Thursday, October 2, 2014


RUMAH NENEK DI LUBUK SEKETI LAHAT


PuLaNg KamPung Yukk


Kali ini ceritaku tentang "Pulang Kampung" lebaran ke dusun Bapak dan Mama di Lahat. Setelah 30 tahun, akhirnya aku dan semua saudara plus anak-anakku dan ponakan, melangkahkan kaki ke tempat kelahiran orangtuaku. Sebenarnya rencana 'Pulang Kampung", sehabis aku menunaikan haji atau tahun 2016. Namun, bapak yang sebelum Ramadhan sakit dan dirawat di ICU Harapan Kita, selama satu minggu, meminta bila ia sehat untuk "Pulang kampung". Permintaan yang sungguh luar biasa mengingat, aku dan adik-adik belum mempersiapkan materi atau bekal untuk pulkam.
Akhirnya rencana besar untuk Pulkam pun aku rundingkan bersama adikku Ita dan Budi. Kakakku Ida tidak kami libatkan karena ia pastinya tidak bisa secara materi (ia dapat tugas menjaga rumah orangtuaku). Diputuskanlah kalau bapak akan naik pesawat dan bersamaku. Bapak senang sekali dengan rembukan kami ini, mulailah aku browsing mencari tiket pesawat (tentunya dengan harga yang murah dong). Bapak hanya mau naik "Garuda" (aduh kebayang dong tiket yang harus dikeluarkan di hari "Lebaran" pula). Alhamdulillah tiket Garuda seharga Rp 1.480 ribu /orang, aku dapatkan. senangnya bapak ketika sepulang kerja kusodorkan tiket pulang kampung naik "Garuda" terbayarlah semua lelah, penat, bokek, karna kocek berkurang  untuk mewujudkan semua keinginan bapak (apapun untuk Bapak). Masih terbayang bagaimana bapak di ruang ICU, malah kami tadinya merasa tak akan berjumpa lagi dengan bapak.
Sebelum Ramadhan Bapak dirawat di ICU Harapan Kita

Selfi dengan Bapak di pesawat

Senangnya Bapak di Pesawat
(Garuda yah pak)

Menunggu waktu Pulkam, rasanya lama sekali buat Bapak. Setiap hari Bapak menunggu sambil selalu bercerita dengan semua cucunya tentang masa kecilnya di kampung tercinta. Sepanjang Ramadhan cerita kami sekeluarga adalah "PULKAM".
Akhirnya penantian panjang pun usai sudah. Hari pertama lebaran Iedul Fitri, rombongan pertama yang menggunakan dua mobil berangkat hari itu pagi itu 28 Agustus seusai sholat Ied. Mobil pertama adalah mobilku, dan mobil kedua adikku.  Bismillah berangkat rombongan pertama, tinggallah aku dan Bapak di rumah karena kami akan berangkat besok menggunakan pesawat. Esoknya 29 Agustus 2014 aku dan Bapak pun berangkat. Bapak sudah tak sabar deh, pagi-pagi dengan setelan yang aku samakan (pakai pink dong) sudah siap dengan semua perabotannya. Aku bilang kita akan makan di bandara. Duh senangnya Bapak.
                                           Makan gratis di Citi Bank Privilege

Sampai di  Palembang , adik sepupuku Izwan sudah menjemput di bandara Soeltan Badarudin II. Malam itu kami menginap di rumah adik Bapak, mamang Ibrahim di daerah Rs Siti Khodijah. Pagi-pagi kami sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ke Lahat (kota kabupaten yang dekat dengan kampung).  Jarak Palembang Lahat bila ditempuh dengan mobil pribadi + 6 jam. Yah lumayanlah buat Bapak (tapi Bapak terlihat senang tuh), aku sempat khawatir Bapak tidak kuat mengingat kondisi jarak yang ditempuh. Ada sebuah bukit yang selalu dilalui bila akan ke Lahat. Namanya bukit tunjuk, Dulu waktu kecil, nenek selalu cerita kisah bukit tunjuk. Kisah Si pahit Lidah (legenda palembang). Bukit itu yang menandakan kami sudah akan sampai ke kota Lahat. Sebelumnya rombongan aku dan Bapak yang naik mobil adik sepupuku Dahlan bersama adik Bapak, Mang Rahim dan Bibi  Cik Imah (adik Bapak juga) akan bertemu rombongan adik2 ku dan anak2 ku di rumah kakak sepupuku Ayuk Darmi di daerah Muara Enim. Jadilah pukul 14 waktu Muara Enim kami berjumpa di rumah Ayuk Darmi (mantan Camat). Lengkaplah rombongan Balek Dusun. Senangnya hari ini.
                                          Bukit Tunjuk bersama kedua buah hati

Dusun atau kampung pertama yang akan kami sambangi adalah Dusun SP. Dusun ini adalah dusun orang atau dusun adik sepupu Mamahku. Dusun mamahku sendiri namanya tanjung Bindu dekat juga dengan Dusun SP. Setelah rombongan berkumpul semua akhirnya kami putuskan setelah ini mampir dulu di kota Lahat di rumah Ayu Sus. Bapak akan istirahat sedangkan kami melanjutkan ke dusun mamah di SP. 
Malam itu kami menginap di dusun SP sambil menyusun rencana untuk esok hari, syukuran bahwa kami datang ke dusun setelah sekian lama. Mamah terpaksa mengadakan syukuran di dusun SP bukan dusun tempat mamah dilahirkan yaitu Tanjung Bindu, karena di Tanjung Bindu Mamah sudah tidak punya keluarga. Keluarga mamah sudah pindah atau bahasa setempat 'ngaleh' ke dusun SP (belakangan mamah menemukan saudara sepupunya yang ternyata masih ada di dusun Tanjung Bindu). 

Wednesday, May 21, 2014

BAPAKKU INSPIRASI HIDUP

Bapak dan Aku

Sudah lama jari ini ingin menulis tentang Bapak", orang yang menjadi motivator dalam hidupku. Masih aku ingat ketika Bapak masih bekerja sebagai Polisi, waktu itu usiaku masih remaja SMP kelas 2. Aku hobi berpetualang dengan beberapa teman, liburan sekolah kami berencana naik gunung salak dan kemping di lembahnya. Hebatnya Bapak memperbolehkan aku ikut haking walau dia tahu teman-temanku yang berangkat semuanya laki-laki. Hanya ada aku dan seorang teman wanita. Kata Bapak waktu itu biar aku kuat dan juga Bapak percaya padaku. Kepercayaan yang tidak aku sia-siakan. Lagi pula Bapak tahu dengan siapa aku berteman (waktu aku remaja, teman-temanku kebanyakan laki-laki, malah teman dan guru bilang aku tomboy). Pesan Bapak pulang harus tepat waktu, aku ijin lima hari maka harus pulang dengan waktu yang diijinkan.
Namun, waktu yang dijanjikan aku langgar, karena keenakan berkemah aku lupa waktu lebih satu hari. Alasan yang aku bilang ke Bapak waktu itu "Maaf Pak keretanya mogok pecah ban" hahahahahahah. Kalau ingat jadi lucu mana ada kereta mogok dan pecah ban, memang mobil!!!. Bapak yang saat itu baru pulang kerja masih lengkap pakaian polisi dan pistol yang dia letakkan di atas meja, Bapak menatapku cukup dua kata "SENI ASIATI'. Kalau sudah begitu aku tahu Bapak marah. Dengan menunduk aku ceritakan keterlambatan aku pulang. Bapak tidak marah tapi menghukumku untuk menuliskan pengalaman selama kemping di gunung salak dalam satu buku!! (belakangan hukuman Bapak ini membuatku jadi senang menulis)
Masa remajaku hampir hilang ketika aku memutuskan menjadi pemain sinetron katanya sih nanti jadi artis di TVRI (dulu hanya ada TVRI). Setiap pulang sekolah aku buru-buru ke TVRI untuk rekaman. Bapak mengijinkan dengan satu syarat raportku tidak kebakaran dan aku hatus berprestasi. Makanya ketika teman-teman bermain di jam istirahat aku sibuk mencatat dan TIDUR. yah karena kurang tidur harus rekaman dan pulang malam aku selalu kekurangan waktu tidur.
Pegalaman di SMA ini membuatku kehilangan indahnya masa SMA (artis tidak jadi eh pengalaman indah hilang). Kutinggalkan masa SMA, tadinya aku mau jadi dokter tapi ketika niat aku utarakan Bapak bilang : Gaji Bapak tidak cukup untuk kamu kuliah di kadokteran. malah Bapak menyarankan aku jadi GURU. Kata Bapak aku pantas jadi GURU karena aku suka sekali bicara dan mengajarkan teman. Mulanya terpaksa aku ikuti saran Bapak, namun ternyata pilihan Bapak tidak salah. Ketika teman-teman masih sibuk mencari pekerjaan aku sudah mengajar di SMA swasta waktu itu usiaku masih 19 tahun. Aku pun langsung diangkat menjadi PNS sebelum ijazah S1 aku terima.
Bapak dan aku seperti mata uang bersisian. semua suka dan dukaku Bapak lebih tahu dibandingkan pendampingku. Banyak ceritaku bersama Bapak, orang yang hadir dan menjadi motivatorku

Tuesday, May 20, 2014

MAHASISWA BROADCAST 2013-2014 DALAM CERITA

SEBUAH CERITA SEBUAH 'ASA'


Ini bukan berita hanya sebuah cerita. Cerita tentang kelas Broadcast di sebuah perguruan tinggi negeri di bilangan Srengseng Sawah Jakarta Selatan "POLIMEDIA. Tahun ajaran 2013-2014 aku masih bertemu mereka para mahasiswaku di kelas Broadcast, setelah di semester 1 bahasa Indonesia dasar aku ajarkan.
semester dua atau semester genap masih tiga kelas yang aku ajarkan. Kelas A punya cerita sendiri tentang mahasiswanya. Ada mahasiswa yang berteman akrab bahkan untuk masuk kelas karena terlambat saja mereka kompak. Semester genap ini kelas A menjadi pembuka untuk aku ajarkan tepat pukul 09.00 Wib, bahkan kadang tidak tepat sih... biasalah Jakarta ada saja kendala kalau bukan 'macet' yah apalagi. Kelas A menurut penilaianku selama satu tahun mengajar mereka adalah kelas dengan daya bungkam yang merata. Maksudnya mahasiswa di kelas A termasuk lebih pendiam dibandingkan mahasiswa di kelas B atau C. Ada beberapa mahasiswa yang lumayan aktif dan juga kreatif.
                                                                Sherly ( si Penari) dan aku

Tugas kelompok yang harus diselesaikan adalah merancang sebuah acara menjadi pertunjukkan yang spektakuler. Kelas A menyuguhkan sebuah acara 'Kartian"' dengan konsep pagelaran busana serta pertunjukan 'Tari Tunggal' oleh seorang mahasiswa Sherly serta pertunjukan musik oleh seorang mahasiswa yang tanpa aku duga bersuara merdu 'Rury' (wah Rury ikut Indonesia idol dong, ntar bu Seni vote deh!). Yang membuatku terpesona adalah mahasiswa yang menampilkan peragaan busana kartini, luar biasa sampai pangling (kalau sudah dandan tampang mahasiswanya tidak kelihatan yah). Ada Karima yang kali ini lebih berkharisma. Ada Angel yang benar-benar menjelma menjadi 'Angel'. Atau Chairunisa yang biasanya tomboy harus berbusana muslim ( hahahahahah bisa yah) Sayangnya kostum semua pengisi acara yang sungguh mendukung tidak dibarengi oleh pembawa acara 'Gamal dan Amalia'! Nah loh! kok bisa sih 'Saltum'. Annasa dan  yang menjadi pejabat dengan sambutannya harusnya bisa tampil maksimal, kali ini malu-malu (atau tidak bercita-cita jadi pejabat yah?).

                                                             Rombongan Kelas A 2013-2014

Acara yang dirancang oleh kelas A, lumayan sukses. Aku katakan 'Lumayan' karena ada juga mahasiswa yang masih belum sadar kalau mereka sudah masuk ke dalam sebuah pertunjukan alias masih diam, dengarkan dan sesekali melirik... (tidak sadar kamera nih!)
Rancangan acara selanjutnya yang digagas oleh kelas C. pertunjukan di kelas C mengusung tema 'penghargaan Insan Film'. Seperti yang aku duga konsep acaranya bisa ditebak: ada pengumuman pemenang penghargaan, hiburan dll. Walaupun mudah ditebak namun ada yang luar biasa mereka tampilkan, yaitu menggunakan IT untuk setiap kategori yang masuk nominasi. Setiap mahasiswa berpasangan untuk menjadi artis yang mengumumkan penghargaan insan fil. Sebenarnya biasa, tapi film yang mereka masukkan adalah hasil karya mereka sendiri (seandainya saya bisa mendapatkan film mereka yah!) Hanya sayangnya tidak lengkap IT yang digunakan, bila Background menggunakan IT pasti tambah spektakuler. Pembawa acara yang dipilih kurang memberikan rasa yang pas atau kurang semangat untuk acara sekaliber penghargaan. Hani yang biasanya selalu ceria dan kadang konyol, kali ini malah kurang maksimal menampilkan suguhan acara sehingga berimbas pada pendampingnya 'Indah'. Kali ini Indah kurang berani dan terlihat agak kurang bebas tampil.

Konsep acara yang diusung oleh kelas B mengacu pada acara di dua stasiun TV yaitu 'Indonesia Lawyer Club, dan Indonesia Lawak Club'. Sebenarnya biasa saja, namun kekompakan tim dan juga cara mendirect acara yang benar-benar nyaris profesional, dipertunjukkan oleh kelas B. Hal inilah yang membuatku memberikan nilai lebih dibandingkan kelas lainnya. Gaya dan canda khas mahasiswa yang ditampilkan oleh kelas B benar-benar membuatkan menyaksikan sebuah pertunjukan yang membuat stres hilang. Bayangkan saja mahasiswaku Juan Akbar yang biasanya kulihat tidak pernah berguyon, di acara ini bisa membuatku tersenyum dengan tingkah konyolnya. Belum lagi mahasiswaku yang sehari-hari memang sudah konyol " Gyoza Fikri" (haloo sayang semoga tetap ceria yah), membuat suasana acara semakin heboh dan meriah. Mahasiswaku Asti dan Nisa yang bisa akrab di kelas, sesuai konsep menjadi orang yang agak menyebalkan namun manis. Asti yang berlagak mirip-mirip 'Fitri Tropika' si artis "lebay" dan Nisa dengan gayanya yang cuek serta jahil mampu menghidupkan suasana.
Mahasiswaku yang satu ini sebenarnya suka berguyon 'Kukuh' namun kali ini guyonannya agak berkelas sedikit dengan didampingi si 'Eneng' dari Sukabumi cocok menjadi orang yang jadi rempong! Di tengah acara terdengar suara fals dengan lagu dangdut yang diteriakan oleh RT, wah kali ini membuat suasana tidak bergoyang tapi menutup telinga!
Kalau semua mahasiswa di kelas B terlibat di dalam acara, di luar acara yang tak kalah sibuk ada Ismi dan Gita, keduanya saling mengisi agar acara yang mereka rancang benar-benar bisa diterimaku (duo Ismi dan Gita sukses yah, apa dibantu yang lain????).
Secara konsep dan 'seni' pertunjukan, semua yang ditampilkan oleh mahasiswaku bisa mengena. Aku yakin mereka akan semakin siap terjun ke dunia Broadcast dengan bertambahkan ilmu, teori serta praktik di semester selanjutnya. Dari segi bahasa yang aku ajarkan, semoga bisa diterapkan dan dijunjung sebagaimana tujuan pembelajaran bahasa yaitu : "Menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia". Semoga kalian bangga terhadap bahasa Indonesia.

BUAT MAHASISWA BROADCAST
Adakah cerita yang terlewat yang saya ceritakan di atas? Setiap mahasiswa silakan menuliskan kesan dan cerita di kolom komentar!

Tuesday, March 11, 2014

Senin,10 Maret 2014, usiaku 45 thn. Seperti thn2 sebelumnya aku yakin suamiku tdk akan perhatian atau membelikan aku sesuatu. Aku sdh biasa dgn perlakuan itu jd ga jd masalah sih hanya ko ga adil sj. Kalo seisi rumh ultah aku yg sibuk beli kado traktir makan dll. Tp aku cukup bersyukur ayah ibuku memberikan ucapan selamat dan mndoakanku. pagi tgl 10 Maret sehabis sholat Subuh seperti biasa aku mnyiapkan sarapan buat anak2ku, susu buat Ray dan makanan untuk Natasha. Pagi itu ada kejutan karena masih pagi dan hujan pula, aku berbaring sebentar di kamar tiba2 anak2ku dan suamiku datang dambil membawa kue ulangtahun yg aku lihat cukup enak dan pasti mahal (tumben) terbeli oleh suamiku biasanya pasti mengeluh kalo harga kue mahal. Bukan itu saja suamiku memberiku kado ultah sebuah dompet dari mrk trnama ( blakangan k thu trnyata lgi diskon hahahaaha). cukup surprise untuk thn ini.

Wednesday, February 5, 2014

Hari Guru Nasional 25 November 2013


PERINGATAN HARI GURU DI SMPN 266 JAKARTA





Senin, 25 November 2013 , hari ini di seluruh sekolah di nusantara Indonesia mengadakan upacara memepringati Hari guru Nasional. Sebenarnya nasionalkah? Atau apa memang ini hari untuk guru? Sejarah mencatat bahwa tanggal 25 November berdirilah sebuah persatuan untuk guru yang dinamakan Persatuan Guru Republik Indonesia. Seorang teman dosen  bertanya pada saya, apa yang telah dilakukan PGRI untuk guru Indonesia? Apa PGRI hanay sebuah organisasi tanpa perjuangan untuk guru? Kali ini aku tidak bisa menjawab. Rasanya sudah hampir 23 tahun aku mengabdi menjadi guru tapi  hati ini merasa PGRI tidak pernah ada untuk aku.
Teman-teman sesama guru pernah mengatakan bahwa berkat PGRI lah adanya Undang-undang guru dan dosen yang melahirkan sertifikasi untuk guru atau tunjangan profesional untuk guru. Kalau demikian adanya Presiden bukan melihat perjuangan guru dong?                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

Wednesday, January 29, 2014

MONITORING DAN EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


MONEV JEPARA


Sudah lama tidak menulis pengalaman baru. Kali ini aku akan bercerita liburan + monev ke Jepara Jawa tengah. Awal kepastian keberangkatanku ke Jepara sebenarnya karna campur tangan Christina temanku di Puskubuk.
Christina temanku sesama dosen di Polimedia mengajakku untuk ikutan Monitoring dan Evaluasi ke Jepara Jawa Tengah dari tanggal .......
Monev kali ini aku harus berangkat berdua orang puskur yang belum aku eknal. Kata Christin namanya Safei. Diantar adikku Budi, istrinya dan anakku Ray aku berangkat ke Bandara. Lumayan karena objek dari pemerintah aku bisa naik pesawat"Garuda". Biasanya kalau beli sendiri cari penerbangan yang murah hahahaha. Gaya deh pokoke. 
telpon seluler jadi komunikasi aku dan pak safei,janjian di KFC depan pintu keberangkatan eh ga tahunya pak safei malah  di KFC lantai bawah yah ga ketemulah booo.
pagi itu penerbangan kami jam 07.15. sampai Semarang masih pagi perut lapar. enaknya naik Garuda, pagi-pagi dapats arapan roti dan jus. sampai semarang kami harus menunggu rombongan Bantak Puskur yang dikomandoi Nona.
 Bersama Bang safei, akhirnya kami harus putar-putar kota Semarang dulu sambil menunggu teman-teman rombongan Bantek yang belum mendarat karena pesawatnya take off pukul 12.00. Udara Semarang yang panasnya poll membuat kami harus menyewa mobil yang bisa membawa kami keliling Semarang. Tujuan pertama adalah mencari sarapan yang memang sangat kami butuhkan walau Garuda sudah memberikan sarapan roti. Pasar tradisional semarang yang kami masuki ternyata tidak banyak yang dijual yah hanya pasar untuk kebutuhan masyarakatnya. Sementara Nona meminta aku sebuah tas laptop batik. Puas keliling pasar kami lanjutkan ke ikon kota Semarang, apalagi kalau bukan "LAWANG SEWU".
LAWANG SEWU PAGI HARI TIDAK SESERAM MALAM

Nona seorang Christina yang banyak mengajariku tentang semua hal, kurikulum 2013 aku belajar darinya. Monev aku juga diajak dengannya. Sayangnya, persoalan keluarga yang membelitnya membuatnya harus berjuang memeprtahankan rumahtangganya. Semoga bisa dilalui karena aku tahu ia kuat.

Aku dan Christina


Tim Monev dan bantek Puskur 2013



Kura-kura di pantai Kartini Jepara

 Makan siang khas Jepara "Pindang Serani"


Masjid Agung Jepara yang eksotis

 Loenpia LIM Semarang

 Ukiran Jepara

 Durian Petruk Jepara

 Puas-puasin makan durennnnn

Gerbang Lawang Sewu

Thursday, November 28, 2013

PEMBELAJARAN EKONOMI SYARIAH PADA SISWA MELALUI KANTIN JUJUR

Kantiku Jujur dan Syar'i
(Seni Asiati)


A.                PENDAHULUAN

Jujur adalah sebuah sikap  yang tentu  mahal harganya. Kejujuran yang ada sekarang ini sungguh susah dicari. Banyaknya kasus-kasus korupsi oleh para pejabat negara mengindikasikan bahwa kejujuran memang sudah melemah. Jujur ternyata sebuah pembelajaran tentang hidup mengekang hawa nafsu dari diri sendiri. Sekolah sebagai wadah pendidikan, dimana anak akan belajar tentang hidup dan kehidupan bisa menjadi lahan memupuk kejujuran.  Awalnya susah mengajarkan siswa di sekolah untuk berbuat  jujur. Contohnya jujur ketika mengerjakan soal tugas bahkan jujur mengerjakan ulangan. Ada saja siswa yang mencontek ada saja kecurangan yang dilakukan siswa ketika mengerjakan tugas. Apalagi dengan berkembangnya teknologi modern, maka kejujuran makin sulit ditemui. Misalnya tugas yang diberikan tidak jarang siswa mencontoh yang ada di internet dengan cara menyalinnya atau istilah  siswa copas atau copi- paste .
Nilai-nilai kejujuran memengaruhi perekonomian kita. Adanya kasus korupsi dengan mengambil uang rakyat dengan mengtasnamakan rakyat. Kantin jujur yang diterapkan di sekolah awalnya bertujuan menanamkan pendidikan karakter yang digadang-gadangkan dalam kurikulum KTSP. Awal mula pelaksanaan kantin jujur ini pada tahun 2009. Pemerintah provinsi DKI Jakarta mengajak siswa untuk jujur pada diri sendiri dengan mengadakan kantin jujur.
Tujuan mengadakan kantin jujur ini tentulah menanamkan pendidikan karakter pada siswa yang mulai luntur. Selain itu pemerintah DKI dalam hal ini dinas pendidikan ingin mengajarkan pada siswa untuk mengelola keuangan atau mengajarkan prinsip-prinsip ekonomi deini mungkin. Beberapa sekolah menengah atas diundang untuk mengikuti pelatihan kantin jujur ini. Pemerintah DKI mengulirkan sejumlah dana sebagai modal awal untuk melaksanakan kantin jujur.
Bulan Oktober 2009 berdirilah kantin-kantin jujur di sejumlah sekolah menengah atas di wilayah DKI Jakarta. Kantin jujur ini menerapkan prinsip berbelanja dan melayani sendiri. Kantin ini menyediakan berbagai keperluan alat tulis siswa dan makanan ringan yang digemari siswa. Selama satu minggu kantin jujur yang menjual barang-barang keperluan siswa seperti pulpen, buku, hapusan, spidol dan alat tulis lainnya ramai pembeli. Selain itu ada juga kantin siswa yang menjual makanan ringan yang digemari siswa seperti permen dan lain sebagainya.
B.       RUMUSAN MASALAH
Banyak permasalahan yang berhubungan dengan pembelajaran ekonomi di sekolah. Pembelajaran yang utama adalah bagaimana mengajarkan prinsip-prinsip yang dianut oleh sistem ekonomi syariah. Ada beberapa maslah yang ingin penulis uraikan yaitu:
  1. Bagaimanakah mengajarkan siswa untuk jujur dalam bertransaksi?
  2. Bagaimanakah menanamkan sikap jujur pada siswa dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Apakah pembelajaran ekonomi syariah dapat diterapkan dalam kantin jujur?
Permasalahan yang ada kiranya dapat dicarikan jalan keluar untuk menanamkan pendidikan karakter dalam hal ini kejujuran dalam melakukan transaksi.
C.      PEMBELAJARAN EKONOMI SYARIAH DI SEKOLAH DENGAN KANTIN JUJUR

Orangtua mengirim anaknya ke sekolah untuk mengajari mereka berpikir. Namun kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai harapan. Pembelajaran nilai tentang kehidupan selain diperoleh anak di rumah juga di sekolah melalui interaksi anak dengan teman dan juga guru dalam proses belajar mengajar. Ketika orangtua lebih mengerti cara, kondisi, serta prilaku di mana anak-anak dapat menyerap pembelajaran secara maksimal, dan ketika orangtua mampu menjadikan sekolah sebagai wadah di dalamnya anak-anak dapat memakai serta meningkatkan gaya berpikir dan belajar yang alamiah bagi mereka (John Holt:7). Sekolah kemudian akan menjadikan sebuah tempat di mana semua anak tumbuh, tidak hanya secara fisik ataupun pengetahuan, tetapi juga dalam rasa ingin tahu, keberanian, ketahanan, kesabaran, kompetensi, dan pemahaman akan sesuat.  Pertanyaan yang kini berkembang adalah mengapa nilai kejujuran kini semakin luntur pada diri siswa? Siswa akan memulai kebohongan demi kebohongan mulai dari tugas dan ketidakhadiran di sekolah.
Pembelajaran ekonomi di sekolah dapat dimulai dengan praktik kejujuran dalam transaksi pembelian melalui ‘kantin jujur’. Prinsip ekonomi yang dilakukan mengajarkan siswa untuk jujur bertransaksi sehingga pemasukan yang diterima oleh kantin jujur dapat dibelanjakan lagi. Seperti biasa kantin jujur tersebut layaknya ombak kadang tinggi pemasukan kadang rendah bahkan ada beberapa sekolah yang mati suri alias tutup dengan kerugian yang diderita.
Berdasarkan data yang dihimpun ada 17 sekolah menengah atas negeri dan swasta di wilayah Jakarta Utara yang menerapkan kantin jujur. Beberapa kantin tersebut melakukan transaksi berdasarkan kejujuran siswa. Harga yang tertera adalah harga penjualan tentu saja dengan sedikit keuntungan yang didapat.
Pertanyaannya mengapa bisa kantin jujur dengan niat tulus untuk menanamkan pendidikan karakter siswa justru terpuruk? Apa siswa memang sudah tidak ada yang jujur?
Gerakan kantin jujur dengan suntikan dana dari pemerintah saja sudah menimbulkan konflik. Pertama setelah kantin jujur dilaksanakan siapakah manajemen  yang ditugaskan untuk mengontrol dan mengaudit kantin jujur? Kedua keuntungan yang didapat untuk siapa dan digunakan untuk apa? Ketiga apa peran pemerintah sebagai tindak lanjut dari kantin jujur?
Beberapa siswa  dan guru ekonomi yang ditugaskan mengelola kantin jujur mengatakan modal  awal dari pemerintah DKI digunakan untuk untuk membeli baerang-barang kerluan kantin jujur meliputi juga meja dan lemari kaca.  Awalnya harga yang tertera sudah dinaikkan dari harga pembelian sebanyak 10 % - 15 %. Misalnya kue yang dibeli dipasar Rp 800 maka kantin menjualnya seharga Rp 1000. Keuntungan yang didapat digunakan untuk mendanai kegiatan OSIS dan ada beberapa yang memutar modal tersebut tanpa mengeluarkan untuk keperluan lain selain membeli barang yang akan dijual di kantin jujur.
Kantin jujur mengajarkan siswa belajar ekonomi dengan praktik langsung di lapangan. Selain itu pendidikan moral dan pembangunan karakter manusia Indonesia dapat ditanamkan dengan kantin jujur di sekolah-sekolah. Sejalan dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pihak sekolah dalam hal ini guru ekonomi ingin siswa lebih mengenal tentang ekonomi syariah dalam praktiknya atau secara lebih dekat lagi. Maka kantin jujur bisa mengabungkan prinsip ekonomi syariah dalam pelaksana. Pangeran Charles, dalam sebuah perbincangan dengan media massa, mengatakan ekonomi syariah bisa memberikan jawaban yang tidak bisa dilakukan oleh sistem ekonomi konvensional karena penekanannya pada ekonomi moral.
Kantin Syariah sebagai Pembelajaran pada Siswa
Syariah atau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 822) adalah syariat: hukum agama (yang diamalkan menjadi perbuatan-perbuatan, upacara, dsb) yang bertalian dengan agama Islam. Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam. Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di sekolah-sekolah ditujukan untuk memberi pengetahuan pada siswa mengenai ekonomi yang berlandaskan Islam dengan segala kelebihan dan kekurangan dari sistem ekonomi yang telah ada. Sesuai dengan perkembangan ekonomi global dan semakin meningkatnya minat masyarakat dengan ekonomi perbankan secara Islami, ekonomi Islam mendapat tantangan yang sangat besar pula.
Kantin jujur yang sudah berkembang di sekolah-sekolah bisa dijadikan sebuah pembelajaran dengan cara syar’i atau sesuai dengan syariat Islam. Menurut sejumlah ahli ekonomi, ekonomi syariah yang berkembang di Indoensia memiliki beberapa tantangan. Setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi, yaitu: pertama, ujian atas kredibel sistem ekonomi dan keuangannya. Kedua, bagaimana sistem ekonomi Islam dapat meningkatkan dan menjamin atas kelangsungan hidup dan kesejahteraan seluruh umat, dapat menghapus pengangguran dan kemiskinan di Indonesia ini yang semakin marak, serta dapat memajukan ekonomi dalam negeri yang masih terpuruk dan masih bernilai rendah dibandingkan dengan negara lain. Dan yang ketiga, mengenai perangkat peraturan, hukum dan kebijakan baik dalam skala nasional maupun dalam skala internasional.
Kantin jujur yang semula mengajarkan kejujuran tentu dapat berkembang untuk mengenalkan siswa pembelajaran ekonomi syaria. Tujuan utama kantin jujur selain berniaga atau berdagang adalah menekankan pentingnya nilai kejujuran. Niaga atau disebut dagang adalah pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli keuntungan (KBBI:229). Niaga sebagai aktivitas ekonomi pada sektor riil menempati posisi penting dalam ekonomi syariah (Amiur Nuruddin: 34).
Ekonomi Islam  adalah sebuah sistem ilmu pengetahuan yang menyoroti masalah perekonomian, sama seperti konsep ekonomi konvensional lainnya. Hanya, dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai Islam menjadi landasan dan dasar dalam setiap aktivitasnya.  Pembelajaran ekonomi syariah yang dilakukan di sekolah dapat lebih menananmkan pendidikan karakter dan membentuk generasi yang jujur dalam melakukan transaksi keuangan. Dengan nilai keimanan, apapun bentuk ekonomi yang dilakukan akan  dipandang sebagai bentuk kegiatan ibadah, artinya aktivitas yang diperintahkan dan diridhoi oleh Allah SWT. Pelaku ekonomi akan menempatkan dirinya sebagai hamba dihadapan Allah, perbuatan ekonomi yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain akan semakin dihindari. Adapun yang menjadi kerangka teori dalam ekonomi Islam adalah  adanya unsur  kebenaran dan  dan kebaikan. Dalam pandangan Islam  kebenaran dan  kebaikan  ada yang  mutlak dan ada yang relatif, kebenaran yang  mutlak   hanya  berasal  dari  Allah, al Quran, dan Sunnah  sedangkan yang bersifat relatif  bersumber dari fenomena  alam semesta.
Ekonomi syariah adalah ekonomi yang bertumpu pada  sistem nilai (value) dan etika (akhaq) yang berlandaskan tauhid dan keadilan (Amiur Nuruddi: 105). Pembelajaran ekonomi syariah di sekolah dengan pembelajaran secara langsung dan melibatkan siswa akan semakin bertambah pengetahuan teori maupun praktik pelaksanaan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari, siswa dapat belajar beretika dalam melakukan transaksi.
Niat yang lurus dan kuat yang disandarkan kepada Allah SWT dalam bekerja, akan menjadi motivasi dan ruh kekuatan dalam setiap bentuk tindakan dan pengambilan keputusan. Setiap permasalahan tidak akan disikapi dengan emosional, akan tetapi disikapi secara rasional dan diputuskan secara spiritual.
Kantin yang Jujur dan Syar’i
Kantin jujur yang sudah dilaksanakan dis ekolah-sekolah dan sebagai perwujudan penanaman nilai-nilai budaya karakter bangsa dapat dapat menjadi dasar pembelajaran ekonomi syariah.sistem ekonomi konvensional yang mengedepankan bunga atau keuntungan bagi pelaku ekonomi memicu timbulnya konflik perekonomian yang tidak sehat. Kantin jujur dengan menaikkan harga barang 10 % - 15 % memicu pengurus kantin tidak jujur. Sistem ekonomi syariah yang ditawarkan yaitu sistem bagi hasil. sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalissosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada di tengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrem. Ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.
Pertanyaannya bagaimana mengadakan kantin jujur yang syar’i? Kantin jujur yang ada di sejumlah sekolah saja banyak yang tidak jelas atau mati tidak beroperasi lagi. Penanganan yang tidak optimal serta manajemen yang kurang transparan (dalam hal ini tidak jujur) menjadi penyebab kantin jujur harus tutup atau perlahan-lahan tidak jelas keberadaannya.
Siswa SMA sebagai eplaku ekonomi di sekolah pastinya ingin pelayanan yang optimal. Transaksi sendiri yang dilakukan walaupun sebagai pembelajaran kadang membuat kantin hilang kendali. Misalnya: siswa yang membeli pensil atau pulpen seharga Rp 2500, transaksi dilakukan dengan uang pecahan Rp 5000 sementara di kotak uang tidak tersedia pecahan Rp 500. Maka siswa akan mengambil kembalian dengan pecahan yang ada. Kadang kurang Rp 1000 atau bahkan ia sengaja meninggalkan di kotak sisanya dengan tujuan kalau besok berbelanja lagi ia tinggal mengambil. Permasalahannya ada di manajemen, bila penghitungan pemasukan pada hari siswa meninggalkan sisa uang belanja maka uang siswa tersebut akan dihitung sebagai uang masuk. Artinya untuk kemudian hari ia akan mengambil lagi maka kantin akan merugi. Padahal belum tentu kerugian tersebut dilakukan oleh pembeli yang meninggalkan uangnya. Bisa saja kerugian terjadi karena ada siswa yang tidak jujur membeli tanpa membayar. Ini yang sering terjadi dan dialami oleh sejumlah kantin jujur yang dikelola sekolah.
Pembejaran ekonomi dalam Islam pada siswa harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Karena  ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain: Kesatuan (unity), Keseimbangan (equilibrium), Kebebasan (free will), Tanggungjawab (responsibility)
Sistem ekonomi  Islam memiliki  dasar asas yakni kepemilikan pengelolahan kepemilikan dan distribusi kepemilikan ditengah kehidupan manusia. Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. Kedua belah pihak  atau pembeli dan penjual harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.

Pembelajaran Ekonomi Syariah di Kantin Jujur

Sebenarnya aturan penjualan dan pembelaian sudah diatur. Pembeli adalah raja, aturan itu sudah disepakati bersama dalam melakukan usaha. Sekolah-sekolah yang menyelenggarakan kantin jujur dapat mengubahnya menjadi usaha dengan prinsip syariah. Cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Barang-barang yang menjadi kebutuhan siswa (alat-alat tulis) harus diperbanyak dengan perbandingan yang proporsional dibandingkan dengan barang-barang yang bukan kebutuhan pokok  siswa (makanan atau minuman).
  2. Penjualan dilakukan dengan prinsip transparan, artinya pengelola kantin membuat catatan harga barang dengan mencantumkan berapa harga pembelian saja tanpa mencantumkan harga penjualan. Beri catatan atau tulisan yang besar di selembar kertas bahwa harga tersebut adalah harga pembelian dan minta siswa untuk menaksir sendiri berapa kelebihan yang harus dibayarkan pada kantin.
Misalnya :
Tabel harga
No
Nama  Barang
Harga pembelian
(satuan)
1
Pulpen Standard AA (hitam/biru)
Rp 2.500
2
Buku tulis Boxy (58)
Rp 6.500
3
Karton warna
Rp 1.700
4
Busur kecil
Rp    800
5
Kertas ulangan
Rp    500

  1. Siswa yag membeli diminta belajar untuk berlaku jujur dan memberikan hasil yang tidak merugikan pada kantin dengan sosialisasi bahwa keberadaan kantin jujur atau keberlangsungan kantin jujur adalah karena siswa dan untuk siswa.
  2. Adakan laporan berkala dan hasil laporan buatlah di dinding sekolah dengan menempatkan jumlah pembelanjaan dan jumlah yang diterima dari penjualan selama periode berjalan, misalnya tiga bulan sekali. Hal ini akan mengajarkan siswa bahwa kantin mengalami kemajuan atau kerugian.
  3. Perolehan keuntungan kantin bisa untuk siswa kembali, misalnya untuk menyantuni siswa yang kurang mampu atau siswa yatim. Bila siswa di sekolah tidak terdapat siswa yang dimaksud,  hasil keuntungan kantin dapat digunakan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. Ajak siswa ketika penyerahan bantuan untuk masyarakat. Pembelajaran ini menanamkan nilai kemanusiaan pada siswa.
D.      PENUTUP
Krisis ekonomi dan kemiskinan yang melanda dunia bahkan Indonesia sebagai negara berkembang, maka ekonomi Islam sebagai solusi, walaupun dengan segala kelemahannya sebagai sistem ekonomi yang masih baru sehingga sebagian masyarakat masih belum bisa menerima secara luas ekonomi Islam. Pemahaman tentang ekonomi Islam perlu diajarkan pada sekolah-sekolah delam wujud langsung yaitu mengajarkan pada siswa bagaimana ekonomi syariah dapat mewujudkan perekonomian yang baik dan maju.
Kantin jujur dengan mengedepankan nilai-nilai keilmuan serta nilai moral yaitu menanamkan pendidikan karakter pada siswa perlu terus dikembangkan sehingga siswa mengerti dan  mau mengubah diri dan juga orang lain agar bertransaksi secara jujur dan sesuai syariat Islam.
Oleh karena itu diperlukan kajian dan penelitian untuk mengembangkan ekonomi islam melalui metode-metode transaksi lain dalam pembelajaran di sekolah dan dapat diterapkan secara menyeluruh di semua sekolah. Siswa khususnya semakin yakin nilai-nilai syariah pasti memberikan kemaslahatan bagi kehidupan berbangsa kita. Dalam doa kita selalu mohonkan, Ya Allah berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat, dan jauhkan kami dari azab neraka. Semoga pembelajaran ekonomi syariah dalam penyelenggaraan kantin jujur yang syar’i dapat tercapai.
  
                                      DAFTAR PUSTAKA



Depdiknas. 2010. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Holt, John. 2012. Bagaimana Siswa Belajar. Jakarta: Erlangga
Mujiono, Dimyati. 2001. Motivasi dalam Belajar. Jakarta: Depdikbud.
Nuruddin, Amiur. 2010. Dari Mana Sumber Hartamu?. Jakarta: Erlangga
Prayitno, Elida. 2009. Motivasi dalam Belajar. Jakarta : PPLPTK Depdikbud


Back Home Pasien Covid

Good bye Wisma Atlet Hari ke-14 di Wisma Atlet "Menunggu Surat" Senin, 4 Januari 2021 Ini hari ke-14 di Wisma Atlet. Katanya kami ...