PSIKOTES UNTUK APA DAN SIAPA ?
Suatu hari anakku bertanya, "Mah... psikotes untuk apa sih.... Karena sekolahnya mengadakan psikotes untuk siswa di sekolahnya untuk mengetahui minat, bakat, dan daya tangkap siswanya. Waktu itu aku jawab psikotes untuk mengetahui apakah minat, bakat serta intelektual yang dimiliki. Kesannya kok aku jadi malah kasih pertanyaan lagi ke anakku yah?
di sekolahku SMPN 266 siswa kelas VII yang baru masuk juga melakukan psikotes oleh sebuah lembaga psikologi (entah apa namanya). Waktu aku tanya pada guru BP, katanya untuk mengetahui IQ siswa. Apapun yang dilakukan sekolah psikotes ternyata belum sepenuhnya dipahami banyak orang. Bahkan mungkin orangtua hanya tahu bahwa psikotes itu biayanya mahal. Bahkan ada yang tidak mau anaknya ikut psikotes katanya sudah diterima di sekolah negeri artinya anak mereka sudah memiliki IQ yang cukup.
Lain SMP lain pula SMA. Siswa SMA menjalani psikotes untuk menentukan jurusan yang ia masuki. namun terkadang ketika hasil psikotes sudah di tangan dan penentuan psikotes sudah diterima guru BK, maka siswa harus menerima secara pasrah jurusan yang harus ia masuki. Kalaupun ada yang ingin pindah jurusan biasanya dengan membawa orangtua dengan alasan yang sudah dipersiapkan. Misalnya di Adly, harusnya ia masuk kelas jurusn IPS, tapi karena orangtuanya akan menyekolahkan ke fakultas kedokteran Adly harus pindah jurusan. Hasilnya di kelas IPA Adly harus terseok-seok mengikuti pelajaran yang merupakan mata pelajaran program IPA. Namun, ada kalanya hasil psikotes ternyata salah. Contoh kasus ketika hasil psikotes Reza dibagikan ia ditempatkan di jurusan IPS. sama dengan Adly, Reza juga ingin melanjutkan studi ke fakultas kedokteran. Artinya Reza harus pindah jurusan ke IPA. Enam bulan berlalu ternyata nilai-nilai Reza malah lebih baik dari siswa yang sesuai psikotes masuk jurusan IPA. Hal ini mungkin pada waktu psikotes kondisi Reza tidak sedang dalam kondisi prima.
Beberapa kiat di bawah ini mungkin bisa membantu ketika mengikuti psikotes.
1. datang tepat waktu atau sebelum pelaksanaan psikotes, kira-kira 15 menit. Waktu yang tersedia bisa kita gunkan untuk menenangkan pikiran, lepaskan pikiran dari tekanan, misalnya kemacetan menuju tempat psikotes. Bisa juga untuk memeprsiapkan peralatan yang diperlukan.
2. Sarapan secukupnya. psikotes di waktu kita lapar akan mempengaruhi hasil psikotes kita. Usahakan ada makanan yang masuk ke perut kita. Sederhananya teh manis hangat dapat menyegarkan perut.
3. Tenangkan diri. Pada waktu pelaksanaan psikotes tenangkan diri, misalnya berdoa atu atur posisi duduk yang paling nyaman menurut Anda.
4. Jangan mengosongkan jawaban. Usahakan jawab semua jawaban yang tersedia. Bila kita belum mengetahui jawaban tersebut, pindah ke soal berikut. Bila masih tersedia waktu kembali lagi ke soal yang belum kita jawab.
5. Bertanya : menanyakan hal yang tidak kita mengerti pada instruktur bisa kita lakukan agar jawaban kita akurat.
6. Percaya pada diri sendiri : Anda adalah pribadi yang berbeda, jadi jangan melihat jawaban orang lain.
Mudah-mudahan kiat sederhana tersebut membuat kita siap mengikuti psikotes... selamat mencoba yah.....!!!!
All With Bunda *Na*Ra (Kalian ada karena Aku ada!) Bunda selalu di hati dan menemani
Sunday, May 3, 2009
PERSAHABATAN
TIPS MENJALIN PERSAHABATAN YANG LANGGENG ALA BUNDA NARA
Lagu Persahabatan bagai kepompong, yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu melambangkan bahwa persahabatan itu melalui proses. Proses menjalin persahabatan itu akan melewati proese yang buruk (Ulat) dan akan menjadi indah (Kupu2) bila dalam proses tersebut harus ada rasa kesalingan. Mempertahankan persahabatan itu memang tidak mudah, berikut Tips- tips untuk mempertahankan persahabatan ala Bunda NaRa... boleh diikuti ....... yukkk...!
1. Komukasi : tidak akan harmonis persahabatan kalau tidak ada komunikasi.Apaun enaknya memang dikomunikasikan yah..!biar tidak salah info.
2. Kejujuran : membangun rasa percaya diri dimulai dari jujur pada diri sendiri.jujur tentang masalah yang kita hadapi rasanya dapat melapangkan dada yang sesak nih.
3. Saling menghormati : hormatilah diri sendiri baru kita bisa menghormati orang lain. Ada kalanya sahabat kita tak ingin diganggu masalah pribadinya, jangan mendesak bila ia tak ingin diganggu.
4. Kompromi : memahami perasaan orang lain adalah sesuatu yang berat, bila kita harus berkompromi dengan sahabat kita, maka melakukan jalan tengah untuk mempertahankan persahabatan yah dengan kompromi.
5. Saling Memaafkan : melupakan kesalahan-kesalan yang telah lalu memang terasa berat, untuk itu diperlukan kerelaan hati untuk menerima dan memberi maaf.
Mungkin Tips tersebut bisa kita terapkan untuk mempertahankan persahabatan kita.Kalau masih gagal juga itu tandanya kita harus saling introspeksi diri dengan persahabatan ini, akankan berubah menjadi kupu-kupu atau malah tetap menjadi ulat?
Lagu Persahabatan bagai kepompong, yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu melambangkan bahwa persahabatan itu melalui proses. Proses menjalin persahabatan itu akan melewati proese yang buruk (Ulat) dan akan menjadi indah (Kupu2) bila dalam proses tersebut harus ada rasa kesalingan. Mempertahankan persahabatan itu memang tidak mudah, berikut Tips- tips untuk mempertahankan persahabatan ala Bunda NaRa... boleh diikuti ....... yukkk...!
1. Komukasi : tidak akan harmonis persahabatan kalau tidak ada komunikasi.Apaun enaknya memang dikomunikasikan yah..!biar tidak salah info.
2. Kejujuran : membangun rasa percaya diri dimulai dari jujur pada diri sendiri.jujur tentang masalah yang kita hadapi rasanya dapat melapangkan dada yang sesak nih.
3. Saling menghormati : hormatilah diri sendiri baru kita bisa menghormati orang lain. Ada kalanya sahabat kita tak ingin diganggu masalah pribadinya, jangan mendesak bila ia tak ingin diganggu.
4. Kompromi : memahami perasaan orang lain adalah sesuatu yang berat, bila kita harus berkompromi dengan sahabat kita, maka melakukan jalan tengah untuk mempertahankan persahabatan yah dengan kompromi.
5. Saling Memaafkan : melupakan kesalahan-kesalan yang telah lalu memang terasa berat, untuk itu diperlukan kerelaan hati untuk menerima dan memberi maaf.
Mungkin Tips tersebut bisa kita terapkan untuk mempertahankan persahabatan kita.Kalau masih gagal juga itu tandanya kita harus saling introspeksi diri dengan persahabatan ini, akankan berubah menjadi kupu-kupu atau malah tetap menjadi ulat?
Thursday, April 30, 2009
Belajar Drama Dari Paktik di Kelas
MAIN DRAMA DI KELAS
Seberapa pandainya kita berakting rasanya kita perlu belajar dari siswa kelas bahasa. Kesungguhan dan niat untuk menunjukkan semua kemampuannya memang patut diacungi jempol.Bermain drama artinya kita bermain peran sebagai orang lain. Memainkan peran sebagai orang lain adalah sesuatu yang menantang, karena kita dituntut untuk benar-benar seperti peran tersebut.
TIPS BERMAIN DRAMA ALA SISWA KELAS XII BAHASA SMA YAPPENDA
1. Tentukan naskah drama yang ingin kita mainkan
2. Semua pemain harus membaca sampai tuntas naskah drama yang akan dimainkan
3. Pilih peran yang sesuai dengan kita
4. Peran tersebut harus benar-benar dikuasai oleh pemain
Seberapa pandainya kita berakting rasanya kita perlu belajar dari siswa kelas bahasa. Kesungguhan dan niat untuk menunjukkan semua kemampuannya memang patut diacungi jempol.Bermain drama artinya kita bermain peran sebagai orang lain. Memainkan peran sebagai orang lain adalah sesuatu yang menantang, karena kita dituntut untuk benar-benar seperti peran tersebut.
TIPS BERMAIN DRAMA ALA SISWA KELAS XII BAHASA SMA YAPPENDA
1. Tentukan naskah drama yang ingin kita mainkan
2. Semua pemain harus membaca sampai tuntas naskah drama yang akan dimainkan
3. Pilih peran yang sesuai dengan kita
4. Peran tersebut harus benar-benar dikuasai oleh pemain
Sunday, April 26, 2009
RAHASIA AWET MUDA

TIPS AWET MUDA
Suatu hari aku bertemu dengan mantan siswa-siswaku dulu di SMA, ada yang sudah berbuntut 1, 2, 3 bahkan ada yang anaknya menjadi siswaku lagi.... nah loh...
Mantan siswaku bilang "Ini Bu Seni yah... kok masih kelihatan muda aja sih.., rasanya jadi besar kepala nih.. masa sih aku masih kelihatan muda? mungkin ini rejeki seorang guru yah, jadi masih kelihatan muda aja. tapi aku rasa tips menjaga agar tetap awet muda boleh tuh dicoba

Rahasia Awet Muda
1. selalu tersenyum menghadapi apapun. (katanya dengan tersenyum artinya kita menarik urat di daerah muka untuk tetap kencang.
2. lakukan hal menurut Anda paling enjoy Anda lakukan. (melakukan hal yang tidak berkenan di hati akan membuat sakit hati, penyakit banyak masuk ke tubuh)
3. Berpikir positif terhadap apapun. (karena pikiran busuk akan membusukkan hati)
4. gunakan mulut untuk berbicara yang baik. (kata-kata yang baik akan mempengaruhi pikiran)
5. Hindari sering kontak dengan si Pemarah (makin sering kita kontak dengan teman yang pemarah akan membuat dahi dan muka kita sering berkerut)
6. Jangan berhenti belajar (Belajar membuat kita makin jauh bertambah wawasan, ingat ilmu selalu berkembang)
7. Selalu cemberut, dan marah (dahi akan berkerut dan pikiran mencari suntuk)
8. Jangan sedih berkepanjangan (Kehilangan orang yang dicntai memang sangat menyedihkan, tapi bukan berarti hidup ini tidak ada artinya lagikan?)
9. Selalu merasa sakit (merasakan bahwa penyakit banyak yang menyerang tubuh kita membuat kita dihinggapi perasaan waws-was bahwa hidup tinggal sebentar)
10. merokok (sudah banyak penelitian mengenai bahaya rokok, kayaknya banyak benarnya tuh..)
11. Kurang makan buah dan sayur (Wah kalau ini sumber serat buat tubuh, makan buah dan sayur membuat kulit kita menjadi cerah)
12. Berinteraksi dengan panas matahari (pakailah pakaian yang bisa melindungi kita dari sinar matahari secara langsung, makanya yang aman pakai busana muslim)
13. Terlalu lama berada di ruang ber AC (ruang ber AC membuat kulit menjadi kering dan kusam , untuk itu pakailah pelambab kulit atau handbody yang pas untuk jenis kulit kita
14. Hindari soft drink yang mengandung alkohol (pastinya ga baik juga kan buat kesehatan)
15. Tidur 8 jam (waktu tidur yang kurang membuat lela, wajah kusam, dan sekitar mata menghitam, jelas mulai tampak kantong mata)
16. Hindari makan makanan fast food
17. Olahraga yang teratur (mulai dengan gerakan ringan seperti jalan santai, treadmill, atau aerobik ringan)
18. Makanlah secukupnya (sunnah Nabi saja makanlah selagi belum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, ini membuat kondisi perut atau lambung aman dan nyaman)
19. Jangan terlalu serius menanggapi semua persoalan, cari pemecahan bersama-sama (bukankah dua orang lebih baik daripada satu orang?)
20. Mulai menata hidup dengan dinamis jangan rutinitas saja dijalani (kalau pensiun maka hal yang rutin menjadi bumerang buat kita, ciptakan suasana yang berbeda setap hati)
itulah beberapa Tips awet muda dari saya, mungkin ada yang hampir sama dengan beberapa pendapat para pakar kecantikan maupun kesehatan, namun apapun yang bernilai positif bukankah patut kita coba dan contoh..?
Monday, April 13, 2009
DEMAM BERDARAH



KETIKA BUAH HATI TERBARING SAKIT
Sedih banget rasanya melihat buah hati terbaring sakit, kalu boleh memilih biar aku saja yang menggantikan ia terbaring di kamar rumah sakit. wajah jelita putriku pucat tak bercahaya
rasanya sebagian jiwa ini melayang bersama sakit yang ia derita. semua yang kurasa pahit sekali, doa khusus buat permata hatiku agar ia dapat lepas dari sakit yang diderita.
kata orang kalau demam berdarah obat yang mujarab ada dua macam:
1. minum juice kurma
2. minum angkak
3. munum juice jambu merah
trus yang udah aku lakukan yang gampang aja kali yah, buat juice jambu merah. Tinggal cuci bersih jambi potong2 trus blender deh.
Alhamdulillah sekarang anakku sudah sehat berkat doa semua teman2 yah.
Saturday, March 28, 2009
THE COMING ELECTION Versus THE COMING NATIONAL EXAM
JELANG PEMILU 2009 VERSUS JELANG UJIAN NASIONAL 2009
Bagaimana kabar Indonesia? Bagaimana kabar Jakarta? Jelang PEMILU seperti sekarang ini memang cukup hangat yang diberitakan, selain tayangan langsung persiapan PEMILU , juga berita heboh di koran nasinal maupun lokal. Bahkan hebohnya persiapan para caleg untuk mempromosikan dirinya di sejumlah jalan-jalan, tembok rumah, bahkan tiang listrik pun jadi sasaran pemasangan wajah caleg.kehebohan juga terasa di kantor tempat caleg atau pasangannya (istri/suami) bekerja. Cerita seputar kesibukan dan doa dari rekan kerja, serta sedikit promosi untuk pasangannya jadi menu wajib setiap perbincangan. Suasan kerja menjadi ikut-ikutan ramai membicarakan rekannya yang menjadi caleg. Yang ditunggu pastinya benda pa yang akan mengiringi promosi itu! Di kantor saya kebetulan ada rekan yang mencalonkan diri menjadi caleg dari sebuah partai besar. Kebetulan juga pasangannya beerja di kantor yang sama, ada untungnya juga karena kami jadi kebagian benda promosinya lumayan berguna karena ada buklet masakan, buklet tentang kesehatan dan buklet tentang doa-doa. Terima kasih untuk benda promosinya yah. Mudah-mudahan sukses (tapi jangan marah yah kalau saya nggak memilih partainya soalnya saya dah punya pilihan).
Promosi yang dilakukan para caleg sayangnya tidak ada kursus atau bimbingan belajarnya. Yah tidak seperti persiapan siswa kelas VI, kelas IX, dan kelas XII. Jelang ujian nasional mereka berlomba-lomba mendaftar dan mengikuti bimbingan belajar bahkan yang orang tuanya berlebihan materi akan memanfaatkan privat untuk mata pelajaran Ujian Nasional. Bahkan karena upaya untuk menggolkan anaknya ke sekolah unggulan atau universitas favorit mereka akan secara khusus memanggil guru ke rumah.
Tapi, .... ada tapinya nih, walaupun mata pelajaran Bahasa Indonesia ikut-ikutan diujiannasionalkan namun, sampai sekarang semua lembaga pendidikan atau penyelenggara ujian nasional tidak ada yang mengadakan bimbingan belajar bahasa Indonesia. Ha..ha..ha,...jadi ingin tertawa, pasti nggak mungkinlah diujiannasionalkan, kata siswaku mudah kok pelajaran bahasa Indonesia. Jadi nggak perlulah bimbingan belajar. Masak sih....? benar nggak soal-soal ujian ansional bahasa Indonesia mudah? Kalau saya yang mengerjakan soal ujian nasional harusnya bisa menjawabkan? Tapi itulah uniknya pelajaran bahasa Indonesia gurunya saja harus ekstra menalar jawaban apa yang seharusnya atau jawaban apa yang benar. Karena soal bahasa Indonesia suyektif, saya katakan pada siswa saya dan teman-teman sesama guru bila menganalisis soal (karena biasanya saya dan teman, juga yang lain beda pendapat mengenai kunci jawabannya) yang benar jawabannya hanya si pembuat soal. Mengapa bisa seperti itu? Yah karena nalar setiap orang dalam menganalisis teks bacaan atau wacana pasti berbeda.
Jelang ujian nasional, pastinya bukan hanya bimbingan belajar dan belajar ekstra namun doa diri sendiri dan orang tua serta motivasi untuk menuntaskan kewajiban selama tiga tahun bersekolah jadi simbol keberhasilan. Bukan keberhasilan mata pelajaran yang di UN-kan tapi keberhasilan untuk kembali melangkah ke depan dengan senyum kemenangan. Sebagai guru, saya ikut larut dalam perjuangan anak didik saya untuk mencapai kemenangan tersebut, berbagai upaya saya lakukan mulai dari menganalisis soal ujian nasional tahun sebelumnya sampai memberikan bimbingan khusus untuk siswa yang daya nalarnya masih kurang ( mudah-mudahan usaha Bunda bisa maksimal yah Nak). Walau ada juga siswa yang masih belum paham akan pentingnya pendalaman materi yang diberikan gurunya (untuk yang satu ini Bunda hanya pesan KALAU BUKAN DARI DIRI KALIAN SIAPA LAGI YANG BISA MEMBANTU!).
Jelang PEMILU dan jelang ujian nasional menjadi berita hangat di tengah dunia tentang krisis global. Bukan berita lagi lagi bila dalam satu keluarga terdapat banyak kepentingan, misalnya ayah yang siap di PHK karena pengurangan pegawai untuk mengurangi beban perusahaan, sampai ibu yang ikut pusing memikirkan anaknya yang ujian nasional dan siap menerima berita suaminya yang akan di PHK. Bahkan ibu akan kembali memutar otak memikirkan apakah anaknya setelah ujian nasional akan melanjutkan kembali. Kalau sudah demikian masih terpikirkankah untuk jelang PEMILU dengan memilih wakilnya? Apakah contrengnya akan mengatasi PHK suaminya atau membantu sekolah anaknya?
KITA TUNGGU JAWABANNYA SETELAH PEMILU
Bagaimana kabar Indonesia? Bagaimana kabar Jakarta? Jelang PEMILU seperti sekarang ini memang cukup hangat yang diberitakan, selain tayangan langsung persiapan PEMILU , juga berita heboh di koran nasinal maupun lokal. Bahkan hebohnya persiapan para caleg untuk mempromosikan dirinya di sejumlah jalan-jalan, tembok rumah, bahkan tiang listrik pun jadi sasaran pemasangan wajah caleg.kehebohan juga terasa di kantor tempat caleg atau pasangannya (istri/suami) bekerja. Cerita seputar kesibukan dan doa dari rekan kerja, serta sedikit promosi untuk pasangannya jadi menu wajib setiap perbincangan. Suasan kerja menjadi ikut-ikutan ramai membicarakan rekannya yang menjadi caleg. Yang ditunggu pastinya benda pa yang akan mengiringi promosi itu! Di kantor saya kebetulan ada rekan yang mencalonkan diri menjadi caleg dari sebuah partai besar. Kebetulan juga pasangannya beerja di kantor yang sama, ada untungnya juga karena kami jadi kebagian benda promosinya lumayan berguna karena ada buklet masakan, buklet tentang kesehatan dan buklet tentang doa-doa. Terima kasih untuk benda promosinya yah. Mudah-mudahan sukses (tapi jangan marah yah kalau saya nggak memilih partainya soalnya saya dah punya pilihan).
Promosi yang dilakukan para caleg sayangnya tidak ada kursus atau bimbingan belajarnya. Yah tidak seperti persiapan siswa kelas VI, kelas IX, dan kelas XII. Jelang ujian nasional mereka berlomba-lomba mendaftar dan mengikuti bimbingan belajar bahkan yang orang tuanya berlebihan materi akan memanfaatkan privat untuk mata pelajaran Ujian Nasional. Bahkan karena upaya untuk menggolkan anaknya ke sekolah unggulan atau universitas favorit mereka akan secara khusus memanggil guru ke rumah.
Tapi, .... ada tapinya nih, walaupun mata pelajaran Bahasa Indonesia ikut-ikutan diujiannasionalkan namun, sampai sekarang semua lembaga pendidikan atau penyelenggara ujian nasional tidak ada yang mengadakan bimbingan belajar bahasa Indonesia. Ha..ha..ha,...jadi ingin tertawa, pasti nggak mungkinlah diujiannasionalkan, kata siswaku mudah kok pelajaran bahasa Indonesia. Jadi nggak perlulah bimbingan belajar. Masak sih....? benar nggak soal-soal ujian ansional bahasa Indonesia mudah? Kalau saya yang mengerjakan soal ujian nasional harusnya bisa menjawabkan? Tapi itulah uniknya pelajaran bahasa Indonesia gurunya saja harus ekstra menalar jawaban apa yang seharusnya atau jawaban apa yang benar. Karena soal bahasa Indonesia suyektif, saya katakan pada siswa saya dan teman-teman sesama guru bila menganalisis soal (karena biasanya saya dan teman, juga yang lain beda pendapat mengenai kunci jawabannya) yang benar jawabannya hanya si pembuat soal. Mengapa bisa seperti itu? Yah karena nalar setiap orang dalam menganalisis teks bacaan atau wacana pasti berbeda.
Jelang ujian nasional, pastinya bukan hanya bimbingan belajar dan belajar ekstra namun doa diri sendiri dan orang tua serta motivasi untuk menuntaskan kewajiban selama tiga tahun bersekolah jadi simbol keberhasilan. Bukan keberhasilan mata pelajaran yang di UN-kan tapi keberhasilan untuk kembali melangkah ke depan dengan senyum kemenangan. Sebagai guru, saya ikut larut dalam perjuangan anak didik saya untuk mencapai kemenangan tersebut, berbagai upaya saya lakukan mulai dari menganalisis soal ujian nasional tahun sebelumnya sampai memberikan bimbingan khusus untuk siswa yang daya nalarnya masih kurang ( mudah-mudahan usaha Bunda bisa maksimal yah Nak). Walau ada juga siswa yang masih belum paham akan pentingnya pendalaman materi yang diberikan gurunya (untuk yang satu ini Bunda hanya pesan KALAU BUKAN DARI DIRI KALIAN SIAPA LAGI YANG BISA MEMBANTU!).
Jelang PEMILU dan jelang ujian nasional menjadi berita hangat di tengah dunia tentang krisis global. Bukan berita lagi lagi bila dalam satu keluarga terdapat banyak kepentingan, misalnya ayah yang siap di PHK karena pengurangan pegawai untuk mengurangi beban perusahaan, sampai ibu yang ikut pusing memikirkan anaknya yang ujian nasional dan siap menerima berita suaminya yang akan di PHK. Bahkan ibu akan kembali memutar otak memikirkan apakah anaknya setelah ujian nasional akan melanjutkan kembali. Kalau sudah demikian masih terpikirkankah untuk jelang PEMILU dengan memilih wakilnya? Apakah contrengnya akan mengatasi PHK suaminya atau membantu sekolah anaknya?
KITA TUNGGU JAWABANNYA SETELAH PEMILU
PESTA ULTAH YANG HAMPIR USAI
MY BIRTHDAY
Hari ini Kamis 19 Maret 2009, seperti biasa aku mengajar di SMA Yappenda. Lewat sembilan hari dari My Birthday walau usia 40 berlalu tapi hidup harus jalan terus. Hari itu aku mengajar di kelas XII Bahasa, kelas yang didominasi anak-anak yang manis dan penuh semangat. Mengajar di kelas itu semangat untuk berjuang bersama menghadapi UN terasa ringan dan gembira have fun.
Awalnya insiden kecil diciptakan Siti Alawiyah dan Putri, akting yang mereka mainkan membuatku bisa kaget juga padahal biasanya aku tidak mudah tertipu. Masuk ke kelas mereka ada kejutan manis buatku. Ternyata mereka menyiapkan sebuah kue tar coklat dan angka 39 di atasnya. Aku jadi tersenyum karena umurku dimudakan 1 tahun. Dengan gayanya anak-anak manis itu (eh... lupa ada juga yang cakep) memberikan ucapan selamat padaku dengan doa yang aku nggak tahu (mudah-mudahan yang baik yah?) lilin yang tertiup aku panjatkan doa agar anak-anak yang penuh ceria ini lulus ujian nasional.
Kue tar yang lumayan besar kata mereka harus dipotong. Nah bagaimana dengan potongan pertama kue, untuk siapa yah... (kalau mereka mungkin untuk sang pujaan hati yah..!)
Potongan kue itu aku berikan pada Ismi. Mengapa Ismi?
Pertanyaan itu mungkin dilontarkan oleh semua siswa atau mungkin aku sendiri. Ada yang menarik dengan Ismi, siswaku ini berbadan paling kecil, agak manja, dan sedikit perasa. Kue itu sebagai tanda terima kasihku buat Ismi, mengapa harus berterima kasih dengan ISMI?
Ada satu cerita yang mungkin juga dialami oleh semua guru di dunia. Di kelas XII Bahasa aku mengajar 2 mata pelajaran yang diUN-kan, Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia. Ada 2 kali trayout, pada trayout ke-2, ketika nilai trayout sampai ke tanganku yang aku lihat adalah nilai rata-rata kelas dan nilai terendah yang bisa dicapai siswa. Waktu itu aku terkejut dengan perolehan nilai terendah, karena menurutku tidak masuk akal kalau pencapainya hanya sebesar itu. Dan yang membuatku tambah terkejut perolehan nilai terendah itu ada pada Ismi. Sedih,kecewa tentu saja, karena aku yakin perolehan Ismi bisa lebih dari itu.
Hari itu juga aku memanggil Ismi, agar tidak merasa menggurui (walaupun aku gurunya) aku meminta bantuan Ma’wa seorang siswa yang dulu pernah juga mengalami kemorosotan dalam prestasi belajar, namun perlahan dan pasti prestasi Ma’wa malah melesat cepat (Mawa harapanku dan mungkin harapan semua guru untuk rata-rata nilai yang baik). Aku ingin Ismi belajar dari pengalaman Ma’wa. Hari itu aku melihat Ismi tertunduk lesu, pandangannya kosong. Tadinya aku tidak yakin dengannya. Ternyata Ismi dapat membuktikan padaku bahwa ia bisa bangkit dan berlari bersama teman-temannya. Trayout ke-3 Ismi membuktikannya padaku, rasa terima kasih belum sempat aku ucapkan maka ketika aku memotong kue itu aku yakin kue itu untuk Ismi. Karena Ismi telah membuka mata hatiku bahwa pendekatan seorang siswa lebih baik dengan temannya karena siswa merasa mereka sebaya. Mungkin kalau tadi aku yang melakukan akan terkesan menggurui atau bahkan mengintimidasi. Sejak saat itu metode mengajarku aku buat diskusi antarsiswa, dan siswa memprentasikan kepada teman-temanya apa yang mereka dapatkan serta mengapa mereka mendapat jawaban itu. Pengalaman dengan peristiwa Ismi aku wujudkan dalam sebuah penelitian tentang “TUTOR SEBAYA”.
Terima kasih yah buat anak-anak bahasa, kalian membuat hidup ini makin bermakna. Coba kalau semua kelas seperti kelas kalian semangat terus kami guru mengajar yah...!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Back Home Pasien Covid
Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...
-
Belajar Arti Merdeka Baca Teks berikut dan KERJAKAN TUGAS LITERASI diakhir teks!!! Jika terdengar lagu Indonesia Raya apa ...
-
STANDAR KOMPETENSI : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan KOMPETENSI DASAR : 1.1 Membedakan anta...
-
Wabah Covid 19 membuat siswa harus belajar di rumah. berbagai gaya mereka tunjukkan ketika mengerjakan. Seru pastinya ada yang tidura...
