Monday, June 13, 2016

Narasumber : SEMINAR LITERASI BUDI PEKERTI

Alhamdulillah akhirnya dipercaya menjadi narasumber di acara yang diadakan Badan Bahasa di Hotel Grand Cempaka.





Friday, August 21, 2015

Assalamualikum sudah lama tidak menulis di Blog. Bukan sibuk apalagi "sok Sibuk" hehehe maklum lagi kejar setoran nih demi si Buah Hati.Alhamdulillah tahun 2015 aku menjadi tamu Allah. Perjuangan panjang harus aku lewati demi menjadi "TAMU ALLAH". Perjuangan pertama adalah masalah biaya untuk melunasi ONH. Aku yakin Allah sudah memilihku menjadi TamuNya. Dia pasti akan memberiku jalan untuk menuju BAITULLAH. 

ONH dapat aku lunasi, tinggal walimatusafar yang juga membutuhkan biaya. Keyakinan untuk menjadi TamuNya menguatkan diriku bahwa Dia akan membuka pintu rezeki yang tidak aku duga. Alhamdulillah Allah memberiku rezeki untuk acara walimatusafarku aku menang lomba menulis. Biaya selanjutnya adalah biaya untuk anakku selama kutinggalkan ke tanah suci. Allah pasti akan memberiku rezeki lagi yang aku tak tahu pintu mana yang akan Dia buka. Alhamdulillah aku diminta menjadi narasumber untuk sebuah acara, dan tangisku pecah ketika aku mendapat amplop dari kerjaku ini sebesar yang aku butuhkan. Hebatnya honorku sama dengan para PROFESOR.
Bila Allah berkehendak aku yakin Allah akan memberiku jalan. Perjuangan untuk menunaikan ibadah haji tuntas sudah. Tinggallah persiapan diri untuk menunaikan haji. Aku masuk dalam kloter 35 dari Jakarta dan masuk dalam Rombongan 6 dan grup 4 bersama 11 orang para syuhada dari daerahku kecamatan Cilincing. Aku memang tidak ikut travel Bimbingan Haji, selain ingin merasakan mengurus sendiri ibadahku ini juga menghemat biaya.
Sebelum berangkat, aku tahu kalau aku nantinya yang akan membimbing suamiku. Selama ini aku sudah katakan pada suamiku untuk belajar tentang islam (suamiku mualaf). Namun, selalu banyak komentar dan sikapnya yang membuatku sedih. Sudahlah ketika menikah aku sudah siap dengan konsekuensi menikah dengan mualaf.  

Monday, August 3, 2015

Cerita Anak

Ketika Beni Beruang Marah

(Ayo Sikat Gigi)



Buku ini adalah buku seri cerita anak. Seri pertama tentang seekor beruang madu yang sakit gigi. Adik-adik tentu pernah sakit gigi bagaimana rasanya? Sakit gigi memang tidak nyaman. Karena itu rajin-rajin menggosok gigi yah!

Silakan membaca semoga bermanfaat.





















Tuesday, March 17, 2015

HAPPY MILAD @ 46 TAHUN

SELAMAT ULANG TAHUN (nyanyikan yah pliss)






Selasa, 10 Maret 2015.

Hari ini hitungannya genap usiaku 46 tahun, yah karena aku lahir (berdasarkan fakta akte kelahiran) 10 Maret 1969. Sudah mendekati angka GOLD. yeahhhhhhh tambah tuwir tak terasa umur. Hari ini orang-orang tercinta memberikan surprise yang luarrrr biasa. Si Sulung Ayu Natasha yang sehari sebelumnya aku antar ke kampus dengan bermacet-macet ria eh dia pulang ke rumah tanpa memberitahuku. Harusnya Ayu Asha kos di rumah om Brur.
Kado Ultah yang indah sebuah tas laptop yang tentu saja berwarna "Pink" dan jilbab cantik diberikan Ayu Asha. Kue ultah mungil berbalut coklat diberikan anakku Raynaldi. Ya Allah ternyata aku tuh special buat mereka. 
Kue tar mungil disantap, kado dibuka, dan doa dipanjatkan semoga tahun ini aku bisa tegar dan sukses dalam karir dan semuanya.Makasih yah anakku hari ini menjadi special bangett.
Hati ini semakin terharu ketika anak-anak murid di SMP 266 khususnya kelas VII D memberikan kejutan ulang tahun. Padahal hari itu aku tidak masuk untuk mengajar karena jadwal ujian tengah semster dan aku tidak ngawas.
Siswa : "Bunda dimana?"
Saya: " Bunda tidak ke sekolah yah sayang."
Siswa : "yah, Bunda datang dong!"
Saya : " Waduh Bunda jauh sayang, besok aja yah hari Rabu."
Siswa : "yah, Bunda kitakan sudah bikin surprise." (nah loh surprise diomongin hahahha)
Akhirnya aku menyanggupi untuk datang ke sekolah pukul 17.00. Hari itu aku ke Harco Mangga dua untuk memeprbaiki laptop. Pukul 17 kurang aku sudah di sekolah. Anak-anakku kelas VII.D sudah memberikan pesta kejutan di kelas. Ruangan kelas dihiasi balon dan kertas krep warna-warni. Papan tulis putih sudah ditulisi kata-kata "Happy Birthday Bunda Seni." hati ini terharu sekali, bayangkan saja siswa kelas VII yang amsih berusia 13 tahun merancang pesta kejutan yang sederhana namun berkesan. Terima kasih anak-anak Bunda. Perhatian anak murid yang ebsar membuat aku terharu dan bersyukur menjadi seorang guru. 
Bersama Siswa kelas VII D
Kejutan tidak datang dari anak-anak murid saja. Sahabat seperjuangan di IKIP MUHammadiyah Jakarta Nurul. Hera, dan Titin Yeni mengucapkan dan mendoakan sambil memberikan hadiah yang luar biasa indah. Sahabat kapan pakainya nih banyak amat.
Tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Semua ucapan dan doa yang mengiringi tak bisa kubalas hanya doa aku juga agar semua handai taulan senantiasa selalu dijaga silaturahmi agar kita tetap menjadi teman dan sahabat suka dan duka. aminn

Bapak Dekan Uhamka yang baisa aku panggil Babe Abang memberikan hadiah yang luar biasa cantiknya (sori yah ga bisa dipublikasikan) ntar pada minta lagi. hadiah yang datang dari Japan. Terima kasih Babe Abang untuk hadiahnya.

Wednesday, December 17, 2014

KURTILAS ATAWA K13 MEMBAWAKU KELILING INDONESIA

ASYIKNYA KERJA SAMBIL WISATA


MONEV K13  KOTA BANDUNG

Apa kabar? Penghujung tahun 2014 aku tutup dengan kerja sambil wisata. Kurikulum 2013 membuatku bisa keliling Indonesia gratis. Puskurbuk yang menugaskanku ikut dalam Monev atau Monitoring dan Evaluasi K13 membawaku keliling Indonesia. Bila tahun 2013 aku diajak mengelilingi Semarang dan Jepara, tahun 2014 ini aku diajak oleh Puskurbuk dalam tim Monev ke Kota Bandung dan Pangkalpinang.
Kota Bandung bukan kota yang baru untuk menjadi kota kunjungan. Perbedaannya kali ini aku menjadi tim Monev K13 bersama sahabatku yang membawaku terjun bebas dalam K13 Nona manis Ambone Christina Tulalesy. Transportasi ke Bandung, aku ditemani oleh si Moni yang selalu setia menemani kemanapun aku pergi. Monev kali ini kami masih berlima yaitu: Aku (Seni Asiati guru SMPN 266 Jakarta dan 4 orang dari puskurbuk :  Bu Chistina Tulalesy, Bu Yuke, Bu Kus, Bu Agraeni.
Hari pertama atau hari Rabu, 19 November 2014 kami mulai dengan Kotching pada Dinas Pendidikan Kota Bandung dan guru-guru penginput data. Aku mengordinir guru-guru SMP. Ada 6 SMP yang akan aku kunjungi (realisasinya hanya bisa aku kunjungi 2 sekolah)


MONEV K13 PANGKALPINANG


Monev terakhir di penghujung 2014 aku dapat daerah yang jauh di PANGKALPINANG BABEL. Horeeeeee......... akhirnya jauh juga langkahku. Terimakasih Allah dan juga Puskurbuk yang memercayai aku untuk tetap menjadi tim Monev K13. Selasa 9 Desember 2014, pukul 7.00 (mungkin lewat, maklum ga lihat jam) aku sudah sampai Bandara Soekarno Hatta. Pesawat yang akan membawaku padahal berangkat pukul 10.10. Alamak lamanya waktu untuk menunggu. Setelah konfirmasi dengan ibu Ida Sigiro (Puskurbuk) yang juga temanku sewaktu Monev ke Jepara, aku minta ijin menunggu di dalam bandara untuk sarapan pagi di Resto Citibank privilege. 
Pangkal Pinang I am Coming....... Lebay banget yah! Padahal kota ini tadinya merupakan bagian dari Sumatera Selatan kini menjadi provinsi baru Babel atau Bangka Belitung. Bahkan makanan daerah ini juga banyak yang sama dengan daerah Palembang, ada Mpek-mpek, kerupuk ikan, tekwan, dll. Rombongan kami berjumlah 5 orang. Aku guru satu-satunya dan empat orang dari puskurbuk yaitu : Ibu Ida Sigiro, Pak Heni, Pak Hamka, Pak Budi. Aku dan bu Ida hanya berdua perempuan sehingga kami menjadi teman sekamar selama lima hari di Pangkalpinang.
                                         Serunya makan di atas kapal di Pantai Pasir Padi

Pekerjaan biasa yang aku lakukan masih sama. Sehabis kotching  atau hari pertama Selasa, 9 Desember 2014, kami masih berkesempatan makan malam dan menikmati kota Pangkalpinang yang masih belum ramai lalulalang kendaraan yang artinya tak ada macet seperti di jakarta.
Hari kedua, Rabu, 10 Desember 2014, pagi ini aku dijemput oleh kepala SMP 1 untuk kunjungan ke sekolah dan memberi arahan pada guru-guru dalam pengisian instrumen sekaligus bersilaturahmi. Dari SMP 1 perjalanan kami lanjutkan (aku ditemani Bu Ida) mengunjungi SMP 2 yang dipimpin oleh Kepsek cantik yang energik Ibu Etty Zaidan (yang akhirnya menjadi teman di BBM). 
                                         Makan di Restoran Aroma Pantai Pasir Padi Bangka


Ibu etty benar-benar energik, ia rela mengantar aku dan bu Ida melakukan kunjungan ke sekolah berikutnya yaitu SMP Budi Mulya. Di SMP Budi Mulya tidak terlalu lama hanya beberapa menit, karena kami ditelepon untuk makan siang (diundang oleh kepsek SMK 3). Jadilah tim kami makan di Restoran Aroma di Pantai Pasir Padi. Menu yang disajikan serba Seafood. Kali ini aku pesan Kepiting Saos Padang (mumpung ditraktir, soalnya mahal boo hahahaha ketahuan pelit yah!)
                                                     Kepiting Saos Padang Maknyossss

Hari ketiga Kamis, 11 Desember 2014,  masih berkantor di Dinas pendidikan Pangkalpinang. Kali ini menginput data instrumen monev yang harus dimasukkan oleh para guru daerah Pangkalpinang dan koordinator SMP diriku. Sebenarnya ini pekerjaan sepele, aku hanya memeriksa instrumen yang diberikan guru penginput data, kalau kurang tinggal ditambahkan kalau ada yang kurang sesuai mengutip perkataan Nona : selesaikan secara adat hahahaha. Input data sementara harus ditinggalkan tepat pukul 12 karena ada undangan makan siang dari kepala sekolah SMK 1 ibu Kurnia dan bapak kepsek SMA 2. Makan kali ini masih menu seafood di resto Greeng. Menu daerah yang ditawarkan ada lempah kuning, sayur jantung pisang dan ada yang istimewa yaitu crip. Makanan ini adalah fermentasi dari ikan bilis, pengolahannya mentah dan didiamkan di dalam toples selama beberapa hari hingga membusuk. Rasanya aneh, asem dan menyengat., tapi tidak ada bau busuk. Pokoknya seru deh.
Malam hari ketiga, aku ingin sekali mie Koba, karena kata temanku belum syah ke Bangka kalau belum makan Mie Koba. Jadilah sehabis sholat magrib teman-teman tim lain tidak ada yang mau ikut, aku sendirian pinjam motor satpam hotel. Asyiknya berkeliling kota Pangkalpinang sambil merasakan semilir angin yang kadang nakal. Letak resto yang menjual Mie Koba tidak terlalu jauh dari hotel. Sensasi makan Mie di Pangkalpinang benar-benar tak ada duanya. Mie nya sendiri seperti mie biasa. Mie yang terbuat dari terigu berwarna kuning direbus diberi kuah yang katanya kuah ini adalah kuah dari ikan yang diberi bumbu. Penyajian Mie Koba sepeti Mie ayam yang biasa aku makan bedanya mie Koba dicampur dengan toge rebus tanpa ayam yang jadi topingnya. Pengganti ayam adalah bawang goreng yang lumayan menutupi mie. Kata penjualnya paling nikmat makan Mie Koba dengan cucuran jeruk limo sebagai cukanya dan telur rebus. Wah benar-benar nikmat bangettt deh.
 Simak yuk foto-foto kami.



Thursday, October 2, 2014


RUMAH NENEK DI LUBUK SEKETI LAHAT


PuLaNg KamPung Yukk


Kali ini ceritaku tentang "Pulang Kampung" lebaran ke dusun Bapak dan Mama di Lahat. Setelah 30 tahun, akhirnya aku dan semua saudara plus anak-anakku dan ponakan, melangkahkan kaki ke tempat kelahiran orangtuaku. Sebenarnya rencana 'Pulang Kampung", sehabis aku menunaikan haji atau tahun 2016. Namun, bapak yang sebelum Ramadhan sakit dan dirawat di ICU Harapan Kita, selama satu minggu, meminta bila ia sehat untuk "Pulang kampung". Permintaan yang sungguh luar biasa mengingat, aku dan adik-adik belum mempersiapkan materi atau bekal untuk pulkam.
Akhirnya rencana besar untuk Pulkam pun aku rundingkan bersama adikku Ita dan Budi. Kakakku Ida tidak kami libatkan karena ia pastinya tidak bisa secara materi (ia dapat tugas menjaga rumah orangtuaku). Diputuskanlah kalau bapak akan naik pesawat dan bersamaku. Bapak senang sekali dengan rembukan kami ini, mulailah aku browsing mencari tiket pesawat (tentunya dengan harga yang murah dong). Bapak hanya mau naik "Garuda" (aduh kebayang dong tiket yang harus dikeluarkan di hari "Lebaran" pula). Alhamdulillah tiket Garuda seharga Rp 1.480 ribu /orang, aku dapatkan. senangnya bapak ketika sepulang kerja kusodorkan tiket pulang kampung naik "Garuda" terbayarlah semua lelah, penat, bokek, karna kocek berkurang  untuk mewujudkan semua keinginan bapak (apapun untuk Bapak). Masih terbayang bagaimana bapak di ruang ICU, malah kami tadinya merasa tak akan berjumpa lagi dengan bapak.
Sebelum Ramadhan Bapak dirawat di ICU Harapan Kita

Selfi dengan Bapak di pesawat

Senangnya Bapak di Pesawat
(Garuda yah pak)

Menunggu waktu Pulkam, rasanya lama sekali buat Bapak. Setiap hari Bapak menunggu sambil selalu bercerita dengan semua cucunya tentang masa kecilnya di kampung tercinta. Sepanjang Ramadhan cerita kami sekeluarga adalah "PULKAM".
Akhirnya penantian panjang pun usai sudah. Hari pertama lebaran Iedul Fitri, rombongan pertama yang menggunakan dua mobil berangkat hari itu pagi itu 28 Agustus seusai sholat Ied. Mobil pertama adalah mobilku, dan mobil kedua adikku.  Bismillah berangkat rombongan pertama, tinggallah aku dan Bapak di rumah karena kami akan berangkat besok menggunakan pesawat. Esoknya 29 Agustus 2014 aku dan Bapak pun berangkat. Bapak sudah tak sabar deh, pagi-pagi dengan setelan yang aku samakan (pakai pink dong) sudah siap dengan semua perabotannya. Aku bilang kita akan makan di bandara. Duh senangnya Bapak.
                                           Makan gratis di Citi Bank Privilege

Sampai di  Palembang , adik sepupuku Izwan sudah menjemput di bandara Soeltan Badarudin II. Malam itu kami menginap di rumah adik Bapak, mamang Ibrahim di daerah Rs Siti Khodijah. Pagi-pagi kami sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ke Lahat (kota kabupaten yang dekat dengan kampung).  Jarak Palembang Lahat bila ditempuh dengan mobil pribadi + 6 jam. Yah lumayanlah buat Bapak (tapi Bapak terlihat senang tuh), aku sempat khawatir Bapak tidak kuat mengingat kondisi jarak yang ditempuh. Ada sebuah bukit yang selalu dilalui bila akan ke Lahat. Namanya bukit tunjuk, Dulu waktu kecil, nenek selalu cerita kisah bukit tunjuk. Kisah Si pahit Lidah (legenda palembang). Bukit itu yang menandakan kami sudah akan sampai ke kota Lahat. Sebelumnya rombongan aku dan Bapak yang naik mobil adik sepupuku Dahlan bersama adik Bapak, Mang Rahim dan Bibi  Cik Imah (adik Bapak juga) akan bertemu rombongan adik2 ku dan anak2 ku di rumah kakak sepupuku Ayuk Darmi di daerah Muara Enim. Jadilah pukul 14 waktu Muara Enim kami berjumpa di rumah Ayuk Darmi (mantan Camat). Lengkaplah rombongan Balek Dusun. Senangnya hari ini.
                                          Bukit Tunjuk bersama kedua buah hati

Dusun atau kampung pertama yang akan kami sambangi adalah Dusun SP. Dusun ini adalah dusun orang atau dusun adik sepupu Mamahku. Dusun mamahku sendiri namanya tanjung Bindu dekat juga dengan Dusun SP. Setelah rombongan berkumpul semua akhirnya kami putuskan setelah ini mampir dulu di kota Lahat di rumah Ayu Sus. Bapak akan istirahat sedangkan kami melanjutkan ke dusun mamah di SP. 
Malam itu kami menginap di dusun SP sambil menyusun rencana untuk esok hari, syukuran bahwa kami datang ke dusun setelah sekian lama. Mamah terpaksa mengadakan syukuran di dusun SP bukan dusun tempat mamah dilahirkan yaitu Tanjung Bindu, karena di Tanjung Bindu Mamah sudah tidak punya keluarga. Keluarga mamah sudah pindah atau bahasa setempat 'ngaleh' ke dusun SP (belakangan mamah menemukan saudara sepupunya yang ternyata masih ada di dusun Tanjung Bindu). 

Wednesday, May 21, 2014

BAPAKKU INSPIRASI HIDUP

Bapak dan Aku

Sudah lama jari ini ingin menulis tentang Bapak", orang yang menjadi motivator dalam hidupku. Masih aku ingat ketika Bapak masih bekerja sebagai Polisi, waktu itu usiaku masih remaja SMP kelas 2. Aku hobi berpetualang dengan beberapa teman, liburan sekolah kami berencana naik gunung salak dan kemping di lembahnya. Hebatnya Bapak memperbolehkan aku ikut haking walau dia tahu teman-temanku yang berangkat semuanya laki-laki. Hanya ada aku dan seorang teman wanita. Kata Bapak waktu itu biar aku kuat dan juga Bapak percaya padaku. Kepercayaan yang tidak aku sia-siakan. Lagi pula Bapak tahu dengan siapa aku berteman (waktu aku remaja, teman-temanku kebanyakan laki-laki, malah teman dan guru bilang aku tomboy). Pesan Bapak pulang harus tepat waktu, aku ijin lima hari maka harus pulang dengan waktu yang diijinkan.
Namun, waktu yang dijanjikan aku langgar, karena keenakan berkemah aku lupa waktu lebih satu hari. Alasan yang aku bilang ke Bapak waktu itu "Maaf Pak keretanya mogok pecah ban" hahahahahahah. Kalau ingat jadi lucu mana ada kereta mogok dan pecah ban, memang mobil!!!. Bapak yang saat itu baru pulang kerja masih lengkap pakaian polisi dan pistol yang dia letakkan di atas meja, Bapak menatapku cukup dua kata "SENI ASIATI'. Kalau sudah begitu aku tahu Bapak marah. Dengan menunduk aku ceritakan keterlambatan aku pulang. Bapak tidak marah tapi menghukumku untuk menuliskan pengalaman selama kemping di gunung salak dalam satu buku!! (belakangan hukuman Bapak ini membuatku jadi senang menulis)
Masa remajaku hampir hilang ketika aku memutuskan menjadi pemain sinetron katanya sih nanti jadi artis di TVRI (dulu hanya ada TVRI). Setiap pulang sekolah aku buru-buru ke TVRI untuk rekaman. Bapak mengijinkan dengan satu syarat raportku tidak kebakaran dan aku hatus berprestasi. Makanya ketika teman-teman bermain di jam istirahat aku sibuk mencatat dan TIDUR. yah karena kurang tidur harus rekaman dan pulang malam aku selalu kekurangan waktu tidur.
Pegalaman di SMA ini membuatku kehilangan indahnya masa SMA (artis tidak jadi eh pengalaman indah hilang). Kutinggalkan masa SMA, tadinya aku mau jadi dokter tapi ketika niat aku utarakan Bapak bilang : Gaji Bapak tidak cukup untuk kamu kuliah di kadokteran. malah Bapak menyarankan aku jadi GURU. Kata Bapak aku pantas jadi GURU karena aku suka sekali bicara dan mengajarkan teman. Mulanya terpaksa aku ikuti saran Bapak, namun ternyata pilihan Bapak tidak salah. Ketika teman-teman masih sibuk mencari pekerjaan aku sudah mengajar di SMA swasta waktu itu usiaku masih 19 tahun. Aku pun langsung diangkat menjadi PNS sebelum ijazah S1 aku terima.
Bapak dan aku seperti mata uang bersisian. semua suka dan dukaku Bapak lebih tahu dibandingkan pendampingku. Banyak ceritaku bersama Bapak, orang yang hadir dan menjadi motivatorku

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...