Monday, February 16, 2009

PERSAHABATAN







TEMAN, SAHABAT, FREN, OR SOBAT


Apapun namanya, pertemanan, atau persahabatan susah untuk ditemukan dan dibina. Teman yang mau menerima kita, yang selalu ada untuk kita wah.... hari gini masih ada nggak yah? Pertanyaan itu yang selalu aku cari jawabnya. Masih adakah persahabatan yang tulus di belantara kehidupan yang individualis dan egois ini apalagi di kota Jakarta? yang merupakan sumber segala egoisme manusia.
Sejak muda dulu... yah ketika masih bau kencur, di SD aku berteman dengan siapa saja, tak jarang teman itu kadang jadi musuh hanya karena hal sepele, misalnya tidak menegur atau tidak memberikan mainannya. Pertemanan di usia itu sungguh lucu, karena hari ini bermusuhan besok kami sudah baikan lagi tandanya dengan mengaitkan jari kelingking ke teman tersebut.
Menginjak remaja atau SMP pertemananku karena kami harus selalu bersama ke sekolah. Dengan becak langganan. Namanya Marhayani, rambutnya panjang dan cerewet sekali. Tapi asyik juga kalau sudah bermain. Di SMP inilah kami mulai menghargai dan tahu artinya pertemanan.
Di SMA aku sudah tidak tahu lagi kemana arah pertemanan, karena adanya intrik dan saling menyaingi baik mengenai lawan jenis maupun pergaulan, tapi syukurlah teman-temanku terbilang banyak, kata orang aku ini mudah berteman.
Menjadi mahasiswa pertemanan aku awali di tempat kost. Mulanya aku Kost dengan Indah teman waktu SMA. Tapi pertemanan yang sesungguhnya sewaktu Indah mengajak teman kelasnya bernama Muslimah, anak seorang pengusaha berdarah Betawi. Sifatnya yang tidak sabaran, mudah marah, tapi royal jadi bumbu pertemanan kami. Hingga sekarang aku dan Muslimah atau yang biasa aku sapa Imah selalu saling mengisi dan mengabari.
Pertemanan juga aku lakukan di dunia kerja. Di tempat aku mengajar SMA Yappenda aku mengenai Sri Utami ini temanku waktu kuliah, pembawaannya yang kalem, lembut, serba ketakutan dan bingung jadi ciri khasnya. Karena sama-sama mengajar mata pelajaran yang sama jadi aku banyak berinteraksi dengan Wiwi panggilan untuknya.Tapi jangan salah justru Wiwilah yang bisa jadi pemimpin, karena ia menjabat sebagai ketua RT di lingkungannya yang terkenal dengan para preman. Kok.. bisa yah, Nah pertanyaan itu juga terlontar dari mulut ini kok.. Wiwi bisa jadi ketua RT? Tapi dengan kelembutan dan sikapnya yang sok tahu terbukti Wiwi bisa memimpin lingkungan RTnya. Buktinya hingga saat ini warganya aman-aman saja tuh punya bu RT Wiwi.
Selain itu ada juga Sri Rahayu, orang Solo yang bersuara Bass seperti orang dari daerah Seberang. Kami menyebutnya kelas berat, karena bodynya yang berat dan keinginan serta kemauannya yang juga berat. Karena ia yang paling tua diantara kami berempat , maka kami membiasakan memanggilnya Mbak. Temanku ini walau kelihatan gagah tapi rapuh, apalagi kalu bicara mengenai perasaan, airmatanya gampang banjir membasahi pipinya yang bohay.... Mbak jangan sering menjatuhkan airmata yah apalagi di depan orang yang menindas kita, seberat apapun yang Mbak rasakan pasti ada jalan keluarnya. Juga jangan terlampau baik yah sama orang, karena tidak setiap orang ngerti dan paham niat baik kita itu. OKE...! Tapi kalau mengenai makan, apalagi traktir-mentraktir, ibu satu ini luar biasa royalnya. Tempat makan mahal jadi tujuan pentraktirannya, menu favorit kami masakan Japan di restoran Yuraku, Kelapa Gading. Apalagi kalau sudah menyangkut penampilan, aduh.... ada aja idenya buat heboh tampilan dengan perhiasan yang cukup rame dikenakan (katanya hasil kreasinya loh.. boleh juga yah!). Nah kalau ada baju atau apapun yang dipakainya sudah nggak muat, yang ketiban rejeki aku dan Wiwi, karena pasti kami kebagian jatah baju dan celananya yang masih bagus dan pasti mahal punya jatuh ke tangan kami. Untuk yang satu ini Makasih yah Mbak.

Teman kami satu lagi masih tergolong kelas berat juga , yaitu Devi Zubaidah Tampubolon, Peranakan Padang- Batak jadi nya super kelas berat juga. Tapi walaupun berat suara temanku yang satu ini lembut mendayu-dayu, kalau di telepon merdu banget.... tapi kalau lihat orangnya yah nggak sebandinglah sama suaranya yang imut dan merdu. Bodynya yang aduhai berat sehingga ada nama indah buat panggilannya yaitu Devi Demplon Deboy. Nah.... kebayangkan bagaimana sexinya kedua temanku ini. Sayangnya Devy tidak bersama kami lagi, Ia mengundurkan diri dan menetap di Depok tempat ia ditugaskan sebagai PNS. Kata orang rumahnya di Depok Super luasnya. Mungkin untuk ukuran kami yang tinggal di Jakarta dengan luas tanah 800 meter persegi terbilang luas sekali yah... Katanya juga rumahnya itu di belakang sekolah tempatnya mengajar jadi tinggal menerobos pintu belakang sampailah di sekolahnya. Aku belum juga berkesempatan ke rumahnya. Suatu hari pasti aku akan melihat temanku ini. Selain ketiga temanku ini di tempat kerja masih ada lagi teman-temanku yang lain yang juga mengisi hari-hariku, tapi mereka bertiga yang banyak mengisi relung hati ini dengan pertemanan. Aku tidak tahu sampai kapan kami bisa saling mengisi, karena semakin laju waktu dan kesibukan, serta misi dan visi yang berbeda pertemanan ini semakin jauh untuk digapai.
Pertemanan juga aku dapatkan sewaktu aku terpilih mewakili DKI untuk program persahabatan Indonesia-Japan bulan Jlui tahun 2001. Rombongan kami berjumlah 21 orang dari seluruh Indonesia Sabang sampai Merauke. Selama 40 hari di sehati dengan empat kawanku dari beberapa daerah.


Tuesday, January 27, 2009

" LIBURAN- HOLIDAY"











KEMBALI KE YOGYAKARTA

Liburan kali ini aku dan anakku diajak sahabatku Hajjah Muslimah berkunjung ke rumah yang baru dibangunnya di Yogyakarta. Tepatnya di desa Manis Renggo Kendal Jawa Tengah. Loh...loh jadi nggak ke Yogya dong. Yah walaupu rumah sahabatku itu di daerah Jawa Tengah, namun untuk ke kota Yogya hanya membutuhkan waktu sebentar hanya 30 menit. Karena jarak antara daerah Yogya dan Jawa Tengah walau beda propinsi namun tidak jauh. Lagi pula rumah sahabatku ini ada di belakang kawasan candi Prambanan. Jadi kalau keluar untuk bepergian kami akan melewati candi Prambanan.
Kami berangkat tepat di hari umat Kristiani merayakan Natal, yah Kamis, 25 Desember 2008. akhir tahun yang mengesankan. Aku bersama anakku Raynaldi dan sahabatku Hajjah Muslimah, bersama suaminya Haji Dombie, supir pribadinya, dan keponakan Hajjah Muslimah, Ai. Kami berangkat menggunakan mobil sahabatku Chevrolet Optima yang lumayan nyaman dan adem bener.
Sepanjang perjalanan menuju Yogya terasa liburannya. Kota Jakarta kami tinggalkan tepat ukul 06.00 Wib. Memasuki tol Cikampek jalan masih mulus dan lancar. Namun, keluar pintu tol Cikampek Kopo, jalan mulai tersendat, kendaraan macet total. Melihat hal itu kami putar haluan lewat Subang dan keluar Pemanukan namun, perjuangan kami untuk terjebak macet masih terus berlanjut hingga Brebes.
Sampai di Yogya pukul 24.00 Wib, benar-benar hari yang melelahkan. Malam itu mulailah kami merasakan hawa daerah Jawa Tengah . Rumah yang asri dan benar-benar mewah untuk ukuran orang kampung, gaya Betawi mewarnai teras depan rumah. Parkir yang luas untuk lima mobil. Ruang tamu yang lebar, kamar tidur ada tiga. Kamar utama yang bisa menampung dua tempat tidur besar, sertadapur yang benar-benar lapang. Sayang yah kalau tidak ditingali.
Hari kedua atau hari Jumat 26 Desember, kami mengunjungi Candi terbesar di dunia yaitu Candi Borobudur. Wah... setelah 5 tahun tidak mengunjungi Yogya, baru kali ini lagi aku mengunjungi Candi Borobudur, tetap megah dan bebar-benar LUAR BIASA. Tiket asuk ke areal candi dibedakan, bila wisatawan lokal dikenakan tarip Rp 15.000, untuk wisatawan mancanegara dikenakan harga $ 10 atau setara Rp 110.000 lumayan juga yah. Apa bedanya yah, setelah saya cari tahu ternyata hanya pintu masuk dan guide yang disediakan oleh pengelola untuk mereka. Wisatawan mancanegara itu melewati ruangan yang ber AC dan nyaman. Memasuki adreal candi mulai terasa panas menyengat, dengan uang Rp 2000 aaku menyewa payung, lumayan tidak kepanasan. Rasa penasaran anakku akan Cndi Borobudur tak terbendung, ia dengan semangat naik tangga ke stupa satu persatu. Walau lelah yang amat sangat dan kaki mulai terasa pegal, aku tetap mengikuti kemana anakku melangkah. Bukan apa-apa manusia yang datang pada hari itu lumayan buanyakkk. Benar-benar mengisi liburan.
Hari kedua Sabtu, 27 Desember 2008, kami berkesempatan mengunjungi mall Ambarukmo Plaza. Hampir sama dengan mall yang ada di Jakarta banyak toko-toko pakaian dan juga food court. Kebetulan ada sale buku- di Gramedia, daripada nanti di perjalanan pulang BT aku membeli 5 buah novel.
Sore hari kami mengunjungi Malioboro. Pusatnya wisatawan ini benar-benar padat sekali. Bahkan tidak ada celah untuk berjalan nyaman. Kendaraan yang berseliweran di Malioboro dan daerah Yogya bernomor B atau D. Di Malioboro aku membeli kaos khas Yogya dengan kata-kata lucu dan ironis. Harga kaos yang standar dengan bahan seadanya bukan katun Rp 15.000 untuk segala ukuran. Kaos dengan bahan katun dan bermerek Semar harganya lebih mahal Rp 25.000, selain bahan juga kantung tempat kaos tersebut, dikemas dalam wadah tas kertas yang unik. Tak banyak yang berubah hanya semakin banyaknya pengamen jalan yang mangkal dan pedagang kaki lima yang hampir menutupi jalan.
Hari ketiga Minggu, 28 Desember 2008 kota Solo menjadi tujuan kami, selain mengunjungi keramat sahabatku yang meninggal dunia, kami berbelanja di pasar Klewer Solo. Niatnya ingin tahu harga baju batik dan motif batik di pasar yang terkenal ini. Di pasar Klewer pula aku mendapatkan baju batik yang unik dan sebuah daster untuk ibuku. Dari pasar Klewer kami berkeliling kota Solo yang kebetulan hari itu sedang mempersiapkan upacara Malam Satu Suro, jadi di mana-mana terlihat janur menghiasi sudut-sudut kota Solo. Wah .... meriah sekali kota Solo yah. Oh. Yah di Pasar Klewer ini juga kami makan bakso Solo, ternyata masih enak yang di Jakarta padahal harganya sama loh Rp 5000 perporsi dengan 4 bakso yang bulat.
Hari terakhir di kota Yogya Senin, 29 Desember 2008, kami kembali ke Malioboro tapi kali ini pagi hari pukul 10.00 kami sudah ada di Malioboro, dengan harapan masih pagi pasti masih sepi. Tapi... wah... hebat yah daya tarik Malioboro ini masih pagi tapi ramainya sudah luar biasa. Katanya sih karena bertepatan dengan liburan jadi yah begini deh. Aku jadi tidak sempat menikmati nasi pecel di depan pasar Bring Harjo. Karena tempat duduk yang kurang nyaman jadi nasi pecel yang menerbitkan air liur kami bungkus. Kali ini juga aku berbelanja 3 buah tas ransel batik, 3 buah tas sandang bating harganya relatif murah untuk tas ransel Rp 25.000, tas sandang Rp 15.000. kami juga berbelanja makanan khas Yogya, apalagi kalau bukan Bakpia Patuk. Kali ini kami konvoi menggunkan becak tidak tanggung-tanggung 8 becak yang kami sewa dengan sewa perbecak Rp 5000, untuk jarak yang lumayan jauh. Di toko atau pabrik Bakpia Patuk 25 sahabatku Hajjah Imah memborong hampir 50 dus Bakpia. Total harga yang ia keluarkan hampir dua juta rupiah.
Dari toko bakpia kami lanjutkan ke ke Kraton Yogya. Di sini karena tiket yang harus dikeluarkan sama dengan masuk ke Candi Borobudur Rp 15.000, karena rombongan kami ada 10 orang maka hanya anakku, anak hajjah Imah, dan keponakannya Ai yang masuk. Kata anakku di dalam mereka foto-foto dan hanya melihat kursi raja.

Hari Selasa,30 Desember 2008, subuh-subuh kami sudah siap untuk berangkat menuju Jakarta. Ah setelah empat hari di kota pelajar akhirnya waktu untuk pulang. Perjalanan pulang tak ada hambatan, lancar dan aman. Hanya mampir untuk makan pagi di daerah Kebumen.
Sampai Jakarta pukul 18.30. Akhirnya I am Go Home.....


"Jakarta Kebanjira "





Suasana Rumah dan Lingkungan yang sempat aku abadikan menggunakan Handphone. Asyik yah Banjirnya.....
BANJIR LAGI BANJIR LAGI......!

Musim hujan yang mulai datang sepertinya membawa rezeki buat kami. Bagaimana tidak rumah kami yang kami juluki Perumahan “Mewah Sekai” alias Mepet sawah sedikit ke kali harus rela dibersihkan dengan air yang menggenangi. Hari Rabu, 14 Januari minggu ke-2 di awal tahun. Setelah dua hari berturut-turut diguyur hujan rumah kami tergenang air. Mulanya tidak kami sadari karena jalan di depan rumah terlihat tidak masuk ke teras rumah. Tapi rupanya daerah sekitar dapur dan ruang keluarga yang lebih rendah dari jalan mendapat masukan air dari rebesan ubin keramik. Perlahan air mulai banyak masuk dan membasahi semua permukaan ubin keramik. Alhasil kami sibuk mengangkati semua barang-barang yang mudah basah, buku-buku, mesin cuci yang naik pangkat karena harus diganjal batu bata, dan lemari pajangan yang harus rela terendam dan airnya suamiku berkenan mengganjalnya dengan kayu.
Tapi anakku Raynaldi dan kedua keponakanku Selly dan Ilham yang hari itu tidak masuk sekolah berkesempatan mencari ikan dengan saringan kelapa milikku. Ikan-ikan kecil yang di dapat ditampungnya di sebuah ember. Mungkin bangga sekali yah berhasil mendapatkan ikan walaupun kecil-kecil. Namun, perjuangan mendapatkan ikan itu mungkin yang mengasyikkan yah? Baju dan celana yang basah serta tubuh yang kedinginan tidak dirasakannya. Tinggal kami para orangtua yang khawatir kalau-kalau mereka demam.
Tiga hari lamanya kami baru berhasil membersihkan rumah dengan susah payah dan tenaga yang terkuras. Hari Minggu, 18 Januari 2009 kami sudah dapat lega karena rumah sudah bersih. Namun........ ternyata perjuagan kami belum selesai, Senin pagi 19 Januari 2009, hujan turun tidak begitu deras, namun dampaknya terasa di siang harinya. Walau panas matahari menyengat tapi lagi-lagi rumah kami harus dibersihkan lagi oleh air. Kali ini lebih tinggi dari yang kemarin, bahkan ruang tamu nyaris terendam juga. Kali ini air yang datang katanya air kiriman dari Bogor. Jauh juga yah mungkin karena banyak air Bogor membagi-bagi rezeki yah. Kali ini anakku Raynaldi tak aku ijinkan bermain air, karena ia mulai flu dan matanya merah. Subuh-subuh Selasa 20 Januari 2009 pukul 04.00 aku membersihkan teras rumah yang airnya mulai surut. Sampai daun-daun, lumpur, sampah plastik, ilalang, kayu yang hanyut dan terdampar di teras kami aku bersihkan dengan harapan tak akan datang lagi.... yah mudah-mudahan.
Kalau ditanya dan diselidiki, mengapa banjir kerap mendatangi daerah pemukiman kami, yang masih banyak sawah terhampar? Mungkin jawabanya kita harus melihat bagaimana kebiasaan warga sekitar yang membuang sampah ke kali yang melintasi rumah mereka. Makin banyak sampah maka saluran air tersebut tak akan berfungsi. Atau masih ada kemungkinan lain? Entahlah ... yang pasti ayo kita jaga kebersihan jangan membuang sampah ke kali ! OKE

Monday, December 22, 2008

Happy Mother Day's

























22 Desember 2008


Hari Ibu di Indonesia




Bahagianya ibu-ibu di Indonesia , karena hari ini adalah hari Ibu. Memang ibu-ibu di kota besar bisa memaknai hari ibu dengan suka cita, karena mereka dapat menyaksikan pendapat beberapa seleritas di televisi dalam memaknai hari Ibu dari televisi sambil minum teh hangat, dan camilan yang dibeli di sebuah supermarket atau penganan yang disiapkan si bibik pembantu. Lalu bagaimana dengan ibu -ibu di desa dan daerah terpencil. Apakah makna hari ibu bagi mereka? masih bermaknakah hari Ibu untuk mereka, sementara mereka harus membanting tulang demi mencukupi kehidupan keluarga. Masih suka citakah mereka merayakan Hari ibu, ketika minyak tanah harus mereka antri dengan keringat dan lelah tertahan. Masih ditunggukah hari Ibu, ketika uang saku untuk transpostasi dan jajan anak mereka ke sekolah tak ada di tangan? Masih adakah senyum hangat ketika susu tak terbeli dan anak merengek meminta mainan.


Begitu kompleks permasalahan yang ada di pundak Ibu, jadi bagaimana makna hari ibu untuk mereka. Mungkin jawabnya : hari Ibu lebih bermakna jika ibu-ibu di Indonesia dapat memaknai kasih yang telah mereka berikan untuk anak -anak mereka.


Hari ini, Senin 22 Desember 2008, pagi aku masih masak, bebenah rumah dan mencuci pakaian. Rencana hari ibu kali ini aku dan anakku Raynaldi akan menonton film di Bioskop XXI Sunter. Sampai di bioskop teryata film yang ada tidak ada yang berkenan di hati. Dengan terpaksa kami menonton film Amerika yang berjudul "Hallowen". Menyesal.... tentu saja karena dari awal hingga akhir cerita hanya berisi kekerasan yang tidak pantas di tonton oleh anak-anak. Jadi bisa dibayangkanlah bila aku berusaha membuat anakku menutup mata bila ada tayangan kekerasan. Tahu sendiri apa jawaban anakku. "Kalau ditutup terus matanya rugilah bayar karcis nontonnya!" Aku berusaha membuat anakku mengerti bahwa tayangan itu tidak pantas ia lihat. Pulangnya karena uang cekak, kami hanya membeli Crepes isi coklat dan keju. Nikmatnya melihat anakku makan. Di perjalanan anakku Natasha menelepon. Surpise karena ia tidak pernah menelepon ke HP. Tapi karena ingin mengucapkan "Selamat Hari Ibu" padaku, ia rela menyisihkan uang jajannya menelepon ke HP. Makasih yah sayang, terima kasih untuk semuanya.


Untuk Mamaku yang masih tetap heboh, hebat dan seksi....



Selamat hari Ibu tanpa Mama aku tidak akan bisa seperti ini dan dapat memaknai kasih sayang seorang ibu. Terimakasih Ma... untuk semuanya.


Bunda

(By Bunda NaRa)


Kasih yang abadi akan tepatri selalu
Belaian sayang akan tersa menyeluruh
Ketika kau lemparkan cambuk kekuatan
untuk mengajakku melangkah ke masa depan

Bunda adakah yang lebih indah dari senyummu?
Bunda adakah yang lebih mulia dari pelukanmu?
Bunda adakah yang lebih hebat dari tegur marahmu

Kasih yang selalu di hati terukir selalu
Peluk mesramu kan selalu menjadi penghangat
Bunda makna kasih tak kan lekang oleh waktu

Bunda canda tawa tak kan punah oleh janji
Bunda segala yang ada adalah simpul kasihmu pengikatnya


Bunda...
Sayang terucap selalu di kelu ini














Monday, December 15, 2008

Pengalaman Terindah



MENULIS ITU SEXI
Saya ingin bercerita mengenai pengalaman pertama saya menulis yang ternyata membawa berkah dan manfaat pada pekerjaan saya.

Kata orang berbicara lebih mudah daripada menulis. tetapi ketika hasil pembicaraan kita kita tulis atau ada pembicaraan orang itu ditulis rasanya...campur aduklah.
saya menulis biasanya hanya untuk kepentingan pribadi saja. Melihat anak murid saya kesulitan menerima pelajaran, saya selalu mencari cara untuk memudahkan pembelajaran. Tadinya kesulitan yang saya temui selalu bisa saya atasi dengan eksperimen-eksperimen sederhana untuk memudahkan mengajar. Saya tidak pernah terpikir untuk menuliskan pengalaman eksperimen saya itu dalam bentuk sebuah tulisan. Hingga pada suatu hari ketka saya bertemu dengan rekan-rekan sesama guru dan membicarakan pengajaran yang mudah diterapkan di kelas, saat itu saya kemukakan ide saya yang sudah saya terapkan di kelas. Mereka tidak mudah menerima ide yang saya kemukakan,kemudian saya merenung apa ada yang salah dari cara saya menyampaikan? atau memang terlalu berbelit ide saya. tapi saya sudah membuktikan hasil ide saya dan berhasil. ada satu teman saya yang mengerti apa yang saya ungkapkan kemudian dia mengatakan kenapa saya tidak menulis saja hasil eksperimen saya dalam bentuk karangan ilmiah,dan kebetulan juga ada lomba yang diadakan oleh Direktorat Profesi Pendidik dan Mutu Pendidikan untuk mengirimkan karya Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran. dengan hati yang tidak karuan, karena saya kurang percaya diri tulisan yang tadinya hanya ide yang sudah saya lakukan akhirnya dapat saya tuangkan dalam bentuk sebuah karya tulis. selesai penulisan saya kirimkan ke panitia lomba. Tuhan rasanya berpihak pada saya, tahun 2006 itu saya berhasil masuk menjadi finalis. Rasanya bagai mimpi bertemu dengan penulis-penulis handal dari seluruh negeri. Dari situlah saya yakin ,saya bisa menulis dan menularkan ide-ide dalam pembelajaran saya kepada semua rekan guru di tanah air. O..ya tulisan saya yang pertama yang masuk final juga mengajak anak murid saya untuk gemar menulis dengan mudah dan menyenangkan, judulnya yaitu : Menulis Dongeng dengan Teknik Gambar Tempel. melalui gambar-gambar yang mereka sukai mereka dapat menuangkan imajinasinya dalam bentuk tulisan.
Itulah pengalaman saya menulis yang saya peruntukan bagi dunia pendidikan. Sekarang apapun ide saya untuk memudahkan mengajar selalu saya tulis dengan rapih agar orang dapat mewujudkannya.

Wednesday, December 10, 2008

Puisi Untuk Pahlawan

SAJAK SEORANG PELAJAR UNTUK PERJUANGAN


Kubercerita tentang hidup
Hidup yang tak boleh mengeluh
Hidup yang tak boleh mengaduh
Ingatkah kita akan perjuangan pahlawan
Bambu runcing senjata sederhana digunakan
Senjata penyelamat jiwa terhunus di dada pejuang
Maju dengan semangat menyala
Melawan penjajah negeri tercinta
Terhunus senjata dan lantang berteriak MERDEKA

Kubercerita juga tentang pahlawan dengan ujung senjata
Contoh teladan generasi muda
Melawan sebisa dengan senjata sederhana tergenggam
Maju perlahan mengendap-endap melawan, bergerilya di hutan
Bersama nyali baja dan keyakinan akan satu kata MERDEKA

Kubercerita tentang hidup
Hidup yang tak ada kata putus as
Hidup yang tak ada kata menyerah
Ingatkah kita akan perjuangan pahlawan
Jiwa raga dipertaruhkan dalam pertempuran
Memerah membeku dalam baju pejuang perang
Ketika tanda pertempuran dimulai dan nyawa terputus di raga

Kubercerita tentang sebuah kenangan
Ketika pejuang berteriak lantang
Maju
Hancurkan penjajah
Ambil negeri kita dengan gagah
Teriak lantang selalu membahana
Tanpa ada rasa sesal di dada
Untuk merebut apa yang kita punya
Tanpamu akan bagaimana arti MERDEKA

Kubercerita tentang perjuangan
Perjuangan kita sang pelajar
Untuk meraih impian tentang hidup
Meraih yang tertinggi yang pernah ada

Kubercerita tentang sebuah kenangan
Kenangan akan arti perjuangan
Ketika pelajar bertarung di jalan
Perjuangan yang tentu SIA-SIA
Karena kita menyandang sebuah tugas
Untuk melanjutkan cerita pejuang
Selamanya hingga akhir masa

Thursday, December 4, 2008

YUK... NGE- BLOG

Image and video hosting by TinyPic Lomba Review

Hari Gini Nggak Punya BLOG.... Alamak...


Assalamualaikum Indonesia

Bagaimana kabar semua ? pastinya tetap sehat dan selalu optimis, walau ekonomi dunia sedang menuju sekarat. Tapi untuk urusan tulis menulis pasti nggak ada matinyakan? Perkenalan diriku dengan BLOG karena sedang semangat-semangatnya belajar komputer dan seluk beluk internet. Waktu ke toko buku ada sekumpulan anak muda asyik membaca buku tentang blog. Dengan rasa penasaran karena diriku hobi baca aku ikutan membaca buku tersebut. Sebenarnya semua kegiatanku sehari-hari aku tulis dalam sebuah buku, karena ada blog semua kegiatan, karya-karyaku bahkan semua tulisan mengenai pekerjaan aku tulis di blog. Apalagi kalau ada kegiatan yang menimbulkan kesan mendalam... kayak anak muda aja yah...
Blog-qu telah banyak membantu, contohnya waktu aku tugas ke luar daerah, kebetulan karena mendadak aku nggak bawa laptop yang notabene semua tulisanku ada di sana. Karena katanya panitia menyediakan perangkat komputer. Sampai di tempat tugas ada yang harus aku kerjakan, nah...loh data nggak punya dan tugas harus selesai hari itu juga. Pakai Hp pastinya mahal dong nyuruh orang rumah bacakan data-dataku, yang ada malah bibirnya dower kali. Untung aku ingat pernah menyimpan semua data-data pekerjaanku di BLOG. Nah tahukan kelanjutannya! Selesailah tugas yang harus ahu kerjakan bahkan teman-teman banyak terbantu dengan BLOg aku itu.
Katanya pula dengan BLOG kita bisa menghasilkan uang, nah untuk yang satu ini aku belum ngerti tuh... mungkin dengan ikutan berbagi ilmu dengan para BLOGER yang sudah SUHU pasti aku bisa tambah uang belanja nih.
Jadi .....
YUK....KITA NGEBLOG...






Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...