Wednesday, July 9, 2008

Holiday With Family



My Family Holiday

Liburan bersama keluarga? Wah pastinya menyenangkan, begitulah yang kami alami pada liburan sekolah kali ini. Kamis – Jumat, tanggal 4 – 5 Juli 2008, kami berkesempatan berlibur bersama keluarga. Tujuan liburan kali ini adalah kawasan wisata daerah Bandung Selatan. Terlebih dahulu aku cari tahu tentang kawasan wisata di daerah Bandung selatan, lewat internet dan hasil perbincangan dengan teman-teman. Melihat liputan tulisan di internet kayaknya seru juga liburan ke daerah Bandung selatan.
Hari itu Kamis, 4 Juli 2008 baru pukul 06.00 Wib, tapi aku sudah sibuk menyiapkan segala keperluan untuk liburan keluarga kali ini. Semua perlengkapan pakaian sudah tersusun rapi di tas besar. Tidak ketinggalan makanan ringan dan minuman yang siap singgah di perut kami selama perjalanan. Tepat pukul 08.00 Wib, kami melaju menuju Bandung Selatan dengan pasukan berjumlah 7 orang dipimpin oleh suami tercinta Surya Ginting, aku, Natasha, Raynaldi kedua buah hati kami, Reza ponakanku (putra kakakku Ida), Selly ponakanku ( putri pertama adikku Ita), dan dayang kami Onah.
Hey Bandung Selatan We Comming……!
Wah perjalanan yang mengasyikan karena kami akhirnya bisa berlibur juga. Suami tercinta yang akhirnya bisa meluangkan waktu untuk berlibur, anakku Natasha yang mondok bisa berkumpul untuk berlibur. Melewati tol Cipularang menuju Bandung. Sampai di pintu tol Kopo kemacetan sudah menghadang. Aduh kok Bandung ikut-ikutan macet sih? Jadilah mobil kami berjalan tersendat-sendat dengan kejenuhan akibat cuaca panas yang menyengat padahal kami sudah sampai Bandung, tapi kok udara panas yah? Anakku Raynaldi yang sering mendengar bahwa Bandung itu sejuk bertanya padaku mengapa udara panas?. Aku katakan karena hutan-hutan di daerah puncak dan sekitarnya habis di tebang untuk dijadikan perumahan dan villa-villa pribadi. Waktu tempuh dari tol Kopo ke daerah Ciwidey kira-kira hampir 2 jam. Lumayan lama yah untuk menuju kawasan wisata yang seharusnya mulus tanpa kemacetan rasanya pemerintah kabupaten Bandung harus memikirkan alternatif lain agar kawasan wisata yang indah dan penuh pesona tersebut tidak ditinggalkan dan menjadi objek yang menarik dan penuh kekaguman, bukan kekesalan karena macet untuk berwisata.
Kiri Kanan Banyak Pohon Strawberi…..
Wah…wah… strawberi, si merah asem, manis, dan kecut…

Sepanjang perjalanan di daerah Ciwidey rumah-rumah semarak dengan kebun strawberi. Si buah asem manis yang menggoda terlihat cantik dan menggoda untuk memetik. Terlihat di depan rumah penduduk tulisan yang berbunyi “ Strawberi Petik Sendiri”. Seru juga kali yah memetik buah strawberi sendiri. Sayangnya kami tidak berkesempatan untuk memetik sendiri, karena kami lihat buah strawberi belum begitu banyak yang merah, takut rugi aja kali yah… udara sejuk yang menerpa membuat anakku Natasha menganjurkan agar tidak menyalakan AC mobil. “ Sejuk Mah, jadi kita hirup dulu udara pegunungan” katanya antusias, boleh juga idenya. Yang pasti suamiku senang bukan main, apa pasalnya? “Rokok” jadi dengan tidak menyalakan AC mobil ia bisa leluasa merokok. Ah suamiku yang makin kurus karena racun nikotin rupanya tidak bisa hilang kebiasaan yang merugikan itu !

Kawah Putih Gunung Patuha Berwarna Telur Bebek



Objek wisata pertama yang kami singgahi adalah Kawah Putih Gunung Patuha,mobil melaju menuju pintu. Biaya yang harus aku kenakan untuk 7 orang adalah Rp 85.000. katanya satu oaring dikenakan biaya Rp 10.000. mobil yang masuk dikenakan Rp 15.000. cukup mahal juga yah mudah-mudahan sebanding dengan pesona wisatanya. Jalan menuju kawasan wisata Kawah Putih ternyata lumayan jauh juga. Jalan yang terus menanjak, sehingga mobil kami praktis hanya bisa gigi 1 sampai tujuan. Wah ngos-ngosan juga yang kuda besi itu. Kiri kanan penuh pohon-pohon yang menjulang tinggi. Udara sejuk bukan main, rasanya ingn dihirup sedalam-dalamnya untuk membersihkan racun polisi di tubuh akibat menghirup udara Jakarta yang tidak lagi ramah.

Kira-kira 5 kilometer mobil kami melaju ke kawasan wisata gunung patuha yang terus menanjak. Sampai kawah semua bergegas mencari WC umum. Wah akibat udara yang mulai menggigit tulang rusuk sampai tanggul jebol juga yah ..he..he..he. jalan masuk ke kawah cukup lebar juga, berbentuk tangga yang berbatu. Sampai ke kawah kami diserbu oleh bau belerang yang menyengat. Namun udara bertambah dingin, tidak lagi sejuk. Kawah Putih waktu kami datangi tidak berwarna putih tapi seperti warna telur asin hjau tidak ada putih-putihnya. Katanya bila udara cerah maka warna kawah menjadi hijau.
Tidak lama kami di sana, selain udara yang membuat tubuh menggigil kedinginan juga kawasan wisata tersebut kurang fasilitas yang memadai. Harusnya pengelola menyediakan lebih banyak pondokan-pondokan atau tempat untuk menikmati pesona kawah, sehingga pengunjung bisa bersantai menikmati Kawah Putih dengan rileks. Di tempat parkir mobil memang berjejer orang berdagang dengan menu andalan ‘Strawberi’, ada yang sudah dibungkus dengan wadah plastik. Ada juga yang siap di jus mengenai harga relatif murah dibandingkan di Jakarta. Satu wadah plastik kira-kira beratnya setengah kilogram dihargai Rp 5000. kalau di Jakarta mana bisa harga segitu.
Hot Natural Water Cimanggu



Melanjutkan liburan, mobil kami melaju menuju objek wisata tempat renang. Anakku Raynaldi sudah tidak sabar ingin berenang katanya. Jadilah kami masuk objek wisata kolam renang air panas alami ‘Cimanggu’ yang dikelola oleh Perhutani. Biaya yang kami keluarkan relative murah satu orang membayar Rp 5000 sudah bisa menikmati kesegaran air panas alami.
Kami menyewa sebuah saung yang sudah diberi alas tikar seharga Rp 10.000 sepuasnya. Terlihat kolam air panas yang masih mengepulkan asapnya seperti baru diangkat dari kompor, anakku Raynaldi dan ponakanku Selly tidak sabar ingin segera menceburkan diri. Anakku Raynaldi membuka pakaiannya hendak terjun ke kolam renang. Tapi …….. alamak Raynaldiku hanya mencelupkan kakinya saja. Katanya airnya panas sekali. Dengan rasa ingin tahu aku ikut ceburkan kakiku ke kolam. Ah… hangatnya terasa menyentak jantung, memang cukup panas. Kalau untuk merendam kaki masih tahan tapi kalau untuk merendam seluruh badan ….. aduh …. Mana tahan. Anakku Natasha, ponakanku Reza, dan dayang kami Onah dengan keinginan yang kuat untuk menghilangkan jerawat yang menempel di wajah segera menceburkan dirinya. Membasuh semua muka yang dihiasi jerawat. Natashaku tidak ketinggalan mencelupkan rambut hitamnya, tujuan Cuma satu… agar kutu-kutu yang ada di rambutnya pada mati semua,… memang bisa?
Puas menikmati air kolam renang tujuan kami selanjutnya ke peternakan rusa ’Ranca Upas’, namun keinginan yang menggebu tersebut surut ketika melihat objek wisata tersbt dari pintu masuknya sudah tidak menarik, apalagi hari sudah hampir senja dan kami juga belum mendapat penginapan yang sesuai. Dengan kecewa, mobil tidak kami belokkan ke objek wisata tersebut tapi turun menuju ciwidey untuk mencari penginapan. Sepanjang jalan memang banyak penginapan, namun dari depan terlihat kusam dan kumuh. Apalagi sinyal handphone tidak ada di handphone suami dan anakku Natasha. Dengan pertimbangan tidak ada penginapan yang layak dan sinyal yang juga tidak ada (takutnya nanti ada berita mendadak) mobil kami lajukan ke kota Bandung.
Masuk ke kota Bandung dihadang lagi oleh kemacetan dan jalan satu arah. Jadilah kami yang buta tentang kota Bandung hanya putar-putar kota Bandung sambil leher panjang melihat kalau-kalau ada hotel yang layak. Untungya aku ingat pesan temanku kalau mau cari hotel ke Jalan Pasir Kaliki aja banyak hotel. Mobil pun membelah jalan kota Bandung dengan tujuan Pasir Kaliki. Dengan modal tanya sana tanya sini sampailah kami di sebuah hotel.
Hotel Guci Pasir Kaliki




Namanya Hotel Guci, letaknya persis di depan jalan raya Pasir Kaliki. Tarip hotel yang masih terjangkau untuk ukuran kocek kami akhirnya kami ambil, dengan tambahan satu ekstra bed.
Ada yang lucu ketika kami membuka kamar hotel, ternyata ada pintu lain di sebelah kamar mandi dengan rasa ingin tahu aku buka ternyata pintu tersebut langsung menghubungkan ke kolam renang. Bisa dibayangkan dong bagaimana histerisnya jagoan kecilku melihat kolam renang di depan mata. Dengan terburu-buru Raynaldiku, Selly, Reza langsung terjun ke kolam, padahal hari sudah menjelang magrib. Tapi tidak berlangsung lama, karena air di kolam ternyata dingin menusuk.

Malam itu kami keliling kota Bandung tanpa tujuan pasti hanya ingin mencari makanan dan melihat outlet sekitar Bandung. Setelah lelah berkeliling akhirnya kami singgah di sebuah Mall yang di seberangnya terdapat outlet. Lumayan juga kami dapat boneka ulil berwarna hijau seharga Rp 59.000 untuk hiasan mobil kami, sebuah celana panjang sanati untuk Natasha seharga Rp 62.000 yang didiskon 30 % jadi berapa yah? Juga empat buah CD untuk Raynaldi dengan gambar-gambar yang lucu seharga Rp 20.500. Suamiku tidak ketinggalan dapat sebuah jaket seharga Rp 289.000. sudah lelah berburu kami balik ke hotel yah dengan acara putar-putar dan tanya sana-sini.
Sampai hotel sudah pukul 10.30.00 Wib, mata lelah kaki penat sekali tidak berlangsung lama kami terlelap di kota Bandung. Paginya acara sarapan pagi hanya diberi kupon makan untuk 3 orang, Natasha, Reza, dayang kami Onah yang menikmati fasilitas tersebut. Aku, suamiku, Raynaldi, dan Selly mencari makanan di luar. Belok ke kanan kami temukan tukang kupat tahu.lumayan juga seporsi hanya lima ribu rupiah sudah dapat mengenyangkan.
Pukul 10.00 kami cek out dari hotel untuk berkeliling lagi di kota Bandung kali ini satpam hotel memberi kami sebuah peta tapi dengan penggantian sepuluh ribu rupiah. Berbekal peta kota Bandung eh… kami tetap aja nyasar dan tidak tahu arah.
Tujuan kami Taman Hutan Raya Ir. H.Juanda. sampai sana kocek kami harus keluar Rp 23.000 untuk 6 orang dan mobil. Di dalam kawasan banyak pohon tinggi yang menjulang. Raynaldiku antusias skali ingin melihat Gua Jepang dan Gua Belanda. Sampai depan pintu gua kami sudh dihadang dengan kawanan pemandu yang langsung mengangsurkan senter untuk dipakai di dalam gua. Berkeliling gua rasanya bukan rekreasii walau dengan pemandu tapi di dalam gelap gulita jadi apa yang mau di lihat? Di pintu keluar kami harus merogoh kocek sewa senter satu senter seharga Rp 3000 plus pemandu aku harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 25.000, mahal jugakan untuk wisata yang gelap gulita! Perjalanan kami lanjutkan ke gua Belanda tapi dengan pesan pada anakku agar tidak ke dalam cukup di luar dan tidak asal menerima senter.
Lelah berkeliling Taman Hutan Raya kami lanjutkan untuk pulang. Di sebuah otutlet di jalan Asia Afrika kami makan siang dengan pilihan menu mie kocok, soto, batagor, dan bakso malang. Puas makan yang rasanya tidak nendang kami lanjutkan perjalanan untuk pulang kali ini kami akan lewat Puncak-Cianjur karena permintaan jagoan kami sebuah Samurai yang setahuku dijajakan di kawasan Cibodas. Benar saja di Cibodas Samurai bisa aku temukan dengan harga Rp 30.000. belanja oleh-oleh sedikit untuk tetangga kami pun pulang. Puncak memang indah namun kalau macet jengkel juga.


Kali ini sholat magrib kami jalani di masji At Taawun di Puncak Pas. Jalan turun ke Jakarta kami habiskan 4 jam, karena macet dari Pasar Cisarua hingga pintu tol……. BAYANGKAN! Kasihan suamiku harus rela kakinya pegang menginjak kopling dan rem.
Sampai Jakarta pukul 12.30 kami sampai rumah dengan kepenatan yang luar biasa, namun puas karena dapat berlibur bersama keluarga.

Friday, June 6, 2008

Mari Bercinta dengan Tanaman


Dari Gelombang Cinta sampai ke Dollar
Pemandangan yang hijau melapangkan rasa, menyamankan raga, dan tentu saja meneduhkan hati. Itu juga yang ingin kutularkan pada seluruh anggota keluargaku. Rumah kami yang tidak begitu luas halamannya, tanah sepenggal pun sudah tak tampak karena sudah penuh dengan teras keramik untuk parkir mobil. Lahan yang tersedia hanya sedikit dan memerlukan kejelian dan kerajinan untuk menatanya menjadi hijau. Tadinya aku tertarik bertanam karena hanya itu yang bisa membuat rumahku nyaman di tengah polusi udara yang menyesakkan.

Lama-lama suami tercinta ikut-ikutan katanya sih buat investasi mencari bibit anturium dan merawatnya jadi beberapa tahun kemudian harganya pasti mahal,..... sutralah yang penting hobi bertanam jadi hobi keluarga. Apalagi ananda tercinta Raynaldi yang masih kelas V SD sudah antusias bertanya bermacam-macam tanaman yang aku tanam. Sedikit-sedikit anandaku jadi tahu bagaimana merawat dan mencintai tanaman. Suami tercinta membuatkan tempat untuk pot-pot tanamanku dari bambu bertingkat dua. Cukuplah untuk menempatkan beberapa pot-pot tanamanku. Oh Ya di rumah tanaman itu ada yang kubeli, diberi teman, dan ada juga yang comot di teras orang... minta sih tapi nggak ada orangnya... he...he...he... Tiap ke daerah puncak aku pasti menyempatkan diri untuk berbelanja tanaman, ada euforbia kuning, orange, dan merah, ada mawar putih, kuning, dan merah, ada beberapa aglonema,ada adenium warna merah, juga pohon dollar yang sudah beranak pinak. Tidak ketinggalan anturium peliharaan suami yang sudah mulai membesar dengan daun yang hijau mengkilap. Wah pokoknya hari Minggu jadi hari seru buat kami sekeluarga.


Monday, June 2, 2008

"Berpisah" bukan Tak Berjumpa"











Perpisahan Siswa SMA Yappenda tahun Pelajaran 2007-2008 di Wisma Haji Puncak Jawa Barat

Hari itu masih pagi benar, masih pukul 06.00 WIB.Jumat, 30 Mei 2008. Tapi selimut yang menutupi tubuh setelah semalaman berdandan di tubuhku cepat aku lipat rapih. Pagi itu dengan kaos merah lengan panjang, sepetu kets dan celana jins biru aku berniat ikut dalam rombongan siswa SMA Yappenda untuk larut dalam suka cita perpisahan yang direncanakan akan dilangsungkan di Wisma Haji Puncak Jawa Barat.
Dengan Kuda besi yang dikendarai suami tercinta, aku sampai di Jalan Raya tempat bus berkumpul tepat pukul 07.30 WIB.Sudah banyak siswa-siswa yang berkumpul dengan bermacam atribut di tubuh yang mungkin sudah habis-habisan.
Tepat pukul 08.00 WIB bus yang berjumlah 5 buah berangkat dengan serangkum doa agar tak ada aral rintangan selama perjalanan dan sampai di tujuan.
Bus yang aku naiki, adalah bus I tempat berkumpul siswa kelas XII IPA 1 yang berjumlah 40 orang. guru-guru yang mendampingi tentu saja guru-guru yang dipersiapkan untuk mendampingi siswa yang notabene siswa pilihan yang cerdas dan kreatif. Dengan Bunda Yayu yang menjadi wali kelas selama satu tahun ini sepanjang perjalanan tersenyum renyah dengan body yang makin oke, namun jerawat batu yang bertengger di pipi terasa mengganggu wajah cerianya.Ada lagi trio 3 Diva yang malam nanti pas puncak acara akan mengumandangkan suara merdunya untuk menghibur siswa-siswa. Ada Bu Nita yang manis dan makin HOt aja, ada Bu Tami yang makin imut dengan julukan yayang Tami, dan tentu saja aku yang super manies dan cantiq (kata anak dan suamiku tentunya) tidak ketinggalan bodyguard yang mengiringi ada Pak Uloh dengan anak mungilnya 'Gita' ada Mas Tardiyanto sang fotografer dan kameramen pribadi, ada Bang Hambali yang kelihatan galak padahal biasa aja tuh.
Sampai diWisma Haji tempat kami menginap pukul 10.30 WIB, cepat sampai sih karena Puncak masih sepi waktu bus kami lewat. Mulailah bagi-bagi kunci kamar dengan bantuan suara resepsionis Wisma. Kami berlima (aku, Yayu, Tami, Armi, dan Ety yang belakangan harus hengkang dari kamar karena apa .... nggak tahu tuh sungkan kali nyampur dengan wanita-wanita perkasa dan ceria...!)mendapat kamar 210.Pemandangan di luar wisma terasa sejuk dan nyaman dipandang. Itulah Puncak dengan esoktisnya.Agar ada kenangan di depan penginapan tak lupa aku berfoto dengan latar belakang pemandangan puncak di halaman Wisma.



Hari itu agenda yang sudah disusun adalah mengenal alam sekitar sambil beristirahat dan melaksanakan sholat Jumat bagi pria. Nah yang wanita sibuk berfoto ria dan main ayunan serta bulutangkis di halaman Wisma.
Bagaimana dengan guru-guru wanitanya? Yah sama dengan ibu-ibu pada umumnya asyik ngerumpi sambil membahas hal yang tidak perlu tapi diperlukan. Tepat pukul 13.00 WIB acara mengisi perut. Dengan berbondong-bondong dan berdesakan para siswa tak sabar menyendok nasi serta lauk yang memang diperuntukkan buat meraka. Ada Sayur asem yang manis, ada ayam goreng imut-imut, ada tempe goreng tepung, dan sambel yang manis sekali tanpa pedas. Suasana yang sejuk membuat rasa lapar cepat sekali menghantam, aku lihat siswa-siswa lahap sekali makannya.Banyak yang ingin tambah lauk tapi ettt...... Mba Chimot yang hari itu kebagian tugas mengatur makanan supaya cukup dengan galak bersuara "Ambil ayam cuma boleh satu....!" wah siswa yang masih kurang lauk hanya cukup puas tambah sayur dan sambal saja. Untungnya aku bukan tipe penyuka ayam goreng.


Pukul 16.00 WIB giliran 3 Diva 'Take Vokal dengan pemain organ. Jadilah sore itu kami habiskan untuk performance di atas stage.Layaknya penyanyi profesional kami unjuk kebolehan suara yang pas-pasan.Karena terlalu cape Bang Hambali mengusulkan agar penyanyi organ seorang wanita (yang belum seksi karena kurus dan ceking namun Ya ALLAH wajahnya mengingatkan kami semua pada Bu Susi guru SMA Yappenda yang sudah out karena tekanan psikis),yang memang sudah diboking untuk tampil.Untuk lebih semarak kami hanya menyumbangkan pinggul untuk sekedar bergoyang menghangatkan badan. Namun, ada rupiah yang ikut menghantarkan goyangan pinggul penyanyi kurus tersebut.
Puncak acara perpisahan yang harusnya khitmad berlangsung biasa dan terlanjur ricuh dengan banyaknya siswa berjoged tanpa mengindahkan batas kesopanan dan toleransi. Terlanjur malu dan kesal aku dan beberapa rekan guru masuk kamar untuk tidur. Nyatanya tidur yang diharapkan tidak berhasil sempurna karena udara dingin dan malam belum larut. Akhirnya tengah malam itu kami dengan beberapa guru pergi ke puncak Pas tepatnya ke masjid At Taawun untuk melihat panorama Puncak Pas di malam hari.Kembali ke penginapan tepat pukul 01.30, mata yang ingin terkatub dan udara dingin yang kuhela terasa menyentak raga, dingin menusuk. Sehabis membersihkan tubuh, kutarik selimut untuk mengelana di negeri impian. Pagi harinya dengan rasa malas yang menyentak aku sampirkan selimut dan di hujan ngantuk sholat Subuh yang hampir habis waktunya harus aku wajibkan. Pagi itu bersama Armi aku mengitari wisma untuk mencari sarapan pagi, kalau di puncak begini enakknya makan bubur, hanya sayangnya bubur di penginapan kurang mengairahkan. Dengan angkot aku, Armi dan sambil berlari-lari pasangan suami istri Pak Uban Rachimin dan Bu Tati terlihat menyusul. Jadilah pagi itu kami berempat sarapan pagi menempuh jalan 2 kilometer menuju pasar Cipanas. Namun, bubur ayam yang jadi menu buruan kami tersa kurang nendang nikmatnya, sutralah yang penting bubur itu sudah nyaman di perutku. Agenda pagi ini hingga siang hari adalah rekreasi ke Taman Cibodas.
Sampai kebun raya Cibodas pukul 10.30 WIB. Rombongan kami yang terdiri dari para guru malas untuk keliling kebun raya ini, karena memang sudah lelah, juga sudah bosan mengelilingi kebun raya yang hampir setiap tahun jadi agenda rutin wisata siswa Yappenda. Penyewaan terpal yang di adakan pihak pengelola terasa membantu kami yang memang tidak membawa alas untuk duduk. Tepat di dekat pintu masuk kami menyewa terpal biru bersama. Rasanya makan bakso bpleh juga tuh, tapi harga yang ditawarkan alamak... mahal juga yah, Rp 7000 dengan tiga bakso 1 besar dan 2 kecil. Untungnya saya ikut pesan karena ternyata Bos besar kita Mr Rasidin sedang berbaik hati membayarkan bakso yang kami pesan, total ada 8 mangkok bakso yang beliau bayarkan, jadi... berapa yah semuanya... hitung sendiri aja deh, yang penting akau kenyang nih.
Tapi bolehlah sedikit aku ceritakan mengenai kebun Cibodas ini.
Dari gerbang masuk utama sebelah barat, sebelum menuju ke tempat parkir kita dapat menikmati keindahan pemandangan disekitar kolam air mancur. Setelah itu dengan berjalan kaki kita dapat melihat beraneka pemandangan dan berbagai macam tanaman eksotik, baik yang ada di rumah kaca maupun diluar, atau bisa langsung menuju air terjun Ciismun melewati jalan setapak, sambil menikmati merdunya suara burung.
Dari Pintu masuk utama sebelah timur, kita bisa melihat koleksi bunga sakura, taman Rhododendron, jalan air dan air terjun Cibogo sambil meneruskan perjalanan kearah selatan, setelah itu kita akan melewati koleksi tanaman obat yang memiliki lebih kurang 150 jenis tanaman. Dari sini, kita dapat menelurusi arah jalan yang menuju istal kuda dan bisa langsung menuju ke air terjun Ciismun dengan berjalan kaki. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.
ATRAKSI FOTO-FOTO PERPISAHAN 30-31 MEI 2008 WISMA HAJI PUNCAK JAWA BARAT


Wednesday, May 28, 2008

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
AKU DENGAN CERMIN RELA MEMBACA PUISI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PUISI SISWA KELAS VII SMPN 266 JAKARTA


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Membaca puisi salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa-siswi SMP dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP). Kegiatan membaca puisi adalah suatu bentuk kegiatan membaca estetis atau membaca dengan memperhatikan unsur keindahan. Baik keindahan dalam mengolah kata menjadi kalimat yang indah, keindahan intonasi dalam membacakan, bahkan ekspresi yang timbul dari pembacaan puisi oleh pembaca puisi. Selain itu penonton dapat mengapresiasi kegiatam membaca puisi dengan komentar dan tanggapan yang merupakan pembelajaran dalam berbicara tentang sastra.
Biasanya kita bercermin untuk melihat apakah kita sudah sempurna dalam penampilan atau belum. Cermin juga dapat memperbaiki penampilan kita dengan segera. Setidaknya bantuan cerminlah kita tahu kekurangan yang ada dalam diri kita.
Melihat tayangan langsung berbentuk rekaman video, menumbuhkan simpati dan empati siswa akan terbakar. Suasana yang mendukung, sarana dan prasarana yang memadai juga dapat membuat tayangan langsung tersebut dapat memberi respon bagi yang menontonnya. Kegiatan membaca sastra adalah suatu bentuk kegiatan berbahasa yang membutuhkan konsentrasi untuk mencerna huruf-huruf yang terdapat dalam bacaan tersebut., dengan ekspresi, intonasi, dan artikulasi yang sesuai.
Menikmati pembacaan dan kegiatan membaca puisi adalah milik siapa saja yang tertarik oleh kegiatan tersebut. Tidak setiap orang mampu mengekspresikan tulisan dalam bentuk puisi dan dapat membaca puisi dengan baik. Untuk itu banyak faktor yang mampu membuat membaca puisi menjadi suatu kegiatan yang menarik untuk diikuti siswa. Salah satunya dengan penggunaan cermin dan ‘ReLa’ atau “Rekaman Langsung”
Pembacaan puisi siswa dengan cermin siswa dapat berkaca langsung bahwa ekspresi dan mimik mukanya belum sesuai dengan puisi yang ia bacakan. Cermin dan rekaman langsung dapat mengapresiasi pembacaan puisi dan siswa dapat segera memperbaiki penampilannya.
Berdasarkan pengalaman guru pengajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 266 Jakarta, siswa-siswi sudah diberikan kesempatan membaca puisi sebagaimana yang mereka lihat di televisi, mendengarkan dan menyimak rekaman pembacaan puisi melalui tape rekorder atau melihat langsung guru memperagakan di depan kelas, tetapi masih saja banyak kesulitan untuk mencapai kriteria yang diharapkan.
Berdasarkan hasil evaluasi di akhir semester ganjil tahun ajaran 2006 yang lalu, jika dijumlahkan data sisiwa yang berani membaca puisi di depan kelas dari seluruh kelas VII, rata-rata hanya sekitar 4-5 orang tiap kelasnya yaitu sekitar 10 % dari 40 orang.Kenyataan ini sudah berlangsung cukup lama. Untuk itu penulis mengadakan penelitian untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca puisi.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengidentifikasi adanya beberapa masalah yang dialami dalam pembelajaran membaca puisi yaitu:
1 Siswa kurang antusias dalam pembelajaran
2. Siswa kesulitan dalam penghayatan, ekpresi, gerak/mimik dalam membaca puisi
3. Siswa kurang termotivasi dalam membaca puisi
4. Siswa masih malu-malu untuk tampil ke depan kelas
1.3 Pembatasan Masalah
Dari latar belakang dan identifikasi masalah di atas, penulis membatasi masalah yang akan dilakukan dalam penelitian sebagai berikut:
1. Bagamana cara meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa ?
2. Pendekatan apakah yang diterapkan oleh guru bahasa Indonesia untuk mengajarkan membaca puisi ?
3. Media apa saja yang dipergunakan guru dalam mengajar membaca puisi?
4. Bagaimana meningkatkan kemampuan membaca puisi dengan media tersebut?
5. Alasan apa sajakah yang menyebabkan guru menggunakan media tersebut?
1.4 Perumusan Masalah
Setelah masalah dibatasi, maka penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut:
1. Apakah media cermin dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi pada siswa SMP Negeri 266 ?
2. Adakah peningkatan keterampilan membaca puisi siswa dengan menggunakan media cermin dan dengan rekaman langsung tersebut?

1.5 Konsep Pemecahan Masalah
Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut, diperlukan media pembelajaran yang inovatif dan mengenalkan siswa pada suatu konsep pembelajaran dengan melihat tayangan langsung dari televisi. Setiap berkaca atau bercermin kita bertujuan sama melihat apakah penampilan kita sudah baik atau perlukah sentuhan khusus untuk mengubah atau menambah baik penampilan kita? Cermin yang digunakan dalam penelitian ini membantu siswa untuk memperbaiki penampilannya ketika membaca puisi.
Televisi diyakini sebagai salah satu media yang sering dilihat siswa. Bukankah siswa senang menonton orang lain di televisi, bagaimana bila dirinya ada di televisi dn ditonton oleh teman-temannya? media cermin dengan rekaman melalui handycame untuk memberikan solusinya. Siswa yang mempunyai kemampuan membaca puisi dapat belajar mengoreksi dirinya dan orang lain dengan melihat hasil rekamn dirinya dan orang lain.Motivasi siswa yang masih rendah dalam membaca puisi dapat bangkit dari komentar dan penayangan rekamannya di dalam kelas.
Siswa juga dapat diberikan model membaca puisi sudah ada dalam hal ini guru terlebih dahulu memberi arahan berupa penguatan secara psikis mengenai keterampilan membaca puisi yang berbeda dengan keterampilan membaca lain pada umumnya.
Membaca puisi artinya kita membaca dengan memperhatikan orang lain sebagai pendengar bacaan kita. Sehingga membaca puisi dapat diberi penekanan sebagai membaca estetis. Hal ini perlu siswa ketahui agar ia tidak malu dan percaya diri untuk ytampil ke depan. Selain itu dalam penayangan kembali siswa juga harus diberi penjelsn pentingnya menghargai karya orang lain dan memberikan komentar yang membangun untuk orang lain.
1.6 Tujuan Penelitian
1.6.1 Untuk siswa
a. siswa mampu membaca puisi dengan baik
b. siswa berani tampil, berekspresi melalui rasa, raga, dan karsa di depan umum.
c. Mengetahui gaya, ekspresi membaca secara langsung dengan baik dan benar.
d. Bertindak bijak dalam berkomentar dan memberikan kritik
1.6.2 Untuk guru
a. mencapai kompetensi dasar mata pelajaran yang diharapkan
b. mampu mengembangkan kreatifitas membaca sastra siswa
1.7 Hipotesis Tindakan
Penggunaan cermin dan Rekaman Langsung dalam pembelajaran membaca puisi dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi pada siswa SMP Negeri 266 Jakarta Utara
1.8 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 266 Jakarta Utara.
2. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar keterampilan membaca puisi.
3. Sebagai bahan referensi bagi guru lain dalam mengajar ketermpilan membaca puisi.

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Keterampilan Membaca Sastra
Membaca Sastra dalam mata pelajaran bahasa Indonesia masih menjadi bagian terkecil yang diajarkan pada siswa khususnya siswa SMP. Padahal dengan mempelajari sastra siswa mendapatkan ajaran –ajaran tentang hidup dan kehidupan, misalnya ajaran moral untuk berlaku dan bersikap santun serta mengajarkan siswa untuk dapat menghargai orang lain. Contohnya dalam menanggapi hasil pembacaan puisi, pembacaan cerpen, bermain drama. Sikap yang baik dalam mengapresiasi sastra merupakan pelajaran moral kehidupan yang nyata.
Sayangnya keberanian siswa untuk berani dalam keterampilan bersastra belum sesuai dengan harapan para guru bahasa Indonesia. Teori tentang sastra memang mudah untuk diajarkan, tetapi faktor keberanian siswa untuk mengapresiasi sastra masih jauh dari harapan. Apabila dalam diri sesorang tidak timbul gairah untuk mengajar atau belajar tentang hal-hal yang akan diajarkan atau dipelajarinya, maka di dalam lingkungan belajar mengajar itu agak sulit dikatakan ada kegembiraan (Hernowo, 2005:18). Menciptakan suasana yang menyenangkan kiranya perlu terus dilakukan guru, khususnya guru mata pelajaran bahasa Indonesia agar sastra dapat tumbuh dan berkembang dalam diri siswa.
Mulyasa (2005:41) mengatakan ada tiga implikasi terhadap pembelajaran pertama perlu lebih menekankan pada kegiatan individual meskipun dilaksanakan secara klasikal, dalam hal ini diberi tugas individu ,bukan secara kelompok. . kedua, perlu diupayakan lingkungan belajar yang kondusif, dengan metode dan media yang bervariasi, sehingga memungkinkan setiap peserta didik belajar dengan tenang dan menyenangkan. Ketiga, dalam pembelajaran perlu diberikan waktu yang cukup, terutama dalam penyelesaian tugas atau praktik, agar peserta didik dapat mengerjakan tugas belajar dengan baik.
Implilkasi itu setidaknya mulai membuka mata guru sebagai pengajar untuk selalu mencoba sesuatu yang baru dan lebih bervariasi, baik secara kelompok maupun individual dalam pembelajaran. Pada dasarnya siswa SMP memiliki sifat-sifat konstruktif, mampu merencanakan sesuatu, mampu mencari menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang diperolehnya (Gagne dalam Pidarta 1997).
2.2 Pengertian Rekaman Langsung
Pesatnya kemajuan teknologi, memungkinkan orang untuk bisa melakukan sesuatu dengan menggunkan teknologi. Tayangan di televisi yang hanya bisa kita lihat saja ternyata dengan bantuan alat teknologi kamera digital, handycame, segala peristiwa dapat kita abadikan dan menjadi rekomendasi untk peristiwa selanjutnya. Bahkan dengan rekaman yang kita lakukan, kita dapat introspeksi bahkan belajar dari kekurangan yang ditamilkan dari rekaman tersebut.
Rekaman langsung biasanya dilakukan apabila kita ingin cepat dan segera melihat hasil dari yang telah kita lakukan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia rekaman berasal dari kat rekam yang artinya bekas atau kesan dari sesuatunyang diucapkan atau dituliskan. Mendapat akhiran –an yang memberi makna hasil dari yang direkam (KBBI:2005 hlm.941).
2.3 Penggunaan Media Dalam Pembelajaran
Media pembelajaran pada dasarnya merupakan alat bantu yang dimanfaatkan guru dalam rangka mempermudah pembelajaran. Dalam pembelajaran sastra media embelajaran dapat berupa kaset rekaman ata video, dapat pula model secara langsung. Pertimbangan dalam memilih dan menentukan media pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Fungsional
2. Tersedia
3. Murah
4. Menarik
Fungsional artinya cocok dengan tujuan pembelajaran dan benar-benar berfungsi untuk menunjang ketercapaian tujuan. Bukan hanya sebagai pelengkap namun benar-benar merangsang siswa untuk berlatih, berlatih, dan terus berlatih.
Tersedia artinya pada saat kita butuhkan media tersebut dapat dengan mdah kita dapatkan, dan murah tidak terlalu mahal atau dapat dijangkau harganya untuk ukuran dir pribadi siswa dan guru. Pertimbangan lain yaitu media pembelajaran haruslah menarik bagi siswa, sehingga siswa termotivasi untk terlibat dalam proses pembelajaran (Pelathan Terintegrasi :2005 ,hlm.41)
2.4 Manfaat penggunaan media pembelajaran
Media yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah cermin, rekaman membaca puisi siswa. Penggunaan media ini sangat bermanfaat, yaitu :
1. dengan cermin memotivasi siswa untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi secara teat dan cepat
2. rekomendasi untuk siswa lain dalam menilai pembacaa puisi temannya
3. untuk sekolah dan guru, hasil rekaman dapat menjadi media pembelajaran dan dokementasi sekolah terhadap karya siswa.
2.5 Jenis dan Kriteria Memilih Media pengajaran
Pemilihan media yang tepat dapat membantu dalam keberhasilan pembelajaran. Ketepatan memilih media tidak terlepas dari interaksi antara guru dan siswa dalam melihat kebutahan media dalam pembelajarannya.
2.5.1 Jenis Media Pengajaran
Media pengajaran yang dipilih dalam penelitan tindakan kelas ini adalah cermin dan rekaman langsung pembacaan puisi siswa.
2.5.2 Kriteria Memilih Media Pengajaran
Media cermin dipilih karena cermin dapat secara langsung, cepat dan tepat melihat penampilan siswa dalam membaca puisi, yang meliputi ekspresi dan penghayatan siswa terhadap puisi yang dibacanya.
Media rekaman langsung dipilih karena pembacaan puisi siswa dapat ditanggapi dari hasil rekaman dalam bentuk keping VCD. Tanggapan dan komentar yang diberikan siswa membuat siswa termotivasi untuk berkarya lebih baik lagi. Selain itu dengan tanggapan dan komentar yang diberikan dapat mengajarkan siswa untk menerima kririk dan saran dari orang lain dengan bijak.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Subjek Penelitian dan tempat penelitian
3.1.1 Subjek Penelitian
Penelitian ini mengambil subjek kelas VII, yang penulis ajarkan atau kelas VII.4 . Jumlah siswa , yaitu 40 orang siswa. Kelas VII.4 terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan.
3.1.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMPN 266 yang beralamat di Jalan Cilincing Bhakti VI Nomor 29 Jakarta Utara. Siswa-siswa yang bersekolah di SMPN 266 adalah anak-anak yang kebanyakan berasal dari keluarga nelayan di pantai Cilincing. Siswa yang orangtuanya karyawan hanya sedikit jumlahnya. Kreatifitas dan kemampuan berpikir bagi siswa-siswa di SMPN 266 masih jauh dari rata-rata. Diberlakukannya kurikulum KTSP yang pada awal-awalnya mengalami kesulitan, namun setelah para guru yang berjumlah 54 orang dan jumlah siswa untuk tahun ajaran 2007-2008 ini berjumlah 820 orang, membuat berbagai terobosan baru dalam melaksanakan kurikulum KTSP, kegiatan belajar mengajar menjadi terasa lebih menyenangkan. Selain itu upaya pemerintah untuk terus melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan guru di sekolah, dapat membantu terwujudnya belajar mengajr yang lebih kondusif.
Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2007-2008, yaitu pada awal bulan Januari sampai bulan Februari dengan melihat jadwal tatap muka guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas.
3.2 Input
Kemampuan siswa dalam membaca puisi sebelum digunakan cermin dan teknik rekaman langsung dapat dilihat pada tabel berikut ini.

NO. ASPEK YANG DINILAI NILAI RATA-RATA
1. Intonasi 60.60
2. Penghayatan 58.80
3. Tempo dan Nada 60.00
4 Gerak/mimik 57.50
Rata-rata kemampuan 59.84

Berdasarkan tabel di atas, dapat dikatakan bahwa kompetensi siswa dalam membaca puisi masih tergolong rendah ( rata-rata 59.84 ) terutama dalam hal penghayatan dan gerak/gestur. Siswa belum mampu membaca puisi dengan ekspresi serta intonasi yang tepat dan jelas. Selain itu siswa juga kurang menguasai isi puisi sehingga gerak/gesture tubuh siswa terlihat masih kaku serta kemampuan olah tubuhnya pun masih kurang. Hal ini sangat berpengaruh ketika puisi dibacakan.
Kemampuan vokal siswa yang masih belum memadai juga berpengaruh dalam pembacaan puisi dengan intonasi yang sesuai. Intonasi ini berhubungan dengan tempo membaca, atau cepat lambatnya suara dibunyikan. Tekanan nada yang dihasilkan oleh suara siswa. Ekspresi yang dihasilkan dari pembacaan tersebut serta penghayatan belum maksimal dikuasai siswa.
3.3 Pembelajaran Membaca puisi dengan cermin dan rekaman langsung
3.3.1 Pendahuluan
a. Perencanaan
Penyusunan Silabus Pembelajaran
Yang meliputi aspek : Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator Keberhasilan, pengalaman Belajar, alokasi waktu.
Pengalaman belajar meliputi : a. kegiatan pembelajaran, b. materi dan sumber pembelajaran c. penilaian proses dan hasil
b. Pelaksanaan
Satu kali tatap muka berlangsung selama 2 x 40 menit, siklus pertama direncanakan selama tiga kali tatap muka, siklus selanjutnya diperlukan apabila tingkat kerbehasilan tidak tercapai dalam siklus pertama. Begitu seterusnya.
c. Pengamatan
Dilakukan bersama dengan pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan jadwal masing-masing siklus. Pengamatan untuk pengumpulan data kualitatif,dan data kuantitatif diambil dari hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan pada proses dan akhir pembelajaran setiap siklus.
d. Refleksi
Data tahap refleksi diperoleh melalui pengamatan dengan dianalis pada setiap siklus. Kriteria keberhasilan dengan aspek proses dan aspek hasil.
a. aspek proses : kinerja professional guru dalam menerapkan cermin dan rekaman langsung. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan perkembangan kemamapuan membaca sastra siswa.
b. Aspek hasil dilihat dari nilai akhir skor siswa 75 % siswa memperoleh nilai akhir 65. atau sesuai dengan KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang ditetapkan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
e. Analisis data
Ada dua jenis data yang dipergunakan yaitu;
a. data tentang proses pembelajaran membaca dengan menggunakan cermin
b. data hasil penilaian kelompok terhadap pembacaan puisi siswa dalam bentuk rubrik penilaian (skor)
3.3.2 Pelaksanaan Program Pembelajaran
a. Persiapan
Alat dan bahan yang dipersiapkan :
Alat : Ruang kelas berukuran 8 x 10 m
Cermin berukuran 6 x 3 m
Perangkat sound system : Televisi, Handy camera
Lagu pengiring
Bahan : Puisi ( boleh karya siswa atau karya orang lain)
RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) terlampir
Skenario :
a. sebuah ruang dipersiapkan oleh guru dalam hal ini di SMPN 266 ruang yang dipakai adalah ruang media. Ruangan ini dilengkapi dengan sound sistem lengkap, televisi.
b. cermin berukuran 6 x 3 m dipersiapkan. Karena terbatas dana maka kami menyiapkan cermin dari ruang guru yang biasa dipakai oleh guru untuk memperbaiki penampilannya sebelum mengajar.
c. ruang yang dipersiapkan dinding ruang diberi cermin yang berukuran 6 x 3 m
d. siswa menyiapkan puisi yang akan dibaca (dapat hasil karya siswa atau karya penyair terkenal)
e. Handy Camera dan televisi untuk merekam pembacaan puisi siswa disiapkan
f. guru membagi kelas menjadi sepuluh kelompok dengan akumulasi bila dalam kelas tersebut terdapat 40 orang siswa maka akan terdapat 4 orang dalam satu kelompok yang akan menilai penampilan membaca siswa secara individu.
g. siswa membaca puisi dengan menghadap dinding yang sudah dilapisi cermin
h. tiap kelompok menilai 4 orang temannya dalam lembar pengamatan yang berbentuk rubrik penilaian.
i. dengan menempatkan cermin dan direkam langsung dengan handy camera, siswa dapat secara langsung melihat gaya, ekspresi, gerak, mimi muka, dan kemampuan membacanya.
j. Handy camera dipergunakan untuk tahapan refleksi, hasil rekaman diformat ke dalam bentuk vcd yang nantinya akan diputar ulang pada pertemuan berikutnya atau menilai individu secara kelompok dari rekaman tersebut..
3.3.3 Kegiatan Pembelajaran
1. Siklus Pertama
Tahapan Waktu Uraian Kegiatan Komponen CTL
Kegiatan Pendahuluan 15 menit 1. Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
2. Siswa menyebutkan pengalaman-pengalamannya dalam membaca puisi Constructi-vism
Questioning
Learning Community
Kegiatan Inti 60 menit 1. Siswa menentukan bagaimana membaca puisi yang baik
2. Siswa mendiskusikan bersama teman hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membaca puisi
3. Siswa membaca puisi yang telah dipilihnya secara begantian Inquiry
Modeling

Kegiatan Penutup 15 menit 1. Guru memberikan komentar secara umum mengenai hasil kerja para siswa.
2. Guru memberikan penilaian. **) Reflection
Authentic assessmen

2. Siklus kedua

Tahapan Waktu Uraian Kegiatan Komponen CTL
Kegiatan Pendahuluan 10 menit 1. Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai kesulitan/ hambatan ketika membaca puisi pada siklus pertama
2. Guru mempertunjukkan tayangan rekaman langsung video siswa yang membaca puisi dan bersama siswa memilih pembaca puisi sudah baik dan yang masih kurang
3. Siswa berdiskusi dengan kelompok menentukan pembaca puisi sudah baik dan yang masih kurang Constructi-vism
Questioning
Learning Community
Tahapan Waktu Uraian Kegiatan Komponen CTL
Kegiatan Inti 70 menit 1. Siswa menyebutkan pembaca puisi yang sudah baik dan pembaca puisi yang kurang baik
2. Guru membimbing siswa melakukan penilaian pembacaan puisi dan kriteia untuk menentukan bahwa pembaca puisi itu sudah baik
3. Siswa menilai pembacaan puisi temannya dalam rubric penilaian
4. Siswa memberikan skor perolehan pembacaaan puisi Inquiry
Modeling
Authentic assessmen
Kegiatan Penutup 10 menit 1. Siswa mengumpulkan hasil penilaiannya per kelompok
2. Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja siswa **) Reflection
*) penilaian proses dimulai
**) penilaian hasil dilaksanakan
3.3.4 Evaluasi Proses Pembelajaran
3.3.4.1 Penilaian Proses
Selama proses pembelajaran berlangsung, guru melaksanakan pengamatan dan penilaian.Berikut adalah kriteria pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung.
Aspek Skor 1 Skor 2 Skor 3
Keseriusan mengikuti pembelajaran Kurang serius, sering bercanda, mengganggu teman Masih melakukan aktivitas di luar pembelajaran Mengikuti pembelajaran dengan tertib
Kerjasama dalam diskusi kelompok Masih memerlukan bimbingan guru secara intensif Tanpa bimbingan intensif Sudah dapat membimbing teman
Waktu Waktu yang tersedia tidak cukup Selesai sesuai waktu yang tersedia Selesai sebelum waktu berakhir
3.3.4.2 Penilaian Hasil Pembelajaran
Pembacaan puisi siswa dinilai oleh kelompok. Tiap kelompok melakukan penilaian secara individu pada 4 orang siswa. Sehingga setiap sepuluh kelompok menilai seluruh temannya yang membaca puisi . Tingkat keobjektifannya penilaian dalam memberikan skor perolehan dalam bentuk angka.
Berikut adalah kriteria penilaian membaca puisi siswa.
Nama Siswa :
Judul Puisi :
Kelompok Penilai :
No. Uraian Skor Keterangan
1. Intonasi
a. Jelas terdengar, lafal diucapkan dengan benar 4 NA = (jumlah skor : 30) x 100
b. Jelas terdengar, tempo suara teratur, tekanan nada sudah baik 3
c. Jelas terdengar, tempo suara cukup teratur, tekanan nada sudah baik 2
d. Jelas terdengar, tempo suara tidak teratur, tekanan nada belum baik 1
Skor maksimal 4
2. Pengahayatan
sangat baik dan mampu mengahayati isi puisi 4
Sudah baik dan mampu menghayati isi puisi 3
Cukup baik dan cukup mampu menghayati isi puisi 2
Kurang dalam menghayati isi puisi 1
Skor maksimal 4
3. Tempo dan Nada
Pengaturan tempo, tinggi-rendah nada, keras- lemah suara, dan cepat-lambat membaca puisi sangat baik 4
Pengaturan tempo, tinggi-rendah nada, keras-lemah suara, dan cepat-lambat membaca puisi baik 3
Pengaturan tempo, tinggi-rendah nada, keras-lemah suara, dan cepat-lambat membaca puisi cukup 2
Pengaturan tempo, tinggi-rendah nada, keras- lemah suara, dan cepat-lambat membaca puisi kurang 1
Skor maksimal 4
4. Gerak/mimik 2
Keserasian antara ekspresi wajah, gerak, sikap, dan ucapan sangat baik 4
Keserasian antara ekspresi wajah, gerak, sikap, dan ucapan baik 3
Keserasian antara ekspresi wajah, gerak, sikap, dan ucapan cukup baik 2
Keserasian antara ekspresi wajah, gerak, sikap, dan ucapan kurang 1
Skor Maksimal 4
Jumlah Skor Maksimal 16

3.3.5 Output
Kemampuan siswa dalam membaca puisi pada siklus pertama belum menampakkan kemajuan kemudian guru mengevalusi kendala dan hambatan yang terjadi. Yaitu waktu yang tersedia kurang mencukupi dan siswa kurang antusias mengikuti karena setelah tugas dia selesai maka berakhir pulalah apa yang kewajibannya terhadap materi yang diuji yaitu membaca puisi.
Hasil temuan di lapangan ternyata terdapat beberapa kendala pada siklus yang pertama.
LEMBAR OBSERVASI

Hari, tanggal : Senin, 7 Januari 2008
Deskripsi temuan lapangan :
 Siswa masih perlu diberi penjelasan yang lebih banyak mengenai cara membaca puisi
 Ada yang mau tampil tetapi masih malu dan tidak tahu harus tampil membaca puisi yang bagaimana
 Untuk tampil saling melempar nama pada temannya.
 Sebagian besar siswa harus ditunjuk langsung untuk tampil.
 Siswa masih belum dapat bekerjasama dengan kelompoknya untuk memberikan penilaian
 Terdapat siswa yang masih melakukan aktivitas lain, yaitu berbicara dengan temannya dn masih terdapat siswa yang malas untuk ikut serta dalam diskusi
 Masih terdapat siswa yang saling mengandalkan dalam diskusi
Melihat kendala yang ditimbulkan pada siklus yang pertama, maka guru mencari solusi pada siklus yang kedua yaitu dengan memberi jeda penugasan dengan memutar ulang hasil rekaman siswa sebelumnya, sehingga siswa menjadi termotivasi dalam melakukan pembacaan puisi untuk lebih baik, selin itu guru juga mengumumkan siswa yang memperoleh skor tertinggi pertemuan yang lalu.
Jeda yang dimaksud adalah, setelah seorang siswa membaca puisi kemudian guru mermutar kembali rekaman siswa dan membahas dan menugaskan siswa mengecek kembali hasil diskusi penilaian pembacaan puisi. Sehingga siswa yang telah selesai membaca menjadi tahu kesalahan apa yang telah diperbuat.
Refleksi ini juga dapat membangkitkan siswa untuk lebih menggali otensi yang ada dalam dirinya ketika membaca puisi. Guru masih berperan dalam memantau proses pembelajaran secara afektif atau melihat sikap dan antusias siswa ketika penilaian individu dilakukan oleh kelompok.
Setelah digunakan cermin dan teknik rekaman langsung dapat dilihat pada tabel berikut ini.
NILAI RATA-RATA MEMBACA PUISI SISWA KELAS VII.4 DENGAN MENGGUNAKAN CERMIN DAN REKAMAN LANGSUNG
NO. ASPEK YANG DINILAI NILAI RATA-RATA
1. Intonasi 82.50
2. Penghayatan 76.30
3. Tempo dan Nada 75.00
4 Gerak/mimik 75.60
Rata-rata kemampuan 77.35

Pada siklus kedua terjadi perubahan antara lain:
1. Siswa tampak memiliki motivasi lebih tinggi
2. Siswa lebih bergairah mengikuti pembelajaran
3. Terjadi peningkatan aspek pembacaan puisi yang lebih baik
4. kerjasama kelompok untuk memberi penilaian baik dan aktif

BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan cermin siswa dapat memperbaiki penampilannya ketika membaca puisi secara langsung, dan juga dapat melihat apakah pembacaan puisi yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang dia harapkan. Rekaman lansung yang dipergunkan guru ketika siswa sedang membaca puisi dimaksudkan untuk melatih siswa dalam memberikan penilaian yang objektif mengenai pembacaan puisi yang dilakukan temannya dengan melibatkan orang lain dalam hal ini kelompok. Siswa juga dapat berlatih menerima dan memberikan kritik melalui kerjasama kelompok., siswa terinspirasi untuk mengajukan gagasan, perasaan, dan sikapnya terhadap masalah tersebut sesuai dengan pandangan dan sikap siswa.
Kesungguhan siswa, kelancaran, dan ketepatan waktu pada proses pembelajaran diperhatikan dan diamati sehingga guru dapat membantu siswa dalam membaca puisi, selain itu memotivasi siswa untu langsung memperbaiki diri dalam keterampilannya membaca puisi. Sekolah dalam hal ini guru mata pelajaran bahasa Indonesia mempunyai referensi dan dokumentasi yang baik dari rekaman pembacaan puisi siswa, untuk nantinya pada pembelajaran berikutnya dapat menjadi model.. Pembacaan puisi siswa dinilai oleh guru dan oleh temannya. Berdasarkan kriteria tersebut rata-rata siswa memperoleh nilai 77.35Dengan demikian, jelas bahwa cermin dapat meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa.
Penayangan kembali hasil rekaman siswa adalah tahap refleksi dan mendiskusikan kesalahan siswa dalam membaca sastra sehingga pada pembelajaran yang akan datang kesalaahan tersebut dapat diperkecil
Hasil rekaman juga dapat disimpan untuk pembelajaran pada kelas lainnya, dan sebagai bukti fisik yang akan menjadi dokumen sekolah sebagai media pembelajaran alternatif. Teknik pembelajaran seperti ini juga dapat melatih siswa untuk mengikuti lomba membaca puisi, lomba pidato, bahkan siswa juga dapat menggunakan teknik ini dalam kemahiran berbahasa yang lainnya atau bahkan mata pelajaran lainnya.

5.2 Saran
Penggunaan cermin dengan rekaman langsung cukup efektif dalam dalam pembelajaran membaca puisi sehingga diharapkan para guru berkenan menggunakan metode ini. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, sebaiknya siswa dilatih berkali-kali. Tugas mandiri perlu diberikan kepada siswa. Dalam waktu tertentu perlu diadakan lomba membaca puisi sehingga siswa termotivasi untuk membaca puisi. Metode ini adalah sebuah alternatif dalam pembelajaran membaca puisi sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran, guru tetap dimungkinkan menggunakan metode lain yang relevan.
Penelitian ini kiranya dapat berguna dalam melatih kemahiran dan keterampilan berbahasa sastra siswa. Khususnya siswa SMP Negeri 266 Jakarta Utara untuk lebih mencintai sastra sebagai pelajaran yang banyak mengajarkan nilai-nilai luhur tentang hidup dan kehidupan.
Pembelajaran yang menyenangkan tentang sastra akan memunculkan penyair-penyair besar sekelas Rendra dari tangan guru-guru yang mau memulai sesuatu yang baru.

Penelitian dengan harapan kegiatan yang akan dilaksanakan dapat memberikan konstribusi aktif dalam rangka menumbuhkan rasa cinta terhadap sastra, serta pentingnya menanamkan kesadaran untuk terus berpacu mengejar suatu keinginan yang positif dan berani tampil beda sebagai siswa dan guru kota besar yaitu DKI Jakarta, tempat dimana segala sarana dan prasarana pendukung kegiatan serba ada dan memungkinkan.
Fasilitas yang serba ada tersebut rasanya sangat sayang dilewatkan apabila tidak dipergunakan, asalkan keinginan untuk maju dan mencoba segala sesuatu yang penuh tantangan ada di dalam diri guru dan siswa. Rasanya menjadi jauh dari harapan bila hanya gurunya saja yang kreatif sementara siswanya tidak atau malas untuk berkreasi.
Sejauh mana kita memulai suatu kegiatan di sekolah dan dimana pun , harus dibuka dengan kata “Kita Mau dan Kita Bisa”. Harapan penulis penelitian ini kiranya dapat menjadi pilihan atau alternatif lain dalam mengajarkan membaca puisi khususnya dan keterampilan bersastra pada umumnya.
Kami meyakini bahwa untuk terlaksananya kegiatan ini perlu adanya dukungan positif dari berbagai pihak. Dan pada akhirnya hanya memohon kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan, dan kekuatan. Karena Allah-lah tempat bergantung setiap hamba-Nya.
Akhirul kalam
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Jakarta, 30 Maret 2008
Mengetahui Penulis
Kepala SMP Negeri 266 Jakarta



Dra. Endang Nurhayati, M.M. Dra. Seni Asiati
NIP. 130927892 NIP.132137160










DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohamad. 1982. Teknik Berdeklamasi dan Baca Puisi. Surabaya: Warga
Badudu, J.S. 1984. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta : Gramedia
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
_________ 2001. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
_________.2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Prinsip dan Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Hernowo.2004. Bu Slim & Pak Bil: Menggagas-Kembali Pendidikan Berbasiskan Buku. Bandung : Mizan Learning Center
_______. 2005. Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan. Bandung: Mizan Learning Center
Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
Mulyasa, E. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Natawidjaya, Rochman. 1997. Konsep Dasar Penelitian Tindakan. Bandung : IKIP Bandung
Parera, Jos Daniel. 1996. Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, Landas Pikir dan Landas Teori. Jakarta: Grasindo
Suyatno. 2005. Permainan Pendukung Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Grasindo
Zaini, Hisyam, dkk. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CSTD

DAFTAR TABEL



1. TABEL HASIL PENGAMATAN PROSES PEMBELAJARAN
2. DAFTAR SKOR PEMBACAAN TANPA CERMIN
3. DAFTAR SKOR PEMBACAAN DENGAN CERMIN DAN REKAMAN LANGSUNG

DAFTAR GAMBAR


LAMPIRAN –LAMPIRAN

1. SURAT KETERANGAN PENGESAHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
2. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
3. RUBRIK PENILAIAN KELOMPOK

Lampiran 1

SURAT KETERANGAN PENGESAHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1 Identitas Penelitian
a. Judul Penelitian Aku dengan Cermin ‘ReLa’ Membaca Puisi Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca Puisi Siswa Kelas VII SMP Negeri 266 Jakarta Utara
b. Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia
c. Jenis Penelitian Penelitian Individual
d Kategori Penelitian Penelitian Tindakan kelas
e. Sumber Observasi Siswa kelas VII..4 SMPN 266 Jakarta Utara
2 Identitas Penulis
a. Nama Lengkap Dra. Seni Asiati
b. Jenis kelamin Perempuan
c. Pangkat/Golongan ruang Penata Tk.I/ III.D
d. Nomor Induk Pegawai 132 137 160
e. Alamat Rumah Jalan Sungai Kendal Rt 01/08 No.72 Rorotan Cilincing Jakarta Utara
f. Telepon R.(021)70978654,HP. 085921218075
g email seniasiati@yahoo.co.id
h Situs blogger http://senicantiq.blogspot.com
3 Lokasi Penelitian
a. Nama Tempat SMP Negeri 266
b. Alamat Jalan Cilincing Bhakti VI No. 29 Cilincing Jakarta Utara
c. Telepon 021- 4402745
d. Fax 021-4402745
e. Lama Penelitian Selama dua bulan yaitu dari bulan Januari sampai dengan bulan Februari tahun 2008
Waktu pelaksanaan setiap siklus dua kali tatap muka yang masing-masing tatap muka berlangsung 2 x 40 menit
5 Biaya Penelitian
a. Sumber dana Swadana

Jakarta, 01 Februari 2008
Mengetahui
Kepala SMP Negeri 266 Jakarta




Dra. Endang Nurhayati, M.M.
NIP. 130 927 892

Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMP Negeri 266 Jakarta
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas /Semester : VII/2
Standar Kompetensi : Mendengarkan sastra
13. Memahami pembacaan puisi
Kompetensi Dasar : Menanggapi cara pemba¬caan puisi
Indikator (1) Siswa dapat Mampu mengemukakan cara pelafalan, intonasi, ekspresi pem¬baca puisi
(2) Siswa dapat Mampu memberi tanggapan de¬ngan alasan yang logis pemba¬ca¬an puisi yang didengar/disaksikan
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat membaca puisi dengan mengguna¬kan intonasi, ekspresi, gerak/ gestur, dan penghayatan yang baik.
2. Materi Pembelajaran
Cara menanggapi pembacaan puisi dan implementasi- nya
3. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Inkuiri
c. Demonstrasi
4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan awal
1) Siswa mencermati model pembacaan puisi
2) Siswa dan guru bertanya jawab cara membaca puisi yang baik dan benar.
3) Siswa mengidentifikasi cara membaca puisi yang baik
b. Kegiatan Inti
1) Siswa menentukan bagaimana membaca puisi yang baik
2) Siswa mendiskusikan bersama teman hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membaca puisi
3) Siswa membaca puisi yang telah dipilihnya secara bergantian
c. Kegiatan Akhir
1) Guru memberikan komentar secara umum mengenai hasil kerja para siswa
2) Guru memberikan penilaian.
Pertemuan Kedua
a. Kegiatan awal
1) Siswa bertanya jawab dengan guru mengenai kesulitan/ hambatan ketika membaca puisi pada pertemuan pertama
2) Guru mempertunjukkan tayangan rekaman langsung video siswa yang membaca puisi dan bersama siswa memilih pembaca puisi sudah baik dan yang masih kurang
3) Siswa berdiskusi dengan kelompok menentukan pembaca puisi sudah baik dan yang masih kurang
b. Kegiatan Inti
1) Siswa menyebutkan pembaca puisi yang sudah baik dan pembaca puisi yang kurang baik
2) Guru membimbing siswa melakukan penilaian pembacaan puisi dan kriteia untuk menentukan bahwa pembaca puisi itu sudah baik
3) Siswa menilai pembacaan puisi temannya dalam rubrik penilaian
4) Siswa memberikan skor perolehan pembacaaan puisi
c. Kegiatan Akhir
1) Siswa mengumpulkan hasil peniliannya per kelompok
2) Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja siswa
5. Sumber Belajar
a. VCD, rekaman membaca puisi siswa
b. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
6. Penilaian
a. Teknik : Tes unjuk kerja.
b. Bentuk instrumen : Uji petik kerja prosedur dan produk
c. Soal /Instrumen : Bacalah puisi dengan memperhatikan, intonasi, pelafalan, tempo dan nada, gerak/mimik, penghayatan
Rubrik Penilaian Membaca Puisi
Berilah tanda cek () pada kolom nilai 1, 2, 3, atau 4 dengan ketentuan: 1 = kurang; 2 = sedang; 3 = baik; 4 = sangat baik.
Nama siswa : ......................................
Tanggal : .....................................
Judul Puisi : ....................................
Kelompok Penilai : ....................................
No. Aspek Deskriptor 1 2 3 4
1 Intonasi Suara jelas terdengar, lafal tepat
2 Tempo dan Nada Pengaturan tempo, tinggi-rendah nada, keras- lemah suara, dan cepat-lambat membaca
3 Gerak/mimik Keserasian antara ekspresi wajah, gerak, sikap, dan ucapan
4 Penghayatan Penghayatan terhadap isi puisi
Skor maksimal: = 16
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut.
Perolehan Skor
Nilai akhir = ------------------------ X Skor Ideal (100) = . . .
Skor Maksimum (16)

Jakarta, 30 Juli 2007
Mengetahui Guru Mata Pelajaran,
Kepala Sekolah,


Dra. Endang Nurhayati, M.M Dra. Seni Asiati
NIP. 130 927 892 NIP. 132 137 160
Tukang Sampah itu Pak Joko

Jakarta adalah salah satu kota besar yang selalu padat dengan beranekaragam manusia dari berbagai daerah, aktivitas, lalu lintas dan sebagainya. Seorang bapak kira-kira berusia 53 tahun dari perkampungan kumuh di sudut kota Jakarta, Ya itulah pak Joko, senantiasa mendorong gerobak sampahnya yang telah menemaninya selama kurang lebih 30 tahun. Pak Joko senantiasa mendorong gerobaknya meskipun rasa lapar dan harapan kosong menghampiri. Namun, bagi dirinya sampah adalah menu utama dan gerobak adalah sendok dan garpu.
“Uuuhhh…padat dan kotor sekali kota ini. Seperti tidak terurus.”, keluh pak Joko.
Lalu ia pun melanjutkan perjalanan meskipun sesekali ia menghampiri sampah di pinggir jalan. Tidak terasa, ia telah sampai di pangkalan mikrolet dan ia pun langsung memasuki salah satu mikrolet tua yang ada di situ.
“Kau ini tidak pernah ada habisnya ya?” pak Joko berbicara sendiri sambil membersihkan kolong-kolong bangku yang ada di mikrolet.
“Ya…namanya juga Jakarta, tidak tahu kapan bersihnya!”, sahut pak Sanim yang sedang memanaskan mobil.
“Memang orang di Jakarta ini tidak ada yang pernah peduli terhadap kebersihan kotanya”, kata pak Joko nada kesal.
Mikrolet sudah bersih, pak Joko pun turut untuk melanjutkan ke tempat lain. Namun baru beberapa langakh ia sudah dipanggil oleh pak Sanim.
“Pak..pak Joko….pak Joko……sebentar!”, kata pak Sanim seraya menghampiri pak Joko. “Ada apa pak Sanim?”, tanya pak Joko dengan heran.
“Ini pak buat bapak…”, kata pak Sanim sambil menyodorkan uang dua lembar ribuan.
“Tidak, tidak usah, terima kasih banyak….ini sudah tugas saya, jadi saya tidak bias menerima menerima pemberian bapak.”, kata pak Joko.
Lalu pak Joko pun meninggalkan pak Sanim yang masih heran dengan sikap pak Joko. “Ko ada ya orang yang tidak mau menerima uang di zaman yang serba susah ini..”, kata pak Sanim, sambil melihat pak Joko yang lama-kelamaan hilang oleh kejauhan.
Di dalam perjalanan hati pak Joko memohon doa, “Ya….Tuhan….jangan Engkau beri uang yang lebih bau dari sampah”.
Tidak terasa pak Joko sudah sampai di tempat pembuangan sampah, lalu ia pun menuangkan sampah yang ada di dalam gerobaknya.
“Sepertinya matahari sudah di atas kepal, lebih baik aku pulang untuk makan dan istirahat.”, kata pak Joko sambil mendorong gerobak yang sudah kosong.
Di dalam perjalanan perut pak Joko berbunyi, “Kruk….kruk…..kruk….”, suara perut pak Joko. Tak terasa pak Joko sampai di mulut gang rumahnya. Pak Joko pun sampai di depan rumahnya. “Assalamualaykum…..”, pak Joko memberikan salam. “Waaliakumussalam……”, serentak di jawab oleh istri, anak tunggalnya, dan cucu satu-satunya.
Istri pak Joko membuat minum, sedangkan anak dan cucunya memijit pundak dan kaki pak Joko. “Ini pak minum dulu…pasti bapak haus kan…!”, kata sang istri sambil menyodorkan segelas air putih kepada pak Joko.
Pak Joko mengambil dan segera meminumnya dan ia berkata, “Terima kasih bu…..”.
“Bu, bapak mau ngadem dulu ya di bawah pohon mangga….”.
Pak Joko pun keluar rumah dan duduk di bangku bambu di bawah pohon mangga. Sedang asyiknya bersantai, anak dan cucunya menghampiri.
“Pak ada cerita apa hari ini?”, kata anak pak Joko yang bernama Tia.
“Ada!”, kata pak Joko dengan singkat.
“Apa pak ceritanya!!”, tanya Tia dengan penasaran.
“Begini, tadi kan bapak membersihkan sebuah mobil mikrolet tua yang di dalam mobil mikrolet tersebut sangat kotor sekali, bapak pun masuk dan membersihkannya, nah..setelah bapak selesai membersihkan, bapak dipanggil oleh si supir mikrolet dan ia ingin memberi bapak uang, tapi bapak tolak!”. “Kenapa bapak tolak?”, tanya Tia. “Karena uang itu bukan hak bapak, masih banyak yang lebih membutuhkan uang tersebut seperti tukang bajaj, penyalur genteng dan masih banyak lagi”, kata pak Joko.
“Nah…mulai sekarang kita harus membantu orang dengan ikhlas tanpa mengharapkan pamrih.”, kata pak Joko. “Pak, lebih baik kita masuk lalu makan bersama.”, kata Tia.
“Ya sudah yu kita masuk..”, ajak pak Joko.
Akhirnya pak Joko dan keluarganya makan bersama.

Tuesday, April 29, 2008

PUISI


SESAL DI BULAN APRIL
(BY BUNDA NaRa)

Apa yang masih kupunya anak-anakku?
Ilmu yang kuberi telah terbakar
Kasih yang kusiram telah merangas
Harap yang kupunya telah hilang

Apa yang masih kupuja anak-anakku?
Ketika tangan telah kotor
Ketika hati telah ternoda
Ketika kepala di isi coretan

Apa yang masih tersisa anak-anakku
Dalam sakit diraga aku coba berdiri
Dalam sesak dijiwa aku coba lapangkan jalan
Dalam senyum dibibir aku coba tengadah

Apa yang masih bisa kuutarakan anak-anakku?
Rapat terkatup tak bisa terbuka
jiwa merana mengenang yang tersisa
wajah yang sendu menahan rasa
gelisah dan tak berdaya melawan semua

Anak-anakku tak bisakah kau tolak semua itu
Lamaran dunia yang meruntuhkan moral
mencabik-cabik nurani perjuangan kita
menggoreskan catatan luka di benak terluka

Anak-anakku dalam doa sepuluh jari kuhimpun
kurapatkan ke hadirat-Nya
agar perjuangan yang kita bina dilapangkan oleh-Nya
agar selalu diberi nurani yang bersih

Jiwa yang kini terluka hanya meminta
setitik nada kasih yang indah
dari sisa-sisa perjuangan yang masih ada
agar kalian bisa melihat, mendengar,
bahwa Bunda akan terus berjuang
untuk moral dan nurani yang masih ada

Anak-anakku dipenghujung jalan
ujian yang lalu telah tercoret
tercoret segumpal kotoran kunci yang kusam
ada tanya di hati
kurangkah penerangku?
sedikitkah kasihku?
atau runtuhkah moralmu

kristal bening di kelopak mata Bunda
meluncur mengenang kisah
doa Bunda tetap untukmu
(ketika moral dan nurani tak lagi bisa bersuara di ujian nasional)

Monday, March 24, 2008

CERITA PENDEK NATASHA


ARTI PERSAHABATAN
Assallammuallaikum,,,,terdengar suara lembut di pintu kelas.
"Anak-anak,Ibu ingin memperkenalkan murid baru pada kalian!"Sapa bu Limia pagi itu.
“siapa bu?cewek atau cowok?” tanya salah satu murid cowok yang bernama Rizky.
"Biar kalian tidak penasaran, Ibu akan persilahkan Ia masuk."Lalu anak baru itu masuk,Ia anak cowok,berbadan tinggi,putih,rambutnya spike,Pokoknya agak mirip sama Tommy kurniawan gitu,Waw,,,semua murid sekelas terpesona dan terkagum-kagum melihat anak baru itu! Kecuali Lisa,Nala,Kiki,& Peter(nama aslinya sih Indriani Peter,tapi Ia lebih suka dipanggil Peter).Sebenarnya mereka bersahabat terdiri 5 orang yaitu,Lisa,Nala,Peter,Kiki,dan Putri.Dan karena Putri sangat terobsesi sama cowok ganteng,bisa dibilang Putri itu Ganjen! jadi diantara mereka hanya Putri yang terkesima melihat anak baru itu.
“ehm,,,,nama saya Geovani biasanya saya dipanggil Opan,saya pindahan dari Surabaya,saya keJakarta karena,,,ups! rahasia!maaf saya gak bisa cerita pada kalian”.tutur Opan jelas.
"Nah,apa ada yang ingin kalian tanyakan pada Opan?"tanya Ibu guru pada semua murid dalam kelas.
Seorang siswi bernama Eka mengacungkan tangan dengan ekspresi senyam-senyum Eka bertanya,”Opan loe udah punya pacar belom?"
Huuu……”eka disoraki oleh temen-temannya.Opan hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan konyol itu.
“Opan sekarang kamu silahkan duduk dekat Nala di bangku itu”,perintah Bu Limia.
“Baik Bu”,,,,jawab opan.
Pelajaran berlanjut dengan baik hingga jam istirahat pertama tiba…
Opan meminta berkenalan dengan Nala.”ehm….boleh kenalan gak?nama gue Geovani loe Nala kan?”tanya Opan.
“tuh lo tau,ngapain kenalan segala!”jawab Nala ketus.
“Guys kekantin yuk,gue Laper nih!”ajak Nala pada empat sahabatnya.
"Guys,sory yupz,,gue gak bisa ikut kekantin,soalnya gue ada urusan nih,,”tolak Putri halus.
"oh ya udah,kalo gitu kita kekantin dulu yah." sahut Nala.Peter,Nala,Lisa,Kiki,dan Putri mereka itu satu geng,geng mereka bernama “CeBoy”,alias “Cewek-cewek tomboy”,kecuali Putri,kalau dia itu agresif dan suka cari perhatian.
Setelah kepergian teman-temannya Putri deketin Opan!
“hai Opan,’sapa Putri dengan kemayunya.
“hai,ga kekantin sama teman-teman loe?”
"gak,gue males,gue mau disiniberdua sama loe!" jawab Putri dengan genitnya.
"oh…bay the way gue boleh tanya gak? sahut Opan serius.
"Buat Loe apa sih yang engga?’jawab Putri genit.
“em..gue mo tanya Nala dan sobat loe yang lain sifatnya kaya gimana sih?”tanya Opan penasaran.
“oh gini,kalo Nal itu orangnya Ketus banget dia cuek bebek sama orang yang pengen deketin dia.Sebenarnya banyak banget cowok Ganteng yang suka sama dia,sampe-sampe Alex ketua Osis kita yang super-super cool dan super populer aja naksir sama Nala." keluar deh sifat putri yang ember jkalau sudah berbicara. "Pernah waktu itu Alex ngajak Nala keluar buat jalan-jalan pas malam minggu, eh Nala malah nolak,katanya dia lebih suka jalan bareng "Genk CeBoy", Nala tuh Tomboi banget,dia paling gak suka dandan,tapi gue akuin sih,tanpa dandanpun dia emang cantik plus manies,dia dijulukin kembaran Cinta Laura”.tutur putri panjang lebar, namun dia heran juga kenapa nih cowo ngobrol ama gue tapi yang ditanya ko Nala sih. wajah Putri langsung bulet abil dan manyun.
“Terus kalo sobat loe yang lain gimana?" tanya Opan lagi.
Putri menceritakan semua sifat-sifat yang dimiliki teman-temannya dengan singkat,sampai gak terasa bel masuk pelajaran berbunyi, mereka berjalan ke kelas dengan masih bercerita seputar kehidupan dan kegiatan Geng Ceboy. pelajaranpun berlangsung dengan baik hingga jam pelajaran berakhir.
* * *
“Ehm…Nal boeh tanya gak? rumah loe dimana sih? tanya Opan penuh harap.
“Apa urusan Loe,ngapain sih Loe tanya-tanya petugas sensus Loe!" lagi-lagi Nala menjawab degan ketus.
‘yah engga….nanya aja,oh ia pulang bareng yuk gue sih tadi brangkat bawa motor"tawar Opan masih penuh harap, namun dalam hatinya jengkel juga nih cewe garang amat kaya duren mateng, tajam tapi enak dilihat.
"Thank deh atas tumpangannya tapi gue mau bareng teman-teman gue aja". tolak Nala halus sambil membereskan semua peralatan sekolahnya.
Opan tertunduk lesu,"ternyata susah yah naklukin cewek kaya loe Nal.Pokoknya gue harus berusaha untuk bisa dapetin loe” batin Opan.Setelah lama dikelas memikirkan cara untuk menalukan Nala,akirnya Opanmemutuskan untuk pulang kerumah.sesampainya dirumah,Opan menuju kamarnya dan masih terus berfikir dan membayangkan kelakuan Nala cewe yang sudah merampas setengah dari hatinya.“Besokkan pelajaran Olah Raga,nah Nala dan sobatnya kan suka banget main basket,gue mau ajakin tanding aja mereka”,seru Opan dengan girangnya karena menemukan ide cemerlang untuk menaklukan macan betina itu. Opan akhirya tertidur pulas,hingga keesokan harinya di sekolah…..
“ehm,,,Nal loe kan suka basket,gimana kalo kita tanding?loe mau?ajak Opan.
“ayo siapa takut!"tantang Nala antusias, ia memang paling suka dengan olahraga satu itu.Setelah pelajaran Matematika selesai tibalah saatnya pelajaran Olahraga,dan Opan menagih janji kepada Nala.
“Nal,jadi gak kita tanding?" tanya Opan.
"Kayanya lo serius nih nantangin gue!oke,gue ganti baju dulu." jawan Nala sambil menyambar baju olahraga yang memang sudah ia persiapkan di atas mejanya.
Nala mengganti baju kaus berwarna putih dan memakai baju khusus dia pakai ketika main Basket,kaus tanpa lengan karena ia gak suka baju ketekan,jadi ia memakai kaus putih untuk dalamannya,dan memakai celana olahraga merah sepanjang lutut.Di lapangan sudah ada Opan yang keliatan Cool banget,dengan rambut spike nya, tapi Nala tidak tertarik pada Opan sedikitpun.Akhirnya mereka bertanding,pertandingan itu mebuat semua murid tertarik dan mendekati lapangan basket untuk melihat pertandingan itu.
Untuk menyaksikan pertandingan seru itu.semua anak cowok dan Genknya Nal memberi
dukungan dan semangat pada Nala,kecuali Putri. Putri dan semua para cewe bersorak-sorai mendukung Opan.Pertandingn semakin seru,mereka hanya berbeda selisih 2 angka.
Pada saat final Nala jengkel banget sama Opan,karena Opan terlalu bagga atas kemenanganya mengalahkan Nala. Entah mengapa Nala dapat dikalakan oleh Opan,mungkin karena saat ini Nala sedang kedatangan “TAMU BULANANnya”
Setelah pelajaran Olahaga selesai,selanjutnya adalah pelajaan Bahasa Inggris.Nala meminta putri untuk bertukar tempat duduk dengan Oki teman sebangku Puti yang sangat DDM alias “Diam Diam Menghanyutkan”.Oky adalah cowok yang tampangnya pas-pasan dan sangat pendiam tapi pintarnya gak ketulungan.
Jam pelajaran hari ini pun berakhir. Peter,Nala,Lisa,dan kiki pulang bersama,entah kenapa Putri lebih memilih pulag bersama Opan padahal Opan menawarka pulang bareng pada Nal tetapi ternyata Puti yang kecantol pada Opan.

* * *
Setiba dirumah Putri menulis Dairy
Memory 28/2/2005
Dear Diary

Di sekolah gue ada anak baru ,gantengg…..banget!Namanya Geovani,biasa dipanggil Opan.Kayanya dia suka deh sama Nala sobat gue. Walau begitu gue gak bakal nyerah,pokoknya gue gak boleh kalah dari Nala.Gue harus lebih oke dari Nala.
Setelah menulis diary putri tertidur lelap.

Keesokan harinya Nala dan Opan masih saling cuek,hari itupun Putri masih duduk sebangku dengan Opan. Semakin lama opan jenuh duduk dengan Putri,karena semakin lama putri semakin mendekat pada Opan dan membuat opan jadi merasa gak nyaman.
“Put,kenapa sih loe makin lama tambah ngedeket jarak duduknya ?gue kan jadi risih.”ucap Opan.
“ya,gue pengen aja duduk berdekatan sama Loe,mumpung Nala rela tempat dudukya gue yang nempatin!kapan lagi coba?kesempatan kan gak datang dua kali!”jawab Putri ngasal.
Lalu Opan hanya diam mendengar ucapan Putri yang konyol.
Tak lama kemudian Bu Deswita guru Biologi masuk ke kelas.
“Assallammuallaikum…..ibu punya tugas buat kalian untuk meneliti dan mencatat hasil penelitian yang sudah kalian teliti.yaitu kalian pandangi keindahan alam dan lihat apa yang terjadi.Ibu beri waktu 1 bulan untuk megerjakan tugas tersebut,Karena selama 1 bulan Ibu ditugaskan oleh Bapak kepala Sekolah untuk dinas Di luar kota.Ibu akan membagi kelompok,dan kelompoknya." Bu Deswita menjelaskan panjang lebar dan mulai menyebutkan kelompok penelitian.
Kel.Satu :Lisa,Nala,eka,Opan dan Rendy
Kel.Dua :Putri,Oky,kiki,Nuul,dan Robby
Kel.Tiga:Peter,Indra,Ukie,Sarah,dan Sherin
Kel.Empat:Dewi,Ridwan,Uci,Keke,dan Reza

“Nah kalian sudah dtahukan kelompok kalian?"ibu harap kalian bisa menjadi kelompok yang kompak.Dan ibu juga berharap kalian bisa mengerjakan tugas itu dengan penuh tanggungjawab.Sekian dari Ibu,ibu pamit,smoga bu kembali ke sekolah dalam keadaan sehat walafiat.Assallammuallaikum.” ucap Budeswita.
”waallaikumsallam.”jawab murid kelas srentak.
"Uh…kenapa sih gue harus sekelompok sama Opan!"gerutu Nala sambil ngeliat Opan dengan sinis.
“yes,akhirnya gue sekelompok sama loe Nal,gue janji gue bakal bikin loe takluk sama gue!”gumam Opan sambil memandang nala dengan senyum.
"Ih….. ngapain lagi si Opan senyam-seyum ke gue,gila kali ya!"gumam Nala dalam hati.
“Teman-teman setelah bel istirahat berahir kalian harap berkumpul sesuai kelompok Biologi yang tadi sudah di bagikan!"ucap ketua kelas.
Yes!!!!Opan berteriak girang membuat Nala menoleh ke arahnya dan mencibir kesal.

* * *
Jam Istirahatpun tiba!
Kelompok I berkumpul di sudut kanan belakang, Kelompok II berkumpul di sudut kiri belakang, kelompokIII berkumpul disudut kanan depan Kelompok IV berkumpul di sudut kiri depan. Nala duduk bersebelahan dngan lisa,lalu Opan membisikan sesuatu pada Lisa”lis tukeran tempat dong!’ucap Opan pelan.
”Emang loe mau ngapain?”bisik Lisa.
”engga gue mau deket aja sama Nala,’bisik Opan lagi.
”loe suka ya sama Nala?"bisik Lisa lagi.
“sstt…jangan kasiih tau sapa-sapa ya lis!" bisik Opan memohon.
"Ia,,,tenang aja gue gak ember kok!" sahut Lisa
“ehm…." Rendi ketua kelompok memecah suasana.
Lalu akhirnya Lisa bertukar tempat dengan Opan.Nala dan Opan berdekatan sekali. Lama-lama Nala jenuh karena dia terlalu dekat dengan Opan.dan tidak terasa 1minggu pun telah berlalu.
“Kelompok I cepat berkumpul di sudut kanan!teriak Rendy ketua kelompok.Nala yang berada diperpustakan langsung lari terburu-buru kekelas,Opan pun yang ada di kantn langsung lari kekelas. Saat mereka lari terburu-buru menuju kelas Nala dan Opan bertabrakan.
“auw…keluh Nala!sedang Opan hanya tersenyum saja dan itu membuat Nala menjadi jengkel.

Di Kelas
Opan sebenarnya jahil,dan dengan kejahilannya dia mengelitiki Nala!opan mengelitiki Nala sampai berkali-kali.
”rese loe Pan"jawab nala ketus.Lalu Nala bergantian mengelitiki Opan dan Opan pun tersentak.
”aow…resek juga lo ya!"
“loe juga rese,makanya jangan iseng duluan,”jawab Nala.
”oh jadinya loe balas dendam nih!’seru opan.
”kalo iya kenapa?’jawab Nala ketus.akhinya mereka berdua malah bercanda dan tertawa.Nala dan Opan tiba-tiba bisa akrab begitu saja dengan Opan.
”ehm…Nala,Opan,kalian jagan bercanda terus dong!" tegur Rendy, Nala dan Opan tertunduk malu.
“Nah,diskusikita akhiri sampai disini dulu,’.ucap Rendy.
Dua minggu berlalu cukup baik untuk Nala dan Opan mereka kembai duduk sebangku,dan Putri kembali duduk bersama Oky.Sekarang Nala tidak ketus lagi dengan Opan.
“Nal, gue mau cerita sama Loe nih!”ucap Opan.
"cerita aja,gue nyimak kok cerita lo!"jawab Nala.
"Nal gue gat au ini maksudnya apa,soalnya ini ada sangkut pautnya dikit sama loe!
“Maksud loe?" tanya Nala tidak mengerti
"Dulu waktu di Suabaya gue punya sahabat baik dari kecil,namanya Layla.Dia tuh mirip banget sama loe, tapi dia gak ketus and galak kaya loe! Pertama kali gue kenal loe,duduk sama loe,gue ngerasa gue berada dekat sama Layla .Waktu gue tanya keadaan dia gimana ternyata dia lagi koma,gue langsung buru-buru dateng ke Surabaya dia bilang gini “Pan,nanti kalo loe di Jakarta ketemu cewek mirip gue loe jangan beranggapan itu gue,kalo loe beranggapan itu gue,loe bakal sedih,gue tau loe sayang sama gue,dan loe tau kan gue sayang sama loe,jadi please jaga cewekyang mirip gue itu baik-baik.” Setelah mengucapkan kata-kata itu Layla pergi untuk selamanya gue ga tahan untuk ngucapin kata-kata selanjutnya sekarang.”ucap Opan.
"Emangnya kenapa? bilang aja !" Ucap Nala
"Oke tapi Cuma loe yang tau ya!"
"Iya gue janji !" Nala mengacungkan dua jarinya tanda dia serius berjanji pada Opan.
"Dari awal gue duduk sama loe,gue punya niat untuk ngejagain loe dari siapa pun,waktu gue diremehin sama loe,gue ngerasa kaya ditinggalin sama orang yang gue sayang yang kedua kalinya.Jadi gue boleh ga ngelindungi loe,seperti gue ngelindungi Layla dulu.”ucap Opan”
“Boleh,tapi loe jangan nyakitin gue,dan loe jangan sedih lagi,gue akan coba untuk jadi seperti Layla yang sayang sama loe,tapi loe harus inget loe anggap gue sebagai temen,bukan pacar loe !!!” Nala menegaskan.
"Oke gue setuju!" ucap Opan.
Setelah lama berbincang-bincang,tibalah waktu jam pelajaran dimulai.
"Assalamuallaikum…..”ucap Bu Dian guru Bahasa Indonesia”.
"Walaikumsalam……”Jawab murid srempak.
"Coba kalian baca kisah tentang 5 Sahabat pada buku paket hal.20.”perintah Bu Dian.
Anak-anak lalu membacanya kira-kira sampai 15 menit.
"Sudah selesa??”kata Bu Dian
"Coba kalian tulis arti kisah tentang ke 5 Sahabat,di kertas polio!!”perintah Bu Dian.Dan anak-anak mengerjakannya sampai 30 menit !
"Waktu mengerjakan habis,ibu akan panggil kalian satu per satu maju dan membacakannya." perintah Bu Dian."Absen pertama Giovani,harap maju membawa hasil puisi buatanmu."
Baik Bu”jawab Opan”

“ARTI PERSAHABATAN “
Sahabat adalah sekelompok anak-anak yang kompak
Sahabat selalu ada dikala kita senang dan sedih.
Sahabat tidak saling menyakiti
Jika sahabat kita pergi,kita harus tetap menjaganya!

By:Giovani

Setelah Opan membacanya,teman-teman bertepuk tangan
"Sekarang ibu memanggil yang ke dua,Nala.”ucap Bu guru.
"Baik bu.."jawab Nala.

“ ARTI PERSAHABATAN “
Sahabat itu tidak saling bertengkar merebutkan sesuatu yang tak berguna,
seperti pacar.
Sahabat harus saling mendukung dalam berkreasivitas.
Sahabat selalu ada saat senang dan sedih
By: Nala

Nala pun selesai membaca dan anak-anak bertepuk tangan
Selanjutnya Bu Dian memanggil anak-anak untuk maju,sampai selesa.
"Ibu akan menyebutkan nama anak yang mendapatkan juara dari puisi Arti Persahabatan,dan pemenangnya adalah Nala,Nala mendapatkan juara 1,Geovani juara 2,Peter juara 3,Lisa juara 4.”ucap Bu Dian.
Teng…Teng…Teng…!!!
Bu Dian pun mempersilahkan pulang kepada muridnya.

* * *
Saat ini Nala dikabarkan dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Fatmawati,Jakarta Selatan.yang mengakibakan Nala kehabisan darah.
"Apaaaa……?" Nala masuk ke Rumah Sakit ??”Opan kaget saat mendapatkan kabar tersebut dari Lisa.
"Iya Pan Nala sakit,kalo loe mau jenguk lo ke Rumah Sakit Fatmawati No.128”ucap Lisa. Lalu Opan mencatatnya dengan terburu-buru .Setelah itu Opan lngsung menuju ke Rumah Sakit lalu Opan langsung ke ruangan rawat Nala.Disana ada Peter,Lisa,Kiki.Sedangkan orang tua Nala tidak ada di sana karna sedang keluar kota.
Opan menyapa teman-teman yang ada di dalamnya.Opan terliht sangat sedih melihat keadaan Nala yang saat ini memakai alat bantu pernapasan.

“Nal bangun,ni gue Opan,loe gak boleh tinggalin gue,gue gak mau kehilangan orang yang gue sayangin lagi untuk keduakalinya….”opan terus memohon agar Nala sadar dari komanya.
Taklama kemudian Nala siuman,dengan perlahan Nala membuka matanya,
“Opan gue dimana,ko loe ada disini?’dengan terbata-bata Nala berbicara pada opan.
“Nal…..loe udah sadar? Loe jangan banyak bicara dulu ya,lo masih belum pulih…”ucap Opan.
"Opan sebenanya apa yang terjadi sama gue?" tanya Nala.
"Kemarin lo mengalami kecelakaan motor dan sampai akhirnya loe kehabisan darah dan loe gak sadarin diri deh,sekarang loe istirahat ya.lo harus cepet sembuh,biar kita bias main basket lagi,dan Loe jangan pernah tinggalin gue…”opan bicara sambil bersedih.
“Ia pan,gue akan bertahan,gue pasti kuat….gue pengen sekolah lagi,pengen main basket sama lo."Mudah-mudahan gue cepet sembuh dan lo gak bakal kehilangan gue,,,
Peter,Lisa dan kiki menghampiri Nala,dan tak lama mereka pamit pulang,hanya ada Opan disana yang menemani Nala.

Setelah itu akhirnya Opan menemani Nala yang sedang beristirahat dikamarnya,Opan duduk di samping Nala,Opan teringat kenangan bersama Layla dulu waktu masih di Surabaya,tiba-tiba Opan jadi merasakan rindu yang teramat besar,apalagi wajh Nal mirip sekali dengan layla.
Tak lama Nala terbangun dari tidurnya,”Nal makasih ya,lo mau jadi penganti Layla sebagai sahabat gue….”ucap Opan sambil menitikan air mata.
“Sama-sama pan,gue juga makasih karena lo baik banget sama gue,lo jangan sedih dong…..”
Tak lama kemudian Nala mengeluh kesakitan…
"Aduh ……opan kepala gue sakit banget nih…"
"Lo sakit lagi Nal?sebentarya gue mau pangil dokter dulu." Opan berlari ke luar mencari dokter.Dokterpun memeriksa Nala didalam ruangan.
“Nak,temanmu Nala butuh banyak darah,maka harus ada yang mendonorkan darah untuk dia,..’ucap dokter.”memang golongan darah Nala apa dok?
“O,”jawab dokter
"Kalau begitu saya akan mencari pendonornya dok!"ucap Opan semangat.
“Kalau bisa secepatnya karena malam ini akan melaksanakan Operasi!"ucap dokter.
“Apa?malam ini dok?kalau begitu saya akan cari pendonornya secepatnya.”ucap Opan bingung. Orang tua Nala sedang dalam perjalanan dari luar kota dan tidak bisa diharapkan untuk membantu. saudara-saudra Nala tidak ada yang bisa dihubungi karena Opan tidak tahu alamt maupun teleponnya.Opan pergi dalam keadaan bingung dan Otaknya sambil berfikir,”gue haus dapat darah itu,tapi siapa yah yang golongan darahnya O."
Saat dia dalam perjalanan,ia bertemu dengan Putri,Opan lansung menghampirinya dan bertanya
“Hai Put,,,,gue mau tanya ma lo,,,,
"Lo mo tanya apa sih?"putri penasaran
“Golongan darah lo apa?
“O,,emangnya kenapa?kok tiba-tiba lo tanya golongan darah gitu?"
“lo taukan Nala sekarang kritis gara-gara kecelakaan,dan dia kehabisan darah dan malam ini dia mau di operasi,saat ini dia butuh banyak darah, orangtuanya masih di jalan dari luar kota lo maukan donorin darah lo buat Nala?"pinta Opan memelas.
Dengan ketus Putri mejawab,”Engak!gue gak akan donorin darah gue kesiapa pun,asal lo tau ya Pan,gue benci banget sama Nala,karena dia ngerebut lo dari gue!" kata Putri dengan ketusnya.
“jadi karna itu lo benci sama Nala? gue sama Nala cuma temen, sahabat gak lebih! Put masa lo tega sih sama sahabat lo sendiri, lo gak mau berkorban dan nolongin dia,teman macam apa lo, lo egois,lo cuma mikirin diri lo sendiri,lo bahagia diatas penderitaan orang lain!" Opan tak kuasa membendung amarahnya.
Mendengar semua perkataan Opan Putri terdiam dan berpikir cukup lama dan akhirnya memutuskan,”Opan gue mau donorin darah gue buat Nala,dia sahabat terbaik gue,dan gue lakuin ini semua cuma buat lo,demi lo,supaya lo tahu kalo gue sayang sama lo,sekarang kita kerumah sakit ya….”mendengar perkataan itu Opan langsung senang,dan akhirnya mereka pergi menuju rumah sakit.
Putri mendonorkan darahnya,tak lama Operasi dilaksanakan selama tiga jam. Selanjutnya,Opan masih menemani Nala yang belum siuman dari operasi yang berlangsung tadi malam,sedangkan putri langsung pulang kerumah.Beberapa jam berlalu,Nala akhirnya sadar.
“Nal…lo udah sadar,,gue seneng deh…." Nala tak banyak bicara,dengan cepat Opan memanggil dokter dan dokter memeriksa Nala.
Dokter menghampiri Opan dan berkata, ”Nala sudah kembali normal kesehatannya dan 2hari lagi dia sudah boleh pulang,"ucap dokter
"terimaksih dokter"ucap Opan.
Setelah itu Opan kembali ke Nala dan menyampaikan berita baik itu pada Nala,Nala pun senang mendengarnya.Di dalam kamar Opan menceritakan pada Nala kalau yang mendonorkan darah untuknya itu sebenarnya Putri,Nala kaget dan terharu begitu ia diceritakan oleh Opan.
Tak berapa lama orangtua Nala sampai di rumah sakit, mama Nala memeluk Nala dengan tangis yang tak terbendung, karena dia merasa bersalah tidak berada di samping putrinya ketika putrinya membutuhkan kehadirannya. Namun, Nala memafkan mamanya karena situasi memang tidak memungkinkan mama dan papanya sampai ke rumah sakit. Papa sangat berterima kasih pada Opan, berkali-kali mama mengucapkan terima kasih dan memuji Opan sebagai teman yang baik untuk Nala, anaknya. Opan hanya tersipu dan tentu saja senang dipuji seperti itu. Papa dan Mamanya terkejut karena Putrilah yang mendonorkan darah untuk Nal.
Papa mamanya Nala memeluk Nala dengan haru dan penuh kasih sayang,,,,”Nal Papa dan mama janji mulai saat ini kami gak akan tinggalin kamu,papa dan mama akan selalu bersama kamu dan kami gak akan pegi jauh untuk ningalin kamu lagi….”ucap papa.
“iya pah….makasih banyak ya pah,mah….”
Akhirnya Nala pulang,Opan ikut mengantarkan Nala sampai Akhirnya Nala dengan
Duahari berlalu akhirnya Nala kembali ke sekolah.
“Nala…lo udah sembuh?’tanya temen-teman sekelas Nala.
“Udah dong….seorang Nala harus kuat dalam menghadapi masalah apapun…,"ucap Nala.
Lalu teman-teman Nala menghampiri Nala dan mengucapkan “You Are Welcome Nala”…
Nala senang sekali karena ternyata banyak sekali teman-teman yang menyayanginya.
Ga lama kemudian,Nala menghampiri Putri untuk berbicara pada Putri…
“Hai Put…Thank banget yah buat semuanya,Opan udah cerita semuanya sama gue,thank atas bantuan lo,lo udah donorin darah lo untuk gue,walaupun lo lakuin semua itu demi Opan."
“Sama-sama kok Nal,setelah gue pikir-pikir masa iya sih gue lakuin semua itu Cuma demi Opan,lo kan sahabat gue paling baik,ya gue lakuin itu gak hanya karena Opan lah.Gue juga mau minta maaf sama lo,cuma gara-gara cowo gue langsung jahat dan benci sama lo,gue jadi malu nih,masa persahabatan kita bisa hancur begitu aja selama bertahun-tahun kita jaga,hancur Cuma gara-gara cowok lagi,gue norak ya….lo mau kan maafin gue?" Putri memeluk Nala sambil terisak.
“iya gue maafin lo ko,gue seneng deh,akhirnya kita berlima bisa kumpul lagi deh kaya biasanya,seru-seruan,gokil bareng,susah dan sedih bareng-bareng."jawab Nala.
Lalu Peter,Lisa,dan Kiki ikut membaur dalam suasana bahagia sekaligus haru pada Nala dan Putri. Mereka akhirnya saling berpelukan dengan haru dan bahagia.

Bel pelajaran pertama berbunyi,dan Bu Dian guru biologi sudah kembali dari tugasnya di luar kota,
“Anak-anak,apa kalian sudah selesai mengerjakan tugas dari ibu?"tanya Bu Dian
Lalu semua siswa menjawab dengan kompak “Sudah Bu”!
Setelah itu tugas dikumpulkan dan akan di nilai pada itu juga.Setelah cukup lama Bu Dian menkoreksi,akhirnya hasil kerja kelompok pun dibagikan kembali pada murid.dan Bu Dian menyebutkan nama kelompok terbaik.
“Kelompok terbaik jatuh pada kelompok I yang beranggotakan Rendy,Lisa,Nala,Eka,dan Opan.Selamat untuk kalian.
Lalu Nala dan Opan saling ber-Tos tanggannya atas keberhasilan mereka dan berpelukan dengan Rendy ketua kelompok sambil ber kata “Yes….Kita berhasil”!!


THE END (Karya Natasha Anissa ditulis di Pondok Pesantren AtTaqwa Putri)

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...