Thursday, September 6, 2012

PASCASARJANA UNTUK GURU INDONESIA

Semester 3 di UI nya Indra


Tulisan ini seperti halnya tulisan lain adalah pengalaman untuk saya bagikan pada semua teman khususnya guru dan juga pembaca blog saya. Harapan di hati, tulisan ini bisa berguna apalagi seiring pemasukan sertifikasi (ha...haa..haa), guru perlu meningkatkan profesionalismenya.


Alhamdulillah, tidak terasa sudah semester ketiga. Kegiatan rutin setiap hari Sabtu yang aku lakukan dari pukul 08.00 - 16.00 untuk mencoba menambah ilmu dan gelar… he..he..he.  Perjalanan Cilincing - Tanjung Barat alias rumahku ke kampus UNINDRA, awalnya memang melelahkan, namun seiring berjalannya waktu rasanya aku memang membutuhkan tambahan wawasan, bayangkan saja ternyata ilmu linguistik, sosiolinguistik yang aku terima di semester sebelumnya ternyata masih kurang. Semester 3 ini Psikolinguistik aku pelajari dengan dosen linguistik sewaktu di semester 1 lalu yaitu Prof. Dr. Basuki Suhardi, seorang pakar linguistik yang mumpuni.
Selain itu bertemu kembali dengan ibu Dr.Hj.Juniar Aji yang mengantarkan matakuliah Desain Kurikulum, alamak apa lagi nih masa kurikulum yang penting diajarkan oleh orang yang kurang menguasai, mau dibawa kemana ni gelar master nanti masa setengah mateng. Yah, apa mau dikata walaupun kurang namun ibu Juniar memberi ruang kepada kami untuk mencari bersama alias sharing tentang kurikulum bahasa.
Dosen ketiga menjadi dosen yang merangkap 2 mata kuliah yakni Dr.E.Zaenal Arifin, semester ini beliau mengajar mata kuliah Kajian wacana dan Seminar. Nah, kalau dosen yang satu ini pas ketika mengajarkan mata kuliah Kajian Wacana, untuk Seminar kayaknya karena karena kurang konsep maka kami langsung ke praktik presentasi seminar tesis yang akan kami ajukan nanti. Selama satu semester setiap Sabtu ada 2 orang teman maju untuk presentasi seminar, bersama-sama kami bahas mulai judul perumusan masalah hingga hipotesis. Walaupun agaknya kurang sreg dengan metode mengajar beliau tentang seminar, namun aku berharap mata kuliah seminar bisa aku terima dengan baik. Dosen terakhir adalah Direktur Pascasarjana yaitu Dr. Suparman, beliau mengajar Aplikasi Komputer, mata kuliah ini mengajarkan bagaimana menggunakan SPSS dalam menghitung sample dan hasil akhir yang dicapai.
Semester 3 ini memang makin mendewasakan dan mengegokan masing-masing teman di kelas, sifat dan watak yang mulanya tidak muncul makin terlihat, semoga tidak memunculkan sentimen dan persaingan dalam perolehan nilai.
Kuliah di Unindra membuat warna tersendiri dalam mendewasakan diriku. Semoga apa yang aku terima akan berguna untukku dan anak-anak didikku nanti. Oh ya aku membuat perhitungan kalkulasi biaya kuliah loh rinciannya sebagai berikut (tidak termasuk buku-buku)
Semester 1
Formulir                    : Rp    200.000
SPP                          : Rp 2.000.000
Dana Pengembangan : Rp 3.500.000
UTS                         : Rp    150.000
US                           : Rp    240.000
Jumlah                      : Rp 6.090.000

Semester 2
Daftar ulang             : Rp    200.000
SPP                        : Rp 2.000.000
UTS                       : Rp     150.000
US                         : Rp     240.000
Jumlah                    : Rp 2.590.000

Semester 3
Daftar ulang            : Rp    200.000
SPP                       : Rp 2.000.000
UTS                      : Rp     150.000
US                        : Rp     240.000
Jumlah                   : Rp 2.590.000

Semester 4
Daftar ulang           : Rp    200.000
SPP                      : Rp 2.000.000
Bimbingan Tesis    : Rp 2.000.000
Jumlah                  : Rp 4.200.000

Jadi jumlah keseluruhan uang kuliah di Pascasarjana UNINDRA tahun 2011-2012 adalah..........................
(TOLONG ISIKAN YAH GA TEGA NIH ISINYA SOALNYA JADI BERTANYA ADAKAH YANG LEBIH MURAH DARI INI?????????)



Wednesday, June 6, 2012

Rekreasi dan Prestasi

Rekreasi diantara Prestasi


Kedua buah hatiku sudah selesai Ujian nasional anakku yang pertama Natasha Anissa lulus dari SMA nya dengan nilai yang sesuai dengan kemampuannya. walaupun untuk jalur undangan belum bisa diterima, namun setidaknya cukup membahagiakan bila ia dengan penuh semangat mau untuk emlanjutkan pendidikan yang tinggi.
anakku yang kedua Raynaldi Krista lulus dari SMP nya dengan hasil yang cukup juga. 

Thursday, January 26, 2012

BELAJAR DARI MUSIK INDIA

Ketika mengunjungi rumah kawan suamiku di daerah Depok Jawa Barat, terasa berbeda. Karena keluarga yang kami kunjungu adalah keluarga India 'Amarjid Singhn (salah kali yah tulisnya). Dua orang anakknya yang manis-manis Gurdip dan Hardip. Sambil bernostalgia kedua anak manis itu menyuguhkan hiburan musik India klasik. Setelah lama mendengarkan baru aku tahu bahwa yang mereka lantunkan adalah musik persembahan dalam ritual agama mereka, namun indah sekali.
Waktu makan siang sang ayah atau biasa mereka panggi Babuji menawarkan makanan siap saji yang diorder dari resto dekat rumah. Namanya bernostalgia, suamiku yang hobi makan Kwetiau memsan menu tersebut. Tuan rumah yang bertubuh tambun dan subur juga ikut memesan dengan catatan tidak pakai daging sapi (menurut kepercayaan mereka Hindu, sapi adalah binatang yang sangat dipuja) dan haram untuk dimakan.
Tidak berapa lama datanglah pesanan kami, namun tiba-tiba tuang rumah meradang karna pesanannya memakai daging sapi. Sambil membentak orang suruhan resto ia menyuruh mengganti makanan yang sudah sempat dia buka. Bagi Amarji dan keluarganya kepercayaan dan pantangan tak boleh dilanggar! Begitu pula dengan kita bukankah haram mengonsumsi Babi???

PASCA SARJANA SEMESTER II

Alhamdulillah tidak terasa sudah dua semester aku lewati di Pascasarjana Unindra. Pencapaian yang tidak memuaskan di semester 1 semoga menjadi pemacu untuk lebih baik di semester 2 ini. Berikut aku ceritakan sedikit dosen-dosen yang mengampu mata kuliah yang diajarkan di semester 2 program studi bahasa Indonesia (bukan maksud mendeskriditkan atau melayangkan pandangan negatif, namun hanya sebagai pendapat pribadi dari seorang mahasiswa kepada dosennya bila ada yang tersakiti atau tidak menerima saya mohon maaf) adalah :
1. Tes Pengukuran yang diajarkan oleh : DR.Hj. Juniar Aji
Dosen ini dulu di semester 1 mengajar Teori Sastra. Gaya mengajarnya yang santai tapi mantap dulu aku senang sekali  ketika dia mengajar Teori Sastra. namun, ketika di semester 2 ini Beliau mengajar mata kuliah Tes Pengukuran, susah sekali menerima ilmu dari Beliau. Setahuku Beliau pelaku sejarah "Sastra Rawamangun"  juga menguasai tentang sastra, jadi ketika mengajarkan apa yang bukan bidangnya maka akan terasa hambar dan omong kosong. Rekan-rekan di kelas sudah menyampaikan keluhan pada sekretariat, namun karena sudah memasuki perkuliahan efektif maka sesal kami belum terealisasi. Setiap perkuliahan ada saja buku yang harus kami beli, bila sudah dibeli perkuliahan berikutnya tidak disentuh-sentuh malah akan ada lagi buku baru yang diperbincangkan. Total buku yang telah kami beli ada 6 buah buku WAH.... Bangkrut nih.
2. Metodologi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dosen pengampu : Prof. DR. H. Achmad H.P.
Wah kalau yang ini benar-benar Inggris Minded deh. Semua buku yang beliau referensikan berbahasa Inggris. Waktu perkuliahan habis hanya untuk menerjemahkan isi buku. Memang luar biasa tegang, stres, pusing bila perkuliahan ini dimulai (maksud Beliau baik sih mengajarkan bahasa Inggris secara tidak langsung karena S2 memang harusnya sudah menguasai bahasa Inggris). Belum lagi bila hasil terjemahan kami salah dan kami ada sedikit canda atau bicara dengan teman, Beliau langsung saja menghardik. Ibarat kata perlakuan Beliau kepada kami layaknya kami ini anak-anak saja bukan sebagai pribadi yang dewasa. Padahal tangannya sudah bergetar tanda pernah mengalami stroke, awas Prof,. jangan suka  marah-marah nanti anfal lagi kan bahaya.
3. Membaca dan Menulis, dosen pengampu : Prof.DR.H.Achmad HP
Idem dengan pendapat mata kuliah di atas, karena pengajarnya sama tuh. Untungnya waktu perkulihan yang seharusnya sampai pukul 14.00 dimajukan oleh Beliau jadi pukul 13.00. Setiap perkuliahan berlangsung selain tegang, stres, juga LAPARRRR melanda seisi kelas. Beliau mengatur jadwal seperti itu karena harus mengajar di tempat lain. Kami senang-senang saja karena suasana stres tidak berlangsung lamaaa.... (seperti siswa saja yah, mudah-mudahan siswaku tidak ada yang seperti itu)
4. Sosiolingustik dosen pengampu DR.E.Zaenal Arifin
Dosen yang satu ini made in Tasikmalaya orang Badan Bahasa, jadi enak sekali penyajiannya. Selain ramah dan suka berguyo, dosen ini juga tidak pelit untuk berbagi ilmu bahasa dan informasi. Sayangnya Beliau tidak memberikan satu pun referensi yang bisa dijadikan acuan untuk menerima informasi tambahan. Satu-satunya referensi yang ada hanya tulisan Beliau di Power Point. Aku menjadikannya buku untuk mempermudah mempelajari mata kuliah ini, ternyata banyak teman-teman yang suka hasil karyaku (aku sih senang-senang saja artinya usahaku tidak sia-sia).
5. Metode Penelitian dosen pengampu : Prof. DR.  H.Sumaryoto 
kalau yang ini sudah tidak diragukan lagi deh kemampuannya. Walau mata kuliahnya susah dan memusingkan, namun dengan gayanya beliau memberikan nasihat bahwa hidup ini jangan dibuat pusing. Masalah tesis lihat saja yang sudah ada dan ubahlah tahun penelitian pasti ahsilnya beda. (TOP MARKOTOP)
Seperti biasa aku selalu menyimpan hasil karyaku agar tidak menjadi hilang, rusak atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi TOLONG DIBANTU YAH

Wednesday, November 23, 2011

MATERI POWER POINT BAHASA INDONESIA


Bahan ajar yang disajikan dalam power point ini adalah bahan ajar yang saya gunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam memahami mata kuliah dasar umum bahasa Indonesia. Bahan ajar ini adalah referensi dari beberapa sumber yang saya ambil dari buku referensi bahasa Indonesia maupun hasil browsing. Semoga bermanfaat untuk memahami mata kuliah bahasa Indonesia. Mohon kritik dan sarannya, bila ada saran pertanyaan sialkahkan kirim ke komentar Insyaallah akan saya jawab semampu saya.SILAHKAN DIBACA  dengan mengklik materi yang dinginkan!
KALIMAT DAN PARAGRAF

SEJARAH DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
4. Morfem

MENULIS
1. Karya Tulis Ilmiah
2. Proposal
3. Laporan

BERBICARA
1. Presentasi Ilmiah
2. Wawancara
3. Pidato


Sunday, November 13, 2011

MODUL BAHASA INDONESIA PERGURUAN TINGGI

MODUL PENERBITAN
Mata kuliah bahasa Indonesia di jurusan penerbitan  mengajarkan tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, Fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia, Ejaan bahasa Indonesia, Penggunaan kalimat efektif, kalimat baku serta pemakaa. Modul ini adalah modul uang saya gunakan untuk kalangan sendiri di lingkungan Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta tahun 2011. Referensi utama yang saya ambil dari buku "Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi " penulis Prof. E.Zaenal Arifin dan Amran Tasai dan beberapa sumber dari google serta buku praktis Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa yang kini berganti nama menjadi Badan Bahasa.

Modul Fotografi ini menguraikan tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia, dan penggunaan bahasa dalam bidang fotografi. 


MODUL BROADCAST
Program studi broadcast adalah program baru di POLITEKNIK MEDIA KREATIF JAKARTA.Program studi ini masuk dalam Jurusan Penerbitan. Sebenarnya mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah Dasar untuk mahasiswa perguruan tinggi. Pada intinya materi yang diajarkan hampir sama dengan program studi lainnya.

ketiga modul ini bisa di download dan diperbanyak agar ilmu yang ada dapat berkembang. Semoga sukses dalam menjunjung tinggi bahasa Indoensia sebagai wujud dari perjuangan para pemuda 28 Oktober 1928.

Friday, October 14, 2011

SEJARAH BAHASA INDONESIA

Mari belajar dan tahu bagaimana Sejarah Bahasa Indonesia



Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap “lahir” atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.

Sejarah bahasa Indonesia dimulai dari awal mula penggunaan bahasa Indonesia yang dipakai di daerah Sumatera Selatan atau pada masa Kerajaan Sriwijaya. Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara. Pada masa kerajaan Sriwijaya,  bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa kenegaraan dan dipergunakan di daerah Sumatera Selatan dan sekitarnya, dan bahasa komunikasi penting antara penduduk sekitar dan para pedagang yang khusus datang untuk bertransaksi . Hal ini diketahui dari empat prasasti yang d ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu

Penemuan beberapa prasasti sebagai bukti penggunaan bahasa Melayu :
  1. Prasasti Kedukan Bukit di Palembang , tahun 683 M
  2. Prasasti Talang Tuo di Palembang, tahun 686 M
  3. Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat, tahun 686 M
  4. Prasasti Karang brahi antara Jambi dan Sungai Musi Palembang, tahun 688 M
Para pedagang yang berasal dari Arab, Cina, maupun Gujarat India yang berniaga terpaksa menggunakan bahasa Melayu, walaupun kurang sempurna. Hal ini melahirkan berbagai varian lokal dan temporal, yang secara umum dinamakan bahasa Melayu Pasar oleh para peneliti.
Penemuan prasasti berbahasa Melayu Kuno di Jawa Tengah (berangka tahun abad ke-9) dan di dekat Bogor (Prasasti Bogor) dari abad ke-10 menunjukkan adanya penyebaran penggunaan bahasa ini di Pulau Jawa. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila, Pulau Luzon, berangka tahun 900 Masehi juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.
Funsi bahasa Melayu pada masa Kerajaan Sriwijaya :
  1. Sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra
  2. Sebagai bahasa perhubungan (Lingua Franca) antarsuku di Indonesia
  3. Sebagai bahasa perdagangan, terutama di sepanjang pantai baik suku yang ada di Indonesia maupun bagi pedagang-pedagang yang datang dari luar Indonesia
  4. Sebagai bahasa resmi kerajaan
Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bentuk resmi bahasa Melayu karena dipakai oleh Kesultanan Malaka, yang kelak disebut sebagai bahasa Melayu Tinggi. Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Jawa, dan Semenanjung Malaya. Bentuk bahasa ini lebih halus, penuh sindiran, dan tidak seekspresif Bahasa Melayu Pasar.
Pada akhir abad ke-19 pemerintah kolonial Hindia-Belanda melihat bahwa bahasa Melayu (Tinggi) dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi. Promosi bahasa Melayu dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Pada periode ini mulai terbentuklah "bahasa Indonesia" yang secara perlahan terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau Johor.
Pada awal abad ke-20, bahasa Melayu pecah menjadi dua. Di tahun 1901, Indonesia di bawah Belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen sedangkan pada tahun 1904 Malaysia di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson.
Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : "Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan." Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu. Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Namun demikian, bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di surat kabar, media elektronika, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...