Wednesday, November 23, 2011

MATERI POWER POINT BAHASA INDONESIA


Bahan ajar yang disajikan dalam power point ini adalah bahan ajar yang saya gunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam memahami mata kuliah dasar umum bahasa Indonesia. Bahan ajar ini adalah referensi dari beberapa sumber yang saya ambil dari buku referensi bahasa Indonesia maupun hasil browsing. Semoga bermanfaat untuk memahami mata kuliah bahasa Indonesia. Mohon kritik dan sarannya, bila ada saran pertanyaan sialkahkan kirim ke komentar Insyaallah akan saya jawab semampu saya.SILAHKAN DIBACA  dengan mengklik materi yang dinginkan!
KALIMAT DAN PARAGRAF

SEJARAH DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
4. Morfem

MENULIS
1. Karya Tulis Ilmiah
2. Proposal
3. Laporan

BERBICARA
1. Presentasi Ilmiah
2. Wawancara
3. Pidato


Sunday, November 13, 2011

MODUL BAHASA INDONESIA PERGURUAN TINGGI

MODUL PENERBITAN
Mata kuliah bahasa Indonesia di jurusan penerbitan  mengajarkan tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, Fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia, Ejaan bahasa Indonesia, Penggunaan kalimat efektif, kalimat baku serta pemakaa. Modul ini adalah modul uang saya gunakan untuk kalangan sendiri di lingkungan Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta tahun 2011. Referensi utama yang saya ambil dari buku "Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi " penulis Prof. E.Zaenal Arifin dan Amran Tasai dan beberapa sumber dari google serta buku praktis Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa yang kini berganti nama menjadi Badan Bahasa.

Modul Fotografi ini menguraikan tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia, dan penggunaan bahasa dalam bidang fotografi. 


MODUL BROADCAST
Program studi broadcast adalah program baru di POLITEKNIK MEDIA KREATIF JAKARTA.Program studi ini masuk dalam Jurusan Penerbitan. Sebenarnya mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah Dasar untuk mahasiswa perguruan tinggi. Pada intinya materi yang diajarkan hampir sama dengan program studi lainnya.

ketiga modul ini bisa di download dan diperbanyak agar ilmu yang ada dapat berkembang. Semoga sukses dalam menjunjung tinggi bahasa Indoensia sebagai wujud dari perjuangan para pemuda 28 Oktober 1928.

Friday, October 14, 2011

SEJARAH BAHASA INDONESIA

Mari belajar dan tahu bagaimana Sejarah Bahasa Indonesia



Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap “lahir” atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.

Sejarah bahasa Indonesia dimulai dari awal mula penggunaan bahasa Indonesia yang dipakai di daerah Sumatera Selatan atau pada masa Kerajaan Sriwijaya. Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara. Pada masa kerajaan Sriwijaya,  bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa kenegaraan dan dipergunakan di daerah Sumatera Selatan dan sekitarnya, dan bahasa komunikasi penting antara penduduk sekitar dan para pedagang yang khusus datang untuk bertransaksi . Hal ini diketahui dari empat prasasti yang d ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu

Penemuan beberapa prasasti sebagai bukti penggunaan bahasa Melayu :
  1. Prasasti Kedukan Bukit di Palembang , tahun 683 M
  2. Prasasti Talang Tuo di Palembang, tahun 686 M
  3. Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat, tahun 686 M
  4. Prasasti Karang brahi antara Jambi dan Sungai Musi Palembang, tahun 688 M
Para pedagang yang berasal dari Arab, Cina, maupun Gujarat India yang berniaga terpaksa menggunakan bahasa Melayu, walaupun kurang sempurna. Hal ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal, yang secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti.
Penemuan prasasti berbahasa Melayu Kuno di Jawa Tengah (berangka tahun abad ke-9) dan di dekat Bogor (Prasasti Bogor) dari abad ke-10 menunjukkan adanya penyebaran penggunaan bahasa ini di Pulau Jawa. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila, Pulau Luzon, berangka tahun 900 Masehi juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.
Funsi bahasa Melayu pada masa Kerajaan Sriwijaya :
  1. Sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra
  2. Sebagai bahasa perhubungan (Lingua Franca) antarsuku di Indonesia
  3. Sebagai bahasa perdagangan, terutama di sepanjang pantai baik suku yang ada di Indonesia maupun bagi pedagang-pedagang yang datang dari luar Indonesia
  4. Sebagai bahasa resmi kerajaan
Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bentuk resmi bahasa Melayu karena dipakai oleh Kesultanan Malaka, yang kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya. Bentuk bahasa ini lebih halus, penuh sindiran, dan tidak seekspresif Bahasa Melayu Pasar.
Pada akhir abad ke-19 pemerintah kolonial Hindia-Belanda melihat bahwa bahasa Melayu (Tinggi) dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi. Promosi bahasa Melayu dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Pada periode ini mulai terbentuklah "bahasa Indonesia" yang secara perlahan terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau Johor.
Pada awal abad ke-20, bahasa Melayu pecah menjadi dua. Di tahun 1901, Indonesia di bawah Belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen sedangkan pada tahun 1904 Malaysia di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson.
Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : "Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan." Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu. Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Namun demikian, bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di surat kabar, media elektronika, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Wednesday, October 12, 2011

KALIMAT

Mata Kuliah    : Bahasa Indonesia
Semester        :  I (Satu)

Pola Dasar Kalimat
S               P
Adik     Membaca

Silahkan mendownload materi KALIMAT

Monday, September 12, 2011

WISATA GARUT YANG MEMPESONA



Liburan Iedul Fitri 1432 H kali ini ada tangis yang menyertai keberangkatan kami. Maklum sebelum berangkat sempat terjadi insiden yang tidak enak dari  aku dan suamiku. Insiden yang harusnya tidak terjadi bila suamiku mau bersabatr dan jujur.
Yah sudahlah yang ada akhirnya tepat hari Senin, 5 Sepetember 2011 pukul 14.00 kami berangkat menuju Garut lewat Tol Cipularang. Memasuki tol Cipularang ada rasa was-was akibat pemberitaan Km 97 yang menewaskan istri selebritis terkenal. Doa aku panjatkan agar kami walaupun pergi dengan rasa tak nyaman bisa selamat sampai tujuan. Lalu lintas tidak ramai maklum orang yang mudik sudah balik semua atau bahkan ada juga sisa-sisanya.
Sampai kota Bandung pukul 16.00 Wib, lewat dikitlah lumayan keluar Tol Cileunyi menuju Nagreg jalan masih lengang dan sudah terasa sejuk adem dan nyaman, terasa udara pegunungannya. Menuju Nagreg jalan mulai tersendat namun masih bisa dilalui 60 km perjam. Memasuki wilayah Garut mulailah kemacetan di sepanjang jalan raya menuju kota Garut. Mobil yang kami tumpangi tersendat hanya 10 detik jalan diam kembali. Hotel yang sudah aku boking belum jelas ada di wilayah mana. Setelah bertanya sana sini akhirnya hotel Agusta di daerah Cipanas Garut terlihat. Anakku Raynaldi yang sudah sibuk dari awal perjalanan terlihat riang.
Kamar yang kami tempati ada di lantai 1 tepat di sebelah kolam renang. Namun, airnya dingin menusuk tulang apalagi hari sudah pukul 17.35. anakku yang bersemangat akhirnya memutuskan akan berenang besok pagi apalagi badan lelah setelah menempuh perjalanan 6 jam. Dua ekstra bed aku pesan untuk anakku Natasha, Raynaldi dan keponakanku Reza cukuplah. Malam itu menu kami Pop Mie dan sambel teri yang kami bawa dari rumah. Lumayan hangatkan perut dan kenyang. Di pinggir kolam renang kami habiskan waktu malam itu apalagi anakku Natasha senang sekali setelah tahu hotel Agusta memiliki sarana Wifi. Sampai malam ia dan Reza browsing internet. Rasanya kemarahan tadi pagi berlahan menguap dengan dinginnya udara Garut. Semoga kebersamaan ini bukan ilusi dan fatamorgana saja.
Sarapan dengan nasi goreng tandas di perut anak-anakku. Hari ini kami akan menghabiskan waktu menjelajahi Garut dan sekitarnya. Tujuan pertama ke Situ Cangkuang dan Candi Cangkuang. Setelah bertanya sana-sini akhirnya objek wisata di daerah Leles Garut bisa kami kunjungi. Memasuki objek wisata tersebut jalan yang kami lewati kecil dan belum beraspal bagus. Kira-kira 5 Km dari jalan raya Garut kawasan wisata ini bisa dicapai. Masuk obejek wisata satu orang dikenakan biaya 5 ribu  dan untuk mencapai candi rasanya harus hati-hati dengan akal licik para penjaja rakit
Hati-hati dengan gaya menipu mereka. Pada awal kami berangkat menggunkan rakit mereka meminta upah satu orang Rp 4000, katanya kalau mau berangkat harus 30 orang yang artinya kami harus membayar Rp 120.000. Karena masih pagi aku putuskan menunggu sajalah toh tidak lama. Satu persatu penumpang rakit mulai naik. Akhirnya karena situasi tidak ramai rakit kami berangkat dengan jumlah penumpang 17 orang. Sampai di Candi, ketika aku sodorkan ongkos katanya nanti saja tinggal menghapalkan nomor rakitnya. Nah waktu pulang karena tidak berbarengan tukang rakit seenaknya saja menaikkan tarif, katanya kalau tidak mau yah tunggu saja. BT ga, kalau menunggu lagi kan kebutuhan dan keperluan berbeda, mungkin yang lain masih asyik kongkow-kongkow. Kami akan melanjutkan perjalanan lagi nih. Akhirnya dengan jengkel kusanggupi memabayar Rp 10.000 satu orang.
Sampai di seberang situ atau di candi, berkelilinglah kami., bukan untuk melihat lokasi candi tapi mencari jalan masuk candi. Lumayan jauh, kita harus memasuki kampung Pulo. Menurut penduduk setempat kampung Pulo adalah pemukiman para keturunan penjaga candi. namun ada yang unik hanya boleh 6 rumah dan 6 keluarga saja dari keturunan yang perempuan. warna rumah cat putih dan sama bentuk rumahnya.
Masjid Kampung Pulo
Candi Cangkuang hanya satu itu pun tidak besar atau wah.. seperti candi-candi di Jawa seperti Prambanan, Borobudur, atau candi sewu. 
Candi Cangkuang yang sorangan wae

Pukul 13.00 kami lanjutkan perjalanan, rencana akan menuju situ Bagendit, masih di wilayah Garut hanya berbeda kecamatan saja. Bila ingin tidak dihadang kemacetan dari jalan raya Garut menuju kota Garut, lewat kampung saja atau dari Candi Cangkuang belok kanan. Jalannya memang kurang bagus alias tidak mulus. Masih berbatu dan berdebu, bila musim panas debu beterbangan kemana-mana kalau naik motor tidak pakai penutup niscaya muka kita penuh debu. Mobil kami saja bentuknya sudah tidak karuan penuh debu.
Perjalanan tidak begitulama hanya 30 menit sampailah kami di situ Bagendit. Dengan modal legenda yang aku dengar, anakku antusias ingin ke tengah situ yang katanya banyak ikan mujair Nila dan gabusnya.
Sama dengan masuk area candi cangkuang, di Situ Bagendit karcis masuk Rp 5000 perorang. Para penjual gorengan, minuman, makanan bertebaran di pinggir situ membuat kawasan itu kumuh sekali.
untuk ke tengah situ kita bisa menyewa rakit angsa yang perlu tenaga goesan dengan harga sewa Rp 15.00 per 30 menit atau menyewa rakit bambu yang sama dengan yang di candi Cangkuan hanya lebih murah yaitu Rp 30.000 sepuasnya. Di tengah situ kita bisa merapat ek warung-warung yang memang disediakan oleh pengelola. warung tersebut menjual makanan gorengan, bakwan, ubi, singkong , makanan ringan, minuman air kelapa yang dihidangkan dengan batoknya dan juga bila kita berniat makan dengan menu ikan ada ikan segar yang bisa dibwa pulang.
Di Situ Bagendit hanya 30 menit setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Curug Orok atau masyarakat sekita menyebutnya CO. Lumayanlah dengan modal tanya sana-sini dan dijawab dengan bahasa setempat alias bahasa Sunda, sampai juga kami di CO. Curug Orog peninggalan kerajaan Kahuripan, memang sungguh indah dan sejuk sekali. Curug yang berjumlah tiga ternyata menyimpan cerita sendiri-sendiri. Konon kabarnya bila kita mandi atau minum air dari curug orok katanya akan menyembuhkan penyakit, Wallahualam belive or not up to you. Aku sempat meminum air curug tersebut bukan ingin menguji kepercayaan tapi ingin merasakan segarnya air pegunungan langsung. Air tersebut benar-benar segar dan agak manis.
Sore hari walaupun anak-anakku masih ingin berlama-lama di curug orok, namun karena kabut mulai turun akhirnya kami kembali ke hotel.
Hari ini tanggal 6 September 2011 atau tepat 17 tahun ulang tahun perkawinan kami. Walau suamiku belum memberikan kebahagiaan dan kesenangan untuk hidupku, namun aku yakin suatu saat ia menyadari betapa berharganya aku, istrinya yang ia nikahi 17 tahun yang lalu. Untuk merayakan kami memilih sebuah rumah makan yang tentu saja bagus dan nyaman serta makananya enak. Restoran Cibiuk yang terkenal dengan sambalnya dan Chocodot atai choklat isi dodol, jadi pilihan kami.
Menu yang dipilih adalah gurame goreng pedas khas Cibiuk, soto, ayam bakar dan tentu saja sambal khas cibiuk. Menu komplit yang ternyata belum nendang tuh, Kata anakku Raynaldi sambalnya kurang pedas, ayamnya cungkring alias kecil banget. Sampai makanan kami habis menu yang dipesan Natasha anakku belum datang yaitu gurame goreng pedas.Akhirnya datang juga tuhgurame, besar dan menggoda. Menu yang pas dan mantaps... tandas tinggal tulang saja yang tanpa kriuk.
Hari itu penuh kesan, diulangtahun perkawinan kami yang ke-17, mudah-mudahan tidak ada lagi aral yang merintangi hidup kami ke depan. Pulang ke hotel dengan perut kenyang tinggal tidur, esok aktivitas menjelajahi kota Bandung siap kami lakukan.
Pagi Rabu, 7 September 2011 pukul 09.00 kami sudah bersiap untuk cek out dari hotel Agusta. biaya yang harus aku keluarkan Rp 800.00 dengan rincian sewa kamar dua malam Rp 500 .000 ekstra bed  dua buah untuk dua malam Rp 300.000. Cukup murah untuk kenyamanan dan liburan yang menyenangkan. Bismillah mobil kami meluncur pulang untuk melanjutkan ke Bandung, maunya melihat sentral sepatu di Cibaduyut, namun kekecewaan yang ada karena tak seperti yang diharapkan kumuh dan kusam.
Karena tak ada yang bisa diharapkan kami lanjutkan ke Cihampelas dengan tujuan dari Factory Outlet, karena anakku Raynaldi ingin membeli kaos bergambar The Beatles band kesayangannya. Setelah putar-sana , tanya sini akhirnya dapat juga baju dan celana dengan harga kaos Rp 50.000 dan celana pensil Rp 189.000. Yah akhirnya pulang juga dengan bawaan segunug oleh-oleh dan baju kotor. Tidak enak kalau mobil pinjaman, aku dan ekdua anakku harus turun di jalan untuk melanjutkan pulang sementara suamiku memulangkan mobil.



Monday, August 8, 2011

LOMBA KEBERHASILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TINGKAT NASIONAL TAHUN 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACAKAN TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMPN 266 JAKARTA DENGAN MULTIMEDIA BERBASIS IT CAMTASIA STUDIO

Kali ini aku harus ikut dan harus menang VINI VIDI VICI, akhirnya setelah dari tahun 2008 - 2010 aku tidak ikut karena keterbatasan informasi. PTK ini mulanya aku persiapkan untuk ikut Guru Prestasi, tapi karena tidak lolos untuk presentasi akhirnya aku ikutkan LKGDP 2011. Niat tulus untuk dunia pendidikan maunya terwujud walau dengan penelitian sederhana.
Mulai Browsing baca and beli buku ke Gramedia tahap pertama lakukan Uji survey. Kata Pengantar pasti siap kan tinggal contek yang sudah-sudah.Persiapkan Lembar Kerja Siswa dalam Camtasia Studio. Media ini aku ambil karena aku yakin belum semua guru memakainya dalam pembelajaran, semoga kerja lelahku kali ini bisa menorehkan prestasi.
Walaupun masih lama persiapan untuk masuk Finalis aku siapkan dalam bentuk presentasi, ini semua menuju PEMENANG. Semoga Tuhan mendengar doaku dan perjuanganku kali ini , amien. Akan kuukir prestasi hingga hayat dikandung badan sebagai motivator untuk buah hati dan keturunanku.

Wednesday, August 3, 2011

PILOTING RUMAH BELAJAR KEMDIKNAS




Awalnya seorang teman mengajak untuk mau ditugaskan mengikuti pelatihan yang diadakan Depdiknas Pustekkom (Tanks yah MR.P). Karena ada iming-iming pelatihan yang berhubungan dengan IT tentu saja dengan suka cita aku terima. 
Senin, 25 Juli 2011 pagi pukul 8.00 aku pastikan keberangkatan kami pada temanku Mr P, setelah yakin persiapan pertama membuat tugas untuk siswa yang aku tinggalkan selama 3 hari. Pukul 14.30 dengan menggunakan mobil Inova milik Mr.P kami meluncur ke hotel tempat menginap. Melewati tol JORR mobil keluar di Bogor setelah bertanya sana sini tepat pukul 16.15 atau lebih, hotel Permata tempat pelatihan ada di sebelah kanan jalan. Lumayan untuk ukuran seorang guru menginap di hotel berkelas seperti ini.


Ketika kuintip harga menginap wah mahal juga Rp 440.000 untuk satu malam kamar ukuran standar. Reservasi kamar aku dapat kamar 316 dan temanku Mr.P mendapat kamar 311 masih disatu lantai.
Ternyata di dalam kamar sudah ada seorang guru yang nanti akan menjadi teman tidurku. Namanya Wiwi seorang guru di SMP swasta. Masih gadis dan asli Pandeglang, wajahnya manis dengan rambut panjangnya yang hitam ikal. Untung aku dapat teman kamar yang asyik jadi tidak BT juga menghabiskan waktu di pelatihan ini.



Waktu masih pukul 17.00 sedangkan acara pembukaan masih lama pukul 19.00, jadi sore itu walau belum mandi aku dan Wiwi menyusuri jalan Pajajaran sekitar hotel mencari makanan untuk berbuka. Yah Wiwi sedang Shaum, jadi malu nih Wi. Tidak jauh dari hotel ada sebuah Mall yang sudah ditinggalkan namanya Mall Pangranggo, tidak terurus bangunan yang megah itu sudah mulai kusam, kaca jendela yang sudah banyak retak dan pecah di sana sini. Di sebelah ada jalan kecil dan ada seorang penjual yang ramai dikunjungi pembeli. Karena penarasan kami dekati ternyata penjual CIMOL. Sejenis makanan Jawa Barat yang terbuat dari aci atau sagu yang dibentuk bulat dan digoreng. Hanya diberi variasi dikit dengan tambahan rasa keju pedas dan manis yang boleh sesuakanya diberikan oleh pembeli. Karena aku tidak berpuasa jadi aku coba satu, lumayan tapi rasanya kebanyakan penyedap rasa deh.
Kembali ke hotel bersiap untuk mengikuti pembukaan pelatihan yang dijadwal pukul 19.00.

Sebelumnya Lunc dulu di resto hotel suasana yang resik bersi dengan meja persegi dan ada juga kursi mebel (yang ini aku paling suka habis empuk sih), menunya gurame asam manis, sop, dan teman2nya ehmmm yummy lumayan perbaikan gizi disajikan secara prasmanan. Namun apalah daya kalau orang Indonesia yang membuat acara baru pukul 20.00 pembukaan dilaksanakan. Acara dibuka oleh kepal PUSTEKKOM bapak Ari, sekaligus memberitahukana tujuan diselenggarakan pelatihan ini. Ternyata para peserta yang harusnya berjumlah 40 orang berkurang menjadi 34 orang (mungkin malas kali yah harus meninggalkan pekerjaan dan terutama keluarga), kami diberi arahan membuat e-RPP atau RPP yang sudah ada link baik bahan ajar, materi maupun soal-soal. Sayangnya waktu untuk membuat hanya 1 hari, untungnya aku sering sekali ngeblog jadi link aku sampirkan ke blogku dan beberapa hasil browing di youtube.Saking asyiknya membuat e-RPP rekan peserta sampai lupa kalu waktu sudah larut, ruangan harus dikosongkan. Karena banyak yang penasaran mereka pindah ke ruang lobby atau kamar yang bawa modem. aku sendiri sudah lelah banget jadi kutinggalkan Wiwi dengan aktivitasnya untuk Bobo.

Pagi hari ketiga setelah presentasi masing-masing mata pelajaran kami cekout dari hotel. Karena aku sudah ditunggu di Majalah Pesona maka aku mohon Mr.P mengantarkan (eh baik banget sih kamu fren), mana macet harus tanya sana sini cari alamat akhirnya pukul 14.30 aku tiba di majalah Pesona (tunggu kisahku dan Pesona yah)



Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...