Wednesday, December 17, 2014

KURTILAS ATAWA K13 MEMBAWAKU KELILING INDONESIA

ASYIKNYA KERJA SAMBIL WISATA


MONEV K13  KOTA BANDUNG

Apa kabar? Penghujung tahun 2014 aku tutup dengan kerja sambil wisata. Kurikulum 2013 membuatku bisa keliling Indonesia gratis. Puskurbuk yang menugaskanku ikut dalam Monev atau Monitoring dan Evaluasi K13 membawaku keliling Indonesia. Bila tahun 2013 aku diajak mengelilingi Semarang dan Jepara, tahun 2014 ini aku diajak oleh Puskurbuk dalam tim Monev ke Kota Bandung dan Pangkalpinang.
Kota Bandung bukan kota yang baru untuk menjadi kota kunjungan. Perbedaannya kali ini aku menjadi tim Monev K13 bersama sahabatku yang membawaku terjun bebas dalam K13 Nona manis Ambone Christina Tulalesy. Transportasi ke Bandung, aku ditemani oleh si Moni yang selalu setia menemani kemanapun aku pergi. Monev kali ini kami masih berlima yaitu: Aku (Seni Asiati guru SMPN 266 Jakarta dan 4 orang dari puskurbuk :  Bu Chistina Tulalesy, Bu Yuke, Bu Kus, Bu Agraeni.
Hari pertama atau hari Rabu, 19 November 2014 kami mulai dengan Kotching pada Dinas Pendidikan Kota Bandung dan guru-guru penginput data. Aku mengordinir guru-guru SMP. Ada 6 SMP yang akan aku kunjungi (realisasinya hanya bisa aku kunjungi 2 sekolah)


MONEV K13 PANGKALPINANG


Monev terakhir di penghujung 2014 aku dapat daerah yang jauh di PANGKALPINANG BABEL. Horeeeeee......... akhirnya jauh juga langkahku. Terimakasih Allah dan juga Puskurbuk yang memercayai aku untuk tetap menjadi tim Monev K13. Selasa 9 Desember 2014, pukul 7.00 (mungkin lewat, maklum ga lihat jam) aku sudah sampai Bandara Soekarno Hatta. Pesawat yang akan membawaku padahal berangkat pukul 10.10. Alamak lamanya waktu untuk menunggu. Setelah konfirmasi dengan ibu Ida Sigiro (Puskurbuk) yang juga temanku sewaktu Monev ke Jepara, aku minta ijin menunggu di dalam bandara untuk sarapan pagi di Resto Citibank privilege. 
Pangkal Pinang I am Coming....... Lebay banget yah! Padahal kota ini tadinya merupakan bagian dari Sumatera Selatan kini menjadi provinsi baru Babel atau Bangka Belitung. Bahkan makanan daerah ini juga banyak yang sama dengan daerah Palembang, ada Mpek-mpek, kerupuk ikan, tekwan, dll. Rombongan kami berjumlah 5 orang. Aku guru satu-satunya dan empat orang dari puskurbuk yaitu : Ibu Ida Sigiro, Pak Heni, Pak Hamka, Pak Budi. Aku dan bu Ida hanya berdua perempuan sehingga kami menjadi teman sekamar selama lima hari di Pangkalpinang.
                                         Serunya makan di atas kapal di Pantai Pasir Padi

Pekerjaan biasa yang aku lakukan masih sama. Sehabis kotching  atau hari pertama Selasa, 9 Desember 2014, kami masih berkesempatan makan malam dan menikmati kota Pangkalpinang yang masih belum ramai lalulalang kendaraan yang artinya tak ada macet seperti di jakarta.
Hari kedua, Rabu, 10 Desember 2014, pagi ini aku dijemput oleh kepala SMP 1 untuk kunjungan ke sekolah dan memberi arahan pada guru-guru dalam pengisian instrumen sekaligus bersilaturahmi. Dari SMP 1 perjalanan kami lanjutkan (aku ditemani Bu Ida) mengunjungi SMP 2 yang dipimpin oleh Kepsek cantik yang energik Ibu Etty Zaidan (yang akhirnya menjadi teman di BBM). 
                                         Makan di Restoran Aroma Pantai Pasir Padi Bangka


Ibu etty benar-benar energik, ia rela mengantar aku dan bu Ida melakukan kunjungan ke sekolah berikutnya yaitu SMP Budi Mulya. Di SMP Budi Mulya tidak terlalu lama hanya beberapa menit, karena kami ditelepon untuk makan siang (diundang oleh kepsek SMK 3). Jadilah tim kami makan di Restoran Aroma di Pantai Pasir Padi. Menu yang disajikan serba Seafood. Kali ini aku pesan Kepiting Saos Padang (mumpung ditraktir, soalnya mahal boo hahahaha ketahuan pelit yah!)
                                                     Kepiting Saos Padang Maknyossss

Hari ketiga Kamis, 11 Desember 2014,  masih berkantor di Dinas pendidikan Pangkalpinang. Kali ini menginput data instrumen monev yang harus dimasukkan oleh para guru daerah Pangkalpinang dan koordinator SMP diriku. Sebenarnya ini pekerjaan sepele, aku hanya memeriksa instrumen yang diberikan guru penginput data, kalau kurang tinggal ditambahkan kalau ada yang kurang sesuai mengutip perkataan Nona : selesaikan secara adat hahahaha. Input data sementara harus ditinggalkan tepat pukul 12 karena ada undangan makan siang dari kepala sekolah SMK 1 ibu Kurnia dan bapak kepsek SMA 2. Makan kali ini masih menu seafood di resto Greeng. Menu daerah yang ditawarkan ada lempah kuning, sayur jantung pisang dan ada yang istimewa yaitu crip. Makanan ini adalah fermentasi dari ikan bilis, pengolahannya mentah dan didiamkan di dalam toples selama beberapa hari hingga membusuk. Rasanya aneh, asem dan menyengat., tapi tidak ada bau busuk. Pokoknya seru deh.
Malam hari ketiga, aku ingin sekali mie Koba, karena kata temanku belum syah ke Bangka kalau belum makan Mie Koba. Jadilah sehabis sholat magrib teman-teman tim lain tidak ada yang mau ikut, aku sendirian pinjam motor satpam hotel. Asyiknya berkeliling kota Pangkalpinang sambil merasakan semilir angin yang kadang nakal. Letak resto yang menjual Mie Koba tidak terlalu jauh dari hotel. Sensasi makan Mie di Pangkalpinang benar-benar tak ada duanya. Mie nya sendiri seperti mie biasa. Mie yang terbuat dari terigu berwarna kuning direbus diberi kuah yang katanya kuah ini adalah kuah dari ikan yang diberi bumbu. Penyajian Mie Koba sepeti Mie ayam yang biasa aku makan bedanya mie Koba dicampur dengan toge rebus tanpa ayam yang jadi topingnya. Pengganti ayam adalah bawang goreng yang lumayan menutupi mie. Kata penjualnya paling nikmat makan Mie Koba dengan cucuran jeruk limo sebagai cukanya dan telur rebus. Wah benar-benar nikmat bangettt deh.
 Simak yuk foto-foto kami.



Thursday, October 2, 2014


RUMAH NENEK DI LUBUK SEKETI LAHAT


PuLaNg KamPung Yukk


Kali ini ceritaku tentang "Pulang Kampung" lebaran ke dusun Bapak dan Mama di Lahat. Setelah 30 tahun, akhirnya aku dan semua saudara plus anak-anakku dan ponakan, melangkahkan kaki ke tempat kelahiran orangtuaku. Sebenarnya rencana 'Pulang Kampung", sehabis aku menunaikan haji atau tahun 2016. Namun, bapak yang sebelum Ramadhan sakit dan dirawat di ICU Harapan Kita, selama satu minggu, meminta bila ia sehat untuk "Pulang kampung". Permintaan yang sungguh luar biasa mengingat, aku dan adik-adik belum mempersiapkan materi atau bekal untuk pulkam.
Akhirnya rencana besar untuk Pulkam pun aku rundingkan bersama adikku Ita dan Budi. Kakakku Ida tidak kami libatkan karena ia pastinya tidak bisa secara materi (ia dapat tugas menjaga rumah orangtuaku). Diputuskanlah kalau bapak akan naik pesawat dan bersamaku. Bapak senang sekali dengan rembukan kami ini, mulailah aku browsing mencari tiket pesawat (tentunya dengan harga yang murah dong). Bapak hanya mau naik "Garuda" (aduh kebayang dong tiket yang harus dikeluarkan di hari "Lebaran" pula). Alhamdulillah tiket Garuda seharga Rp 1.480 ribu /orang, aku dapatkan. senangnya bapak ketika sepulang kerja kusodorkan tiket pulang kampung naik "Garuda" terbayarlah semua lelah, penat, bokek, karna kocek berkurang  untuk mewujudkan semua keinginan bapak (apapun untuk Bapak). Masih terbayang bagaimana bapak di ruang ICU, malah kami tadinya merasa tak akan berjumpa lagi dengan bapak.
Sebelum Ramadhan Bapak dirawat di ICU Harapan Kita

Selfi dengan Bapak di pesawat

Senangnya Bapak di Pesawat
(Garuda yah pak)

Menunggu waktu Pulkam, rasanya lama sekali buat Bapak. Setiap hari Bapak menunggu sambil selalu bercerita dengan semua cucunya tentang masa kecilnya di kampung tercinta. Sepanjang Ramadhan cerita kami sekeluarga adalah "PULKAM".
Akhirnya penantian panjang pun usai sudah. Hari pertama lebaran Iedul Fitri, rombongan pertama yang menggunakan dua mobil berangkat hari itu pagi itu 28 Agustus seusai sholat Ied. Mobil pertama adalah mobilku, dan mobil kedua adikku.  Bismillah berangkat rombongan pertama, tinggallah aku dan Bapak di rumah karena kami akan berangkat besok menggunakan pesawat. Esoknya 29 Agustus 2014 aku dan Bapak pun berangkat. Bapak sudah tak sabar deh, pagi-pagi dengan setelan yang aku samakan (pakai pink dong) sudah siap dengan semua perabotannya. Aku bilang kita akan makan di bandara. Duh senangnya Bapak.
                                           Makan gratis di Citi Bank Privilege

Sampai di  Palembang , adik sepupuku Izwan sudah menjemput di bandara Soeltan Badarudin II. Malam itu kami menginap di rumah adik Bapak, mamang Ibrahim di daerah Rs Siti Khodijah. Pagi-pagi kami sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ke Lahat (kota kabupaten yang dekat dengan kampung).  Jarak Palembang Lahat bila ditempuh dengan mobil pribadi + 6 jam. Yah lumayanlah buat Bapak (tapi Bapak terlihat senang tuh), aku sempat khawatir Bapak tidak kuat mengingat kondisi jarak yang ditempuh. Ada sebuah bukit yang selalu dilalui bila akan ke Lahat. Namanya bukit tunjuk, Dulu waktu kecil, nenek selalu cerita kisah bukit tunjuk. Kisah Si pahit Lidah (legenda palembang). Bukit itu yang menandakan kami sudah akan sampai ke kota Lahat. Sebelumnya rombongan aku dan Bapak yang naik mobil adik sepupuku Dahlan bersama adik Bapak, Mang Rahim dan Bibi  Cik Imah (adik Bapak juga) akan bertemu rombongan adik2 ku dan anak2 ku di rumah kakak sepupuku Ayuk Darmi di daerah Muara Enim. Jadilah pukul 14 waktu Muara Enim kami berjumpa di rumah Ayuk Darmi (mantan Camat). Lengkaplah rombongan Balek Dusun. Senangnya hari ini.
                                          Bukit Tunjuk bersama kedua buah hati

Dusun atau kampung pertama yang akan kami sambangi adalah Dusun SP. Dusun ini adalah dusun orang atau dusun adik sepupu Mamahku. Dusun mamahku sendiri namanya tanjung Bindu dekat juga dengan Dusun SP. Setelah rombongan berkumpul semua akhirnya kami putuskan setelah ini mampir dulu di kota Lahat di rumah Ayu Sus. Bapak akan istirahat sedangkan kami melanjutkan ke dusun mamah di SP. 
Malam itu kami menginap di dusun SP sambil menyusun rencana untuk esok hari, syukuran bahwa kami datang ke dusun setelah sekian lama. Mamah terpaksa mengadakan syukuran di dusun SP bukan dusun tempat mamah dilahirkan yaitu Tanjung Bindu, karena di Tanjung Bindu Mamah sudah tidak punya keluarga. Keluarga mamah sudah pindah atau bahasa setempat 'ngaleh' ke dusun SP (belakangan mamah menemukan saudara sepupunya yang ternyata masih ada di dusun Tanjung Bindu). 

Wednesday, May 21, 2014

BAPAKKU INSPIRASI HIDUP

Bapak dan Aku

Sudah lama jari ini ingin menulis tentang Bapak", orang yang menjadi motivator dalam hidupku. Masih aku ingat ketika Bapak masih bekerja sebagai Polisi, waktu itu usiaku masih remaja SMP kelas 2. Aku hobi berpetualang dengan beberapa teman, liburan sekolah kami berencana naik gunung salak dan kemping di lembahnya. Hebatnya Bapak memperbolehkan aku ikut haking walau dia tahu teman-temanku yang berangkat semuanya laki-laki. Hanya ada aku dan seorang teman wanita. Kata Bapak waktu itu biar aku kuat dan juga Bapak percaya padaku. Kepercayaan yang tidak aku sia-siakan. Lagi pula Bapak tahu dengan siapa aku berteman (waktu aku remaja, teman-temanku kebanyakan laki-laki, malah teman dan guru bilang aku tomboy). Pesan Bapak pulang harus tepat waktu, aku ijin lima hari maka harus pulang dengan waktu yang diijinkan.
Namun, waktu yang dijanjikan aku langgar, karena keenakan berkemah aku lupa waktu lebih satu hari. Alasan yang aku bilang ke Bapak waktu itu "Maaf Pak keretanya mogok pecah ban" hahahahahahah. Kalau ingat jadi lucu mana ada kereta mogok dan pecah ban, memang mobil!!!. Bapak yang saat itu baru pulang kerja masih lengkap pakaian polisi dan pistol yang dia letakkan di atas meja, Bapak menatapku cukup dua kata "SENI ASIATI'. Kalau sudah begitu aku tahu Bapak marah. Dengan menunduk aku ceritakan keterlambatan aku pulang. Bapak tidak marah tapi menghukumku untuk menuliskan pengalaman selama kemping di gunung salak dalam satu buku!! (belakangan hukuman Bapak ini membuatku jadi senang menulis)
Masa remajaku hampir hilang ketika aku memutuskan menjadi pemain sinetron katanya sih nanti jadi artis di TVRI (dulu hanya ada TVRI). Setiap pulang sekolah aku buru-buru ke TVRI untuk rekaman. Bapak mengijinkan dengan satu syarat raportku tidak kebakaran dan aku hatus berprestasi. Makanya ketika teman-teman bermain di jam istirahat aku sibuk mencatat dan TIDUR. yah karena kurang tidur harus rekaman dan pulang malam aku selalu kekurangan waktu tidur.
Pegalaman di SMA ini membuatku kehilangan indahnya masa SMA (artis tidak jadi eh pengalaman indah hilang). Kutinggalkan masa SMA, tadinya aku mau jadi dokter tapi ketika niat aku utarakan Bapak bilang : Gaji Bapak tidak cukup untuk kamu kuliah di kadokteran. malah Bapak menyarankan aku jadi GURU. Kata Bapak aku pantas jadi GURU karena aku suka sekali bicara dan mengajarkan teman. Mulanya terpaksa aku ikuti saran Bapak, namun ternyata pilihan Bapak tidak salah. Ketika teman-teman masih sibuk mencari pekerjaan aku sudah mengajar di SMA swasta waktu itu usiaku masih 19 tahun. Aku pun langsung diangkat menjadi PNS sebelum ijazah S1 aku terima.
Bapak dan aku seperti mata uang bersisian. semua suka dan dukaku Bapak lebih tahu dibandingkan pendampingku. Banyak ceritaku bersama Bapak, orang yang hadir dan menjadi motivatorku

Tuesday, May 20, 2014

MAHASISWA BROADCAST 2013-2014 DALAM CERITA

SEBUAH CERITA SEBUAH 'ASA'


Ini bukan berita hanya sebuah cerita. Cerita tentang kelas Broadcast di sebuah perguruan tinggi negeri di bilangan Srengseng Sawah Jakarta Selatan "POLIMEDIA. Tahun ajaran 2013-2014 aku masih bertemu mereka para mahasiswaku di kelas Broadcast, setelah di semester 1 bahasa Indonesia dasar aku ajarkan.
semester dua atau semester genap masih tiga kelas yang aku ajarkan. Kelas A punya cerita sendiri tentang mahasiswanya. Ada mahasiswa yang berteman akrab bahkan untuk masuk kelas karena terlambat saja mereka kompak. Semester genap ini kelas A menjadi pembuka untuk aku ajarkan tepat pukul 09.00 Wib, bahkan kadang tidak tepat sih... biasalah Jakarta ada saja kendala kalau bukan 'macet' yah apalagi. Kelas A menurut penilaianku selama satu tahun mengajar mereka adalah kelas dengan daya bungkam yang merata. Maksudnya mahasiswa di kelas A termasuk lebih pendiam dibandingkan mahasiswa di kelas B atau C. Ada beberapa mahasiswa yang lumayan aktif dan juga kreatif.
                                                                Sherly ( si Penari) dan aku

Tugas kelompok yang harus diselesaikan adalah merancang sebuah acara menjadi pertunjukkan yang spektakuler. Kelas A menyuguhkan sebuah acara 'Kartian"' dengan konsep pagelaran busana serta pertunjukan 'Tari Tunggal' oleh seorang mahasiswa Sherly serta pertunjukan musik oleh seorang mahasiswa yang tanpa aku duga bersuara merdu 'Rury' (wah Rury ikut Indonesia idol dong, ntar bu Seni vote deh!). Yang membuatku terpesona adalah mahasiswa yang menampilkan peragaan busana kartini, luar biasa sampai pangling (kalau sudah dandan tampang mahasiswanya tidak kelihatan yah). Ada Karima yang kali ini lebih berkharisma. Ada Angel yang benar-benar menjelma menjadi 'Angel'. Atau Chairunisa yang biasanya tomboy harus berbusana muslim ( hahahahahah bisa yah) Sayangnya kostum semua pengisi acara yang sungguh mendukung tidak dibarengi oleh pembawa acara 'Gamal dan Amalia'! Nah loh! kok bisa sih 'Saltum'. Annasa dan  yang menjadi pejabat dengan sambutannya harusnya bisa tampil maksimal, kali ini malu-malu (atau tidak bercita-cita jadi pejabat yah?).

                                                             Rombongan Kelas A 2013-2014

Acara yang dirancang oleh kelas A, lumayan sukses. Aku katakan 'Lumayan' karena ada juga mahasiswa yang masih belum sadar kalau mereka sudah masuk ke dalam sebuah pertunjukan alias masih diam, dengarkan dan sesekali melirik... (tidak sadar kamera nih!)
Rancangan acara selanjutnya yang digagas oleh kelas C. pertunjukan di kelas C mengusung tema 'penghargaan Insan Film'. Seperti yang aku duga konsep acaranya bisa ditebak: ada pengumuman pemenang penghargaan, hiburan dll. Walaupun mudah ditebak namun ada yang luar biasa mereka tampilkan, yaitu menggunakan IT untuk setiap kategori yang masuk nominasi. Setiap mahasiswa berpasangan untuk menjadi artis yang mengumumkan penghargaan insan fil. Sebenarnya biasa, tapi film yang mereka masukkan adalah hasil karya mereka sendiri (seandainya saya bisa mendapatkan film mereka yah!) Hanya sayangnya tidak lengkap IT yang digunakan, bila Background menggunakan IT pasti tambah spektakuler. Pembawa acara yang dipilih kurang memberikan rasa yang pas atau kurang semangat untuk acara sekaliber penghargaan. Hani yang biasanya selalu ceria dan kadang konyol, kali ini malah kurang maksimal menampilkan suguhan acara sehingga berimbas pada pendampingnya 'Indah'. Kali ini Indah kurang berani dan terlihat agak kurang bebas tampil.

Konsep acara yang diusung oleh kelas B mengacu pada acara di dua stasiun TV yaitu 'Indonesia Lawyer Club, dan Indonesia Lawak Club'. Sebenarnya biasa saja, namun kekompakan tim dan juga cara mendirect acara yang benar-benar nyaris profesional, dipertunjukkan oleh kelas B. Hal inilah yang membuatku memberikan nilai lebih dibandingkan kelas lainnya. Gaya dan canda khas mahasiswa yang ditampilkan oleh kelas B benar-benar membuatkan menyaksikan sebuah pertunjukan yang membuat stres hilang. Bayangkan saja mahasiswaku Juan Akbar yang biasanya kulihat tidak pernah berguyon, di acara ini bisa membuatku tersenyum dengan tingkah konyolnya. Belum lagi mahasiswaku yang sehari-hari memang sudah konyol " Gyoza Fikri" (haloo sayang semoga tetap ceria yah), membuat suasana acara semakin heboh dan meriah. Mahasiswaku Asti dan Nisa yang bisa akrab di kelas, sesuai konsep menjadi orang yang agak menyebalkan namun manis. Asti yang berlagak mirip-mirip 'Fitri Tropika' si artis "lebay" dan Nisa dengan gayanya yang cuek serta jahil mampu menghidupkan suasana.
Mahasiswaku yang satu ini sebenarnya suka berguyon 'Kukuh' namun kali ini guyonannya agak berkelas sedikit dengan didampingi si 'Eneng' dari Sukabumi cocok menjadi orang yang jadi rempong! Di tengah acara terdengar suara fals dengan lagu dangdut yang diteriakan oleh RT, wah kali ini membuat suasana tidak bergoyang tapi menutup telinga!
Kalau semua mahasiswa di kelas B terlibat di dalam acara, di luar acara yang tak kalah sibuk ada Ismi dan Gita, keduanya saling mengisi agar acara yang mereka rancang benar-benar bisa diterimaku (duo Ismi dan Gita sukses yah, apa dibantu yang lain????).
Secara konsep dan 'seni' pertunjukan, semua yang ditampilkan oleh mahasiswaku bisa mengena. Aku yakin mereka akan semakin siap terjun ke dunia Broadcast dengan bertambahkan ilmu, teori serta praktik di semester selanjutnya. Dari segi bahasa yang aku ajarkan, semoga bisa diterapkan dan dijunjung sebagaimana tujuan pembelajaran bahasa yaitu : "Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia". Semoga kalian bangga terhadap bahasa Indonesia.

BUAT MAHASISWA BROADCAST
Adakah cerita yang terlewat yang saya ceritakan di atas? Setiap mahasiswa silakan menuliskan kesan dan cerita di kolom komentar!

Tuesday, March 11, 2014

Senin,10 Maret 2014, usiaku 45 thn. Seperti thn2 sebelumnya aku yakin suamiku tdk akan perhatian atau membelikan aku sesuatu. Aku sdh biasa dgn perlakuan itu jd ga jd masalah sih hanya ko ga adil sj. Kalo seisi rumh ultah aku yg sibuk beli kado traktir makan dll. Tp aku cukup bersyukur ayah ibuku memberikan ucapan selamat dan mndoakanku. pagi tgl 10 Maret sehabis sholat Subuh seperti biasa aku mnyiapkan sarapan buat anak2ku, susu buat Ray dan makanan untuk Natasha. Pagi itu ada kejutan karena masih pagi dan hujan pula, aku berbaring sebentar di kamar tiba2 anak2ku dan suamiku datang dambil membawa kue ulangtahun yg aku lihat cukup enak dan pasti mahal (tumben) terbeli oleh suamiku biasanya pasti mengeluh kalo harga kue mahal. Bukan itu saja suamiku memberiku kado ultah sebuah dompet dari mrk trnama ( blakangan k thu trnyata lgi diskon hahahaaha). cukup surprise untuk thn ini.

Wednesday, February 5, 2014

Hari Guru Nasional 25 November 2013


PERINGATAN HARI GURU DI SMPN 266 JAKARTA





Senin, 25 November 2013 , hari ini di seluruh sekolah di nusantara Indonesia mengadakan upacara memepringati Hari guru Nasional. Sebenarnya nasionalkah? Atau apa memang ini hari untuk guru? Sejarah mencatat bahwa tanggal 25 November berdirilah sebuah persatuan untuk guru yang dinamakan Persatuan Guru Republik Indonesia. Seorang teman dosen  bertanya pada saya, apa yang telah dilakukan PGRI untuk guru Indonesia? Apa PGRI hanay sebuah organisasi tanpa perjuangan untuk guru? Kali ini aku tidak bisa menjawab. Rasanya sudah hampir 23 tahun aku mengabdi menjadi guru tapi  hati ini merasa PGRI tidak pernah ada untuk aku.
Teman-teman sesama guru pernah mengatakan bahwa berkat PGRI lah adanya Undang-undang guru dan dosen yang melahirkan sertifikasi untuk guru atau tunjangan profesional untuk guru. Kalau demikian adanya Presiden bukan melihat perjuangan guru dong?                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

Wednesday, January 29, 2014

MONITORING DAN EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


MONEV JEPARA


Sudah lama tidak menulis pengalaman baru. Kali ini aku akan bercerita liburan + monev ke Jepara Jawa tengah. Awal kepastian keberangkatanku ke Jepara sebenarnya karna campur tangan Christina temanku di Puskubuk.
Christina temanku sesama dosen di Polimedia mengajakku untuk ikutan Monitoring dan Evaluasi ke Jepara Jawa Tengah dari tanggal .......
Monev kali ini aku harus berangkat berdua orang puskur yang belum aku eknal. Kata Christin namanya Safei. Diantar adikku Budi, istrinya dan anakku Ray aku berangkat ke Bandara. Lumayan karena objek dari pemerintah aku bisa naik pesawat"Garuda". Biasanya kalau beli sendiri cari penerbangan yang murah hahahaha. Gaya deh pokoke. 
telpon seluler jadi komunikasi aku dan pak safei,janjian di KFC depan pintu keberangkatan eh ga tahunya pak safei malah  di KFC lantai bawah yah ga ketemulah booo.
pagi itu penerbangan kami jam 07.15. sampai Semarang masih pagi perut lapar. enaknya naik Garuda, pagi-pagi dapats arapan roti dan jus. sampai semarang kami harus menunggu rombongan Bantak Puskur yang dikomandoi Nona.
 Bersama Bang safei, akhirnya kami harus putar-putar kota Semarang dulu sambil menunggu teman-teman rombongan Bantek yang belum mendarat karena pesawatnya take off pukul 12.00. Udara Semarang yang panasnya poll membuat kami harus menyewa mobil yang bisa membawa kami keliling Semarang. Tujuan pertama adalah mencari sarapan yang memang sangat kami butuhkan walau Garuda sudah memberikan sarapan roti. Pasar tradisional semarang yang kami masuki ternyata tidak banyak yang dijual yah hanya pasar untuk kebutuhan masyarakatnya. Sementara Nona meminta aku sebuah tas laptop batik. Puas keliling pasar kami lanjutkan ke ikon kota Semarang, apalagi kalau bukan "LAWANG SEWU".
LAWANG SEWU PAGI HARI TIDAK SESERAM MALAM

Nona seorang Christina yang banyak mengajariku tentang semua hal, kurikulum 2013 aku belajar darinya. Monev aku juga diajak dengannya. Sayangnya, persoalan keluarga yang membelitnya membuatnya harus berjuang memeprtahankan rumahtangganya. Semoga bisa dilalui karena aku tahu ia kuat.

Aku dan Christina


Tim Monev dan bantek Puskur 2013



Kura-kura di pantai Kartini Jepara

 Makan siang khas Jepara "Pindang Serani"


Masjid Agung Jepara yang eksotis

 Loenpia LIM Semarang

 Ukiran Jepara

 Durian Petruk Jepara

 Puas-puasin makan durennnnn

Gerbang Lawang Sewu

Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...