Wednesday, March 11, 2009

PELAJARAN SASTRA INDONESIA




AKSARA ARAB MELAYU
Pembelajaran Sastra Indonesia di SMA menempati mata pelajaran sendiri pada program Bahasa.Pelajaran bahasa Indonesia sendiri dikenalkan pada siswa mulai siswa duduk di bangku SD, dilanjutkan pada jenjang SMP. Pada dua jenjang ini sastra Indonesia menempati porsi yang sedikit sekitar 10%. Materi yang diajarkan lebih banyak mengenai sastra yang meliputi puisi, prosa, dan drama. Karena kurangnya materi berimbas pada keenganan siswa pada bacaan sastra.Nilai moral yang diajarkan dalam sastra menjadi kurang tergali. Pada jenjang SMA dibukanya program Bahasa pembelajaran Sastra Indonesia menempati porsi 100% untuk diajarkan pada siswa. Perbedaannya terletak pada kompetensi yang harus dicapai siswa. Analisis lebih mendalam dan lebih detai mengenai sastra Indonesia. Pada setiap kompetensi siswa dituntut untuk dapat menaganalisis dan berpikir kritis, logis, dan cermat terhadap bacaan sastra. Selain itu ada materi baru yang disematkan pada pelajaran Sastra Indonesia yaitu aksara Arab Melayu, yang biasa kita sebut Armel. Untuk guru mata pelajaran bahasa Indonesia, sarjana dari Fakulatas Bahasa dan Seni seperti saya bahkan mungkin seluruh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak ada mata kuliah Aksara Arab Melayu. Jadi ketika saya diberi tugas untuk mengajar mata pelajaran Sastra Indonesia di kelas program bahasa, harus ekstra mau belajar mengenal aksara Arab Melayu. Mulanya saya masih buta sama sekali mengajarkan Aksara Arab Melayu apalagi referensi atau buku pelajaran Sastra Indonesia tidak tersedia di toko buku manapun. Apa tidak layakkah buku pelajaran Sastra Indonesia berdiri sendiri tidak menyelip di buku pelajaran Bahasa Indonesia?. Untungnya saya mendapat bantuan dari Melayu Online, pengasuh Melayu online membantu saya dengan mengirimi saya CD mengajarkan aksara Arab Melayu.

PEMBELAJARAN AKSARA ARAB MELAYU

Aksara Arab banyak terdapat dalam naskah sastra lama. Naskah-naskah tersebut tersimpan di Museum Nasional. Pada saat ini huruf Arab Melayu sudah hampir punah. Padahal huruf tersebut pernah dipakai sebagai huruf di Indonesia. Naskah-naskah yang bertuliskan aksara Arab Melayu itu jumlahnya banyak sekali. Beberapa naskah yang dimaksudkan itu antara lain :
1. Hikayat Bayan Budiman
2. Hikayat Gulam
3. Hikayat Seribu Satu Malam
4. Hikayat Indra Maulana
5. Hikayat Hang Tuah
6. Hikayat pujangga Indra Majendra

Aksara Arab Melayu masih bisa kita jumpai dalam kitab-kitab yang diajarkan mengenai sebuah cerita rakyat. Biasanya pengasuh pondok pesantren memasukkan pelajaran ini untuk mengajarkan sastra lama, biasanya yang berlagu.
Pelestarian aksara Arab Melayu dengan pembelajaran mata pelajaran Sastra Indonesia perlu ditingkatkan. Salah satu cara yang paling tepat adalah membuka jurusan atau program bahasa pada jenjang SMA. Sayang untuk wilayah Jakarta Utara saja SMA yang membuka Program Bahasa hanya ada 5 sekolah, selain itu siswa yang berminat untuk masuk program ini terbilang sedikit. Selama tiga tahun semenjak program Bahasa dibuka di SMA Yappenda yang berminat masuk berkisar 20 - 25 orang. tahun ini saja lumayan banyak ada 26 siswa dan siswa-siswa saya memang benar-benar ingin belajar Sastra Indonesia dengan senang bukan terpaksa.
Pembelajaran Dasar Aksara Melayu
Ketika guru mulai mengajarkan Aksara Arab Melayu, terlebih dahulu siswa disiapkan untuk mengenal aksara Arab. Modal utama tersebut akan memudahkan siswa untuk mengenal aksara tambahan dalam aksara Arab Melayu.
Pelambangan Bunyi atau Fonem. Kesemuanya terdapat 37 huruf; yaitu 30 huruf tulisan Arab klasik dan tujuh yang disesuaikan bentuknya huruf Arab
Aksara tambahan tersebut adalah fonem nya (ث), fonem c (ج) penambahan pada titik di atas menjadi tiga. Nah akrena keterbatasan atau belum adanya komputer yang bisa membuat penambahan titik tersebut, biasanya saya menambahkan sendiri setelah jadi print out.Fonem ng (غ) juga dengan penambahan titik menjadi tiga di atasnya, terakhir fonem g (خ).
Untuk menuliskan vokal dipakai huruf saksi.Huruf Saksi huruf saksi yaitu huruf yang dapat dipakai untuk melambangkan vokal. Huruf saksi itu diperlukan agar aksara Arab Melayu itu tidak sukar untuk dibaca. Tanpa huruf saksi tulisan Arab Melayu kadang-kadang tidak dapat dibaca. Huruf yang dapat dipakai sebagai vokal adalah huruf (ا) untuk huruf (a), huruf
(ي), untuk vokal (i), dan huruf (و) untuk vokal (u)
Huruf saksi dipakai pada suku kata terbuka, terutama suku kedua dari belakang.

Huruf Saksi di Awal Kata
Huruf saksi juga dipakai dalam menuliskan kata yang diawali dengan huruf vokal. Dalam menulis vokal pada posisi awal kata, dipakai huruf saksi sebagai berikut :
a. untuk melambangkan a, kita harus memakai huruf ( ا ) atau ( ء ) seperti pada kata اكن (akan) dan الم (alam)
b. untuk melambangkan i, kita harus menggunakan huruf ( ا ) dan huruf ( ي ) seperti pada kata اكن ( ikan).
c. untuk melambangkan u, kita harus memakai huruf ( ا ) dan huruf ( و ), seperti pada kata اولر (ular)

Jadi bagimana kalau kita menulis:

1. Orang

2. Arang

3. Barang

4. Borong

Contoh kalimat:

ستاهن سوده ساي بر سكوله

Setahun sudah saya bersekolah.


حر اين اك لحت مباه فرط ترلحت لوس وكت اك تاث كتث اي تدك سكت جاسمن دن رحن كتث اي برفسه دوغان بوروغ فوركوتوتث. مباه فرط حنث سوده تف تيدك كحايلاغان دي حيدفق

Tuesday, March 10, 2009

WISATA WITH MY FAMILY

















Kesempatan pose di depan Masjid Bundaku dan ketiga cucunya























SHOLAT DHUHUR DAN ASHAR DI MASJID KUBAH EMAS DIAN AL MAHRI

Maulid Nabi Muhammad SAW, yang jadi hari libur nasional Senin, 9 Maret 2009, aku dan keluarga berkesempatan mengunjungi Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Sawangan Depok. Tadi rencananya kami (aku, suamiku, anakku Ray, keponakanku Reza, keluarga adikku Ita, suaminya, dua anaknya Selly dan Ilham, juga kedua orangtuaku) terlebih dahulu mengunjungi putiku di pondoknya, dan keinginan wista religi itu sebenarnya karena Ibundaku sangat ingin sholat di sana dan melihat Masjid yang diperbincangkan orang banyak (maklum teman-teman Bunda sudah pernah ke sana jadi Bunda kayaknya nggak mau kalah tuh!!!!!). rencananya pukul 11.00 Wib kami akan menyambangi putri cantikku Natasha di Pondok Pesantren Putri At Taqwa. Namun, kira-kira 2 kilometer menuju pondok mobil kami sudah dihadang macet. jadinya tujuan ke Masjid Kubah Emas kami dahulukan (maaf Yah Nak Bunda antar nenek dulu...). Melewati tol JORR mobil keluar di Cilandak, melewati jalan KKO Cilandak, trus Jagakarsa, Tanah Baru Depok, akhirnya terlihat gerbang Masjid. Di pintu gerbang memang tidak dikenakan biaya masuk, namun mobil dikenakan parkir sebesar Rp 3000. Karena hari libur dan bertepatan hari Maulid maka lumayan ramai hari itu bahkan untuk parkir kami harus ke pelataran belakang. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 Wib, karena dzuhur hampir berakhir kami bergegas menuju Masjid untuk menunaikan sholat dzuhur suasana Masjid yang juga ramai masih aku sempatkan untuk merekam interior masjid dengan ponselku. Kubah Emas menjulang menantang langit, warna Emas berkilau ditimpa cahaya matahari. Memasuki pelataran Masjid kami harus melepas sandal dan menitipkan di lantai bawah penitipan lagi-lagi kami tidak dikenakan biaya penitipan hanya infak seikhlasnya.
Sholat Dzuhur kali ini terasa berbeda, selain tempat yang berbeda juga karena aku ingin memanjatkan doa agar kedua anakku yang akan ujian nasional dapat menjalaninya dengan baik, juga karena besaR tanggal lahirku aku juga memohon doa agar diberikan kesabaran yang berlebih. Apalagi Ibundaku bIsa tercapai keinginannya mengunjungi Masjid ini.
Makan siang yang terlanjur hampir petang kami lakukan di aula masjid. Nyaman sih namun lantai keramik yang licin dan harusnya kinclong kok kusam yah, selain itu sampah dimana-mana, bagaimana sih orang Indonesia sudah diberi kemudahan fasilitas yang layak tetap aja buang sampah sembarangan. Selesai makan kami lanjutkan sholat Ashar, kali ini Kami bisa berjamaah karena tidak terlewat. Benar-benar suasana yang nyaman dan sejuk di hati, bayangkan aku dan keluarga bisa sholat bersama bunda, ayahku ,Tuhan aku mohon berikan kesehatan pada orangtuaku agar aku dapat mengajaknya untuk berwisata religi bila diberikan kemudahan aku ingin mengajak kedua orangtuaku bersama-sama umroh. Amin.
Tidak terasa hari menjelang senja, bergegas kami berkemas karena tujuan utama yaitu mengunjungi putri cantik kami belum terpenuhi. Sudah pukul 16.00 Wib sayangnya Bundaku agak pening dan badannya tidak fit, jadi mobil adikku pulang ke rumah, sedangkan aku dan keluarga ke pondok putriku.
Untung jalan tol hari itu bersahabat, mulus dan lancar hingga sampai pondok pesantren. Hujan turun rintik-rintik begitu kami sampai pondok, untungnya keamanan berbaik hati memanggil anakku untuk menyambangi kami. Melihat putri cantikku aku senang sekali, namun ketika aku ceritakan bahwa tadi neneknya ikut bersama kami, ia menangis memelukku. Katanya ia rindu nenek, ia ingin sekali bertemu nenek. Hati siapa yang tidak akan teriris melihat putrinya menangis menahan rindu. Perutku yang tadinya keroncongan mendadak sontak kenyang karena air mata putriku. Aku berjanji akan membawa neneknya minggu depan. Betapa kuat rasa sayang itu, yah karena dari bayi putriku banyak diasuh oleh neneknya.

SELAMAT ULANG TAHUN



MAKNA HARI ULANG TAHUN BAGI- KU?





Ulang tahun artinya bertambah satu tahun umur kita. bagaimana bila pada hari ulang tahun kita, orang terdekat lupa hari itu? Kecewa, sedih, atau marah? karena bisa-bisanya dia lupa hari lahir pasangannya. Selasa, 10 Maret 2009 aku berulang tahun. Suamiku lupa hari itu, hingga bunyi alarm di Handphone yang sengaja aku pasang untuk mengingatkan aku dan aku diamkan sampai ia melihat bunyi di handphone. Saat itu baru ia tahu bahwa hari ini aku berulang tahun. Marah, sedih, kecewa, atu kesal...? Tidak juga karena bagiku bukan orang lain yang harus mengingat hari lahirku, tetapi diriku, karena sudah bertambah usiaku. Aku yang harus menyadari apa yang harus kulakukan memasuki usia yang bertambah, bukan orang lain bahkan orang terdekat juga...! Rasa sedih, kecewa, apalagi marah bukan lagi persoalan karena hari itu adalah sebuah perjalanan panjang lagi buat kita yang memasuki pertambahan usia, bila diingat mintakan doa. Hari ini aku merasa sendiri entah mengapa, ada rasa yang mengganjal di hati , ada kekosongan di jiwa ini. Tapi kenapa yah...? kan aku tidak sedih, tidak kecewa? hingga sore menjelang aku tak tahu jawabnya. Aku hanya merasa aku bukan siapa-siapa dan aku belum bermakna buat semua. Sepertinya aku harus introspeksi diri nih... kata Ariel Peterpan... sih... "ADA APA DENGANMU?"
Puisi ini untuk mengingatkanku akan sebuah kata "Selamat" yang mungkin dilupa oleh orang terdekat kita.
LAGU SEKEPING HATI
Selamat
belum terucap
belum teringat
separuh raga disana
separuh nafas sudah dibagi
mengapa terlupa
mengapa tak terkenang
ada yang salah?
ada yang pergi?
selamat
hingga dering baru terjaga
ketika
separuh raga sudah merana
separuh jiwa sudah terluka
selamat
masihkah ada?
semoga

My Happy Birthday



Happy Birthday for Me... 10 Maret 2009

I was forty years old today

Selasa 10 Maret 2009, tepat usiaku penuh 40 tahun. Angka nol di belakangnya menandakan bahwa aku sudah beranjak akan senja, jadi.... kedewasaan, kepedulian, kesabaran, dan juga keimanan mesti full. Subuh tadi setelah sholat aku memohon pada-Nya agar selalu diberikan kesabaran yang lebih banyak dari pada tahun-tahun sebelumnya. Karena kesabaran yang aku punya masih terlalu sedikit. Aku juga memohon kepada-Mu agar keimananku dipertebal diberi kemudahan agar aku bisa menunaikan kewajibanku sebagai muslim menginjakkan kaki di tanah suci. Aku rindu panggilan-Mu Ya Rabb.. aku ingin bersujud di tanah suci-Mu, aku rindu menatap matahari dan sholat lima waktuku di Masjidil Haram. Memasuki usia 40 keinginan itulah yang paling dalam di hati ini.
Kehidupan yang aku jalani kini bersama keluargaku diberikan kemudahan oleh-Mu, Kau berikan aku semua, tapi rasanya aku belumlah cukup dan mungkin tak akan pernah cukup untuk selalu bersujud di hadapan-Mu ya Allah. Ada rasa yang hampa ketika aku mengingat semua perjalanan hidup ini, penuh dosa dan segala yang Kau benci. Ampunan-Mu selalu kupanjatkan pada-Mu ya Rabbi.. ya.. Allah sekali lagi di usia ini berikan keimanan yang cukup, berikan aku keimanan yang akan mengubur semua dosaku selama bertahun-tahun yang telah aku perbuat agar aku selalu ingat akan perintah dan larangan-Mu.
Ya... Rabbi rasanya aku belum cukup diberikan kesabaran, aku memohon pada-Mu berikan aku kesabaran yang berlebh agar aku dapat membimbing suamiku untuk dekat pada-Mu, agar aku dapat meyakinkan bahwa keimanan yang tinggi mutlak dimiliki oleh pemimpin keluarga agar dapat membawa dan membimbing istri serta anaknya untuk selalu dekat dengan-Mu. Berikan aku kesabaran yang berlebih agar aku dapat mendidik anak-anakku untuk selalu dekat dengan-Mu.
Ya... Rabbi junjungan hamba begitu banyak yang aku minta, begitu banyak yang aku mohon kiranya Engkau mendengar doaku....

PADAMU AKU BERSUJUD

Tuhanku
Dalam sujudku aku memohon padaMu
Hitam yang tercoreng tak akan pernah kulupa
Kelamnya sikap tak akan pernah kukenang
Tuhanku
Dalam himpun sepuluh jariku aku meminta padaMu
Sirami aku kasihMu
Sejukkan hati agar bisa menerima
Rendam nista agar bisa larut terbuang
Tutup mata dari kepongahan
Tuhanku
Diribaanmu aku bersujud
Jadikan aku manusia
Jadikan aku tamuMu
Berikan kemudahan untuk semua
Tuhanku
Aku lilin yang tinggal setengah
Aku kapas yang mulai menghitam
Aku air yang mulai keruh
Tuhanku
dipintuMu aku bersimpuh

Sunday, February 22, 2009

PERSAHABATAN PART II












MY STORY AND MY FRIEND
Continuing my story about friendship, eventually I had to visit a friend in Devi Zubaidah Tampubolon Sawangan Depok. Biasalah even if no agreement can I mengunjunginya. But before I make a promise never eh .... I even accomplished continuously. Today is Sunday, February 21, 2009, husband and I planned to deliver the husband to see my uncle's house they will buy in the area of Parung Bogor. Morning we leave for 10 minutes by car pamanku. Travel is tiring to see a home contract that we will buy, fun phone I ask Devi home address and the location of our house. Apparently only about 5 kilometers to the place where Devi's house that I visit. Cars spur us to Devi's house, even though very tired but I will because once vibrant friend who met with escape making the palace outside Jakarta. Tired feel that we have, because the house Devi was very comfortable with a yard wide, the page where the car is enough for 5 fruit mobil.meet old friend especially if that friend is someone who fills the corner of the heart moan moan in grief and love, oh ... it's got like a priceless gift. Maybe I was deskripsiku meeting and lunch at Devi istananya a beautiful and comfortable. With greeting a friendly host, meaning tired trip in Tanjung - Priuk-Depok. The atmosphere of the house is truly soothing and cheery smile of the host to add this convenient heart. That day and I shed Devi stories about day and news stories and the friends who abandoned Devi. Sometimes we laugh, sometimes resentful ulah with our friends that we talked ... that is the color of life (but we do not gossip loh ... foreverglo but infotament so many stale gossip we ..!). But I am so sad ...,because time Devi mother meet me? Do try the mama say I see the time? Mama I said "Look ..., Art Your Body same as Ade (call for Devi)? 'What ...? oh my GOD ... Devi is the mother means I also get a 'sexy, cute, Deboy, and Bohay .......!!! Sad ..yah realy? I believe I was ... I cook .. I am the same body? But after a tough new image we are aware that I am ... My Body .... its real ... same as Devi. Means I have to subtract the extra dinner, a lot of sports ... Devi met the main mother have to look slim .... I can not ... Anibody ..... can help me? What is wrong with me? Yard plants with a wide Mangga, Nangka, Cashew nut (klutuk) is red, the papaya tree laden fruit, the durian and the tree still tall same as son (he added five more years can be harvested a period ...?). The state of the field it makes my son and nephew berlarian, let them play safely at most hit by the trees. Devi the host invites me to harvest cashew bijinya, so make buy to Jakarta. I urge the time to reap a half jackfruit with force (hopefully I nangkanya Devi Ikhlas harvest ...!), Devi was busy looking for ... poniard, vessel head Bu De our direct search sharp objects. Do not be one that I do not know themselves that this chopper would he, he ... he .. he ... with the help of a machete that was good cooperation between the husband and the husband Devi direction can (to cut the jackfruit from the tree) Good ... my husband finally deliver jackfruit is home to us (try to buy if the tuh ....?), for this one "Tanks De yah ... Returned from the palace Devi various in mind and really beloved husband. my husband said we can do later in retirement and old places like that? Alhamdulillah I am and my husband was the same, hopefully the love of God for the way we love to knit thread later with the children and grandchildren in a comfortable and beautiful. Duh ... so sweet ... and the romantic narcis yah? I dreamed of a husband san will buy the land at the field for the children and grandchildren and we can running in the gardening, hopefully yah

RUMAHKU ISTANA-KU

Melanjutkan ceritaku tentang persahabatan, akhirnya aku berkesempatan untuk mengunjungi sahabatku Devi Zubaidah Tampubolon di Sawangan Depok. Biasalah kalau tanpa perjanjian malah aku bisa mengunjunginya. Padahal sebelumnya aku pernah membuat janji eh.... malah nggak kesampaian terus. Hari itu Minggu, 21 Februari 2009, rencananya aku dan suami akan mengantar paman suamiku untuk melihat rumah yang akan mereka beli di daerah Parung Bogor. Pagi jam 10 kami berangkat dengan mobil pamanku. Perjalanan yang melelahkan untuk melihat rumah kontrakan yang akan kami beli, iseng-iseng aku telepon Devi menanyakan alamat rumah dan lokasi rumahnya dari tempat kami. Rupanya hanya berjarak kira-kira 5 kilometer rumah Devi dengan tempat yang aku kunjungi.
Mobil kami pacu ke rumah Devi, walau lelah sangat tapi aku bersemangat sekali karena akan bertemu sahabatku yang melarikan diri dengan membuat istana di luar Jakarta. Lelah yang kami rasakan terbayar sudah, karena rumah Devi ternyata nyaman sekali dengan pekarangan yang luas, halaman tempat mobil yang cukup untuk 5 buah mobil.Bertemu teman lama apalagi bila teman itu adalah seseorang yang mengisi sudut hati tempat berkeluh kesah dalam suka dan duka, oh... rasanya seperti mendapat hadiah yang tak ternilai. Mungkin itu deskripsiku pertemuan aku dan Devi siang itu di istananya yang asri dan nyaman. Dengan sambutan tuan rumah yang ramah, apalah artinya lelah dalam perjalanan Tanjung – Priuk- Depok. Suasana rumah yang benar-benar menyejukkan dan senyum riang sang tuan rumah menambah nyaman hati ini. Hari itu aku dan Devi menumpahkan cerita mengenai hari-hariku dan berita serta cerita teman-teman lain yang ditinggalkan Devi. Kadang kami tertawa, kadang sebal dengan ulah teman kami yang kami bicarakan... itulah rona hidup ( tapi kami nggak gosip loh... Cuma curhat aja, lagian udah banyak infotament jadi gosip kami basi..!).
Tapi aku jadi sedih loh, waktu ketemu mamanya Devi? Apa coba yang mama katakan waktu melihat aku? Kata mama aku “Look..., Seni Your Body same as Ade (panggilan untuk Devi) ? ‘What...? oh my GOD... kalau Devi mother dah bilang gitu berarti bener dong aku juga jadi ‘Bahenol, Demplon, Deboy, and Bohay.......!!! Sedih nggak tuh...? Tadinya aku nggak percaya... masak sih.. bodi aku sama? Tapi setelah liat foto kami berdua baru aku sadar ternyata... My Body ....its real... same as Devi. Berarti aku harus ekstra kurangi makan malam, banyak olahraga... pokoknya ketemu Devi mother lagi harus kelihatan langsing.... bisa nggak yah... Anibody .....can help me? What wrong with me????
Pekarangan yang luas dengan tanaman Mangga, Nangka, Jambu biji (klutuk) yang berwarna merah, Pohon pepaya yang sarat buah, serta pohon durian yang masih seukuran anakku (katanya lima tahun lagi bisa dipanen... Masa sih?). Keadaan yang lapang itu membuat anakku dan keponakan berlarian, biarlah mereka aman bermain paling-paling yang ditabrak pohon-pohon.
Devi sang tuan rumah mengajak aku untuk panen jambu bijinya, lumayanlah buat oleh-oleh ke Jakarta. Waktu aku mendesak untuk memanen nangkanya dengan setengah memaksa ( mudah-mudahan Devi Ikhlas nangkanya aku panen...!), Devi pun sibuk mencari golok..., wadah gawat nih gara-gara maksa Bu De kita ini langsung cari benda tajam. Jangan salah bukan aku yang nggak tahu diri ini yang mau dia golok, he...he..he... dengan pertolongan golok itulah kerjasama yang baik antara suamiku dan Abah suami Devi dapat terbantu ( untuk memotong nangka dari pohonnya) Good... my husband kerjasamamu akhirnya mengantarkan nangka itu ke rumah kita (coba kalau beli berapa tuh....?), untuk yang satu ini “Tanks yah De... Pulang dari istana Devi beragam pikiran berkecamuk di benakku dan suami tercinta. kata suamiku bisa nggak kita nanti tua dan pensiun di tempat seperti itu? Alhamdulillah ternyata pikiranku dan suami sama, mudah-mudahan Tuhan kasih jalan untuk kami merajut benang kasih hingga nanti bersama anak cucu di tempat yang nyaman dan asri. Duh... so sweet... romantis dan narcis banget yah? I and My Husband have a Dreams.... so... ? I hope so

PANEN NANGKA DI RUMAH DEVI







Monday, February 16, 2009

PERSAHABATAN







TEMAN, SAHABAT, FREN, OR SOBAT


Apapun namanya, pertemanan, atau persahabatan susah untuk ditemukan dan dibina. Teman yang mau menerima kita, yang selalu ada untuk kita wah.... hari gini masih ada nggak yah? Pertanyaan itu yang selalu aku cari jawabnya. Masih adakah persahabatan yang tulus di belantara kehidupan yang individualis dan egois ini apalagi di kota Jakarta? yang merupakan sumber segala egoisme manusia.
Sejak muda dulu... yah ketika masih bau kencur, di SD aku berteman dengan siapa saja, tak jarang teman itu kadang jadi musuh hanya karena hal sepele, misalnya tidak menegur atau tidak memberikan mainannya. Pertemanan di usia itu sungguh lucu, karena hari ini bermusuhan besok kami sudah baikan lagi tandanya dengan mengaitkan jari kelingking ke teman tersebut.
Menginjak remaja atau SMP pertemananku karena kami harus selalu bersama ke sekolah. Dengan becak langganan. Namanya Marhayani, rambutnya panjang dan cerewet sekali. Tapi asyik juga kalau sudah bermain. Di SMP inilah kami mulai menghargai dan tahu artinya pertemanan.
Di SMA aku sudah tidak tahu lagi kemana arah pertemanan, karena adanya intrik dan saling menyaingi baik mengenai lawan jenis maupun pergaulan, tapi syukurlah teman-temanku terbilang banyak, kata orang aku ini mudah berteman.
Menjadi mahasiswa pertemanan aku awali di tempat kost. Mulanya aku Kost dengan Indah teman waktu SMA. Tapi pertemanan yang sesungguhnya sewaktu Indah mengajak teman kelasnya bernama Muslimah, anak seorang pengusaha berdarah Betawi. Sifatnya yang tidak sabaran, mudah marah, tapi royal jadi bumbu pertemanan kami. Hingga sekarang aku dan Muslimah atau yang biasa aku sapa Imah selalu saling mengisi dan mengabari.
Pertemanan juga aku lakukan di dunia kerja. Di tempat aku mengajar SMA Yappenda aku mengenai Sri Utami ini temanku waktu kuliah, pembawaannya yang kalem, lembut, serba ketakutan dan bingung jadi ciri khasnya. Karena sama-sama mengajar mata pelajaran yang sama jadi aku banyak berinteraksi dengan Wiwi panggilan untuknya.Tapi jangan salah justru Wiwilah yang bisa jadi pemimpin, karena ia menjabat sebagai ketua RT di lingkungannya yang terkenal dengan para preman. Kok.. bisa yah, Nah pertanyaan itu juga terlontar dari mulut ini kok.. Wiwi bisa jadi ketua RT? Tapi dengan kelembutan dan sikapnya yang sok tahu terbukti Wiwi bisa memimpin lingkungan RTnya. Buktinya hingga saat ini warganya aman-aman saja tuh punya bu RT Wiwi.
Selain itu ada juga Sri Rahayu, orang Solo yang bersuara Bass seperti orang dari daerah Seberang. Kami menyebutnya kelas berat, karena bodynya yang berat dan keinginan serta kemauannya yang juga berat. Karena ia yang paling tua diantara kami berempat , maka kami membiasakan memanggilnya Mbak. Temanku ini walau kelihatan gagah tapi rapuh, apalagi kalu bicara mengenai perasaan, airmatanya gampang banjir membasahi pipinya yang bohay.... Mbak jangan sering menjatuhkan airmata yah apalagi di depan orang yang menindas kita, seberat apapun yang Mbak rasakan pasti ada jalan keluarnya. Juga jangan terlampau baik yah sama orang, karena tidak setiap orang ngerti dan paham niat baik kita itu. OKE...! Tapi kalau mengenai makan, apalagi traktir-mentraktir, ibu satu ini luar biasa royalnya. Tempat makan mahal jadi tujuan pentraktirannya, menu favorit kami masakan Japan di restoran Yuraku, Kelapa Gading. Apalagi kalau sudah menyangkut penampilan, aduh.... ada aja idenya buat heboh tampilan dengan perhiasan yang cukup rame dikenakan (katanya hasil kreasinya loh.. boleh juga yah!). Nah kalau ada baju atau apapun yang dipakainya sudah nggak muat, yang ketiban rejeki aku dan Wiwi, karena pasti kami kebagian jatah baju dan celananya yang masih bagus dan pasti mahal punya jatuh ke tangan kami. Untuk yang satu ini Makasih yah Mbak.

Teman kami satu lagi masih tergolong kelas berat juga , yaitu Devi Zubaidah Tampubolon, Peranakan Padang- Batak jadi nya super kelas berat juga. Tapi walaupun berat suara temanku yang satu ini lembut mendayu-dayu, kalau di telepon merdu banget.... tapi kalau lihat orangnya yah nggak sebandinglah sama suaranya yang imut dan merdu. Bodynya yang aduhai berat sehingga ada nama indah buat panggilannya yaitu Devi Demplon Deboy. Nah.... kebayangkan bagaimana sexinya kedua temanku ini. Sayangnya Devy tidak bersama kami lagi, Ia mengundurkan diri dan menetap di Depok tempat ia ditugaskan sebagai PNS. Kata orang rumahnya di Depok Super luasnya. Mungkin untuk ukuran kami yang tinggal di Jakarta dengan luas tanah 800 meter persegi terbilang luas sekali yah... Katanya juga rumahnya itu di belakang sekolah tempatnya mengajar jadi tinggal menerobos pintu belakang sampailah di sekolahnya. Aku belum juga berkesempatan ke rumahnya. Suatu hari pasti aku akan melihat temanku ini. Selain ketiga temanku ini di tempat kerja masih ada lagi teman-temanku yang lain yang juga mengisi hari-hariku, tapi mereka bertiga yang banyak mengisi relung hati ini dengan pertemanan. Aku tidak tahu sampai kapan kami bisa saling mengisi, karena semakin laju waktu dan kesibukan, serta misi dan visi yang berbeda pertemanan ini semakin jauh untuk digapai.
Pertemanan juga aku dapatkan sewaktu aku terpilih mewakili DKI untuk program persahabatan Indonesia-Japan bulan Jlui tahun 2001. Rombongan kami berjumlah 21 orang dari seluruh Indonesia Sabang sampai Merauke. Selama 40 hari di sehati dengan empat kawanku dari beberapa daerah.


Tuesday, January 27, 2009

" LIBURAN- HOLIDAY"











KEMBALI KE YOGYAKARTA

Liburan kali ini aku dan anakku diajak sahabatku Hajjah Muslimah berkunjung ke rumah yang baru dibangunnya di Yogyakarta. Tepatnya di desa Manis Renggo Kendal Jawa Tengah. Loh...loh jadi nggak ke Yogya dong. Yah walaupu rumah sahabatku itu di daerah Jawa Tengah, namun untuk ke kota Yogya hanya membutuhkan waktu sebentar hanya 30 menit. Karena jarak antara daerah Yogya dan Jawa Tengah walau beda propinsi namun tidak jauh. Lagi pula rumah sahabatku ini ada di belakang kawasan candi Prambanan. Jadi kalau keluar untuk bepergian kami akan melewati candi Prambanan.
Kami berangkat tepat di hari umat Kristiani merayakan Natal, yah Kamis, 25 Desember 2008. akhir tahun yang mengesankan. Aku bersama anakku Raynaldi dan sahabatku Hajjah Muslimah, bersama suaminya Haji Dombie, supir pribadinya, dan keponakan Hajjah Muslimah, Ai. Kami berangkat menggunakan mobil sahabatku Chevrolet Optima yang lumayan nyaman dan adem bener.
Sepanjang perjalanan menuju Yogya terasa liburannya. Kota Jakarta kami tinggalkan tepat ukul 06.00 Wib. Memasuki tol Cikampek jalan masih mulus dan lancar. Namun, keluar pintu tol Cikampek Kopo, jalan mulai tersendat, kendaraan macet total. Melihat hal itu kami putar haluan lewat Subang dan keluar Pemanukan namun, perjuangan kami untuk terjebak macet masih terus berlanjut hingga Brebes.
Sampai di Yogya pukul 24.00 Wib, benar-benar hari yang melelahkan. Malam itu mulailah kami merasakan hawa daerah Jawa Tengah . Rumah yang asri dan benar-benar mewah untuk ukuran orang kampung, gaya Betawi mewarnai teras depan rumah. Parkir yang luas untuk lima mobil. Ruang tamu yang lebar, kamar tidur ada tiga. Kamar utama yang bisa menampung dua tempat tidur besar, sertadapur yang benar-benar lapang. Sayang yah kalau tidak ditingali.
Hari kedua atau hari Jumat 26 Desember, kami mengunjungi Candi terbesar di dunia yaitu Candi Borobudur. Wah... setelah 5 tahun tidak mengunjungi Yogya, baru kali ini lagi aku mengunjungi Candi Borobudur, tetap megah dan bebar-benar LUAR BIASA. Tiket asuk ke areal candi dibedakan, bila wisatawan lokal dikenakan tarip Rp 15.000, untuk wisatawan mancanegara dikenakan harga $ 10 atau setara Rp 110.000 lumayan juga yah. Apa bedanya yah, setelah saya cari tahu ternyata hanya pintu masuk dan guide yang disediakan oleh pengelola untuk mereka. Wisatawan mancanegara itu melewati ruangan yang ber AC dan nyaman. Memasuki adreal candi mulai terasa panas menyengat, dengan uang Rp 2000 aaku menyewa payung, lumayan tidak kepanasan. Rasa penasaran anakku akan Cndi Borobudur tak terbendung, ia dengan semangat naik tangga ke stupa satu persatu. Walau lelah yang amat sangat dan kaki mulai terasa pegal, aku tetap mengikuti kemana anakku melangkah. Bukan apa-apa manusia yang datang pada hari itu lumayan buanyakkk. Benar-benar mengisi liburan.
Hari kedua Sabtu, 27 Desember 2008, kami berkesempatan mengunjungi mall Ambarukmo Plaza. Hampir sama dengan mall yang ada di Jakarta banyak toko-toko pakaian dan juga food court. Kebetulan ada sale buku- di Gramedia, daripada nanti di perjalanan pulang BT aku membeli 5 buah novel.
Sore hari kami mengunjungi Malioboro. Pusatnya wisatawan ini benar-benar padat sekali. Bahkan tidak ada celah untuk berjalan nyaman. Kendaraan yang berseliweran di Malioboro dan daerah Yogya bernomor B atau D. Di Malioboro aku membeli kaos khas Yogya dengan kata-kata lucu dan ironis. Harga kaos yang standar dengan bahan seadanya bukan katun Rp 15.000 untuk segala ukuran. Kaos dengan bahan katun dan bermerek Semar harganya lebih mahal Rp 25.000, selain bahan juga kantung tempat kaos tersebut, dikemas dalam wadah tas kertas yang unik. Tak banyak yang berubah hanya semakin banyaknya pengamen jalan yang mangkal dan pedagang kaki lima yang hampir menutupi jalan.
Hari ketiga Minggu, 28 Desember 2008 kota Solo menjadi tujuan kami, selain mengunjungi keramat sahabatku yang meninggal dunia, kami berbelanja di pasar Klewer Solo. Niatnya ingin tahu harga baju batik dan motif batik di pasar yang terkenal ini. Di pasar Klewer pula aku mendapatkan baju batik yang unik dan sebuah daster untuk ibuku. Dari pasar Klewer kami berkeliling kota Solo yang kebetulan hari itu sedang mempersiapkan upacara Malam Satu Suro, jadi di mana-mana terlihat janur menghiasi sudut-sudut kota Solo. Wah .... meriah sekali kota Solo yah. Oh. Yah di Pasar Klewer ini juga kami makan bakso Solo, ternyata masih enak yang di Jakarta padahal harganya sama loh Rp 5000 perporsi dengan 4 bakso yang bulat.
Hari terakhir di kota Yogya Senin, 29 Desember 2008, kami kembali ke Malioboro tapi kali ini pagi hari pukul 10.00 kami sudah ada di Malioboro, dengan harapan masih pagi pasti masih sepi. Tapi... wah... hebat yah daya tarik Malioboro ini masih pagi tapi ramainya sudah luar biasa. Katanya sih karena bertepatan dengan liburan jadi yah begini deh. Aku jadi tidak sempat menikmati nasi pecel di depan pasar Bring Harjo. Karena tempat duduk yang kurang nyaman jadi nasi pecel yang menerbitkan air liur kami bungkus. Kali ini juga aku berbelanja 3 buah tas ransel batik, 3 buah tas sandang bating harganya relatif murah untuk tas ransel Rp 25.000, tas sandang Rp 15.000. kami juga berbelanja makanan khas Yogya, apalagi kalau bukan Bakpia Patuk. Kali ini kami konvoi menggunkan becak tidak tanggung-tanggung 8 becak yang kami sewa dengan sewa perbecak Rp 5000, untuk jarak yang lumayan jauh. Di toko atau pabrik Bakpia Patuk 25 sahabatku Hajjah Imah memborong hampir 50 dus Bakpia. Total harga yang ia keluarkan hampir dua juta rupiah.
Dari toko bakpia kami lanjutkan ke ke Kraton Yogya. Di sini karena tiket yang harus dikeluarkan sama dengan masuk ke Candi Borobudur Rp 15.000, karena rombongan kami ada 10 orang maka hanya anakku, anak hajjah Imah, dan keponakannya Ai yang masuk. Kata anakku di dalam mereka foto-foto dan hanya melihat kursi raja.

Hari Selasa,30 Desember 2008, subuh-subuh kami sudah siap untuk berangkat menuju Jakarta. Ah setelah empat hari di kota pelajar akhirnya waktu untuk pulang. Perjalanan pulang tak ada hambatan, lancar dan aman. Hanya mampir untuk makan pagi di daerah Kebumen.
Sampai Jakarta pukul 18.30. Akhirnya I am Go Home.....


Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...