Saturday, March 28, 2009

Pembelajaran Pendidikan Nilai untuk Kebangkitan Bangsa yang Bermartabat
Oleh : Dra. Seni asiati

Abstrak

Pendidikan nilai secara tidak langsung membuat kita sebagai manusia terutama orangtua merasa berkewajiban memberikan pendidikan nilai bagi anak sejak dini. Pendidikan nilai yang diberikan sejak dini di lingkungan keluarga akan mempengaruhi kepribadian, sopan santun, dan gaya hidup seorang anak. Pendidikan nilai tidak sebatas pada teori dan pengajaran, tetapi harus disertai dengan perilaku hidup. Antara kata dan perbuatan harus sinkron, sejalan. Pendidikan nilai pasti gagal total bila pelanggaran-pelanggaran moral masih terus berlangsung. Penanaman pendidikan nilai harus ditunjukkan melalui sikap-perbuatan yang kongkret.

Pendidikan nilai yang diajarkan disekoah hendaknya memahami apa yang harus dilakukan pada siswa, karena setiap siswa itu berbeda. Siswa menerima dan mengambil yang guru berikan untuk roses budi pekertinya. Di sekolah hendaknya guru menjadi teladan dan ujung tombak dalam mengajarkan pendidikan nilai. Pendidikan nilai yang diterima anak dengan benar akan menubuhkembangkn bangsa yang bermartabat di masa yang akan datang.
Kata kunci: Pembelajaran, Nilai, Kebangkitan, Bangsa, Bermartabat,

A. Pendahuluan
Pendidikan nilai yang diterima anak adalah untuk menanamkan sikap yang baik pada siswa berhubungan erat dengan apa yang diterimanya di sekolah. Sekolah sebagai lembaga yang mengajarkan pendidikan nilai untuk lingkup kemasyarakatan merupakan sebuah pola asuh untuk siswa melangkah mengamalkan pendidikan nilai tersebut.
Banyak aspek yang terkait dengan pendidikan nilai, akan tetapi dalam dalam pembicaraan kali ini yang menjadi perhatian ialah pendidikan nilai di sekolah formal khususnya siswa SMP dan prilaku guru dalam mengajarkan pendidikan nilai. Tulisan ini adalah sebagai refleksi terhadap memudarnya pendidikan nilai di sebuah lembaga pendidikan. Banyaknya kasus kekerasan atau yang dikenal dengan bullying merajai headline surat-surat kabar ibukota maupun daerah. Terbentuknya sebuah kelompok yang menamakan dirinya gank dengan keanggotaan anak-anak muda yang tentu saja masih bersekolah, menjadi berita yang mendirikan bulu roma para orangtua terutama pendidik. Mengapa sampai terjadi? Mengapa harus terjadi? Sudahkah luntur nilai-nilai moral dalam diri siswa sekolah? Kasus bullying paling sering terjadi di sekolah. Kasusnya terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan hingga kekerasan fisik yang serius, juga tindakan nonverbal, seperti mengucilkan.
Pendidikan nilai dalam hal ini adalah pendidikan budi pekerti tidak bisa lepas dari sistem nilai yang dimiliki oleh masyarakat serta proses internalisasi nilai untuk melestarikan sistem nilai tersebut. Proses internalisasi nilai itu sendiri tidak lain dari salah satu aspek dari substansi proses pendidikan dalam arti luas. Dengan demikian pendidikan budi pekerti terkait dengan proses pendidikan baik yang berlangsung di keluarga (bagian dari isi pola asuh), di masyarakat (bagian dari interaksi sosial), maupun di sekolah (bagian dari proses pendidikan formal). Saling ketergantungan dalam memberikan pendidikan nilai yang ditanamkan pada seorang anak menjadi suatu pola hubungan yang saling melengkapi.
Nilai merupakan integritas hidup seseorang yang akan tercermin dalam pilihannya: cara berpakaian, teman-teman yang dipilih pasangan hidup, interaksi sosial, dan bagaimana hubungan keluarga dengan saudara-saudaranya. Pendidikan nilai membantu banyak orang untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak diprioritaskan, mana yang perlu dan mana tidak perlu.
Pendidikan nilai, moral dan etika merupakan hidden curriculum yang secara integral terkait dengan hampir semua mata pelajaran sekolah. Keberhasilan menanamkan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai tersebut tergantung dari peranan pendidik (guru) yang mendukung sistem penyelenggaraan pendidikan sekolah dan sejauh mana komitmen masyarakat dan pemerintah dalam memberikan teladan kepada anak-anak.
Indikator berkurangnya tatanan nilai dalam kehidupan sekarang ini antara lain: 1) menigkatkanya tauran antarpelajar, 2) meningkatnya perlakukan asusila dalam masyarakat,3) meningkatnya penggunaan bahasa yang tidak pantas terdengar di kalangan pelajar atau anak di bawah umur, 4) merosotnya sikap hormat kepada orangtua 5) kurangnya tanggung jawab terhadap pekerjaan 6) meningkatnya penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar 7) berkurangnya adat sopan-santun.
B. Masalah
Masalah yang sering terjadi di masyarakat adalah masalah yang juga dihadapi guru di sekolah. Dalam tulisan ini saya mengidentifikasikan masalah berdasarkan masalah yang saya hadapi sebagai seorang guru di kota besar Jakarta sebagai berikut:
1. apakah guru sudah mengajarkan pendidikan nilai dalam kegiatan belajar mengajarnya?
2. apakah mengajarkan pendidikan nilai itu harus setiapkali tatap muka guru di kelas?
3. apakah pendidikan nilai dapat membuat bangsa lebih bermartabat
4. apakah dengan pendidikan nilai kita dapat mengurangi aksi kekerasan yang terjadi
C. Pemecahan Masalah
Masalah yang penulis identifikasi tersebut hanyalah masalh umum yang sering terjadi di sekolah. Guru yang merupakan ujung tombak dalam dunia pendidikan sering kali lupa bahwa dalam setiap kata yang diucapkan dalam setiap ilmu yang diterapkan ada nilai yang harus digoreskan pada anak didiknya.
Banyaknya kekerasan yang kini terjadi dan penayangan kekerasan di media massa, merupakan suatu dampak provokator sejati. Mengapa dikatakan provokator, karena dengan maraknya penayangan tersebut bukan tidak mungkin membuat siswa lain menjadi berpikir untuk mencoba lebih halus tanpa tercium media dalam menjalankan aksinya.
Kegiatan belajar mengajar di kelas dalam setiap pertemuan, guru menghabiskan waktu 40 menit dalam satu jam pelajaran. Biasanya setiap pelajaran dalam satu kali pertemuan akan menghabiskan dua jam pelajaran atau setara dengan 80 menit. Waktu yang cukup untuk sekedar menyelipkan pendidikan nilai pada siswa di kelas. Cara yang bisa kita gunakan dan juga biasa dipaktikkan guru misalnya:
1. ketika masuk ke kelas untuk mulai mengajar, guru melihat keadaan kelas untuk melihat kebersihan kelas, biasanya guru akan bertanya siapa yang piket pada hari itu bila keadaan lingkungan kelas kotor. Siswa yang erasa piket mungkin akan segera melakukan tugasnya. Namun seringkali siswa melempas tanggung jawab. Bila sudah demikian mulailah pendidikan nilai diajarkan guru , caranya guru hanya mengatakan daerah tempat duduk siswa yang memang ada sampah silahkan siswa ambil sendiri. Atau lebih ditekankan lagi bahwa daerah kekuasan kalian adalah seputar meja dan kursi jadi perhatikan kebersihannya. Kalau sudah demikian biasanya kebersihan ebh diperhatikan siswa dan secara tidak langsung guru sudah mengajarkan siswa untuk senantiasa bersih.
2. pendidikan nilai bisa juga guru ajarkan ketika ulangan berlangsung, setiap siswa. Hasil ulangan lebh baik dikoreksi siswa juga. Bentuk soal yang bisa dikoreksi siswa adalah soal pilihan ganda dan isian. Kalau sekarang makin mudahnya pengoreksian dengan komputer, setidaknya setelah kita koreksi menggunakan mesin komputer kita koreksi ulang pada siswa. Keuntungannya guru dapat membahas soal bersama siswa, sehingga siswa tahu kemungkinan jawaban dia benar atau tidak. Bila hal ini kita lakukan kita sudah menanamkn pendidikan nilai pada siswa yaitu percaya pada diri sendiri dan orang lain. Dari pekerjaan yang sepele ini kita dapat mengetahui apakah siswa dapat jujur pada dirinya sendiri karena dia mengoreksi hasil pekerjaannya. Guru pun sudah tahu berapa soal yang dapat dijawab siswa.
3. bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang tahu untuk bertata krama dan berlaku sesuai norma yang dijunjung. Dalam hal ini pendidikan nilai merupkan salah satu jembatan untuk mewujudkan hal itu. Bangsa Indonesia yang terkenal di seluruh dunia dengan unsur keramahtamahannya, sepatutnya tetap dijaga kesan tersebut. Banyak cara yang digunakan untuk menjunjung tinggi martabat bangsa. Di sekolah kami SMPN 266 dibudayakan 7 S dai ligkungan sekolah. Semua civitas akademi wajib mengamalkan 7 S ini yaitu.: 1. S : Salam ( dibudayakan setiap siswa dan guru saling memberi salam) sehingga terasa keberadaannnya di sekolah. 2. S : Sapa ( menyapa setiap insan yang ada adalah wujud dari rasa peduli antarsesama) apa kata dunia kalau siswa hanya kenal guru yang mengajar di kelasnya saja. 3. S : Senyum ( senyum membuat hidup lebih berwarna dan dengan senyum kita dapat menaklukan dunia dengan ramah). 4. S : Semangat ( jalani hidup dengan semangat) guru yang semangat dapat menularkan semangat juga pada siswa. 5. S : Silahturahmi (dengan saling merasakan suasana kekeluargaan maka akan terjalin rasa persaudaraan yang erat, SMP 266 mengadakan pengajian untuk siswa dan guru dan setiap hari secara bergiliran guru membimbing siswa untuk sholat ashar berjamaah. 6 & 7. S : Sopan dan Santun ( prilaku yang diteladani dari orang terdekat dapat mengajarkan sedini mungkin nilai-nilai yang sesuai dengan prilaku yang baik)
4. Salah satu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan keempat adalah karena kita gagal menumbuhkembangkan pendidikan nilai, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam beberapa dekade terakhir ini, pembangunan kita cenderung berorientasi pada sesuatu yang bersifat pragmatis, yaitu hasil yang bisa dilihat dengan mata dan dinikmati oleh perut. Aksi kekerasan oleh siswa yang membentuk sebah kumpulan yang mereka namakan ”GANK” merupakan bukti dari kegagalan kita. Pada dasarnya pendidikan nilai itu hanya dapat diwujudkan atau dijabarkan dalam suatu kebersamaan. Oleh karena itu, untuk melakukannya hampir tidak mungkin tanpa rasa empati dan penghargaan kepada orang lain, kepada segala sesuatu di lingkungan alam dan lingkungan sosial, yang mengerucut pada penghargaan kepada kehidupan. Sementara empati tak mungkin muncul tanpa kepekaan terhadap berbagai persoalan tanpa sekat-sekat ras, etnis, agama, golongan, dan lainnya.
Untuk memecahkan masalah yang kini menjadi ukuran keberhasilan pendidikan nilai di sekolah maupun masyarakat, perlu adanya kebesamaan, kebulatan, kesatuan, untuk mencari akar dari persoalan kekerasan yang terjadi.
Dalam pendidikan nilai, ada tiga masalah mendasar yang mesti dipahami oleh para pendidik (guru) dan siapa saja, yaitu
1. apa yang harus diajarkan (filsafat),
2. bagaimana anak belajar dan memahami nilai moral (psikologi),
3. serta dalam masyarakat apa dan macam mana nanti kita (sosiologi).
Peranan guru yang dapat menjadi jembatan enghubung untuk memutus aksi kekerasan, mungkin hanya bisa lewat diskusi. Misalnya pelajaran bahasa Indonesia dalam materi diskusi. Kemukan tema tentang kekerasan, dan siswa mencari solusi pemecahannya. Atau dalam salah satu materi tentang poster, enulis mengajukan tema tentang kekerasan. Siswa diajak untuk mengingat dan mencari tahu tentang kekerasan yang terjadi hasilnya memang sesuai dengan minat siswa. Ada siswa yang dapat menangkap apa yang penulis inginkan.
Kebutuhan dasar setiap orang termasuk peserta didik adalah untuk diterima, dihargai, dipahami, dan merasa bernilai. Maka bila kita memperlakukan seseorang secara positif dengan penuh penghargaan, sudah pasti peserta didik dibantu mengalami nilai diterima dan dihargai. Perasaan inilah yang mendorong kemampuan pengembangan seseorang untuk lebih kreatif dan berani mengambil inisiatif. Bahwa nilai-nilai baik itu sesungguhnya sudah dimiliki oleh setiap orang termasuk guru-guru/ pegawai di setiap unit sekolah.
Setiap siswa mempunyai prilaku yang berbeda dan keinginan yang berbeda pula dalam menerima pelajaran. Untuk itu guru menerapkan pendidikan budi pekerti secara pribadi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru pada siswa antara lain:
1. Total action. Secara bersama-sama semua yang terlibat di sekolah melakukan suatu gerbrakan yang sama dan terarah untuk memberikan pendidikan nilai pada siswa. Sebelumnya para guru membahas dan menyepakati total action yang akan dilakukan. Ini dimaksudkan agar tidak ada kesimpangsiuran dalam mengajarkan pendidikan nilai satu kesatuan dalam perkataan dan perbuatan. Dan untuk memelihara nilai yang baik itu, terapkan penanaman satu nilai penghargaan kepribadian yaitu bila anak-anak berhasil melakukan hal-hal yang baik itu, beri pujian ! bisa dengan perkatan seperti ’ bagus’, hebat’ dan lain sebagainya.
2. Motivasi yang tulus. Penerapan motivasi di dalam kelas adalah dengan menanamkan pentingnya menghargai orang lain dengan cara memberi contoh keteladanan dalam menghargai orang lain, dan tidak menyakiti orang lain dengan perkataan maupun perbuatan. Artinya bila seorang guru memotivasi siswanya, dapat dilakukan dengan memberi pujian secara nyata dan tulus. Begitu seorang anak berhasil menjawab satu soal dan ternyata benar, guru memberi pujian kepada anak tersebut. Cara memuji tidak boleh dibuat-buat, tetapi sungguh dari hati yang tulus nyata dan ada perkembangan. Nah yakinkan siswa anda, ternyata dia bisa, dia hebat, dan dia mampu. Kalau ini dilakukan secara tulus dan kontinu anak bisa tumbuh lebih baik, dibanding mendidik anak dengan cara mengancam, pemberian sanksi atau hukuman.
3. Memberi contoh keteladanan. Pepatah yang sudah lama dikenal “kalau guru kecing berdiri maka siswa kencing berlari” tetap menjadi pedoman paling depan. Suri keteladanan guru untuk menunjukkan sikap disiplin tepat waktu akan menjadi model dan dipedomani oleh anak. Guru yang bersuara dengan intonasi yang lemah lembut menjadi model yang dapat ditiru siswa.
D. Penutup
1. Kesimpulan
Mengabaikan hakikat tujuan pendidikan moral dalam rangka sejarah (masyarakat) berarti menerima saja masyarakat seperti apa adanya tanpa peduli mengenai apa yang akan terjadi di masa mendatang. Untuk menuju bangsa yang bermartabat, kiranya pendidikan nilai harus kita berikan sedini mungkin pada anak, dengan pendidikan nilai yang mumpuni akhirnya bangsa bermartabat menjadi harapan kita semua.
Selain itu pendidikan nilai yang dikembangkan di sekolah kiranya haruslah dapat berguna, praktis, efektif, tepat sasaran. Setiap anak berhak dan bertanggung jawab atas pendidikan nilai bagi kehidupannya sendiri. Tugas pendidik sebatas menyadarkan setiap anak atas nilai-nilai kehidupan yang dipilihnya sendiri secara bebas dan bertanggung jawab.
Dalam klasifikasi pendidikan nilai ini mencakup antara lain :
a. pendidikan nilai yang bebas dipilih guru dalam setiap waktu pembelajarn di kelas maupun di luar kelas.
b. Penanaman pendidikan budi pekerti, dalam hal ini membebaskan siswa untuk mempertimbangkan apa yang dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari secara sosial baik sebab maupun akibatnya
c. Mengajarkan untuk hidup berdasarkan keimanan.
d. Berani untuk menunjukkan hal yang benar dihadapan umum
e. Selalu menekankan perlunya memelihara nilai yang baik dalam berprilaku
Pendidikan nilai tidak dapat dilaksanakan dengan pengajaran di tengah-tengah pelanggaran moral dan anomali yang terus terjadi seperti sekarang ini. Musuh utama pendidikan nilai di sekolah adalah aturan yang tidak jelas, keiginan guru dan kemauan siswa yang tidak seimbang, kurikulum yang di terima siswa, dan juga maraknya berita-berita di media yang tidak memihak pada pengembangan pendidikan nilai.
2. Saran
Pendidikan nilai tidak sebatas pada teori dan pengajaran, tetapi harus disertai dengan perilaku hidup. Antara kata dan perbuatan harus sinkron, sejalan. Pendidikan nilai pasti gagal total bila pelanggaran-pelanggaran moral masih terus berlangsung. Penanaman pendidikan nilai harus ditunjukkan melalui sikap-perbuatan yang kongkret. Pendidikan nilai di sekolah akan terasa hambar jika penyakit-penyakit sosial masih merajalela di tengah masyarakat kita, di birokrasi pemerintah, di parlemen, pantai politik, institusi pendidikan, agama, dan keluarga. Tidak ada gunanya kita mengajarkan nilai-nilai moral kepada para peserta didik jika perilaku sosial kita bertentangan dengan nilai-nilai moral. lebih mudahnya pendidikan nilai itu adala gambaran untuk menanamkan moralitas dan sosial dalam diri anak. Kasus kekerasan atau yang kita kenal dengan Bullying yang sekarang makin marak terjadi merupakan salah satu indikator keberhasilan dari lunturnya pendidikan nilai yang diajarkan di rumah ataupun lembaga pendidikan.
Menyikapi secara kritis begitu pentingnya menumbuhkembangkan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti perlu dikembangkan atau diperkokoh tidak lain karena merupakan konsukuensi logis dari keberadaan (eksistensi) serta hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya. Sebagai makhluk sosial dan makhluk yang berbudaya, manusia berada pada jaringan interaksi interdependensi dengan sesama manusia yang diatur dalam pola-pola jaringan norma yang dijabarkan dari nilai yang hidup serta beroperasi di satu kelompok masyarakat. Sistem pendidikan harus berpedoman pada seperangkat aturan dan pengaturan, yang memang dirancang demi pendekatan sistemik dan bukan untuk disiasati melalui pendekatan perseorangan.
Guru sebagai pengelola kelas merupakan orang yang mempunyai peranan yang strategis yaitu orang yang merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan mengimplementasikan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa, orang menentukan dan mengambil keputusan denganstrategi yang akan digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas, dan guru pulayang akan menentukan alternatif solusi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang muncul; maka dengan tiga pendekatan-pendekatan yang dikemukakan, akan sangat membantu guru dalam melaksanakan tugas pekerjaannya
Dalam keseharian guru harus menunjukkan sikap jujur, ini penting karena guru sebagai model. Dalam diskusi juga ditekakan bagaimana siswa menghargai pendapat orang lain dengan tidak terlalu awal melakukan pada penilaian pada pendapat orang lain, dan yang penting lagi guru melakukan pembelajaran reflektif, melihat kembali apasaja yang sudah dilakukan oleh siswa dan guru bukan hanya kognitif saja tetapi juga afeksi. Mudah-mudah kita dapat melahirkan generasi yang tidak korup, menghargai orang lain, memiliki disiplin tinggi, hormat, memiliki daya juang, bangga berbangsa indonesia dan lain-lain.
Kunci pertama (dan utama) agar pertemuan antara orangtua dan anak di rumah benar-benar berkualitas itu, seperti yang sudah banyak disarankan para pakar adalah komunikasi.Karena komunikasi menjadi kunci dan hampir tak ada biaya untuk melakukannya, maka sudah sepatutnya dari awal pembelajaran di kelas kita upayakan komunikasi yang efektif denga peserta didik. Semoga pendidikan nilai yang kita berikan kepada peserta didik kita dapat mengajarkan kepada kita untuk menuju bangsa yang bermartabat. SEMOGA.

















Daftar Pustaka

Arifin, Zaenal E. 2003. Dasar-dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: PT Grasindo
Badudu, J.S. 1984. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta : Gramedia
Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Mulyasa, E. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Parera, Jos Daniel. 1996. Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, Landas Pikir dan Landas Teori. Jakarta: Grasindo
Samhadi, Sri Hartati. Budaya Kekerasan di Lembaga Pendidikan Harian Kompas Sabtu, 14 April 2007
http://re-searchengines.com. Syamsul. Bahri. Pendekatan Pendidikan Nilai.
http://www.ppi-india.org Timo Teweng. Penanaman Pendidikan Nilai.








Wednesday, March 11, 2009

PELAJARAN SASTRA INDONESIA




AKSARA ARAB MELAYU
Pembelajaran Sastra Indonesia di SMA menempati mata pelajaran sendiri pada program Bahasa.Pelajaran bahasa Indonesia sendiri dikenalkan pada siswa mulai siswa duduk di bangku SD, dilanjutkan pada jenjang SMP. Pada dua jenjang ini sastra Indonesia menempati porsi yang sedikit sekitar 10%. Materi yang diajarkan lebih banyak mengenai sastra yang meliputi puisi, prosa, dan drama. Karena kurangnya materi berimbas pada keenganan siswa pada bacaan sastra.Nilai moral yang diajarkan dalam sastra menjadi kurang tergali. Pada jenjang SMA dibukanya program Bahasa pembelajaran Sastra Indonesia menempati porsi 100% untuk diajarkan pada siswa. Perbedaannya terletak pada kompetensi yang harus dicapai siswa. Analisis lebih mendalam dan lebih detai mengenai sastra Indonesia. Pada setiap kompetensi siswa dituntut untuk dapat menaganalisis dan berpikir kritis, logis, dan cermat terhadap bacaan sastra. Selain itu ada materi baru yang disematkan pada pelajaran Sastra Indonesia yaitu aksara Arab Melayu, yang biasa kita sebut Armel. Untuk guru mata pelajaran bahasa Indonesia, sarjana dari Fakulatas Bahasa dan Seni seperti saya bahkan mungkin seluruh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak ada mata kuliah Aksara Arab Melayu. Jadi ketika saya diberi tugas untuk mengajar mata pelajaran Sastra Indonesia di kelas program bahasa, harus ekstra mau belajar mengenal aksara Arab Melayu. Mulanya saya masih buta sama sekali mengajarkan Aksara Arab Melayu apalagi referensi atau buku pelajaran Sastra Indonesia tidak tersedia di toko buku manapun. Apa tidak layakkah buku pelajaran Sastra Indonesia berdiri sendiri tidak menyelip di buku pelajaran Bahasa Indonesia?. Untungnya saya mendapat bantuan dari Melayu Online, pengasuh Melayu online membantu saya dengan mengirimi saya CD mengajarkan aksara Arab Melayu.

PEMBELAJARAN AKSARA ARAB MELAYU

Aksara Arab banyak terdapat dalam naskah sastra lama. Naskah-naskah tersebut tersimpan di Museum Nasional. Pada saat ini huruf Arab Melayu sudah hampir punah. Padahal huruf tersebut pernah dipakai sebagai huruf di Indonesia. Naskah-naskah yang bertuliskan aksara Arab Melayu itu jumlahnya banyak sekali. Beberapa naskah yang dimaksudkan itu antara lain :
1. Hikayat Bayan Budiman
2. Hikayat Gulam
3. Hikayat Seribu Satu Malam
4. Hikayat Indra Maulana
5. Hikayat Hang Tuah
6. Hikayat pujangga Indra Majendra

Aksara Arab Melayu masih bisa kita jumpai dalam kitab-kitab yang diajarkan mengenai sebuah cerita rakyat. Biasanya pengasuh pondok pesantren memasukkan pelajaran ini untuk mengajarkan sastra lama, biasanya yang berlagu.
Pelestarian aksara Arab Melayu dengan pembelajaran mata pelajaran Sastra Indonesia perlu ditingkatkan. Salah satu cara yang paling tepat adalah membuka jurusan atau program bahasa pada jenjang SMA. Sayang untuk wilayah Jakarta Utara saja SMA yang membuka Program Bahasa hanya ada 5 sekolah, selain itu siswa yang berminat untuk masuk program ini terbilang sedikit. Selama tiga tahun semenjak program Bahasa dibuka di SMA Yappenda yang berminat masuk berkisar 20 - 25 orang. tahun ini saja lumayan banyak ada 26 siswa dan siswa-siswa saya memang benar-benar ingin belajar Sastra Indonesia dengan senang bukan terpaksa.
Pembelajaran Dasar Aksara Melayu
Ketika guru mulai mengajarkan Aksara Arab Melayu, terlebih dahulu siswa disiapkan untuk mengenal aksara Arab. Modal utama tersebut akan memudahkan siswa untuk mengenal aksara tambahan dalam aksara Arab Melayu.
Pelambangan Bunyi atau Fonem. Kesemuanya terdapat 37 huruf; yaitu 30 huruf tulisan Arab klasik dan tujuh yang disesuaikan bentuknya huruf Arab
Aksara tambahan tersebut adalah fonem nya (ث), fonem c (ج) penambahan pada titik di atas menjadi tiga. Nah akrena keterbatasan atau belum adanya komputer yang bisa membuat penambahan titik tersebut, biasanya saya menambahkan sendiri setelah jadi print out.Fonem ng (غ) juga dengan penambahan titik menjadi tiga di atasnya, terakhir fonem g (خ).
Untuk menuliskan vokal dipakai huruf saksi.Huruf Saksi huruf saksi yaitu huruf yang dapat dipakai untuk melambangkan vokal. Huruf saksi itu diperlukan agar aksara Arab Melayu itu tidak sukar untuk dibaca. Tanpa huruf saksi tulisan Arab Melayu kadang-kadang tidak dapat dibaca. Huruf yang dapat dipakai sebagai vokal adalah huruf (ا) untuk huruf (a), huruf
(ي), untuk vokal (i), dan huruf (و) untuk vokal (u)
Huruf saksi dipakai pada suku kata terbuka, terutama suku kedua dari belakang.

Huruf Saksi di Awal Kata
Huruf saksi juga dipakai dalam menuliskan kata yang diawali dengan huruf vokal. Dalam menulis vokal pada posisi awal kata, dipakai huruf saksi sebagai berikut :
a. untuk melambangkan a, kita harus memakai huruf ( ا ) atau ( ء ) seperti pada kata اكن (akan) dan الم (alam)
b. untuk melambangkan i, kita harus menggunakan huruf ( ا ) dan huruf ( ي ) seperti pada kata اكن ( ikan).
c. untuk melambangkan u, kita harus memakai huruf ( ا ) dan huruf ( و ), seperti pada kata اولر (ular)

Jadi bagimana kalau kita menulis:

1. Orang

2. Arang

3. Barang

4. Borong

Contoh kalimat:

ستاهن سوده ساي بر سكوله

Setahun sudah saya bersekolah.


حر اين اك لحت مباه فرط ترلحت لوس وكت اك تاث كتث اي تدك سكت جاسمن دن رحن كتث اي برفسه دوغان بوروغ فوركوتوتث. مباه فرط حنث سوده تف تيدك كحايلاغان دي حيدفق

Tuesday, March 10, 2009

WISATA WITH MY FAMILY

















Kesempatan pose di depan Masjid Bundaku dan ketiga cucunya























SHOLAT DHUHUR DAN ASHAR DI MASJID KUBAH EMAS DIAN AL MAHRI

Maulid Nabi Muhammad SAW, yang jadi hari libur nasional Senin, 9 Maret 2009, aku dan keluarga berkesempatan mengunjungi Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Sawangan Depok. Tadi rencananya kami (aku, suamiku, anakku Ray, keponakanku Reza, keluarga adikku Ita, suaminya, dua anaknya Selly dan Ilham, juga kedua orangtuaku) terlebih dahulu mengunjungi putiku di pondoknya, dan keinginan wista religi itu sebenarnya karena Ibundaku sangat ingin sholat di sana dan melihat Masjid yang diperbincangkan orang banyak (maklum teman-teman Bunda sudah pernah ke sana jadi Bunda kayaknya nggak mau kalah tuh!!!!!). rencananya pukul 11.00 Wib kami akan menyambangi putri cantikku Natasha di Pondok Pesantren Putri At Taqwa. Namun, kira-kira 2 kilometer menuju pondok mobil kami sudah dihadang macet. jadinya tujuan ke Masjid Kubah Emas kami dahulukan (maaf Yah Nak Bunda antar nenek dulu...). Melewati tol JORR mobil keluar di Cilandak, melewati jalan KKO Cilandak, trus Jagakarsa, Tanah Baru Depok, akhirnya terlihat gerbang Masjid. Di pintu gerbang memang tidak dikenakan biaya masuk, namun mobil dikenakan parkir sebesar Rp 3000. Karena hari libur dan bertepatan hari Maulid maka lumayan ramai hari itu bahkan untuk parkir kami harus ke pelataran belakang. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 Wib, karena dzuhur hampir berakhir kami bergegas menuju Masjid untuk menunaikan sholat dzuhur suasana Masjid yang juga ramai masih aku sempatkan untuk merekam interior masjid dengan ponselku. Kubah Emas menjulang menantang langit, warna Emas berkilau ditimpa cahaya matahari. Memasuki pelataran Masjid kami harus melepas sandal dan menitipkan di lantai bawah penitipan lagi-lagi kami tidak dikenakan biaya penitipan hanya infak seikhlasnya.
Sholat Dzuhur kali ini terasa berbeda, selain tempat yang berbeda juga karena aku ingin memanjatkan doa agar kedua anakku yang akan ujian nasional dapat menjalaninya dengan baik, juga karena besaR tanggal lahirku aku juga memohon doa agar diberikan kesabaran yang berlebih. Apalagi Ibundaku bIsa tercapai keinginannya mengunjungi Masjid ini.
Makan siang yang terlanjur hampir petang kami lakukan di aula masjid. Nyaman sih namun lantai keramik yang licin dan harusnya kinclong kok kusam yah, selain itu sampah dimana-mana, bagaimana sih orang Indonesia sudah diberi kemudahan fasilitas yang layak tetap aja buang sampah sembarangan. Selesai makan kami lanjutkan sholat Ashar, kali ini Kami bisa berjamaah karena tidak terlewat. Benar-benar suasana yang nyaman dan sejuk di hati, bayangkan aku dan keluarga bisa sholat bersama bunda, ayahku ,Tuhan aku mohon berikan kesehatan pada orangtuaku agar aku dapat mengajaknya untuk berwisata religi bila diberikan kemudahan aku ingin mengajak kedua orangtuaku bersama-sama umroh. Amin.
Tidak terasa hari menjelang senja, bergegas kami berkemas karena tujuan utama yaitu mengunjungi putri cantik kami belum terpenuhi. Sudah pukul 16.00 Wib sayangnya Bundaku agak pening dan badannya tidak fit, jadi mobil adikku pulang ke rumah, sedangkan aku dan keluarga ke pondok putriku.
Untung jalan tol hari itu bersahabat, mulus dan lancar hingga sampai pondok pesantren. Hujan turun rintik-rintik begitu kami sampai pondok, untungnya keamanan berbaik hati memanggil anakku untuk menyambangi kami. Melihat putri cantikku aku senang sekali, namun ketika aku ceritakan bahwa tadi neneknya ikut bersama kami, ia menangis memelukku. Katanya ia rindu nenek, ia ingin sekali bertemu nenek. Hati siapa yang tidak akan teriris melihat putrinya menangis menahan rindu. Perutku yang tadinya keroncongan mendadak sontak kenyang karena air mata putriku. Aku berjanji akan membawa neneknya minggu depan. Betapa kuat rasa sayang itu, yah karena dari bayi putriku banyak diasuh oleh neneknya.

SELAMAT ULANG TAHUN



MAKNA HARI ULANG TAHUN BAGI- KU?





Ulang tahun artinya bertambah satu tahun umur kita. bagaimana bila pada hari ulang tahun kita, orang terdekat lupa hari itu? Kecewa, sedih, atau marah? karena bisa-bisanya dia lupa hari lahir pasangannya. Selasa, 10 Maret 2009 aku berulang tahun. Suamiku lupa hari itu, hingga bunyi alarm di Handphone yang sengaja aku pasang untuk mengingatkan aku dan aku diamkan sampai ia melihat bunyi di handphone. Saat itu baru ia tahu bahwa hari ini aku berulang tahun. Marah, sedih, kecewa, atu kesal...? Tidak juga karena bagiku bukan orang lain yang harus mengingat hari lahirku, tetapi diriku, karena sudah bertambah usiaku. Aku yang harus menyadari apa yang harus kulakukan memasuki usia yang bertambah, bukan orang lain bahkan orang terdekat juga...! Rasa sedih, kecewa, apalagi marah bukan lagi persoalan karena hari itu adalah sebuah perjalanan panjang lagi buat kita yang memasuki pertambahan usia, bila diingat mintakan doa. Hari ini aku merasa sendiri entah mengapa, ada rasa yang mengganjal di hati , ada kekosongan di jiwa ini. Tapi kenapa yah...? kan aku tidak sedih, tidak kecewa? hingga sore menjelang aku tak tahu jawabnya. Aku hanya merasa aku bukan siapa-siapa dan aku belum bermakna buat semua. Sepertinya aku harus introspeksi diri nih... kata Ariel Peterpan... sih... "ADA APA DENGANMU?"
Puisi ini untuk mengingatkanku akan sebuah kata "Selamat" yang mungkin dilupa oleh orang terdekat kita.
LAGU SEKEPING HATI
Selamat
belum terucap
belum teringat
separuh raga disana
separuh nafas sudah dibagi
mengapa terlupa
mengapa tak terkenang
ada yang salah?
ada yang pergi?
selamat
hingga dering baru terjaga
ketika
separuh raga sudah merana
separuh jiwa sudah terluka
selamat
masihkah ada?
semoga

My Happy Birthday



Happy Birthday for Me... 10 Maret 2009

I was forty years old today

Selasa 10 Maret 2009, tepat usiaku penuh 40 tahun. Angka nol di belakangnya menandakan bahwa aku sudah beranjak akan senja, jadi.... kedewasaan, kepedulian, kesabaran, dan juga keimanan mesti full. Subuh tadi setelah sholat aku memohon pada-Nya agar selalu diberikan kesabaran yang lebih banyak dari pada tahun-tahun sebelumnya. Karena kesabaran yang aku punya masih terlalu sedikit. Aku juga memohon kepada-Mu agar keimananku dipertebal diberi kemudahan agar aku bisa menunaikan kewajibanku sebagai muslim menginjakkan kaki di tanah suci. Aku rindu panggilan-Mu Ya Rabb.. aku ingin bersujud di tanah suci-Mu, aku rindu menatap matahari dan sholat lima waktuku di Masjidil Haram. Memasuki usia 40 keinginan itulah yang paling dalam di hati ini.
Kehidupan yang aku jalani kini bersama keluargaku diberikan kemudahan oleh-Mu, Kau berikan aku semua, tapi rasanya aku belumlah cukup dan mungkin tak akan pernah cukup untuk selalu bersujud di hadapan-Mu ya Allah. Ada rasa yang hampa ketika aku mengingat semua perjalanan hidup ini, penuh dosa dan segala yang Kau benci. Ampunan-Mu selalu kupanjatkan pada-Mu ya Rabbi.. ya.. Allah sekali lagi di usia ini berikan keimanan yang cukup, berikan aku keimanan yang akan mengubur semua dosaku selama bertahun-tahun yang telah aku perbuat agar aku selalu ingat akan perintah dan larangan-Mu.
Ya... Rabbi rasanya aku belum cukup diberikan kesabaran, aku memohon pada-Mu berikan aku kesabaran yang berlebh agar aku dapat membimbing suamiku untuk dekat pada-Mu, agar aku dapat meyakinkan bahwa keimanan yang tinggi mutlak dimiliki oleh pemimpin keluarga agar dapat membawa dan membimbing istri serta anaknya untuk selalu dekat dengan-Mu. Berikan aku kesabaran yang berlebih agar aku dapat mendidik anak-anakku untuk selalu dekat dengan-Mu.
Ya... Rabbi junjungan hamba begitu banyak yang aku minta, begitu banyak yang aku mohon kiranya Engkau mendengar doaku....

PADAMU AKU BERSUJUD

Tuhanku
Dalam sujudku aku memohon padaMu
Hitam yang tercoreng tak akan pernah kulupa
Kelamnya sikap tak akan pernah kukenang
Tuhanku
Dalam himpun sepuluh jariku aku meminta padaMu
Sirami aku kasihMu
Sejukkan hati agar bisa menerima
Rendam nista agar bisa larut terbuang
Tutup mata dari kepongahan
Tuhanku
Diribaanmu aku bersujud
Jadikan aku manusia
Jadikan aku tamuMu
Berikan kemudahan untuk semua
Tuhanku
Aku lilin yang tinggal setengah
Aku kapas yang mulai menghitam
Aku air yang mulai keruh
Tuhanku
dipintuMu aku bersimpuh

Sunday, February 22, 2009

PERSAHABATAN PART II












MY STORY AND MY FRIEND
Continuing my story about friendship, eventually I had to visit a friend in Devi Zubaidah Tampubolon Sawangan Depok. Biasalah even if no agreement can I mengunjunginya. But before I make a promise never eh .... I even accomplished continuously. Today is Sunday, February 21, 2009, husband and I planned to deliver the husband to see my uncle's house they will buy in the area of Parung Bogor. Morning we leave for 10 minutes by car pamanku. Travel is tiring to see a home contract that we will buy, fun phone I ask Devi home address and the location of our house. Apparently only about 5 kilometers to the place where Devi's house that I visit. Cars spur us to Devi's house, even though very tired but I will because once vibrant friend who met with escape making the palace outside Jakarta. Tired feel that we have, because the house Devi was very comfortable with a yard wide, the page where the car is enough for 5 fruit mobil.meet old friend especially if that friend is someone who fills the corner of the heart moan moan in grief and love, oh ... it's got like a priceless gift. Maybe I was deskripsiku meeting and lunch at Devi istananya a beautiful and comfortable. With greeting a friendly host, meaning tired trip in Tanjung - Priuk-Depok. The atmosphere of the house is truly soothing and cheery smile of the host to add this convenient heart. That day and I shed Devi stories about day and news stories and the friends who abandoned Devi. Sometimes we laugh, sometimes resentful ulah with our friends that we talked ... that is the color of life (but we do not gossip loh ... foreverglo but infotament so many stale gossip we ..!). But I am so sad ...,because time Devi mother meet me? Do try the mama say I see the time? Mama I said "Look ..., Art Your Body same as Ade (call for Devi)? 'What ...? oh my GOD ... Devi is the mother means I also get a 'sexy, cute, Deboy, and Bohay .......!!! Sad ..yah realy? I believe I was ... I cook .. I am the same body? But after a tough new image we are aware that I am ... My Body .... its real ... same as Devi. Means I have to subtract the extra dinner, a lot of sports ... Devi met the main mother have to look slim .... I can not ... Anibody ..... can help me? What is wrong with me? Yard plants with a wide Mangga, Nangka, Cashew nut (klutuk) is red, the papaya tree laden fruit, the durian and the tree still tall same as son (he added five more years can be harvested a period ...?). The state of the field it makes my son and nephew berlarian, let them play safely at most hit by the trees. Devi the host invites me to harvest cashew bijinya, so make buy to Jakarta. I urge the time to reap a half jackfruit with force (hopefully I nangkanya Devi Ikhlas harvest ...!), Devi was busy looking for ... poniard, vessel head Bu De our direct search sharp objects. Do not be one that I do not know themselves that this chopper would he, he ... he .. he ... with the help of a machete that was good cooperation between the husband and the husband Devi direction can (to cut the jackfruit from the tree) Good ... my husband finally deliver jackfruit is home to us (try to buy if the tuh ....?), for this one "Tanks De yah ... Returned from the palace Devi various in mind and really beloved husband. my husband said we can do later in retirement and old places like that? Alhamdulillah I am and my husband was the same, hopefully the love of God for the way we love to knit thread later with the children and grandchildren in a comfortable and beautiful. Duh ... so sweet ... and the romantic narcis yah? I dreamed of a husband san will buy the land at the field for the children and grandchildren and we can running in the gardening, hopefully yah

RUMAHKU ISTANA-KU

Melanjutkan ceritaku tentang persahabatan, akhirnya aku berkesempatan untuk mengunjungi sahabatku Devi Zubaidah Tampubolon di Sawangan Depok. Biasalah kalau tanpa perjanjian malah aku bisa mengunjunginya. Padahal sebelumnya aku pernah membuat janji eh.... malah nggak kesampaian terus. Hari itu Minggu, 21 Februari 2009, rencananya aku dan suami akan mengantar paman suamiku untuk melihat rumah yang akan mereka beli di daerah Parung Bogor. Pagi jam 10 kami berangkat dengan mobil pamanku. Perjalanan yang melelahkan untuk melihat rumah kontrakan yang akan kami beli, iseng-iseng aku telepon Devi menanyakan alamat rumah dan lokasi rumahnya dari tempat kami. Rupanya hanya berjarak kira-kira 5 kilometer rumah Devi dengan tempat yang aku kunjungi.
Mobil kami pacu ke rumah Devi, walau lelah sangat tapi aku bersemangat sekali karena akan bertemu sahabatku yang melarikan diri dengan membuat istana di luar Jakarta. Lelah yang kami rasakan terbayar sudah, karena rumah Devi ternyata nyaman sekali dengan pekarangan yang luas, halaman tempat mobil yang cukup untuk 5 buah mobil.Bertemu teman lama apalagi bila teman itu adalah seseorang yang mengisi sudut hati tempat berkeluh kesah dalam suka dan duka, oh... rasanya seperti mendapat hadiah yang tak ternilai. Mungkin itu deskripsiku pertemuan aku dan Devi siang itu di istananya yang asri dan nyaman. Dengan sambutan tuan rumah yang ramah, apalah artinya lelah dalam perjalanan Tanjung – Priuk- Depok. Suasana rumah yang benar-benar menyejukkan dan senyum riang sang tuan rumah menambah nyaman hati ini. Hari itu aku dan Devi menumpahkan cerita mengenai hari-hariku dan berita serta cerita teman-teman lain yang ditinggalkan Devi. Kadang kami tertawa, kadang sebal dengan ulah teman kami yang kami bicarakan... itulah rona hidup ( tapi kami nggak gosip loh... Cuma curhat aja, lagian udah banyak infotament jadi gosip kami basi..!).
Tapi aku jadi sedih loh, waktu ketemu mamanya Devi? Apa coba yang mama katakan waktu melihat aku? Kata mama aku “Look..., Seni Your Body same as Ade (panggilan untuk Devi) ? ‘What...? oh my GOD... kalau Devi mother dah bilang gitu berarti bener dong aku juga jadi ‘Bahenol, Demplon, Deboy, and Bohay.......!!! Sedih nggak tuh...? Tadinya aku nggak percaya... masak sih.. bodi aku sama? Tapi setelah liat foto kami berdua baru aku sadar ternyata... My Body ....its real... same as Devi. Berarti aku harus ekstra kurangi makan malam, banyak olahraga... pokoknya ketemu Devi mother lagi harus kelihatan langsing.... bisa nggak yah... Anibody .....can help me? What wrong with me????
Pekarangan yang luas dengan tanaman Mangga, Nangka, Jambu biji (klutuk) yang berwarna merah, Pohon pepaya yang sarat buah, serta pohon durian yang masih seukuran anakku (katanya lima tahun lagi bisa dipanen... Masa sih?). Keadaan yang lapang itu membuat anakku dan keponakan berlarian, biarlah mereka aman bermain paling-paling yang ditabrak pohon-pohon.
Devi sang tuan rumah mengajak aku untuk panen jambu bijinya, lumayanlah buat oleh-oleh ke Jakarta. Waktu aku mendesak untuk memanen nangkanya dengan setengah memaksa ( mudah-mudahan Devi Ikhlas nangkanya aku panen...!), Devi pun sibuk mencari golok..., wadah gawat nih gara-gara maksa Bu De kita ini langsung cari benda tajam. Jangan salah bukan aku yang nggak tahu diri ini yang mau dia golok, he...he..he... dengan pertolongan golok itulah kerjasama yang baik antara suamiku dan Abah suami Devi dapat terbantu ( untuk memotong nangka dari pohonnya) Good... my husband kerjasamamu akhirnya mengantarkan nangka itu ke rumah kita (coba kalau beli berapa tuh....?), untuk yang satu ini “Tanks yah De... Pulang dari istana Devi beragam pikiran berkecamuk di benakku dan suami tercinta. kata suamiku bisa nggak kita nanti tua dan pensiun di tempat seperti itu? Alhamdulillah ternyata pikiranku dan suami sama, mudah-mudahan Tuhan kasih jalan untuk kami merajut benang kasih hingga nanti bersama anak cucu di tempat yang nyaman dan asri. Duh... so sweet... romantis dan narcis banget yah? I and My Husband have a Dreams.... so... ? I hope so

PANEN NANGKA DI RUMAH DEVI







Monday, February 16, 2009

PERSAHABATAN







TEMAN, SAHABAT, FREN, OR SOBAT


Apapun namanya, pertemanan, atau persahabatan susah untuk ditemukan dan dibina. Teman yang mau menerima kita, yang selalu ada untuk kita wah.... hari gini masih ada nggak yah? Pertanyaan itu yang selalu aku cari jawabnya. Masih adakah persahabatan yang tulus di belantara kehidupan yang individualis dan egois ini apalagi di kota Jakarta? yang merupakan sumber segala egoisme manusia.
Sejak muda dulu... yah ketika masih bau kencur, di SD aku berteman dengan siapa saja, tak jarang teman itu kadang jadi musuh hanya karena hal sepele, misalnya tidak menegur atau tidak memberikan mainannya. Pertemanan di usia itu sungguh lucu, karena hari ini bermusuhan besok kami sudah baikan lagi tandanya dengan mengaitkan jari kelingking ke teman tersebut.
Menginjak remaja atau SMP pertemananku karena kami harus selalu bersama ke sekolah. Dengan becak langganan. Namanya Marhayani, rambutnya panjang dan cerewet sekali. Tapi asyik juga kalau sudah bermain. Di SMP inilah kami mulai menghargai dan tahu artinya pertemanan.
Di SMA aku sudah tidak tahu lagi kemana arah pertemanan, karena adanya intrik dan saling menyaingi baik mengenai lawan jenis maupun pergaulan, tapi syukurlah teman-temanku terbilang banyak, kata orang aku ini mudah berteman.
Menjadi mahasiswa pertemanan aku awali di tempat kost. Mulanya aku Kost dengan Indah teman waktu SMA. Tapi pertemanan yang sesungguhnya sewaktu Indah mengajak teman kelasnya bernama Muslimah, anak seorang pengusaha berdarah Betawi. Sifatnya yang tidak sabaran, mudah marah, tapi royal jadi bumbu pertemanan kami. Hingga sekarang aku dan Muslimah atau yang biasa aku sapa Imah selalu saling mengisi dan mengabari.
Pertemanan juga aku lakukan di dunia kerja. Di tempat aku mengajar SMA Yappenda aku mengenai Sri Utami ini temanku waktu kuliah, pembawaannya yang kalem, lembut, serba ketakutan dan bingung jadi ciri khasnya. Karena sama-sama mengajar mata pelajaran yang sama jadi aku banyak berinteraksi dengan Wiwi panggilan untuknya.Tapi jangan salah justru Wiwilah yang bisa jadi pemimpin, karena ia menjabat sebagai ketua RT di lingkungannya yang terkenal dengan para preman. Kok.. bisa yah, Nah pertanyaan itu juga terlontar dari mulut ini kok.. Wiwi bisa jadi ketua RT? Tapi dengan kelembutan dan sikapnya yang sok tahu terbukti Wiwi bisa memimpin lingkungan RTnya. Buktinya hingga saat ini warganya aman-aman saja tuh punya bu RT Wiwi.
Selain itu ada juga Sri Rahayu, orang Solo yang bersuara Bass seperti orang dari daerah Seberang. Kami menyebutnya kelas berat, karena bodynya yang berat dan keinginan serta kemauannya yang juga berat. Karena ia yang paling tua diantara kami berempat , maka kami membiasakan memanggilnya Mbak. Temanku ini walau kelihatan gagah tapi rapuh, apalagi kalu bicara mengenai perasaan, airmatanya gampang banjir membasahi pipinya yang bohay.... Mbak jangan sering menjatuhkan airmata yah apalagi di depan orang yang menindas kita, seberat apapun yang Mbak rasakan pasti ada jalan keluarnya. Juga jangan terlampau baik yah sama orang, karena tidak setiap orang ngerti dan paham niat baik kita itu. OKE...! Tapi kalau mengenai makan, apalagi traktir-mentraktir, ibu satu ini luar biasa royalnya. Tempat makan mahal jadi tujuan pentraktirannya, menu favorit kami masakan Japan di restoran Yuraku, Kelapa Gading. Apalagi kalau sudah menyangkut penampilan, aduh.... ada aja idenya buat heboh tampilan dengan perhiasan yang cukup rame dikenakan (katanya hasil kreasinya loh.. boleh juga yah!). Nah kalau ada baju atau apapun yang dipakainya sudah nggak muat, yang ketiban rejeki aku dan Wiwi, karena pasti kami kebagian jatah baju dan celananya yang masih bagus dan pasti mahal punya jatuh ke tangan kami. Untuk yang satu ini Makasih yah Mbak.

Teman kami satu lagi masih tergolong kelas berat juga , yaitu Devi Zubaidah Tampubolon, Peranakan Padang- Batak jadi nya super kelas berat juga. Tapi walaupun berat suara temanku yang satu ini lembut mendayu-dayu, kalau di telepon merdu banget.... tapi kalau lihat orangnya yah nggak sebandinglah sama suaranya yang imut dan merdu. Bodynya yang aduhai berat sehingga ada nama indah buat panggilannya yaitu Devi Demplon Deboy. Nah.... kebayangkan bagaimana sexinya kedua temanku ini. Sayangnya Devy tidak bersama kami lagi, Ia mengundurkan diri dan menetap di Depok tempat ia ditugaskan sebagai PNS. Kata orang rumahnya di Depok Super luasnya. Mungkin untuk ukuran kami yang tinggal di Jakarta dengan luas tanah 800 meter persegi terbilang luas sekali yah... Katanya juga rumahnya itu di belakang sekolah tempatnya mengajar jadi tinggal menerobos pintu belakang sampailah di sekolahnya. Aku belum juga berkesempatan ke rumahnya. Suatu hari pasti aku akan melihat temanku ini. Selain ketiga temanku ini di tempat kerja masih ada lagi teman-temanku yang lain yang juga mengisi hari-hariku, tapi mereka bertiga yang banyak mengisi relung hati ini dengan pertemanan. Aku tidak tahu sampai kapan kami bisa saling mengisi, karena semakin laju waktu dan kesibukan, serta misi dan visi yang berbeda pertemanan ini semakin jauh untuk digapai.
Pertemanan juga aku dapatkan sewaktu aku terpilih mewakili DKI untuk program persahabatan Indonesia-Japan bulan Jlui tahun 2001. Rombongan kami berjumlah 21 orang dari seluruh Indonesia Sabang sampai Merauke. Selama 40 hari di sehati dengan empat kawanku dari beberapa daerah.


Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...