1966: 59).
Tokoh protagonis adalah tokoh yang :
a. kita kagumi
b. Pengejawantahan norma-norma
c. pengejawantahan nilai-nilai ideal
d. menampilkan sesuatu sesuai dengan
pandangan kita
e. pengejawantahan harapan-harapan kita
POKOKNYA SUPER HERO DEH!!!

2. Antagonis
- tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik
- beroposisi dengan tokoh protagonis
• Peran antagonis dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. tokoh antagonis
2. kekuatan antagonis (tak disebabkan oleh orang lain ) Contoh: bencana alam, kecelakaan, nilai-nilai sosial, lingkungan alam, nilai moral, kekuasaan dan kekuatan yang lebih tinggi, dan sebagainya.

Bagaimana memilah antara tokoh antagonis dan protagonis?
• tokoh yang tak mencerminkan harapan dan norma kita kadang justru yang diberi simpati
• kemungkinan tokoh yang lebih banyak diberi kesempatan untuk mengemukakan visinya lebih banyak mendapat simpati
• misalnya seorang penjahat jika cerita ditulis dari kacamata seorang penjahat, maka simpati akan tertuju padanya.
• pencuri, pembunuh, pemerkosa, penipu, bisa mendapatkan simpati pembaca jika diberi kesempatan untuk menyampaikan visinya, walaupun secara faktual ia dibenci oleh masyarakat
C. Berdasarkan Perwatakannya
1. Tokoh Sederhana/ Simple/ Flat
tokoh yang hanya mempunyai satu kualitas pribadi (datar, monoton, hanya mencerminkan satu watak tertentu). Biasanya dapat dirumuskan dengan satu kalimat
2. Tokoh Bulat/ Complex/ Round
diungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupan, kepribadian, dan jati dirinya. Bertentangan, sulit diduga, dan mempunyai unsur surprise.

D. Berdasarkan berkembang atau tidaknya perwatakan tokoh
• Tokoh Statis
adalah tokoh tak berkembang yang secara esensial tidak mengalami perubahan atau perkembangan perwatakan sebagai akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi.
• Tokoh Berkembang
mengalami perkembangan perwatakan
• dalam penokohan yang bersifat statis biasanya dikenal tokoh hitam dan tokoh
E. Berdasarkan Kemungkinan Pencerminan Tokoh terhadap Manusia dari Kehidupan Nyata
• Tokoh Tipikal
pada hakekatnya dipandang sebagai reaksi, tanggapan, penerimaan, tafsiran pengarang terhadap tokoh manusia di dunia nyata. Contoh guru, pejuang, dan lain-lain.
• Tokoh Netral

4. SETTING/ LATAR
Secara garis besar setting/ latar dalam cerita terbagi tiga, yaitu:
a. Latar tempat, adalah hal yang berkaitan dengan masalah geografis cerita tersbut. Melalui tempat terjadinya peristiwa diharapakan tercermin pemerian tradisi masyarakat, tata nilai, tingkah laku. Suasana, dan hal-hal lain yang mungkin berpengaruh pada tokoh dan karakternya.
Misalnya tokoh yang tinggal di kota tentu tingkah laku berbeda dengan tokoh yang tinggal di desa.
b. Latar waktu, ialah saat terjadinya peristiwa. Melalui pemerian waktu kejadian jelas akan tergambar tujuan fiksi tersebut secara jelas pula.
c. Latar Sosial, merupakan lukisan status yang menunjukkan hakikat seseorang atau beberapa orang tokoh dalam masyarakat, maupun keadaan yang terjadi pada tokoh tersebut.

5. SUDUT PANDANG/ POINT OF VIEW

Sudut pandang atau point of view di dalam cerita fiksi pada prinsipnya adalah siapa yang menceritakan cerita tersebut. Sudut pandang itu seperti kita melihat sesuatu peristiwa melalui mata 'seseorang'. Kejadian yang sama di mata anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda, sehingga sudut pandang sangat berpengaruh pada bagaimana cerita itu akan diceritakan. Bagaimana nuansa, gayanya, dan bahkan makna cerita itu bisa berbeda tergantung sudut pandang mana yang dipakai.
Ada dua sudut pandang yang biasa dipakai di dalam penulisan fiksi, antara lain:
1. First Person Point of View (Sudut Pandang Orang Pertama)
Di sini, narator berperan sebagai salah satu karakter. Karakter dipakai biasanya adalah karakter utama di cerita. Biasanya sudut pandang ini mudah dikenali, dengan 'aku' atau 'saya' sebagai karakter utama.
2. Third Person Point of View (Sudut Pandang Orang Ketiga)
Sudut pandang orang ketiga dipakai bila kita menggunakan narator yang tidak ikut menjadi salah satu karakter fiksi tersebut. Namun, narator tersebut mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh karakter-karakter tersebut. Mungkin bisa analogikan sebagai reporter di cerita pembunuhan

Dari cara orang ketiga ini, pengarang dapat bersikap
- menceritakan apa perbuatan tokok-tokoh dalam cerita sedangkan ia tidak tahu pikiran tokok-tokoh cerita.
- menceritakan tokok-tokohnya dan menegtahui jalan pikiran dan perasaan tokok-tokoh ceritanya
-
Contoh sudut pandang pneceritaan
Kutipan 1

SAKIT GIGI
Tiba-tiba datangnya, tiada disangka-sangka. Memang dari dulu saya sering ditimpa sakit gigi. Jadi, sebetulnya tidak bisa saya katakan, sakit gigi sekali ini tiada saya sangka-sangka, apalagi dalam kaadaan keluarga saya banyak yang sering sakit gigi, tetapi yang muda-muda saja. Keluargaku yang tua-tua masih suka makan sirih.
...................................................................................................................................
(Adinata, Indonesia Th II Agustus-Sepetember)

Kutipan II

HARI TENANG DI TAMAN GERSANG

....................................................................................................................................
Sang ibu tak lagi seperti di waktu sakitnya, ketika ia walaupun lesu, masih mempunyai daya gerak yang biasa. Sekarang ia dalam sehari hanya omomng satu dua kata, itupun dengan bisikan lembut, nyaris tak terdengar. Makanya yang hanya tiga empat sendok itu dengan susah payah harus disuapkan oleh anaknya dengan paksaan halus.
(Trisno Sumadjo)

Hal lain berkaitan dengan Novel dan Cerpen

Dialog
Dialog pula merupakan perbualan atau percakapan antara watak-watak dalam karya cereka tersebut.Monolog Dalaman
Monolog Dalam pula merupakan kata hati atau pengucapan batin sesuatu watak. Bagi pengarang monolog dalaman menjadi alat untuk merangkamkan isi hati, pergolakkan batin dan fikiran watak yang tidak dlahirkan dalam bentuk dialog atau monolog. Monolog Dalaman hanya terdapat dalam novel dan cerpen dan tidak mungkin wujud dalam drama. Penyataan perasaan dan fikiran itu mungkin berupa doa, ratapan, keluh kesah atau mungkin rayuan cinta yang ditujukan kepada seseorang.
Suspens atau Ketegangan merupakan naluri ingin tahu pembaca terhadap sesuatu peristiwa yang akan berlaku berikutnya. Ketegangan merupakan unsur-unsur utama untuk menarik danmengekalkan minat pembaca dalam semua bentuk cerkan.

Kejutan
Kejutan pula membawa maksud sesuatu kejadian keadaan, ataupun perubahan sikap, perbuatan dan pandangan hidup seseorang yang ditampilkan oleh pengarang pada akhir sesuatu unsure ketegangan atau konflik. Tegasnya, unsure-unsur ini dapat menimbulkan pancingan dan rasa ingin tahu pembaca untuk menyusuri kelanjutan cerita serta perkara yang akan dialami oleh watak-watak pada penyelesaian cerita kelak.



Sinopsis novel
Sinopsis novel adalah ringkasan cerita novel. Ringkasan novel adalah bentuk pemendekan dari sebuah novel dengan tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik novel tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan (novel) yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang karangan asli.
Langkah-langkah membuat sinopsis
• Membaca naskah asli terdahulu untuk mengetahui kesan umum penulis.
• Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan - gagasan yang penting.
• Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah ke 2. Kita bgunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkaijalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
• Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
• Ringkasan / sinopsis novel tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan novel.

Contoh Sinopsis novel
Di sebuah SMK Tunas Bangsa, tiba-tiba datang seorang cewek pindahan dari kampung. Udik alias kampungan, tapi wajahnya Dian Sastro banget. Pramuka yang sering disebut sebagai markas playboy kontan heboh.
Reddy adalah seorang bintara langsung tertarik tujuh turunan saat mengetahuinya. Ia pun bertekad untuk menakhlukkan hati sang hawa tersebut. Caranya? Apalagi kalau bukan menggelar Persami sebagai media pendekatan yang diadakan selama dua hari satu malam.
Sayangnya target kali ini tidak mudah. Si Dian Sastro super-duper dingin. Ketus, semua jurus Reddy mentah. Mulai dari Serat Jiwa Brahma Kumbara, jurus Dewa Mabuk Fong Sayuk, jurus kedipan mata Piere Roland di sinetron gerhana, Ajian Waringin Sungsang dari perguruan Gunung Saba, sampai dia yang rela nyungsang sana nyungsang sini.
Ia pun kehabisan waktu untuk mendekatinya, lantaran Persami akan selesai. Tiba-tiba ia ingat bahwa Rohis juga mengadakan acara Isra Miraj dan lokasinya bersebelahan dengan Pramuka. Ia berfikir bagaimana kalau Persami ini diperpanjang dengan memperingati Isra Miraj? Tak disangka alasan itu dapat diterima oleh forum Pramuka. Ia pun segera menjalin kerjasama dengan Rohis walaupun hubungan antara Rohis dan Pramuka saat ini tidak begitu baik.
Semua ini dilakukan hanya untuk mendekati Widi. Acara diselenggarakan pada malam hari. Namun masalah baru terjadi. Pembicara dalam acara tersebut yang tidak lain adalah bapak Adon (teman reddy) tidak kunjung hadir, para undangan dari kampung tersebut sudah menunggu mulainya acara. Reddy spontan kebingungan. Akhirnya ia nekat untuk memulainya. Keringat dingin memenuhi dahinya. Mulutnya bagai terkunci mati. Ia hendak menyebut satu ayat, tetapi yang melintasnya dalam ingatannya adalah mars pramuka. Jelas ia seperti itu, karena sholatnya pun jarang-jarang. Kembali ia mencoba untuk membuka acara. Akhirnya Pak Lurah dengan sukarela memberikan ulasan singkat dan melengkapi apa yang disampailkan Reddy. Di sisi lain ternyata bapak Adon mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Beliaupun memerlukan bantuan donor darah O. Saat Reddy mengetahuinya, ia pun mengabarkan berita itu kepada para undangan. Akhirnya banyak orang yang membantu.
Lagi-lagi ia tidak mendapat kesempatan untuk mendekati Widi. Ia pun diejek Riki atas kegagalannya dalam mendekati Widi. Ini diperparah dengan terancamnya gelar sang penakhluk kelas wahid yang disandangnya.
Reddy pun panas saat mengetahui Dhimas (anak SMK Pembangunan) mendekati Widi. Ia bertambah marah saat temannya dipukuli oleh anak SMK Pembangunan. Ia segera membuat perhitungan dengan mereka. Saat ia melihat Dhimas berjalan bersama Widi, Reddy segera mendekati dan memukulnya. Namun saat itu tidak terjadi perkelahian besar karena ditengahi oleh Widi. Masalah kembali timbul saat Riki diteror oleh Dhimas. Lebih parahnya lagi saat Riki disandera oleh Dhimas dan kawan-kawannya.
Ditempat lain Reddy ikut dalam qiyamul lail di Masjid Agung. Walau mulanya ia sempat menolak ajakan Rohis untuk datang karena ia telah diminta kakaknya untuk mengantarkan seseorang, tetapi tidak disangka orang yang diantarnya itu adalah pembicara dalam acara qiyamul lail di Masjid Agung. Malam itu Reddy tenggelam dalam alunan tilawah rekan-rekan Rohis. Benarkah itu saat yang tepat untuk berubah?
Di tempat lain, Roni (kakak Reddy) ditipu oleh Dhino (kakak Riki) dan ia disandera untuk menggantikan Riki. Reddy segera diberitahu mengenaik keadaan kakaknya dan ia pun segera datang. Saat mengetahui bahwa kakanya telah disandera ia pun segera menyelamatkannya. Perkelahian tidak terhindarkan. Reddy mengalami tusukan. Bersamaan dengan itu Widi sedang lari pagi dan begitu terkejut saat Reddy ditusuk oleh Dhimas. Widi pun menangis. Orang-orang rohis datang tepat waktu dan menolong Reddy.
Ternyata ini semua adalah ulah Dino (kakak Riki) dan ia juga menyukai Widi. Ia memperalat Dhimas untuk mendekati Widi, agar terjadi perselisihan antara Dhimas dan Reddy. Ia berfikir bersaing dengan Dhimas lebih simpel daripada bersaing dengan Reddy. Pertimbangan matematisnya mengatakan kalau Widi jatuh ke tangan Reddy , maka ia akan sulit untuk merebutnya. Tapi apabila jatuh ke tangan Dhimas, ia lebih punya nyali untuk bersaing.
Polisi segera mengejar Dhimas dan kawan-kawan. Sedangkan Reddy berbaring di rumah sakit. Widi tidak henti-hentinya menangis. Saat di rumah sakit Reddy berfikir banyak tentang Islam. Kini ia telah sadar banyak hal yang telah ia abaikan. Hari itu Reddy dan Widi banyak bercerita. Widi pun menyadari bahwa sang penakhluk itu telah benar-benar jatuh cinta kepadanya dan bahwa ia benar-benar ditakhlukkannya.

UNSUR-UNSUR INTRINSIK DRAMA
1. Plot (alur)
Plot (Alur) Alur dalam drama dapat diketahui setelah pertunjukkan selesai. Kadang-kadang oleh sutradara atau narator dibacakan ringkasan cerita.
Ringkasan cerita inilah yang disebut sinopsis. Sinopsis itu dibacakan dalam prolog.
Plot dalam drama ceritanya dibagi atas beberapa babak.
Tiap babak dibagi pula atas beberapa adegan.
Jadi babak adalah bagian dari lakon drama. Untuk penanda dipakai perubahan dekor, perubahan ini mencerminkan perubahan tempat kejadian atau waktu kejadian.
Adegan atau bagian babak ditandai dengan munculnya pelaku baru.
Alur dalam drama mengikuti tahap:
a. Tahap perkenalan
b. Tahap timbulnya pertikaian atau konfliks
c. Tahap klimaks
d. Tahap penyelesaian atau peleraian

2. Pelaku dan Gerak
Pelaku dan Gerak
Sutradara memilih pelaku setelah membaca naskah drama.
Perkenalan watak tokoh kepada penonton melalui :
a. Bentuk tubuh
b. Gerak-gerik (akting)
c. Gerak air muka (mimik)
d. Dialog pelaku-pelaku
Gerak yang berlebihan atau over acting akan mengaburkan watak, dan mengganggu.Pelaku harus larut dalam tokoh yang diperankannya.Penghayatan peran mutlak harus dikuasai oleh pelaku.
Untuk lebih menghayati tokoh yang diperankan, terlebih dulu menjalani reading.
Yaitu membaca naskah drama dengan para pelaku lainnya,agar cerita dikuasai.

3. Dialog
Dialog adalah percakapan antartokoh.
Dalam dialog diusahakan benar tidak ada yang luput dari pendengaran penonton, sehingga menggaburkan isi. Sebab ucapan-ucapan itu merupakan rentetan cerita.
Ada dua tugas dialog dalam drama yaitu:
1. Menerangkan isi cerita
2. Memperkenalkan para pelaku dan wataknya

4. Latar Belakang Tempat dan Waktu
Latar belakang tempat dan waktu dapat dilakukan dan dicirikan dari dekorasi atau hiasan pentas.
Dekorasi mencakup segala perlengkapan alat-alat rumah tangga, meja,kursi, tempt tidur, dan lain-lain

5. Tata Rias
Tata rias dipakai sewaktu akan merias tubuh, mengubah yang jelek menjadi baik, misalnya wajah muda menjadi tua. Penggunaan tata rias yang baik akan membantu dalam memahami cerita

6. Tata Busana
Pengertian tata busana atau kostum ialah segala sandangan dan perlengkapan yang dikenakan dalam pentas
Pakaian yang tampak dikenakan akan memperkuat watak atau kesan yang dibawakan oleh pelaku

7. Tata Bunyi (musik)
Musik yang ditumbuhkan dalam suatu drama bertujuan untuk menghidupkan suasana latar atau lakon.
Musik juga dipakai sebaga awal,penutup,dan penggabung adegan yang berlangsung atau akan berlangsung.

8. Tata Lampu
Tata Lampu
Menerangi dan menyinari tidaklah sama.
Menerangi adalah menggunakan lampu hanya sekedar memberi terang,melenyapkan gelap.
Menyinari adalah membauat bagian-bagian tertentu di pentas agar penonton terpusat perhatian pada suatu tempat tertentu sehingga tempat lain walaupun juga diterangi akhirnya tidak tampak menonjol.
Tujuan dari tata lampu adalah menjelaskan bagaimana suasana yang digambarkan dalam setiap babak.
Tentang bermain drama (Rendra)
1. Pemain dan teknik bemain
Pemain dan Teknik Bermain.Teknik bermain atau akting dapat pelajari atau sudah memiliki bakat alam untuk berlakon

2. Teknik muncul
Teknik muncul ialah cara seorang pemain untuk pertama kalinya tampildi atas pentas dalam suatu drama,satu babak atau satu adegan. Bagaimana ia mulai kelihatan di atas pentas itulah yang disebut muncul.

3. Teknik memberi isi
Sebuah kalimat dapat diucapkan dengan berbagai makna dan cara.Hal ini menyangkut pelbagai tekanan nada,dinamik,dan tempo,yang tentu telah kita pelajari dalam tata kalimat.
Misalnya: “aku tak punya nafsu makan”
Dapat kita beri penekanan yang beda.
Contohnya:
AKU tak punya nafsu makan.
(bukan Engkau atau orang lain)
Aku tak punya NAFSU MAKAN.
(bukan nafsu minum atau nafsu yang lain)
Aku TAK PUNYA nafsu makan.
(mungkin nafsu lain aku punya)

4. Teknik pengembangan
Pengembangan menyebabkan sandiwara tidak datar. 4 Teknik pengembangan
a. Teknik pengucapan, beberapa teknik pengucapan
1) menaikkan volume suara
2) menaikkan tinggi nada suara
3) menaikkan keceatan tempo
4) dengan mengurangi volume tinggi dan kecepatan tempo suara
b. Teknik Pengembangan dengan jasmani
1)menaikkan posisi jasmani
2) dengan cara berpaling
3) dengan cara berpindah tempat
4) dengan cara melakukan gerakan anggota badan
5) dengan air muka (mimik)

5. Teknik timing
Timing berarti ketepatan hubungan antara gerakan jasmani yang berlansung sekejap dua kejap dan kata atau kalimat yang diucapkan.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1) gerakan dilakukan sebelum kata-kata diucapkan (menepuk bahu”Aku rindu padamu”)
2) gerakan dilakukan sambil mengucapkan kata-kata (“Aku rindu padamu”+ menepuk bahu)
3) gerakan dilakukan setelah kata-kata diucapkan (“Aku rindu padamu seraya menepuk bahu)
Timing banyak gunanya dan dapat menjelaskan banyak hal dalam perbuatan.
Timing yang tidak tepat daat merusak permainan kelompok.

6. Teknik penonjolan

Senjata teknik seorang pemain sandiwara ialah suara pengucapan dan gerak jasmani. Pemain harus memikirkan bagian-bagian mana dari ucapannya yang harus ditonjolkan isinya. Teknik yang lebih untuk penonjolan adalah teknik jasmani.
Gerak yang berlebihan gerak yang berlebihan atau dikenaldengan istilah over akting adalah permainan yang buruk mutunya. Permainan yang berlebihan membuat tempo permainan menjadi lambat, setidak-tidaknya membosankan.

Unsur-unsur ekstrinsik karya sastra prosa adalah:
• psikologi
• sosiologi
• agama
• sejarah
• filsafat
• ideologi
• politik
• dll
Kedudukan unsur intrinsik dan ekstrinsik:
a. Unsur intrinsik adalah struktur (kerangka)
b. Unsur ekstrinsik adalah isi yang mewarnai karya sastra ,keduanya merupakan satu kesatuan integral
Hal ini terbukti bahwa penelitian sastra sangat membutuhkan ilmu-ilmu lain yang relevan, terutama untuk intepretasi karya sastra.
Imu-ilmu bantu yang ada hubungannya dengan ilmu sastra misalnya filsafat, psikologi, sosiologi, biografi, sejarah, dan lain-lain.

MACAM-MACAM PUISI MODERN

1. Puisi Diafan
2. Puisi Kontemporer
3. Puisi Mbeling
4. Puisi Prismatis

Puisi Diafan
Puisi diafan disebut juga puisi trasparan. Artinya pembaca dapat dengan mudah mengetahui isi atau maksud puisi yang dibacanya.
Puisi-puisi angkatan Pujangga Baru termasuk puisi taransparan. Puisi-puisi mereka agak mudah di pahami.

Contoh Puisi Diafan
DIKAKIMU

Aku mengembara
Badan lemah berdaya tiada
Tinggi gunung yang kudaki
Lepas mega menghadap wala

Berapa kali aku terhenti
Meebah diri melepas lelah
Sekali aku meninjau ke bawah
Takjub melihat permai permata

Mana rumahku mana hamlaman
Mata mencari kelihatan tiada
Sekalian menyatu indah semata
Terpaku diri memandang taman

Tuhanku, hati hasratkan Engkau!
Pimpin umat-Mu naik memuncak
Tempat mega tiada menutup

Puisi Prismatis

Bila ada benda di belakang prisma maka akan sulit dilihat atau benda itu tidak jelas kelihatan. Demikian pula dengan puisi prismatis.
Puisi prismatis mengandalkan pemakaian kata-kata dalam bentuk simbol lambang atau kiasankiasan.
Kata-kata dalam puisi prismatis maknanya sukar ditebak karena mempunyai makna yang membuat isi puisi tersbut menjadi gelap.
Contoh Puisi Prismatis
SAJAK PUTIH

Beribu saat dalam kenangan
Surut perlahan
Kita dengarkan bumi menrima tanpa mengaduh
Sewaktu etik pun jauh

Kita dengar bumi yang tua dalam setia
Kasih tanpa suara
Sewaktu bayang-bayang kita memanjang
Mengaburkan batas ruang

Kita pun bisu tersekat dalam pesona
Sewaktu ia pun memanggil-manggil
Sewaktu kata membuat kita begitu terpencil
Di luar cuaca
(Sapardi Djoko Damono)

Puisi Kontemporer

Jenis puisi ini masih termasuk puisi prismatis. Bedanya, bila puisi prismatis masih mementingkan kata sebagai penyampai maksud atau ide penyairnya, maka puisi kontemporer bukanlah arti yang ingin disampaikan penyair, melainkan kesan yang ditimbulkan oleh puisi tersebut.
Puisi kontemporer ingin menciptakan komunikasi estetik bukan pemahaman
Kata-kata dalam puisi kontemporer tidak lagi dibebani oleh arti atau makna, melainkan dibiarkan merdeka menciptakan kesan sesuai


Contoh puisi Kontemporer

DUKA

Duka ?
Duka itu anu
Duka itu saya saya ini engkau kau itu duka
Duka bunga duka danau duka duri duka hari
Dukaku duka siapa dukamu duka siapa duka bila duka

Apa duka yang mana duka dunia ?
DUKA DUKI
Dukaku Dukamu. Duka diri dua hari dari sepi.
(Ibrahim Sattah)

Puisi Mbeling
Bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ktentuan yang umum berlaku dalam puisi. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main.
Kata-katanya dipernmainkan, demikian juga masalah yang menjadi obejk pengamatan.
Contoh Puisi Mbeling

PUISI JAMAN BAHARI
GERISA

Ya maharaja jamraya
Ya marani niramaya
Ya silapa palasinya
Ya mirado rdamiya

Ya midosa sadomiya
Ya dayuda dayudaya
Ya siyaca casayisa
Ya simaha mahasiya
(Sides Sudiyarto DS)

KRITIK
Kritik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani κριτικός, kritikós - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuna κριτής, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Istilah ini biasa dipergunakan untuk menggambarkan seorang pengikut posisi yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan.
Kritikus modern mencakup kaum profesi atau amatir yang secara teratur memberikan pendapat atau menginterpretasikan seni pentas atau karya lain (seperti karya seniman, ilmuwan, musisi atau aktor) dan, biasanya, menerbitkan pengamatan mereka, sering di jurnal ilmiah. Kaum kritikus banyak jumlahnya di berbagai bidang, termasuk kritikus seni, musik, film, teater atau sandiwara, rumah makan dan penerbitan ilmiah.


MAJAS/ GAYA BAHASA

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas dibagi menjadi beberapa macam, yakni majas perulangan, pertentangan, perbandingan dan pertautan. Dalam artikel ini hanya dijelaskan perbandingan dan pertentangan
Macam-macam Majas
2. Majas perbandingan
3. Majas Pertentangan
4. Majas penegasan
5. Majas sindiran
Majas Pebandingan
• Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
• Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
• Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
• Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll. Contoh : raja siang, kambing hitam, dll.
• Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

Macam-macam Majas Penegasan
• Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
• Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
• Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
• Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
• Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
• Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
• Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
• Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
• Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
• Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting
• Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
• Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
• Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
• Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
• Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya
• Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
• Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
• Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
• Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru
• Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
• Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
• Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
• Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
• Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
• Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu

Macam- macam majas Pertentangan
• Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
• Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
• Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Contoh :
• - Semua kebaikan ayahnya dibalas dengan keburukan yang menyakitkan.
• Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
• Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.

• Hiperbola
Majas hiperbola adalah suatu gaya bahasa yang bersifat melebih-lebihkan.
Contoh :
- Ibu itu terkejut setengah mati ketika mendengar anaknya tidak lulus ujian nasional.
• Litotes
Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri. Contoh :
- Mampirlah ke gubuk saya! (padahal rumahnya besar dan mewah)

Macam-macam Majas Sindiran
• Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh :
- Pandai sekali kau baru datang ketika rapat mau selesai
• Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
• Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
• Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
• Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.
PERIBAHASA

Menurut Za'ba, peribahasa ialah susunan kata yang pendek dengan makna yang luas, mengandungi kebenaran, sedap didengar dan bijak perkataannya.
Peribahasa tradisi merujuk kepada peribahasa yang digunakan dalam pertuturan sehari-harian atau secara bercetak sebelum tarikh kemerdekaan. Peribahasa moden pula merujuk yang dicipta selepas tarikh tersebut. Peribahasa merupakan sabahagian daripada bahasa kiasan dalam budaya Melayu.
Keindahan peribahasa merupakan cara sesuatu peribahasa itu digunakan, yang membina minda. Tetapi pada masa kini, pelbagai peribahasa dicipta yang memaksa pelajar-pelajar menghafalkan seberapa banyak peribahasa seperti robot.
Peribahasa yang baru dicipta ini memberikan peluang kepada penerbit buku melariskan buku masing-masing dengan mengisi buku masing-masing dengan peribahasa moden yang janggal, dengan setiap penerbit menghasilkan peribahasa masing-masing.
Selain itu, peribahasa yang baru dicipta ini juga mendorong kepada merosakkan bahasa, kerana sesetengah daripadanya hanya dibuat secara serkap jarang tanpa sebarang penyeliaan oleh sebarang pihak


DAFTAR PUSTAKA

Sayuti,Suminto.A. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi.. Yogyakarta. Gama Media.
Surana,S.Pd. 2001. Pengatantar sastra Indonesia.. Solo: Tiga Serangkai.
http:// www.pergh.com
Republika online.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pantun
http://id.wikipedia.org/wiki/Novel
http://id.wikipedia.org/wiki/Sinopsis Novel
http://www. Google.co.id

Friday, January 11, 2008

Happy Birthday My HeRo


SURYA M. GINTING
Happy Birthday, 11 Januari 1957 - 11 Januari 2008

My Hero, My Love, and My Bodyguard.
Doa kami semoga Bapak selalu ada untuk keluarga, selalu cinta dan kasih yang berlimpah untuk keluarga. Bapak adalah tiang kami tempat kami berpegang, tempat kami menggenggam untuk berjalan, berlari bersama meniti hidup penuh cinta kasih dan bahagia.


Selamat ulang tahun Pa!
Selamat bertambah umur dan sehat selalu mengiringi langkahmu.

(Istrimu, buah hatimu Natasha dan Raynaldi)

Rumahku adalah Cinta dan Kasih Keluarga

RUMAH ADALAH CINTA DAN KASIH KELUARGA


Rumah yang kami diami kini adalah buah perjuangan dalam menapak hidup berumah tangga yang kami berdua lalui. Tetesan keringat demi terkumpul rupiah untuk mewujudkan rumah impian adalah simbol kasih yang tercurah. Rumah yang kami banggakan kini telah semarak dengan dua buah hati kami yang dengan senyum dan tawanya memberi kesejukan tersendiri.


Rumah tempat kami berbagi suka duka dan air mata kini berdiri kokoh, sekokoh cinta yang kami ukir di dalam hati. Dalam hati terangkum harap akan menghantarkan buah cinta kami dari Rumah Cinta ini. SEMOGA
( Untuk Natasha dan Raynaldi, special for my Hero Surya M.Ginting)

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...